Program Penerbangan Natal Freeport, 90 Ton Bahan Makanan Dikirim ke Lembah Terpencil
Melalui Community Christmas Flights 2025, Helikopter Dikerahkan untuk Menyalurkan Logistik Natal dan Tahun Baru ke Aroanop, Tsinga, dan Jila yang Sulit Dijangkau Transportasi Darat
Papuanewsonline.com - 30 Des 2025, 14:56 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Mimika — PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menggelar program Community Christmas Flights dengan mengerahkan helikopter untuk mengangkut sebanyak 90 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal bagi warga di Lembah Aroanop, Lembah Tsinga, dan Lembah Jila, dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Program ini menjadi agenda rutin perusahaan sejak 2015 untuk mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Kegiatan ini bertujuan memudahkan warga memenuhi kebutuhan
perayaan Natal dan Tahun Baru tanpa harus menghadapi keterbatasan akses
transportasi. Dari total muatan yang diangkut, sebanyak 8,4 ton merupakan
bantuan langsung dari PTFI, sementara seluruh barang telah melalui pemeriksaan
keamanan menggunakan X-Ray sebelum diterbangkan.
Pelaksanaan penerbangan berlangsung selama periode 7 hingga 23 Desember 2025 dengan total 35 kali penerbangan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju sejumlah titik penurunan di wilayah pegunungan. Setiap penerbangan menempuh waktu sekitar satu jam pulang-pergi, menyesuaikan kondisi cuaca dan medan.

Untuk efisiensi distribusi, helikopter menggunakan metode
sling load, yakni kargo digantung di bagian bawah helikopter. Metode ini
dinilai efektif karena memungkinkan barang diturunkan langsung di lokasi
terdekat dengan permukiman warga tanpa harus dijemput jauh dari kampung.
Wilayah yang terlayani dalam program ini mencakup tujuh
kampung di Lembah Aroanop, delapan kampung di Lembah Tsinga, dan 12 kampung di
Lembah Jila. Di kawasan tersebut tidak tersedia akses kendaraan bermotor,
sehingga seluruh aktivitas mobilitas hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki
atau tenaga pikul.
Setelah barang tiba di titik penurunan, warga masih harus membawa logistik ke kampung masing-masing dengan berjalan kaki selama dua hingga empat jam melalui jalur pegunungan dan menyeberangi sungai. Kondisi geografis ini menjadi tantangan utama distribusi logistik di wilayah dataran tinggi Mimika.

Selain penerbangan kargo, PTFI juga memberikan dukungan
angkutan darat bagi warga di Kampung Banti 1, Banti 2, Kimbeli, dan Opitawak
pada 15 hingga 24 Desember 2025. Dukungan tersebut mencakup 36 perjalanan bus
yang mengangkut 1.473 penumpang serta 126 ton barang kebutuhan masyarakat.
Di wilayah dataran rendah, PTFI turut mendukung mobilitas
warga Suku Kamoro di Kampung Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka, dan Nawaripi.
Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga
kelancaran distribusi logistik serta mempererat hubungan dengan masyarakat
sekitar wilayah operasional.
Penulis: Jid
Editor: GF