logo-website
Rabu, 06 Mei 2026,  WIT

DPR Papua Tengah Cari Solusi Persoalan Pesisir Mimika, Pengelolaan Tailing Disorot

Hearing bersama Pemkab Mimika dan masyarakat pesisir membahas trayek kapal murah, pembangunan kawasan nelayan, BBM nelayan, hingga peluang usaha pengelolaan sisa hasil tambang bagi warga lokal Papua

Papuanewsonline.com - 06 Mei 2026, 13:44 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Pembukaan simbolis Rapat Dengar Pendapat DPR Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Mimika dan perwakilan masyarakat pesisir berlangsung di Ruang Serbaguna Hotel Horison Diana Mimika, Selasa (5/5/2026).

Papuanewsonline.com, Timika – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah melakukan Rapat Dengar Pendapat bersama Pemerintah Kabupaten Mimika serta perwakilan masyarakat wilayah pesisir di Ruang Serbaguna Hotel Horison Diana Mimika, Selasa (5/5/2026). Acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, di antar Wakil Ketua IV DPRPT John NR Gobai, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jeremias Rontini, Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, Ketua DPRK Mimika, dan masyarakat pesisir mimika. Pertemuan ini menjadi ruang membahas empat is utama demi kesejahteran warga pesisir.


Dalam pembahasan, Wakil Ketua IV DPRPT John NR Gobai menyoroti masalah akses tray kapal pelayaran ke Pelabuhan Sipu-sipu Distrik Jita yang sempat terhenti.

Ia menyebut upaya mempertahankan jalur ini sudah dilakukan sejak 2023 dan menyebutnya sebagai kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan rakyat.

“Keputusan pemerintah sudah jelas, jalur ini harus dipertahankan agar warga bisa bepergian dengan biaya murah hanya Rp15.000,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan sisa pasir tambang atau tailing harus dijadikan peluang usaha yang dikuasai oleh warga lokal, dengan izin yang diprioritaskan bagi orang asli Papua agar hasilnya bermanfaat untuk daerah.


Selain itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga menjadi perhatian. John meminta masyarakat melihat manfaatnya daripada mempersoalkan namanya, mengingat fasilitas yang disediakan akan sangat membantu para nelayan.

Pembangunan Stasiun Pengisian BBM Nelayan di kawasan Pomako juga didesak segera diselesaikan, sedangkan pengelolaan Pelabuhan Pangkalan Pendaratan Ikan disepakati akan dibahas lebih lanjut antara pemerintah kabupaten dan provinsi agar pengelolaannya berjalan efektif.

Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pertemuan ini yang menjadi ruang dialog penting.

Ia menegaskan bahwa penyelesaian berbagai permasalahan ini membut kerja sama semua pihak, baik pemerintah daerah, lembaga legislatif maupun perusahaan.

“Kami berharap hasil pertemuan ini melahir rekomendasi yang nyata, sehingga semua permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat dan bermanfaat bagi kesejahteran warga Mimika,” harapnya.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE