logo-website
Minggu, 11 Jan 2026,  WIT

Program Penerbangan Natal Freeport, 90 Ton Bahan Makanan Dikirim ke Lembah Terpencil

Melalui Community Christmas Flights 2025, Helikopter Dikerahkan untuk Menyalurkan Logistik Natal dan Tahun Baru ke Aroanop, Tsinga, dan Jila yang Sulit Dijangkau Transportasi Darat

Papuanewsonline.com - 30 Des 2025, 14:56 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Helikopter mengangkut logistik Natal seberat total 90 ton menggunakan metode sling load dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju wilayah Lembah Aroanop, Lembah Tsinga, dan Lembah Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Desember 2025.

Papuanewsonline.com, Mimika — PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menggelar program Community Christmas Flights dengan mengerahkan helikopter untuk mengangkut sebanyak 90 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal bagi warga di Lembah Aroanop, Lembah Tsinga, dan Lembah Jila, dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Program ini menjadi agenda rutin perusahaan sejak 2015 untuk mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasional.


Kegiatan ini bertujuan memudahkan warga memenuhi kebutuhan perayaan Natal dan Tahun Baru tanpa harus menghadapi keterbatasan akses transportasi. Dari total muatan yang diangkut, sebanyak 8,4 ton merupakan bantuan langsung dari PTFI, sementara seluruh barang telah melalui pemeriksaan keamanan menggunakan X-Ray sebelum diterbangkan.

Pelaksanaan penerbangan berlangsung selama periode 7 hingga 23 Desember 2025 dengan total 35 kali penerbangan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju sejumlah titik penurunan di wilayah pegunungan. Setiap penerbangan menempuh waktu sekitar satu jam pulang-pergi, menyesuaikan kondisi cuaca dan medan.


Untuk efisiensi distribusi, helikopter menggunakan metode sling load, yakni kargo digantung di bagian bawah helikopter. Metode ini dinilai efektif karena memungkinkan barang diturunkan langsung di lokasi terdekat dengan permukiman warga tanpa harus dijemput jauh dari kampung.

Wilayah yang terlayani dalam program ini mencakup tujuh kampung di Lembah Aroanop, delapan kampung di Lembah Tsinga, dan 12 kampung di Lembah Jila. Di kawasan tersebut tidak tersedia akses kendaraan bermotor, sehingga seluruh aktivitas mobilitas hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki atau tenaga pikul.

Setelah barang tiba di titik penurunan, warga masih harus membawa logistik ke kampung masing-masing dengan berjalan kaki selama dua hingga empat jam melalui jalur pegunungan dan menyeberangi sungai. Kondisi geografis ini menjadi tantangan utama distribusi logistik di wilayah dataran tinggi Mimika.


Selain penerbangan kargo, PTFI juga memberikan dukungan angkutan darat bagi warga di Kampung Banti 1, Banti 2, Kimbeli, dan Opitawak pada 15 hingga 24 Desember 2025. Dukungan tersebut mencakup 36 perjalanan bus yang mengangkut 1.473 penumpang serta 126 ton barang kebutuhan masyarakat.

Di wilayah dataran rendah, PTFI turut mendukung mobilitas warga Suku Kamoro di Kampung Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka, dan Nawaripi. Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kelancaran distribusi logistik serta mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar wilayah operasional.


Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE