logo-website
Minggu, 29 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan Sejarah Penghentian Perang Gaza Papuanewsonline.com, Sharm El-Sheikh – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Sharm El-Sheikh yang diselenggarakan di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Republik Arab Mesir, Senin (13/10/2025). Forum penting ini menjadi saksi lahirnya kesepakatan bersejarah bagi kawasan Timur Tengah: penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza. Kehadiran Presiden Prabowo bersama para pemimpin dunia lainnya menegaskan peran aktif Indonesia dalam upaya global menciptakan perdamaian dan stabilitas kawasan. Momen ini menjadi salah satu tonggak diplomasi internasional terbesar tahun 2025, menandai berakhirnya konflik yang telah menelan banyak korban jiwa dan menimbulkan penderitaan kemanusiaan mendalam di Gaza. Penandatanganan dokumen perdamaian dilakukan secara simbolis oleh empat pemimpin negara utama yang berperan dalam proses negosiasi panjang: Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Presiden Republik Turkiye Recep Tayyip Erdogan, dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani. Mereka menandatangani kesepakatan di hadapan para kepala negara dan kepala pemerintahan dunia, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang turut hadir menyaksikan langsung jalannya upacara tersebut. Dalam sambutannya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa perjanjian damai ini adalah hasil kerja keras dan diplomasi panjang berbagai pihak. “Warga sipil kini dapat kembali ke rumah mereka, dan para sandera telah berkumpul kembali dengan keluarga mereka. Ini adalah langkah besar menuju masa depan yang lebih aman dan stabil di kawasan Timur Tengah,” ujar Trump di hadapan para pemimpin dunia. Trump juga menegaskan bahwa tahap selanjutnya adalah rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza, yang akan difokuskan pada pembangunan kembali infrastruktur, fasilitas publik, dan layanan kemanusiaan dengan dukungan internasional. Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT ini menunjukkan meningkatnya peran diplomatik Indonesia di tingkat global, khususnya dalam isu-isu perdamaian dunia. Pemerintah Indonesia dinilai konsisten mengedepankan pendekatan diplomasi dan kemanusiaan dalam penyelesaian konflik, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif. “Keterlibatan Indonesia dalam proses perdamaian Gaza adalah cerminan tanggung jawab moral dan politik kita untuk menjaga ketertiban dunia yang damai dan berkeadilan,” ungkap salah satu pejabat Kementerian Luar Negeri yang mendampingi Presiden. Indonesia juga diharapkan memainkan peran strategis dalam pemulihan pascakonflik, termasuk melalui dukungan kemanusiaan, pengiriman tenaga medis, dan kerja sama rekonstruksi wilayah terdampak. Sumber dari lingkaran Istana menyebutkan bahwa Presiden Prabowo akan mengadakan pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin negara di sela-sela KTT, untuk membahas kerja sama pembangunan dan kemanusiaan di kawasan Timur Tengah. Prabowo menekankan pentingnya solidaritas global dan peran negara-negara berkembang dalam menjaga perdamaian dunia. “Indonesia akan selalu berpihak pada perdamaian dan kemanusiaan. Setiap langkah menuju penghentian kekerasan adalah kemenangan bagi kemanusiaan,” demikian disampaikan Presiden dalam keterangan tertulisnya. Partisipasi aktif Indonesia dalam KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tidak hanya penonton, tetapi pemain penting dalam diplomasi global. Kehadiran Presiden Prabowo di forum tersebut mencerminkan komitmen nasional dalam mengimplementasikan amanat Pembukaan UUD 1945, yaitu “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.” KTT ini sekaligus menjadi simbol harapan baru bagi rakyat Gaza dan kawasan Timur Tengah — bahwa perdamaian bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang kini mulai diwujudkan.(GF) 14 Okt 2025, 16:34 WIT
Presiden Prabowo Tiba di Mesir untuk Hadiri KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh Papuanewsonline.com, Sharm El-Sheikh - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bandar Udara Internasional Sharm El-Sheikh, Republik Arab Mesir, Senin (13/10/2025) sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Kedatangan Presiden disambut hangat oleh pejabat tinggi Pemerintah Mesir serta perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo. Kehadiran Presiden Prabowo di negeri piramida ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ia dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Sharm El-Sheikh, sebuah forum diplomatik yang dinilai paling penting dalam upaya mengakhiri konflik berkepanjangan di Gaza dan mendorong perdamaian permanen di kawasan Timur Tengah. Dalam KTT yang akan digelar di kota pesisir Laut Merah tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan menyaksikan secara langsung upacara penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza, yang menjadi hasil dari rangkaian panjang negosiasi internasional. Forum ini dihadiri oleh sejumlah pemimpin dunia, antara lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Raja Yordania Abdullah II, Emir Qatar Syekh Thamim bin Hamad Al Thani, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Arab Saudi Muhammad bin Salman Al Saud, serta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Pertemuan tingkat tinggi ini diharapkan menghasilkan kesepakatan nyata untuk menghentikan kekerasan, membuka akses kemanusiaan, serta mendorong pembangunan kembali Gaza pascaperang. Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum bergengsi tersebut menjadi bukti nyata meningkatnya peran diplomatik Indonesia di kancah global, khususnya dalam isu perdamaian dan keamanan internasional. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam menjembatani dialog antara negara-negara Timur Tengah. Pemerintah Indonesia juga dikenal konsisten menyerukan penghentian kekerasan dan penyelesaian damai konflik Palestina-Israel melalui jalur diplomasi dan kemanusiaan. “Partisipasi Indonesia dalam KTT ini merupakan wujud nyata amanat konstitusi — ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” demikian pernyataan resmi dari Kantor Sekretariat Presiden. Sumber di lingkaran Istana menyebutkan bahwa Presiden Prabowo juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin dunia di sela-sela KTT. Pertemuan tersebut antara lain akan membahas kerja sama kemanusiaan, pertahanan, dan ketahanan pangan lintas negara. Indonesia dipandang mampu berperan sebagai penjembatan dialog antara pihak-pihak yang bertikai, mengingat posisinya yang netral serta pengalaman panjang dalam misi penjaga perdamaian PBB. Prabowo disebut ingin memastikan agar Indonesia terus menjadi bagian dari solusi — bukan sekadar penonton — dalam upaya menjaga stabilitas global. “Indonesia harus tampil aktif. Dunia membutuhkan suara damai dari Asia Tenggara,” ujar salah satu Kehadiran Prabowo di KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh menandai babak baru diplomasi luar negeri Indonesia yang semakin berani tampil di forum strategis dunia. Bagi Indonesia, perdamaian di Timur Tengah bukan hanya isu politik global, tetapi juga tanggung jawab moral terhadap kemanusiaan. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintahan Prabowo dalam memperkuat diplomasi aktif, menjalin solidaritas antarnegara, dan memperjuangkan tatanan dunia yang damai dan berkeadilan.(GF) 14 Okt 2025, 16:27 WIT
Jamin Kualitas MBG, SPPG Polres Inhil Dilengkapi Fasilitas Rapid Test Papuanewsonline.com, Inhil – Polres Indragiri Hilir (Inhil) resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilengkapi fasilitas rapid test guna memastikan kualitas Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar. Inovasi ini menjadi langkah pencegahan agar tidak terjadi kasus keracunan massal seperti yang pernah menimpa sejumlah daerah.Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, rapid test menjadi bagian dari transparansi dan pengawasan Polri dalam menjamin mutu gizi bagi anak-anak.“Rapid test untuk security food, dan ini dilakukan bersama-sama dan transparan. Publik pun boleh melakukan pengawasan dengan melibatkan dari Puskesmas maupun tenaga medis yang sudah ditunjuk,” ujar Herry Heryawan, Senin (13/10/2025).Herry menegaskan, makanan yang diberikan kepada siswa harus memenuhi standar kualitas dan keamanan. Menurutnya, kegagalan menjaga mutu MBG bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap Polri maupun pemerintah.“Seperti yang kita ketahui kejadian beberapa waktu lalu itu akan mendegradasi kepercayaan terhadap pemerintah dan kita semua,” tegasnya.Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan sejak pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga tahap distribusi.“Mulai dari pada masuknya bahan makanan, memasak, penyimpanan, sampai kepada pembagian dan terakhir food security atau rapid test. Setelah itu disiapkan di dalam ompreng atau food tray, baru kemudian didistribusikan,” jelasnya.Menurut Kapolda, SPPG bukan sekadar dapur, melainkan investasi nyata Polri untuk membangun generasi sehat, kuat, dan berdaya.“Ibarat menanam pohon, kalau dirawat dengan baik dan diberi pupuk akan mempunyai batang kuat tempat bersandar, dahan yang kuat tempat bergantung, daun yang lebat tempat bernaung, dan akar yang kuat tempat bersila. Demikian pula pemberian gizi yang baik dapat menjamin tumbuh kembang generasi penerus kita dan memberikan manfaat bagi kita semua,” tuturnya.SPPG Inhil berdiri di atas lahan seluas 1,4 hektare di Jalan Baru Yusuf Parit, Kelurahan Tembilahan Hulu. Dapur ini dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Polres Inhil dengan dukungan 39 relawan.Fasilitas yang tersedia mencakup dapur, peralatan masak, food tray, hingga kendaraan distribusi. Setiap hari, dapur ini menyiapkan MBG untuk 2.438 siswa dari 12 sekolah di Kabupaten Inhil. PNO-12 14 Okt 2025, 14:08 WIT
Dukung Program MBG, Kapolda Riau Resmikan SPPG di Inhil Papuanewsonline.com, Inhil - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Polres Indragiri Hilir (Inhil). Peluncuran dapur SPPG Polres Inhil ini merupakan wujud komitmen Polda Riau dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG)."Kegiatan ini dalam rangka mendukung program nasional pemerintah dalam pemenuhan gizi yang aman dan berkualitas," ujar Irjen Pol Herry Heryawan, Senin (13/10/2025).Dalam sambutannya, Irjen Herry Heryawan menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Inhil dan jajaran Forkopimda. SPPG Polres Inhil ini menyediakan MBG untuk 2.438 siswa penerima manfaat dari 12 sekolah di wilayah Kabupaten Inhil.Pada kesempatan itu, Irjen Herry Heryawan beserta jajaran pejabat utama (PJU) Polda Riau dan juga Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora meninjau secara langsung dapur SPPG. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses pembuatan MBG di dapur SPPG Polres Inhil sesuai dengan standar keamanan makanan.Irjen Herry Heryawan memastikan dari mulai pemilihan bahan baku makanan, pengolahan, sampai ke tahap distribusi dilakukan dengan standar keamanan untuk memastikan MBG yang bergizi dan berkualitas."Mulai dari pada masuknya bahan makanan, memasak, penyimpanan, sampai kepada pembagian dan terakhir food security atau rapid test. Setelah itu disiapkan di dalam ompreng atau foodtray, baru kemudian didistribusikan," jelasnya.Jenderal bintang dua ini mengatakan bahan makanan dipilih sesuai standar pangan dan mutu kualitas yang baik. SPPG Polres Inhil juga melakukan rapid test terhadap makanan untuk menguji keamanan MBG itu sendiri."Rapid test untuk security food, dan ini dilakukan bersama-sama dan transparan. Publik pun boleh melakukan pengawasan dengan melibatkan dari Puskesmas maupun tenaga medis yang sudah ditunjuk," jelasnya.Lebih lanjut, Herry Heryawan menyoroti masalah kamera pengawas yang belum tersedia di SPPG. Herry Heryawan meminta agar Polres Inhil menyiapkan CCTV untuk merekam aktivitas mulai dari masuknya bahan makanan sampai ke dapur dan keluar untuk didistribusi."Agar Polres memantau 24 jam. Dan tadi polres juga menyiapkan tenaga pengantar untuk mendirstribusikan sampai makanan itu dikonsumsi oleh anak-anak kita," katanya. PNO-12 14 Okt 2025, 14:02 WIT
Hadirkan Eks Napiter Poso, Divhumas Polri Gelar FGD Kontra Radikal di Kabupaten Sigi Papuanewsonline.com, Sigi - Divisi Humas Polri melalui Tim Subsatgas Banops Humas Polri menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Kontra Radikal, salah satu program prioritas Kapolri. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di wilayah Sulawesi Tengah.FGD dibuka secara resmi oleh Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf. Ia didampingi Ketua Tim Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago, berlangsung di Aula Sarja Arya Racana Polres Sigi, Senin (13/10/2025).Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber Ustadz Imron, eks narapidana terorisme yang kini aktif sebagai Ketua Yayasan Lingkar Perdana Poso dan menjadi figur inspiratif dalam gerakan deradikalisasi di Sulawesi Tengah.Dengan mengangkat tema “Terorisme Musuh Kita Bersama”, kegiatan FGD juga dihadiri Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono dan Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga. Selain itu, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda turut hadir, menandai komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan memperkuat ketahanan sosial di daerah yang pernah menjadi episentrum konflik beberapa waktu lalu yang kini sudah aman dan kondusif.Dalam sambutannya, Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Helmi Kwarta menegaskan bahwa aktivitas terorisme di wilayah Gunung Biru, Kabupaten Poso, kini sudah tidak ada lagi. Namun, ia mengingatkan bahwa paham dan ideologi radikalisme masih berpotensi tumbuh jika tidak diantisipasi bersama."InsyaAllah di Sulawesi Tengah menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menangkal paham dan ideologi radikalisme. Mari kita jaga kampung yang kita cintai ini, siapa yang mo jaga kampung yang kita cintai ini kalau bukan torang," ucap Brigjen Helmi dihadapan para tokoh.Brigjen Helmi Kwarta juga menyoroti perlunya menghapus stigma bahwa terorisme identik dengan umat Islam. Menurutnya, terorisme adalah persoalan individu manusianya, bukan agama. “Kita harus hilangkan pandangan bahwa terorisme itu identik agama Islam. Semua yang berperilaku buruk, yang menebar ketakutan, itulah terorisme,” tegasnya.Sementara itu, Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menjelaskan bahwa program Kontra Radikal merupakan bagian dari strategi Polri dalam membangun ketahanan ideologis masyarakat.“Kontra radikal adalah upaya membangun personal untuk mencegah paham radikalisme dan separatisme yang kini banyak dihembuskan melalui berbagai elemen sosial, budaya, dan politik,” ujarnya.Ia menambahkan, upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh Polri, tetapi harus melibatkan seluruh unsur, termasuk Forkopimda, tokoh agama, masyarakat, adat, dan pemuda. “Kami berharap peserta FGD dapat mengikuti seluruh rangkaian acara, menyimak materi dengan baik, dan menyebarkan pengetahuan ini kepada masyarakat sekitar,” pesan Kombes Erdi.Dalam kesempatan itu, Ustadz Imron turut berbagi pengalaman hidupnya melalui materi bertema “Habis Gelap Terbitlah Terang, Cahaya Kebangsaan.” Ia menceritakan bagaimana dirinya dulu terjerumus dalam jaringan terorisme, hingga akhirnya sadar dan bertekad membantu negara melawan radikalisme dan terorisme musuh kita bersama."Alhamdulillah saya ucapkan kepada Divisi Humas Polri yang telah memberikan kesempatan kepada kami menyampaikan pengalaman sebagai Eks Napiter. Semoga apa yang saya sampaikan bisa menjadi pelajaran sehingga kedepannya indonesia ini terlepas dari paham radikalisme dan aksi terorisme, pungkasnya. PNO-12 14 Okt 2025, 13:50 WIT
Turunkan 1.554 Personel, Polda Maluku Siap Amankan Kunjungan Wapres Gibran Papuanewsonline.com, Ambon – Sebanyak 1.554 personel gabungan Polda Maluku dikerahkan untuk melaksanakan pengamanan kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Provinsi Maluku. Kunjungan kerja tersebut mencakup Kota Ambon, Kabupaten Buru, Kota Tual, dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), dengan pengamanan terpadu di seluruh titik kegiatan.Kepolisian Daerah Maluku memastikan seluruh rangkaian kunjungan Wakil Presiden berjalan aman, tertib, dan lancar, mulai dari kedatangan di Bandara Internasional Pattimura Ambon hingga kunjungan ke sejumlah lokasi kunjungan di Buru, Tual, dan Malra.Kapolda Maluku Irjen. POL. prof. DR. DadangHartanto, S.H., S.I.K., M.Si, mengatakan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu dan berlapis, melibatkan personel dari seluruh satuan fungsi dan jajaran kewilayahan.“Kami telah menyiapkan 1.554 personel yang terdiri dari berbagai satuan, termasuk Brimob, Sabhara, Lalu Lintas, Intelkam, dan Reskrim, serta dukungan personel dari Polres jajaran. Seluruhnya bersinergi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk menjamin keamanan selama kegiatan Wapres di Maluku,” ujar Kapolda, Selasa (14/10/2025).Pengamanan di setiap wilayah difokuskan pada lokasi kunjungan, jalur lintasan, tempat transit, hingga area publik yang menjadi titik konsentrasi masyarakat. Selain itu, Tim Jibom Gegana Satbrimob Polda Maluku juga melakukan sterilisasi terhadap seluruh area yang akan dikunjungi Wapres guna mengantisipasi potensi ancaman bahan peledak dan gangguan keamanan lainnya.“Sterilisasi menjadi tahapan wajib dalam SOP pengamanan VVIP. Kami memastikan semua lokasi dalam kondisi aman sebelum kegiatan dimulai,” ungkap Dansat Brimob Polda Maluku, Kombes Pol. (nama disesuaikan).Selain aspek keamanan fisik, jajaran Polda Maluku juga menyiapkan langkah-langkah pengamanan lalu lintas dan pelayanan kepada masyarakat agar aktivitas publik tetap berjalan normal selama kunjungan berlangsung.Kapolda menegaskan bahwa pengamanan kunjungan Wakil Presiden merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab institusi kepolisian untuk menjaga stabilitas keamanan di daerah.“Ini momentum penting bagi Maluku. Kami ingin memastikan kehadiran Wapres membawa kesan positif dan menunjukkan bahwa Maluku adalah wilayah yang aman, tertib, dan kondusif,” kata Kapolda. PNO-12 14 Okt 2025, 11:49 WIT
Apel Gelar Pasukan Pengamanan Wapres RI, Ini Arahan Kapolda Papuanewsonline.com, Ambon - Jelang kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka di wilayah Provinsi Maluku, dilakukan apel gelar pasukan pengamanan VVIP di lapangan Merdeka, kota Ambon, Senin (13/10/2025).Apel gelar pasukan dihadiri Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si bersama Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Kabinda Maluku, Dankodaeral IX, Danlanud Pattimura, Kasdam XV/Pattimura, Irdam XV/Pattimura, Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Pejabat Utama (PJU) TNI–Polri dan melibatkan personil pengamanan dari satuan TNI- Polri, Dishub dan Satpol PP, untuk personil Polri yang dilibatkan mulai dari Polda, Polresta Ambon, Polres Tual, Polres Malra dan Po.res Buru seluruh nya berjumlah 1. 554 personil polri.Kegiatan ini merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana, dan prasarana dari seluruh unsur pengamanan yang terlibat dalam rangka menyambut kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) RI yang dijadwalkan berlangsung pada 14 dan 15 Oktober 2025 di Provinsi Maluku.Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan seluruh pasukan pengamanan, mulai dari ring 1, ring 2, hingga ring 3. Setiap unsur pengamanan diminta untuk memahami betul tugas dan tanggung jawab masing-masing, agar seluruh rangkaian kegiatan Wakil Presiden RI di Maluku dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto dalam kesempatan itu menegaskan pentingnya profesionalitas dan koordinasi antarinstansi pada pengamanan VVIP. Menurutnya, kunjungan Wakil Presiden merupakan kegiatan kenegaraan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga memerlukan perhatian dan kesiapan yang maksimal.“Apel gelar pasukan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh kekuatan pengamanan benar-benar siap, baik dari sisi personel maupun peralatan. Pengamanan VVIP adalah tugas negara yang tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun,” kata Kapolda Maluku.Soliditas dan sinergitas antara TNI dan Polri, kata Kapolda, merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku, khususnya dalam momentum kunjungan pejabat tinggi negara. Ia mengingatkan seluruh personel harus memahami prosedur pengamanan dengan prinsip zero tolerance terhadap setiap potensi gangguan.Selain itu, kegiatan apel juga menjadi ajang konsolidasi untuk menegaskan pembagian tanggung jawab di lapangan. Setiap satuan diminta melaksanakan patroli, penjagaan, serta pengamanan rute dan objek secara berlapis dan berkelanjutan sesuai dengan standar operasional pengamanan VVIP.Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP diakhiri dengan pengecekan pasukan dan perlengkapan oleh para pejabat forkopimda yang hadir, guna memastikan seluruh unsur siap melaksanakan tugas sesuai perintah operasi. PNO-12 14 Okt 2025, 11:29 WIT
Gubernur Fakhiri Ungkap Potensi Pertanian ke Menteri Pertanian: Papua Siap Jadi Lumbung Pangan Papuanewsonline.com, Jakarta – Langkah cepat terus diambil oleh Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, usai resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Tak menunggu lama, Fakhiri langsung melakukan serangkaian pertemuan penting dengan jajaran menteri kabinet, termasuk Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, guna mendorong percepatan pembangunan sektor pertanian di Tanah Papua. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Senin (13/10/2025) tersebut membahas peluang pengembangan potensi pertanian unggulan di tiga kabupaten utama, yakni Keerom, Jayapura, dan Sarmi. “Tadi saya sudah bertemu Pak Menteri Pertanian dan para Dirjen. Kami membahas tentang rencana Pemerintah Provinsi Papua untuk mengembangkan sektor pertanian, dan Pak Menteri merespons niat kami dengan sangat baik,” ujar Fakhiri usai pertemuan kepada wartawan. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Fakhiri memaparkan secara rinci potensi besar Papua dalam sektor pertanian yang selama ini belum tergarap maksimal. Ia menyebut, dari sisi lahan dan kondisi geografis, Papua memiliki peluang besar untuk menjadi sentra produksi pangan dan perkebunan unggulan di kawasan timur Indonesia. “Ada tiga kabupaten yang kami nilai sangat potensial, yaitu Keerom, Jayapura, dan Sarmi. Di wilayah ini kami akan fokus pada pengembangan empat komoditas utama — padi, kakao, kopi, dan sagu,” terang Fakhiri. Menurutnya, empat komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi besar untuk menyejahterakan masyarakat lokal. Selain itu, pengembangan komoditas ini juga dapat mendukung ketahanan pangan nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Gubernur yang akrab disapa MDF ini menegaskan optimismenya bahwa Papua ke depan tidak hanya akan mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga menjadi penyuplai bagi lima provinsi pemekaran lainnya di wilayah Papua. “Kami berharap ke depan Papua mampu menjadi lumbung pangan bagi provinsi-provinsi pemekaran yang lahir dari Papua induk,” tegasnya. Ia menilai, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan strategi pengelolaan yang berbasis potensi lokal, Papua dapat menjadi salah satu daerah penopang pangan nasional di kawasan timur Indonesia. Menanggapi pemaparan Gubernur Fakhiri, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan apresiasinya terhadap langkah cepat yang diambil Pemerintah Provinsi Papua. Ia menilai, rencana pengembangan pertanian tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pangan berbasis daerah. “Kementerian Pertanian siap mendukung penuh upaya Gubernur Papua untuk mengembangkan sektor pertanian rakyat. Kami akan bantu dari sisi pendampingan teknis, bibit unggul, serta dukungan alat dan mesin pertanian,” ujar Mentan Amran. Kementerian Pertanian juga akan menyiapkan tim teknis untuk melakukan survei lapangan dan memetakan potensi serta kebutuhan prioritas di tiga kabupaten yang menjadi fokus pengembangan. Selain sektor produksi, Gubernur Fakhiri juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang, terutama jalan dan jembatan yang menghubungkan wilayah sentra pertanian dengan pasar antarprovinsi. “Kami juga akan memperbaiki infrastruktur jalan agar ada konektivitas antar semua provinsi di Tanah Papua. Dengan begitu, distribusi hasil panen bisa lebih lancar dan efisien,” ujarnya. Ia menambahkan, sinergi antara sektor pertanian dan infrastruktur merupakan kombinasi penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Papua, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Pertemuan strategis antara Gubernur Papua dan Menteri Pertanian ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk memperkuat fondasi ekonomi berbasis sumber daya lokal. Dengan pendekatan terpadu dan dukungan pemerintah pusat, Papua diharapkan mampu melahirkan sistem pertanian modern yang berkelanjutan dan mandiri. “Ini bukan sekadar program jangka pendek, tapi langkah panjang menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan petani Papua,” pungkas Gubernur Fakhiri.     Penulis: Jid Editor: GF 14 Okt 2025, 05:02 WIT
Menteri PUPR dan Gubernur Papua Sepakat Percepat Pembangunan, Demi Wujudkan Papua Sejahtera Papuanewsonline.com, Jakarta — Langkah konkret menuju Papua yang lebih maju dan sejahtera kini mulai menunjukkan arah yang jelas. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pemerintah Provinsi Papua sepakat memperkuat kolaborasi percepatan pembangunan di Bumi Cenderawasih. Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (11/10/2025), Menteri PUPR Dody Hanggodo menerima langsung Gubernur Papua Matius Fakhiri dan Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen untuk membahas rencana strategis pembangunan infrastruktur, perumahan rakyat, serta peningkatan konektivitas antarwilayah. “Kementerian PUPR siap memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua. Pendekatan kolaboratif yang dilakukan sejak awal masa jabatan menjadi sinyal positif bagi percepatan pembangunan di wilayah timur Indonesia,” ujar Menteri Dody Hanggodo. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh semangat tersebut, Gubernur Matius Fakhiri menegaskan bahwa kunjungannya bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk menindaklanjuti berbagai agenda pembangunan prioritas. “Kami datang untuk bekerja, bukan hanya berkoordinasi di atas kertas. Rakyat Papua menunggu hasil nyata, bukan janji. Karena itu, kami ingin setiap kebijakan dan dukungan pusat dapat langsung dirasakan oleh masyarakat di lapangan,” tegas Gubernur Fakhiri. Ia menjelaskan bahwa tantangan utama pembangunan di Papua bukan hanya persoalan infrastruktur, melainkan juga pemerataan hasil pembangunan hingga ke daerah pedalaman. Oleh sebab itu, kolaborasi lintas sektor dan sinergi dengan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar Papua tidak tertinggal dari daerah lain di Indonesia. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis antara Pemprov Papua dan Kementerian PUPR. Di antaranya adalah: Pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Peningkatan infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, dan fasilitas umum di kawasan pegunungan. Percepatan pembangunan jalan dan jembatan penghubung antarwilayah, terutama untuk membuka akses ekonomi baru di daerah yang masih terisolasi. Menteri Dody menegaskan bahwa program-program tersebut akan diintegrasikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta memperhatikan karakteristik geografis dan sosial masyarakat Papua. “Kami akan memastikan pembangunan berjalan dengan pendekatan yang sesuai kondisi lokal. Papua memiliki tantangan tersendiri, tapi dengan kerja sama yang solid, hasilnya pasti bisa dirasakan langsung oleh rakyat,” ungkap Menteri PUPR. Gubernur Matius Fakhiri menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen untuk mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, dengan fokus pada transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan program pembangunan. “Kami ingin seluruh proyek pembangunan di Papua berjalan dengan jujur, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil. Dukungan penuh dari Pemerintah Pusat akan kami imbangi dengan kerja keras dan tanggung jawab di daerah,” tuturnya. Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen menambahkan bahwa pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan pengawasan internal serta memastikan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. “Pembangunan bukan hanya urusan pemerintah, tapi juga milik masyarakat. Karena itu, kami ingin rakyat Papua ikut mengawasi dan merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya. Pertemuan antara Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Papua ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pusat dan daerah. Dengan komitmen bersama untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, harapan menuju Papua yang maju, adil, dan sejahtera kini semakin dekat untuk diwujudkan. “Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Papua adalah bagian penting dari Indonesia. Kolaborasi yang kuat akan membawa hasil besar bagi rakyat,” tutup Menteri Dody Hanggodo.     Penulis: Jid Editor: GF 14 Okt 2025, 04:59 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT