Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pemerintahan
Homepage
Gubernur Papua Tekankan Bank Papua Perkuat Peran Strategis dalam Mendorong UMKM dan Perekonomian
Papuanewsonline.com, Jayapura — Suasana
hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan silaturahmi jajaran Direksi dan
Dewan Komisaris Bank Papua ke Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, di Kantor
Gubernur Papua, Senin (03/11/2025).
Pertemuan tersebut digelar sebagai bagian dari agenda rutin pelaporan kinerja
dan kondisi terkini Bank Papua kepada Gubernur selaku Pemegang Saham Pengendali
(PSP) dan Pemegang Saham Mayoritas, sekaligus sebagai upaya mempererat sinergi
antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan milik daerah itu. Dalam kesempatan tersebut,
Gubernur Mathius Fakhiri memberikan sejumlah arahan strategis, khususnya
terkait peran penting Bank Papua dalam memperkuat perekonomian masyarakat Papua
melalui dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Tadi arahan beliau lebih kepada
keberpihakan kita sebagai Bank Daerah terhadap para pelaku UMKM. Bank Papua
diharapkan hadir lebih kuat di tengah masyarakat, menjadi mitra pembangunan
ekonomi rakyat, dan tidak hanya fokus pada sektor korporasi,” ujar Direktur
Operasional Bank Papua, Isak S. Wopari, usai pertemuan. Dalam laporannya, pihak manajemen
Bank Papua menyampaikan kesiapannya untuk terus memberdayakan UMKM sebagai
tulang punggung ekonomi daerah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan,
pemberian akses permodalan, serta pendampingan manajerial kepada pelaku usaha
kecil di berbagai wilayah Papua. Wopari menjelaskan, hingga saat
ini Bank Papua telah membina lebih dari seribu pelaku UMKM yang tersebar di
Kota Jayapura, Abepura, Sentani, hingga daerah-daerah lain tempat cabang Bank
Papua beroperasi. “UMKM binaan Bank Papua ini tidak
hanya menjadi nasabah, tetapi juga kami dampingi dalam hal manajemen usaha,
akses pembiayaan, dan promosi produk. Hasilnya bisa dilihat di sentra usaha
seperti kawasan depan GOR Waringin, Imbi, dan Mama-Mama Papua,” jelasnya. Selain itu, Bank Papua juga aktif
mendukung berbagai kegiatan pameran dan pelatihan kewirausahaan lokal guna
memperluas jangkauan pasar produk-produk UMKM Papua ke tingkat nasional. Menyikapi perubahan wilayah
administrasi yang kini terbagi menjadi enam provinsi di Tanah Papua, Wopari
menegaskan bahwa Bank Papua tetap beroperasi di bawah kendali Gubernur Papua
selaku pemegang saham utama. “Meski kini terdapat enam
provinsi baru, secara struktur dan keputusan strategis, Bank Papua masih berada
di bawah kendali Pemerintah Provinsi Papua. Kami akan terus memperkuat
koordinasi dengan seluruh daerah agar pelayanan dan dukungan pembiayaan tetap
berjalan optimal,” tegasnya. Langkah ini diharapkan dapat
menjaga keberlanjutan peran Bank Papua sebagai lembaga keuangan daerah yang
tidak hanya berfungsi komersial, tetapi juga sosial — yakni mendukung
pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Tanah Papua. Gubernur Mathius Fakhiri dalam
arahannya menekankan pentingnya soliditas antara pemerintah daerah dan Bank
Papua dalam menjawab tantangan ekonomi daerah. Menurutnya, dengan potensi
sumber daya alam dan manusia yang besar, Papua memiliki peluang besar untuk
tumbuh menjadi daerah dengan struktur ekonomi yang mandiri dan inklusif. “Bank Papua memiliki tanggung
jawab moral dan ekonomi untuk menjadi motor penggerak kemajuan daerah. Dukungan
terhadap UMKM bukan hanya soal kredit, tapi juga membangun kepercayaan
masyarakat terhadap lembaga keuangan lokal,” ujarnya. Pertemuan ini ditutup dengan
penegasan komitmen kedua belah pihak untuk terus memperkuat sinergi, khususnya
dalam memperluas akses pembiayaan, digitalisasi layanan perbankan, serta
memperkuat inklusi keuangan di wilayah-wilayah terpencil. Penulis: Jid Editor: GF
03 Nov 2025, 22:36 WIT
BI Papua dan Pemprov Papua Bersinergi Gelar GNPIP: Upaya Konkret Kendalikan Inflasi
Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah
Provinsi Papua bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua akan melaksanakan Gerakan
Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) pada 13 November 2025 di Kantor
Gubernur Papua, Jayapura. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga
kestabilan harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta memperkuat
ketahanan pangan masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi global dan nasional. Kepala Perwakilan BI Provinsi
Papua, Faturachman, menyampaikan bahwa pelaksanaan GNPIP merupakan bagian dari
komitmen bersama seluruh pemangku kebijakan di Papua dalam menekan laju inflasi
pangan yang kerap dipengaruhi faktor cuaca, transportasi, serta keterbatasan
distribusi antar wilayah. “GNPIP akan menjadi kegiatan
terpadu dengan berbagai program yang menyentuh langsung sektor riil, terutama
pertanian dan akses pangan masyarakat. Dengan tema ‘Jaga Pangan, Jaga Papua’,
kami ingin mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan
masyarakat,” ujar Faturachman, Senin (3/11/2025). Dalam pelaksanaannya, GNPIP Papua
akan menghadirkan berbagai kegiatan utama, di antaranya Gerakan Pangan Murah
(GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga
terjangkau, Kerja Sama Antar Daerah (KAD) sebagai langkah strategis memperkuat
konektivitas pasokan pangan antara Papua dan Papua Pegunungan, Penyerahan
bantuan sarana dan prasarana pertanian (Sarpras) bagi kelompok tani lokal, Business
Matching pembiayaan sektor pertanian, yang mempertemukan pelaku usaha dengan
lembaga keuangan untuk membuka akses modal dan Talkshow dan pameran UMKM pangan,
sebagai sarana edukasi dan promosi produk unggulan lokal. Faturachman menegaskan bahwa
salah satu agenda penting GNPIP adalah penandatanganan kerja sama business-to-business
(B2B) antara pelaku usaha dari Papua dan Papua Pegunungan. “Kerja sama ini diharapkan dapat
menjamin kelancaran pasokan bahan pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi
antarwilayah,” tambahnya. Sementara itu, Gubernur Papua,
Mathius Fakhiri, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BI Papua yang terus
mendorong sinergi kebijakan pengendalian inflasi di tingkat daerah. Ia
menegaskan bahwa hingga saat ini, tingkat inflasi Papua masih berada dalam
batas aman dan sesuai dengan sasaran nasional. “Melalui pelaksanaan GNPIP dan
kegiatan seperti Gerakan Pangan Murah, pemerintah berupaya meringankan beban
masyarakat, menjaga daya beli, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan
pelaku UMKM,” kata Gubernur Fakhiri. Ia juga menambahkan bahwa sektor
pertanian memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya
dalam menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan pasokan
dari luar wilayah. “Kita ingin generasi muda Papua
melihat sektor pertanian bukan hanya sebagai kegiatan tradisional, tetapi juga
peluang ekonomi yang menjanjikan di masa depan,” tegasnya. Melalui GNPIP, BI Papua dan
Pemprov Papua berharap dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh dan
adaptif, dengan memperkuat rantai pasok pangan lokal. Kolaborasi lintas sektor
ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam menjaga kestabilan harga bahan
pokok menjelang akhir tahun. Kegiatan ini diprediksi akan
melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, pelaku UMKM,
lembaga keuangan, serta masyarakat umum. Penulis: Jid Editor: GF
03 Nov 2025, 22:32 WIT
Danlanud Yohanis Kapiyau Pimpin Serah Terima Jabatan Kadispers, Tekankan Loyalitas dan Profesionalis
Papuanewsonline.com, Timika — Suasana khidmat menyelimuti Gedung Cartenz Mako Lanud Yohanis Kapiyau,
Timika, pada Senin (3/11/2025), ketika Komandan Lanud (Danlanud) Yohanis
Kapiyau, Kolonel Pnb Asri Efendi Rangkuti, memimpin Upacara Serah Terima
Jabatan (Sertijab) Kepala Dinas Personel (Kadispers). Kegiatan ini merupakan
bagian dari proses rotasi dan penyegaran organisasi di lingkungan TNI Angkatan
Udara. Upacara diikuti oleh seluruh
perwira, bintara, tamtama, dan pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran Lanud
Yohanis Kapiyau. Bertindak sebagai Komandan Upacara yaitu Kapten Lek Daniel,
sementara Letda Adm Fachri ditunjuk sebagai Perwira Upacara. Dalam sertijab kali ini, jabatan Kepala
Dinas Personel (Kadispers) resmi diserahterimakan dari Kapten Adm Azwarman,
S.Sos. kepada Kapten Adm Idrus Sinring, S.Sos., yang sebelumnya telah
melaksanakan berbagai tugas di lingkungan TNI AU. Dalam amanatnya, Kolonel Pnb Asri
Efendi Rangkuti menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada Kapten Adm
Azwarman atas dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme selama menjalankan tugas
sebagai Kadispers Lanud Yohanis Kapiyau. “Saya ucapkan terima kasih atas
pengabdian dan kerja keras yang telah diberikan selama ini. Semoga pengalaman
yang diperoleh menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas di tempat
penugasan yang baru,” ujar Danlanud YKU. Danlanud juga menyambut hangat
kehadiran Kapten Adm Idrus Sinring, yang kini mengemban amanah sebagai
Kadispers baru. Ia menekankan pentingnya adaptasi cepat dan koordinasi yang
baik antar staf guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pokok Lanud. “Saya berharap pejabat baru dapat
segera menyesuaikan diri, meningkatkan sinergi, serta berkontribusi optimal
dalam pembinaan personel dan penguatan kinerja organisasi,” tambahnya. Serah terima jabatan ini disebut
sebagai bagian dari mekanisme pembinaan karier dan penyegaran organisasi di
lingkungan TNI AU. Regenerasi kepemimpinan, kata Danlanud, merupakan langkah
penting agar setiap prajurit memiliki kesempatan untuk berkembang dan
memberikan kontribusi maksimal sesuai bidangnya. Selain itu, momentum ini juga
menjadi refleksi bagi seluruh anggota Lanud Yohanis Kapiyau untuk terus
meningkatkan disiplin, loyalitas, dan semangat profesionalisme dalam
melaksanakan tugas-tugas pertahanan udara di wilayah Papua Tengah yang memiliki
tantangan geografis cukup tinggi. Usai kegiatan pokok upacara,
acara dilanjutkan dengan penandatanganan naskah serah terima jabatan,
penyematan tanda jabatan, serta foto bersama seluruh pejabat dan personel Lanud
YKU. Acara kemudian ditutup dengan ramah
tamah sederhana namun penuh keakraban, mencerminkan kekompakan dan solidaritas
tinggi di antara prajurit TNI Angkatan Udara di Timika. Penulis: Jid Editor: GF
03 Nov 2025, 22:27 WIT
Pengumuman Pejabat 12 OPD Mimika Tertunda, Pj Sekda Pastikan Tunggu Kepulangan Bupati
Papuanewsonline.com, Timika – Harapan
masyarakat Mimika untuk segera mengetahui nama-nama pejabat yang akan mengisi 12
posisi strategis di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih harus bersabar.
Pengumuman resmi yang semula dijadwalkan pada Senin (3/11/2025) terpaksa ditunda
karena Bupati Mimika, Johannes Rettob, masih berada di luar daerah. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj
Sekda) Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau, mengonfirmasi bahwa pengumuman akan
dilakukan setelah Bupati kembali ke Timika dalam waktu dekat. “Memang rencana awal tanggal 3
hari ini beliau umumkan. Tapi karena Bapak Bupati tidak berada di tempat, maka
kita tunggu kepulangan beliau. Setelah kembali, barulah pengumuman dilakukan
secara resmi,” ujar Abraham saat diwawancarai awak media di Timika, Senin
(3/11/2025). Penundaan ini sempat menimbulkan
berbagai spekulasi di kalangan masyarakat dan pegawai ASN, namun Pj Sekda
menegaskan bahwa tidak ada kendala administratif yang menghambat proses
tersebut. Menurutnya, seluruh tahapan seleksi, rotasi, dan mutasi pejabat telah
berjalan sesuai aturan dan mendapat rekomendasi resmi dari Komisi Aparatur
Sipil Negara (KASN). “Seluruh proses sudah kita
jalankan dengan mengikuti ketentuan. Rekomendasi dari KASN pun sudah diterima.
Jadi, tinggal dibacakan saja oleh Pak Bupati,” jelas Abraham. Ia juga memastikan bahwa transparansi
dan profesionalitas tetap menjadi prinsip utama dalam proses pengisian jabatan
ini, mengingat posisi yang akan diisi merupakan jabatan penting dan strategis
di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Lebih lanjut, Abraham menyebutkan
bahwa pelantikan pejabat baru akan segera dilakukan tidak lama setelah
pengumuman resmi dilakukan. Ia memperkirakan pelantikan akan digelar dalam
kurun waktu satu minggu, mengingat sebagian jabatan yang kosong perlu segera
diisi agar pelayanan publik tidak terganggu. “Kalau sudah diumumkan,
pelantikan tidak lama lagi. Mungkin satu minggu setelah itu langsung dilakukan,
karena jabatan-jabatan tersebut otomatis kosong setelah pejabat lama digeser,”
ujarnya. Pj Sekda juga mengimbau seluruh
ASN agar tetap tenang dan menunggu proses berjalan sebagaimana mestinya. Ia
menegaskan bahwa Bupati tidak akan melantik pejabat di luar rekomendasi KASN,
sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan
sesuai regulasi nasional. “Tidak mungkin Pak Bupati lantik
pejabat di luar dari rekomendasi Komisi ASN. Semua dilakukan sesuai aturan.
Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tegas Abraham. Selain menyinggung soal penundaan
pengumuman pejabat, Abraham juga menekankan bahwa rotasi jabatan bukan semata
urusan administratif, melainkan upaya penyegaran struktur organisasi untuk
meningkatkan kinerja dan pelayanan publik. Ia berharap pejabat baru nantinya
mampu memberikan inovasi serta memperkuat sinergi antar-OPD dalam mendukung
program prioritas pemerintah daerah. “Rotasi dan mutasi adalah hal
biasa dalam birokrasi. Tujuannya untuk memperkuat organisasi dan memberi ruang
bagi pejabat yang punya kinerja baik agar bisa berkontribusi lebih besar,”
tambahnya. Dengan begitu, proses seleksi dan
pelantikan pejabat ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat tata kelola
pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF
03 Nov 2025, 22:18 WIT
Jelang Hari Otsus, PJ Sekda Mimika Tekankan Kesiapan OPD Hadapi Pameran di Nabire
Papuanewsonline.com, Mimika – Menjelang
peringatan Hari Otonomi Khusus (Otsus) yang akan digelar secara terpusat di
Nabire, Pejabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau,
mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola dana Otsus
untuk segera menyiapkan dokumen program dan laporan capaian pembangunan yang
akan ditampilkan dalam kegiatan Pameran Otsus Papua Tengah. Imbauan tersebut disampaikan
langsung oleh Abraham Kateyau saat memimpin apel pagi di Kantor Pusat
Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (3/11/2025). Dalam arahannya, ia
menekankan pentingnya kesiapan administrasi dan substansi agar Mimika dapat
tampil maksimal dalam ajang yang mempertemukan seluruh kabupaten di wilayah
Papua Tengah tersebut. “Pameran Otsus ini merupakan
momentum penting untuk menunjukkan sejauh mana dana Otsus telah memberikan
manfaat bagi masyarakat Papua. Karena itu, saya minta setiap OPD segera
menyiapkan dokumen dan laporan yang lengkap serta menampilkan hasil nyata pembangunan,”
tegas Abraham. Abraham menjelaskan, Pameran
Otsus Papua Tengah dijadwalkan berlangsung mulai 14 November 2025 di Nabire dan
akan melibatkan seluruh kabupaten/kota di wilayah provinsi. Setiap daerah
diwajibkan menyiapkan stand pameran yang menampilkan berbagai program,
kegiatan, dan inovasi pembangunan yang bersumber dari dana Otsus. Ia menambahkan, kegiatan ini
bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi forum evaluasi publik yang
memperlihatkan sejauh mana efektivitas pengelolaan dana Otsus di masing-masing
daerah. “Pameran ini bukan hanya untuk
memperlihatkan hasil pembangunan, tapi juga untuk membuka ruang transparansi
dan akuntabilitas. Masyarakat harus tahu dana Otsus digunakan untuk apa saja,
dan bagaimana dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, PJ Sekda
Mimika juga mengimbau agar setiap OPD berkoordinasi lintas sektor guna
menampilkan hasil terbaik dan memperkuat sinergi pembangunan. Ia mencontohkan
beberapa dinas pengampu utama dana Otsus, seperti Dinas Pendidikan, Dinas
Sosial, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pekerjaan Umum, agar mempersiapkan
data-data visual dan naratif yang menggambarkan capaian mereka selama ini. “Setiap dinas pengelola dana
Otsus wajib melaporkan apa yang sudah dilakukan. Jangan hanya data, tetapi juga
bukti konkret di lapangan. Hal ini penting agar masyarakat bisa menilai
langsung hasil kerja pemerintah daerah,” tutur Abraham Kateyau. Selain memperkuat koordinasi
internal, pameran juga diharapkan menjadi ajang partisipasi masyarakat untuk
memberikan masukan terhadap pelaksanaan program Otsus, agar ke depan kebijakan
dapat lebih tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput. Dengan dukungan seluruh OPD,
Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen menampilkan inovasi dan capaian
unggulan yang lahir dari program Otsus, mulai dari sektor pendidikan,
kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pameran ini juga menjadi
momentum untuk menunjukkan bagaimana pemerintah daerah menerapkan prinsip transparansi,
akuntabilitas, dan keberlanjutan pembangunan. “Kami ingin Mimika menjadi contoh
daerah yang serius mengelola dana Otsus secara profesional dan berorientasi
pada hasil. Semua program harus berdampak langsung pada masyarakat,” tegas
Abraham. Pameran Otsus Papua Tengah akan
berlangsung selama tiga hari, dan diproyeksikan menjadi sarana penting untuk
memperkuat kerja sama antar daerah, sekaligus menunjukkan komitmen bersama
dalam membangun Papua yang lebih maju dan sejahtera. Penulis: Bim Editor: GF
03 Nov 2025, 22:14 WIT
Bupati Mimika Turun Kampung ke Wilayah Pesisir: Dengar Aspirasi dan Resmikan Sejumlah Fasilitas
Papuanewsonline.com, Mimika – Dalam
upaya memperkuat pelayanan publik dan mempererat hubungan antara pemerintah dan
masyarakat, Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten
Mimika, Ny. Suzy Rettob, serta rombongan pemerintah daerah, melaksanakan
kegiatan Turun Kampung (Turkam) ke wilayah pesisir pada Sabtu, 2 November 2025. Rangkaian kunjungan ini mencakup
tiga distrik penting, yakni Distrik Mimika Barat Jauh, Mimika Barat Tengah, dan
Distrik Amar. Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan rombongan juga turut
meresmikan sejumlah fasilitas publik yang dinantikan warga, termasuk fasilitas
air bersih dan gedung perpustakaan desa. “Pembangunan dimulai dari kampung
menuju kota. Kami hadir langsung untuk memastikan bahwa setiap program
benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan hanya di pusat pemerintahan,
tetapi sampai ke pelosok wilayah pesisir,” ujar Bupati Johannes Rettob di sela
kegiatan. Selain meresmikan fasilitas
publik, kegiatan Turkam juga menjadi ajang tatap muka langsung antara Bupati
dan masyarakat. Dalam sesi dialog terbuka, warga diberi kesempatan menyampaikan
aspirasi, keluhan, serta ide-ide pembangunan untuk kemajuan kampung mereka. Bupati menegaskan bahwa aspirasi
masyarakat akan menjadi dasar perencanaan pembangunan Mimika ke depan. “Setiap masukan dari masyarakat
sangat berharga. Dari sini, kami bisa melihat langsung kondisi lapangan dan
menentukan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri
sejumlah kepala OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparat distrik yang
antusias menyambut kehadiran rombongan pemerintah. Dalam kunjungannya, Bupati
Johannes Rettob melakukan peresmian fasilitas air bersih dan gedung
perpustakaan desa yang menjadi simbol nyata pemerataan pembangunan di wilayah
pesisir Mimika. Peresmian dilakukan secara
sederhana namun penuh makna, ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati,
disaksikan masyarakat setempat dan jajaran pejabat daerah. Kepala Distrik Kapiraya Uta
menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan
dasar masyarakat. “Air bersih dan perpustakaan ini
bukan hanya fasilitas, tetapi simbol perubahan nyata di wilayah kami. Terima
kasih kepada Bapak Bupati yang turun langsung mendengar dan menjawab kebutuhan
kami,” ujarnya. Program Turun Kampung (Turkam) telah
menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menjangkau
wilayah-wilayah terpencil dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
Melalui program ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa kehadiran negara tidak
berhenti di pusat kota, tetapi hadir hingga ke pelosok. “Kami ingin memastikan
pembangunan berjalan merata. Pemerintah tidak boleh hanya duduk di kantor, tapi
harus turun langsung melihat realita di lapangan,” tegas Bupati Rettob. Turkam di wilayah pesisir ini
juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat,
dan para pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan Mimika yang maju,
mandiri, dan sejahtera. Penulis: Hendrik Editor: GF
03 Nov 2025, 11:51 WIT
Bupati Mimika Dorong Modernisasi Proses Pembotolan Air di Batang, Borneo
Papuanewsonline.com, Mimika – Udara
segar dan semangat kerja terpancar dari para pekerja di unit pembotolan air Batang,
Borneo, saat Bupati Mimika, Johannes Rettob, melakukan kunjungan kerja pada 2
November 2025. Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyaksikan langsung proses
pembotolan air secara manual dan bahkan sempat mencoba sendiri hasil produksi
air lokal tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari
komitmen pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan efisiensi, kualitas, dan
kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Mimika Barat Tengah. “Saya sangat menghargai kerja
keras dan dedikasi seluruh tim Batang Soda di bawah pimpinan Pak Abdul Hadi dan
manajer Pak Aziz. Mereka telah menunjukkan semangat luar biasa dalam mengelola
produksi air minum dengan fasilitas terbatas,” ujar Bupati Rettob dengan penuh
apresiasi. Bupati Mimika menilai bahwa
proses pembotolan air yang masih dilakukan secara manual memiliki potensi besar
untuk dikembangkan lebih modern dan efisien. Menurutnya, penggunaan teknologi
dan sistem otomatisasi akan membantu meningkatkan kapasitas produksi serta
menjaga kualitas air agar tetap higienis dan kompetitif. “Kita harus mencari cara untuk
mengotomatisasi sebagian proses agar tidak terlalu mengandalkan tenaga manual.
Ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang daya saing dan
keberlanjutan usaha,” tegasnya. Ia juga menyampaikan bahwa
pemerintah daerah siap memberikan dukungan, baik dalam bentuk pelatihan tenaga
kerja, fasilitasi peralatan, maupun akses pendanaan usaha kecil dan menengah
yang memiliki potensi ekonomi di tingkat lokal. Kunjungan kerja ini disambut
hangat oleh masyarakat setempat. Mereka menilai kehadiran Bupati di
tengah-tengah kegiatan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak
hanya hadir di pusat kota, tetapi juga menjangkau wilayah pelosok. Salah satu warga, Yohanis Wompere,
mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati yang telah memberikan
perhatian terhadap pengembangan usaha lokal seperti Batang Soda. “Kami sangat berterima kasih atas
dukungan Bupati. Kehadiran beliau memberi semangat baru bagi kami untuk terus
berusaha dan meningkatkan kualitas produksi air di daerah ini,” ujarnya. Selain itu, masyarakat berharap
agar usaha pembotolan air di Batang dapat terus berkembang dan menjadi sumber
pendapatan utama bagi warga sekitar. Bupati Johannes Rettob menegaskan
bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari upaya strategis
pemerintah dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan
masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri, produktif, dan
berkelanjutan. “Kami ingin setiap potensi lokal
di Mimika — termasuk pengelolaan air minum, pertanian, dan kerajinan — bisa
berkembang menjadi sektor unggulan. Pemerintah daerah akan hadir untuk
mendukung dari sisi regulasi, peralatan, hingga pemasaran,” jelas Rettob. Langkah ini diharapkan mampu
membuka lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta
mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan produk dari luar Mimika. Usaha pembotolan air di Batang,
Borneo kini menjadi simbol inovasi masyarakat pedesaan yang mengandalkan sumber
daya alam lokal untuk meningkatkan taraf hidup. Dengan dukungan pemerintah dan
modernisasi teknologi, industri kecil ini berpotensi tumbuh menjadi ikon
ekonomi kerakyatan Mimika Barat Tengah. Kunjungan Bupati Johannes Rettob
menandai langkah awal menuju perubahan besar di sektor pengolahan air lokal,
sekaligus menegaskan arah pembangunan Mimika yang berbasis pada pemberdayaan
masyarakat dan inovasi berkelanjutan. Penulis: Hendrik Editor: GF
02 Nov 2025, 21:46 WIT
Bupati Mimika Tegaskan Komitmen Pengelolaan Dana Desa Secara Transparan dan Akuntabel
Papuanewsonline.com,
Potowayburu — Langit cerah menaungi Distrik Mimika Barat Jauh saat Bupati
Mimika, Johannes Rettob, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Potowayburu,
Sabtu (1/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyampaikan komitmennya
untuk mewujudkan pengelolaan dana desa yang transparan, akuntabel, dan berpihak
kepada kepentingan masyarakat. Bupati Johannes Rettob menegaskan
bahwa dana desa merupakan instrumen penting dalam mendorong pemerataan
pembangunan dan kesejahteraan di wilayah pedalaman. Oleh karena itu, ia meminta
seluruh kepala desa dan aparat kampung untuk bekerja jujur, terbuka, dan
profesional dalam mengelola anggaran tersebut. “Dana desa bukan untuk
kepentingan pribadi, tapi untuk kesejahteraan rakyat. Kami akan mengawasi
langsung penggunaan setiap rupiah agar benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas
Bupati Rettob dalam sambutannya di hadapan warga dan aparat kampung. Dalam kesempatan itu, Bupati
Rettob juga menyoroti masih adanya laporan tentang penyalahgunaan dana desa di
beberapa wilayah. Ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap
kinerja para kepala desa, terutama mereka yang tidak transparan atau
menyalahgunakan kewenangan. “Kami tidak akan mentolerir
kepala desa yang menyalahgunakan dana desa. Jika ditemukan pelanggaran,
sanksinya jelas: evaluasi, pemberhentian, dan bahkan proses hukum jika
terbukti,” ujar Rettob dengan nada tegas. Langkah ini, kata Bupati, bukan
untuk menakut-nakuti aparat kampung, tetapi untuk memastikan keuangan desa
benar-benar digunakan untuk membangun jalan, air bersih, listrik, dan program
pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebagai bagian dari upaya
mewujudkan tata kelola dana desa yang lebih baik, Bupati Mimika juga
mengumumkan akan membentuk tim pengawas khusus di tingkat kabupaten. Tim ini
akan bekerja sama dengan inspektorat daerah, aparat distrik, dan masyarakat
untuk memastikan setiap laporan penggunaan dana desa tercatat dan dapat diakses
publik. Selain itu, pemerintah daerah
akan meluncurkan sistem pelaporan daring (online) yang memungkinkan masyarakat
memantau perkembangan penggunaan dana desa secara langsung. “Kami ingin masyarakat ikut
mengawasi. Dengan sistem pelaporan online ini, semua warga bisa tahu ke mana
dana desa digunakan. Kalau ada penyalahgunaan, segera laporkan,” jelas Bupati. Kunjungan kerja ini disambut
antusias oleh masyarakat Potowayburu. Warga menilai langkah Bupati Mimika
merupakan angin segar yang dapat memperbaiki kepercayaan publik terhadap
pemerintah kampung. Salah satu tokoh masyarakat, Yustinus
Kawer, menyampaikan harapannya agar kebijakan ini tidak hanya berhenti pada
janji, tetapi benar-benar dijalankan secara konsisten. “Kami senang mendengar langsung
komitmen Bupati. Masyarakat ingin pembangunan berjalan jujur dan terbuka. Dana
desa harus kembali kepada rakyat,” katanya. Dalam kunjungan itu, Bupati
Rettob juga menegaskan pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia di tingkat
kampung agar aparat desa memahami cara mengelola anggaran secara profesional
dan sesuai aturan. Pemerintah daerah akan menyiapkan pelatihan manajemen
keuangan desa dan pendampingan teknis bagi aparat kampung. Menurutnya, transparansi dan
akuntabilitas bukan hanya soal laporan keuangan, tetapi juga tentang membangun
kepercayaan publik. “Ketika masyarakat percaya,
mereka akan ikut terlibat menjaga pembangunan. Inilah inti dari pemerintahan
yang baik,” tutup Bupati. Kunjungan ini sekaligus menandai
langkah nyata Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendorong tata kelola
pemerintahan desa yang bersih, jujur, dan melayani, sejalan dengan visi besar
“Mimika Maju, Mandiri, dan Berdaya”. Penulis: Hendrik Editor: GF
02 Nov 2025, 03:25 WIT
Harapan Baru dari Ujung Barat Mimika: Listrik dan Air Bersih Resmi Mengalir di Potowayburu
Papuanewsonline.com, Mimika — Senyum bahagia terpancar dari wajah warga Distrik Mimika Barat Jauh saat Bupati
Mimika, Johannes Rettob, bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, menekan tombol
simbolis menandai resminya aliran listrik dan air bersih di Kampung Potowayburu,
Sabtu (1/11/2025). Acara peresmian yang diwarnai tarian
adat dan siraman kapur putih itu menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat
setempat. Setelah bertahun-tahun hidup tanpa listrik dan harus menempuh jarak
jauh untuk mendapatkan air layak konsumsi, kini warga Potowayburu bisa
menikmati dua layanan dasar yang menjadi simbol kemajuan dan kemandirian. Dalam sambutannya, Kepala Distrik
Mimika Barat Jauh, Everardus R. Kukuareyau, mengungkapkan rasa syukur dan haru
atas perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika. Ia menyebut kehadiran listrik dan
air bersih ini bukan hanya soal fasilitas, melainkan wujud nyata kepedulian
pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat di wilayah paling jauh. “Dulu, anak-anak kami belajar
hanya dengan cahaya pelita dan air harus diambil dari sungai. Sekarang, hidup
kami berubah. Terima kasih kepada pemerintah yang telah hadir hingga ke
pelosok,” ujar Everardus penuh haru. Pernyataan itu disambut tepuk
tangan warga dan aparat kampung yang hadir. Mereka menilai peresmian ini
sebagai awal dari transformasi sosial dan ekonomi di wilayah yang sebelumnya
minim akses. Bupati Mimika Johannes Rettob
menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari visi besar pemerintah daerah
untuk memperluas pelayanan dasar dan meningkatkan taraf hidup masyarakat hingga
ke wilayah terluar. Ia menambahkan, pembangunan tidak
boleh hanya berpusat di kota, tetapi harus dirasakan secara merata di seluruh
pelosok Mimika. “Kami berkomitmen untuk terus
menghadirkan pembangunan yang adil dan merata. Tidak ada lagi daerah yang
tertinggal. Pemerintah hadir untuk semua, termasuk di Potowayburu yang berada
paling barat,” tegas Bupati Rettob. Sementara itu, Wakil Bupati
Emanuel Kemong menambahkan bahwa program ini juga didukung oleh berbagai pihak,
termasuk PLN dan Dinas PUPR, yang bekerja keras memastikan infrastruktur dapat
berfungsi secara berkelanjutan. “Kami ingin masyarakat tidak
hanya mendapatkan listrik dan air, tetapi juga memiliki rasa memiliki dan
menjaga fasilitas ini agar terus bermanfaat,” kata Kemong. Dengan beroperasinya jaringan
listrik dan air bersih, aktivitas masyarakat Potowayburu kini berubah. Sekolah-sekolah
dapat beroperasi dengan lebih baik, kegiatan ekonomi mulai menggeliat, dan
warga tidak lagi bergantung pada sumber energi tradisional. Selain itu, kehadiran air bersih
juga diharapkan menekan angka penyakit yang bersumber dari sanitasi buruk.
Beberapa warga bahkan sudah mulai berencana membuka usaha kecil seperti kios,
penggilingan padi, dan bengkel sederhana berkat adanya pasokan listrik. “Sekarang kami bisa belajar malam
hari, bisa nonton berita, dan hidup terasa lebih mudah,” ujar Maria, warga
setempat, dengan senyum lebar. Pemerintah Kabupaten Mimika
menegaskan bahwa Potowayburu hanyalah satu dari sekian banyak wilayah yang akan
mendapatkan program serupa. Tahun 2026 mendatang, pemerintah daerah menargetkan
seluruh kampung di Mimika Barat Jauh telah teraliri listrik dan memiliki akses
air bersih yang layak. Program ini menjadi bagian dari
agenda besar Mimika dalam mendukung visi nasional “Indonesia Terang 2030” dan
memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam menikmati kemajuan. Penulis: Hendrik Editor: GF
02 Nov 2025, 03:23 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru