Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pemerintahan
Homepage
Presiden Prabowo dan Kepala BNPB Rayakan Lebaran Bersama Warga Aceh Tamiang
Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang – Presiden Prabowo bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu (21/3). Kehadiran keduanya disambut hangat oleh warga yang telah lama menantikan perhatian langsung dari pemerintah.Momen kebersamaan tersebut berlangsung di Masjid Darussalam, Kecamatan Karang Baru. Presiden tiba saat warga telah berkumpul untuk melaksanakan salat Id, sementara Kepala BNPB turut menyambut dan mendampingi dalam kegiatan tersebut.Warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) bersama masyarakat sekitar terlihat antusias mengikuti salat Id bersama Presiden. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu menjadi simbol nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang masih berjuang pulih dari bencana.Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan pesan Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Indonesia. “Alhamdulilah kita sampai ke hari Idul Fitri ini, saya mohon maaf lahir batin, minal aidin wal faizin. Mudah-mudahan tahun yang akan datang tahun yang baik untuk kita semua,” pesan Presiden.Selain bersilaturahmi, Presiden juga menyoroti progres pemulihan pasca bencana yang dinilai berjalan cepat. Ia menyampaikan bahwa berbagai pihak telah bekerja keras untuk memastikan masyarakat dapat segera bangkit dari kondisi sulit.Menurut Presiden, warga yang sebelumnya tinggal di tenda pengungsian kini mulai berpindah ke hunian sementara maupun hunian tetap. Perbaikan infrastruktur juga disebut hampir rampung, termasuk jaringan listrik dan distribusi bantuan yang telah menjangkau masyarakat.“Saya sangat bangga dan terima kasih kepada semua petugas dan aparat, dari TNI-Polri, BNPB, PU, Pemda dan semua kementerian/lembaga yang kerja luar biasa,” tutupnya.Kehadiran Presiden juga memberikan kesan mendalam bagi warga. Salah satu penerima hunian sementara, Sumiati, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan pemerintah.Sumiati yang berasal dari Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, mengatakan, "Alhamdulilah, kami mendapatkan perhatian Bapak Presiden." Menurutnya, ini menunjukkan perhatian besar Presiden kepada masyarakat.Usai pelaksanaan salat Id, Presiden melanjutkan silaturahmi dengan warga di dalam masjid. Ia juga menyempatkan diri menyapa langsung masyarakat yang tinggal di hunian sementara yang berada di sekitar lokasi.Sebelum meninggalkan Aceh Tamiang, Presiden secara simbolis menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.Berdasarkan data BNPB per 19 Maret 2026, total hunian sementara di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai 4.089 unit. Dari jumlah tersebut, 1.949 unit dibangun oleh BNPB, sementara sisanya merupakan kontribusi dari kementerian, lembaga, dan pihak swasta.Selain pembangunan huntara, pemerintah juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 1.426 kepala keluarga. Bantuan tersebut telah tersalurkan seluruhnya sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pasca bencana. (GF)
22 Mar 2026, 22:55 WIT
Proses Seleksi Terbuka Sekda Nduga Disorot, Transparansi dan Netralitas ASN Dipertanyakan
Papuanewsonline.com, Nduga – Proses pengisian jabatan
Sekretaris Daerah (Sekda) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nduga kini tengah
menjadi sorotan publik. Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama
yang sedang berlangsung dinilai belum mencerminkan prinsip transparansi dalam
tata kelola pemerintahan.Sejumlah pihak menilai pelaksanaan seleksi tersebut terkesan
tertutup dan kurang memberikan akses informasi yang memadai, baik kepada
masyarakat maupun kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah
daerah setempat.Kritik semakin menguat seiring dengan minimnya publikasi
terkait tahapan seleksi. Informasi mengenai proses administrasi hingga tahapan
lanjutan disebut tidak disampaikan secara terbuka sebagaimana mestinya dalam
mekanisme seleksi jabatan strategis."Proses seleksi yang berlangsung saat ini diduga tidak
memenuhi asas keterbukaan dan objektivitas. Hal ini sangat disayangkan karena
dapat mencederai prinsip netralitas ASN dan merusak integritas kelembagaan di
Kabupaten Nduga," ujar seorang sumber yang meminta identitasnya
dirahasiakan demi keamanan birokrasi.Landasan Hukum yang Menjadi AcuanSecara regulasi, proses pengisian jabatan Sekda telah diatur
secara ketat dalam beberapa peraturan perundang-undangan, di antaranya:Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara (ASN).Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS).Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tata
Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka dan Kompetitif.Dalam aturan tersebut, setiap tahapan seleksi—mulai dari
pengumuman, seleksi administrasi, asesmen kompetensi, hingga wawancara
akhir—wajib dilakukan secara transparan dan hasilnya diumumkan kepada khalayak.Potensi Penyalahgunaan WewenangSejumlah pihak mengingatkan Penjabat (Pj) Bupati Nduga, Yoas
Beon, agar tetap tegak lurus pada aturan yang berlaku. Jika proses seleksi ini
terbukti mengabaikan prinsip-prinsip hukum, hal tersebut dapat dikategorikan
sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang (abuse of power).Publik kini mendesak lembaga pengawas seperti Komisi
Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Inspektorat untuk turun tangan melakukan
pengawasan ketat serta mengevaluasi jalannya proses seleksi di Nduga. Langkah
ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya praktik nepotisme dalam penentuan
jabatan strategis.Dampak pada Kepercayaan PublikPolemik ini dikhawatirkan berdampak pada menurunnya
kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Nduga. Transparansi yang
lemah berpotensi merusak citra birokrasi di mata publik.Situasi ini menjadi pengingat pentingnya keterbukaan dan
akuntabilitas dalam setiap proses pengisian jabatan publik, demi menjaga
kepercayaan masyarakat serta memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih
dan profesional.Hingga berita ini dinaikkan, Bupati Nduga Yoas Beon belum
memberikan keterangan resmi terkait polemik seleksi Sekda tersebut. Pihak media
masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pemerintah daerah untuk
mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai tahapan dan prosedur yang telah
dijalankan. Penulis: Hendrik
Editor: GF
22 Mar 2026, 19:57 WIT
Polri Apresiasi Inovasi Pengelola Taman Margasatwa Ragunan
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen Pol. Tjahyono Saputro, melakukan peninjauan ke kawasan Taman Margasatwa Ragunan pada Minggu (22/3) guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang berwisata selama libur Idulfitri.Dalam kegiatan tersebut, Brigjen Tjahyono tidak hanya melakukan pengecekan situasi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pengunjung. Ia menyapa masyarakat, berdialog, serta memastikan fasilitas dan pelayanan di lokasi wisata berjalan dengan baik.“Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat menikmati libur Lebaran dengan aman dan nyaman. Kami juga mengimbau agar seluruh pengunjung tetap mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan yang berlaku di lokasi wisata,” ujar Brigjen Tjahyono.Ia menekankan bahwa momen libur Lebaran identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, termasuk kunjungan ke destinasi wisata. Oleh karena itu, Polri mengingatkan masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik, menjaga kondisi fisik, serta tidak memaksakan diri saat beraktivitas.Selain itu, Brigjen Tjahyono juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan, khususnya di area yang memiliki potensi risiko. Orang tua diminta untuk selalu mengawasi anak-anaknya, serta memastikan mereka berada dalam kondisi aman selama berada di lokasi wisata.Berdasarkan data hingga pukul 12.00 WIB, jumlah pengunjung di Ragunan tercatat mencapai 43.348 orang. Sementara itu, jumlah kendaraan yang masuk terdiri dari 52 unit bus, 2.030 mobil, 5.519 sepeda motor, serta 36 sepeda. Dalam kesempatan tersebut, dilaporkan tidak terdapat kejadian menonjol, termasuk anak hilang maupun insiden lainnya.Lebih lanjut, Brigjen Tjahyono juga memberikan apresiasi kepada pengelola Ragunan atas kesiapan sarana dan prasarana yang dinilai memadai, mulai dari fasilitas umum hingga layanan bagi penyandang disabilitas. Ia juga menyoroti adanya pengaturan kapasitas pengunjung melalui kategori suasana kondisi, mulai dari hijau, kuning, hingga merah, sebagai langkah antisipasi kepadatan.Apresiasi juga datang dari salah satu pengunjung, Iqbal (20), yang mengaku merasa nyaman selama berwisata di Ragunan. “Alhamdulillah tadi masuk cukup tertib, petugasnya juga banyak dan membantu. Jadi kami sebagai pengunjung merasa lebih aman dan nyaman saat liburan di sini,” ungkapnya.Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan memberikan rasa tenang bagi masyarakat, terutama di tengah tingginya jumlah pengunjung saat libur Lebaran.“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pihak, baik pengelola maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman, tertib, dan lancar selama masa libur Lebaran,” tutup Brigjen Tjahyono. PNO-12
22 Mar 2026, 19:51 WIT
Polri Tinjau Kawasan Wisata Ragunan, Pastikan Keselamatan dan Kenyaman Masyarakat
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen Pol. Tjahyono Saputro, menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait keselamatan selama libur dan arus balik Lebaran. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan doorstop usai peninjauan di kawasan Taman Margasatwa Ragunan, Sabtu (21/3/2026).Dalam keterangannya, Polri mengingatkan bahwa momen libur Idulfitri identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk bersilaturahmi maupun berwisata. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menjaga kondisi fisik, serta tidak memaksakan diri apabila merasa lelah saat berkendara maupun beraktivitas.“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, meningkatkan kewaspadaan, dan mematuhi seluruh aturan yang berlaku selama perjalanan maupun saat berada di lokasi wisata,” ujar Brigjen Pol. Tjahyono Saputro.Khusus di destinasi wisata, terutama wisata air seperti pantai, sungai, dan kolam renang, masyarakat diminta lebih waspada terhadap potensi risiko kecelakaan. Pengunjung juga diingatkan untuk memperhatikan kondisi cuaca, arus air, serta mengikuti rambu peringatan dan arahan petugas di lapangan.Selain itu, orang tua diminta untuk mengawasi anak-anak secara ketat guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas berisiko tinggi, menghindari area terlarang, serta menggunakan perlengkapan keselamatan yang tersedia.Dalam kesempatan tersebut, Polri juga mengingatkan para pengelola tempat wisata untuk memastikan aspek keselamatan pengunjung. Pengelola diharapkan mampu mengatur kapasitas, menyediakan sarana dan prasarana keselamatan, serta menyiapkan petugas pengamanan dan pertolongan pertama di lokasi wisata.Berdasarkan hasil pemantauan di kawasan Ragunan hingga pukul 12.00 WIB, jumlah pengunjung tercatat mencapai 43.348 orang, dengan rincian 52 unit bus, 2.030 unit mobil, 5.519 unit sepeda motor, serta 36 unit sepeda. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan anak terpisah maupun kejadian menonjol lainnya.Polri juga memberikan apresiasi kepada pengelola Taman Margasatwa Ragunan atas kesiapan fasilitas dan pelayanan yang dinilai cukup baik, mulai dari fasilitas umum, ruang menyusui, hingga akses bagi penyandang disabilitas. Selain itu, keberadaan pelaku UMKM di dalam area wisata turut memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.Dari sisi manajemen pengunjung, pengelola juga telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dengan kategori kapasitas, yakni kondisi hijau untuk jumlah pengunjung hingga 80.000 orang, kuning antara 80.000 hingga 100.000 orang, dan merah apabila melebihi 100.000 orang.Polri menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama antara pengelola, petugas, dan masyarakat. Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan seluruh rangkaian aktivitas libur Lebaran, termasuk wisata dan arus balik, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. PNO-12
22 Mar 2026, 19:45 WIT
Wakapolda Maluku Laksanakan Salat Ied Bersama Warga Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama masyarakat di Lapangan Tahapary Polda Maluku, Sabtu (21/3/2026) pagi, di tengah guyuran hujan.Salat Ied yang dimulai pukul 06.45 WIT tersebut tetap berlangsung khusyuk. Ribuan jemaah, termasuk personel Polda Maluku dan keluarga, bertahan mengikuti ibadah hingga selesai meski cuaca kurang bersahabat.Pelaksanaan salat dihadiri Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, pengurus Bhayangkari, serta masyarakat umum.Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni mengatakan, momentum Idulfitri menjadi pengingat pentingnya memperkuat keimanan dan kebersamaan, termasuk dalam situasi apa pun.“Cuaca tidak menyurutkan semangat kita untuk beribadah. Ini menunjukkan bahwa nilai ketakwaan dan kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.Bertindak sebagai khatib, Ustadz Husein Abdul Aziz Arbi, Lc., M.A., dalam khutbahnya menekankan bahwa Idulfitri merupakan momentum kembali kepada fitrah serta memperkuat nilai-nilai spiritual setelah Ramadan.“Idulfitri adalah saat untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat ukhuwah, baik sesama umat maupun sebagai bangsa,” kata khatib.Ia juga mengajak jamaah untuk terus menjaga kepedulian sosial dan semangat berbagi sebagai bagian dari karakter seorang muslim.Seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga selesai pada pukul 07.30 WIT.Momentum ini sekaligus mencerminkan kebersamaan antara jajaran Polda Maluku dan masyarakat dalam merayakan Idulfitri, serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku. PNO-12
22 Mar 2026, 13:35 WIT
Pastikan Situasi Kondusif, Kapolda Maluku Dan Forkopimda Pantau Malam Takbiran
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku memantau langsung pelaksanaan malam takbiran Idulfitri di Kota Ambon, Jumat (20/3/2026).Pemantauan dipusatkan di pelataran Gong Perdamaian Dunia Ambon dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Ketua DPRD Kota Ambon, Sekretaris Kota Ambon, Kapolresta Ambon, perwakilan Densus 88 Antiteror Polri wilayah Maluku, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku.Selain pemantauan langsung di lapangan, Kapolda Maluku bersama Forkopimda juga mengikuti video conference (vicon) yang digelar Mabes Polri bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI, dalam rangka memonitor situasi malam takbiran secara nasional melalui Operasi Ketupat.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menegaskan bahwa kehadiran aparat bersama unsur Forkopimda bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berjalan aman dan tertib.“Kami bersama Forkopimda turun langsung untuk memastikan masyarakat dapat merayakan malam takbiran dengan aman, nyaman, dan penuh khidmat. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.Ia juga menambahkan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.“Sinergitas antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, khususnya pada momentum hari besar keagamaan seperti Idulfitri,” tambahnya.Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah Kota Ambon terpantau aman dan kondusif, dengan aktivitas masyarakat berjalan lancar di bawah pengamanan aparat gabungan.Kehadiran langsung Kapolda Maluku bersama Forkopimda di tengah masyarakat pada malam takbiran bukan sekadar simbolik, tetapi mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang responsif dan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Momentum malam takbiran yang identik dengan mobilitas tinggi dan potensi kerawanan sosial membutuhkan kehadiran negara secara nyata, bukan hanya melalui instruksi, tetapi juga melalui pengawasan langsung di lapangan.Sinergi lintas sektor yang terlihat antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah menjadi indikator penting bahwa pengelolaan keamanan publik di Maluku semakin mengedepankan kolaborasi. Hal ini penting, terutama di wilayah dengan karakteristik sosial yang beragam seperti Ambon, di mana stabilitas keamanan sangat bergantung pada koordinasi yang solid antar pemangku kepentingan.Selain itu, keterlibatan dalam video conference bersama Mabes Polri menunjukkan bahwa pengamanan tidak hanya bersifat lokal, tetapi terintegrasi dalam sistem pengawasan nasional melalui Operasi Ketupat. Ini mempertegas bahwa situasi kondusif di daerah merupakan bagian dari stabilitas nasional secara keseluruhan.Dengan kondisi yang terpantau aman dan terkendali, pelaksanaan malam takbiran di Kota Ambon menjadi cerminan keberhasilan aparat dalam mengelola potensi kerawanan sekaligus menjaga ruang publik tetap nyaman bagi masyarakat dalam merayakan momen keagamaan. PNO-12
22 Mar 2026, 13:26 WIT
Kapolda Maluku Jadi Khatib Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. melaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026 M sekaligus bertindak sebagai khatib, yang berlangsung di *Lapangan Merdeka Kota Ambon, Sabtu (21/3/2026) pukul 06.30 WIT.Pelaksanaan Sholat Idul Fitri tersebut dipimpin oleh Imam Drs. H. Hadi Basalamah, M.Fil.I., dan diikuti oleh ribuan jamaah yang memadati Lapangan Merdeka dalam suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Kabinda Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Ketua MUI Provinsi Maluku, Ketua Yayasan Al-Fatah Ambon, serta Wali Kota Ambon.Selain itu, hadir pula para Pejabat Utama gabungan TNI-Polri, pimpinan OPD lingkup Provinsi Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan P.P. Lease beserta jajaran, Sekretaris Kota Ambon, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan masyarakat umum yang turut merayakan hari kemenangan dengan penuh suka cita.Dalam khutbah Idul Fitri yang disampaikannya, Kapolda Maluku mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan makna berakhirnya bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan sebuah proses pendidikan spiritual (madrasah kehidupan) yang membentuk karakter manusia menjadi lebih baik.Kapolda mengutip pandangan para ulama terdahulu yang tidak hanya bergembira menyambut Ramadan, tetapi juga merasa sedih ketika bulan suci tersebut berlalu.“Para ulama salaf berdoa selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadan, dan enam bulan berikutnya mereka berdoa agar amal-amalnya diterima oleh Allah SWT. Ini menunjukkan betapa agungnya Ramadan dalam kehidupan seorang mukmin,” ungkap Kapolda.Ia menekankan bahwa Ramadan mengajarkan umat Islam untuk menahan diri, tidak hanya dari lapar dan dahaga, tetapi juga dari amarah, hawa nafsu, dan ego pribadi.Menurutnya, kekuatan sejati seseorang bukan terletak pada kekuatan fisik, melainkan pada kemampuan mengendalikan diri.“Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam pertarungan, tetapi mereka yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah. Inilah kekuatan sejati yang melahirkan kedamaian,” tegasnya.Kapolda menjelaskan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kembali kepada fitrah, yakni kesucian diri setelah menjalani proses pembinaan selama Ramadan. Ia mengibaratkan Ramadan sebagai proses pendidikan, sementara Idul Fitri adalah hari kelulusan.Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kelulusan tersebut harus diwujudkan dalam perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.“Ibadah Ramadan seharusnya melahirkan pribadi yang lebih lembut hatinya, lebih tenang sikapnya, dan lebih luas kasih sayangnya kepada sesama,” ujarnya.Kapolda juga menekankan pentingnya tradisi saling memaafkan sebagai bagian dari ajaran Islam yang luhur, sekaligus sebagai sarana mempererat hubungan sosial.Menurutnya, memaafkan merupakan akhlak mulia yang mencerminkan kemampuan seseorang dalam mengendalikan ego demi menjaga persaudaraan. Dalam khutbahnya, Kapolda Maluku turut menyoroti pentingnya menjaga persaudaraan, terutama di tengah keberagaman masyarakat Maluku. Ia mengangkat nilai kearifan lokal hidup orang basudara sebagai fondasi utama kehidupan sosial di daerah ini.Ungkapan seperti potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempeng dibagi dua disebut sebagai cerminan nilai empati, kebersamaan, dan solidaritas yang telah diwariskan oleh para leluhur.“Nilai ini sejalan dengan ajaran Islam, bahwa seseorang tidak sempurna imannya hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri,” jelas Kapolda.Ia menegaskan bahwa perbedaan suku, agama, dan latar belakang bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan merupakan kehendak Allah SWT agar manusia saling mengenal dan memahami.Kapolda juga mengingatkan bahwa keamanan dan ketenteraman merupakan nikmat besar yang sering kali terlupakan. Tanpa rasa aman, masyarakat tidak dapat menjalankan aktivitas dengan baik, termasuk dalam beribadah.Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa seseorang yang merasa aman, sehat, dan tercukupi kebutuhannya, seakan telah memiliki dunia seisinya.“Menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Setiap ucapan dan tindakan kita memiliki dampak terhadap ketenteraman bersama,” tegasnya.Kapolda mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dalam bersikap, termasuk dalam menyikapi informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah belah persatuan.Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa perbedaan dan dinamika sosial merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, yang terpenting adalah bagaimana menyikapinya dengan bijak.“Islam mengajarkan bahwa perdamaian itu lebih baik. Idul Fitri adalah momentum untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan, dan membuka pintu perdamaian,” ujarnya.Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis, dengan mengedepankan nilai kasih sayang, toleransi, dan persaudaraan.Mengakhiri khutbahnya, Kapolda Maluku memimpin doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar seluruh umat diberikan keberkahan, keselamatan, serta kehidupan yang damai dan harmonis.Ia juga mendoakan agar Provinsi Maluku senantiasa menjadi daerah yang aman, tenteram, dan penuh keberkahan, serta dijauhkan dari konflik dan perpecahan.“Ya Allah, satukan hati kami, perbaiki hubungan di antara kami, dan jadikan negeri kami negeri yang aman, tenteram, dan penuh keberkahan,” tutupnya.Pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Pada pukul 08.30 WIT, seluruh rangkaian kegiatan berakhir dalam keadaan khidmat.Melalui momentum Idul Fitri ini, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kedamaian di Bumi Raja-Raja. PNO-12
22 Mar 2026, 13:19 WIT
Polisi Sekat Jalur di Ambon Saat Takbiran, Kapolda: Antisipasi Kemacetan dan Jaga Keamanan
Papuanewsonline.com, Ambon - Polda Maluku bersama Polresta Ambon dan instansi terkait melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan utama saat pawai malam takbiran di Kota Ambon, Jumat (20/3/2026).Penyekatan dilakukan di tiga titik strategis, yakni kawasan Batu Merah, depan Masjid Al-Fatah Ambon, dan Jalan Dr. J. Leimena (JMP) Poka.Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dari luar kota yang berpotensi menimbulkan kemacetan di pusat Kota Ambon selama perayaan malam takbiran.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa penyekatan merupakan bagian dari strategi pengamanan untuk memastikan kegiatan masyarakat berjalan aman dan tertib.“Kami melakukan penyekatan di sejumlah titik sebagai langkah preventif untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang masuk ke pusat kota. Ini penting agar perayaan malam takbiran dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ujar Kapolda.Ia juga menekankan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait.“Pengamanan ini tidak hanya melibatkan Polri, tetapi juga TNI dan pemerintah daerah. Sinergitas ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas kamtibmas, khususnya pada momentum malam takbiran,” tambahnya.Petugas gabungan yang terdiri dari personel Polda Maluku, Polresta Ambon, TNI dari Kodam XV/Pattimura, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Ambon dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan kegiatan masyarakat berjalan tertib.Penyekatan bersifat situasional dan akan dibuka kembali setelah kegiatan pawai takbiran selesai serta volume kendaraan berangsur normal.Secara umum, pelaksanaan pengamanan pawai malam takbiran di Kota Ambon berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga kegiatan berakhir. PNO-12
22 Mar 2026, 13:14 WIT
Polda Maluku Siagakan 707 Personel Amankan Malam Takbiran dan Salat Ied di Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku menggelar apel kesiapan pengamanan malam takbiran dan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Letkol Pol Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Jumat (20/3/2026).Apel dipimpin langsung Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Iman Tobroni, serta diikuti pejabat utama Polda Maluku, Kapolresta Ambon, dan personel gabungan yang terlibat dalam Operasi Ketupat Salawaku 2026.Selain unsur Polri, apel juga melibatkan personel TNI dari Kodam XV/Pattimura, di antaranya POMdam, Yonif 733 Raider, Denkav 5 BLC, serta Kodim 1504 Ambon.Dalam arahannya, Kapolda menekankan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis selama pelaksanaan pengamanan.“Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan. Saya minta seluruh personel melaksanakan tugas dengan baik dan mengedepankan sikap humanis dalam melayani masyarakat,” ujar Dadang.Kapolda juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas instansi serta antisipasi potensi gangguan kamtibmas, seperti balap liar, penggunaan petasan, hingga konvoi tidak tertib yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.“Apabila ditemukan potensi gangguan, lakukan langkah sesuai prosedur. Jika situasi membahayakan, lakukan tindakan tegas dan terukur,” tegasnya.Selain itu, ia meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan jalanan, konsumsi minuman keras, hingga potensi ancaman lain seperti terorisme dan bencana alam.“Keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya saat mudik dan pelaksanaan Idulfitri, harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.Dalam pengamanan malam takbiran dan Salat Idulfitri di Kota Ambon, Polda Maluku mengerahkan sebanyak 707 personel gabungan, terdiri dari Polri, TNI, serta dukungan pengamanan swakarsa dan elemen masyarakat.Apel kesiapan berlangsung tertib dan menjadi bagian dari upaya memastikan perayaan Idulfitri di wilayah Maluku berjalan aman dan kondusif. PNO-12
20 Mar 2026, 21:59 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru