logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

Baru Beberapa Hari Tiba, Korban Konflik Kwamki Narama Tewas Tertembus Puluhan Anak Panah

Warga asal Kabupaten Puncak yang bergabung dengan salah satu kubu konflik dilaporkan meninggal dunia dalam insiden berdarah di Distrik Kwamki Narama, aparat memastikan situasi tetap terkendali

Papuanewsonline.com - 05 Jan 2026, 19:36 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Jenazah korban konflik antarkelompok di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, saat dibawa di RSUD Mimika pada Senin (5/1/2026).

Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang warga asal Kabupaten Puncak dilaporkan meninggal dunia akibat tertembus puluhan anak panah dalam konflik antarkelompok yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika. Korban diketahui bernama Jori Murib dan baru beberapa hari berada di Mimika sebelum insiden tersebut terjadi pada Minggu (4/1/2026).


Korban diketahui tiba di Mimika pada 30 Desember 2025 dan kemudian bergabung dengan salah satu kubu yang terlibat dalam konflik, yakni kubu Newegalen. Kehadiran korban di wilayah konflik tersebut terjadi dalam situasi yang masih diliputi ketegangan akibat bentrokan yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir.

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menjelaskan bahwa korban baru datang dari Kabupaten Puncak dan bergabung dengan kubu atas sebelum terlibat dalam peristiwa berdarah tersebut. “Informasinya korban baru datang dari Kabupaten Puncak, bergabung dengan kubu atas (Newegalen), sebelum terlibat dalam peristiwa tersebut,” ujar Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman (5/1/26).

Menurut Kapolres, saat kejadian korban diduga dalam kondisi mabuk ketika berjalan melewati batas wilayah yang menjadi area pertikaian. Kondisi tersebut memicu pengejaran oleh kubu Dang hingga berujung pada penyerangan yang menyebabkan korban mengalami luka sangat parah.

Akibat serangan tersebut, tubuh korban tertancap puluhan anak panah dan korban dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah insiden terjadi. “Ini bukan perang yang melebar, melainkan aksi spontan yang terjadi karena situasi yang tidak terkendali,” tegasnya.

Jenazah korban saat ini masih berada di RSUD Mimika sambil menunggu kepastian terkait proses pemakaman. Aparat kepolisian terus melakukan koordinasi dengan pihak keluarga serta kelompok terkait untuk menentukan lokasi pemakaman yang disepakati bersama.

Kapolres juga menjelaskan bahwa sempat terjadi penolakan dari kubu Newegalen terkait lokasi pemakaman tertentu, sehingga jenazah sementara disemayamkan di rumah sakit. “Kami masih berkoordinasi dengan pihak keluarga, apakah jenazah akan dimakamkan di Mimika atau dibawa kembali ke Kabupaten Puncak. Proses ini membutuhkan waktu agar seluruh pihak dapat mencapai kesepakatan,” jelasnya.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa peristiwa tersebut akan diproses secara hukum karena dikategorikan sebagai tindak pidana kriminal murni. “Apabila unsur pidananya terpenuhi, pasti kami proses sesuai hukum tanpa pandang bulu,” katanya.

Untuk mencegah konflik lanjutan, aparat gabungan TNI–Polri telah melakukan penyekatan dan pengamanan di sejumlah titik rawan di Distrik Kwamki Narama. Kapolres memastikan kondisi keamanan saat ini dalam keadaan kondusif. “Situasi saat ini kondusif. Sejak kemarin personel sudah kami siagakan dan dilakukan penyekatan guna mengantisipasi konflik susulan,” tutupnya.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE