logo-website
Minggu, 08 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Polda Maluku Selidiki Korupsi Proyek Jalan Danar–Tetoat, Kerugian Negara Capai Rp2,8 Miliar Papuanewsonline.com, Malra - Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam Proyek Pembangunan Jalan Danar–Tetoat Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Tahun Anggaran 2023 terus berlanjut. Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku ini menghabiskan anggaran Rp7,2 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Maluku.Setelah melakukan audit investigatif, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) menetapkan adanya kerugian negara sekitar Rp2,8 miliar dari total nilai proyek tersebut. Temuan ini menjadi dasar kuat bagi penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku untuk melanjutkan penegakan hukum ke tahap berikutnya.Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., memastikan bahwa proses penyidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai koridor hukum. Saat ini, penyidik sedang mempersiapkan tahapan lanjutan guna memperkuat konstruksi pembuktian.“Penyidik akan melakukan pemeriksaan ahli pidana terlebih dahulu untuk memastikan terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana korupsi. Setelah itu, akan digelar perkara untuk menilai kecukupan alat bukti sebelum penetapan tersangka,” ungkap Kombes RositahTahap pemeriksaan ahli ini penting untuk memastikan bahwa setiap unsur, mulai dari dugaan perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, hingga hubungan sebab akibat dengan kerugian negara, dapat dibuktikan secara yuridis. Gelar perkara akan menjadi penentu apakah dua alat bukti sah sesuai KUHAP telah terpenuhi guna menaikkan status pihak tertentu sebagai tersangka.Polda Maluku kembali menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini tanpa tekanan dan tanpa kompromi terhadap integritas penyidikan.Kasus dugaan korupsi proyek jalan Danar–Tetoat dengan nilai anggaran Rp7,2 miliar dari APBD TA 2023 menjadi sorotan publik, terlebih setelah BPK RI mengungkap kerugian negara senilai Rp2,8 miliar. Selisih signifikan antara nilai proyek dan hasil pekerjaan yang diaudit mengindikasikan potensi penyimpangan serius.Pendekatan penyidik Krimsus Polda Maluku yang terlebih dahulu memanggil ahli pidana menunjukkan keseriusan dan kehati-hatian agar penetapan tersangka nantinya kuat secara hukum dan tidak mudah digugurkan di pengadilan. Langkah ini juga mencerminkan transparansi dan profesionalisme penyidikan, serta kesungguhan dalam mengawal akuntabilitas penggunaan anggaran publik.Berdasarkan pertimbangan tersebut maka kasus ini dipandang memiliki dampak besar terhadap kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan infrastruktur daerah. Mengingat proyek jalan merupakan kebutuhan vital bagi mobilitas masyarakat dan perekonomian lokal, setiap penyimpangan anggaran bukan hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat pembangunan di wilayah Maluku Tenggara. PNO-12 18 Nov 2025, 13:10 WIT
Kapolda Maluku Pimpin Anev Seleksi Bintara Brimob 2026 Papuanewsonline.com, Ambon - Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk memastikan proses seleksi penerimaan Bintara Brimob Tahun Anggaran 2026 berlangsung secara bersih, transparan, dan bebas dari praktik percaloan. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., saat memimpin Rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) di Ruang Rapat PJU Polda Maluku, Senin (17/11/2025).Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakapolda Maluku, Karo SDM, Dir Binmas, Dir Intelkam, Dansat Brimob, Kabid Propam, Kabid Humas, para pejabat teknis yang menangani proses rekrutmen personel.Dalam arahannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri merupakan isu yang sangat sensitif dan menjadi perhatian luas masyarakat. Stigma negatif terkait rekrutmen ; seperti praktik transaksional, KKN, dan jual beli kelulusan masih melekat kuat di benak publik.Kapolda tidak menutupi kenyataan bahwa praktik-praktik tersebut memang pernah terjadi. Saat ini, Propam Polda Maluku tengah menangani tiga kasus penipuan rekrutmen yang melibatkan oknum anggota Polri yang menjanjikan kelulusan kepada peserta seleksi.“Ini adalah hal yang sangat menyedihkan. Dan saya tegaskan, dari pangkat terendah sampai tertinggi TIDAK BOLEH TERJADI LAGI,” tegas Kapolda.Ia menambahkan bahwa rekrutmen yang kotor tidak hanya merusak kepercayaan masyarakat, tetapi juga mencederai integritas institusi Polri secara keseluruhan.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memberikan beberapa kebijakan dan langkah-langkah strategis yang wajib dilaksanakan oleh semua fungsi yang terlibat dalam proses rekruitmen tersebut, diantaranya ;1. Sosialisasi Masif dan Anti-CaloPolda Maluku menekankan pentingnya sosialisasi secara menyeluruh dan berulang, baik melalui Biro SDM, polres-polres, hingga jajaran Bhabinkamtibmas. Informasi harus menegaskan bahwa seleksi Polri gratis, tanpa pungutan, dan tidak ada jalur khusus maupun “orang dalam.Selain itu Kapolda meminta adanya manajemen media melalui media massa, media online, platform digital, hingga influencer akan dilibatkan untuk memperkuat branding rekrutmen bersih.2. Transparansi Total Setiap Tahapan SeleksiKapolda meminta seluruh pentahapan proses seleksi dibuat terbuka dan dapat diawasi mulai dari proses Pemeriksaan kesehatan (Rikkes), wajib diawasi ketat, tahapan Ujian CAT harus dioperasikan dengan prosedur pengamanan khusus dimana Seluruh ruang tes wajib dipantau CCTV danHanya operator tertentu yang mengetahui kode sistem, serta Transparansi nilai dan penginputan data akan menjadi standar baru yang tidak bisa ditawar.3. Prioritas Putra-Putri MalukuDengan alokasi penerimaan yang besar, Kapolda menegaskan bahwa kesempatan putra-putri daerah harus dimaksimalkan. Jalur seperti Bakomsus dan Rekpro harus diprioritaskan agar lebih banyak generasi muda Maluku dapat berkarier di Korps Brimob.4. Pengawasan Berlapis, Termasuk dari EksternalPada kesempatan tersebut Kapolda juga meminta pelibatan lembaga eksternal seperti Ombudsman, akademisi, dan tokoh masyarakat, LSM serta wartawan sebagai pengawas independen,. Pelibatan publik dianggap penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat.Disamping penekanan arah kebijakan Kapolda Maluku tersebut, Wakapolda Maluku pun turut memberikan penegasan bahwa setiap pesan WhatsApp atau aduan masyarakat terkait dugaan penyimpangan rekrutmen harus langsung diteruskan ke Propam.“Tidak boleh ada satu pun keluhan yang diabaikan. Semua laporan harus diproses cepat dan transparan,” tegas Wakapolda.Diakhiri rapat tersebut, Jenderal Dadang juga memberikan penekanan bahwa rekrutmen Bintara Brimob 2026 harus menjadi tonggak awal pembenahan menyeluruh.Rapat Anev yang dipimpin Kapolda Maluku ini menjadi sinyal kuat bahwa institusi kepolisian di daerah mulai menaruh perhatian serius pada reformasi proses rekrutmen. Komitmen transparansi yang disampaikan secara terbuka serta pengakuan adanya kasus penipuan menunjukkan adanya kesadaran internal untuk memperbaiki sistem secara menyeluruh.Langkah strategis yang disusun Polda Maluk ini, mulai dari pengawasan berlapis, keterlibatan publik, hingga kampanye anti calo menjadi kunci dalam upaya untuk menghapus stigma lama yang selama ini membayangi proses seleksi Polri.Poin penting yang patut dicatat disini bahwa sebagai pimpinan tertinggi Polda Maluku, Kapolda berani menyebut secara terbuka kasus penipuan yang sedang diproses dan bahwa kebijakan untuk melakukan Pendekatan sosialisasi masif menunjukkan perubahan strategi komunikasi publik Polri. Tidak terbatas pada kedua hal tersebut saja, Kapolda juga menyoroti tentang Pelibatan Ombudsman dan tokoh masyarakat, hal ini merupakan langkah progresif serta Penekanan bahwa tidak ada pungutan menjadi pesan kunci untuk masyarakat.Jika langkah-langkah ini dijalankan secara konsisten, Polda Maluku berpotensi menjadi model pelaksanaan rekrutmen bersih yang dapat ditiru oleh Polda lain di Indonesia.“Rekrutmen adalah pintu masuk Polri. Jika pintunya bersih, maka generasi Polri yang lahir pun akan bersih,” tegas Kapolda. PNO-12 18 Nov 2025, 09:09 WIT
Menko Yusril Gelar Tiga Pertemuan Strategis di Jepang: Bahas Kerja sama Bidang ekonomi & Hukum Papuanewsonline.com, Tokyo — Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada Senin (17/11). Dalam kunjungan tersebut, Yusril menggelar tiga pertemuan bilateral dengan lembaga-lembaga penting Jepang, membahas isu strategis mulai dari kerja sama hak kekayaan intelektual, dukungan keanggotaan Indonesia di Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), hingga reformasi kepolisian.Pertemuan dilakukan secara terpisah dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), Japan Patent Office (JPO), serta Menteri Kehakiman Jepang, di kantor masing-masing di kawasan pusat pemerintahan Tokyo. Seluruh agenda diarahkan untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Jepang di bidang hukum dan tata kelola pemerintahan.Dalam pertemuan dengan JICA, Yusril memaparkan perkembangan restrukturisasi kelembagaan di Indonesia pasca terbitnya Peraturan Presiden Nomor 139 dan 142 Tahun 2024. Perubahan tersebut memisahkan fungsi Kementerian Hukum dan HAM ke dalam tiga kementerian baru yang kini berada di bawah koordinasi Kemenko Kumham Imipas.“Kemenko Kumham Imipas memiliki mandat untuk memastikan adanya sinkronisasi dan integrasi kebijakan lintas kementerian sesuai arah pembangunan nasional,” ujar Yusril melalui keterangan tertulis.Yusril menegaskan bahwa Indonesia dan Jepang telah menjalin kerja sama hampir delapan dekade. Jepang, menurutnya, merupakan mitra penting dalam penguatan tata kelola hukum, birokrasi, dan pembaruan sistem pemerintahan.Pada kesempatan itu, Yusril juga menyampaikan harapan agar kerja sama teknis JICA dapat mencakup kementerian-kementerian baru. Pembahasan yang dilakukan meliputi peningkatan kapasitas aparatur, pelatihan, pertukaran keahlian, hingga kemungkinan penyusunan Memorandum of Understanding (MoU).Pertemuan kedua berlangsung dengan Japan Patent Office (JPO). Di hadapan Commissioner JPO, Kasai Yasuyuki, Yusril menekankan bahwa kekayaan intelektual adalah pilar penting peningkatan daya saing nasional. Jepang tercatat sebagai pemohon paten asing terbesar di Indonesia sejak 1991 dan memiliki sistem perlindungan KI yang sangat maju.“Kolaborasi dengan JPO merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem inovasi Indonesia,” ujar Yusril.Kedua pihak membahas kerja sama teknis, termasuk peningkatan kapasitas pemeriksa paten dan merek, pertukaran data dan metode klasifikasi, serta modernisasi layanan digital di bidang kekayaan intelektual.Pertemuan ketiga dilakukan dengan Menteri Kehakiman Jepang, Hiraguchi Hiroshi. Dalam dialog tersebut, Yusril memaparkan perkembangan reformasi hukum dan reformasi kepolisian yang tengah berlangsung di Indonesia. Ia menyebut Jepang menunjukkan perhatian besar terhadap agenda tersebut.“Jepang mengikuti dengan seksama proses reformasi kepolisian di Indonesia dan menyatakan kesiapan untuk mendukung melalui mekanisme pelatihan, pertukaran informasi, dan peningkatan kapasitas,” kata Yusril.Yusril menilai pengalaman Jepang dalam membangun sistem kepolisian yang profesional dan berbasis pelayanan publik dapat menjadi rujukan penting bagi Indonesia. Kerja sama ini diharapkan mendukung percepatan reformasi kepolisian sebagai bagian dari pembaruan hukum nasional.Selain itu, seluruh lembaga Jepang menyampaikan dukungan penuh terhadap proses keanggotaan Indonesia di OECD. Commissioner JPO, Kasai Yasuyuki, memberikan apresiasi terhadap kemajuan reformasi Indonesia.“Kami senang Indonesia dapat segera bergabung dengan OECD bersama Jepang dan Korea Selatan. Indonesia akan memikul tanggung jawab besar sebagai anggota baru,” ujarnya.Yusril menegaskan bahwa Indonesia saat ini sedang melaksanakan reformasi komprehensif di bidang hukum, administrasi pemerintahan, dan penegakan hukum sebagai bagian dari pemenuhan standar OECD.“Reformasi besar-besaran ini merupakan tanggung jawab yang saya emban sebagai Menko Kumham Imipas untuk memastikan Indonesia memenuhi seluruh persyaratan keanggotaan OECD,” ujarnya.Mengakhiri rangkaian pertemuan, Yusril menyampaikan optimisme terhadap masa depan hubungan bilateral Indonesia–Jepang. Ia menegaskan bahwa penguatan kerja sama kedua negara akan memberikan dampak luas bagi sektor hukum, pemerintahan, hingga ekonomi dan hubungan internasional.“Hubungan yang telah berlangsung selama ini harus terus diperkuat untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks,” tutup Yusril. (GF) 18 Nov 2025, 01:13 WIT
PUPR Mimika Gelar Seminar Perencanaan RTH: Eks Pasar Lama Diproyeksikan Jadi Ruang Terbuka Hijau Papuanewsonline.com, Mimika – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika menggelar seminar pendahuluan perencanaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Distrik Mimika Baru pada Senin (17/11/2025). Seminar yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Diana tersebut bertujuan menyusun perencanaan RTH secara komprehensif, mulai dari identifikasi hingga penataan keterpaduan sarana dan prasarana, serta menghasilkan dokumen yang mengikat seluruh pihak terkait.Lokasi yang menjadi fokus utama proyek ini adalah eks Pasar Lama di Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru. Sekretaris Dinas PUPR Mimika, Pieter Edoway, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan langkah awal dalam upaya menghadirkan RTH yang memadai di Mimika, mengingat ruang terbuka hijau selama ini masih sangat terbatas.“Kita akan buat satu ruang terbuka hijau biar masyarakat juga sehat. Biar masyarakat menikmati ruang terbuka sambil menikmati udara segar dengan berjalan sehat (jogging), ada tempat duduk untuk beristirahat ataupun bercerita serta ada jualan dari para pelaku UMKM,” ujarnya.Pieter juga mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan proyek, seperti penertiban pedagang yang masih berjualan di lokasi tersebut serta persoalan sampah. Meski demikian, masukan dari berbagai OPD dan lembaga masyarakat menunjukkan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan RTH sebagai ruang yang ramah lingkungan sekaligus percontohan bagi wilayah lain.Tenaga Ahli PT Arina Adicipta, Andy Tenry Tappu, selaku narasumber seminar, menyampaikan bahwa lahan untuk RTH tidak menjadi kendala karena merupakan aset pemerintah daerah. Tantangan terbesar justru bagaimana merancang RTH yang segar dan nyaman tanpa mengabaikan keberadaan pedagang ikan di sekitar lokasi.“Apabila RTH sudah dibangun, masyarakat bisa melakukan jogging tanpa perlu ke Kuala Kencana lagi karena di dalam kota sudah ada tersedia RTH bagi masyarakat,” pungkas Andy. Penulis: JidEditor: GF 18 Nov 2025, 01:07 WIT
Disparbudpora Mimika Gelar Pelatihan Kesenian Tradisional: Lestarikan Budaya, Tingkatkan SDM Pelajar Papuanewsonline.com, Mimika - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) menggelar kegiatan Pembinaan Kesenian bagi Masyarakat Pelaku Seni di Kabupaten/Kota, dengan fokus pada Peningkatan Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesenian Tradisional bagi Pelajar SMP dan SMA Sederajat se-Kabupaten Mimika. Kegiatan ini resmi dibuka di Hotel Cartenz, Senin (17/11/2025). Kepala Disparbudpora Mimika, Elisabeth Cenawatin, S.E., M.Si., membuka acara didampingi para narasumber yang terdiri dari dewan juri Kementerian Kebudayaan serta pelaku seni Amungme–Kamoro lokal. Turut hadir Ketua Panitia Santi Sondang, S.IP., M.Si., staf Disparbudpora, guru pendamping, serta peserta dari berbagai SMP, SMA, dan SMK di Mimika. Santi Sondang dalam laporannya menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah untuk mengangkat dan melestarikan nilai budaya lokal, meningkatkan keterampilan pelajar dalam seni musik, kerajinan tangan, dan tari tradisional, serta menjadi wadah penyaluran bakat dan minat siswa.Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan oleh Elisabeth Cenawatin, disampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang menunjukkan kepedulian terhadap seni budaya sebagai warisan leluhur. "Seni dan budaya adalah bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa. Kekayaan seni budaya di Kabupaten Mimika harus kita jaga dan kembangkan," ujarnya. Bupati juga mendorong peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini guna mengasah keterampilan, menghasilkan karya berkualitas, dan menjadi duta seni budaya Mimika di berbagai tingkat.Bupati mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi dan tradisi di tengah perkembangan teknologi. "Mari jadikan pelatihan ini sebagai momentum menggali potensi diri, menumbuhkan kreativitas, dan melestarikan kekayaan seni budaya daerah. Selamat berlatih, semoga sukses," tutupnya. Diharapkan kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda Mimika yang cinta budaya dan mampu mengembangkan potensi seni daerah hingga kancah internasional. Penulis: JidEditor: GF 18 Nov 2025, 01:05 WIT
Gubernur Meki Nawipa Resmi Membuka Banteng Cup 2025: Turnamen Basket Pelajar Se-Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, yang juga merupakan kader PDI-P, secara resmi membuka Turnamen Bola Basket Banteng Cup 2025. Acara pembukaan berlangsung meriah di Lapangan Bola Basket Komplek Jayanti, Kelurahan Inauga, Kabupaten Mimika, pada Senin (17/11/2025). Kehadiran Gubernur Meki didampingi Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP, Komarudin Watubun, turut menambah semarak pelaksanaan kegiatan tersebut.Pada kesempatan itu, Gubernur Meki dan Komarudin Watubun juga menyaksikan langsung pertandingan perdana yang mempertemukan tim-tim bola basket dari delapan sekolah peserta. Sorak dukungan dari para suporter masing-masing sekolah membuat suasana lapangan semakin hidup dan penuh energi.Ketua Panitia Turnamen Banteng Cup, Brigita Pekey, menjelaskan bahwa turnamen ini diadakan sebagai wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan kreativitas dan bakat mereka, khususnya di bidang olahraga bola basket.“Pertandingan ini merupakan gagasan dari Bapak Gubernur dan Bapak Bupati yang ingin memajukan olahraga di kalangan generasi muda,” ujarnya di sela-sela pertandingan.Turnamen Banteng Cup 2025 dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 22 November 2025. Para juara akan mendapatkan berbagai hadiah menarik, mulai dari uang tunai, medali, dan piala, hingga perangkat laptop.“Pak Gubernur secara khusus menyiapkan hadiah berupa empat unit laptop untuk para juara sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan peningkatan kemampuan digital,” tambah Brigita Pekey.  Penulis: JidEditor: GF 18 Nov 2025, 01:03 WIT
Masyarakat Adat Tsingwarop Gelar Aksi Protes, Tuntut Kompensasi 10% dari PTFI Papuanewsonline.com, Timika - Masyarakat yang tergabung dalam Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) dan Lembaga Masyarakat Adat Tsingwarop (Tsinga – Waa/Banti – Aroanop) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor YPMAK pada Senin (17/11/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) yang dinilai tidak mengakomodir tuntutan kompensasi sebesar 10 persen dari pendapatan bersih tahunan perusahaan (2023-2041).Pantauan di lapangan menunjukkan massa aksi melakukan pembakaran ban bekas sebagai simbol kekecewaan dan protes. Aparat Kepolisian Mimika terlihat berjaga ketat untuk mengamankan jalannya aksi. Arnold Beanal, selaku Ketua LMA Tsingwarop, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan kelanjutan dari proses negosiasi kompensasi yang belum membuahkan hasil. "Aksi hari ini terkait proses negosiasi kompensasi kepada manajemen PT Freeport, dalam hal ini terkait kesepakatan yang sudah dibuat. Dan kami sudah bersepakat didalam perjanjian amdal di tahun 2023, namun itu tidak didengar," tegasnya.Menurut Arnold, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bahkan telah memfasilitasi pertemuan antara PTFI dan masyarakat pada tanggal 6 Agustus lalu. Namun, PTFI dinilai tidak serius karena mengirimkan perwakilan yang tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan."Itu difasilitasi oleh Menteri terkait kompensasi ini. Namun saat itu mereka mengutus orang yang tidak bisa mengambil keputusan itu, sehingga kami balik dan berkoordinasi dengan Kapolres untuk menjadi mediator agar mempertemukan PT FI dengan kami, dan itupun tidak berhasil," ujarnya.Koordinator aksi, Litinus Niwilingame, menambahkan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes keras kepada pimpinan manajemen PTFI yang dinilai tidak mampu mengakomodir kepentingan masyarakat adat. "Mereka selalu mengabaikan. Kami protes di sini agar PT Freeport hadir dan duduk bersama kami lanjutkan tuntutan kami, yakni kami minta 10 persen dari nilai kompensasi," tegasnya. Litinus menambahkan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan nasib masyarakat adat hingga tuntutan mereka dipenuhi. Penulis: JidEditor: GF 18 Nov 2025, 01:00 WIT
Tampil Gemilang, Angkatan 22 Torehkan Sejarah sebagai Runner-Up di BPM Cup IJB Papuanewsonline.com, Timika – Turnamen futsal BPM Cup yang digelar oleh Institut Jambatan Bulan (IJB) Timika telah sukses mempertemukan seluruh civitas akademika dalam semangat sportivitas dan kebersamaan. Ajang yang berlangsung dari 15 hingga 17 November 2025 ini menjadi bukti nyata peran aktif Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) dalam memajukan olahraga di lingkungan kampus. Di balik kemeriahan turnamen, Angkatan 22 menjadi salah satu tim yang menarik perhatian setelah melaju hingga babak final dan menunjukkan semangat juang luar biasa.Meski harus mengakui keunggulan IKA JB (Ikatan Alumni Jambatan Bulan) di partai puncak, Angkatan 22 telah membuktikan diri sebagai salah satu tim futsal terbaik di IJB. Dengan strategi terencana dan kerja sama tim yang solid, mereka berhasil menyingkirkan lawan-lawan tangguh di babak sebelumnya hingga akhirnya melaju ke final.Semangat pantang menyerah dan mental juara yang ditunjukkan oleh Angkatan 22 menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.Ketua BPM IJB, Daud Madmuar, yang juga bertindak sebagai ketua panitia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang berpartisipasi dalam BPM Cup, termasuk Angkatan 22."Selamat kepada IKA JB yang telah berhasil meraih gelar juara, dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Angkatan 22 yang telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Kalian telah memberikan yang terbaik dan menjadi inspirasi bagi kami semua," ujar Daud Madmuar."BPM Cup ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga tentang membangun silaturahmi dan mempererat persaudaraan antar civitas akademika IJB. Kami berharap semangat sportivitas dan kebersamaan ini dapat terus terjaga dan menjadi modal berharga bagi kita semua," pungkasnya. Penulis: BimzEditor: GF 18 Nov 2025, 00:57 WIT
Adrian Andhika Thie Resmi Pimpin DPC PDIP Mimika Periode 2025–2030 Papuanewsonline.com, Timika – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan memberikan perhatian khusus pada pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika. Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun, yang juga anggota DPR RI, hadir langsung memimpin Sidang Pleno Penetapan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika periode 2025–2030. Acara berlangsung di Graha Eme Neme Yauware Timika pada Senin (17/11/2025).Konfercab ini dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Ketua DPD PDIP Papua Tengah Yuni Wonda, Sekretaris DPD Mathias Refra, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Ketua DPC PDIP Mimika Yohanes Felix Helyanan, serta para kader dan simpatisan partai. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan tifa secara bersama-sama yang menambah semarak suasana.Setelah melalui tiga kali sidang pleno dan satu kali pembahasan komisi, DPP PDI Perjuangan melalui Sekretaris DPD PDIP Papua Tengah Mathias Refra membacakan surat keputusan yang menetapkan Adrian Andhika Thie sebagai Ketua DPC PDIP Mimika Periode 2025–2030.Penetapan tersebut disaksikan langsung oleh pimpinan sidang Komarudin Watubun, Ketua DPD PDIP Papua Tengah Yuni Wonda, serta anggota sidang Yosep Temorubun dan Demianus Samin.Dalam arahannya, Komarudin Watubun kembali menegaskan pentingnya kaderisasi dalam tubuh organisasi politik. Ia menekankan bahwa PDI Perjuangan bukan sekadar gerombolan politik, tetapi organisasi politik dengan sistem pengkaderan yang jelas."Kita harus bisa membedakan gerombolan politik dengan organisasi politik. Dalam organisasi politik ada pengkaderan dan kaderisasi, bukan main comot-comot sana sini," tegas Komarudin Watubun.  Penulis: JidEditor: GF 18 Nov 2025, 00:48 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT