FGD Bela Negara di Mimika: ASN Diminta Tingkatkan Pengabdian dan Profesionalitas
Pemerintah Kabupaten Mimika dorong semangat nasionalisme ASN melalui Focus Group Discussion bertema Bela Negara sebagai bentuk pengabdian nyata kepada bangsa dan daerah.
Papuanewsonline.com - 25 Okt 2025, 04:11 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana serius namun penuh semangat terlihat di ruang pertemuan Hotel Grand Tembaga, Mimika, pada Jumat (24/10/2025). Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah tampak antusias mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bertema “Bela Negara sebagai Wujud Pengabdian Profesi ASN” yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika.
Kegiatan ini digelar untuk
memperkuat pemahaman para ASN tentang makna bela negara dalam konteks birokrasi
modern, sekaligus mendorong mereka menjadi pelayan publik yang profesional,
berintegritas, dan memiliki semangat nasionalisme tinggi.
Dalam sambutannya, Kepala
Kesbangpol Mimika, Yan Slamet Purba, menegaskan bahwa konsep bela negara harus
dimaknai secara luas. Ia menyebutkan, bela negara bukan semata kewajiban TNI
dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab setiap warga negara — termasuk ASN —
yang mengabdi melalui tugas dan fungsinya.
“Bela negara bukan berarti harus
memanggul senjata. Bagi ASN, bela negara diwujudkan lewat disiplin, loyalitas,
dan tanggung jawab dalam bekerja melayani masyarakat,” ujar Yan Slamet Purba.
Ia menambahkan bahwa saat ini
semangat nasionalisme dan kedisiplinan mulai mengalami penurunan di berbagai
sektor. Karena itu, pemerintah pusat pun mengeluarkan kebijakan agar setiap
instansi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengucapkan Pancasila setiap pukul
10.00 waktu setempat sebagai bentuk pembiasaan nilai-nilai kebangsaan.
Sementara itu, Asisten III Bidang
Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Lukas Hindom, yang hadir mewakili Bupati
Mimika, mengingatkan bahwa ASN adalah ujung tombak pemerintahan dan harus
menjadi teladan bagi masyarakat.
Menurutnya, pengabdian ASN merupakan bagian dari bela negara yang sesungguhnya
— menjaga kehormatan bangsa melalui pelayanan publik yang jujur, cepat, dan
berkeadilan.
“ASN harus memiliki jiwa dan
sikap bela negara serta cinta tanah air, yang diwujudkan melalui pelaksanaan
tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab,” tegas Evert.
Ia juga menyoroti pentingnya menjunjung
tinggi kearifan lokal sebagai bagian dari wawasan nusantara. Dalam konteks
Papua, katanya, hal itu berarti memahami karakter masyarakat, menghargai
perbedaan budaya, dan memberikan pelayanan dengan pendekatan humanis.
“Pelayanan publik yang
berlandaskan Pancasila dan semangat bela negara akan melahirkan birokrasi yang
berjiwa pengabdian. ASN bukan hanya pelaksana administrasi, tapi juga pejuang
kemanusiaan,” ujarnya.
FGD ini juga mengupas empat
konsensus kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika —
sebagai nilai dasar yang wajib dijadikan pedoman dalam setiap aspek pekerjaan
ASN.
Peserta didorong untuk mengintegrasikan semangat bela negara ke dalam
kebijakan, pelayanan publik, serta inovasi di bidang tugas masing-masing.
Selain materi dari narasumber,
kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para ASN saling
bertukar pandangan tentang bagaimana nilai bela negara bisa diterapkan dalam
pekerjaan sehari-hari, seperti peningkatan pelayanan di bidang pendidikan,
kesehatan, dan administrasi kependudukan.
“Bela negara bukan hanya slogan.
Ia harus hadir dalam sikap kerja, tanggung jawab moral, dan ketulusan dalam
melayani masyarakat,” ujar salah satu peserta dari Dinas Sosial Mimika.
FGD Bela Negara ini menjadi
bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mencetak ASN yang berkarakter
kuat, profesional, dan berintegritas tinggi.
Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pola pikir ASN agar senantiasa
menempatkan kepentingan bangsa dan daerah di atas kepentingan pribadi maupun
kelompok.
Sebagaimana disampaikan Evert
Lukas Hindom dalam penutupannya, nilai-nilai Pancasila harus senantiasa menjadi
pedoman kerja dan landasan moral bagi ASN dalam mengemban amanah publik.
“Pancasila adalah roh pengabdian
ASN. Dari situlah lahir etos kerja, semangat gotong royong, dan cinta tanah air
yang sejati,” pungkasnya.
Penulis: Bim
Editor: GF