logo-website
Kamis, 05 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
LLDIKTI Lakukan Visitasi di Universitas Timika Guna Penambahan Prodi Ilmu Komputer Papuanewsonline.com, Mimika- Demi menunjang peningkatan mutu layanan Pendidikan tinggi di Universitas Timika serta sebagai syarat dalam pendirian Universitas yang mana wajib memiliki 5 Program Studi (Prodi) di Universitas Timika akan ditambahkan satu Prodi Baru yaitu Ilmu Komputer. Untuk itulah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah 14 melakukan Visitasi ke Universitas Timika pada Sabtu (30/11/2024) guna melihat langsung kelengkapan dokumen, tenaga pendidik dan kependidikan serta Sarana dan Prasarana yang disiapkan Universitas Timika.Hadir dalam visitasi tersebut antara lain : Eko Yuni Susilo (Kepala Pokja Kelembagaan), Akhmad A. Natsir dan Alvi B. Sitepu mewakili LLDIKTI wilayah 14. Sedangkan dari Universitas Timika antara lain : Yotam Tsolme (Sekretaris Yayasan PAMAT), Rukmini Marapil (Wakil Rektor I merangkap Plt.Koorprodi Ilmu Komunikasi), Suraya Madubun (Wakil Rektor II), Kalfin Arung (Koorpridi Agribisnis), Kartika Dewi Dayoh (Koorprodi Psikologi), perwakilan dosen dari 4 Prodi di Universitas Timika serta Tenaga Kependidikan lainnya. Dalam sambutannya mewakili Rektor Universitas Timika, Rukmini Marapil menyampaikan ucapan syukur dan rasa terima kasih dari segenap civitas akademika UTI atas progress yang telah berjalan selama kurang lebih 2 tahun belakangan ini. Dimana Universitas Timika berupaya keras untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan manajemen secara internal sehingga secara perlahan-lahan mendapatkan kepercayaan yang begitu besar dari LLDIKTI dalam pengembangan dan pertumbuhan kampus yang merupakan satu-satunya Universitas di kabupaten Mimika. Menurut Eko Yuni Susilo sebagai Kepala Pokja di LLDIKTI wilayah 14 turut mengapresiasi kemajuan dari Universitas Timika yang pada akhirnya mampu mempersiapkan penambahan satu (1) Program Studi baru yaitu, Ilmu Komputer sebagai salah satu syarat dalam pendirian Universitas yang harus memiliki 5 Program Studi (Prodi).  “Kehadiran kami disini untuk melihat secara langsung persiapan Universitas Timika, baik itu dosen-dosennya, sarana dan prasarana serta dokumen penunjang lainnya Lebih lanjut Eko Susilo berharap dalam waktu dekat Universitas Timika dapat segera menyiapkan penambahan lagi Prodi Baru untuk melengkapi yang sudah ada, yaitu Prodi Agribisnis, Psikologi, Ilmu Komunikasi dan Ilmu Komputer. “Ini wajib ditindaklanjuti untuk segera mengajukan satu lagi Prodi baru, kalau bisa secepatnya. Kami juga berharap pihak UTI dapat memperhatikan segala persyaratan yang diminta agar disiapkan dan diunggah secepatnya. Baik itu progress terkait Tenaga Pendidik dan Kependidikan, Sarana Prasaran serta dokumen pendukung lainnya, ujar Eko Susilo. (Redaksi) 02 Des 2024, 15:52 WIT
Pilkada Aman dan Lancar, Kapolda Maluku: Ucapkan Terima Kasih Atas Partisipasi Masyarakat Papuanewsonline.com, Ambon - Pesta demokrasi, pemilihan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) secara serentak tahun 2024 telah berlangsung aman, damai dan lancar di provinsi Maluku.Terkait kondusifitas keamanan hingga saat ini, Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Eddy Sumitro Tambunan, M.Si menyampaikan terima kasih dan apresiasianya kepada semua pihak terkait, khususnya masyarakat. "Pilkada serentak di Maluku telah berlangsung aman dan lancar. Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat atas dukungan dan partisipasinya, sehingga sampai saat ini situasi tetap aman terkendali," kata Kapolda Irjen Eddy Tambunan, Minggu (1/12/2024).Kapolda mengatakan, pemilihan calon gubernur-wakil gubernur Maluku, calon bupati-wakil bupati dan calon walikota-wakil walikota di 11 kabupaten/kota yang berjalan aman dan lancar, menandakan tingkat kedewasaan masyarakat."Masyarakat Maluku semakin dewasa dan cerdas dalam berdemokrasi, ini terlihat dari sejak awal sampai berakhirnya pemilihan kepala daerah tidak terjadi hal-hal yang menonjol yang mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat," ungkapnya.Pilkada, lanjut Kapolda telah berakhir. KPU saat ini sedang menjalankan tugasnya. Siapapun kandidat kepala daerah yang ditetapkan terpilih, harus diterima secara legawa."Siapapun calon kepala daerah yang ditetapkan kita harus terima karena itulah pilihan masyarakat. Apabila ada yang tidak terima dengan keputusan KPU, gunakan prosedur hukum yang sudah ditentukan, jangan malah memprovokasi masyarakat yang pada akhirnya harus berurusan dengan hukum," ajaknya.Kepada seluruh elemen masyarakat, Kapolda mengaku Pilkada telah usai. Mari menjalankan rutinitas seperti sedia kala. Jangan karena perbedaan pilihan pada Pilkada kemarin, kemudian merusak persaudaraan dan kedamaian di bumi Maluku."Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua komponen masyarakat sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban di Maluku aman dan terkendali sampai saat ini," pungkasnya. PNO-12 02 Des 2024, 08:04 WIT
Warga Kelanungin Sambut Gembira Baju Gratis Satgas Habema Papuanewsonline.com, Puncak – Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) Raider 323/Buaya Putih Kostrad, salah satu Satuan Jajaran Komando Operasi HABEMA di Papua, tengah melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Mobil RI-PNG, di wilayah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Pada hari Sabtu, (30/11/2024), Satgas Yonif 323 Kostrad, khususnya Pos Gome pimpinan Lettu Inf Galang, melaksanakan Patroli dengan cara mengunjungi dan menyapa warga di wilayah Kampung Kelanungin, Distrik Gome.Komandan Satgas Yonif 323 Kostrad, Letkol Inf Tri Wiratno, menitipkan pesan kepada para Prajurit yang akan melaksanakan tugas patroli pada hari Sabtu tersebut. Pesannya, agar Prajurit TNI dapat memanfaatkan waktu penugasan untuk hal-hal positif, bukan sekedar melaksanakan tugas pengamanan wilayah saja. Letkol Inf Tri Wiratno tersebut rupanya langsung dijawab dengan inisiatif dan kreativitas para Prajurit TNI yang melaksanakan tugas Patroli, khususnya dengan cara melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dan membagikan baju gratis kepada anak-anak yang dijumpainya sepanjang rute Patroli.Dengan tetap mengedepankan aspek pengamanan Patroli, ketika berpapasan dengan warga, para Prajurit Satgas Yonif 323 Kostrad mengajak berkomunikasi dan disambut gembira oleh para warga Kelanungin. Dalam Komsos tersebut, pembagian baju gratis disambut gembira oleh anak-anak dan para orangtua yang mendampingi. Merasa diperlakukan layaknya saudara dekat, seorang Mama Papua, bernama Marta Otimuka mengucapkan terima kasih atas perhatian dari prajurit Satgas.“Terima kasih baju gratis untuk anak kami, Komandan 323. Tuhan memberkati," ucapnya gembira.Terpisah, Panglima HABEMA, Brigjen TNI Lucky Avianto, pasca menerima laporan pelaksanaan kegiatan, mengapresiasi inisiatif Satgas Yonif 323 Kostrad yang menggelar Patroli dengan melaksanakan Komsos di Kampung Kelanungin."Kegiatan ini merupakan upaya TNI melaksanakan Komsos inklusif dalam rangka mendukung upaya percepatan pembangunan di wilayah Papua," ungkapnya. PNO-12 02 Des 2024, 07:53 WIT
Wacana Pengalihan Polri Ke Kemendagri atau TNI Dinilai Ahistoris Papuanewsonline.com, Jakarta – Wacana untuk mengembalikan Polri di bawah kendali Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau bahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali mengemuka di ruang publik. Gagasan ini menuai kontroversi dan dinilai bertentangan dengan prinsip reformasi institusi keamanan yang telah berlangsung sejak era reformasi.Pitra Nasution, S.H., M.H. seorang praktisi hukum, menegaskan bahwa ide tersebut tidak hanya ahistoris, tetapi juga bertentangan dengan realitas peningkatan kinerja dan kepercayaan publik terhadap Polri. Menurutnya, keberadaan Polri sebagai institusi independen di bawah Presiden justru menjadi kunci keberhasilan reformasi yang selama ini diupayakan.“Hasil berbagai survei menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Ini membuktikan bahwa reformasi Polri telah membawa hasil positif. Polri harus tetap berada di bawah kendali Presiden untuk menjaga independensi dan profesionalismenya, tanpa intervensi politik yang bisa melemahkan fungsi utama penegakan hukum,” ujar Pitra Nasution, Minggu (1/12).Pitra menambahkan, mengembalikan Polri di bawah Kemendagri atau TNI dikhawatirkan dapat membuka kembali ruang intervensi politik yang mencederai prinsip netralitas institusi. Menurutnya, Polri sebagai institusi sipil bersenjata dirancang untuk melayani kepentingan masyarakat sipil, bukan sebagai perpanjangan dari struktur kekuasaan tertentu.“Kita sudah belajar dari sejarah bahwa dualisme fungsi keamanan sipil dan militer sering menciptakan kekacauan struktural. Menghidupkan kembali model tersebut sama saja membawa Indonesia mundur ke masa lalu yang penuh dengan ketidakpastian hukum dan instabilitas institusi,” tegasnya.Lebih jauh, Pitra juga menyoroti potensi terganggunya supremasi hukum jika Polri dipindahkan ke bawah Kemendagri atau TNI. Ia mengingatkan bahwa reformasi institusi keamanan, termasuk Polri, adalah hasil perjuangan panjang yang tak boleh disia-siakan.“Peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri adalah indikator keberhasilan reformasi yang harus kita jaga bersama. Menggoyahkan struktur yang sudah mapan hanya akan merusak kepercayaan yang telah dibangun dengan susah payah,” kata Pitra.Sebagai masyarakat yang peduli pada demokrasi dan supremasi hukum, Pitra mengajak publik untuk bersikap kritis terhadap wacana ini. Menurutnya, mempertahankan Polri sebagai institusi independen di bawah kendali Presiden adalah langkah terbaik untuk memastikan profesionalisme, netralitas, dan keberlanjutan reformasi institusi.“Usulan untuk mengubah struktur Polri ini tidak hanya tidak relevan, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang selama ini kita perjuangkan bersama,” pungkasnya. PNO-12 02 Des 2024, 07:44 WIT
Persiapan Nataru 2024, Kakorlantas Polri Tinjau Jalur Merak Hingga Ketapang Papuanewsonline.com, Lampung - Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Aan Suhanan, memimpin langsung pemantauan jalur darat dan laut dari Pelabuhan Merak-Bakauheni hingga Ketapang-Gilimanuk. Jalur ini menjadi perhatian khusus karena sering menjadi titik krusial dalam pergerakan masyarakat selama periode liburan.Irjen Aan menegaskan, Pelabuhan Ketapang merupakan salah satu lokasi yang harus dikelola dengan cermat. Berdasarkan data dan pengalaman sebelumnya, kemacetan kerap terjadi di titik ini, terutama saat cuaca buruk."Ketapang adalah salah satu titik yang menjadi perhatian utama kami selama Nataru. Kami berupaya memastikan pengelolaan transportasi berjalan lancar," ungkap Aan pada Jumat (29/11/2024) malam.Belajar dari kemacetan panjang akibat cuaca buruk dua tahun lalu, Korlantas Polri telah meningkatkan fasilitas dan infrastruktur di area pelabuhan. Dermaga telah diperbaiki, dengan kedalaman dan ketinggian air yang kini lebih stabil. Meskipun begitu, berbagai antisipasi tetap disiapkan untuk menghadapi potensi kendala, seperti tingginya volume kendaraan, keterlambatan kapal, atau cuaca ekstrem."Kami telah mempersiapkan tiga buffer zone, yaitu di Terminal Sritanjung, Grand Watu Dodol, dan Bulusan, untuk mengurangi antrean. Sistem satu arah juga akan diterapkan di depan Pelabuhan Ketapang," jelas Aan.Selain itu, dermaga baru di Bulusan kini siap digunakan sebagai kantung parkir kendaraan, yang mampu menampung ratusan mobil. ASDP Ketapang juga menambah tiga kapal reguler untuk meningkatkan kapasitas penumpang ke Bali. Pelabuhan Jangkar di Situbondo juga disiapkan sebagai alternatif, khusus untuk kendaraan barang, guna mengurangi kepadatan di Ketapang-Gilimanuk.Untuk menghindari antrean panjang, masyarakat diimbau membeli tiket penyeberangan lebih awal, yang kini tersedia hingga 60 hari sebelum keberangkatan. Sistem geofencing diterapkan dalam pembelian tiket, yang hanya dapat dilakukan dalam radius dua kilometer dari pelabuhan."Kami harap masyarakat menghindari puncak arus mudik agar tidak terjadi penumpukan. Pembelian tiket jauh-jauh hari sangat disarankan," kata Aan.Di jalur darat, koordinasi juga dilakukan dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk memastikan kesiapan jalur tol. Proyek perbaikan jalan tol dan non-tol ditargetkan selesai pada 14 Desember 2024, sehingga seluruh fasilitas dapat digunakan optimal menjelang puncak arus mudik pada 22-23 Desember."Kami pastikan semua jalur sudah siap digunakan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat," tutup Aan.Dengan berbagai langkah antisipasi ini, Korlantas Polri optimis arus mudik dan balik selama Nataru dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. PNO-12 01 Des 2024, 12:16 WIT
Polisi Evakuasi Penemuan Mayat Di Keerom Papuanewsonline.com, Keerom – Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Keerom, Lakukan Olah TKP Penemuan Mayat seorang Pria, di Kampung Wulukubun Arso 14, Kab. Keerom. Sabtu (30/11/24).Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Keerom, yang dipimpin Padal AKP Darwis M turun menuju TKP di Kampung Wulukubun setelah siang tadi, setelah mendapatkan laporan dari Masyarakat telah ditemukannya mayat pria dengan kondisi isi perut yang telah terurai keluar.Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Jetny L. Sohilait,SH.,MH menjelaskan bahwa, berdasarkan keterangan Saksi-saksi dan hasil identifikasi bahwa mayat yang ditemukan merupakan seorang Pria berinisial AT yang merupakan Warga Kampung Wulukubun, yang bekerja sebagai penjaga Kolam milik seorang Warga di Kampung Wulukubun."Mayat ditemukan didekat kolam tempat dia bekerja, saksi yang berada di TKP pertama kali menemukan, melihat kondisi Mayat sudah dalam Isi perut yang terurai keluar, Tim Ident kami sudah melakukan olah TKP tadi lgsung, meminta keterangan Saksi-saksi, dan bertemu dengan Pihak keluarga dari AT juga," kata Kasat Reskrim.Berdasarkan keterangan dari salah satu saksi mengungkapkan bahwa pada hari Senin (25/11) masih bertemu dan tidur bersama AT di Pondok Kamp Karyawan dekat Kolam ikan tempat AT bekerja bersama, keesokan harinya menemukan AT di Pondok dengan Kondisi sakit Malaria.“Pihak dari Keluarga AT juga telah memberikan ijin dan menyerahkan Kepada Kepolisian untuk melakukan Visum Et Repertmum terkait penyebab kematian dari AT, dan jenasah dibawa ke Rumah Sakit Kwaingga Arso, untuk dilakukan Visum Et Repertmum, sebab Polisi belum dapat memastikan penyebab kematian dari Mayat yang ditemukan” tutupnya. PNO-12 01 Des 2024, 12:07 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT