logo-website
Senin, 30 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Timika, “Singapura-nya Papua”, Mahasiswa Timika Didorong Manfaatkan Peluang Bisnis Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana penuh semangat dan antusiasme mahasiswa terasa saat Ikatan Mahasiswa Ekonomi Kreatif (IMEK) STIE Jambatan Bulan Timika menggelar diskusi kewirausahaan dalam rangka memperingati HUT IMEK ke-6 di kampus STIE Jambatan, Sabtu (6/9/2025). Acara ini tidak sekadar menjadi perayaan ulang tahun, melainkan momentum penting untuk membangkitkan semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa. Diskusi menghadirkan empat narasumber berpengaruh di Mimika, yakni Ardi, S.T. anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Alfian Akbar Balyanan Ketua Komisi I DPRK Mimika, Asri Akkas Wakil Ketua DPRK Mimika, serta Raimon Batto Bendahara Umum HIPMI Kabupaten Mimika. Dipandu langsung oleh Ketua IMEK, Alya Wulandari Hasan, forum diskusi berjalan interaktif, memantik banyak pertanyaan dari mahasiswa tentang bagaimana membangun usaha sejak dini, cara mengelola bisnis dengan profesional, hingga pentingnya mental pantang menyerah dalam dunia usaha. Dalam pemaparannya, Ardi, S.T. menekankan pentingnya mahasiswa memiliki rencana bisnis yang matang, bukan sekadar berdagang tanpa strategi. “Mahasiswa harus menyingkirkan gengsi dan memulai usaha sejak muda. Dengan usaha yang terencana, kita tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menyiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya. Ia juga mencontohkan pentingnya rencana bisnis berbasis riset pasar, penggunaan analisis SWOT, serta pemanfaatan platform digital seperti TikTok dan Facebook untuk memperluas pasar. Sementara itu, Alfian Akbar Balyanan menyoroti pentingnya legalitas usaha. Dengan badan hukum yang jelas, mahasiswa bisa mengakses bantuan, program pemerintah, bahkan dana hibah. “Kalau sudah ada legalitas, kita bisa masuk ke ranah kebijakan dan mengakses dana besar, termasuk APBD Mimika. Tapi ingat, tetap diperlukan business plan agar dana itu bisa dikelola dengan baik,” jelas Alfian. Ia mendorong mahasiswa agar mulai membentuk koperasi atau UMKM sebagai langkah awal menata usaha bersama. Narasumber lainnya, Asri Akkas, menegaskan posisi strategis Timika yang ibarat “Singapura-nya Papua”, karena menjadi pusat transit dan distribusi ke berbagai wilayah. “Mahasiswa jangan menunggu sampai lulus baru mau usaha. Timika punya potensi besar. Dari sekarang sudah harus mulai. Bahkan bisa menjadi vendor bagi perusahaan besar seperti Freeport,” pesannya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa harus melihat peluang dari posisi strategis Timika, yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai sektor usaha, mulai dari logistik, kuliner, hingga jasa kreatif. Sementara itu, Raimon Batto dari HIPMI menekankan bahwa dunia usaha tidak selalu mulus. Menurutnya, mentalitas pantang menyerah harus ditanamkan sejak awal. “Kalau satu usaha gagal, jangan berhenti. Bangkit, evaluasi, lalu coba lagi dengan usaha lain. Itulah kunci agar tidak mudah menyerah,” ujarnya memberi motivasi. HUT IMEK ke-6 ini menjadi ruang berharga bagi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan, inspirasi, sekaligus dorongan moral dari para pemimpin daerah dan pelaku bisnis. Para narasumber sepakat bahwa mahasiswa ekonomi, khususnya di Timika, harus membangun mentalitas wirausaha yang kuat, menyusun perencanaan bisnis jelas, serta berani mengambil peluang agar dapat mandiri secara ekonomi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Papua dan Indonesia.   Penulis: Bim Editor: GF 07 Sep 2025, 20:38 WIT
DPR dan Akademisi Hadiri HUT ke-6 IMEK STIE Jambatan Bulan Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana auditorium STIE Jambatan Bulan, Timika, pada Sabtu (6/9/2025) dipenuhi semangat kebersamaan ketika Ikatan Mahasiswa Ekonomi Kreatif (IMEK) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6. Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan organisasi mahasiswa, tetapi juga ruang penting untuk memperkuat komitmen dalam mendorong lahirnya wirausaha muda di Kabupaten Mimika. Acara berlangsung meriah dan dihadiri tokoh-tokoh berpengaruh, di antaranya Wakil Ketua DPRK Mimika Asri Akkas, Ketua Komisi I DPRK Mimika Alfian Akbar Balyana, Bendahara HIPMI Kabupaten Mimika Raimon Batto, Anggota DPR Provinsi Papua Tengah Ardi S.T, serta Dr. Habel Taime selaku perwakilan STIE Jambatan Bulan dan Kepala BPKA. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars STIE Jambatan Bulan, diikuti dengan sambutan dari para tokoh yang hadir. Momen puncak perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua IMEK, Alya Wulandari Hasan, sebagai simbol rasa syukur dan harapan baru bagi organisasi. Dalam suasana penuh khidmat, para mahasiswa bersama tamu undangan juga berdiskusi mengenai kewirausahaan dengan mengusung tema “Wirausaha Muda untuk Indonesia Emas”, sebuah tema yang selaras dengan agenda nasional dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Ardi S.T, memberikan apresiasi tinggi kepada IMEK. Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk membangun kesadaran mahasiswa tentang kewirausahaan. “Kegiatan seperti ini harus sering dilakukan supaya menjadi edukasi bagi kalangan pemuda dalam mengembangkan potensinya di dunia usaha. Apalagi, kampus ini adalah kampus ekonomi yang semestinya menjadi motor lahirnya wirausaha muda di Kabupaten Mimika,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Habel Taime menyampaikan rasa bangganya atas kiprah IMEK yang dalam usianya yang masih relatif muda sudah mampu menghadirkan sinergi antara mahasiswa, akademisi, hingga para wakil rakyat. “Ini merupakan capaian luar biasa. Kehadiran para anggota DPR dalam acara ini menunjukkan bahwa mahasiswa bisa menjadi jembatan antara dunia akademik dengan para pengambil kebijakan. IMEK telah membuktikan diri sebagai wadah strategis bagi mahasiswa STIE Jambatan Bulan,” kata Dr. Habel. Dalam kesempatan yang sama, Ketua IMEK, Alya Wulandari Hasan, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang turut menyukseskan perayaan HUT ke-6 ini. “Saya menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, rekan-rekan mahasiswa, serta para anggota DPR yang telah meluangkan waktunya hadir bersama kami. Dukungan ini akan menjadi motivasi besar bagi IMEK untuk terus melahirkan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan kewirausahaan,” ungkapnya. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, IMEK STIE Jambatan Bulan meneguhkan tekadnya untuk terus mencetak generasi wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing, demi terwujudnya Mimika yang lebih sejahtera.   Penulis: Bim Editor: GF 07 Sep 2025, 15:48 WIT
Polres SBB Gelar Police Go To School di Pondok Pesantren Desa Kamal Papuanewsonline.com, Seram Bagian Barat – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Seram Bagian Barat (SBB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dan membentuk karakter generasi muda. Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres SBB IPTU June Carla Nanariain, S.H., M.H., bersama jajaran personel, kegiatan Police Go To School dilaksanakan di Pondok Pesantren Desa Kamal dengan penuh semangat dan antusiasme dari para santri. Dalam kunjungan tersebut, personel Satlantas tidak hanya memberikan edukasi seputar keselamatan berlalu lintas, tetapi juga pesan penting tentang perlindungan diri sejak dini. Para santri diajak memahami bahwa tubuh memiliki bagian-bagian yang harus dijaga dan tidak boleh disentuh oleh orang lain. Materi ini disampaikan dengan cara kreatif melalui lagu dan gerakan sederhana sehingga mudah dipahami serta diingat oleh anak-anak. Selain materi perlindungan diri, santri juga diperkenalkan dengan berbagai rambu-rambu lalu lintas serta pentingnya tertib di jalan raya. Agar lebih interaktif, kegiatan dilengkapi sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para santri. Banyak dari mereka yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman tentang keselamatan di jalan. “Kami ingin menanamkan disiplin berlalu lintas sejak dini agar para santri kelak menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan taat aturan. Dengan begitu, mereka bisa menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” ujar IPTU June Carla Nanariain. Sebagai bentuk kepedulian sosial, Satlantas Polres SBB juga menyerahkan bantuan berupa beras, telur, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya kepada pihak pondok pesantren. Bantuan ini disambut hangat dan penuh rasa syukur oleh para ustadz, pengasuh, dan santri. Kasat Lantas menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas edukasi, melainkan juga jembatan silaturahmi antara Polri dan masyarakat, khususnya kalangan pendidikan. “Kami berharap apa yang kami lakukan hari ini dapat bermanfaat, sekaligus memperkuat hubungan baik antara Polri dengan masyarakat, terutama generasi muda yang kelak menjadi penerus bangsa,” ungkapnya. Program Police Go To School di Pondok Pesantren Desa Kamal menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir dengan wajah humanis—bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun generasi yang sadar hukum, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain. (GF)   05 Sep 2025, 23:54 WIT
Kapolda NTT Tebar Semangat Pendidikan di Sekolah Rakyat 19 Naibonat Papuanewsonline.com, Kupang – Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, melakukan kunjungan kerja yang sarat makna ke Sekolah Rakyat Menengah 19 Naibonat, Kabupaten Kupang, Kamis (4/9/2025). Kehadiran rombongan disambut penuh hangat oleh para guru, pengurus sekolah, serta siswa-siswi yang antusias menanti kedatangan Kapolda dan jajaran. Dalam kunjungan tersebut, Kapolda NTT didampingi Wakapolda Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H., bersama Wakil Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vina Baskoro. Kehadiran pejabat utama Polda NTT, jajaran Bhayangkari, serta Kapolres Kupang semakin menambah suasana kebersamaan dan rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah. Kunjungan Kapolda NTT tidak hanya sebatas seremoni, melainkan bentuk nyata dukungan Polri terhadap dunia pendidikan, khususnya di daerah pinggiran. Irjen Pol Rudi Darmoko menegaskan komitmennya dalam mendukung visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan pendidikan merata dan berkualitas di seluruh Indonesia. Beliau menyerahkan bantuan sosial dan tali asih kepada pihak sekolah sebagai wujud perhatian terhadap para guru dan siswa. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan semangat sekaligus motivasi bagi komunitas sekolah untuk terus berprestasi. “Tujuan utama kedatangan kami adalah bersilaturahmi, melihat langsung proses belajar mengajar, sekaligus menyampaikan tali asih sebagai bentuk kepedulian kami. Semoga bantuan ini memberi manfaat dan memotivasi seluruh warga sekolah untuk terus berjuang demi masa depan yang lebih baik,” ungkap Kapolda NTT dalam sambutannya. Tak hanya menebar inspirasi, kunjungan ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara Polri, Bhayangkari, dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Kapolda NTT berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh nyata bagi jajaran kepolisian lainnya untuk aktif hadir di tengah masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan. Ia juga menekankan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan yang merata. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara Kapolda, Bhayangkari, guru, dan siswa. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen bersama untuk menghadirkan perubahan positif di dunia pendidikan NTT. Langkah yang dilakukan Kapolda NTT ini mencerminkan wajah Polri yang semakin humanis, dekat dengan masyarakat, serta mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam mencetak generasi emas menuju Indonesia Maju 2045. (GF)  05 Sep 2025, 04:25 WIT
Akademisi UMSU: Tindakan Tegas Polri Menghadapi Massa Anarkis Sesuai Prinsip Negara Hukum Papuanewsonline.com, Medan – Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr. Alpi Sahari, SH., M.Hum., menegaskan bahwa langkah Polri dalam membubarkan massa anarkis bukan merupakan bentuk brutalitas, melainkan upaya menjaga keamanan dan melindungi kepentingan masyarakat secara luas.Menurutnya, perlu ada pemisahan yang jelas antara aksi unjuk rasa yang sah dan tindakan anarkis. Dalam konteks penyampaian aspirasi, Polri berkewajiban memberikan pelayanan dan pengawalan agar peserta aksi merasa aman. Namun, ketika unjuk rasa berubah menjadi tindakan perusakan dan mengganggu ketertiban umum, Polri memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan tegas dan terukur."Dalam negara hukum, Polri bertugas memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan aman. Tetapi ketika situasi berubah menjadi anarkis, Polri wajib bertindak untuk melindungi keselamatan publik dan mencegah kerusakan fasilitas umum," ujar Alpi di Medan, Senin (1/9).Terkait insiden tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban saat terjadi kericuhan, Alpi menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan duka bersama yang tidak diinginkan siapa pun. Menurutnya, insiden itu tidak serta-merta bisa dimaknai sebagai kesengajaan dari aparat kepolisian."Affan adalah seorang pekerja yang meninggal dalam situasi yang tidak kita harapkan. Namun, menilai peristiwa ini harus berdasarkan analisis hukum pidana yang objektif, bukan asumsi atau emosi," tegas Alpi, yang juga pernah menjadi saksi ahli dalam kasus tragedi Kanjuruhan Malang.Dalam perspektif hukum pidana, Alpi menjelaskan pentingnya memahami teori kausalitas untuk menilai akibat dari suatu peristiwa. Ada beberapa pendekatan yang relevan, seperti meist wirksame bedingung (mencari penyebab utama), ubergewichtstheorie (faktor dominan yang paling berpengaruh), dan art der werdens theorie (sebab yang secara kodrati memunculkan akibat).Ia menegaskan, insiden tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran bagi amarah massa untuk menyerang aparat atau merusak fasilitas kepolisian."Polisi lahir dari masyarakat, bekerja untuk masyarakat, dan bertugas menjaga ketertiban yang menjadi kebutuhan bersama. Karena itu, penyerangan terhadap institusi Polri tidak bisa dibenarkan," ujarnya.Lebih jauh, Alpi menilai tindakan tegas Polri sejalan dengan konsep hukum pidana tentang keadaan darurat, di mana tindakan tertentu yang pada awalnya tidak diperbolehkan, menjadi sah ketika diperlukan demi kepentingan umum.Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh politik, agama, adat, akademisi, hingga orang tua, untuk berperan aktif memberikan pemahaman kepada publik agar tidak mudah terprovokasi."Stabilitas keamanan adalah syarat utama menuju tercapainya kesejahteraan bangsa. Karena itu, mari saling mengingatkan untuk menjaga ketertiban dan persatuan, sebagaimana ajaran watawa saubil haq watawa saubil sabr," pungkasnya. PNO-12 04 Sep 2025, 14:05 WIT
Ketua YPMAK: Pendidikan Jadi Jalan Utama Bangun SDM Mimika yang Tangguh Papuanewsonline.com, Mimika – Direktur Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Dr. Leonardus Tumuka, menyerukan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) Mimika secara berkesinambungan. Pesan tersebut ia sampaikan saat membawakan kuliah umum di Universitas Timika bertajuk “Membangun SDM Mimika yang Berkelanjutan dan Bersinergi” di Timika, Senin (1/9/2025). Dalam paparannya, Dr. Tumuka menekankan bahwa kualitas SDM merupakan persoalan mendasar di Papua. Lemahnya kapasitas dan ketidakberlanjutan program pembangunan kerap menjadi penghambat kemajuan. Ia menilai bahwa sering kali setiap pergantian kepemimpinan justru diiringi dengan perubahan kebijakan, sehingga kesinambungan pembangunan terputus dan masyarakat menjadi korban dari kebijakan yang tidak sinkron. “Pembangunan harus dipahami sebagai kesepakatan bersama. Siapa pun pemimpinnya, wajib melanjutkan apa yang sudah ada, bukan memulai lagi dengan cara baru,” tegas Dr. Tumuka disambut tepuk tangan peserta. Ia menambahkan, keberlanjutan pembangunan hanya akan tercapai apabila ada sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, partai politik, pelaku usaha, lembaga pendidikan, hingga masyarakat sipil. Tanpa koordinasi yang terarah, kata dia, kebijakan hanya akan berhenti pada retorika tanpa realisasi nyata. Lebih jauh, Dr. Tumuka menekankan bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Menurutnya, kualitas SDM menentukan daya tahan sebuah bangsa. “Kalau SDM tidak kuat, bangsa mudah dihancurkan. Pendidikan adalah fondasi utama, bahkan lebih penting daripada ekonomi,” ujarnya menekankan. Ia juga mengingatkan bahwa arah pembangunan harus jelas sejak awal agar bisa dijalankan lintas generasi. Dengan begitu, siapa pun pemimpin yang menjabat tetap dapat melanjutkan visi bersama tanpa harus memulai dari nol. “Kalau semua paham arah yang dituju, maka pembangunan akan berkesinambungan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ucapnya. Kuliah umum tersebut ditutup dengan ajakan Dr. Tumuka kepada seluruh civitas akademika Universitas Timika  untuk bersatu membangun SDM yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, kebersamaan dan komitmen akan menjadi kunci dalam mewujudkan mimpi besar Indonesia Emas 2045. Penulis: Bim Editor: GF 01 Sep 2025, 21:44 WIT
Pelajar Mimika Dibekali 4 Konsensus Kebangsaan, Perkuat Jiwa Nasionalisme di Era Digital Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana serius namun penuh semangat tampak di salah satu aula kegiatan di Mimika pada Kamis (28/8/2025). Ratusan pelajar tingkat SMA dan SMK sederajat duduk rapi, menyimak paparan demi paparan yang disampaikan dalam acara sosialisasi nilai-nilai dasar 4 konsensus kebangsaan. Kegiatan yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika ini menghadirkan sekitar 250 pelajar. Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental Tahun Anggaran 2025, sebuah program yang dirancang untuk memperkuat karakter bangsa, khususnya di kalangan generasi muda. Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada pemahaman Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhineka Tunggal Ika, tetapi juga mencakup wawasan kebangsaan, bela negara, pembauran kebangsaan, hingga sejarah perjuangan bangsa. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, yang turut hadir dalam kegiatan itu menegaskan bahwa Mimika dengan keberagaman suku dan budaya merupakan cerminan nyata miniatur Indonesia. “Kita di Mimika hidup dalam keberagaman. Perbedaan budaya, adat istiadat, agama, bahkan tingkat ekonomi bisa saja memicu gesekan, termasuk di kalangan pelajar. Karena itu, penting sekali bagi anak-anak kita untuk dibekali dengan pemahaman kebangsaan yang kuat,” ujarnya. Lebih lanjut, Frans juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini, yakni derasnya arus informasi di era digital. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana komunikasi dan edukasi sering kali disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. “Nilai-nilai Pancasila bisa terkikis jika pelajar tidak bijak menggunakan teknologi. Kami ingin mereka memahami bahwa menjaga persatuan bangsa juga berarti menjaga etika dan sikap saat bermedia sosial,” tambahnya. Para pelajar yang hadir menyambut baik kegiatan ini. Banyak di antara mereka merasa bahwa sosialisasi seperti ini membuka wawasan baru tentang arti penting persatuan, toleransi, dan cinta tanah air. Dengan materi yang disampaikan secara interaktif, suasana kegiatan tidak hanya formal, tetapi juga mampu mengajak peserta untuk berpikir kritis tentang peran mereka sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pemahaman, tetapi juga mampu mendorong lahirnya aksi nyata dari para pelajar. Dengan bekal nilai-nilai kebangsaan, mereka diharapkan bisa menjadi agen perubahan positif di sekolah, lingkungan masyarakat, hingga dunia maya. Penulis: Jidan Editor: GF 29 Agu 2025, 00:56 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT