Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Menuju Pilkada Serentak, Polda Papua Gelar Acara Doa Bersama
Papuanewsonline.com, Jayapura – Demi terciptanya Pilkada yang Damai, Lancar, Tertib dan Sukses di Tahun 2024 ini, Polda Papua menggelar kegiatan Doa bersama yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Jayapura, JL. Baru Kemiri Sentani, Senin (02/09).Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pj. Bupati Jayapura, Ir. Semuel Siriwa, M.Si., Sekda kabupaten Jayapura, Ibu Dr. Hana S. Hikoyabi, S.Pd., M.KP., Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Ibu Cintya Ruliani Talantan S.Kom., Dir Binmas Polda Papua, Kombes Pol. Erick Kadir Sully, S.I.K., Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.IK., serta tamu undangan terhormat lainnya.Dalam kesempatannya Pj. Bupati Jayapura, Ir. Semuel Siriwa, M.Si. menyampaikan bahwa pada kesempatan ini lebih dari 85 hari ke depan Akan dilaksanakan Pilkada tahun 2024, tentunya diharapkan menjadi pemilu yang aman, damai, dan tertib.“Atas sama Pemerintah Kabupaten Jayapura, saya ingin menitip berbagai pesan, termasuk dari Polres Jayapura yang terlebih tadi dari Toko Adat yang diwakili agar Pilkada ini benar-benar aman, damai, tertib dan sukses,” ucapnya.Lebih lanjut Ia menambahkan untuk kepada seluruh masyarakat Kepala Daerah terutama kepada peserta yang mencalonkan diri, agar tentunya masyarakat bisa memilih dengan damai dan tenang untuk menjaga situasi tetap kondusif.“Sebagaimana perkara itu akan terlaksana dengan baik, kita harapkan pasangan-pasangan inilah yang nanti akan mengkondisikan situasi, sehingga seluruh persiapan bahkan sampai pelaksanaan dan pendetapan Bupati, diharapkan dalam kondisi aman, damai, tertib dan sukses.Adapun setelah pelaksanaan sambutan serta, doa Bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas dari seluruh instansi maupun stake holder, serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kondisi Pilkada serentak di Kabupaten Jayapura tetap aman dan damai. (PNO-12)
03 Sep 2024, 20:01 WIT
Hadiri Upacara Ziarah di TMP Kapahaha Ambon, Wakapolda: Selamat HUT ke-79 TNI AL
Papuanewsonline.com, Ambon - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 TNI Angkatan Laut, Lantamal IX/Ambon melaksanakan upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapahaha, Kota Ambon, Selasa (3/9/2024).Upacara ziarah dan tabur bunga untuk mengenang jasa para pahlawan ini turut dihadiri oleh Wakapolda Maluku Brigjen Pol Sumadi, S.Ik., M.H. Hadir Komandan Lantamal IX/Ambon, Kabakamla Zona Maritim Timur, dan Danguspurla Koarmada III TNI AL.Pelaksanaan upacara dimulai pukul 08.00 WIT. Wakapolda Maluku bersama petinggi TNI AL di Maluku terlihat mengikuti upacara dengan penuh khidmat.Kehadiran Wakapolda juga menunjukkan sinergi yang kuat antara TNI AL dan Polri di wilayah Maluku, dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban kawasan maritim yang strategis.Pada kesempatan itu, Wakapolda menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dilaksanakannya upacara ziarah di TMP sebagai bentuk penghormatan kepada arwah para pahlawan dan mengenang jasa-jasa mereka dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI."Kami menyampaikan selamat hari ulang tahun kepada TNI AL yang ke 79. Semoga TNI AL selalu terdepan dalam menjaga wilayah maritim Indonesia, khususnya di perairan provinsi Maluku," katanya.Wakapolda juga berharap ke depan TNI AL dan Polri di wilayah Maluku selalu bersinergi dan solid dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif."Kita juga berharap ke depan TNI AL dan Polri di Maluku terus meningkatkan kerjasama, sinergitas dalam menjaga situasi kamtibmas khususnya di wilayah perairan," harapnya. (PNO-12)
03 Sep 2024, 19:53 WIT
PBNU Imbau Santri Tak Terprovokasi Pembenturan Polri
Papuanewsonline.com, Jakarta - PBNU mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) dan santri untuk tidak terprovokasi pembenturan yang tengah terjadi. Belakangan, pembenturan antara santri dan Polri tengah santreng terdengar. Di media sosial, ada penggerakan buzzer untuk memviralkan tagar #santrimenolakpolisi."Selama ini hubungan Polri dan santri sangat baik. Apalagi Pak Kapolri Jenderal Sigit itu sangat takdzim dengan kiai," kata Latopada dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/9/24).Menurutnya, tagar tersebut menumpang isu pembubaran unjuk rasa dengan semprotan gas air mata dari polisi. Sebab, ada yang mengenai beberapa santri yang sedang berada di sekitar lokasi."Untuk kasus gas air mata ini, saya kira Polri melalui Kabid humas Polda Jateng sudah meminta maaf dan mendatangi lokasi. Jadi janganlah ini dibesar-besarkan dengan tujuan membenturkan santri NU dan polri," ungkapnya.Lebih lanjut ia memaparkan, hubungan antara Polri dan santri, terutama santri NU dan pondok pesantren, sangat baik. Polri selalu bersinergi di setiap kegiatan santri."Secara pribadi kapolri sangat takdzim sama kiai. Beliau kerap sowan untuk meminta masukan dan saran dari para kiai NU. Jadi sangat tidak mungkin ada niatan dari polisi memusuhi santri," jelasnya.Ditambahkannya, Kapolri juga sangat dekat dengan siapapun. Apalagi, Jenderal Sigit saat ini sangat mudah ditemui dan diajak berdialog.Kapolri juga dipandangnya berhasil membawa polisi menjadi pengayom masyarakat dan benar-benar berfungsi menertibkan masyarakat dan menjadi penegak hukum yang baik."Jadi kalau ada yang mengatakan Kapolri sulit ditemui itu pasti Hoax. Asal keperluannya jelas untuk kepentingan negeri saya kira Kapolri bisa ditemui kapanpun," jelasnya. (PNO-12)
03 Sep 2024, 19:39 WIT
Eks Kajati Papua Bongkar Aromah TPPU Johanes Rettob
Papuanewsonline.com, Jakarta- Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Witono membongkar aromah busuk dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menyeret Plt Bupati Mimika Johanes Rettob.Witono membenarkan bahwa disaat menjabat, Kejaksaan Tinggi Papua telah mengantongi data dari PPATK terkait dengan dugaan TPPU yang menyeret Johanes Rettob." Benar, sudah ada data dari PPATK, jadi walaupun kasus dugaan korupsi yang bersangkutan sudah punya kekuatan hukum tetap, namun ada data dari PPATK yang yang bisa ditindaklanjuti, karena tidak ada kaitan dengan kasus asal (dugaan korupsinya), saya kira ini menjadi ujian bagi Pak Kajati yang baru," ujar Witono melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (3/9/2024).Witono menyebutkan, data dari PPATK tinggal didalami oleh penyidik karena tidak berkaitan dengan kasus asal yang sudah berkekuatan hukum tetap." Tolong dimonitor, karena perkara itu harus dilanjutkan, mengingat ada beberap temuan PPATK hal yang tidak berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang sudah berkekuatan hukum tetap, misalnya dugaan TPPU terkait perjalanan dinas kan sudah ada data dari PPATK, sehingga ini ujian bagi Pak Kajati yang baru," ujarnya.Terpisah Diketahui, skandal dugaan Tindak pencucian uang (TPPU) Johenas Rettob hingga kini masi mengendap di laci penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua.Beredar informasi, mengandap-nya perkara kasus dugaan TPPU yang menyeret Johanes Rettob ini, karena ada hubungan emosional pihak berperkara dengan Aspidsus Kejati Papua yang baru.Beberapa waktu lalu Kejati Papua, menyelidiki dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh Plt Bupati Mimika Johannes Rettob. Sehingga Kejati Papua telah mengantongi data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).Padahal Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Witono , disaat menjabat didampingi Kasipenkum Aguwani, dengan gaganya menerangkan di Media bahwa, Kejati Papua telah mengantongi bukti awal dugaan TPPU dari Plt Bupati Mimika Johanes Rettob Cs dari PPATK.Alhasil saat itu Witono mengaku pihaknya akan menaikkan status TPPU tersebut ke tahap penyidikan dengan menetapkan Johanes Rettob jadi tersangka, sehingga tinggal menunggu waktu, namun dari tahun 2023 hingga akhir 2024 kasus tersebut berjalan ditempat, yakni masih mengendap di laci penyidik Kejaksaan Tinggi Papua.(Tim).
03 Sep 2024, 17:08 WIT
Kajati Papua Hendrizal Husin Diminta Jangan " Mandul " Tuntaskan Kasus TPPU JR
Papuanewsonline.com, Jakarta- Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Hendrizal Husin diminta jangan " Mandul " dalam menuntaskan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob Cs.Demikan disampaikan koordinator Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa orang asli Papua Anti Korupsi, Alfred Pabika di Jakarta, Selasa (3/9/2024).Alfred meminta agar Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Hendrisal Husin bersama jajaranya jangan bermain di air keruh, karena data awal dari PPATK menjadi dasar proses pengambilan keterangan dari Johanes Rettob sudah harus dilaksanakan." Kami sudah bertatap muka dengan Kepala Pusat penerangan hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar, dan beliau sampaikan bahwa penanganan perkara dugaan tindak pidana pencucuan uang (TPPU), yang menyeret Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob ditangani Kejaksaan Tinggi Papua, tapi belum ada kejelasan," ujar Alffred.Alffred berharap agar Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Hendrizal Husin beserta jajaranya transparan dalam penanganan perkara tersebut. "Kami sebagai penggiat anti korupsi orang asli papua benar-benar kecewa atas sikap dan tindakan dari pihak penyidik Kejaksaan Tinggi Papua, yang terkesan mandul dalam mengusut tuntas kasus ini," jelasnya.Terpisah, Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Witono membenarkan bahwa disaat menjabat pihaknya telah mengantongi data dari PPATK terkait dengan beberapa hal yang berhubungan dengan dugaan TPPU yang menyeret Johanes Rettob." Benar, sudah ada data dari PPATK, terkait beberapa hal, jadi saya kira ini menjadi ujian bagi Pak Kajati yang baru," ucapnya.Disinggung terkait bebasnya Johanes Rettob sesuai putusan Mahkamah Agung yang sudah berkekuatan hukum tetap, Ia menyatakan dari data PPATK, penyelidikan TPPU bisa dilakukan karena tidak ada kaitan dengan kasus dugaan korupsi yang sudah berkekuatan hukum tetap." Tolong dimonitor, karena perkara itu harus dilanjutkan, mengingat ada beberap temuan PPATK hal yang tidak berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang sudah berkekuatan hukum tetap itu, dan ini ujian bagi Pak Kajati yang baru," jelasnya.Sementara itu Diketahui, skandal dugaan Tindak pencucian uang (TPPU) Johenas Rettob hingga kini masi mengendap di laci penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua.Beberapa waktu lalu Kejati Papua, menyelidiki dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh Plt Bupati Mimika Johannes Rettob. Sehingga Kejati Papua telah mengantongi data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).Saat itu Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Witono menerangkan bahwa ada beberapa hal yang sifatnya TPPU kaitannya dengan (Johannes) Rettob. Witono mengaku pihaknya akan menaikkan status TPPU tersebut dengan menetapkan Johanes Rettob jadi tersangka, sehingga tinggal menunggu waktu, namun dari tahun 2023 hingga akhir 2024 kasus tersebut berjalan ditempat di Kejaksaan Tinggi Papua.(Tim)
03 Sep 2024, 15:35 WIT
Kapolda Maluku Terima Kunjungan Silaturahmi JICA Indonesian
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Eddy Sumitro Tambunan, M.Si., menerima kunjungan silaturahmi dari perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesian Office. Yang datang yaitu Mr. Kashima Kohei, Project Formulation Advisor, JICA Indonesian Office, dan Kombes Pol (Purn) Ermiady Yadi, Security Advisory, JICA Indonesian Office.Pertemuan silaturahmi dengan Kapolda dihelat di ruang tamu Markas Polda Maluku, Kota Ambon, Selasa (27/8/2024). Turut hadir mendampingi Kapolda yakni Direktur Binmas Polda Maluku.Pada pertemuan tersebut kedua pihak membicarakan mengenai potensi kerjasama hingga tantangan operasional ke depan di wilayah Maluku.Kapolda Maluku saat menerima kedatangan perwakilan JICA Indonesian Office memberikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan mereka di Markas Polda Maluku."Polda Maluku selalu terbuka dan menyambut baik segala bentuk kerjasama, terutama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Maluku," kata Irjen Eddy Sumitro Tambunan.Untuk diketahui, JICA atau Badan Kerja Sama Internasional Jepang, adalah sebuah lembaga yang didirikan pemerintah Jepang untuk membantu pembangunan negara-negara berkembang. Lembaga ini berada di bawah kekuasan Departemen Luar Negeri.Selain mempererat hubungan bilateral, pertemuan yang dilakukan juga membahas berbagai aspek terkait situasi dan kondisi geografis serta karakteristik wilayah Maluku yang menjadi tantangan bagi pelaksanaan tugas kepolisian. Diskusi yang dilaksanakan diharapkan dapat menjadi landasan bagi kerjasama strategis yang lebih kuat antara Polda Maluku dan JICA dalam berbagai bidang. (PNO-12)
03 Sep 2024, 12:11 WIT
Tingkatkan Sinergitas, Kapolda Maluku Hadiri Syukuran HUT ke-79 Kejaksaan RI
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Eddy Sumitro Tambunan, M.Si, menghadiri acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kejaksaan RI yang dilaksanakan Kejaksaan Tinggi Maluku di Santika Hotel, Kota Ambon, Senin (2/9/2024).Selain Kapolda Maluku, hadir dalam acara syukuran tersebut yaitu Kajati Maluku, Penjabat Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Danlantamal IX/Ambon, Ketua DPRD Provinsi Maluku, dan pimpinan instansi terkait di Maluku.HUT Kejaksaan RI tahun ini mengusung tema “Hari lahir Kejaksaan sebagai simbol terwujudnya kedaulatan penuntutan advocaat generaal”.Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Agoes Soenanto Prasetyo dalam pidatonya, menegaskan kembali komitmen Kejaksaan untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugasnya. "Kami berharap agar sinergi yang telah terjalin dengan baik bersama instansi terkait dapat terus ditingkatkan demi kemajuan provinsi Maluku," harapnya.Kapolda Maluku Irjen Eddy Sumitro Tambunan saat menghadiri acara syukuran tersebut turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang ke-79 Kejaksaan RI kepada Kajati Maluku bersama seluruh jajarannya.Kapolda juga memberikan apresiasi mendalam atas kontribusi Kejaksaan dalam menjaga stabilitas hukum dan keadilan di Maluku. Orang nomor 1 Polda Maluku ini menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antara Kepolisian, Kejaksaan, dan lembaga hukum lainnya adalah kunci untuk memastikan penegakan hukum yang efektif dan adil di wilayah ini."Kami menyampaikan selamat ulang tahun Kejaksaan RI yang ke 79. Semoga ke depan Kejaksaan selalu sukses dalam menjalankan tupoksinya," kata Kapolda.Kapolda juga berharap dengan bertambahnya usia Kejaksaan RI, peran Kejaksaan terus ditingkatkan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya penegakan hukum, serta menciptakan lingkungan yang kondusif."Kami juga berharap Kejaksaan khususnya Kejati Maluku dapat terus bersinergi dengan Polda Maluku dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui penegakan hukum yang berkeadilan," harapnya. (PNO-12)
03 Sep 2024, 11:59 WIT
Siap Amankan Kunjungan Paus Fransiskus dan ISF, Polri: Kredibilitas Negara di Dunia Internasional
Papuanewsonline.com, Cilangkap - TNI-Polri menggelar apel gelar pasukan gabungan dalam rangka pengamanan kunjungan Paus Fransiskus dan kegiatan International Sustainability Forum (ISF) 2024 di Jakarta. Apel gelar pasukan ini dilakukan guna memastikan kesiapan personel dan alat kelengkapan pengamanan.Dankorbrimob Polri selaku Kaops Operasi Tribrata Jaya 2024 Komjen Pol Imam Widodo membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam apel gelar pasukan."Pada hari ini kita melaksanakan operasi Tribrata Jaya 2024 dalam rangka kunjungan Paus Fransiskus dan kegiatan International Sustainbillity Forum 2024 dapat berjalan dengan aman tertib dan lancar," kata Imam di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (2/9/2024).Imam menuturkan, kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia memiliki makna yang sangat penting, khususnya terkait dengan penguatan kerukunan hidup antar umat beragama yang perlu terus dijaga dan dikembangkan bersama."Sebagaimana kita ketahui rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia sejak tahun 2020 namun rencana ini tertunda akibat pandemi covid-19 yang merebak di seluruh dunia hingga akhirnya kementerian luar negeri Republik Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa Laus Fransiskus akan mengunjungi Indonesia yaitu di Jakarta pada tanggal 3 sampai dengan 6 September 2024," katanya.Imam mengatakan, selama berada di Indonesia Paus Fransiskus akan melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya pertemuan dengan presiden Republik Indonesia pertemuan dengan otoritas civil society dan diplomatik, pertemuan dengan Imam Besar Masjid Istiqlal dan tokoh-tokoh agama lainnya serta perayaan Misa Akbar bersama umat Katolik di GBK.Berbarengan dengan agenda kunjungan Paus, Indonesia khususnya Jakarta juga akan menggelar kegiatan ISF di JCC Senayan. Bahkan, selain di Jakarta, Indonesia juga menjadi tuan rumah event internasional lainnya seperti Indonesia Afrika Forum (IAF) ke-2 dan High Level Forum on Multi Stakeholder Partnership (HLF MSP) di Bali."Pada kesempatan ini kita diberikan kepercayaan untuk melakukan pengamanan terhadap dua kegiatan sekaligus yang tentunya akan memiliki dinamika yang berbeda dalam pelaksanaannya, namun demikian kita harus tetap menunjukkan kinerja dan pengabdian terbaik kita semua yang hadir di sini harus bangga menjadi bagian dari sejarah untuk melakukan pengamanan peristiwa yang sangat penting bagi bangsa Indonesia," jelasnya.Pengamanan kunjungan Paus Fransiskus dan ISF di Jakarta, kata Imam akan menerapkan pola pengamanan sinergi dengan TNI dan komponen pengamanan lainnya. Rencana operasi sudah disusun dan distrubusikan agar menjadi acuan pelaksanaan tugas pengamanan. Petunjuk dan arahan juga sudah dilakukan melalui rapat koordinasi dan surat telegram."Kita sudah laksanakan latihan pra operasi. Kita harus menyiapkan semaksimal mungkin mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendaliannya," katanya.Lebih lanjut, ia menuturkan, Polri memiliki sumber daya yang cukup, baik personel maupun sarana dan prasarananya. Menurutnya, kepercayaan pemerintah terhadap Polri untuk menjadi bagian dari pengamanan event yang sangat penting ini harus dimaknai dengan pelaksanaan tugas pengamanan sebaik-baiknya."Kita tidak boleh underestimate, waspada setiap potensi ancaman sekecil apapun yang dapat mengganggu jalannya kegiatan pengamanan internasional. Seluruh pengamanan ini merupakan pertaruhan kredibilitas negara di dunia internasional," katanya.Kegiatan pengamanan yang dilaksanakan saat ini, lanjutnya menjadi momen untuk menunjukkan jati diri Polri kepada masyarakat dan dunia internasional bahwa Polri sebagai sosok yang humanis, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat tanpa pamrih dan pandang bulu.Sebanyak 4.730 personel baik dari Mabes Polri maupun dari Polda Metro Jaya untuk pengamanan akomodasi rombongan paus fransiskus, para delegasi, objek kegiatan, pengawalan, pengamanan rute hingga pengamanan parkir."Operasi ini mengedepankan kegiatan preemtif preventif didukung kegiatan gakkum, siber, interpol dan kehumasan dalam rangka pengamanan rangkaian kegiatan kunjungan Paus Fransiskus dan ISF," ucapnya.Ia pun meminta seluruh kasatgas, kasubsatgas dan para perwira pengendali di lapangan agar mampu menentukan langkah dan upaya yang lebih proaktif dan aplikatif, serta dapat menentukan penanganan yang tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi setiap permasalahan dan hakikat ancaman yang ada sesuai dengan situasi dan kerawanan yang ada dan sesuai dengan ploting penugasan masing-masing.Ia pun menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian anggota dalam pelaksanaan pengamanan kunjungan Paus Fransiskus dan ISF 2024.Pertama, siapkan mental dan fisik yang dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat."Hindari sikap dan tindakan-tindakan tidak simpatik dan arogan yang tidak mencerminkan karakter pelindung pengayom dan pelayan masyarakat," katanya.Kedua, lakukan detektsi dini dengan mengoptimalkan peran fungsi intelijen untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat sehingga dapat diantisipasi sedini mungkin setiap permasalahan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.Ketiga, laksanakan tugas pengamanan dengan penuh kebanggaan, tanggung jawab yang tinggi dan tampilkan jati diri polri sebagai sosok pelindung, pengayom, pelayanan masyarakat.Keempat, bersama-sama dengan tni dan seluruh stakeholders untuk bahu membahu melaksanakan tugas ini sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman tertib dan lancar. "Kelima tetap waspada dan siap siaga terhadap kemungkinan aksi teror dan aksi kriminalitas maupun bencana. Keenam siapkan skala sumber daya organisasi menghadapi aksi teror, kriminalitas dan bencana yang dapat menimbulkan kegagalan operasi," ujarnya.Ketujuh, dapat bertindak cepat dan melakukan tindakan kepolisian guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada rombongan Paus Fransiskus maupun peserta atau delegasi ISF dan masyarakat.Kedelapan, waspadai potensi ancaman sekecil apapun yang dapat mengganggu pelaksanaan seluruh kegiatan baik di akomodasi, rute perjalanan, tempat kegiatan maupun objek-objek lain yang akan dikunjungi.Kesembilan, lakukan langkah dan upaya yang lebih proaktif dan implementatif guna menentukan strategi pengamanan yang tepat efektif dan efisien di lokasi akomodasi, rute perjalanan, objek kegiatan maupun objek lainnya yg akan dikunjungi sehingga permasalahan dapat diatasi."Sepuluh laksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional serta bertindak tegas namun humanis terhadap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas dan kamseltibcarlantas. Sebelas maksimalkan penyelenggaran operasional dengan memanfaatkan peralatan dan sarana prasarana yang didukung dengan teknologi informasi modern dan terintegrasi," katanya.Sementara itu, Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Agus Hariadi mengatakan, TNI akan mengerahkan sebanyak 4.300 personel dengan standar kekuatan alutsista yang sudah ada standarnya."Ini disesuaikan dengan selain kehadiran Paus tadi kita sampaikan ada kegiatan ISF yang menghadirkan pejabat negara luar setingkat Presiden atau Perdana Menteri. Ini sudah ada standarnya. Yang menempel dari Paspampres sudah ada protapnya. Kita masih menunggu kepastian berapa pejabat selevel presiden atau PM hadir jadi satu paket. Seandainya satu kepala negara itu berapa tim yang akan digelar," katanya. (PNO-12)
03 Sep 2024, 09:40 WIT
Pimpin Apel Gabungan Personel Polda Maluku, Ini Pesan Wakapolda
Papuanewsonline.com, Ambon - Wakapolda Maluku Brigjen Pol Samudi, S.I.K., M.H, memimpin apel gabungan personel Polda Maluku yang berlangsung di lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Senin (2/9/2024).Saat memimpin apel yang dihadiri para pejabat utama Polda, Wakapolda menekankan beberapa hal untuk menjadi perhatian seluruh personel Polri di wilayah Maluku.Wakapolda mengingatkan personel untuk tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun. Seluruh anggota diingatkan agar tidak bersinggungan dengan pelanggaran kode etik, disipin, bahkan hingga terlibat tindak pidana narkoba."Personil Polda dan Polres-polres jajaran jangan bermain atau bersinggungan sebagai pengguna apalagi sebagai pengedar jaringan narkoba," tegasnya.Polri, lanjut Wakapolda, sedang disorot khususnya hal-hal negatif di media sosial. Olehnya itu setiap personel yang melaksanakan patroli keamanan agar dapat menyapa, serta menegur masyarakat dengan menggunakan bahasa yang santun, humanis dan beretika. "Apabila ada beberapa masyarakat yang sudah tidak respect dengan Polri dan ada niat untuk menjatuhkan Polri maka mereka bisa saja sengaja memancing jebakan dan kemudian merekam dengan kamera," katanya mengingatkan. Wakapolda menekankan setiap personel untuk selalu menjaga integritas Polda Maluku dengan tidak melakukan pelanggaran dan tindak pidana. Bangun hubungan relasi yang harmonis dengan siapa saja untuk menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif."Jaga integritas Polda Maluku dengan tidak melakukan pelanggaran dan tindak pidana itu sudah cukup baik," harapnya. (PNO-12)
03 Sep 2024, 09:35 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru