logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

Klaim TPNPB Soal Kontak Senjata di Yahukimo, Empat Anggota TNI Disebut Tewas

Ketegangan Keamanan di Kabupaten Yahukimo Kembali Meningkat di Akhir 2025, TPNPB Sampaikan Pernyataan Resmi Terkait Insiden di Jalan Saralala

Papuanewsonline.com - 30 Des 2025, 04:19 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Pimpinan dan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) saat menyampaikan pernyataan terkait klaim kontak senjata dengan aparat TNI di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, Minggu (28/12/2025).

Papuanewsonline.com, Yahukimo – Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali memanas menyusul klaim Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo terkait kontak senjata dengan aparat TNI. Dalam pernyataan resmi, TPNPB menyebut empat anggota TNI tewas dalam insiden yang terjadi di Jalan Saralala pada akhir Desember 2025.


Klaim tersebut disampaikan oleh Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, melalui siaran pers yang diterima Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB. Insiden ini disebut sebagai bagian dari eskalasi konflik bersenjata yang terjadi di wilayah pedalaman Papua.

Dalam pernyataannya, Mayor Kopitua Heluka menyebut bahwa aksi penembakan tersebut dilakukan sebagai bentuk balasan atas gugurnya anggota TPNPB dalam kurun waktu dua bulan terakhir. “Kami tembak mati 4 Anggota TNI kodim 1715 dan satu unit mobil hancur, itu benar-benar perintah saya Kopitua Heluka,” kata Mayor Kopitua Heluka.



TPNPB juga mengklaim telah merusak satu unit kendaraan dalam peristiwa tersebut. Selain pernyataan tertulis, kelompok ini turut mengunggah tiga video yang dikaitkan dengan insiden di Yahukimo, meskipun keaslian dan konteks video tersebut masih belum dapat diverifikasi secara independen.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat konfirmasi resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait kebenaran klaim tersebut. Juru Bicara TNI, Brigjen Ahmad Yani, belum memberikan pernyataan resmi dan belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.

Insiden ini menambah daftar panjang konflik bersenjata antara TPNPB dan aparat keamanan di Papua, khususnya di wilayah pegunungan yang selama ini dikenal rawan gangguan keamanan. Aparat keamanan disebut terus memantau perkembangan situasi untuk mencegah meluasnya konflik.

Upaya pendekatan keamanan dan dialog sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah dan aparat terkait guna meredam eskalasi kekerasan. Namun, hingga akhir tahun 2025, belum terlihat adanya kesepakatan damai yang mampu menghentikan aksi saling serang di lapangan.

TPNPB dalam pernyataannya juga menegaskan kesiapan mereka menanggung risiko atas tindakan yang dilakukan. “Kami siap bertanggung jawab atas penembakan ini, karena kami melakukan itu untuk membela diri dan membela hak-hak rakyat Papua,” kata Mayor Kopitua Heluka.

Situasi keamanan di Yahukimo hingga kini masih terus dipantau, sementara masyarakat sipil diimbau untuk tetap waspada dan menghindari wilayah rawan konflik.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE