logo-website
Minggu, 11 Jan 2026,  WIT

Yance Boyau: "Mimika We" Tak Representasi Adat Kamoro, Pemda Diminta Lebih Hati-Hati

Tokoh masyarakat Kamoro, Yance Boyau, menilai pembentukan lembaga masyarakat hukum adat "Mimika We" belum melalui verifikasi publik secara adat yang memadai

Papuanewsonline.com - 27 Okt 2025, 00:29 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Yance Boyau saat memberikan pernyataan kepada awak media.

Papuanewsonline.com, Timika - Tokoh masyarakat Kamoro, Yance Boyau, menilai pembentukan lembaga masyarakat hukum adat "Mimika We" belum melalui verifikasi publik secara adat yang memadai. Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Mimika, Provinsi Papua Tengah, mengedepankan verifikasi adat dan merujuk pada cerita serta sejarah yang memiliki kebenaran publik dalam proses penyatuan dan rekonsiliasi masyarakat adat. Hal ini penting agar tidak menimbulkan multi tafsir bagi warga adat Amungme dan Kamoro selaku dua suku besar di Bumi Amungsa Mimika.


Yance menjelaskan, Kamoro identik dengan manusia hidup, dengan cerita dasar pertemuan antara roh halus manusia dasar laut dengan seorang manusia hidup orang Kamoro saat memeluk patung yang diberi roh.

Ia mempertanyakan asal nama Mimika yang menurutnya hanyalah sebutan dengan ungkapan awal "Mumuika" yang salah diterjemahkan.

"Mimika merupakan nama ikatan keluarga besar yang dipakai ketika orang Kamoro keluar daerah, jadi Mimika We merupaka singkatan dan Mimika dikenal ketika agama masuk, dan Kamoro sudah lebih dahulu ada," ujarnya. (23/10/25)

Menurut Yance, sebutan "Mimika" berasal dari penggalan kata yang disebut saat seseorang bertanya dan adanya kata "Mumuika".

Ia menegaskan bahwa "Mimika We" secara historis belum dapat mengakomodir segenap warga Kamoro atau Amungme jika dilihat dari segi adat dan budaya suku Kamoro dan/atau amungme.

"Mimika We ini segelintir orang yang dalam bahasa adat wakateme, sedangkan Kamoro sudah lebih dulu ada," ujar Yance penuh keyakinan.

Ia mengharapkan peran dan etiket baik dari Pemda Mimika untuk dapat mengidentifikasi sumber sejarah dengan baik, sehingga tidak meninggalkan sejarah baru yang keliru bagi warga Kamoro dan Amungme beserta generasi penerusnya.

"Sehingga mau rombak nama maka kita kumpulkan tetua adat dan duduk bicara dulu, Kamoro tidak bisa dirubah dengan Mimika We," tegas Yance.

Ia juga mengingatkan bahwa Presiden Prabowo juga merupakan pendiri LEMASA dan LEMASKO.

"Pa Presiden sekarang ini Pa Prabowo juga merupakan salah satu pendiri Lemasa dan Lemasko karena dia yang turut mendanai, saya saksi hidup yang dibawa dan jadi Kopassus saat itu beliau masi Danjen Kopassus," tutup Yance.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE