Aksi Malam di Senayan Makin Ricuh, Polisi Ungkap SPBU Jadi Sasaran Molotov
Polisi menyebut aksi unjuk rasa yang berlangsung hingga malam di kawasan DPR RI berujung anarkis.
Papuanewsonline.com - 30 Agu 2025, 23:46 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Jakarta – Situasi unjuk rasa di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, yang semula berjalan kondusif pada siang hari, berubah memanas ketika malam tiba. Polisi menyebut kelompok tak dikenal menyusup ke tengah aksi dan memicu kericuhan dengan membawa kayu, petasan, hingga bom molotov.
“Menjelang malam, mereka tidak
lagi menyampaikan aspirasi, melainkan melakukan penyerangan yang merugikan
banyak pihak,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam
Indradi, saat diwawancarai awak media, Jumat (29/8/2025).
Menurut Ade Ary, aparat
kepolisian telah berulang kali mengambil langkah persuasif. Mulai dari memberi
imbauan, hingga penertiban dengan cara humanis agar massa tidak terpancing.
Namun, aksi kelompok anarkis semakin menjadi-jadi.
“Bahkan ada molotov yang
dilemparkan ke dekat SPBU. Petugas langsung melakukan penyemprotan air agar api
tidak membesar dan membahayakan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Selain molotov, massa juga
menggunakan petasan yang diarahkan ke water cannon kepolisian, sehingga memicu
suasana semakin tegang. Kendati demikian, polisi menegaskan seluruh situasi
masih bisa dikendalikan.
Kombes Pol. Ade Ary menambahkan
bahwa seluruh tindakan di lapangan dilakukan sesuai instruksi Kapolda Metro
Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri. Dalam apel pengamanan, Kapolda telah
mengingatkan bahwa tindakan represif hanya boleh dilakukan oleh tim Reskrim
(reserse kriminal), itupun khusus terhadap massa yang terbukti bertindak
anarkis.
“Personel pengamanan lain diminta
tetap mengedepankan pendekatan humanis. Penggunaan gas air mata juga tidak
boleh sembarangan,” jelasnya.
Irjen Asep juga menegaskan, jika
aparat menemukan barang berbahaya seperti bom molotov atau senjata tajam, maka
harus segera diamankan sesuai prosedur, tanpa bertindak di luar aturan.
Untuk memperkuat pengamanan,
aparat TNI juga disiagakan di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Penempatan dilakukan
di sejumlah titik rawan, termasuk kawasan perbatasan seperti stasiun dan akses
masuk menuju kompleks parlemen.
“Kami melakukan patroli mobile
dengan kekuatan lengkap. Selain menjaga keamanan, kami juga mengedukasi
masyarakat agar tetap tenang dan saling menghormati hak serta kewajiban
masing-masing,” tambah Ade Ary.
Hingga larut malam, polisi
memastikan situasi tetap terkendali meskipun sempat memanas. Aparat terus
berjaga, mengantisipasi potensi meluasnya aksi anarkis yang dapat membahayakan
fasilitas umum dan keselamatan warga.
Penulis: GF
Editor: GF