Antusiasme Tinggi, Ratusan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Mimika
Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok melalui program Gerakan Pangan Murah yang disambut antusias oleh masyarakat.
Papuanewsonline.com - 16 Okt 2025, 23:45 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Timika — Terik matahari tak menyurutkan langkah ratusan warga Mimika yang sejak pagi memadati pelataran Emeneme Yauware, Kamis (16/10/2025). Dengan penuh semangat, mereka berbondong-bondong mengikuti kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika.
Suasana ramai dan antusias itu menjadi bukti nyata bahwa program pemerintah ini
sangat dinantikan masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan dan fluktuasi
harga bahan pokok.
“Dari jam setengah sembilan saya
sudah datang, karena di undangan tulisannya mulai jam sembilan. Meski agak
panas dan sempat menunggu, tapi saya senang karena bisa beli beras dan minyak
dengan harga lebih murah,” ujar Fatma, salah seorang warga yang datang bersama
anaknya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan
(DKP) Mimika, Yulius Koga, menjelaskan bahwa kegiatan GPM ini merupakan bagian
dari rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia, sekaligus langkah strategis
dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di wilayah Mimika.
“Kesejahteraan masyarakat adalah
prioritas kami. Gerakan pangan murah ini diharapkan benar-benar memberi manfaat
nyata bagi warga, terutama mereka yang terdampak naik-turunnya harga bahan
pokok,” ujar Yulius.
Ia menambahkan, dalam kegiatan
tersebut disediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula
pasir, telur, dan sejumlah komoditas lokal dengan harga di bawah pasaran. DKP
juga menggandeng beberapa distributor dan pelaku UMKM untuk ikut berpartisipasi,
guna memperkuat rantai pasok pangan di daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati
Mimika, Johanes Rettob, turut hadir dan memantau langsung jalannya kegiatan. Ia
menegaskan bahwa gerakan pangan murah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi
merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam menjamin hak dasar
masyarakat atas pangan.
“Pemerintah Kabupaten Mimika
berkomitmen memastikan tidak ada satu pun warga yang kelaparan. Ini bagian dari
tanggung jawab kami untuk hadir di tengah masyarakat,” tegas Bupati.
Bupati juga mengingatkan
masyarakat agar tidak menjual kembali barang-barang yang dibeli di kegiatan
pangan murah, melainkan digunakan untuk kebutuhan keluarga.
“Jangan dijual lagi ya, ini untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari,”
katanya sambil menyapa warga yang tengah mengantre.
Selain memberikan apresiasi
kepada Dinas Ketahanan Pangan atas inisiatifnya, Bupati Rettob juga
menyampaikan evaluasi terkait keterlambatan pembukaan acara yang membuat warga
menunggu di bawah terik matahari.
“Saya ingin mengingatkan kepada
seluruh OPD, kalau acara dijadwalkan mulai jam sembilan, maka persiapan sudah
harus selesai sejak setengah sembilan. Kita harus belajar disiplin waktu,
apalagi ini kegiatan untuk masyarakat,” tegasnya di depan peserta yang hadir.
Bupati juga menekankan pentingnya
koordinasi antarinstansi, agar kegiatan seperti ini ke depan dapat berjalan
lebih efektif, tertib, dan tepat sasaran.
Program GPM di Mimika tak hanya
sekadar menurunkan harga bahan pokok, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara
pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, pemerintah
daerah berharap mampu menekan laju inflasi pangan, menjaga daya beli
masyarakat, serta meningkatkan kesadaran pentingnya ketahanan pangan berbasis
lokal.
Kegiatan serupa juga akan digelar
secara berkala di beberapa distrik lain di Kabupaten Mimika sebagai bentuk
pemerataan akses pangan dan kesejahteraan.
Dengan dukungan penuh masyarakat
dan koordinasi lintas sektor, Pemkab Mimika optimistis mampu menjaga stabilitas
harga serta mewujudkan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan sejahtera.
Penulis: Jidan
Editor: GF