logo-website
Minggu, 11 Jan 2026,  WIT

Antusiasme Tinggi, Ratusan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Mimika

Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok melalui program Gerakan Pangan Murah yang disambut antusias oleh masyarakat.

Papuanewsonline.com - 16 Okt 2025, 23:45 WIT

Papuanewsonline.com/ Ekonomi

Bupati Mimika Johanes Rettob bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Yulius Koga dan jajaran berfoto bersama usai kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di pelataran Emeneme Yauware, Timika, Kamis (16/10/2025). Kegiatan ini disambut antusias oleh ratusan warga yang rela antre sejak pagi demi mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Papuanewsonline.com, Timika — Terik matahari tak menyurutkan langkah ratusan warga Mimika yang sejak pagi memadati pelataran Emeneme Yauware, Kamis (16/10/2025). Dengan penuh semangat, mereka berbondong-bondong mengikuti kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika.


Suasana ramai dan antusias itu menjadi bukti nyata bahwa program pemerintah ini sangat dinantikan masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan dan fluktuasi harga bahan pokok.

“Dari jam setengah sembilan saya sudah datang, karena di undangan tulisannya mulai jam sembilan. Meski agak panas dan sempat menunggu, tapi saya senang karena bisa beli beras dan minyak dengan harga lebih murah,” ujar Fatma, salah seorang warga yang datang bersama anaknya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Mimika, Yulius Koga, menjelaskan bahwa kegiatan GPM ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia, sekaligus langkah strategis dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di wilayah Mimika.

“Kesejahteraan masyarakat adalah prioritas kami. Gerakan pangan murah ini diharapkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga, terutama mereka yang terdampak naik-turunnya harga bahan pokok,” ujar Yulius.

Ia menambahkan, dalam kegiatan tersebut disediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan sejumlah komoditas lokal dengan harga di bawah pasaran. DKP juga menggandeng beberapa distributor dan pelaku UMKM untuk ikut berpartisipasi, guna memperkuat rantai pasok pangan di daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Mimika, Johanes Rettob, turut hadir dan memantau langsung jalannya kegiatan. Ia menegaskan bahwa gerakan pangan murah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas pangan.

“Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen memastikan tidak ada satu pun warga yang kelaparan. Ini bagian dari tanggung jawab kami untuk hadir di tengah masyarakat,” tegas Bupati.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjual kembali barang-barang yang dibeli di kegiatan pangan murah, melainkan digunakan untuk kebutuhan keluarga.
“Jangan dijual lagi ya, ini untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari,” katanya sambil menyapa warga yang tengah mengantre.

Selain memberikan apresiasi kepada Dinas Ketahanan Pangan atas inisiatifnya, Bupati Rettob juga menyampaikan evaluasi terkait keterlambatan pembukaan acara yang membuat warga menunggu di bawah terik matahari.

“Saya ingin mengingatkan kepada seluruh OPD, kalau acara dijadwalkan mulai jam sembilan, maka persiapan sudah harus selesai sejak setengah sembilan. Kita harus belajar disiplin waktu, apalagi ini kegiatan untuk masyarakat,” tegasnya di depan peserta yang hadir.

Bupati juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi, agar kegiatan seperti ini ke depan dapat berjalan lebih efektif, tertib, dan tepat sasaran.

Program GPM di Mimika tak hanya sekadar menurunkan harga bahan pokok, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap mampu menekan laju inflasi pangan, menjaga daya beli masyarakat, serta meningkatkan kesadaran pentingnya ketahanan pangan berbasis lokal.

Kegiatan serupa juga akan digelar secara berkala di beberapa distrik lain di Kabupaten Mimika sebagai bentuk pemerataan akses pangan dan kesejahteraan.

Dengan dukungan penuh masyarakat dan koordinasi lintas sektor, Pemkab Mimika optimistis mampu menjaga stabilitas harga serta mewujudkan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan sejahtera.

 

 

Penulis: Jidan

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE