Yance Boyau: "Mimika We" Tak Representasi Adat Kamoro, Pemda Diminta Lebih Hati-Hati
Tokoh masyarakat Kamoro, Yance Boyau, menilai pembentukan lembaga masyarakat hukum adat "Mimika We" belum melalui verifikasi publik secara adat yang memadai
Papuanewsonline.com - 27 Okt 2025, 00:29 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Timika - Tokoh masyarakat Kamoro, Yance Boyau, menilai pembentukan lembaga masyarakat hukum adat "Mimika We" belum melalui verifikasi publik secara adat yang memadai. Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Mimika, Provinsi Papua Tengah, mengedepankan verifikasi adat dan merujuk pada cerita serta sejarah yang memiliki kebenaran publik dalam proses penyatuan dan rekonsiliasi masyarakat adat. Hal ini penting agar tidak menimbulkan multi tafsir bagi warga adat Amungme dan Kamoro selaku dua suku besar di Bumi Amungsa Mimika.
Yance menjelaskan, Kamoro identik
dengan manusia hidup, dengan cerita dasar pertemuan antara roh halus manusia
dasar laut dengan seorang manusia hidup orang Kamoro saat memeluk patung yang
diberi roh.
Ia mempertanyakan asal nama
Mimika yang menurutnya hanyalah sebutan dengan ungkapan awal
"Mumuika" yang salah diterjemahkan.
"Mimika merupakan nama
ikatan keluarga besar yang dipakai ketika orang Kamoro keluar daerah, jadi
Mimika We merupaka singkatan dan Mimika dikenal ketika agama masuk, dan Kamoro
sudah lebih dahulu ada," ujarnya. (23/10/25)
Menurut Yance, sebutan
"Mimika" berasal dari penggalan kata yang disebut saat seseorang
bertanya dan adanya kata "Mumuika".
Ia menegaskan bahwa "Mimika
We" secara historis belum dapat mengakomodir segenap warga Kamoro atau
Amungme jika dilihat dari segi adat dan budaya suku Kamoro dan/atau amungme.
"Mimika We ini segelintir
orang yang dalam bahasa adat wakateme, sedangkan Kamoro sudah lebih dulu
ada," ujar Yance penuh keyakinan.
Ia mengharapkan peran dan etiket
baik dari Pemda Mimika untuk dapat mengidentifikasi sumber sejarah dengan baik,
sehingga tidak meninggalkan sejarah baru yang keliru bagi warga Kamoro dan
Amungme beserta generasi penerusnya.
"Sehingga mau rombak nama
maka kita kumpulkan tetua adat dan duduk bicara dulu, Kamoro tidak bisa dirubah
dengan Mimika We," tegas Yance.
Ia juga mengingatkan bahwa
Presiden Prabowo juga merupakan pendiri LEMASA dan LEMASKO.
"Pa Presiden sekarang ini Pa
Prabowo juga merupakan salah satu pendiri Lemasa dan Lemasko karena dia yang
turut mendanai, saya saksi hidup yang dibawa dan jadi Kopassus saat itu beliau
masi Danjen Kopassus," tutup Yance.
Penulis: Jid
Editor: GF