logo-website
Minggu, 28 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Brigadir Renita Rismayanti Raih Penghargaan Dunia UN Woman Police Officer of The Year 2023 Papuanewsonline.com, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan di kancah internasional. Brigadir Renita Rismayanti, S.H., anggota Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, berhasil meraih penghargaan bergengsi United Nations Woman Police Officer of The Year 2023 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Brigadir Renita, yang lahir di Kota Magelang, 28 Oktober 1996, merupakan personel Bhayangkara Administrasi Pelaksana Lanjutan Taud Divhubinter Polri, yang pernah bertugas sebagai Crime Database Officer dalam Misi Perdamaian PBB MINUSCA (United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic).Dalam tugasnya di MINUSCA, Brigadir Renita berperan penting dalam konseptualisasi dan pengembangan Database Criminal Internal Security Force serta UNPOL Case Management Platform, dua inovasi penting yang meningkatkan kemampuan Polisi PBB (UNPOL) dalam memetakan serta menganalisis titik-titik rawan kejahatan dan kekacauan (crime hotspots).Inovasi ini memungkinkan pasukan keamanan setempat untuk merencanakan operasi secara lebih efektif dan memberikan perlindungan yang lebih baik kepada kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak. Kontribusinya telah diakui sebagai langkah besar dalam mendukung stabilitas dan keamanan masyarakat sipil di Republik Afrika Tengah.Apresiasi dari Pimpinan PolriWakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi luar biasa yang diraih oleh Brigadir Renita.“Prestasi Brigadir Renita menjadi bukti bahwa anggota Polri memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk teknologi dan inovasi yang bermanfaat dalam pencegahan kejahatan di wilayah penugasan. Polri akan terus memberikan dukungan penuh kepada setiap personel yang berprestasi dan membawa nama baik institusi. Kami ingin seluruh anggota terus mengasah kemampuan, berinovasi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Wakapolri.Senada dengan itu, Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri (Kadivhubinter) Irjen Pol. Amur Chandra Juli Buana juga memberikan apresiasi atas kiprah Brigadir Renita yang telah mengharumkan nama Polri dan Indonesia di forum dunia.“Brigadir Renita adalah sosok Polwan inspiratif yang menunjukkan kapasitas dan kompetensi luar biasa di kancah internasional. Melalui kerja keras dan dedikasinya, ia mampu membuktikan bahwa Polwan Indonesia mampu bersaing dan diakui secara global. Prestasi ini juga menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung kesetaraan gender serta peran perempuan dalam menjaga perdamaian dunia,” ujar Kadivhubinter.Apresiasi Dunia InternasionalCapaian Brigadir Renita juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan internasional. Salah satunya datang dari Jacquilline O’Neill, Duta Besar Kanada untuk Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan, yang menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi tertulis atas prestasi Brigadir Renita.“Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terpilihnya Anda sebagai UN Woman Police Officer of the Year 2023 atas kerja luar biasa Anda sebagai Crime Database Officer di MINUSCA. Saya memahami bahwa pekerjaan Anda telah memberikan dampak positif terhadap kemampuan aparat keamanan lokal dalam merencanakan operasi demi melindungi warga sipil, serta berkontribusi besar dalam meningkatkan keamanan bagi komunitas rentan, termasuk perempuan dan anak-anak,” tulis O’Neill.“Sebagai penerima termuda dalam sejarah penghargaan ini, Anda tanpa diragukan telah menginspirasi banyak perempuan, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Saya berkesempatan mengunjungi Pusat Misi Internasional Polri Police Peacekeeping Center di Indonesia pada bulan Mei, dan saya sangat terkesan dengan dedikasi para Polwan yang saya temui. Indonesia menunjukkan kepemimpinan luar biasa dalam mengirimkan personel perempuan ke misi perdamaian PBB,” lanjutnya.“Saya memahami bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan semangat luar biasa. Anda telah memberikan kontribusi penting bagi misi perdamaian, bagi keamanan masyarakat di Republik Afrika Tengah, dan bagi misi kemanusiaan PBB di seluruh dunia. Saya mendoakan kesuksesan Anda terus berlanjut dalam karier dan pengabdian yang mulia ini,” tutup O’Neill.Kebanggaan Indonesia di Kancah DuniaKeberhasilan Brigadir Renita menjadi Polwan pertama dari Indonesia yang menerima penghargaan tertinggi bagi Polisi Wanita Dunia dari PBB merupakan bukti nyata profesionalisme, dedikasi, dan kemampuan anggota Polri di panggung internasional.Prestasi ini menegaskan peran Polwan Indonesia dalam misi perdamaian dunia, sekaligus memperkuat posisi Polri sebagai institusi yang modern, adaptif, dan berkelas dunia.“Polwan Inspiratif, Polri untuk Dunia.” PNO-12 24 Okt 2025, 15:55 WIT
Polri Perkuat Literasi Digital Pelajar Ambon, Dorong Generasi Muda Melek Etika dan Keamanan Siber Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berperan aktif dalam upaya pembentukan karakter digital generasi muda. Hal ini diwujudkan melalui partisipasi Polri dalam kegiatan Dialog Kebangsaan dan Demokrasi bertajuk “Kesbangpol Goes To School” yang digelar di Aula SMK Negeri 3 Ambon, Kamis (23/10/2025).Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku tersebut, Polri diwakili oleh IPTU Sofia Ch.E. Alfons, S.H., M.H., Panit I Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Maluku, serta Aipda Abdul Fihir Tehuayo, S.H., Brigadir Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Maluku.Keduanya hadir sebagai pemateri dengan mengusung tema “Etika Digital dan Keamanan Siber bagi Generasi Muda”, sebuah topik yang relevan dengan tantangan era teknologi informasi saat ini.Dalam pemaparannya, IPTU Sofia menekankan pentingnya etika digital di tengah masifnya penggunaan media sosial oleh kalangan pelajar. Ia mengingatkan bahwa dunia maya tidak bebas nilai, dan setiap pengguna memiliki tanggung jawab hukum serta moral dalam setiap aktivitas digitalnya.“Generasi muda harus memahami bahwa jejak digital tidak bisa dihapus begitu saja. Bijaklah dalam bermedia sosial dan pahami konsekuensinya,” ujar IPTU Sofia di hadapan ratusan siswa SMK Negeri 3 Ambon.Sementara itu, Aipda Abdul Fihir menjelaskan tentang pentingnya keamanan siber dan cara-cara melindungi data pribadi di dunia maya. Menurutnya, ancaman kejahatan siber kian meningkat, sehingga literasi digital menjadi bekal penting bagi pelajar di era serba digital ini.“Jangan mudah membagikan data pribadi, foto, atau informasi sensitif. Edukasi siber harus dimulai dari sekolah agar pelajar bisa menjadi pelopor keamanan digital,” tegasnya.Kegiatan Kesbangpol Goes To School ini dihadiri oleh pejabat Kesbangpol Provinsi Maluku, yakni Rosaria M. Renyaan, S.Sos., Kasubid Bela Negara dan Karakter Bangsa, serta Abdi Wasahua, S.Sos., Kasubid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. Dari pihak sekolah hadir Kepala SMK Negeri 3 Ambon, para wakasek, dan siswa-siswi.Para peserta menyambut antusias materi yang disampaikan, dan sejumlah siswa bahkan aktif berdiskusi serta mengajukan pertanyaan terkait kasus kejahatan digital yang kerap mereka temui dalam keseharian.Melalui kegiatan ini, Polri menunjukkan komitmen dalam memperkuat karakter kebangsaan dan ketahanan masyarakat di ruang digital. Sinergi antara Polri dan Kesbangpol menjadi langkah strategis dalam membangun generasi muda yang kritis, cerdas, dan beretika di dunia maya.Kehadiran personel Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Maluku dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pendidik dan mitra masyarakat dalam meningkatkan kesadaran hukum dan etika di ruang digital.Melalui edukasi siber seperti ini, Polri berharap generasi muda dapat menjadi pengguna internet yang bertanggung jawab serta berkontribusi positif terhadap iklim digital yang sehat dan beradab. PNO-12 24 Okt 2025, 08:19 WIT
E-Unggul Hadir! Layanan Beasiswa di Mimika Kini Lebih Transparan dan Efisien Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah Kabupaten Mimika terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan publik, terutama di sektor pendidikan. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Pemkab Mimika resmi meluncurkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Berbasis Elektronik (E-Unggul), sebuah platform digital yang dirancang untuk mengelola program beasiswa secara transparan, efisien, dan akuntabel. Langkah ini menandai babak baru dalam tata kelola pendidikan di Mimika, di mana digitalisasi diharapkan mampu meminimalisir potensi penyimpangan, mempercepat proses administrasi, serta memastikan bantuan pendidikan tersalurkan tepat sasaran. Seminar awal implementasi E-Unggul untuk bidang Pembangunan Manusia digelar di ruang rapat Bappeda Mimika pada Jumat (17/10/2025). Acara tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Inosensius Yoga Pribadi, yang hadir mewakili Bupati Mimika, Yohannes Rettob. Turut hadir Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling, serta Deputi YPMAK Bidang Perencanaan Program Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi, Billy Korwa. Dalam sambutannya, Inosensius Yoga Pribadi menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu prioritas utama Pemkab Mimika dalam periode pembangunan 2025–2029. Ia menyoroti bahwa selama ini pengelolaan beasiswa masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterlambatan administrasi, kurangnya transparansi data penerima, dan lemahnya akuntabilitas dalam penyaluran dana. “Kami menyadari bahwa pendidikan adalah fondasi utama kemajuan daerah. Karena itu, sistem yang modern dan transparan seperti E-Unggul sangat penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar sampai kepada penerima yang berhak,” ujar Inosensius. Ia juga menambahkan bahwa sistem ini merupakan bagian dari transformasi digital pemerintahan daerah (SPBE), yang tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran pendidikan. Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Mimika, Regina Wenda, menjelaskan bahwa sistem E-Unggul dirancang untuk mengintegrasikan seluruh data penerima manfaat beasiswa dari berbagai sumber, termasuk beasiswa pemerintah daerah dan program bantuan pendidikan lainnya. “Melalui sistem ini, proses verifikasi penerima akan dilakukan secara lebih cepat, berbasis data valid, dan dapat dipantau secara terbuka oleh pihak terkait,” jelas Regina. Ia menambahkan, sistem ini juga akan memudahkan proses evaluasi dan pelaporan, sehingga pemerintah dapat memantau dampak program beasiswa terhadap peningkatan angka partisipasi pendidikan di Mimika. Deputi YPMAK Bidang Perencanaan Program Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi, Billy Korwa, menyatakan bahwa YPMAK siap memberikan dukungan teknis dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan program beasiswa berbasis data. “Selama ini YPMAK telah mengelola berbagai program beasiswa dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di Mimika,” ujar Billy. Sementara itu, Ketua Aliansi Pemuda Kamoro, Rafel, memberikan apresiasi terhadap inisiatif digitalisasi ini. Menurutnya, E-Unggul adalah langkah maju menuju pemerintahan yang lebih terbuka, efisien, dan berpihak pada masyarakat. “Kami berharap sistem ini juga dapat memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi dan memastikan bahwa bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya. Penerapan sistem E-Unggul di Mimika menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat lokal dalam memajukan pendidikan berbasis teknologi. Ke depan, Pemkab Mimika berencana memperluas implementasi sistem ini ke sektor lain, seperti kesehatan dan ekonomi, untuk membangun pemerintahan daerah yang semakin modern dan responsif terhadap kebutuhan rakyat. Dengan digitalisasi tata kelola beasiswa ini, diharapkan tidak ada lagi hambatan administratif, sehingga generasi muda Mimika dapat tumbuh sebagai sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan mampu membawa perubahan positif bagi Papua. Penulis: Jidan Editor: GF   24 Okt 2025, 00:29 WIT
Kunjungi MTs Negeri Ambon, Densus 88 Edukasi Bahaya Radikalisme dan Pengaruh Media Sosial Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) terus diperkuat oleh Densus 88 Antiteror Polri. Melalui Tim Cegah Satgaswil Maluku, Densus 88 menggelar sosialisasi dan pembinaan ideologi bagi ratusan pelajar di MTs Negeri Ambon, Senin (19/10/2025).Kegiatan yang diikuti sekitar 600 siswa dan tenaga pendidik ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini tentang bahaya paham radikal serta dampak penyalahgunaan media sosial yang dapat mengarah pada tindakan intoleran dan terorisme.Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala MTs Negeri Ambon Riyadi Kamis, S.Ag., M.MPd., jajaran dewan guru, serta IPTU Irawan Rumasoreng beserta delapan personel Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri.Dalam sambutannya, Kepala MTs Negeri Ambon Riyadi Kamis menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran Densus 88 AT Polri atas inisiatif memberikan pembinaan ideologis kepada siswa dan tenaga pendidik.“Kami berterima kasih atas perhatian Densus 88 terhadap dunia pendidikan. Pembinaan seperti ini sangat penting agar siswa dapat membentengi diri dari pengaruh paham radikal dan intoleran,” ujar Riyadi.Ia juga mengimbau para guru agar menindaklanjuti materi yang disampaikan dengan mengulangnya di ruang kelas agar nilai-nilai kebangsaan dan toleransi semakin tertanam dalam diri siswa.Sementara itu, IPTU Irawan Rumasoreng, selaku Ketua Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri, menegaskan bahwa generasi muda, termasuk pelajar tingkat SMP dan MTs, kini menjadi sasaran utama penyebaran ideologi radikal melalui media sosial."Fenomena terbaru menunjukkan adanya siswa usia MTs atau SMP yang terpapar paham radikal bahkan terlibat dalam aktivitas teror karena pengaruh dunia maya, termasuk game online seperti Roblox,” ungkapnya dalam paparannya berjudul ‘Pengaruh Media Sosial hingga Terpaparnya Siswa untuk Melakukan Aksi Terorisme di Indonesia."Dalam kegiatan tersebut, IPTU Irawan juga menjelaskan berbagai aspek penting, mulai dari strategi pencegahan IRET di sekolah, modus baru perekrutan remaja, indikator perilaku intoleran, hingga peran guru dalam deteksi dini perubahan sikap siswa.“Radikalisme tidak berawal dari tindakan, tapi dari pola pikir yang intoleran. Karena itu, penting bagi siswa untuk berhati-hati, berpikir kritis, dan selalu mengedepankan nilai kemanusiaan serta cinta tanah air,” tegasnya.Densus 88 juga mengajak para guru untuk lebih aktif melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap siswa yang menunjukkan perubahan perilaku mencurigakan, seperti menutup diri, enggan bergaul, atau menarik diri dari kegiatan sekolah.Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari program “Sekolah Tangguh Ideologi” yang digagas Densus 88 untuk memperkuat ketahanan ideologi bangsa melalui pendidikan. Melalui kegiatan ini, Densus 88 berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi muda yang toleran, nasionalis, dan berkarakter cinta damai.Densus 88 Bersama Dunia Pendidikan Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Intoleransi dan Radikalisme.” PNO-12 20 Okt 2025, 18:47 WIT
Presiden Prabowo Ajak Generasi Muda Pahami Peran dan Tanggung Jawab dalam Kehidupan Berbangsa Papuanewsonline.com, Bandung — Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Senat Terbuka Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) dalam rangka Pengukuhan Mahasiswa Baru Sarjana dan Magister Tahun Ajaran 2025/2026 serta Wisuda Sarjana dan Dies Natalis UKRI Tahun 2025, yang digelar di Trans Convention Centre, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (18/10/2025). Kehadiran Kepala Negara disambut hangat oleh para civitas akademika UKRI dan ratusan wisudawan yang memenuhi ruangan dengan semangat dan rasa bangga. Momen ini menjadi istimewa ketika Presiden secara langsung menganugerahkan penghargaan kepada wisudawan terbaik, menandai simbol apresiasi negara terhadap generasi muda yang berprestasi dan berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. Dalam sambutannya yang penuh makna, Presiden Prabowo menyampaikan pesan mendalam kepada para wisudawan dan mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan tidak seharusnya berhenti pada diri sendiri, melainkan menjadi alat untuk mengabdi kepada bangsa dan kemanusiaan. “Ilmu bukanlah untuk diri sendiri. Belajarlah sepanjang hidup. Karena ilmu sejati akan membimbing kita untuk berbuat baik dan memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Presiden. Presiden juga mengingatkan bahwa perjalanan intelektual tidak pernah berakhir di bangku kuliah. Pendidikan yang sejati, menurutnya, adalah proses yang berlangsung seumur hidup — proses memahami makna tanggung jawab, empati, dan keikhlasan dalam mengabdi. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menjelaskan pandangannya tentang tiga peran utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni pemimpin, pengikut, dan mereka yang belum memahami perannya. Menurutnya, keseimbangan dan keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh bagaimana setiap individu memahami dan menjalankan peran tersebut dengan penuh tanggung jawab. “Tidak semua harus menjadi pemimpin, tetapi setiap pemimpin membutuhkan pengikut yang sadar akan tanggung jawabnya. Sebaliknya, seorang pengikut sejati adalah yang memiliki sikap disiplin, dedikasi, dan cinta terhadap negaranya,” tegasnya. Presiden menambahkan, generasi muda Indonesia harus mampu mengenali di mana posisi mereka berada, serta menyiapkan diri untuk berkontribusi sesuai kapasitas dan potensi masing-masing. “Bangsa ini akan kuat jika seluruh warganya memahami peran dan tanggung jawabnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya. Lebih lanjut, Presiden Prabowo menguraikan empat prinsip utama kepemimpinan yang menurutnya harus dimiliki setiap calon pemimpin bangsa di masa depan, yaitu menggunakan akal sehat, dalam setiap pengambilan keputusan, bertindak berdasarkan perhitungan yang teliti dan matang, menjadikan kebenaran sebagai dasar dari setiap langkah dan kebijakan dan menjaga kepribadian dan akhlak sebagai cerminan moral seorang pemimpin. “Kepemimpinan bukan soal kekuasaan, tetapi soal tanggung jawab dan pengorbanan. Pemimpin sejati adalah mereka yang mampu menahan diri, berpikir dengan jernih, dan selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” tutur Presiden Prabowo yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin. Presiden juga menekankan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat pengabdian sejak dini kepada generasi muda. Ia berharap para lulusan UKRI tidak hanya membawa pulang ijazah, tetapi juga membawa tekad kuat untuk menjadi bagian dari solusi bangsa. “Tugas kalian bukan hanya mencari pekerjaan, tapi menciptakan perubahan. Indonesia membutuhkan anak muda yang berani bermimpi, bekerja keras, dan berkomitmen menjaga kehormatan bangsa,” ujarnya penuh semangat. Acara wisuda UKRI 2025 ini ditutup dengan prosesi simbolis penyerahan ijazah dan penganugerahan kepada wisudawan terbaik oleh Presiden Prabowo. Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti ruangan ketika Presiden memberikan ucapan selamat secara langsung kepada para lulusan.(GF) 19 Okt 2025, 15:19 WIT
Densus 88 Gandeng Mantan Petinggi HTI Perkuat Ketahanan Ideologi di Kampus UIN Ambon Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya pencegahan penyebaran ideologi intoleran dan radikal di lingkungan pendidikan terus diperkuat. Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 Antiteror Polri menggandeng mantan petinggi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Dr. Rida Hesti Ratnasari, M.Si., CRGP, sebagai narasumber dalam One Day Seminar bertema “Pencegahan Bahaya Ideologi yang Mengancam NKRI dan Kemanusiaan sebagai Manifestasi Kurikulum Cinta.”Kegiatan yang digelar di Auditorium UIN A.M. Sangadji Ambon, Jumat (17/10/2025) itu menghadirkan sekitar 1.000 peserta dari kalangan civitas akademika, pelajar, dan tokoh pendidikan di Maluku. Seminar ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Densus 88 AT Polri dan UIN A.M. Sangadji Ambon dalam memperkuat ketahanan ideologi di dunia pendidikan.Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon Dr. Abidin Wakano, M.Ag., Ketua MUI Provinsi Maluku Drs. Abdullah Latuapo, jajaran pimpinan universitas, serta sejumlah kepala sekolah dan perwakilan Kementerian Agama Kota Ambon.Dalam sambutannya, IPTU Irawan Rumasoreng selaku Ketua Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri, mewakili Kasatgaswil Maluku KBP I Wayan Sukarena, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.“Kegiatan ini merupakan bagian dari vaksinasi ideologis bagi generasi muda agar tidak terpapar paham intoleran, radikal, ekstrem, dan terorisme. Kita ingin memastikan dunia pendidikan menjadi benteng utama keutuhan NKRI dan nilai kemanusiaan,” ujar IPTU Irawan.Ia juga memberikan apresiasi kepada Rektor UIN Ambon dan Ketua MUI Maluku atas sinergi yang kuat dengan Densus 88, serta kepada Dr. Rida Hesti Ratnasari yang kini aktif berkolaborasi dalam program pencegahan ideologi radikal di kalangan akademisi.Sementara itu, Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon, Dr. Abidin Wakano, M.Ag., menegaskan pentingnya kolaborasi dengan aparat penegak hukum dalam membangun lingkungan kampus yang inklusif dan bebas dari paham ekstrem.“Kurikulum Cinta yang digagas Kementerian Agama RI menanamkan nilai-nilai cinta, kedamaian, dan kemanusiaan. Melalui kerja sama dengan Densus 88, kami ingin menjadikan kampus sebagai ruang yang melahirkan generasi cinta tanah air dan anti kekerasan,” ungkapnya.Dalam pemaparannya, Dr. Rida Hesti Ratnasari, yang pernah menjadi petinggi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), memberikan perspektif mendalam tentang cara kerja infiltrasi ideologi radikal di kalangan muda. Ia menjelaskan konsep “Conveyor Belt”, yaitu proses bertahap yang menjerumuskan seseorang dari pemahaman intoleran hingga ekstrem dan terlibat dalam aksi teror.“Paham intoleran dan radikal sering berawal dari ketidaktahuan. Mahasiswa harus mampu menjadi benteng yang cerdas, toleran, dan cinta tanah air,” tegas Dr. Rida.Ia juga menyoroti peran media sosial sebagai lahan subur penyebaran ideologi radikal, serta menjelaskan tentang daya lenting Hizbut Tahrir yang masih bergerak secara sembunyi meski telah dibubarkan secara resmi oleh pemerintah.Melalui kegiatan ini, Densus 88 dan UIN A.M. Sangadji Ambon menegaskan komitmen bersama dalam membangun “ketahanan ideologi nasional” di lingkungan pendidikan. Seminar ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan generasi muda yang humanis, nasionalis, dan religius, sekaligus menutup ruang gerak penyebaran paham-paham yang mengancam keutuhan NKRI.“Kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga arena pembentukan karakter bangsa. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membangun benteng ideologis yang kuat bagi Indonesia,” pungkas IPTU Irawan.Bersama Menjaga NKRI dari Bahaya Ideologi Intoleran dan Terorisme.” PNO-12 17 Okt 2025, 18:42 WIT
Polda Maluku Pastikan Program Makan Bergizi Polri Berjalan Sesuai Standar Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri yang dicanangkan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak usia sekolah. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Maluku, sebanyak 3.465 ompreng makanan bergizi disalurkan kepada pelajar dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Ambon.Kegiatan pengawasan dan distribusi makanan bergizi tersebut dilaksanakan pada Kamis, (16/10/2025), di bawah pengawasan langsung Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K.Hasil pengawasan menunjukkan seluruh tahapan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan standar gizi, perencanaan menu, serta alur penyiapan dan penyaluran yang telah ditetapkan oleh Polri.“Dari hasil pengecekan, seluruh komponen program Makan Bergizi Polri di wilayah Polda Maluku telah memenuhi standar yang ditetapkan. Menu, gizi, hingga proses distribusinya berlangsung tertib, higienis, dan tepat sasaran,” ujar Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K.Program ini menjangkau ribuan siswa dari 17 sekolah di wilayah Ambon. Distribusi dilakukan dalam dua sesi:Pengantaran pagi (08.00–11.00 WIT): sebanyak 2.322 ompreng untuk siswa TK dan sekolah pagi.Termasuk di antaranya TK Bhayangkari, SD Negeri 23 Ambon, SMP Negeri 9 Lateri Ambon, dan SMK Jaya Negara.Pengantaran siang (12.00–14.00 WIT): sebanyak 1.240 ompreng untuk sekolah yang beroperasi pada jam siang, seperti SD Negeri 1 Galala Ambon dan SMP Negeri 9 Lateri Ambon.Total keseluruhan mencapai 3.465 ompreng makanan bergizi, disiapkan dan disalurkan langsung oleh tim dapur SPPG Polda Maluku.Menu yang disajikan terdiri dari kombinasi bahan pangan bergizi seimbang, meliputi nasi putih, tumis buncis dan tahu, ayam kari, perkedel jagung, serta buah anggur sebagai pelengkap vitamin.Kombinasi ini dirancang untuk memastikan kebutuhan karbohidrat, protein, dan vitamin anak-anak terpenuhi dengan baik, mendukung pertumbuhan serta konsentrasi belajar di sekolah.Selama kegiatan pengawasan, seluruh proses berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif. Polda Maluku memastikan bahwa kegiatan ini bukan hanya pemenuhan administrasi program, tetapi juga bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan dan masa depan generasi muda Maluku.“Program Makan Bergizi Polri adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap tumbuh kembang anak bangsa. Kami memastikan pelaksanaannya sesuai standar agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutup Kombes Pol Indera Gunawan.Program Makan Bergizi Polri merupakan inisiatif nasional yang digagas oleh Polri untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia, meningkatkan kesehatan, dan mencegah kekurangan gizi di kalangan pelajar. Melalui kolaborasi lintas satuan, program ini menjadi salah satu langkah strategis Polri dalam memperkuat peran sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat. PNO-12 17 Okt 2025, 11:50 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT