logo-website
Sabtu, 28 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Gubernur Papua Tekankan Bank Papua Perkuat Peran Strategis dalam Mendorong UMKM dan Perekonomian Papuanewsonline.com, Jayapura — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan silaturahmi jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Bank Papua ke Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, di Kantor Gubernur Papua, Senin (03/11/2025). Pertemuan tersebut digelar sebagai bagian dari agenda rutin pelaporan kinerja dan kondisi terkini Bank Papua kepada Gubernur selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) dan Pemegang Saham Mayoritas, sekaligus sebagai upaya mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan milik daerah itu. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mathius Fakhiri memberikan sejumlah arahan strategis, khususnya terkait peran penting Bank Papua dalam memperkuat perekonomian masyarakat Papua melalui dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Tadi arahan beliau lebih kepada keberpihakan kita sebagai Bank Daerah terhadap para pelaku UMKM. Bank Papua diharapkan hadir lebih kuat di tengah masyarakat, menjadi mitra pembangunan ekonomi rakyat, dan tidak hanya fokus pada sektor korporasi,” ujar Direktur Operasional Bank Papua, Isak S. Wopari, usai pertemuan. Dalam laporannya, pihak manajemen Bank Papua menyampaikan kesiapannya untuk terus memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan, pemberian akses permodalan, serta pendampingan manajerial kepada pelaku usaha kecil di berbagai wilayah Papua. Wopari menjelaskan, hingga saat ini Bank Papua telah membina lebih dari seribu pelaku UMKM yang tersebar di Kota Jayapura, Abepura, Sentani, hingga daerah-daerah lain tempat cabang Bank Papua beroperasi. “UMKM binaan Bank Papua ini tidak hanya menjadi nasabah, tetapi juga kami dampingi dalam hal manajemen usaha, akses pembiayaan, dan promosi produk. Hasilnya bisa dilihat di sentra usaha seperti kawasan depan GOR Waringin, Imbi, dan Mama-Mama Papua,” jelasnya. Selain itu, Bank Papua juga aktif mendukung berbagai kegiatan pameran dan pelatihan kewirausahaan lokal guna memperluas jangkauan pasar produk-produk UMKM Papua ke tingkat nasional. Menyikapi perubahan wilayah administrasi yang kini terbagi menjadi enam provinsi di Tanah Papua, Wopari menegaskan bahwa Bank Papua tetap beroperasi di bawah kendali Gubernur Papua selaku pemegang saham utama. “Meski kini terdapat enam provinsi baru, secara struktur dan keputusan strategis, Bank Papua masih berada di bawah kendali Pemerintah Provinsi Papua. Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh daerah agar pelayanan dan dukungan pembiayaan tetap berjalan optimal,” tegasnya. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan peran Bank Papua sebagai lembaga keuangan daerah yang tidak hanya berfungsi komersial, tetapi juga sosial — yakni mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Tanah Papua. Gubernur Mathius Fakhiri dalam arahannya menekankan pentingnya soliditas antara pemerintah daerah dan Bank Papua dalam menjawab tantangan ekonomi daerah. Menurutnya, dengan potensi sumber daya alam dan manusia yang besar, Papua memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi daerah dengan struktur ekonomi yang mandiri dan inklusif. “Bank Papua memiliki tanggung jawab moral dan ekonomi untuk menjadi motor penggerak kemajuan daerah. Dukungan terhadap UMKM bukan hanya soal kredit, tapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan lokal,” ujarnya. Pertemuan ini ditutup dengan penegasan komitmen kedua belah pihak untuk terus memperkuat sinergi, khususnya dalam memperluas akses pembiayaan, digitalisasi layanan perbankan, serta memperkuat inklusi keuangan di wilayah-wilayah terpencil. Penulis: Jid Editor: GF 03 Nov 2025, 22:36 WIT
BI Papua dan Pemprov Papua Bersinergi Gelar GNPIP: Upaya Konkret Kendalikan Inflasi Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua akan melaksanakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) pada 13 November 2025 di Kantor Gubernur Papua, Jayapura. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi global dan nasional. Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Faturachman, menyampaikan bahwa pelaksanaan GNPIP merupakan bagian dari komitmen bersama seluruh pemangku kebijakan di Papua dalam menekan laju inflasi pangan yang kerap dipengaruhi faktor cuaca, transportasi, serta keterbatasan distribusi antar wilayah. “GNPIP akan menjadi kegiatan terpadu dengan berbagai program yang menyentuh langsung sektor riil, terutama pertanian dan akses pangan masyarakat. Dengan tema ‘Jaga Pangan, Jaga Papua’, kami ingin mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat,” ujar Faturachman, Senin (3/11/2025). Dalam pelaksanaannya, GNPIP Papua akan menghadirkan berbagai kegiatan utama, di antaranya Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Kerja Sama Antar Daerah (KAD) sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas pasokan pangan antara Papua dan Papua Pegunungan, Penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian (Sarpras) bagi kelompok tani lokal, Business Matching pembiayaan sektor pertanian, yang mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga keuangan untuk membuka akses modal dan Talkshow dan pameran UMKM pangan, sebagai sarana edukasi dan promosi produk unggulan lokal. Faturachman menegaskan bahwa salah satu agenda penting GNPIP adalah penandatanganan kerja sama business-to-business (B2B) antara pelaku usaha dari Papua dan Papua Pegunungan. “Kerja sama ini diharapkan dapat menjamin kelancaran pasokan bahan pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi antarwilayah,” tambahnya. Sementara itu, Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BI Papua yang terus mendorong sinergi kebijakan pengendalian inflasi di tingkat daerah. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, tingkat inflasi Papua masih berada dalam batas aman dan sesuai dengan sasaran nasional. “Melalui pelaksanaan GNPIP dan kegiatan seperti Gerakan Pangan Murah, pemerintah berupaya meringankan beban masyarakat, menjaga daya beli, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM,” kata Gubernur Fakhiri. Ia juga menambahkan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah. “Kita ingin generasi muda Papua melihat sektor pertanian bukan hanya sebagai kegiatan tradisional, tetapi juga peluang ekonomi yang menjanjikan di masa depan,” tegasnya. Melalui GNPIP, BI Papua dan Pemprov Papua berharap dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh dan adaptif, dengan memperkuat rantai pasok pangan lokal. Kolaborasi lintas sektor ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang akhir tahun. Kegiatan ini diprediksi akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, pelaku UMKM, lembaga keuangan, serta masyarakat umum. Penulis: Jid Editor: GF   03 Nov 2025, 22:32 WIT
Danlanud Yohanis Kapiyau Pimpin Serah Terima Jabatan Kadispers, Tekankan Loyalitas dan Profesionalis Papuanewsonline.com, Timika — Suasana khidmat menyelimuti Gedung Cartenz Mako Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, pada Senin (3/11/2025), ketika Komandan Lanud (Danlanud) Yohanis Kapiyau, Kolonel Pnb Asri Efendi Rangkuti, memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Dinas Personel (Kadispers). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses rotasi dan penyegaran organisasi di lingkungan TNI Angkatan Udara. Upacara diikuti oleh seluruh perwira, bintara, tamtama, dan pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran Lanud Yohanis Kapiyau. Bertindak sebagai Komandan Upacara yaitu Kapten Lek Daniel, sementara Letda Adm Fachri ditunjuk sebagai Perwira Upacara. Dalam sertijab kali ini, jabatan Kepala Dinas Personel (Kadispers) resmi diserahterimakan dari Kapten Adm Azwarman, S.Sos. kepada Kapten Adm Idrus Sinring, S.Sos., yang sebelumnya telah melaksanakan berbagai tugas di lingkungan TNI AU. Dalam amanatnya, Kolonel Pnb Asri Efendi Rangkuti menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada Kapten Adm Azwarman atas dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme selama menjalankan tugas sebagai Kadispers Lanud Yohanis Kapiyau. “Saya ucapkan terima kasih atas pengabdian dan kerja keras yang telah diberikan selama ini. Semoga pengalaman yang diperoleh menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas di tempat penugasan yang baru,” ujar Danlanud YKU. Danlanud juga menyambut hangat kehadiran Kapten Adm Idrus Sinring, yang kini mengemban amanah sebagai Kadispers baru. Ia menekankan pentingnya adaptasi cepat dan koordinasi yang baik antar staf guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pokok Lanud. “Saya berharap pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri, meningkatkan sinergi, serta berkontribusi optimal dalam pembinaan personel dan penguatan kinerja organisasi,” tambahnya. Serah terima jabatan ini disebut sebagai bagian dari mekanisme pembinaan karier dan penyegaran organisasi di lingkungan TNI AU. Regenerasi kepemimpinan, kata Danlanud, merupakan langkah penting agar setiap prajurit memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan kontribusi maksimal sesuai bidangnya. Selain itu, momentum ini juga menjadi refleksi bagi seluruh anggota Lanud Yohanis Kapiyau untuk terus meningkatkan disiplin, loyalitas, dan semangat profesionalisme dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan udara di wilayah Papua Tengah yang memiliki tantangan geografis cukup tinggi. Usai kegiatan pokok upacara, acara dilanjutkan dengan penandatanganan naskah serah terima jabatan, penyematan tanda jabatan, serta foto bersama seluruh pejabat dan personel Lanud YKU. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah sederhana namun penuh keakraban, mencerminkan kekompakan dan solidaritas tinggi di antara prajurit TNI Angkatan Udara di Timika. Penulis: Jid Editor: GF   03 Nov 2025, 22:27 WIT
Pengumuman Pejabat 12 OPD Mimika Tertunda, Pj Sekda Pastikan Tunggu Kepulangan Bupati Papuanewsonline.com, Timika – Harapan masyarakat Mimika untuk segera mengetahui nama-nama pejabat yang akan mengisi 12 posisi strategis di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih harus bersabar. Pengumuman resmi yang semula dijadwalkan pada Senin (3/11/2025) terpaksa ditunda karena Bupati Mimika, Johannes Rettob, masih berada di luar daerah. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau, mengonfirmasi bahwa pengumuman akan dilakukan setelah Bupati kembali ke Timika dalam waktu dekat. “Memang rencana awal tanggal 3 hari ini beliau umumkan. Tapi karena Bapak Bupati tidak berada di tempat, maka kita tunggu kepulangan beliau. Setelah kembali, barulah pengumuman dilakukan secara resmi,” ujar Abraham saat diwawancarai awak media di Timika, Senin (3/11/2025). Penundaan ini sempat menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat dan pegawai ASN, namun Pj Sekda menegaskan bahwa tidak ada kendala administratif yang menghambat proses tersebut. Menurutnya, seluruh tahapan seleksi, rotasi, dan mutasi pejabat telah berjalan sesuai aturan dan mendapat rekomendasi resmi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). “Seluruh proses sudah kita jalankan dengan mengikuti ketentuan. Rekomendasi dari KASN pun sudah diterima. Jadi, tinggal dibacakan saja oleh Pak Bupati,” jelas Abraham. Ia juga memastikan bahwa transparansi dan profesionalitas tetap menjadi prinsip utama dalam proses pengisian jabatan ini, mengingat posisi yang akan diisi merupakan jabatan penting dan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Lebih lanjut, Abraham menyebutkan bahwa pelantikan pejabat baru akan segera dilakukan tidak lama setelah pengumuman resmi dilakukan. Ia memperkirakan pelantikan akan digelar dalam kurun waktu satu minggu, mengingat sebagian jabatan yang kosong perlu segera diisi agar pelayanan publik tidak terganggu. “Kalau sudah diumumkan, pelantikan tidak lama lagi. Mungkin satu minggu setelah itu langsung dilakukan, karena jabatan-jabatan tersebut otomatis kosong setelah pejabat lama digeser,” ujarnya. Pj Sekda juga mengimbau seluruh ASN agar tetap tenang dan menunggu proses berjalan sebagaimana mestinya. Ia menegaskan bahwa Bupati tidak akan melantik pejabat di luar rekomendasi KASN, sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan sesuai regulasi nasional. “Tidak mungkin Pak Bupati lantik pejabat di luar dari rekomendasi Komisi ASN. Semua dilakukan sesuai aturan. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tegas Abraham. Selain menyinggung soal penundaan pengumuman pejabat, Abraham juga menekankan bahwa rotasi jabatan bukan semata urusan administratif, melainkan upaya penyegaran struktur organisasi untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan publik. Ia berharap pejabat baru nantinya mampu memberikan inovasi serta memperkuat sinergi antar-OPD dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah. “Rotasi dan mutasi adalah hal biasa dalam birokrasi. Tujuannya untuk memperkuat organisasi dan memberi ruang bagi pejabat yang punya kinerja baik agar bisa berkontribusi lebih besar,” tambahnya. Dengan begitu, proses seleksi dan pelantikan pejabat ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF  03 Nov 2025, 22:18 WIT
Jelang Hari Otsus, PJ Sekda Mimika Tekankan Kesiapan OPD Hadapi Pameran di Nabire Papuanewsonline.com, Mimika – Menjelang peringatan Hari Otonomi Khusus (Otsus) yang akan digelar secara terpusat di Nabire, Pejabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau, mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola dana Otsus untuk segera menyiapkan dokumen program dan laporan capaian pembangunan yang akan ditampilkan dalam kegiatan Pameran Otsus Papua Tengah. Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Abraham Kateyau saat memimpin apel pagi di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (3/11/2025). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kesiapan administrasi dan substansi agar Mimika dapat tampil maksimal dalam ajang yang mempertemukan seluruh kabupaten di wilayah Papua Tengah tersebut. “Pameran Otsus ini merupakan momentum penting untuk menunjukkan sejauh mana dana Otsus telah memberikan manfaat bagi masyarakat Papua. Karena itu, saya minta setiap OPD segera menyiapkan dokumen dan laporan yang lengkap serta menampilkan hasil nyata pembangunan,” tegas Abraham. Abraham menjelaskan, Pameran Otsus Papua Tengah dijadwalkan berlangsung mulai 14 November 2025 di Nabire dan akan melibatkan seluruh kabupaten/kota di wilayah provinsi. Setiap daerah diwajibkan menyiapkan stand pameran yang menampilkan berbagai program, kegiatan, dan inovasi pembangunan yang bersumber dari dana Otsus. Ia menambahkan, kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi forum evaluasi publik yang memperlihatkan sejauh mana efektivitas pengelolaan dana Otsus di masing-masing daerah. “Pameran ini bukan hanya untuk memperlihatkan hasil pembangunan, tapi juga untuk membuka ruang transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat harus tahu dana Otsus digunakan untuk apa saja, dan bagaimana dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, PJ Sekda Mimika juga mengimbau agar setiap OPD berkoordinasi lintas sektor guna menampilkan hasil terbaik dan memperkuat sinergi pembangunan. Ia mencontohkan beberapa dinas pengampu utama dana Otsus, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pekerjaan Umum, agar mempersiapkan data-data visual dan naratif yang menggambarkan capaian mereka selama ini. “Setiap dinas pengelola dana Otsus wajib melaporkan apa yang sudah dilakukan. Jangan hanya data, tetapi juga bukti konkret di lapangan. Hal ini penting agar masyarakat bisa menilai langsung hasil kerja pemerintah daerah,” tutur Abraham Kateyau. Selain memperkuat koordinasi internal, pameran juga diharapkan menjadi ajang partisipasi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan program Otsus, agar ke depan kebijakan dapat lebih tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput. Dengan dukungan seluruh OPD, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen menampilkan inovasi dan capaian unggulan yang lahir dari program Otsus, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pameran ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan bagaimana pemerintah daerah menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan pembangunan. “Kami ingin Mimika menjadi contoh daerah yang serius mengelola dana Otsus secara profesional dan berorientasi pada hasil. Semua program harus berdampak langsung pada masyarakat,” tegas Abraham. Pameran Otsus Papua Tengah akan berlangsung selama tiga hari, dan diproyeksikan menjadi sarana penting untuk memperkuat kerja sama antar daerah, sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam membangun Papua yang lebih maju dan sejahtera. Penulis: Bim Editor: GF  03 Nov 2025, 22:14 WIT
Bupati Mimika Turun Kampung ke Wilayah Pesisir: Dengar Aspirasi dan Resmikan Sejumlah Fasilitas Papuanewsonline.com, Mimika – Dalam upaya memperkuat pelayanan publik dan mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Rettob, serta rombongan pemerintah daerah, melaksanakan kegiatan Turun Kampung (Turkam) ke wilayah pesisir pada Sabtu, 2 November 2025. Rangkaian kunjungan ini mencakup tiga distrik penting, yakni Distrik Mimika Barat Jauh, Mimika Barat Tengah, dan Distrik Amar. Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan rombongan juga turut meresmikan sejumlah fasilitas publik yang dinantikan warga, termasuk fasilitas air bersih dan gedung perpustakaan desa. “Pembangunan dimulai dari kampung menuju kota. Kami hadir langsung untuk memastikan bahwa setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan hanya di pusat pemerintahan, tetapi sampai ke pelosok wilayah pesisir,” ujar Bupati Johannes Rettob di sela kegiatan. Selain meresmikan fasilitas publik, kegiatan Turkam juga menjadi ajang tatap muka langsung antara Bupati dan masyarakat. Dalam sesi dialog terbuka, warga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, keluhan, serta ide-ide pembangunan untuk kemajuan kampung mereka. Bupati menegaskan bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi dasar perencanaan pembangunan Mimika ke depan. “Setiap masukan dari masyarakat sangat berharga. Dari sini, kami bisa melihat langsung kondisi lapangan dan menentukan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparat distrik yang antusias menyambut kehadiran rombongan pemerintah. Dalam kunjungannya, Bupati Johannes Rettob melakukan peresmian fasilitas air bersih dan gedung perpustakaan desa yang menjadi simbol nyata pemerataan pembangunan di wilayah pesisir Mimika. Peresmian dilakukan secara sederhana namun penuh makna, ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati, disaksikan masyarakat setempat dan jajaran pejabat daerah. Kepala Distrik Kapiraya Uta menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. “Air bersih dan perpustakaan ini bukan hanya fasilitas, tetapi simbol perubahan nyata di wilayah kami. Terima kasih kepada Bapak Bupati yang turun langsung mendengar dan menjawab kebutuhan kami,” ujarnya. Program Turun Kampung (Turkam) telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Melalui program ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa kehadiran negara tidak berhenti di pusat kota, tetapi hadir hingga ke pelosok. “Kami ingin memastikan pembangunan berjalan merata. Pemerintah tidak boleh hanya duduk di kantor, tapi harus turun langsung melihat realita di lapangan,” tegas Bupati Rettob. Turkam di wilayah pesisir ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan Mimika yang maju, mandiri, dan sejahtera. Penulis: Hendrik Editor: GF  03 Nov 2025, 11:51 WIT
Bupati Mimika Dorong Modernisasi Proses Pembotolan Air di Batang, Borneo Papuanewsonline.com, Mimika – Udara segar dan semangat kerja terpancar dari para pekerja di unit pembotolan air Batang, Borneo, saat Bupati Mimika, Johannes Rettob, melakukan kunjungan kerja pada 2 November 2025. Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyaksikan langsung proses pembotolan air secara manual dan bahkan sempat mencoba sendiri hasil produksi air lokal tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan efisiensi, kualitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Mimika Barat Tengah. “Saya sangat menghargai kerja keras dan dedikasi seluruh tim Batang Soda di bawah pimpinan Pak Abdul Hadi dan manajer Pak Aziz. Mereka telah menunjukkan semangat luar biasa dalam mengelola produksi air minum dengan fasilitas terbatas,” ujar Bupati Rettob dengan penuh apresiasi. Bupati Mimika menilai bahwa proses pembotolan air yang masih dilakukan secara manual memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih modern dan efisien. Menurutnya, penggunaan teknologi dan sistem otomatisasi akan membantu meningkatkan kapasitas produksi serta menjaga kualitas air agar tetap higienis dan kompetitif. “Kita harus mencari cara untuk mengotomatisasi sebagian proses agar tidak terlalu mengandalkan tenaga manual. Ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang daya saing dan keberlanjutan usaha,” tegasnya. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan, baik dalam bentuk pelatihan tenaga kerja, fasilitasi peralatan, maupun akses pendanaan usaha kecil dan menengah yang memiliki potensi ekonomi di tingkat lokal. Kunjungan kerja ini disambut hangat oleh masyarakat setempat. Mereka menilai kehadiran Bupati di tengah-tengah kegiatan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya hadir di pusat kota, tetapi juga menjangkau wilayah pelosok. Salah satu warga, Yohanis Wompere, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati yang telah memberikan perhatian terhadap pengembangan usaha lokal seperti Batang Soda. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bupati. Kehadiran beliau memberi semangat baru bagi kami untuk terus berusaha dan meningkatkan kualitas produksi air di daerah ini,” ujarnya. Selain itu, masyarakat berharap agar usaha pembotolan air di Batang dapat terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan utama bagi warga sekitar. Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap potensi lokal di Mimika — termasuk pengelolaan air minum, pertanian, dan kerajinan — bisa berkembang menjadi sektor unggulan. Pemerintah daerah akan hadir untuk mendukung dari sisi regulasi, peralatan, hingga pemasaran,” jelas Rettob. Langkah ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan produk dari luar Mimika. Usaha pembotolan air di Batang, Borneo kini menjadi simbol inovasi masyarakat pedesaan yang mengandalkan sumber daya alam lokal untuk meningkatkan taraf hidup. Dengan dukungan pemerintah dan modernisasi teknologi, industri kecil ini berpotensi tumbuh menjadi ikon ekonomi kerakyatan Mimika Barat Tengah. Kunjungan Bupati Johannes Rettob menandai langkah awal menuju perubahan besar di sektor pengolahan air lokal, sekaligus menegaskan arah pembangunan Mimika yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat dan inovasi berkelanjutan. Penulis: Hendrik Editor: GF  02 Nov 2025, 21:46 WIT
Bupati Mimika Tegaskan Komitmen Pengelolaan Dana Desa Secara Transparan dan Akuntabel Papuanewsonline.com, Potowayburu — Langit cerah menaungi Distrik Mimika Barat Jauh saat Bupati Mimika, Johannes Rettob, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Potowayburu, Sabtu (1/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan pengelolaan dana desa yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa dana desa merupakan instrumen penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di wilayah pedalaman. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kepala desa dan aparat kampung untuk bekerja jujur, terbuka, dan profesional dalam mengelola anggaran tersebut. “Dana desa bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kesejahteraan rakyat. Kami akan mengawasi langsung penggunaan setiap rupiah agar benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Bupati Rettob dalam sambutannya di hadapan warga dan aparat kampung. Dalam kesempatan itu, Bupati Rettob juga menyoroti masih adanya laporan tentang penyalahgunaan dana desa di beberapa wilayah. Ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para kepala desa, terutama mereka yang tidak transparan atau menyalahgunakan kewenangan. “Kami tidak akan mentolerir kepala desa yang menyalahgunakan dana desa. Jika ditemukan pelanggaran, sanksinya jelas: evaluasi, pemberhentian, dan bahkan proses hukum jika terbukti,” ujar Rettob dengan nada tegas. Langkah ini, kata Bupati, bukan untuk menakut-nakuti aparat kampung, tetapi untuk memastikan keuangan desa benar-benar digunakan untuk membangun jalan, air bersih, listrik, dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola dana desa yang lebih baik, Bupati Mimika juga mengumumkan akan membentuk tim pengawas khusus di tingkat kabupaten. Tim ini akan bekerja sama dengan inspektorat daerah, aparat distrik, dan masyarakat untuk memastikan setiap laporan penggunaan dana desa tercatat dan dapat diakses publik. Selain itu, pemerintah daerah akan meluncurkan sistem pelaporan daring (online) yang memungkinkan masyarakat memantau perkembangan penggunaan dana desa secara langsung. “Kami ingin masyarakat ikut mengawasi. Dengan sistem pelaporan online ini, semua warga bisa tahu ke mana dana desa digunakan. Kalau ada penyalahgunaan, segera laporkan,” jelas Bupati. Kunjungan kerja ini disambut antusias oleh masyarakat Potowayburu. Warga menilai langkah Bupati Mimika merupakan angin segar yang dapat memperbaiki kepercayaan publik terhadap pemerintah kampung. Salah satu tokoh masyarakat, Yustinus Kawer, menyampaikan harapannya agar kebijakan ini tidak hanya berhenti pada janji, tetapi benar-benar dijalankan secara konsisten. “Kami senang mendengar langsung komitmen Bupati. Masyarakat ingin pembangunan berjalan jujur dan terbuka. Dana desa harus kembali kepada rakyat,” katanya. Dalam kunjungan itu, Bupati Rettob juga menegaskan pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia di tingkat kampung agar aparat desa memahami cara mengelola anggaran secara profesional dan sesuai aturan. Pemerintah daerah akan menyiapkan pelatihan manajemen keuangan desa dan pendampingan teknis bagi aparat kampung. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas bukan hanya soal laporan keuangan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan publik. “Ketika masyarakat percaya, mereka akan ikut terlibat menjaga pembangunan. Inilah inti dari pemerintahan yang baik,” tutup Bupati. Kunjungan ini sekaligus menandai langkah nyata Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang bersih, jujur, dan melayani, sejalan dengan visi besar “Mimika Maju, Mandiri, dan Berdaya”. Penulis: Hendrik Editor: GF  02 Nov 2025, 03:25 WIT
Harapan Baru dari Ujung Barat Mimika: Listrik dan Air Bersih Resmi Mengalir di Potowayburu Papuanewsonline.com, Mimika — Senyum bahagia terpancar dari wajah warga Distrik Mimika Barat Jauh saat Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, menekan tombol simbolis menandai resminya aliran listrik dan air bersih di Kampung Potowayburu, Sabtu (1/11/2025). Acara peresmian yang diwarnai tarian adat dan siraman kapur putih itu menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat setempat. Setelah bertahun-tahun hidup tanpa listrik dan harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air layak konsumsi, kini warga Potowayburu bisa menikmati dua layanan dasar yang menjadi simbol kemajuan dan kemandirian. Dalam sambutannya, Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Everardus R. Kukuareyau, mengungkapkan rasa syukur dan haru atas perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika. Ia menyebut kehadiran listrik dan air bersih ini bukan hanya soal fasilitas, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat di wilayah paling jauh. “Dulu, anak-anak kami belajar hanya dengan cahaya pelita dan air harus diambil dari sungai. Sekarang, hidup kami berubah. Terima kasih kepada pemerintah yang telah hadir hingga ke pelosok,” ujar Everardus penuh haru. Pernyataan itu disambut tepuk tangan warga dan aparat kampung yang hadir. Mereka menilai peresmian ini sebagai awal dari transformasi sosial dan ekonomi di wilayah yang sebelumnya minim akses. Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari visi besar pemerintah daerah untuk memperluas pelayanan dasar dan meningkatkan taraf hidup masyarakat hingga ke wilayah terluar. Ia menambahkan, pembangunan tidak boleh hanya berpusat di kota, tetapi harus dirasakan secara merata di seluruh pelosok Mimika. “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan yang adil dan merata. Tidak ada lagi daerah yang tertinggal. Pemerintah hadir untuk semua, termasuk di Potowayburu yang berada paling barat,” tegas Bupati Rettob. Sementara itu, Wakil Bupati Emanuel Kemong menambahkan bahwa program ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk PLN dan Dinas PUPR, yang bekerja keras memastikan infrastruktur dapat berfungsi secara berkelanjutan. “Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan listrik dan air, tetapi juga memiliki rasa memiliki dan menjaga fasilitas ini agar terus bermanfaat,” kata Kemong. Dengan beroperasinya jaringan listrik dan air bersih, aktivitas masyarakat Potowayburu kini berubah. Sekolah-sekolah dapat beroperasi dengan lebih baik, kegiatan ekonomi mulai menggeliat, dan warga tidak lagi bergantung pada sumber energi tradisional. Selain itu, kehadiran air bersih juga diharapkan menekan angka penyakit yang bersumber dari sanitasi buruk. Beberapa warga bahkan sudah mulai berencana membuka usaha kecil seperti kios, penggilingan padi, dan bengkel sederhana berkat adanya pasokan listrik. “Sekarang kami bisa belajar malam hari, bisa nonton berita, dan hidup terasa lebih mudah,” ujar Maria, warga setempat, dengan senyum lebar. Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan bahwa Potowayburu hanyalah satu dari sekian banyak wilayah yang akan mendapatkan program serupa. Tahun 2026 mendatang, pemerintah daerah menargetkan seluruh kampung di Mimika Barat Jauh telah teraliri listrik dan memiliki akses air bersih yang layak. Program ini menjadi bagian dari agenda besar Mimika dalam mendukung visi nasional “Indonesia Terang 2030” dan memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam menikmati kemajuan. Penulis: Hendrik Editor: GF  02 Nov 2025, 03:23 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT