logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
H-1 Lebaran, Pengamanan Pelabuhan Hunimua Diperketat, Arus Mudik Terpantau Landai Papuanewsonline.com, Ambon – Personel Operasi Ketupat Salawaku 2026 Polda Maluku memaksimalkan pengamanan dan pengawasan arus mudik di Pos Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Feri Hunimua, Liang, Kota Ambon, Kamis (19/3/2026), atau H-1 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.Pengamanan difokuskan pada aktivitas penumpang yang tiba maupun yang akan berangkat menuju Pelabuhan Waipirit, Seram Bagian Barat, guna memastikan kelancaran, keamanan, dan keselamatan selama perjalanan mudik.Dalam pelaksanaannya, personel Polda Maluku bersinergi dengan Polresta Ambon, TNI AL, serta petugas dari Dinas Perhubungan dan ASDP Maluku. Petugas melakukan pemantauan arus penumpang, pengaturan antrean, serta memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan.Pada H-1 Lebaran, arus penumpang di Pelabuhan Hunimua terpantau mengalami penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya, meskipun aktivitas penyeberangan tetap berjalan lancar dan terkendali.Selain pengamanan, pemerintah Provinsi Maluku juga memberikan dukungan kepada masyarakat melalui program 800 tiket gratis untuk rute Hunimua–Waipirit dan sebaliknya, guna membantu kelancaran mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran 2026.Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Salawaku 2026, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal pada fase krusial menjelang Idul Fitri.“H-1 Lebaran merupakan salah satu titik puncak mobilitas masyarakat. Kami memastikan seluruh personel siaga penuh untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus mudik, khususnya di jalur penyeberangan laut,” ujar Rositah.Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam mendukung pengamanan mudik di wilayah kepulauan.“Kolaborasi antara Polri, TNI, dan stakeholder terkait menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan nyaman,” tambahnya.Secara umum, situasi kamtibmas di kawasan Pelabuhan Hunimua Liang terpantau aman, tertib, dan kondusif hingga akhir kegiatan. PNO-12 20 Mar 2026, 21:50 WIT
Kapolda Maluku Terima Audiensi Keuskupan Amboina, Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan di Maluku Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH., S.I.K., M.Si, menerima audiensi perwakilan Keuskupan Amboina di ruang kerjanya di Ambon, Senin (16/3/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan masyarakat di Maluku.Audiensi berlangsung dalam suasana dialog yang hangat dan penuh keakraban. Kedua pihak membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan toleransi antarumat beragama, pembinaan generasi muda, hingga upaya bersama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menyampaikan apresiasi atas kunjungan silaturahmi pihak keuskupan serta hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara kepolisian dan tokoh agama di Maluku.“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Keuskupan Amboina. Hubungan antara Polda Maluku dan tokoh-tokoh agama selama ini berjalan sangat baik dan terus kami jaga sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan persatuan di Maluku,” ujar Kapolda.Kapolda menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Maluku merupakan kekuatan sosial yang harus terus dipelihara melalui nilai toleransi dan kebersamaan.Ia juga mengingatkan bahwa dalam waktu dekat masyarakat akan menghadapi sejumlah momentum keagamaan besar seperti Idul Fitri, Nyepi, serta Paskah sehingga seluruh elemen masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.Menurut Kapolda, peran tokoh agama sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan pembinaan rohani serta pendekatan di lingkungan rumah ibadah.Selain itu, Kapolda juga menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi atau pengaruh negatif di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.“Kita harus memastikan generasi muda Maluku mendapatkan pembinaan yang baik agar tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah persaudaraan,” katanya.Sementara itu, perwakilan Keuskupan Amboina, Rd. Lucky Kelwula, menyampaikan dukungan kepada kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga menjadi momentum memperkuat kerja sama antara gereja dan aparat keamanan, khususnya dalam program pembinaan masyarakat, kegiatan sosial, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.“Kami memberikan dukungan penuh kepada Polri dalam menjaga keamanan. Kami percaya bahwa jika keamanan terjaga, masyarakat dapat menjalankan kehidupan sosial dan keagamaan dengan tenang,” ujarnya.Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas sejumlah isu sosial yang menjadi perhatian bersama, seperti perlindungan perempuan dan anak, kepedulian terhadap lingkungan, serta dampak negatif perjudian online di tengah masyarakat.Menanggapi hal tersebut, Kapolda menegaskan komitmen kepolisian untuk terus meningkatkan profesionalisme pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui sistem rekrutmen anggota Polri yang transparan serta pengawasan berbasis teknologi dalam pelayanan kepolisian.Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat di Maluku. PNO-12 20 Mar 2026, 15:19 WIT
Polda Maluku Perketat Pengamanan Arus Mudik Lebaran di Ambon Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah Maluku memperketat pengamanan di sejumlah titik keramaian menjelang arus mudik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026, guna memastikan keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.Pengamanan dilakukan oleh personel Ditreskrimum bersama Ditresnarkoba Polda Maluku di dua lokasi strategis di Kota Ambon, yakni Pasar Mardika dan Pelabuhan Yos Sudarso, yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan jalur utama transportasi laut bagi pemudik.Kegiatan pengamanan dipimpin oleh Ipda Johania Darmapan, S.Tr.I.K. dari Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Subsatgas Tindak Pidana Umum. Personel melakukan patroli, pemantauan situasi, serta pengawasan aktivitas masyarakat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama periode mudik.Di kawasan Pasar Mardika, petugas meningkatkan patroli untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas seperti pencopetan, pencurian, dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang berpotensi meningkat seiring ramainya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran.Sementara di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, aparat kepolisian melakukan pengawasan terhadap proses naik-turun penumpang dan kendaraan, memantau barang bawaan penumpang, serta melakukan penindakan terhadap peredaran minuman keras (miras) yang dapat mengganggu ketertiban selama arus mudik.Selain pengamanan, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan serta mematuhi aturan di area pelabuhan.Melalui kegiatan tersebut, Polda Maluku berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di pusat keramaian maupun jalur transportasi laut tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar selama pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026. PNO-12 20 Mar 2026, 14:57 WIT
Polda Maluku Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Tahapary Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku akan menggelar Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah secara terbuka di Lapangan Tahapary Polda Maluku, Kota Ambon, Sabtu (21/3/2026) pukul 07.00 WIT.Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum dan diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di Maluku.Pada pelaksanaan sholat Idul Fitri tersebut, Ustadz Husein Abdul Aziz Arbi, Lc., M.A. dijadwalkan menjadi khatib yang akan menyampaikan khutbah Idul Fitri kepada para jamaah.Polda Maluku mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghadiri dan melaksanakan sholat Idul Fitri di Lapangan Tahapary dalam suasana yang khidmat dan penuh kebersamaan.Momentum Hari Raya Idul Fitri dinilai memiliki makna penting bagi umat Muslim sebagai ajang mempererat hubungan silaturahmi, memperkuat nilai kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.Selain sebagai kegiatan ibadah, pelaksanaan sholat Idul Fitri bersama ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku.Semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan nilai persaudaraan yang telah lama menjadi identitas masyarakat Maluku.Hal ini tercermin dalam pesan yang diangkat dalam kegiatan tersebut, yakni “Maluku Tarus Biking Bae, Basudara Tarus Biking Bae,” yang menggambarkan komitmen bersama masyarakat Maluku untuk terus menjaga persatuan dan hidup berdampingan secara harmonis.Melalui kegiatan ini, Polda Maluku berharap masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kedamaian, kebersamaan, serta memperkuat semangat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. PNO-12 20 Mar 2026, 14:43 WIT
Antisipasi Puncak Mudik Lebaran, Polda Maluku Perketat Pengamanan Pasar dan Pelabuhan Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku memperketat pengamanan di sejumlah titik keramaian masyarakat menjelang puncak arus mudik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026. Pengamanan difokuskan di kawasan Pasar Mardika, Pelabuhan Tulehu, dan Pelabuhan Liang yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.Kegiatan pengamanan tersebut dipimpin oleh Ipda Johania Darmapan, S.Tr.I.K. dengan melibatkan personel dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku.Untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, selain personil yang menggunakan pakaian dinas juga diturunkan puluhan personel berpakaian preman untuk memperkuat pengamanan di sejumlah titik keramaian, terutama di pusat perbelanjaan dan pelabuhan yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.Di Pasar Mardika, personel kepolisian melakukan patroli dan pemantauan di area perdagangan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat yang berbelanja kebutuhan Lebaran.Selain itu, kehadiran petugas juga bertujuan mengantisipasi potensi tindak kriminal seperti pencopetan, pencurian, maupun pencurian kendaraan bermotor yang kerap terjadi di lokasi keramaian.Sementara itu, pengamanan di Pelabuhan Tulehu dan Pelabuhan Liang difokuskan pada aktivitas keberangkatan dan kedatangan kapal yang membawa para pemudik.Petugas melakukan pemantauan terhadap proses naik-turun penumpang dan kendaraan, sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk peredaran minuman keras (miras).Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Salawaku 2026, mengatakan peningkatan pengamanan di pusat keramaian dan pelabuhan merupakan langkah preventif untuk memastikan aktivitas masyarakat menjelang Lebaran berjalan aman dan tertib.“Melalui Operasi Ketupat Salawaku 2026, Polda Maluku meningkatkan pengamanan di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, seperti pasar dan pelabuhan, guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama arus mudik Lebaran,” ujar Kombes Pol Rositah Umasugi.Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap barang bawaan serta menjaga ketertiban selama berada di tempat keramaian maupun saat melakukan perjalanan mudik.Operasi Ketupat Salawaku 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan untuk mengamankan rangkaian perayaan Hari Raya Idulfitri, termasuk pengamanan arus mudik dan arus balik di wilayah Maluku.Melalui pengamanan yang dilakukan di sejumlah titik keramaian tersebut, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar. PNO-12 20 Mar 2026, 14:18 WIT
Indonesia Siap Gelar AVC Men’s Champions League 2026 di Pontianak, Momentum Kebangkitan Voli Asia Papuanewsonline.com, Jakarta – Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat perkembangan bola voli di kawasan Asia. Hal ini ditandai dengan digelarnya acara Drawing & Press Conference AVC Men’s Champions League 2026 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Minggu (15/3).Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian turnamen bergengsi tingkat internasional yang akan mempertemukan klub-klub bola voli putra terbaik dari berbagai negara di Asia.Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara ini, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir, Presiden Asian Volleyball Confederation (AVC) Ramon Suzara, Chief Business Officer Volleyball World Guido Betti, Presiden Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Imam Sudjarwo, serta Ketua Voli Polisi sekaligus Manajer Bhayangkara Presisi Pipit Rismanto.Turnamen internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Mei 2026. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, panggung utama kompetisi klub-klub elite Asia kali ini akan digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat.Pemilihan Pontianak sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Selain sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme penonton lokal yang tinggi, keputusan ini juga menunjukkan semakin matangnya dukungan regulasi serta partisipasi sponsor di daerah untuk menyelenggarakan ajang olahraga bertaraf internasional. Penyelenggaraan di luar Jakarta diharapkan mampu memperluas euforia dan pemerataan perkembangan olahraga voli di berbagai daerah di Indonesia.Dalam kesempatan tersebut, Pipit Rismanto menekankan bahwa momentum besar ini sejatinya adalah milik para atlet, khususnya keluarga besar Bhayangkara Presisi. Menurutnya, kerja keras serta jam terbang para pemain di lapangan menjadi faktor penting yang membawa kompetisi kelas dunia seperti AVC Men’s Champions League kembali digelar di Indonesia.“Prestasi yang telah diukir tidak hanya membawa piala ke lemari penghargaan, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi jutaan anak muda di berbagai daerah yang saat ini sedang berlatih bola voli di kampung-kampung mereka,” ujar Pipit.Sementara itu, Erick Thohir menekankan pentingnya menjaga standar penyelenggaraan internasional guna meningkatkan nilai jual olahraga nasional di kancah global. Ia berharap ajang ini dapat menjadi batu loncatan bagi atlet Indonesia untuk terus meningkatkan prestasi di tingkat dunia.Di sisi lain, Ramon Suzara menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam memajukan bola voli Asia. Menurutnya, kesiapan infrastruktur serta ekosistem olahraga di Indonesia, termasuk di Pontianak, menjadikan Indonesia sebagai salah satu mitra strategis penting bagi federasi bola voli Asia.Keberhasilan membawa ajang internasional ke Pontianak menjadi bukti bahwa ekosistem olahraga nasional semakin matang. Hal tersebut ditopang oleh tiga pilar utama, yakni kualitas atlet yang mampu bersaing di level Asia, antusiasme suporter Indonesia yang dikenal sangat fanatik, serta sinergi kuat antara pemerintah, federasi olahraga, dan dukungan sponsor dalam memastikan penyelenggaraan turnamen berjalan secara profesional. PNO-12 20 Mar 2026, 14:07 WIT
Tinjau Stasiun Surabaya Gubeng, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Maksimal ke Pemudik Papuanewsonline.com, Surabaya - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang sedang mudik Lebaran.Hal tersebut disampaikan Kapolri usai meninjau langsung Stasiun Surabaya Gubeng, Jawa Timur, pada Minggu (15/3) pagi.Sigit mengatakan dari hasil pemantauan di Posko Terpadu Stasiun Surabaya Gubeng sudah mulai terlihat peningkatan penumpang hingga 11 persen jika dibandingkan kondisi normal. Ia menyebut peningkatan penumpang mulai terjadi sejalan dengan pemberian diskon tiket dari pemerintah untuk tiket kereta api. Selain itu, Sigit menyebut Stasiun Surabaya Gubeng juga menjadi salah satu titik sentral pemudik yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal."Tadi kita lihat ada yang juga datang dari luar kota, ada yang dari NTT, Kalimantan, kemudian memanfaatkan Stasiun Gubeng untuk sampai di wilayah-wilayah lokal dan juga melayani perjalanan jauh baik ke Jawa Tengah, Jawa Barat sampai dengan DKI Jakarta," ujarnya. Lewat peningkatan itu, Kapolri juga meminta agar seluruh pihak dapat mengantisipasi jika pemudik di lapangan jauh lebih tinggi dari prediksi Kementerian Perhubungan.Ia mengingatkan kepada seluruh petugas untuk tidak lengah dan harus menyiapkan mitigasi jika terjadi lonjakan pemudik baik di Stasiun, Terminal ataupun pelabuhan. Secara khusus"Tentunya kita tetap harus mempersiapkan diri, tidak boleh underestimate terkait dengan prediksi survei yang ada," tegas Kapolri. "Sehingga kemudian pada saat terjadi potensi lonjakan, semuanya sudah siap. Di kereta tadi saya tanya apakah ada kereta tambahan, kalau ada lompatan dari KAI juga mempersiapkan," imbuhnya. Karenanya, Sigit memerintahkan seluruh jajaran dan pihak terkait agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik mulai dari sistem tiket, keamanan hingga kesehatan bagi para pemudik."Tentunya saya berpesan kepada seluruh anggota untuk terus memberikan pelayanan terbaik khususnya mendekati puncak arus mudik yang diperkirakan biasanya terjadi pada H-2," tuturnya.Tidak ketinggalan, Kapolri juga meminta agar patroli di sekitar wilayah stasiun, terminal hingga rumah-rumah masyarakat yang ditinggalkan selama mudik untuk terus ditingkatkan.Ia menekankan hal itu penting agar dapat meminimalisir potensi kerawanan tindak kejahatan yang mungkin terjadi selama periode libur Lebaran 2026."Yang jelas pemerintah akan memberikan pelayanan terbaik dan semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan di mudik di tahun 2026," tuturnya."Tentunya harapannya seluruh stakeholder terkait bersama-sama bersinergi untuk bisa bekerja memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," tutup Kapolri. PNO-12 20 Mar 2026, 13:53 WIT
“Biar Saya Dibenci!”, Pengakuan Johannes Rettob Bongkar Strategi Sunyi di Balik Pelantikan Papuanewsonline.com, Mimika – Gelombang kemarahan publik pecah usai pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, 11 Maret 2026. Demonstrasi bermunculan, kritik membanjir, dan satu unggahan pastor di media sosial menyulut api yang lebih besar, hingga disebut “tidak bijaksana, bahkan cenderung bodoh.”Namun di balik riuh emosi itu, muncul satu pengakuan yang justru membalik arah perdebatan. Adalah Pastor Amandus Rahadat yang pertama kali membuka tabir tersebut. Dalam khotbahnya di Gereja Katolik Tiga Raja Mimika, seperti dikutip Papuanewsonline.com dari akun TikTok, Rabu 18 Maret 2026, Rahadat mengaku sempat ikut terseret arus kemarahan.“Empat puluh tiga tahun saya mengabdi di tanah ini. Tapi melihat hasil pelantikan itu, saya bertanya—inikah hasilnya?” ujarnya, getir.Kekecewaan itu bukan tanpa alasan. Minimnya keterwakilan Orang Asli Papua (OAP), khususnya Amungme dan Kamoro, dalam struktur jabatan baru memantik luka lama: rasa tersisih di tanah sendiri.Namun alih-alih larut dalam asumsi, Pastor Amandus memilih jalan berbeda mengkonfrontasi langsung pengambil keputusan.Ia menghubungi Bupati Mimika, Johannes Rettob. Pertemuan pun terjadi. Selama satu setengah jam, enam pertanyaan “tajam” dilontarkan—mulai dari dugaan dominasi suku tertentu, potensi praktik transaksional dalam promosi jabatan, hingga peran Wakil Bupati Emanuel Kemong.Yang muncul kemudian bukan sekadar klarifikasi—melainkan pengakuan strategi yang berisiko secara politik.“Kalau saya mau cari simpati, saya bisa angkat saja orang Kamoro atau Amungme meski belum memenuhi syarat. Tapi itu berarti saya tidak sayang mereka,” kata Johannes Rettob, dikutip Pastor Amandus. Pernyataan berikutnya lebih tajam—bahkan terdengar seperti tantangan:“Demi masa depan mereka, saya rela nama saya jelek. Biar saya dibenci.”Pernyataan ini menjadi titik balik. Bupati mengklaim sedang memainkan “strategi sunyi”: tidak populis hari ini, tapi membangun fondasi jangka panjang agar OAP benar-benar siap, bukan sekadar simbol. Namun di sinilah kontroversi justru menguat.Apakah ini bentuk kepemimpinan visioner—atau justru pembenaran atas ketimpangan yang terjadi hari ini? Pastor Amandus sendiri mengakui perubahan sikapnya.“Mata saya terbuka. Kita terlalu cepat marah, tanpa memahami aturan,” katanya. Ia bahkan mengkritik publik secara keras: “Banyak yang buta—buta pikiran, buta hati. Termasuk saya.”Meski begitu, ia tidak menutup kritik. Ia justru melempar pertanyaan yang lebih mendasar: jika orang Papua mampu mengerjakan pekerjaan tertentu, mengapa masih didominasi pendatang?Di titik ini, polemik Mimika tidak lagi sekadar soal pelantikan jabatan. Ini adalah pertarungan antara dua realitas:Keadilan instan yang dituntut publikProses panjang berbasis regulasi yang diklaim pemerintahDi tengah tarik-menarik itu, satu hal menjadi jelas: keputusan Johannes Rettob bukan hanya administratif—tetapi politis, bahkan ideologis. Dan seperti semua keputusan besar, ia datang dengan harga:kepercayaan publik. Kini pertanyaannya bukan lagi siapa yang benar atau salah. Melainkan—apakah Mimika siap menunggu sebuah janji masa depan, sementara rasa ketidakadilan masih terasa hari ini?                      Penulis: Nerius Rahabav 18 Mar 2026, 11:15 WIT
Bocor Rekaman Pejabat: Pemkab Mimika Diduga “Salah Bayar” Rp 11 Miliar ke PT Petrosea Papuanewsonline.com, Mimika – Skandal dugaan salah bayar ganti rugi tanah Petrosea kembali mengguncang Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah Rekaman percakapan yang beredar luas pada Rabu (18/3/2026) dini hari, pukul 03.00 WIT, yang diterima Papuanewsonline.com, mengindikasikan adanya pengakuan dari pejabat internal bahwa pembayaran senilai Rp 11 miliar kepada PT Petrosea Tbk merupakan sebuah kekeliruan fatal.Dalam rekaman tersebut, seorang pejabat teras Pemkab Mimika secara terang-terangan menyebut  pembayaran ganti rugi tanah di kawasan Bundaran Cendrawasih dilakukan kepada pihak yang tidak semestinya.Ia bahkan menyinggung status kepemilikan saham perusahaan yang disebut didominasi warga negara asing.“Pemkab Mimika salah bayar ganti rugi tanah sebesar Rp 11 miliar kepada PT Petrosea. Nanti cek pemilik atau pemegang sahamnya, itu warga Australia,” ujar suara dalam rekaman yang beredar.Pernyataan ini sontak memantik polemik baru dalam konflik hak ulayat antara tokoh adat Amungme, Helena Beanal, dengan pihak perusahaan tambang terbesar kedua di Indonesia yakni PT Petrosea Tbk.Sengketa yang sebelumnya hanya berkutat pada klaim kepemilikan tanah kini melebar menjadi dugaan pelanggaran administrasi, hingga potensi kerugian keuangan daerah.Jika benar terjadi “salah bayar”, maka pertanyaan krusial muncul, bagaimana proses verifikasi dilakukan sebelum dana miliaran rupiah itu dicairkan? apakah ada kelalaian, atau justru indikasi permainan di balik layar?Lebih jauh, isu keterlibatan pihak asing dalam penerimaan ganti rugi tanah adat di Mimika, Papua Tengah, berpotensi membuka babak baru yang lebih sensitif, menyangkut kedaulatan hak ulayat serta tata kelola investasi di daerah.Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Pemkab Mimika maupun dari pihak PT Petrosea Tbk terkait isi rekaman tersebut.Namun tekanan publik dipastikan akan terus menguat, mendesak transparansi dan audit menyeluruh atas kebijakan pembayaran yang kini terlanjur menjadi sorotan.Kasus ini bukan sekadar soal administrasi. Ini adalah ujian serius bagi integritas birokrasi daerah, apakah mampu berdiri di atas kepentingan rakyat, atau justru tersandera oleh kekuatan korporasi. Bersambung...  Penulis  : Nerius Rahabav  18 Mar 2026, 11:08 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT