logo-website
Rabu, 29 Jul 2026,  WIT

MEMALUKAN! 13 Wakil Rakyat Mimika Raib Saat Sidang Uang Triliunan, Kursi Kosong Jadi Saksi

Kuorum Tipis, Etika Tipis. Dari 44 Anggota, Hanya 31 Hadir. Pimpinan DPRK Bungkam Soal Alasan 13 Anggota Mangkir di Paripurna Paling Krusial

Papuanewsonline.com - 29 Jul 2026, 20:31 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Papuanewsonline.com, Timika – Foto bersama usai paripurna mungkin akan terlihat gagah. Tapi foto di dalam ruang sidang DPRK Mimika, Rabu (29/7/2026), jauh lebih dari kata jujur, kenapa? Karena Deretan kursi kosong mendominasi, menjadi simbol absennya tanggung jawab.

Fakta itu memalukan, karena Dalam Rapat Paripurna II Masa Sidang II dengan agenda sepenting Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD T.A 2025, sepertiga anggota DPRK Mimika memilih mangkir.

Dari total 44 anggota dewan, hanya 31 orang hadir. 13 lainnya hilang tanpa keterangan.

Angka itu bukan karangan, karena diungkapkan langsung di forum resmi oleh Plt Sekretaris DPRK Mimika, Sriyanti Ramping.

Diketahui sidang dipimpin Ketua DPRK Primus Natikapereyau didampingi Wakil Ketua I Asri Akkas, dihadiri Wakil Bupati Emanuel Kemong, Pj Sekda Abraham Kateyau, seluruh pimpinan OPD dan Forkopimda. Secara aturan memang kuorum. Tapi secara moral, paripurna ini cacat.

Sebelum palu diketuk, Anggota DPRK Anthon Pali melontarkan interupsi keras yang mengisyaratkan ada masalah internal yang lebih dalam dari sekadar absensi.

Pali memperingatkan agar setiap atribut atau simbol yang digunakan dalam kegiatan resmi, termasuk saat sesi foto bersama, harus mendapat izin pimpinan sidang.

“Pertimbangkan dengan baik agar tidak menjadi pertanyaan dan tetap dicintai rakyat Mimika,” tegas Pali.

Peringatan itu bukan prosedur biasa. Itu adalah alarm keras simbol apa yang dibawa diam-diam ke gedung dewan? Atribut kelompok apa yang coba dipamerkan? Jika DPRK saja sudah bermain simbol, bagaimana rakyat bisa percaya mereka bermain untuk rakyat?

Uang Rakyat Dibahas, Wakil Rakyatnya Kabur

Ini bukan sidang reses atau seremonial. Ini adalah sidang pertanggungjawaban APBD. Triliunan rupiah uang rakyat Mimika tahun 2025 dipertaruhkan di sini. 

"Seharusnya, inilah panggung paling garang bagi anggota dewan untuk menguliti satu per satu realisasi anggaran eksekutif, namun terlena dengan Pokir akhirnya harapan publik Mimika sirna," ucap Yakob warga di seputaran Petrosi.

Yakob menjelaskan bagaimana mereka bisa mengawasi jika mereka saja tidak datang hadiri sidang, bagaimana mereka mau memperjuangkan aspirasi Rakyat?

Sementara itu Hingga berita ini naik tayang, pimpinan DPRK Mimika tidak memberikan satu pun penjelasan resmi tentang alasan 13 anggota tersebut absen. Tidak ada nama yang diumumkan. Tidak ada sanksi yang disiapkan. Semua ditutup rapat, seolah 13 kursi kosong itu tidak terlihat.

Kata Yakob Diamnya pimpinan adalah pengkhianatan kedua setelah mangkirnya anggota DPRK.

" Rakyat Mimika tidak butuh alasan. Rakyat Mimika menuntut daftar nama. Tuntut Badan Kehormatan untuk memotong tunjangan dan memberikan sanksi etik terbuka. Karena kursi di DPRK itu bukan warisan partai, itu adalah kursi pinjaman dari rakyat," tegas Yakub.

Jika sidang tentang uang rakyat saja diabaikan, untuk apa mereka digaji dari uang rakyat?

Penulis: Hendrik

Editor.  : Of

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE