logo-website
Selasa, 13 Jan 2026,  WIT

Aksi Malam di Senayan Makin Ricuh, Polisi Ungkap SPBU Jadi Sasaran Molotov

Polisi menyebut aksi unjuk rasa yang berlangsung hingga malam di kawasan DPR RI berujung anarkis.

Papuanewsonline.com - 30 Agu 2025, 23:46 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, saat memberikan keterangan pers kepada awak media terkait aksi anarkis di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jumat (29/8/2025).

Papuanewsonline.com, Jakarta – Situasi unjuk rasa di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, yang semula berjalan kondusif pada siang hari, berubah memanas ketika malam tiba. Polisi menyebut kelompok tak dikenal menyusup ke tengah aksi dan memicu kericuhan dengan membawa kayu, petasan, hingga bom molotov.


“Menjelang malam, mereka tidak lagi menyampaikan aspirasi, melainkan melakukan penyerangan yang merugikan banyak pihak,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, saat diwawancarai awak media, Jumat (29/8/2025).

Menurut Ade Ary, aparat kepolisian telah berulang kali mengambil langkah persuasif. Mulai dari memberi imbauan, hingga penertiban dengan cara humanis agar massa tidak terpancing. Namun, aksi kelompok anarkis semakin menjadi-jadi.

“Bahkan ada molotov yang dilemparkan ke dekat SPBU. Petugas langsung melakukan penyemprotan air agar api tidak membesar dan membahayakan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Selain molotov, massa juga menggunakan petasan yang diarahkan ke water cannon kepolisian, sehingga memicu suasana semakin tegang. Kendati demikian, polisi menegaskan seluruh situasi masih bisa dikendalikan.

Kombes Pol. Ade Ary menambahkan bahwa seluruh tindakan di lapangan dilakukan sesuai instruksi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri. Dalam apel pengamanan, Kapolda telah mengingatkan bahwa tindakan represif hanya boleh dilakukan oleh tim Reskrim (reserse kriminal), itupun khusus terhadap massa yang terbukti bertindak anarkis.

“Personel pengamanan lain diminta tetap mengedepankan pendekatan humanis. Penggunaan gas air mata juga tidak boleh sembarangan,” jelasnya.

Irjen Asep juga menegaskan, jika aparat menemukan barang berbahaya seperti bom molotov atau senjata tajam, maka harus segera diamankan sesuai prosedur, tanpa bertindak di luar aturan.

Untuk memperkuat pengamanan, aparat TNI juga disiagakan di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Penempatan dilakukan di sejumlah titik rawan, termasuk kawasan perbatasan seperti stasiun dan akses masuk menuju kompleks parlemen.

“Kami melakukan patroli mobile dengan kekuatan lengkap. Selain menjaga keamanan, kami juga mengedukasi masyarakat agar tetap tenang dan saling menghormati hak serta kewajiban masing-masing,” tambah Ade Ary.

Hingga larut malam, polisi memastikan situasi tetap terkendali meskipun sempat memanas. Aparat terus berjaga, mengantisipasi potensi meluasnya aksi anarkis yang dapat membahayakan fasilitas umum dan keselamatan warga.

 

Penulis: GF

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE