logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

FGD Bela Negara di Mimika: ASN Diminta Tingkatkan Pengabdian dan Profesionalitas

Pemerintah Kabupaten Mimika dorong semangat nasionalisme ASN melalui Focus Group Discussion bertema Bela Negara sebagai bentuk pengabdian nyata kepada bangsa dan daerah.

Papuanewsonline.com - 25 Okt 2025, 04:11 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Suasana pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Bela Negara di Mimika yang diikuti ratusan ASN di Hotel Grand Tembaga, Jumat (24/10/2025).

Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana serius namun penuh semangat terlihat di ruang pertemuan Hotel Grand Tembaga, Mimika, pada Jumat (24/10/2025). Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah tampak antusias mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bertema “Bela Negara sebagai Wujud Pengabdian Profesi ASN” yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika.


Kegiatan ini digelar untuk memperkuat pemahaman para ASN tentang makna bela negara dalam konteks birokrasi modern, sekaligus mendorong mereka menjadi pelayan publik yang profesional, berintegritas, dan memiliki semangat nasionalisme tinggi.

Dalam sambutannya, Kepala Kesbangpol Mimika, Yan Slamet Purba, menegaskan bahwa konsep bela negara harus dimaknai secara luas. Ia menyebutkan, bela negara bukan semata kewajiban TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab setiap warga negara — termasuk ASN — yang mengabdi melalui tugas dan fungsinya.

“Bela negara bukan berarti harus memanggul senjata. Bagi ASN, bela negara diwujudkan lewat disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab dalam bekerja melayani masyarakat,” ujar Yan Slamet Purba.

Ia menambahkan bahwa saat ini semangat nasionalisme dan kedisiplinan mulai mengalami penurunan di berbagai sektor. Karena itu, pemerintah pusat pun mengeluarkan kebijakan agar setiap instansi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengucapkan Pancasila setiap pukul 10.00 waktu setempat sebagai bentuk pembiasaan nilai-nilai kebangsaan.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Lukas Hindom, yang hadir mewakili Bupati Mimika, mengingatkan bahwa ASN adalah ujung tombak pemerintahan dan harus menjadi teladan bagi masyarakat.
Menurutnya, pengabdian ASN merupakan bagian dari bela negara yang sesungguhnya — menjaga kehormatan bangsa melalui pelayanan publik yang jujur, cepat, dan berkeadilan.

“ASN harus memiliki jiwa dan sikap bela negara serta cinta tanah air, yang diwujudkan melalui pelaksanaan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab,” tegas Evert.

Ia juga menyoroti pentingnya menjunjung tinggi kearifan lokal sebagai bagian dari wawasan nusantara. Dalam konteks Papua, katanya, hal itu berarti memahami karakter masyarakat, menghargai perbedaan budaya, dan memberikan pelayanan dengan pendekatan humanis.

“Pelayanan publik yang berlandaskan Pancasila dan semangat bela negara akan melahirkan birokrasi yang berjiwa pengabdian. ASN bukan hanya pelaksana administrasi, tapi juga pejuang kemanusiaan,” ujarnya.

FGD ini juga mengupas empat konsensus kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — sebagai nilai dasar yang wajib dijadikan pedoman dalam setiap aspek pekerjaan ASN.
Peserta didorong untuk mengintegrasikan semangat bela negara ke dalam kebijakan, pelayanan publik, serta inovasi di bidang tugas masing-masing.

Selain materi dari narasumber, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para ASN saling bertukar pandangan tentang bagaimana nilai bela negara bisa diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, seperti peningkatan pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan.

“Bela negara bukan hanya slogan. Ia harus hadir dalam sikap kerja, tanggung jawab moral, dan ketulusan dalam melayani masyarakat,” ujar salah satu peserta dari Dinas Sosial Mimika.

FGD Bela Negara ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mencetak ASN yang berkarakter kuat, profesional, dan berintegritas tinggi.
Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pola pikir ASN agar senantiasa menempatkan kepentingan bangsa dan daerah di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Sebagaimana disampaikan Evert Lukas Hindom dalam penutupannya, nilai-nilai Pancasila harus senantiasa menjadi pedoman kerja dan landasan moral bagi ASN dalam mengemban amanah publik.

“Pancasila adalah roh pengabdian ASN. Dari situlah lahir etos kerja, semangat gotong royong, dan cinta tanah air yang sejati,” pungkasnya.



Penulis: Bim

Editor: GF

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE