logo-website
Selasa, 30 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Jeritan Anak Maluku, AKP Melda: Tolong Kami, Selamatkan Masa Depan Kami Papuanewsonline.com, Ambon - Suara anak-anak Maluku hari ini bukan lagi hanya sekadar tangis kecil di sudut-sudut rumah atau jeritan tanpa arah di tengah hiruk pikuk kehidupan. Suara itu kini menjadi seruan lantang, menyayat nurani siapa pun yang mendengarnya:“Tolong kami… selamatkan masa depan kami.”Seruan ini muncul bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, Maluku menghadapi kenyataan pahit: meningkatnya angka kekerasan terhadap anak, baik secara fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran. Kasus demi kasus mencuat ke permukaan, mengguncang rasa kemanusiaan dan menuntut perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.Banyak anak di Maluku tumbuh dalam lingkungan yang seharusnya memberi cinta, namun justru menyisakan luka.Luka itu tak selalu terlihat kadang tersembunyi dalam diam, trauma, atau hilangnya keceriaan yang seharusnya menjadi warna masa kecil.Kekerasan terhadap anak bukan sekadar data statistik.Ia adalah nasib yang hancur, asa yang terampas, dan masa depan yang terancam.Ketika seorang anak Maluku berkata, “Beta takut pulang…” atau “Jangan kase tinggal beta…”, itu adalah teriakan yang seharusnya menggugah kita semua. Anak-anak adalah pewaris tanah ini, pewaris rempah dan budaya yang kaya. Namun bagaimana mereka dapat menjadi generasi penerus jika hari ini mereka hidup dalam ketakutan?Melindungi anak bukan hanya tugas orang tua. Itu juga tanggung jawab negara, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga sosial, tokoh agama, tokoh adat, media, hingga masyarakat umum.Karena ketika kekerasan terjadi, yang tercoreng bukan hanya keluarga, tetapi juga wajah Maluku.Pemerintah dan aparat kepolisian telah bergerak melakukan penegakan hukum dan memperkuat sistem perlindungan anak. Namun upaya itu tidak akan sepenuhnya berhasil jika masyarakat memilih diam."Diam" adalah bentuk kekerasan baru terhadap keselamatan anak.Bayangkan jika anak-anak Maluku memiliki panggung untuk berbicara.Apa yang akan mereka katakan?Mungkin mereka akan berkata:“Kami cuma mau rasa aman.”“Kami mau sekolah, bukan dipukul.”“Kami mau bermain, bukan dieksploitasi.”“Kami mau orang dewasa lindungi kami.”“Tolong kami… masa depan kami ada di tangan kalian.”Seruan ini tidak boleh sekadar lewat di telinga. Ia harus menggugah kebijakan, mengubah perilaku, dan menggerakkan hati.Jika Maluku ingin tumbuh sebagai daerah yang damai, maju, dan penuh harapan, maka pondasinya harus dimulai dari anak-anak hari ini.Tidak ada pembangunan yang lebih mulia daripada memastikan setiap anak hidup aman, sehat, bahagia, dan terlindungi.Setiap kekerasan yang terjadi adalah alarm keras bahwa kita sedang gagal. Namun setiap anak yang terselamatkan adalah bukti bahwa masa depan Maluku masih terang.Ini bukan sekadar artikel.Ini adalah jeritan hati yang mewakili ribuan anak di Maluku yang belum mampu bersuara. “Tolong Kami… Selamatkan Masa Depan Kami.”Dengarkan mereka.Lindungi mereka.Berdirilah bersama mereka.Karena masa depan Maluku bukan milik kita, masa depan itu adalah milik mereka.Dan mereka memohon kepada kita hari ini. PNO-12#MalukuTarusBikingBae#BasudaraTarusBikingBae  17 Nov 2025, 19:46 WIT
Operasi SAR Longsor Cibeunying Masuki Hari ke-4 Papuanewsonline.com, Majenang - Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, memasuki hari keempat dengan rangkaian kegiatan yang semakin intensif. Sejak pagi, tim SAR gabungan memperdalam pencarian di sektor A2 dan A3 berdasarkan pola timbunan sebelumnya dan penandaan terbaru unit K9. Cuaca yang relatif cerah memungkinkan perluasan galian, namun kehati-hatian tetap diterapkan karena tanah di sepanjang lereng masih bergerak. Tim Polri memulai hari dengan melakukan briefing evaluasi bersama BPBD dan Basarnas, termasuk penentuan jalur masuk aman, pembagian jalur personel, dan penempatan titik kontrol untuk menghindari pergerakan tanah yang sulit diprediksi. Pada sektor A2, lokasi tempat ditemukannya dua jenazah dan dua body part sebelumnya dijadikan acuan untuk memperkirakan arah sebaran material longsor. Sementara itu, sektor A3 diperkuat dengan personel tambahan karena pola timbunan di area tersebut berlapis-lapis sehingga membutuhkan kerja manual yang lebih berat.Pelayanan kesehatan menjadi salah satu elemen yang terus diperkuat sepanjang operasi. Petugas medis Polri bekerja di dua titik sekaligus: RSUD Majenang sebagai pusat rujukan dan pos pelayanan kesehatan lapangan dekat lokasi longsor. Di RSUD Majenang, pemeriksaan lanjutan diberikan kepada korban luka, termasuk penanganan cedera pada ekstremitas, perawatan luka sobek, serta penanganan pernapasan bagi warga yang mengalami inhalasi debu. Sementara itu, di posko lapangan, petugas memberikan perawatan cepat bagi warga yang mengalami kelelahan, syok ringan, hipotermia, hingga serangan panik. Polri juga menempatkan personel khusus untuk mengawal warga lanjut usia dan anak-anak yang mengalami stres fisik akibat perubahan lingkungan pengungsian. Untuk mengurangi antrian, jalur pasien dibagi menjadi tiga: pemeriksaan cepat, tindakan ringan, dan rujukan langsung. Hal ini membuat warga dapat menerima bantuan medis tanpa penundaan, terutama pada jam-jam awal evakuasi di pagi hari.Pelayanan psikologis melalui program trauma healing turut diperluas cakupannya. Polri mengerahkan 15 personel Tim Trauma Healing Ro SDM Polda Jateng, dibantu konselor Polresta Cilacap serta relawan psikososial yang sudah terbiasa menangani bencana alam. Tim ini tidak hanya berfokus pada keluarga korban yang menunggu di RSUD Majenang, tetapi juga melakukan pendekatan dari tenda ke tenda untuk memetakan kondisi emosional warga selamat. Pendekatan ini penting untuk menjangkau warga yang enggan bercerita namun menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis. Untuk anak-anak, tim menyediakan aktivitas pendampingan seperti permainan terarah, sesi mewarnai, dan dukungan emosional sederhana agar mereka mampu kembali merasa aman. Hingga malam sebelumnya, sebanyak 48 warga telah menerima layanan aktif, dengan beberapa keluarga menjalani sesi konseling lanjutan untuk membantu mereka menghadapi kehilangan.Dalam mendukung pencarian, Polri menurunkan total 155 personel 125 dari Polresta Cilacap dan 30 dari Brimob yang bekerja dalam pola bergilir agar stamina petugas tetap stabil. Empat anjing pelacak dari Polda Jateng, Polresta Banyumas, dan Polres Temanggung juga terus bekerja melakukan penandaan titik-titik yang berpotensi menyimpan korban tertimbun. Setiap kali K9 memberikan tanda, tim teknis Polri langsung memasang patok penanda dan melakukan penggalian manual untuk menjaga keselamatan. Di beberapa titik, Polri juga memasang alat sederhana pemantau retakan tanah agar petugas di bawah mengetahui adanya potensi pergerakan material. Di sepanjang jalur masuk, anggota Sabhara dan Lantas mengatur arus kendaraan bantuan agar tak terjadi hambatan logistik, sementara anggota lain melakukan cutting manual pada semak dan kayu yang menutup jalur tim SAR.Hingga hari ini, sembilan korban telah ditemukan dan seluruhnya teridentifikasi oleh Tim DVI. Dengan demikian, dari total 20 warga yang dinyatakan hilang pada awal kejadian, kini tersisa 11 korban yang masih dalam pencarian. Upaya pencarian bergerak semakin terarah berdasarkan pola temuan dan analisis struktur longsoran hari sebelumnya. Sementara itu, proses identifikasi oleh Tim DVI tetap disiagakan setiap saat agar setiap temuan baru dapat segera diproses. Di titik-titik pengungsian, pelayanan kesehatan dan pemulihan psikologis dilakukan tanpa henti untuk memastikan warga selamat mendapatkan dukungan yang mereka perlukan.Kapolresta Cilacap menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan memastikan bahwa seluruh kekuatan Polri akan terus bekerja bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan hingga seluruh korban ditemukan. Masyarakat diimbau tetap tenang, menjauhi area tebing rawan runtuhan, dan mematuhi setiap arahan petugas demi keselamatan bersama. PNO-12 17 Nov 2025, 19:04 WIT
Gowes ke Desa Honitetu, Kapolres SBB Salurkan 70 Paket Bingkisan Papuanewsonline.com, SBB - Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., melaksanakan kegiatan Goes Sepeda Gunung menuju Desa Honitetu, Kecamatan Inamosol, pada Sabtu pagi dengan start dari Piru pukul 06.30 WIT menuju Desa Waimital, kemudian melanjutkan perjalanan ke pegunungan Inamosol. Kegiatan ini dilakukan sekaligus sebagai ajang olahraga, silaturahmi, serta memantau kondisi masyarakat dan infrastruktur desa, khususnya akses jalan dan jembatan yang selama ini menjadi topik pembahasan publik.Kapolres SBB tiba di Desa Waimital pada pukul 08.06 WIT, kemudian bertolak menuju Desa Honitetu pada pukul 08.48 WIT. Rombongan tiba di Desa Honitetu pada pukul 10.12 WIT dan langsung melakukan peninjauan di Pospol Inamosol, sebelum melanjutkan agenda tatap muka bersama masyarakat di kantor desa setempat.Dalam kegiatan tersebut, Kapolres SBB turut menyerahkan 70 paket bingkisan kepada warga Desa Honitetu yang ditujukan kepada janda, duda, lansia, serta warga setempat sebagai bentuk kepedulian sosial Polres terhadap masyarakat di wilayah pegunungan.Selain itu, Kapolres mengajak masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas), baik di lingkungan pemukiman maupun wilayah pegunungan Inamosol. Ia juga menekankan pentingnya kemitraan dan hubungan baik antara masyarakat dengan aparat keamanan guna mendukung tugas kepolisian dalam menjaga stabilitas wilayah.“Kami berharap masyarakat terus bersinergi dengan aparat keamanan agar Desa Honitetu dan wilayah Inamosol tetap aman, nyaman, dan kondusif,” tegas Kapolres SBB.Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian pimpinan Polres SBB terhadap kebutuhan masyarakat serta kondisi akses jalan dan jembatan menuju Desa Honitetu yang selama ini menjadi perhatian publik dan dinilai kurang mendapat penanganan dari pemerintah.Dalam pelaksanaan kegiatan, Kapolres SBB turut didampingi Danpos Inamosol Aipda Riky Waas, personel Pospol Inamosol, Bhabinkamtibmas Desa Honitetu Aipda A. Paunussa, Bhabinkamtibmas Desa Hukuanakotta Bripka F. Pentury, Bhabinkamtibmas Desa Manusa Bripka E. Wermay, Bhabinkamtibmas Desa Rumberu Aiptu Th. Pattianakotta, Bhabinkamtibmas Desa Rambatu Aipda A. Wermay serta tiga personel Polres SBB. PNO-12 17 Nov 2025, 18:54 WIT
Peringati 80 Tahun Brimob Polri, Brimob dan BRI Ambon Kolaborasi Gelar Khitanan Massal Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Korps Brimob Polri, Satuan Brimob Polda Maluku menggelar kegiatan Bhakti Sosial Khitanan Massal yang memberikan layanan gratis kepada 50 anak dari berbagai wilayah di Maluku. Kegiatan sosial ini terlaksana melalui kerja sama antara Satbrimob Polda Maluku dan BRI Cabang Ambon, berlangsung di Tribun Makosat Brimob Polda Maluku, Sabtu (15/11/2025) pukul 09.00 WIT.Acara dihadiri langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Maluku, Wakil Dansat, jajaran PJU Satbrimob, Kepala BRI Cabang Ambon beserta staf, serta tenaga medis dari Biddokkes dan Rumkit Bhayangkara TK III Polda Maluku. Seluruh proses khitanan massal berjalan tertib, aman, dan lancar.Kegiatan dibuka dengan pembacaan doa, dilanjutkan sambutan Dansat Brimob Polda Maluku. Dalam amanatnya, Dansat menegaskan bahwa rangkaian kegiatan HUT Brimob kali ini tidak hanya berorientasi pada internal satuan, tetapi juga dipersembahkan bagi masyarakat.“Khitanan massal ini merupakan bentuk kehadiran Brimob di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa momentum HUT ke-80 Brimob Polri membawa manfaat nyata bagi warga, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan,” ujar Dansat dalam sambutannya.Kepala BRI Cabang Ambon dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Satbrimob Polda Maluku.“BRI berkomitmen mendukung kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut untuk menghadirkan kebermanfaatan bersama,” ungkapnyaSebanyak 50 anak yang mengikuti khitanan massal berasal dari sejumlah desa dan kawasan di Pulau Ambon, termasuk Desa Suli, Morela, Mamala, Asilulu, Wakal, Hila, Kebun Cengkeh, Waihaong, Kampung Muhajirin, Tulehu, Kapaha, Nania, hingga Aspol Tantui dan Arbes.Selain layanan medis, peserta juga menerima bingkisan dan uang saku, yang diserahkan secara simbolis oleh Dansat Brimob Polda Maluku dan Kepala BRI Cabang Ambon.Proses khitanan ditangani tenaga kesehatan profesional dari Bid Dokkes Polda Maluku dan Rumkit Bhayangkara. Para orang tua yang hadir turut mengapresiasi inisiatif sosial ini, terutama karena meringankan beban biaya khitan bagi keluarga.Kegiatan berlangsung hingga selesai dengan suasana tertib, aman, dan penuh kekeluargaan mencerminkan komitmen Brimob dalam memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.Kegiatan khitanan massal yang digelar Satbrimob Polda Maluku bersama BRI Ambon kembali menegaskan peran penting institusi kepolisian dalam mendorong pendekatan humanis dan pelayanan publik. Momentum HUT ke-80 Korps Brimob Polri menjadi sarana memperkuat kedekatan antara aparat keamanan dengan masyarakat, sekaligus menghadirkan program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Kolaborasi antara Brimob dan perbankan nasional seperti BRI menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor dapat menghadirkan dampak sosial yang lebih luas dan berkesinambungan. PNO-12 17 Nov 2025, 18:42 WIT
Jelang Nataru, Polda Maluku Tertibkan Lalin Dalam Operasi Zebra Siwalima 2025 Papuanewsonline.com, Ambon - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Maluku bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres/ta Jajaran Polda Maluku resmi mengumumkan dimulainya Operasi Zebra Salawaku 2025, yang akan digelar selama 14 hari, dari 17 hingga 30 November 2025. Operasi ini bertujuan untuk menekan pelanggaran lalu lintas serta kecelakaan jalan raya, sekaligus meningkatkan disiplin berlalu lintas menjelang libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).“Operasi Zebra Salawaku 2025 yang akan dilaksanakan selama 14 hari ini menjadi tahapan awal untuk menyiapkan kondisi tertib di jalan raya, sekaligus mengedukasi masyarakat agar disiplin berlalu lintas menjelang libur panjang Nataru,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Rositah. Menurutnya, operasi ini memiliki peran penting dalam menciptakan ketertiban lalu lintas, khususnya saat jumlah kendaraan dan aktivitas masyarakat meningkat selama musim liburan.Sebelum memulai operasi, Ditlantas Polda Maluku bersama Satlantas Jajaran telah melaksanakan Latihan Pra-Operasi Zebra Salawaku 2025 pada 13 November 2025. Latihan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman dan strategi dalam pelaksanaan operasi, serta memastikan setiap personel memiliki keterampilan dan kesiapan yang optimal.“Setiap personel harus benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya agar pelaksanaan operasi dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar sesuai rencana yang telah disusun,” ujar Rositah. Latihan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara petugas di lapangan dan meningkatkan efektivitas operasi.Dalam operasi kali ini, Polda Maluku mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif. Polisi tidak hanya bertindak dengan tegas terhadap pelanggar, tetapi juga berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan di jalan raya. Selain penindakan, operasi ini juga berfokus pada edukasi terkait keselamatan dan ketertiban berlalu lintas,” tegas Rositah. Ia menambahkan bahwa operasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.Operasi Zebra Salawaku 2025 juga akan memperhatikan kesiapan sarana dan prasarana jalan serta kondisi kendaraan yang digunakan oleh masyarakat. Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama periode liburan panjang yang diprediksi akan menyebabkan lonjakan volume kendaraan.“Operasi Zebra bukan mengutamakan penindakan, tetapi lebih mengutamakan edukasi tentang keselamatan berlalu lintas untuk membangun kesadaran masyarakat agar tertib dan selamat di jalan raya,” lanjut Kabid Humas Polda Maluku. Ia menambahkan bahwa operasi ini juga merupakan bentuk nyata kehadiran dan kepedulian Polri terhadap nyawa dan keselamatan masyarakat, khususnya para pengguna jalan.Tujuan Jangka Panjang: Membangun Kesadaran Lalu LintasPolda Maluku berharap agar pelaksanaan Operasi Zebra Salawaku 2025 tidak hanya memberikan dampak positif pada periode libur panjang, tetapi juga dapat membangun budaya tertib berlalu lintas dalam jangka panjang. “Kami ingin masyarakat sadar bahwa keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga tanggung jawab setiap individu yang menggunakan jalan,” ungkap Rositah.Operasi ini juga menjadi bagian dari persiapan untuk Operasi Lilin yang lebih besar, yang akan digelar menjelang Natal dan Tahun Baru, di mana tingkat mobilitas masyarakat biasanya meningkat signifikan.Polda Maluku kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, demi keselamatan bersama. “Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya. Ingat, keselamatan adalah prioritas utama,” ujar Kabid Humas Polda Maluku.Operasi Zebra Salawaku 2025 diharapkan tidak hanya menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga dapat memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga keselamatan bersama saat berada di jalan raya. PNO-12 17 Nov 2025, 18:21 WIT
Bukti Nyata Implementasi Respon Time: Polsek Leihitu Evakuasi Ibu Hamil Alami Kontraksi Dini Hari Papuanewsonline.com, Leihitu - Upaya cepat dan responsif kembali diperlihatkan jajaran Polsek Leihitu, Polresta Pulau Ambon & PP Lease, ketika mengevakuasi seorang ibu hamil yang mengalami kontraksi pada Sabtu dini hari. Tindakan cepat tersebut menjadi implementasi langsung dari program Respon Time, inovasi layanan patroli respons cepat yang saat ini menjadi prioritas Kapolda Maluku dalam memperkuat pelayanan publik kepolisian.Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.50 WIT ketika sebuah speed boat dari Kampung Iha, Kabupaten Seram Bagian Barat, tiba di dermaga depan Mapolsek Leihitu. Di dalamnya terdapat Satria Rumbia (37), warga Desa Iha, yang dalam perjalanan menuju Pulau Ambon mengalami kontraksi hebat. Menyadari kondisi darurat tersebut, Kapolsek Leihitu IPDA Muh. Irwan Nismon Siifu segera menggerakkan personel untuk melakukan pertolongan cepat.Evakuasi dini hari tersebut menambah daftar bukti efektivitas Patroli Respon Time, sebuah inovasi yang terus dimaksimalkan oleh Polresta Ambon. Program ini sebelumnya juga telah ditinjau langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, yang menekankan bahwa polisi harus hadir cepat, tepat, dan humanis dalam menjawab setiap kebutuhan masyarakat.Sebagai bagian dari upaya peningkatan sistem evakuasi dan respons darurat, Polresta Ambon pada awal November 2025 menggelar Simulasi Quick Response Call Center 110, melibatkan berbagai satuan fungsi seperti Samapta, Intelkam, Satlantas, hingga perwakilan Polsek. Simulasi tersebut menguji respons terhadap berbagai skenario kedaruratan, termasuk kecelakaan, tindak pidana, hingga situasi kerawanan sosial.Di dermaga, anggota Polsek Leihitu melakukan pemeriksaan awal, lalu mengantar pasien menggunakan mobil dinas menuju RS Al-Fatah Ambon. Proses evakuasi dilakukan sambil berkoordinasi langsung dengan tenaga medis, sehingga penanganan medis dapat diberikan segera setibanya di rumah sakit. Seluruh proses berjalan aman, cepat, dan tanpa kendala berarti.Aksi evakuasi terhadap ibu hamil tersebut mempertegas bahwa kehadiran polisi bukan sekadar penegak hukum, namun juga pelindung dan penyelamat dalam keadaan gawat darurat. Dengan personel yang siaga dan sistem respons cepat yang semakin solid, Polresta Ambon berharap kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian semakin menguat.Hingga siang ini, situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Leihitu dilaporkan aman, terkendali, dan kondusif.Kejadian evakuasi ibu hamil di Leihitu menegaskan pentingnya keberadaan unit respons cepat kepolisian yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pelayanan kemanusiaan. Program Respon Time yang digagas Polresta Ambon terbukti mampu menghadirkan intervensi cepat dan tepat pada situasi-situasi kritis, termasuk kondisi medis darurat seperti yang terjadi pada Sabtu dini hari.Langkah cepat jajaran Polsek Leihitu mencerminkan transformasi pelayanan kepolisian yang lebih humanis dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan sistem terintegrasi seperti Call Center 110, publik kini memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan darurat kepolisian. Aksi seperti ini bukan hanya meningkatkan citra Polri, tetapi juga memperkuat relasi emosional antara polisi dan warga bahwa aparat hadir bukan hanya ketika terjadi pelanggaran hukum, tetapi juga ketika nyawa seseorang dipertaruhkan. PNO-12 17 Nov 2025, 18:09 WIT
Bupati Boven Digoel Turun Tangan Klarifikasi Kasus Dugaan Penelantaran Warga di Kampung Wagai Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Bupati Boven Digoel, Roni Omba, S.IP, bersama Ketua DPRK Boven Digoel, turun langsung ke Kampung Wagai, Distrik Subur, untuk mengklarifikasi kasus dugaan penelantaran seorang ibu yang sebelumnya viral di media sosial.Kunjungan tersebut dilakukan guna memperoleh informasi langsung dari keluarga dan pihak Puskesmas sebagai pihak yang disebut dalam pemberitaan. Bupati ingin memastikan bahwa laporan yang beredar benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.Dalam dialog bersama keluarga, Bupati Roni Omba mendengar berbagai penjelasan mengenai kronologi kejadian. Keterangan tersebut kemudian dikonfirmasi kembali kepada pihak Puskesmas yang sebelumnya menangani proses pelayanan kesehatan terhadap almarhumah.Bupati Roni Omba menyampaikan bahwa dari hasil klarifikasi ditemukan adanya miskomunikasi antara pihak keluarga dan Puskesmas. Menurutnya, kesalahpahaman tersebut menjadi pemicu munculnya dugaan penelantaran yang ramai dibicarakan publik.Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan seharusnya tidak menimbulkan kerancuan. Karena itu, ia meminta pihak Puskesmas memberikan penjelasan resmi kepada keluarga agar tidak ada lagi informasi yang keliru atau menimbulkan polemik baru.Dalam kesempatan itu, Roni Omba juga mengimbau seluruh tenaga kesehatan agar menjaga kualitas komunikasi dengan masyarakat. Ia menilai bahwa komunikasi yang terbuka dan jelas merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang profesional.Selain itu, Bupati menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya mama dari salah seorang guru yang bertugas di Geten. Ia berharap keluarga yang berduka diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.Roni Omba menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau proses pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Boven Digoel. Ia ingin memastikan tidak ada masyarakat yang merasa diabaikan dalam memperoleh hak atas pelayanan kesehatan.Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan, terutama di wilayah pedalaman, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.Bupati menutup kunjungannya dengan pesan bahwa pelayanan kesehatan harus dilandasi tanggung jawab, empati, dan akurasi informasi, sehingga masyarakat dapat merasakan perlindungan dan pelayanan yang layak dari pemerintah.Penulis: Hendrik Editor: GF 17 Nov 2025, 14:40 WIT
Bupati Boven Digoel Minta Perbaikan Fasilitas Bandara, Dirjen Perhubungan Udara Janji Tindak Lanjut Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Bupati Boven Digoel, Roni Omba, S.IP, menyampaikan secara langsung berbagai kendala operasional yang masih terjadi di Bandar Udara Boven Digoel kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Ir. Lukman F. Laisa. Pertemuan singkat tersebut berlangsung pada 17 November 2025 dan menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan layanan penerbangan di daerah.Dalam kesempatan itu, Bupati Roni menjelaskan bahwa bandara masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan infrastruktur yang berdampak pada kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Ia menilai, perbaikan fasilitas menjadi kebutuhan mendesak mengingat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi udara.Menurutnya, berbagai kekurangan tersebut turut mempengaruhi kenyamanan dan keamanan pengguna jasa penerbangan. Selain itu, keterbatasan prasarana pendukung juga menghambat optimalisasi operasional bandara, terutama saat terjadi peningkatan jumlah penumpang.Dirjen Perhubungan Udara, Ir. Lukman F. Laisa, merespons dengan penuh perhatian. Ia mengatakan bahwa kementerian akan segera mempelajari laporan tersebut dan menindaklanjutinya sesuai prioritas yang telah ditetapkan. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Bandar Udara Boven Digoel. Kendala yang disampaikan Pak Bupati akan menjadi perhatian kami,” ujarnya.Bupati Roni menyampaikan apresiasi atas komitmen tersebut. Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan konkret, terutama pada aspek perbaikan sarana teknis dan peningkatan kapasitas pelayanan di bandara.Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat merupakan kunci untuk meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Boven Digoel.Selain itu, Roni menambahkan bahwa penyelesaian kendala di bandara tidak hanya berdampak pada peningkatan layanan publik, tetapi juga membuka peluang investasi dan menunjang sektor-sektor strategis seperti perdagangan, kesehatan, dan pariwisata.Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung seluruh proses tindak lanjut, termasuk penyediaan data teknis serta koordinasi lintas instansi yang dibutuhkan untuk mempercepat perbaikan fasilitas.Pertemuan singkat itu pun ditutup dengan harapan besar bahwa langkah-langkah perbaikan dapat segera direalisasikan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang memanfaatkan transportasi udara.Pemerintah daerah memastikan akan terus memonitor perkembangan dan tetap berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar peningkatan kualitas layanan bandara dapat diwujudkan secara bertahap namun berkelanjutan.Penulis: Hendrik Editor: GF 17 Nov 2025, 14:25 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT