logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

Kapolda Maluku Pimpin Anev Kesiapan Operasi Lilin Salawaku 2025

Operasi Lilin Salawaku yang dimulai sejak 20 Desember hingga 2 Januari 2026

Papuanewsonline.com - 22 Des 2025, 13:01 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, memimpin langsung rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) terkait pelaksanaan Operasi Lilin Salawaku 2025.

Rapat yang berlangsung di Aula Polresta Ambon, Minggu (21/12/2025), ini bertujuan untuk memantapkan strategi pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 agar berjalan aman, lancar, dan kondusif.

Kegiatan strategis tersebut dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan P.p Lease beserta jajarannya.

Dalam anev tersebut, Kapolda menginstruksikan beberapa hal penting untuk menjadi perhatian dan dijalankan dalam Operasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Operasi Lilin Salawaku yang dimulai sejak 20 Desember hingga 2 Januari 2026, kata Kapolda menempatkan Polri sebagai penjuru pengamanan. Kendati begitu, kesuksesan operasi sangat bergantung pada kolaborasi dengan stakeholder terkait.

"Kita harus memiliki data terpadu yang tersinkronisasi, mulai dari dinamika lapangan, kekuatan personel, hingga langkah-langkah terpadu yang diambil," tegasnya. 

Khusus kepada Polresta Ambon, Kapolda menyampaikan bahwa Polresta Ambon sebagai barometer pengamanan di Maluku, diminta agar terus meningkatkan koordinasi melalui kegiatan pada pos terpadu.

"Polresta Ambon adalah barometer pengamanan di Maluku, sehingga koordinasi melalui kegiatan pada Pos Terpadu harus berjalan maksimal," pintanya.

Terkait keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas (kamseltibcarlantas) serta sterilisasi tempat ibadah, juga menjadi perhatian khusus dari Kapolda.

Personel harus menjamin kelancaran arus lalu lintas tanpa hambatan menonjol. Unit derek dan solusi cepat harus disiapkan jika terjadi kendala di jalan raya.

Ia juga meminta untuk mengantisipasi terorisme. Setiap personel diminta untuk melakukan pengamanan tempat ibadah dan pemeriksaan barang bawaan jemaat termasuk tas ransel secara humanis, agar berkoordinasi dengan petugas pengamanan dalam di gereja. "Tokoh agama diimbau untuk mensosialisasikan kepada jemaat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama saat ibadah," pintanya.

Kepada Kapolsek dan Bhabinkamtibmas, Kapolda juga menginstruksikan untuk melakukan patroli rutin di lingkungan warga yang mudik terutama bagi rumah yang ditinggalkan saat mudik serta memberikan himbauan agar pendatang baru tidak memicu kericuhan di desa/negeri setempat.

Pada kesempatan itu, Kapolresta P. Ambon & PP Lease Kombes Pol. Dr. Yoga Putra Prima Setya juga menyampaikan paparannya. Ia menyampaikan jumlah personel yang dikerahkan dalam pengamanan Nataru sebanyak 1.635 orang. Polresta juga menghadirkan inovasi program "Lost and Found" di pos-pos pelayanan terpadu di pelabuhan yos sudarso dan bandara pattimura untuk membantu masyarakat yang kehilangan barang sekaligus mengantisipasi pencurian.

Terkait titik keramaian, Kapolda juga menginstruksikan 33 pembuatan Pos Pemantauan di titik-titik kumpul masyarakat saat malam pergantian tahun. Ia juga meminta agar dapat dikoordinasikan dengan Pemda terkait surat edaran jam operasional tempat hiburan malam.

Pada kesempatan itu, Kapolda juga menekankan terkait kesiapsiagaan terhadap bencana alam. Ini disampaikan mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. "Ukuran keberhasilan kita bukan hanya pada pencegahan kriminalitas, tetapi juga pada kecepatan penanganan bencana untuk mengembalikan situasi dan kondisi seperti semula," tutupnya. PNO-12

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE