logo-website
Jumat, 26 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Ketua Pemuda Kei Tantang Data Bupati: "Revitalisasi Pesawat Rakyat Jangan Cuma Wacana" Papuanewsonline.com, Timika – Polemik mengenai kondisi pesawat dan helikopter milik Pemerintah Kabupaten Mimika kembali mengemuka setelah Bupati Mimika Johannes Rettob memberikan klarifikasi bahwa aset penerbangan tersebut bukanlah "besi tua", melainkan sedang dalam proses revitalisasi. Pernyataan itu mendapat tanggapan dari Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan, yang meminta pemerintah membuktikan klaim tersebut dengan data yang dapat diakses publik.Menurut Edoardus, klarifikasi yang disampaikan pemerintah patut diapresiasi karena menunjukkan adanya respons terhadap aspirasi masyarakat. Namun ia menilai penjelasan tersebut belum cukup menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini berkembang terkait nasib armada penerbangan yang seharusnya menjadi sarana pelayanan bagi masyarakat di daerah terpencil."Kami sambut baik klarifikasi Pak Bupati. Itu berarti suara rakyat didengar. Tapi rakyat Nduga dan Mimika sudah terlalu sering mendengar kata 'proses' dan 'akan'. Yang kami butuh sekarang: bukti," tegas Edoardus dalam rilis tertulis yang diterima Papuanewsonline.com, Jumat (19/6/2026).Menanggapi pernyataan pemerintah bahwa proses revitalisasi sedang dihitung, Edoardus melontarkan sejumlah pertanyaan yang menurutnya perlu dijawab secara terbuka. Ia mempertanyakan sejak kapan proses penghitungan dilakukan, siapa konsultan atau perusahaan yang ditunjuk, serta berapa nilai kontrak yang dialokasikan untuk pekerjaan tersebut."Kalau benar sedang dihitung, pasti ada dokumen RAB dan surat penunjukan. Buka ke publik. Biar rakyat tahu uangnya lari ke mana," ujarnya.Selain itu, Edoardus juga menyoroti alasan pemerintah yang menyebut revitalisasi masih menunggu proses perizinan dan dukungan anggaran. Ia meminta Pemda Mimika menyampaikan secara jelas target penyelesaian perizinan maupun kepastian dukungan anggaran yang diperlukan agar masyarakat tidak terus-menerus menunggu tanpa kepastian."Jangan sampai 'tunggu anggaran' jadi alasan 5 tahun ke depan. Sementara warga di Jila, Agimuga mati karena tidak ada pesawat," tegasnya.Terkait pernyataan bahwa seluruh proses harus mengikuti aturan penerbangan, Edoardus mengaku sepakat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Namun menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi juga mencakup kewajiban melakukan perawatan berkala terhadap aset agar tidak mengalami kerusakan yang semakin parah."Kalau memang taat aturan, kenapa mesin bisa mati total dan bodi berkarat? Seharusnya ada maintenance berkala. Itu juga bagian dari aturan," kata Edoardus.Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan ditujukan kepada pribadi Bupati Mimika, melainkan sebagai bentuk kontrol publik terhadap pengelolaan aset daerah yang menggunakan anggaran rakyat. Menurutnya, transparansi menjadi kunci untuk menghilangkan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat."Kami stop sebut 'besi tua' jika Pemda berani buka dokumen kontrak revitalisasi, jadwal pengerjaan, dan nama operator baru. Tapi selama data itu ditutup, publik berhak curiga," pungkasnya.Lebih lanjut, Edoardus kembali mengingatkan pentingnya mempercepat langkah-langkah konkret agar layanan transportasi udara bagi masyarakat pedalaman tidak terus terhambat. Ia juga mendorong pemerintah untuk membangun pola kerja yang lebih efektif dengan melibatkan pemangku kepentingan lokal, termasuk YPMAK serta para kepala suku Amungme dan Kamoro, sehingga program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh tanggapan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terkait dokumen revitalisasi, jadwal pelaksanaan pekerjaan, serta rincian anggaran yang menjadi tuntutan keterbukaan dari Komunitas Pemuda Kei Mimika. Penulis: Hendrik Editor: GF 19 Jun 2026, 19:38 WIT
Dukcapil Mimika Perkuat Tertib Administrasi Kependudukan hingga Kampung dan Tempat Pemakaman Papuanewsonline.com, Mimika — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi penyelenggaraan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil bagi lurah, kepala kampung, serta petugas makam di Kabupaten Mimika, Kamis (18/6/2026).Bupati Mimika yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum, Herry Onawame, mengatakan bahwa dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, dan dokumen pencatatan sipil lainnya merupakan hak dasar setiap warga negara yang memiliki peran penting dalam memperoleh berbagai layanan publik.“Dokumen kependudukan bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan hak dasar warga negara yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai layanan, mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pelayanan perbankan, hingga berbagai program pembangunan pemerintah,” ujar Herry.Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Mimika terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan yang cepat, mudah, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah distrik maupun kampung-kampung yang sulit dijangkau.Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, para peserta diharapkan dapat memahami berbagai kebijakan, regulasi, prosedur, serta inovasi pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil yang saat ini terus dikembangkan.Herry juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, seperti kepala distrik, lurah, kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk aktif memberikan edukasi kepada warga agar segera mengurus dokumen kependudukannya serta melaporkan setiap peristiwa penting secara tepat waktu.“Data kependudukan yang akurat menjadi dasar yang sangat penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Dengan data yang valid, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran, mengalokasikan anggaran secara efektif, serta memastikan seluruh program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.Ia juga mengingatkan jajaran penyelenggara pelayanan administrasi kependudukan untuk terus menjaga profesionalisme dan integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa diskriminasi dan tanpa pungutan yang tidak sesuai ketentuan.Dalam menghadapi transformasi pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong Dinas Dukcapil untuk terus melakukan inovasi pelayanan berbasis digital guna mempermudah masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan.“Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, kita dapat mewujudkan sistem administrasi kependudukan yang tertib, akurat, modern, dan mampu mendukung pembangunan Kabupaten Mimika yang lebih maju, aman, dan sejahtera,” tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 18 Jun 2026, 11:22 WIT
Bangkai Pesawat Di Timika: "Ini Korupsi Berdarah! Kpk, Seret Bupati Mimika & Asia One" Papuanewsonline.com, Timika - Hanggar Pemda Mimika bukan lagi garasi pesawat, namun berubah menjadi kuburan. Kuburan armada udara rakyat yang dibeli miliaran rupiah dari pajak warga. Kini tinggal bangkai, berkarat dan diam tanpa manfaat. Sementara di atas gunung, warga Tembagapura, Jila, Agimuga, Mimika Timur sedang sekarat.Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan, meledak. Tidak ada lagi kata diplomatis. "Cukup! KPK, turun ke Timika! Seret Bupati Mimika dan bos Asia One Air ke penjara!"Uang Rakyat Dibakar Hidup-Hidup  Rabu (17/6/2026), Edoardus dalam Rilis tertulis nya membongkar borok. Ia menuding ada utang-piutang gelap Pemda Mimika dengan Asia One Air. Nilainya? Puluhan miliar. Uang yang harusnya jadi ambulans udara, kini diduga jadi bancakan."APBD Mimika sedang dibantai! Setiap detik uang rakyat menguap. Kalau KPK diam, berarti ikut jadi algojo," seru Edoardus. Monumen Kegagalan Di Depan Mata  Pergi ke hanggar. Lihat sendiri. Pesawat dan helikopter milik rakyat itu kini seperti kerangka dinosaurus. Mesin mati. Sayap patah. Catnya luntur. Jadi sarang tikus dan debu.Ironis. Satu-satunya jalan ke distrik pegunungan dan pesisir Mimika adalah udara. Tapi udara itu dimatikan sendiri oleh pemegang kuasa."Pesawat rakyat, tapi rakyat dikurung! Ini bukan lalai. Ini jahat!" kata Edoardus.Mayat-Masyarakat Yang Tak Tercat  Akibatnya? Berdarah. Guru di Jila tidak bisa mengajar setahun. Ibu hamil di Agimuga meregang nyawa karena tidak ada pesawat rujukan. Anak-anak di Mimika Timur kelaparan karena sembako tidak masuk."Bayangkan! Pajakmu, keringatmu, dipakai beli pesawat. Tapi ibumu mati di jalan karena pesawat itu sengaja dibiarkan busuk. Apa ini namanya kalau bukan pembunuhan?" tuding Edoardus. Ia menepuk meja.Bau Busuk Yang Tak Bisa Ditutupi  Menurut Edoardus, ada 3 borok yang busuknya sudah sampai ke langit:  1. Kontrak Siluman: Nilai sewa, harga beli, utang ke Asia One Air ditutup rapat. Publik dibutakan.  2. Aset Disengaja Dimatikan: Pesawat tidak dirawat agar bisa dibeli lagi. Proyek baru = komisi baru.  3. APBD Jadi Lumbung Pribadi: Tanpa audit terbuka, anggaran Mimika hanya jadi pesta elit."Rakyat berhak tahu! Harga berapa? Utang berapa? Uangnya ke mana? Kalau tidak dijawab, berarti ada yang disembunyikan," desaknya.Ultimatum: 1x24 Jam Untuk KPK  Pemuda Kei tidak lagi memohon. Mereka memerintah.  1. Panggil Bupati Mimika dan Direksi Asia One Air. Hari ini juga.  2. Sita semua dokumen kontrak. Bongkar rekeningnya.  3. Audit BPK total aset udara. Hasilnya wajib dibuka ke publik."Jangan tunggu pesawat terakhir mati. Jangan tunggu anak Papua berikutnya jadi mayat di gunung! KPK, buktikan kau masih punya taring!" tantang Edoardus.Tamparan Terakhir Untuk Kita Semua  Kasus ini tamparan telak. Di Papua, jalan tidak ada. Jembatan tidak ada. Harapan terakhir warga adalah pesawat. Tapi pesawat itu sendiri dibunuh oleh orang-orang yang disumpah melayani rakyat.Kini pertanyaannya satu: KPK mau jadi pahlawan atau penonton?Hingga berita ini tayang, Bupati Mimika dan Asia One Air belum dapat di konfirmasi Redaksi Papuanewsonline.com terus mengejar konfirmasi ke BPKAD Mimika, BPK RI Perwakilan Papua, Kejari Mimika, dan manajemen Asia One Air. Penulis: Hend Editor: GF 18 Jun 2026, 11:16 WIT
PHBI Mimika Gelar Pawai Ta’aruf Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah Papuanewsonline.com, Mimika – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika menggelar Pawai Ta’aruf yang berlangsung meriah pada Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai organisasi Islam, masyarakat, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Mimika.Ketua PHBI Kabupaten Mimika, Ustadz H. Joko Prianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pergantian Tahun Baru Islam menjadi momentum bagi setiap umat untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kehidupan ke arah yang lebih baik.“Semoga dengan datangnya tahun baru ini secercah cahaya hadir dalam lubuk hati kita, menerangi alam pikiran kita sehingga langkah-langkah kita ke depan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Perbuatan buruk yang pernah dilakukan hendaknya kita tinggalkan dan digantikan dengan perbuatan yang baik,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa Pawai Ta’aruf tidak hanya sebagai kegiatan perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk saling mengenal, mempererat interaksi antara pemimpin dan masyarakat, serta memperkuat kebersamaan antara umat Muslim dan non-Muslim di Kabupaten Mimika.Menurutnya, semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah perlu terus dijaga agar seluruh elemen masyarakat dapat bersatu dan memberikan kontribusi terbaik melalui ide, gagasan, pemikiran, maupun amal untuk kemajuan Kabupaten Mimika yang lebih sejahtera.Ustadz Joko juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, para sponsor, aparat keamanan, organisasi masyarakat, serta seluruh panitia dan relawan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.Pada kesempatan itu, PHBI juga menyediakan berbagai hadiah undian atau doorprize bagi para peserta, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor, serta hadiah lainnya seperti kulkas, mesin cuci, sepeda, dan spring bed. Ia menegaskan bahwa proses pengundian dilakukan secara terbuka dan tanpa adanya rekayasa sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh hadiah.Sementara itu, Bupati Mimika melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Kobeyau, menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Mimika.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya mewakili Bapak Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga momentum pergantian tahun Hijriah ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan keimanan, memperkuat persaudaraan, serta mempererat semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.Ia menyampaikan bahwa Pawai Ta’aruf bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari syiar Islam yang memiliki makna penting dalam memperkuat nilai keagamaan, mempererat silaturahmi, serta menunjukkan semangat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat hijrah sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam sikap, pola pikir, maupun perilaku yang penuh kepedulian terhadap sesama.Selain itu, masyarakat diajak untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah belah persaudaraan.Kegiatan Pawai Ta’aruf Tahun Baru Islam 1448 Hijriah berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa nilai toleransi, gotong royong, dan kerukunan antarumat beragama tetap terjaga dengan baik di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 16 Jun 2026, 17:19 WIT
Euforia Piala Dunia 2026 dan Cermin Pembangunan Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya dirasakan masyarakat di kota-kota besar dunia, tetapi juga hingga ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Pertandingan sepak bola terbesar di dunia itu menjadi topik perbincangan di berbagai tempat, mulai dari warung kopi, media sosial, hingga layar-layar televisi yang dipenuhi dukungan kepada tim favorit masing-masing.Namun di balik gegap gempita tersebut, Aliansi Peduli Pengusaha Papua mengajak masyarakat untuk melihat persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni kondisi ekonomi rakyat Mimika yang dinilai sedang mengalami perlambatan di tengah besarnya kekuatan fiskal daerah.Dalam pernyataan sikapnya, aliansi tersebut menyoroti besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika yang mencapai sekitar Rp5,7 triliun pada tahun 2026. Menurut mereka, besarnya anggaran itu seharusnya mampu menggerakkan roda perekonomian dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat."Namun pertanyaannya sederhana: mengapa rakyat tidak merasakan denyut perputaran uang yang seharusnya lahir dari anggaran sebesar itu?" tulis Aliansi Peduli Pengusaha Papua dalam pernyataannya.Aliansi itu juga mengutip pemikiran tokoh revolusioner Frantz Fanon yang menyebut bahwa penjajahan tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi dapat muncul melalui ketimpangan, ketidakadilan, dan keterasingan masyarakat dari sumber daya yang sesungguhnya menjadi milik mereka sendiri.Menurut mereka, kondisi yang dirasakan masyarakat Mimika saat ini lebih mengarah pada apa yang disebut Fanon sebagai "kekerasan struktural". Situasi tersebut digambarkan melalui program yang direncanakan tetapi belum berjalan optimal, pelayanan yang lambat, hingga anggaran yang dinilai belum sepenuhnya mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.Aliansi juga menyoroti adanya kesenjangan antara laporan pembangunan di atas kertas dan kondisi di lapangan. Mereka menyebut banyak kontraktor lokal mengeluhkan pekerjaan yang belum berjalan maksimal, pengusaha kecil kesulitan mempertahankan usahanya, dan mama-mama pasar menghadapi daya beli masyarakat yang terus menurun."Rakyat tidak hidup dari laporan. Rakyat hidup dari aktivitas ekonomi yang nyata," tegas mereka.Lebih lanjut, Aliansi Peduli Pengusaha Papua mengingatkan bahaya lahirnya kelompok elite baru yang menikmati fasilitas negara, tetapi gagal menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Mereka menilai kondisi tersebut menjadi refleksi penting bagi Kabupaten Mimika."Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, maka yang berubah hanya nama pengelolanya, sementara penderitaan rakyat tetap sama," tulis mereka.Aliansi menegaskan bahwa APBD bukan sekadar angka dalam dokumen keuangan, melainkan instrumen untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat pelayanan kesehatan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menggerakkan perekonomian hingga ke kampung-kampung.Di tengah hiruk pikuk Piala Dunia 2026, mereka mengingatkan agar perhatian terhadap persoalan mendasar masyarakat tidak teralihkan. Sebab, menurut mereka, kesejahteraan rakyat tidak dibangun melalui euforia pertandingan sepak bola, melainkan melalui pekerjaan, pelayanan publik yang baik, dan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat."Karena itu, sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan di Mimika memastikan bahwa setiap rupiah APBD kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat nyata."Aliansi menutup refleksinya dengan mengingatkan pesan Frantz Fanon bahwa bentuk penjajahan yang paling berbahaya sering kali bukan datang dari luar, melainkan dari mereka yang berada di dalam sistem namun melupakan rakyat yang mereka wakili. (GF) 16 Jun 2026, 17:05 WIT
Wabup Mimika Buka Latsar CPNS: Tempa Karakter dan Integritas Pelayan Masyarakat Papuanewsonline.com, Timika – Sebanyak 528 putra-putri terbaik daerah resmi mengikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Mimika Tahun 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong di Gedung Tongkonan, sebagai langkah awal pembentukan kualitas birokrasi daerah. Peserta terdiri dari 230 orang golongan II dan 298 orang golongan III yang akan ditempa menjadi aparatur negara yang andal.Emanuel Kemong menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar syarat administrasi, melainkan “kawah candradimuka” pembentukan karakter, mentalitas, dan integritas. “Menjadi ASN adalah panggilan mengabdi, bukan sekadar pekerjaan. Anda adalah wajah baru pelayanan publik Mimika yang akan menentukan arah kemajuan daerah ke depan,” tegasnya. Ia mengingatkan agar peserta menjauhi perilaku indisipliner dan gaya hidup yang tidak mencerminkan nilai aparatur negara.Pelatihan ini merupakan kerja sama BKPSDA Mimika dan BPSDM Provinsi Papua, dengan total durasi 511 jam pelajaran. Kegiatan dibagi menjadi 21 hari pembelajaran klasikal di kampus dan 30 hari penerapan di lingkungan kerja. Peserta akan mendalami nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.Emanuel menyampaikan harapan besar agar peserta mampu menjadi agen perubahan yang tangguh menghadapi tantangan geografis, budaya, dan kebutuhan pembangunan daerah. “Jadilah solusi bagi persoalan masyarakat, bukan menambah masalah. Pegang teguh prinsip netralitas, jujur, dan bersih dari praktik korupsi serta penyimpangan lainnya,” pesannya.  Penulis: Jid Editor: GF 16 Jun 2026, 16:47 WIT
Satgas Damai Cartenz 2026 Gelar Patroli Humanis, Pererat Kedekatan Dengan Warga Ilaga Papuanewsonline.com, Puncak – Di tengah aktivitas masyarakat yang berlangsung normal, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan patroli humanis di wilayah Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini bukan sekadar mengawasi keamanan, melainkan menjadi sarana interaksi langsung untuk membangun kedekatan dan rasa kebersamaan antara aparat keamanan dengan warga setempat.Berjalan menyusuri lingkungan permukiman, petugas menyapa warga, mengobrol santai dengan orang tua, dan bertegur sapa dengan anak-anak yang antusias menyambut kedatangan mereka. Kehadiran yang ramah ini memberikan ketenangan tersendiri bagi masyarakat. Dalam percakapan tersebut, personel juga mendengarkan aspirasi dan memastikan seluruh kegiatan warga berjalan aman, tertib, dan tanpa gangguan.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa pendekatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah.“Keamanan tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi juga oleh kepercayaan yang tumbuh. Kami hadir untuk mendengar dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, agar rasa aman terbentuk secara alami,” ujarnya.Wakapolres Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa patroli ini mencerminkan pelayanan yang mengedepankan sisi kemanusiaan. Hubungan yang hangat dan saling memahami antara aparat dan warga dinilai menjadi fondasi kuat dalam menciptakan situasi yang harmonis. Tanggapan positif dari masyarakat selama kegiatan juga menunjukkan pendekatan ini mendapat sambutan baik.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:26 WIT
Karantina Papua Tengah Ikuti Latihan Menembak, Perkuat Sinergi Antar Instansi Papuanewsonline.com, Timika – Badan Karantina Papua Tengah bersama sejumlah instansi pemerintah dan mitra strategis mengikuti kegiatan koordinasi yang digabungkan dengan pelatihan dan penyegaran keterampilan menembak menggunakan senjata api dinas milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Tembak Mako Brimob Batalyon B Pelopor Mimika, bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, kedisiplinan, serta mempererat kerja sama antarlembaga. (12/6/26)Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Pajak Pratama Timika, Kepala Kantor Perbendaharaan Negara, Kepala Imigrasi, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan, Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan, serta perwakilan PT Freeport Indonesia. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh personel profesional dari Mako Brimob Timika sebagai instruktur, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur yang berlaku.Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momen berharga untuk mempererat hubungan kelembagaan. “Kegiatan ini bukan sekadar melatih keterampilan menembak, tetapi juga sarana membangun kebersamaan, komunikasi, dan sinergi antarinstansi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa tantangan tugas di lapangan semakin kompleks, sehingga kerja sama yang kokoh sangat dibutuhkan.Menurutnya, koordinasi yang baik akan mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat secara lebih optimal. “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kepercayaan antarlembaga, sehingga setiap tugas yang diemban dapat diselesaikan dengan cepat, tepat, dan saling mendukung satu sama lain,” tambah Anton.Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas kinerja aparatur.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 03:07 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT