logo-website
Jumat, 06 Mar 2026,  WIT

TPNPB Klaim Rampas Senjata SS1 Milik TNI di Tolikara

Melalui siaran pers resmi, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan bahwa satu pucuk senjata api jenis SS1 milik aparat militer Indonesia berhasil dirampas oleh pasukan TPNPB di wilayah Tolikara, Papua

Papuanewsonline.com - 06 Mar 2026, 16:15 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

TPNPB OPM saat memberikan pernyataan terkait klaim perampasan satu pucuk senjata api jenis SS1 milik aparat militer Indonesia di wilayah Tolikara, Papua, Rabu (4/3/2026).

Papuanewsonline.com, Tolikara – Manajemen Markas Pusat KOMNAS Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bahwa pasukannya telah merampas satu pucuk senjata api jenis SS1 milik aparat militer Indonesia di wilayah Kabupaten Tolikara, Papua.


Dalam keterangan yang diterima media ini, peristiwa tersebut disebut terjadi pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 12.00 siang. Aksi tersebut, menurut pihak TPNPB, dilakukan oleh salah satu anggota mereka di wilayah operasi tersebut.

Siaran pers itu juga menyebut bahwa operasi perampasan senjata tersebut dilakukan atas perintah dua komandan lapangan, yakni Lekagak Telenggen dan Goliath Tabuni yang disebut memimpin operasi di wilayah tersebut.

Juru bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom, mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh salah satu anggota TPNPB bernama Botak Wanimbo.

"Perampasan senjata yang dilakukan oleh pasukan TPNPB atas nama Botak Wanimbo tadi siang kami siap bertanggung jawab penuh," kata komandan Lekagak Telenggen.

Dalam pernyataan yang sama, pihak TPNPB juga menyampaikan imbauan kepada aparat militer Indonesia agar tidak melakukan operasi keamanan di wilayah permukiman warga sipil.

"Jika mau kejar, silahkan datang ke markas TPNPB, kami siap mati dan anda siap mati," tambah komandan Lekagak Telenggen.

TPNPB melalui siaran persnya juga menyebut bahwa senjata yang diklaim telah dirampas tersebut kini menjadi bagian dari persenjataan mereka.

Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa senjata api itu akan digunakan oleh pasukan TPNPB dalam perlawanan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah Tanah Papua.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE