Papuanewsonline.com
Memalukan! Staf KPK dari Polri Peras Bupati Pemalang Usai OTT - Kini Jadi Tersangka
SilPA Rp1,1 Triliun, DPD Fornas 08: Bupati Mimika Miskin Konsep Pembangunan
Wakasad Pimpin Penerimaan 429 Paja Dikmapa PK, Tekankan Penguatan SDM TNI AD
Cek Langsung Kendaraan Operasional, Wakapolda Maluku Pastikan Layanan Darurat 110 Siaga 24 Jam
Wabup Mamberamo Tengah Salurkan Bantuan Sembako Untuk 200 Pelaku Usaha OAP
BOBOL! BPK Bongkar Borok Dana BOS Rp 8,1 Miliar di Disdik Mimika
Wapres Gibran Sambut Positif Kabinet Bayangan, Dorong Demokrasi Yang Terbuka Dan Solutif
Menhan Tinjau Markas Yonif TP 939/Macan Putih Di Tasikmalaya, Tekankan Profesionalisme
Prabowo Teken Kenaikan Tukin TNI Dan Kemenhan, Kasad Cs Tembus Rp48,6 Juta
Supremasi Hukum Utama, Yusril Dorong Polri Perkuat Perlindungan Masyarakat
BERITA TAG Politik
Homepage
Pendekatan Adaptif “Ketuk Pintu” Wujud Kapolres Asmat Sambangi Masyarakat
Papuanewsonline.com, Asmat – Kapolres Asmat AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., Didampingi Wakapolres Asmat Kompol Sutardi, S.H., M.H., bersama Kepala Distrik Agats Norbertus Kamona, S.Sos., dan PJU Polres Asmat sambangi masyarakat Kampung Simsagar yang bermukim di Kota Agats Kabupaten Asmat, Rabu (24/06/2024).Kunjungan kepada warga masyarakat yang dilakukan Kapolres Asmat, dalam rangka mempererat talisilaturahmi sekaligus memberikan himbauan Kamtibmas kepada masyarakat kampung Simsagar.“Saya minta untuk selalu jaga keamanan di lingkungan masyarakat kita karena hidup tanpa aman itu susah kita mau berkerja atau berjualan tetapi kalau situasi tidak aman kita tidak akan merasa nyaman, dan bagi para orang tua untuk selalu awasi pergaulan anak-anak agar tidak mudah terjerumus kepada hal-hal negatif,” ungkap Kapolres Asmat.Lebih lanjut Kapolres Asmat menyampaikan kepada warga masyarakat simsagar yang bermukim di Agats pentahapan Pemilukada sedang berjalan mari kita sama-sama menjaga situasi kamtibmas di kabupaten Asmat tetap terjaga dengan aman baik dan lancar.“Dan juga bagi masyarakat simsagar yang sampai saat ini belum memiliki kartu tanda penduduk atau KTP bisa mendatakan diri di Kepala Distrik Agats untuk dikompulir agar dibuatkan KTP serta mari sama-sama Torang jaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.Pada kesempatan ini juga Kapolres Asmat memberikan bantuan sosial kepada masyarakat simsagar sebagai wujud polri peduli masyarakat. (PNO-12)
25 Jul 2024, 18:49 WIT
Mengenang Ipda Adi Sanata, Lulusan Akpol yang Berkorban saat Tsunami Aceh
Papuanewsonline.com, Aceh - Nama Inspektur Dua Adi Sanata Putra, lulusan Akademi Kepolisian tahun 2004 dikenang sebagai salah satu sosok rela berkorban dalam pengabdiannya kepada masyarakat. Ia gugur saat berusaha menyelamatkan banyak warga ketika Tsunami melanda Aceh, 26 Desember 2004.Kisah Adi Sanata diabadikan di Museum Akpol lengkap dengan kronologi peristiwa kepahlawanannya. Seragam terakhir yang dia kenakan juga dipajang sebagai bentuk penghormatan. Dalam catatan di Museum Akpol, disebutkan Ipda Adi Sanata sebenarnya sudah mendapatkan penempatan di Polda Lampung. Dia mengambil cuti dan pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Kuta Alam, Aceh pada 16 Desember 2004 dan mulai bertugas setelah 4 Januari 2005.26 Desember 2004, gempa dahsyat melanda Aceh. Saat itu Ipda Adi Sanata langsung melaksanakan tugas kemanusiaan perdananya selaku Perwira lulusan Akpol. "Ipda Adi Sanata tanpa memikirkan keselamatan dirinya memberikan pertolongan dari ancaman reruntuhan bangunan akibat gempa yang dahsyat. la mengambil kendali dan memimpin warga untuk menghindar dari kemungkinan cedera yang fatal," dikutip dari catatan Museim Akpol. Masyarakat dikumpulkan ke lapangan sekitar dan warga yang masih ada di dalam rumah dijemput. Anggota Batalyon Tatag Trawang Tungga itu juga berkeliling mengecek lingkungan. Dia juga sempat kembali ke rumah untuk memakai seragam selam dan helm arung jeram saat mengecek keadaan di pinggir laut. "Di tepi pantai, Ipda Adi Sanata melihat gelombang air laut yang besar menuju ke arah pesisir," tulis Museum Akpol. Dia langsung bergegas ke lapangan tempat warga berkumpul dan meminta mereka mencari tempat yang lebih tinggi. Saat air mulai datang, Adi sempat menggendong seorang anak untuk dibawa ke tempat aman. "Saat terjadi gelombang Tsunami, Ipda Adi Sanata dihantam oleh gelombang dan masih sempat membantu menaikkan anak-anak ke atas perahu serta mengulurkan tali kepada warga yang hanyut, ia menempatkan batangan kayu besar yang hanyut untuk dijadikan pelampung bagi warga di tengah gelombang air," jelas catatan di Museum Akpol. Di tengah kemelut dan arus deras Tsunami, sosok Ipda Adi Sanata perlahan hilang, dia hanyut. Pada tanggal 2 Januari 2005, ternyata sosok Ipda Adi Sanata ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka robek di kepala sebelah kanan tidak jauh dari tempat tinggalnya. Tanggal 3 Januari 2005, Ipda Adi Sanata baru dapat dievakuasi karena sulitnya medan. Jenazahnya dikebumikan di tanah kelahirannya di Sabang, Provinsi Aceh. Ipda Adi Sanata Putra merupakan laki-laki kelahiran Sabang, 15 Agustus 1983. Dia adalah anak pertama dari empat bersaudara pasangan A. Jenata dan Aisyah. PNO-11
24 Jul 2024, 21:53 WIT
Polres SBB Gelar Cooling System Bersama Warga
Papuanewsonline.com, SBB - Untuk menciptakan situasi dan kondisi keamanan serta membangun silaturahmi dengan masyarakat, dalam rangka Pemilukada November 2024 mendatang, membuat Polres Seram Bagian Barat (SBB), menggelar kegiatan cooling system berupa nyanyi dan ngopi bareng di Mako Polres SBB, Piru, Sabtu (20/7/2024) malam.Kegiatan cooling system berupa nyanyi dan ngopi bareng, turut di hadiri Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Dharmawan, SIK, Dandim 1513/SBB, Letkol Inf. Rudolf Glend Paulus Manuputty, Sekda SBB, Alvin Tuasuun, Wakapolres, Kompol La Udin Taher, perwakilan Forkopimda, para Kabag, Kasat, Perwira Polres SBB beserta OPD Pemkab SBB, tokoh masyarakat, tamu undangan.Kegiatan ini juga di meriahkan oleh persembahan lagu, Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Dharmawan, dari Dandim 1513/SBB, Letkol Inf. Rudolf Glend Paulus Manuputty, maupun persembahan lagu dari Cleny Nikujukuw, beserta masyarakat yang ingin mempersembahkan lagu untuk dinyanyikan.Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Dharmawan, SIK mengatakan, Mapolres SBB merupakan rumah bersama bagi masyarakat SBB untuk menjaga situasi dan kondisi keamanan serta kehidupan orang basudara. "Mari kita sama-sama jalin keakraban dalam acara malam ini. Kemudian saya (Kapolres) minta kepada seluruh masyarakat agar mau datang ke Polres itu, jangan hanya urus SIM atau masalah maupun administrasi lain, tapi anggap saja Polres ini rumah bersama untuk menjaga situasi keamanan, rumah bersama dalam membangun silaturahmi dan rumah bersama orang basudara apalagi di malam minggu seperti ini,"kata Kapolres saat membuka kegiatan Cooling System dalam rangka menuju Pemilukada Damai Tahun 2024, di Mapolres SBB. Sekaligus membawakan sebuah lagu untuk menghibur masyarakat yang hadir.Menurut Kapolres, momen tersebut laksanakan kembali agar masyarakat Kabupaten SBB dapat menikmati serta meramaikan kegiatan ini dengan sukacita, dan menikmati camilan yang telah disediakan oleh pihak Polres."Kegiatan Cooling System ini akan kita adakan setiap minggu untuk masyarakat SBB, dan juga dapat menyalurkan bakat bernyanyi serta menjalin silaturahmi dengan masyarakat dan Personel Polres SBB,"ujar Kapolres.AKBP Dennie mengatakan, memasuki Pemilukada SBB ini, dirinya mengajak, seluruh masyarakat untuk sama-sama mengamankan dan menyukseskan hajatan politik tersebut."Kita semua untuk mengamankan dan mensukseskan Pilkada Kabupaten SBB Tahun 2024 sehingga berjalan hingga selesai Pilkada dengan keadaan aman dan damai,"imbuh KapolresOrang nomor satu di Mapolres SBB inj menegaskan, situasi aman dan kondusif di Pilpres kemarin, perlu kita jaga bersama hingga selesainya Pilkada Kabupaten SBB. "Semoga Kabulaten SBB mendapatkan pemimpin yang amanah yang diinginkan masyarakat,"tandas Kapolres.Sebelum kegiatan tersebut berakhir, Kapolres juga mempersembahkan lagu Slank dengan judul Ku Tak Bisa Jauh Darimu. (PNO-12)
23 Jul 2024, 16:55 WIT
Kerennya Museum Akademi Kepolisian di Semarang, Melihat Sejarah Polri dari Dekat
Papuanewsonline.com, Semarang -Akademi Kepolisian (Akpol) di Kota Semarang, Jawa Tengah punya lokasi keren yang bisa dikunjungi masyarakat umum. Tempat itu adalah sebuah museum yang membuat pengunjungnya bisa melihat seluk beluk dari Akpol. Lokasi Museum Akpol tidak jauh dari pos penjagaan di gerbang masuk. Pengunjung bisa melihat bangunan modern dengan halaman yang sangat luas di sisi kanan jalan. Museum itu boleh dikunjungi gratis dan biasanya bersurat untuk grup. Museum Akpol diresmikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si pada tanggal 24 Februari 2023. Memudian dihibahkan oleh Kapusjarah Polri Brigadir Jenderal Polisi Hari Nugroho S.I.K kepada Gubernur Akpol kala itu, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Suroto, M.Si pada tanggal 9 Maret 2023.Di dalam Museum Akpol, pengunjung bisa melihat sejarah awal mula polisi sejak zaman Hindia Belanda bahkan ada diorama cikal bakal polisi pada zaman kerajaan Majapahit lengkap dengan senjatanya berupa tombak. Beberapa properti asli polisi zaman dulu juga dipajang seperti tombak, borgol, pistol, senapan, hingga katana. Seragam-seragam polisi dari masa ke masa juga dipamerkan dengan dikenakan ke patung lilin dengan detail mirip orang asli. Di museum ini pengunjung seolah bertemu melihat langsung momen Presiden Soekarno menyerahkan panji Polri kepada Kapolri pertama, Komisaris Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dalam bentuk patung lilin. Sejarah berdirinya Akpol juga bisa dipelajari di sini. Selain itu ada juga hal-hal menarik seperti replika barak para Taruna seperti meja-lemari, tempat tidur, kursi, bahkan lemari pakaian lengkap dengan cara menata pakaian di dalamnya yang harus rapi. Kemudian ada juga edukasi soal marching band Akpol yang menampilkan alat musik dan peralatan yang digunakan. Menariknya di depan alat musik yang dipajang, masing-masing ada tombol yang jika ditekan maka suara dari lagu yang dimainkan akan berfokus pada alat musik yang ditekan tombolnya, keren! Di sana juga dijelaskan soal tahapan Taruna, peraturan Taruna, bahkan jenis pelanggaran disiplin. Selain itu ada satu lokasi yang digunakan untuk mengenang Taruna bernama Inspektur Dua Adi Sanata Putra yang gugur saat berusaha menyelamatkan warga yang terhempas Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004.Gubernur Akpol, Irjen Pol Krisno H. Siregar,S.I.K., M.H. mengatakan museum menjadi salah satu media edukasi kepada generasi muda termasuk di Akpol. Bahkan di Kepolisian di luar negeri juga melakukan hal serupa. "Semua harus tahu sejarah. Di negara lain juga museum menjadi fasilitas yang harus ada," kata Krisno saat berbinjang terkait museum. Dia berharap dengan adanya Museum Akpol, generasi muda dan masyarakat luar selain belajar, bisa melihat Akpol adalah lokasi yang menarik. Sudah banyak siswa -siswa yang mengajukan kunjungan grup ke Akpol. "Jadi ada tur juga, diawali dengan museum. Kemudian melihat fasilitas lainnya termasuk marching band sembari diberikan penjelasan," jelas Krisno. Kompleks Akpol memang cukup menarik dan asri. Banyak hewan-hewan yang berkeliaran, bahkan jika beruntung bisa melihat Rusa yang sedang menyebrang. Lingkungan Akpol juga sangat diperhatikan kebersihannya. Saat ini di Akpol sedang digelar Seleksi Calon Taruna dan Taruni Akpol tingkat panitia pusat tahun anggaran 2024. Sebabnyak 492 mengikuti seleksi hingga Senin (29/7) dengan agenda Sidang Kelulusan Akhir Tingkat Panitia Pusat Seleksi Akpol. PNO-11
21 Jul 2024, 21:45 WIT
Wujudkan Pilkada Damai, Polda Papua Gelar Asistensi dan Supervisi Tim Sops Mabes Polri
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepolisian Daerah Papua menggelar kegiatan asistensi dan supervisi tim Sops Mabes Polri dalam rangka pengamanan Pilkada serentak tahun 2024 yang dilaksanakan oleh Biroops Polda Papua bertempat di Aula Rastrasamara, Jumat (19/07/2024).Turut hadir dalam kegiatan tersebut Karobinops Sops Polri, Brigjen Pol. Auliansyah Lubis, S.I.K., M.H, Karoops Polda Papua Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika, S.I.K., Kabagrenops Sops Polri Kombes Pol. Tri Atmodjo, S.I.K, Anjak Analis Robinops Sops Polri Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, S.I.K, para PJU Polda Papua dan Kasubagrenopspus Robinops Sops Polri AKBP Drs. Hartono.Dalam kesempatannya, Karo Ops Polda Papua mengatakan kunjungan Asistensi dari Sops Mabes Polri ini diharapkan dapat membantu serta menerima segala kendala yang dialami oleh Polda Papua dalam melaksanakan persiapan tahapan Pilkada serentak tahun 2024.“Fokus pengamanan dari Polda Papua akan dibagi menjadi beberapa provinsi seperti Papua Induk, Papua pegunungan, Papua tengah dan yang terakhir Papua Selatan dengan beberapa Pejabat Utama Polda Papua yang akan diplotting untuk menjadi penanggung jawab di tiap-tiap provinsi selama pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2024,” ucap Karo Ops Polda Papua.Sementara itu, Karobinops Sops Polri mengatakan ada sebanyak 37 gubernur yang terdiri dari 93 kota dan 415 selama pelaksanaan pilkada nantinya dimana KPU sudah membuat timeline persiapan yang telah telah dilakukan sejak proses tahapan persiapan pemilu sejak bulan Januari 2024.“Pada bulan agustus akan adanya pendaftaran calon pasangan Gubernur maupun Walikota dan Bupati dan di bulan November nantinya akan dilaksanakan pemungutan suara dengan final yaitu pengesahan calon yang belum kita ketahui bulan maupun tanggalnya tergantung berbagai macam factor,” ungkapnya.Lebih lanjut, ia mengatakan personel Polri dilarang mempunyai kecenderungan terhadap salah satu paslon dan diharapan rekan-rekan sekalian memiliki sifat netral.“Indikator keberhasilan pelaksanaan Pilkada antara lain berlangsung aman dan lancar sesuai aturan yang berlaku, partisipan pilkada yang tinggi, tidak ada konflik yang dapat merusak persatuan bangsa dan negara,” pungkasnya. (PNO-12)
21 Jul 2024, 18:26 WIT
Laksanakan Minggu Bersih, Satgas Yonif 762/VYS Ajak Masyarakat Gotong-Royong Bersihkan Kampung
Papuanewsonline.com, Maybrat - Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Papua Barat Daya Yonif 762/VYS Pos Subin melaksanakan "Minggu Bersih" dengan mengajak masyarakat untuk melaksanakan gotong royong membersihkan Kampung Subin, Distrik Aitinyo, Kab. Maybrat, Papua Barat Daya, Minggu (21/07).Letkol Inf Dwi Haryanto,S.Hub.Int.,M.H.I selaku Dansatgas Yonif 762/VYS melalui Danpos Subin Letda Inf Mahmud Sofyan mengatakan bahwa personel Pos Subin harus mampu membantu dan mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya, serta selalu memberikan contoh kepada masyarakat dalam semua aspek salah satunya tentang kebersihan lingkungan."Kegiatan gotong-royong ini merupakan salah satu wujud kepedulian kami dari Satgas Yonif 762/VYS kepada masyarakat dengan membersihkan lingkungan agar ke depannya masyarakat lebih peduli lagi dengan kebersihan lingkungan kampung," ucap Danpos.Danpos menambahkan bahwasanya gotong-royong yang dilaksanakan oleh personel Pos Subin ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya hidup saling peduli dan memupuk kebersamaan di antara masyarakat di Kampung Subin. "Kami mengajak masyarakat Kampung Subin untuk bersama-sama membersihkan lingkungan sekitar agar kampung terlihat rapi dan bersih serta masyarakat dapat merasa nyaman melaksanakan aktivitas sehari-hari," tutur Danpos. Sementara itu, Bapak Kepala Kampung Subin Gustav Anto yang ikut melaksanakan gotong-royong mengaku senang dan mengucapkan terima kasih kepada personel Pos Subin Satgas Yonif 762/VYS yang telah mengajak kegiatan gotong royong bersama membersihkan Kampung Subin."Semoga dengan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kami masyarakat agar selalu menjaga kebersihan kampung sehingga terlihat lebih bersih dan asri. Terima kasih Bapak TNI, Tuhan memberkati," ucapnya. PNO-11
21 Jul 2024, 14:53 WIT
Dialog interaktif Bahas "Pencegahan Dan Penyalahgunaan Pinjaman Online”
Papuanewsonline.com, Jayapura -Program dialog interaktif “Polisi Menyapa” kembali diselanggarakan dengan membawa topik “Pencegahan Dan Penyalahgunaan Pinjaman Online”. Acara ini berlangsung di Stasiun LPP RRI Jayapura, Kamis (18/07).Adapun Narasumber yang hadir dalam Dialog Interaktif tersebut adalah Kasubbid Siber Dit Reskrimsus Polda Papua AKP Rahmat Ridho, P.S., dan Kepala Bagian PEPK dan LMS Bapak Viktorinus Donny Vika Permana.Dalam dialog tersebut, Kepala Bagian PEPK dan LMS Bapak Viktorinus Donny Vika Permana, menyampaikan bahwa pinjaman online ini terjadi karena adanya pergeseran yang semulanya konvensional, yang dimana saat ini sudah beralih ke dunia online dan sudah memasuk era digitalisasi.“Pinjaman online ini sebenarnya tidak berbahaya, namun yang berbahayanya adalah penyalahgunaan dari pinjaman online tersebut, dimana saya melihat masyarakat Indonesia ini adalah masyarakat yang konsumtif, sehingga dalam melakukan pinjaman online itu bukan untuk modal usaha, melainkan untuk konsumtif dan gaya hidup,”ucapnya.Lebih lanjut, Ia juga menekankan bahwa, bahayanya pinjaman online ini juga karena masyarakat Indonesia masih belum paham dengan teknologi, sehingga hal itulah yang digunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan modus operandinya.“Dampak negatifnya sebenarnya banyak, bahkan banyak dari masyarakat Indonesia yang terlilit hutang pinjol itu sampai gantung diri hanya karena malu dengan orang-orang sekitarnya,”tambahnya.Viktorinus Donny Vika Permana juga mengklaim bahwa hingga tahun 2024 ada sebanyak 100 pinjaman online yang diawasi dan terdaftar pada OJK, untuk rentan usia yang melakukan pinjol disekitaran usia 30 hingga 33 tahun.Sementara itu, adapun penyampaian dari Kasubbid Siber Dit Reskrimsus Polda Papua AKP Rahmat Ridho, P.S., yang mengatakan terkait dengan pinjaman online sendiri, kalu pinjol itu tidak berbahaya namun yang berbahaya itu penggunaanya, dimana pihak Kepolisian sendiri kalau menangani kasus tersebut memang ada beberapa laporan yang mengatakan bahwa data pribadinya telah dicuri atau akses datanya yang hilang.“Kami dari kepolisian sendiri hanya menangani efeknya dari hal tersebut, ada beberapa kasus yang sampai saat ini masih kami lakukan penyelidikan, salah satu contoh kasusnya itu ketika dia melakukan pinjaman online dan sudah melunasi, namun setelah itu ada transferan masuk ke rekeningnya dimana dirinya tidak melakukan pinjol namun masuk ke pinjol lainya,”ujarnya.AKP Rahmat Ridho, juga berpesan agar tidak terjerat pinjol dan berhati hati kepada media sosial terhadap penawaran-penawaran dengan akses gampang seperti KTP dan data diri.“Kalaupun dari kitanya memang terpaksa untuk melakukan pinjaman online, harus mengecek dulu pinjaman itu terdaftar atau tidak dalam pengawasan OJK, karena jika pinjaman online tersebut tidak terdaftar dalam pengawasan OJK, tentunya akan sangat berbahaya nantinya,”pungkasnya. PNO-11
20 Jul 2024, 16:05 WIT
Satgas Yonif 762/VYS Bersihkan Lapangan Volly di Kampung FEF
Papuanewsonline.com, Tambraw - Bukan saja menjadikan lingkungan bersih dan sehat, membersihkan lapangan voli yang digelar personel Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Papua Barat Daya Yonif 762/VYS Pos FEF bertujuan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat saat berolahraga di lapangan voli di Kampung FEF, Distrik FEF, Kabupaten Tambraw, Papua Barat Daya. Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 762/VYSA Letkol Inf Dwi Haryanto,S.Hub.Int.,M.H.I dalam keterangannya di Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat. Jumat (19/07/2024).Dikatakan Dansatgas, pembersihan merapikan rumput-rumput liar dan membersihkan sampah-sampah disekitar lapangan voli milik Kampung Fef ini, juga bertujuan meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.Letkol Inf Dwi Haryanto,S.Hub.Int.,M.H.I selaku Dansatgas Yonif 762/VYS melalui Lettu Ckm I Putu Handika Wara Nugraha,S.Kep.,Nes sebagai Dantonkes Satgas Yonif 762/VYS menyampaikan “Semoga dengan kegiatan ini akan meningkatkan kebersamaan antara Satgas dengan masyarakat dan antar masyarakat itu sendiri dalam menjaga serta mewujudkan lingkungan Desa Napan yang bersih, sehat dan indah,” ucap Dantonkes.Terpisah, Hans Baru selaku Kepala Distrik FEF sangat berterima kasih kepada personel Pos Fef atas kepedulian dan peran aktifnya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk gotong royong membersihkan lingkungan di lapangan yang sehari-harinya digunakan masyarakat untuk berkumpul dan berolahraga serta tempat anak-anak bermain. Tak hanya itu Personel Pos FEF pun memberikan sumbangan berupa Bola Volly dan Net Volly sehingga ke depan pun bisa digunakan bermain olahraga volly oleh pemuda dan pemudi di Kampung FEF karena mereka sangat menyukai sekali dengan olahraga volly dan sudah ada tim volly dari kampung FEF yang sudah lama vakum karena lapangan volly yang kurang layak dan tidak ada sarana latihan."Semoga dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat beraktivitas di lapangan ini dengan lebih nyaman dan sehat,” pungkasnya. PNO-11
19 Jul 2024, 22:51 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru