logo-website
Jumat, 24 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Wakapolda Papua Gelar Tatap Muka Bersama LMA Port Numbay Di Rumah Adat Obhe Warke Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Petrus Patridge R. Renwarin, S.H., M.Si, melaksanakan acara tatap muka dengan Lembaga Musyawarah Adat (LMA) Port Numbay, Senin (13/11), yang berlangsung di Rumah Adat Obhe Warke, kediaman Ketua LMA Port Numbay. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh adat, termasuk George Arnold Awi selaku Ketua LMA Port Numbay, Ka Distrik Heram Boby J. Awi, S.STP., M.Si, Tokoh Muslim Papua Taha Alhamid, dan Kepala Suku Sembekra Nafri Daniel Awi, serta Para Ondoafi LMA Port Numbay.Tatap muka ini diadakan dengan tujuan untuk mendengar langsung keluhan dan masukan dari masyarakat, khususnya para tokoh adat dan masyarakat di wilayah Port Numbay. George Arnold Awi, dalam sambutannya, menyambut baik kehadiran Wakapolda Papua, mengucapkan selamat datang, dan mengajak untuk mendukung tugas-tugas beliau agar berjalan lancar."Wakapolda Papua ini datang ke tempat ini sebagai anak adat, sehingga kita harus mendukung tugas-tugas beliau kedepannya agar berjalan lancar," ujar George Arnold Awi.Dalam responsnya, Wakapolda Papua menyampaikan kebanggaannya atas amanah yang diberikan Tuhan kepadanya sebagai orang asli Port Numbay yang menjabat sebagai Wakapolda Papua. Beliau menegaskan tanggung jawabnya yang besar dalam menjaga Kamtibmas, terutama menjelang Pemilu tahun 2024."Saya berharap untuk tempat ini agar kita sering ke sini membicarakan hal-hal yang penting dan saling memperkenalkan diri. Saya berharap juga untuk kemajuan daerah Port Numbay dan tanah Papua tercinta kita," ungkap Wakapolda Papua.Dalam momen ini, Wakapolda Papua juga berbagi cerita tentang perjalanan karirnya, termasuk lulus dari Akpol pada tahun 1991 satu angkatan dengan Kapolri saat ini, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan mengajak para hadirin untuk saling mengenal dan bersinergi demi kemajuan daerah. (PNO-12) 14 Nov 2023, 08:42 WIT
Cooling System Jelang Pemilu 2024, Polres SBB Gelar Kebaktian Kebangunan Rohani Papuanewsonline.com, SBB - Kepolisian Resort Seram Bagian Barat (Polres SBB) menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani. Kegiatan ibadah ini dilaksanakan di halaman Markas Polres SBB, Sabtu (11/11/2023) malam. Kebaktian Kebangunan Rohani yang turut dihadiri Kapolres SBB AKBP Dennie A. Dharmawan ini, dipimpin oleh Pdt. Yandi Manobe. Turut hadir Forkopimda SBB, tokoh agama, tokoh masyarakat dan stakeholder lainnya.Ibadah kebaktian yang dilaksanakan tersebut selain memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, juga dalam rangka cooling system menjelang perhelatan Pemilu Tahun 2024.Kapolres SBB dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pdt. Yandi Manobe di bumi saka mese nusa. "Malam hari ini kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita bisa berkumpul untuk kegiatan kebaktian kebangunan rohani ini," katanya.Kapolres berharap kegiatan yang dilaksanakan ini dapat menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten SBB."Malam ini mari kita memuji Tuhan melalui ibadah kebaktian hari ini dengan sungguh-sungguh agar kedamaian di Bumi Saka Mese Nusa tetap terjaga," harapnya.Pemilu serentak sudah di depan mata. Kapolres pun mengajak seluruh elemen masyarakat agar dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif."Beberapa saat lagi kita akan melaksanakan pesta demokrasi, Pemilu 2024. Saya menitipkan kepada masyarakat untuk selalu menjaga Kamtibmas di kabupaten SBB," pintanya. PNO-11 13 Nov 2023, 20:59 WIT
Kapolda Papua Hadiri Safari Pemilu untuk Sukseskan Pemilu 2024 di Provinsi Papua Papuanewsonline.com, Jayapura - Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K., menghadiri kegiatan Safari Pemilu TNI, Polri, Pemda, dan Penyelenggara Pemilu Provinsi Papua di Aula Atumakuri Hotel Suni Abepura, Sabtu (11/11/2023).Kegiatan yang bertema "Sinergitas TNI, Polri, Pemda, dan Penyelenggara Pemilu Dalam Mensukseskan Pemilu 2023-2024 Guna Terwujudnya Situasi Kamtibmas yang Kondusif di Provinsi Papua" ini Kapolda turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari berbagai instansi terkait.Diantarnnya Pj. Sekda Provinsi Papua, Y. Derek Hegemur, S.H., M.H., Kapoksahli Kodam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Achmad Fauzi, S.I.P., M.M., dan sejumlah pejabat utama Polda Papua. Juga turut hadir beberapa pejabat dari Lanud Silas Papare dan Lantamal X Jayapura, Forkopimda Kabupaten dan Kota se-Provinsi Papua, Ketua FKUB Provinsi Papua Pdt. Lipiyus Biniluk, S.Th., para Kapolres/ta se-jajaran Provinsi Papua, dan berbagai tokoh agama, adat, dan masyarakat.Dalam paparannya, Kasubbag Opsin Binda Papua, Herri Sunandar, S.E., S.Sos., menyampaikan kondisi politik dan keamanan di Provinsi Papua secara umum terkendali. Namun, ia juga mengidentifikasi empat potensi kerawanan pada penyelenggaraan Pemilu 2024, meliputi praktek money politik, netralitas penyelenggara pemilu dan aparatur negara, serta politik identitas.Pentingnya mencermati Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024, yang menempatkan Provinsi Papua dalam kategori kerawanan sedang dengan nilai 39.00, Herri Sunandar menyoroti isu-isu potensial, termasuk money politics, black campaign, kondisi geografis, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), independensi dan profesionalitas penyelenggara, netralitas ASN dan Apkam, penggunaan sistem noken, keberadaan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP), dan konflik antar pendukung."Guna memastikan Pemilu 2024 berjalan aman dan lancar diperlukan strategi pengamanna yang meilputi pemetaan kerawanan, koordinasi dengan penyelenggara pemilu, koordinasi dengan apkam, penggalangan tokoh prominen dan viralisasi konten positif,” tuturnya.Dalam konteks keamanan, ancaman dari KSTP yang diperkirakan akan memanfaatkan berbagai momentum dan isu untuk menganggu pelaksanaan Pemilu 2024, menjadi perhatian serius. “Strategi pengamanan yang mencakup pemetaan kerawanan, koordinasi dengan penyelenggara pemilu dan aparat keamanan, penggalangan tokoh prominent, dan viralisasi konten positif dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama Pemilu,” tambahnyaKapoksahli Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Achmad Fauzi, S.I.P., M.M., menegaskan keterlibatan TNI dalam mendukung pelaksanaan Pemilu dengan netralitas sebagai prinsip utama. Kodam XVII/Cen memiliki tugas pokok untuk menangkal, mencegah, dan menanggulangi ancaman dari dalam dan luar negeri di seluruh wilayahnya. Fauzi menekankan perlunya memperkirakan tingkat ancaman dengan mencermati situasi politik sosial budaya hankam, terutama dalam menghadapi sistem noken di Papua. “Tentunya ini Pemilu yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia yang dilakukan secara serentak, sehingga perlu sinergitas bersama disetiap tahapan agar dapat mewujudkan Pemilu yang aman, damai dan jujur, dimana Papua menjadi barometer atau sorotan di Indonesia,” ungkapnya.Dalam konteks mitigasi risiko, Fauzi menyampaikan beberapa langkah, termasuk penyiapan personel TNI, persiapan cadangan, patroli rutin, pemetaan daerah rawan konflik, koordinasi dengan Polri, dan perbantuan maksimal kepada KPU. Ia juga menekankan pentingnya menjaga netralitas TNI dan mendorong partisipasi aktif dalam mendukung kesuksesan Pemilu 2024.Pj. Sekda Provinsi Papua, Y. Derek Hegemur, S.H., M.H., memberikan paparan terkait aspek aktor, sistem pemilihan, manajemen, dan pelaksanaan serta penegakan hukum dalam Pemilu. Hegemur mengakui pentingnya dukungan pemerintah dan Pemda dalam memberikan anggaran, menugaskan personel, menyediakan sarana dan prasarana, serta melaksanakan sosialisasi untuk memastikan suksesnya Pemilu.“Sesuai ketentuan dasar tersebut, Pemda Provinsi Papua telah melaksanakan amanat ketentuan undang-undang yang merupakan kewajiban pemda dalam mendukung pelaksanaan Pilkada melalui penandatangan NPHD pada tanggal 2 November 2023 kepada KPU dan Bawaslu Provinsi Papua, Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih,” terangnya.Dalam sambutannya, Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K., menyampaikan kegembiraannya atas kehadiran para pihak terkait dalam Safari Pemilu. Ia mengamati peningkatan signifikan dalam situasi keamanan di Provinsi Papua, yang menyebabkan lonjakan kasus dari 3.052 menjadi 7.061. Peningkatan tersebut, menurut Fakhiri, harus diantisipasi dengan baik untuk memastikan jalannya Pemilu yang aman dan kondusif.“Hal terpenting yang perlu diwaspadai bahwa pemilu kali ini bisa dilakukan dengan baik dan saya yakin dengan kerjasama yang baik dari waktu ke waktu ini stabiliatas kamtibmas bisa semakin kondusif dan proses pembangunan serta seluruh agenda nasional dapat berjalan dengan aman dan lancer,” ungkap Fakhiri.Fakhiri juga menegaskan bahwa Polri dan TNI siap mendukung kelancaran proses produksi dan distribusi logistik Pemilu hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ia meminta KPU dan Bawaslu untuk menjaga netralitas dan fokus pada penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas. “Saat ini juga kita di Polda Papua telah menyelenggarakan Operasi Mantap Brata Cartenz 2023-2024 yang diselenggarakan selama 222 hari dengan melibatkan sebanyak 8.522 personel untuk mewujudkan sitkamtibmas yang kondusif di wilayah Papua,” tambahnya.Kapolda juga menyinggung keberadaan tim cyber yang dibentuk untuk penegakan hukum selama Pemilu 2024.“Tentunya kunci dari semuanya harus sinergi dengan baik tanpa mempengaruhi masing-masing pelaksana sehingga berbagai hambatan bisa atasi bersama karena Pemilu ini punya makna bagi kita semua yang ada di Papua,” tutup Kapolda.Kegiatan juga menyiapkan sesi tanya jawab bersama forkopimpda, pimpinan partai serta para tokoh yang dilanjutkan dengan pemaparan oleh masing-masing Narasumber.Dalam mencapai tujuan mewujudkan Pemilu yang jujur, aman, dan demokratis di Provinsi Papua, Kapolda Papua bersama Pj. Sekda Provinsi Papua, Kapoksahli Kodam XVII/Cenderawasih, Kasubbag Opsin Binda Papua, Ketua KPU Provinsi Papua, Ketua Bawaslu Provinsi Papua membacakan nota kesepakatan bersama mewujudkan Pemilu tahun 2024 jujur, aman dan demokratis di Provinsi Papua yang diikuti oleh para seluruh peserta.PNO-11 13 Nov 2023, 20:47 WIT
Pj Bupati Sorong Tertunduk Lesu Saat Dibawa Penyidik KPK Ke Jakarta Papuanewsonline.com, Sorong-  Lima terduga korupsi suap dan gratifikasi hasil operasi tangkap tangan (OTT)  Lembaga Antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Sorong Papua Barat Daya,  digelandang dan tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.Sala- satunya Pj Bupati Sorong, Yan Piet Mosso. dari sejumlah dokumentasi yang diterimah  Media Papuanewsonline.com, Yan Piet Mosso terlihat tertunduk lesu saat digelandang ke Jakarta dari Bandara Sorong, Senin (13/11/2023) Siang.Pj Bupati  Piet Mosso tampak menggunakan celana warnah hitam, Jacet berwarna biru dan topi hitam, wajahnya juga ditutupi masker berwarnah hitam.Diketahui, Pj Bupati Yan Piet Mosso digerebek tim penyidik KPK bersama dua pejabat teras pemkab Sorong dan dua orang pejabat BPK perwakilan Papua Barat, Minggu (12/11/2023) dini hari.Sesuai Informasi, Kelimanya hingga kini masi diperiksa secara intensif oleh penyidik KPK, di gedung Merah Putih, ada sinyal kuat dari dalam gedung KPK kalau 5 Orang ini, termasuk Yan Piet Mosso sebentar lagi akan keluar dari ruang pemeriksaan dengan tanganya  diborgol dengan meggunakan rompi tahanan, mereka  akan dipampang di depan awak Media. Juru bicara penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan Para pihak yang ditangkap saat ini sementara menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik KPK di Gedung Merah Putih." Tim KPK Selain menangkap beberapa penyelenggara Negara, tim KPK juga mengamankan uang dalam bentuk rupiah, dimana Jumlah bukti uang masih terus dikonfirmasi Kembali kepada para terperiksa, ujar Ali Fikri melalui sambungan telepeon selulernya, Senin (13/11/2023) malam.Ali Fikri menyebutkan, Sejauh ini ada 5 orang yang ditangkap tim KPK , diantaranya 3 Pejabat dari Kabupaten Sorong dan 2 Orang pemeriksa BPK perwakilan Propinsi Papua Barat." Operasi tangkap tangan ini, Atas dugaan korupsi pengkondisian temuan dalam Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu BPK untuk wilayah Propinsi Papua Barat Daya Tahun 2023," ujar Ali Fikri.Tokoh yang dikenal dekat dengan awak media ini menjelaskan, hingga soreh ini para pihak yang ditangkap, Masih menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik KPK." Informasi selanjutnya tentang perkara ini, secepatnya  akan kami sampaikan perkembangannya," Ucapnya.(Redaksi) 13 Nov 2023, 19:33 WIT
Tiba di Gedung KPK, 5 Orang OTT Di Sorong Sebentar Lagi Diborgol Dan Gunakan Rompi Tahanan Papuanewsonline.com, Sorong-  Lima terduga korupsi suap dan gratifikasi hasil operasi tangkap tangan (OTT)  Lembaga Antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Sorong Papua Barat Daya,  digelandang dan tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.Kelimanya hingga kini masi diperiksa secara intensif oleh penyidik KPK, di gedung Merah Putih, ada sinyal kuat dari dalam gedung KPK kalau 5 Orang ini, akan keluar dari ruang pemeriksaan dengan tanganya  diborgol dan gunakan rompi tahanan serta akan dipampang di depan awak Media. Juru bicara penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan Para pihak yang ditangkap saat ini sudah dibawa ke Jakarta dan sementara menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik." Tim KPK Selain menangkap beberapa penyelenggara Negara, tim KPK juga mengamankan uang dalam bentuk rupiah, dimana Jumlah bukti uang masih terus dikonfirmasi Kembali kepada para terperiksa, ujar Ali Fikri melalui sambungan telepeon selulernya, Senin (13/11/2023) malam.Ali Fikri menyebutkan, Sejauh ini ada 5 orang yang ditangkap tim KPK , diantaranya 3 Pejabat dari Kabupaten Sorong dan 2 Orang pemeriksa BPK perwakilan Propinsi Papua Barat." Operasi tangkap tangan ini, Atas dugaan korupsi pengkondisian temuan dalam Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu BPK untuk wilayah Propinsi Papua Barat Daya Tahun 2023," ujar Ali Fikri.Tokoh yang dikenal dekat dengan awak media ini menjelaskan, hingga soreh ini para pihak yang ditangkap, Masih menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik KPK." Informasi selanjutnya tentang perkara ini, secepatnya  akan kami sampaikan perkembangannya," Ucapnya.Sekedar informasi, Penjabat Bupati Sorong, Yan Piet Mosso ditangkap lembaga antirasuah  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.Informasi yang diperoleh Media Papuanewsonline.com Pj Bupati Yan Piet Mosso ditangkap bersama sejumlah pejabat teras Kabupaten Sorong bersama pejabat BPK perwakikan Papua barat pada hari Minggu Dini hari (12/11/23) di Kabupaten Sorong.Operasi tangkap tangan ini lantaran,  diduga keras Pj Bupati Yan Piet Mosso melakukan penyuapan kepada pejabat BPK perwakilan Papua Barat.Ali Fikri membenarkan bahwa Tim Penyidik dari KPK berhasil melakukan Operasi tangkap tangan di wilayah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, namun identitas pihak yang ditangkap belum dapat dipublikasikan." Benar,  tim KPK pada Minggu  (12/11) dini hari melakukan kegiatan tangkap tangan terhadap penyelenggara negara yang sedang melakukan korupsi di wilayah Kabupaten Sorong Papua Barat Daya," ujar Ali.Ali mengatakan, Tim penyidik  KPK sejauh ini mengamankan beberapa pihak di Sorong dan Manokwari diantaranya para pejabat Kabupaten Sorong dan pemeriksa BPK perwakilan propinsi Papua Barat.(Redaksi) 13 Nov 2023, 17:53 WIT
Pascah Dua Pejabatnya Ditangkap KPK, Kantor BPK Papua Barat Terlihat Sepi Papuanewsonline.com, Sorong-  Pascah dua orang pejabatnya ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Sorong, tampak  kantor BPK Perwakilan Papua Barat sepi, bahkan terlihat tidak ada aktifitas pada kantor BPK Perwakilan Papua Barat di Monakwari.Sejumlah Awak media berupaya mendatangi kantor BPK Papua Barat di Monakwari pada Senin (13/11) Siang,  untuk melakukan konfirmasi terkait OTT KPK, namun para staf dan pegawai BPK Perwakilan Papua Barat tidak ada yang memberikan komentar, bahkan terlihat dari raut wajah mereka dalam keadaan kebingungan." Kita dari sana (Kantor BPK) tapi terlihat sepi bahkan tidak ada aktifitas, staf dan pegawai tidak ada yang komentar," ujar sala satu Pimpinan Media di Monakwari, Senin (13/11).Diketahui, dari Update tangkap  tangan di Kabupaten Sorong, Lembaga Antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengamankan 5 Orang bersama sejumlah uang tunai.Juru bicara penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan Sejauh ini ada beberapa orang yang ditangkap tim KPK , diantaranya 3 Pejabat dari Kabupaten Sorong dan 2 Orang pemeriksa BPK perwakilan Propinsi Papua Barat." Operasi tangkap tangan ini, Atas dugaan korupsi pengkondisian temuan dalam Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu BPK untuk wilayah Propinsi Papua Barat Daya Tahun 2023," ujar Ali Fikri.Tokoh yang dikenal dekat dengan awak media ini menjelaskan, hingga siang ini para pihak yang ditangkap Masih menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik KPK." Informasi selanjutnya tentang perkara ini, secepatnya  akan kami sampaikan perkembangannya," Ucapnya.Sekedar informasi, Penjabat Bupati Sorong, Yan Piet Mosso ditangkap lembaga antirasuah  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.Informasi yang diperoleh Media Papuanewsonline.com Pj Bupati Yan Piet Mosso ditangkap bersama sejumlah pejabat teras Kabupaten Sorong bersama pejabat BPK perwakikan Papua barat pada hari Minggu Dini hari (12/11/23) di Kabupaten Sorong.Operasi tangkap tangan ini lantaran,  diduga keras Pj Bupati Yan Piet Mosso melakukan penyuapan kepada pejabat BPK perwakilan Papua Barat.Juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Tim Penyidik dari KPK berhasil melakukan Operasi tangkap tangan di wilayah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya." Benar,  tim KPK pada Minggu  (12/11) dini hari melakukan kegiatan tangkap tangan terhadap penyelenggara negara yang sedang melakukan korupsi di wilayah Kabupaten Sorong Papua Barat Daya," ucap Ali Fikri melalui sambungan telepon selulernya, Senin (13/11/2023).Ali menyebutkan, Tim penyidik  KPK sejauh ini mengamankan beberapa pihak di Sorong dan Manokwari diantaranya para pejabat Kabupaten Sorong dan pemeriksa BPK perwakilan propinsi Papua Barat Daya." Perkembanganya akan disampaikan, untuk diketahui publik," Pungkasnya.Terpisah, informasi yang diterimah Media Papuanewsonline.com, siang ini Pj Bupati Sorong dan sejumlah pejabat BPK maupun pejabat teras Pemkab Sorong akan digelandang ke ke Gedung KPK untuk menjalani proses hukum.(Redaksi) 13 Nov 2023, 15:45 WIT
Sambut HUT Ke-78 Korps Brimob Polri, Satbrimobda Maluku Bedah Rumah Warakawuri Papuanewsonline.com, Ambon - Satuan Brimob Daerah (Satbrimobda) Maluku, melaksanakan kegiatan sosial yaitu bedah rumah Warakawuri, Wilhelmina Manuhutu, istri dari Peltu (Purn) Philip Willem Manuhutu, anggota Mob-Brig (kini Brimob).Bedah rumah Warakawuri berusia 78 tahun itu dilaksanakan di Negeri Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Pulau Ambon). Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimobda Maluku, Kompol Denny Sandera, mengatakan, bedah rumah yang dilaksanakan merupakan rangkaian dari program menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Korps Brimob Polri."Untuk menyambut HUT ke-78 Korps Brimob Polri, kami dari Satbrimobda Maluku telah dan akan melakukan berbagai kegiatan sosial. Salah satunya yaitu bedah rumah Warakawuri di Suli. Bedah rumah sudah kami lakukan sejak hari Kamis, 8 November 2023," kata Kompol Denny di Ambon, Minggu (12/11/2023).Bedah rumah melibatkan 9 personel Brimob dan 2 orang Bhayangkari. Kegiatan renovasi rumah yang dilakukan yaitu pergantian tiang penyangga atap ruangan tamu, teras dan dua kamar rumah. Juga pergantian atau pemasangan senk alumunium baru sebanyak 80 lembar."Kami juga melakukan pengecetan seluruh rumah dan membagikan sembako kepada Warakawuri tersebut," katanya.Almarhum Philips Manuhutu meninggal karena sakit pada bulan Desember 1991. Ia tutup usia dengan pangkat terakhir yaitu Pembantu Letnas Satu (Peltu) atau kini Ajun Inspektur Satu (Aiptu)."Makam Almarhum Philip Willem Manuhutu berada di depan rumah Ibu Wilhelmina. Kami juga akan buatkan batu nisan, sebagai bentuk apresiasi dan perhatian dari Sat Brimob Polda Maluku kepada sesepuh Mob-Brig yang merupakan cikal bakal Brimob," ungkapnya. (PNO-12) 13 Nov 2023, 14:53 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT