Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
Timika, “Singapura-nya Papua”, Mahasiswa Timika Didorong Manfaatkan Peluang Bisnis
Papuanewsonline.com, Mimika –
Suasana penuh semangat dan antusiasme mahasiswa terasa saat Ikatan Mahasiswa
Ekonomi Kreatif (IMEK) STIE Jambatan Bulan Timika menggelar diskusi
kewirausahaan dalam rangka memperingati HUT IMEK ke-6 di kampus STIE Jambatan,
Sabtu (6/9/2025). Acara ini tidak sekadar menjadi
perayaan ulang tahun, melainkan momentum penting untuk membangkitkan semangat
berwirausaha di kalangan mahasiswa. Diskusi menghadirkan empat narasumber
berpengaruh di Mimika, yakni Ardi, S.T. anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Alfian
Akbar Balyanan Ketua Komisi I DPRK Mimika, Asri Akkas Wakil Ketua DPRK Mimika,
serta Raimon Batto Bendahara Umum HIPMI Kabupaten Mimika. Dipandu langsung oleh Ketua IMEK,
Alya Wulandari Hasan, forum diskusi berjalan interaktif, memantik banyak
pertanyaan dari mahasiswa tentang bagaimana membangun usaha sejak dini, cara
mengelola bisnis dengan profesional, hingga pentingnya mental pantang menyerah
dalam dunia usaha. Dalam pemaparannya, Ardi, S.T.
menekankan pentingnya mahasiswa memiliki rencana bisnis yang matang, bukan
sekadar berdagang tanpa strategi. “Mahasiswa harus menyingkirkan
gengsi dan memulai usaha sejak muda. Dengan usaha yang terencana, kita tidak
hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menyiapkan diri menyongsong Indonesia
Emas 2045,” tegasnya. Ia juga mencontohkan pentingnya rencana
bisnis berbasis riset pasar, penggunaan analisis SWOT, serta pemanfaatan
platform digital seperti TikTok dan Facebook untuk memperluas pasar. Sementara itu, Alfian Akbar
Balyanan menyoroti pentingnya legalitas usaha. Dengan badan hukum yang jelas,
mahasiswa bisa mengakses bantuan, program pemerintah, bahkan dana hibah. “Kalau sudah ada legalitas, kita
bisa masuk ke ranah kebijakan dan mengakses dana besar, termasuk APBD Mimika.
Tapi ingat, tetap diperlukan business plan agar dana itu bisa dikelola dengan
baik,” jelas Alfian. Ia mendorong mahasiswa agar mulai
membentuk koperasi atau UMKM sebagai langkah awal menata usaha bersama. Narasumber lainnya, Asri Akkas,
menegaskan posisi strategis Timika yang ibarat “Singapura-nya Papua”, karena
menjadi pusat transit dan distribusi ke berbagai wilayah. “Mahasiswa jangan menunggu sampai
lulus baru mau usaha. Timika punya potensi besar. Dari sekarang sudah harus
mulai. Bahkan bisa menjadi vendor bagi perusahaan besar seperti Freeport,”
pesannya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa
harus melihat peluang dari posisi strategis Timika, yang bisa dimanfaatkan
untuk mengembangkan berbagai sektor usaha, mulai dari logistik, kuliner, hingga
jasa kreatif. Sementara itu, Raimon Batto dari
HIPMI menekankan bahwa dunia usaha tidak selalu mulus. Menurutnya, mentalitas
pantang menyerah harus ditanamkan sejak awal. “Kalau satu usaha gagal, jangan
berhenti. Bangkit, evaluasi, lalu coba lagi dengan usaha lain. Itulah kunci
agar tidak mudah menyerah,” ujarnya memberi motivasi. HUT IMEK ke-6 ini menjadi ruang
berharga bagi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan, inspirasi, sekaligus
dorongan moral dari para pemimpin daerah dan pelaku bisnis. Para narasumber sepakat bahwa
mahasiswa ekonomi, khususnya di Timika, harus membangun mentalitas wirausaha
yang kuat, menyusun perencanaan bisnis jelas, serta berani mengambil peluang
agar dapat mandiri secara ekonomi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi
pembangunan Papua dan Indonesia. Penulis: Bim Editor: GF
07 Sep 2025, 20:38 WIT
DPR dan Akademisi Hadiri HUT ke-6 IMEK STIE Jambatan Bulan
Papuanewsonline.com, Mimika –
Suasana auditorium STIE Jambatan Bulan, Timika, pada Sabtu (6/9/2025) dipenuhi
semangat kebersamaan ketika Ikatan Mahasiswa Ekonomi Kreatif (IMEK) merayakan Hari
Ulang Tahun (HUT) ke-6. Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi
perjalanan organisasi mahasiswa, tetapi juga ruang penting untuk memperkuat
komitmen dalam mendorong lahirnya wirausaha muda di Kabupaten Mimika. Acara berlangsung meriah dan
dihadiri tokoh-tokoh berpengaruh, di antaranya Wakil Ketua DPRK Mimika Asri
Akkas, Ketua Komisi I DPRK Mimika Alfian Akbar Balyana, Bendahara HIPMI
Kabupaten Mimika Raimon Batto, Anggota DPR Provinsi Papua Tengah Ardi S.T,
serta Dr. Habel Taime selaku perwakilan STIE Jambatan Bulan dan Kepala BPKA. Rangkaian acara diawali dengan
menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars STIE Jambatan Bulan,
diikuti dengan sambutan dari para tokoh yang hadir. Momen puncak perayaan
ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua IMEK, Alya Wulandari Hasan,
sebagai simbol rasa syukur dan harapan baru bagi organisasi. Dalam suasana penuh khidmat, para
mahasiswa bersama tamu undangan juga berdiskusi mengenai kewirausahaan dengan
mengusung tema “Wirausaha Muda untuk Indonesia Emas”, sebuah tema yang selaras
dengan agenda nasional dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan
global. Anggota DPR Provinsi Papua
Tengah, Ardi S.T, memberikan apresiasi tinggi kepada IMEK. Ia menegaskan bahwa
kegiatan semacam ini sangat penting untuk membangun kesadaran mahasiswa tentang
kewirausahaan. “Kegiatan seperti ini harus
sering dilakukan supaya menjadi edukasi bagi kalangan pemuda dalam
mengembangkan potensinya di dunia usaha. Apalagi, kampus ini adalah kampus
ekonomi yang semestinya menjadi motor lahirnya wirausaha muda di Kabupaten
Mimika,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Habel Taime menyampaikan
rasa bangganya atas kiprah IMEK yang dalam usianya yang masih relatif muda
sudah mampu menghadirkan sinergi antara mahasiswa, akademisi, hingga para wakil
rakyat. “Ini merupakan capaian luar
biasa. Kehadiran para anggota DPR dalam acara ini menunjukkan bahwa mahasiswa
bisa menjadi jembatan antara dunia akademik dengan para pengambil kebijakan.
IMEK telah membuktikan diri sebagai wadah strategis bagi mahasiswa STIE
Jambatan Bulan,” kata Dr. Habel. Dalam kesempatan yang sama, Ketua
IMEK, Alya Wulandari Hasan, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang
turut menyukseskan perayaan HUT ke-6 ini. “Saya menyampaikan rasa terima
kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, rekan-rekan mahasiswa, serta
para anggota DPR yang telah meluangkan waktunya hadir bersama kami. Dukungan
ini akan menjadi motivasi besar bagi IMEK untuk terus melahirkan program kerja
yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan kewirausahaan,”
ungkapnya. Dengan semangat kebersamaan dan
dukungan dari berbagai pihak, IMEK STIE Jambatan Bulan meneguhkan tekadnya
untuk terus mencetak generasi wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing,
demi terwujudnya Mimika yang lebih sejahtera. Penulis: Bim Editor: GF
07 Sep 2025, 15:48 WIT
Polres SBB Gelar Police Go To School di Pondok Pesantren Desa Kamal
Papuanewsonline.com, Seram Bagian
Barat – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Seram Bagian Barat (SBB) kembali
menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dan membentuk karakter
generasi muda. Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres SBB IPTU June Carla
Nanariain, S.H., M.H., bersama jajaran personel, kegiatan Police Go To School
dilaksanakan di Pondok Pesantren Desa Kamal dengan penuh semangat dan
antusiasme dari para santri.
Dalam kunjungan tersebut,
personel Satlantas tidak hanya memberikan edukasi seputar keselamatan berlalu
lintas, tetapi juga pesan penting tentang perlindungan diri sejak dini. Para
santri diajak memahami bahwa tubuh memiliki bagian-bagian yang harus dijaga dan
tidak boleh disentuh oleh orang lain. Materi ini disampaikan dengan cara
kreatif melalui lagu dan gerakan sederhana sehingga mudah dipahami serta
diingat oleh anak-anak.
Selain materi perlindungan diri,
santri juga diperkenalkan dengan berbagai rambu-rambu lalu lintas serta
pentingnya tertib di jalan raya. Agar lebih interaktif, kegiatan dilengkapi
sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para santri. Banyak dari mereka
yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman tentang keselamatan di jalan.
“Kami ingin menanamkan disiplin
berlalu lintas sejak dini agar para santri kelak menjadi generasi yang cerdas,
berkarakter, dan taat aturan. Dengan begitu, mereka bisa menjadi teladan di
lingkungan masing-masing,” ujar IPTU June Carla Nanariain.
Sebagai bentuk kepedulian sosial,
Satlantas Polres SBB juga menyerahkan bantuan berupa beras, telur, mie instan,
dan kebutuhan pokok lainnya kepada pihak pondok pesantren. Bantuan ini disambut
hangat dan penuh rasa syukur oleh para ustadz, pengasuh, dan santri.
Kasat Lantas menambahkan bahwa
kegiatan ini bukan hanya sebatas edukasi, melainkan juga jembatan silaturahmi
antara Polri dan masyarakat, khususnya kalangan pendidikan.
“Kami berharap apa yang kami lakukan hari ini dapat bermanfaat, sekaligus
memperkuat hubungan baik antara Polri dengan masyarakat, terutama generasi muda
yang kelak menjadi penerus bangsa,” ungkapnya.
Program Police Go To School di
Pondok Pesantren Desa Kamal menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir dengan wajah
humanis—bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun
generasi yang sadar hukum, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan diri
maupun orang lain. (GF)
05 Sep 2025, 23:54 WIT
Kapolda Maluku Kunjungi Sekolah TK Kemala Bhayangkari Tual
Papuanewsonline.com, Tual - Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si dan Ketua Bhayangkari Daerah Maluku meninjau Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Kemala Bhayangkari Tual.Dalam kunjungannya, Kapolda didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H bersama Wakil Ketua Bhayangkari Maluku. Turut hadir para Pejabat Utama Polda Maluku dan Kapolres Tual.Saat mengunjungi sekolah tersebut, Kapolda yang didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Maluku juga menyapa para dewan guru atau tenaga pendidik pada TK Kemala Bhayangkari.Kepada tenaga pendidik, Kapolda memberikan semangat dan motivasi untuk terus mendidik anak-anak yang merupakan generasi emas, generasi penerus bangsa."Kami menyampaikan terima kasih karena telah dengan tulus mendidik anak-anak. Tetap semangat untuk memberikan yang terbaik bagi generasi penerus bangsa," harapnya. PNO-12
05 Sep 2025, 18:24 WIT
Wakapolres Buru Hadiri Milad ke-22 Universitas Iqra Buru
Papuanewsonline.com, Namlea - Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Buru, Kompol H. Akmil Djapa Haridi, menghadiri peringatan Milad ke-22 Universitas Iqra Buru (Uniqbu) yang berlangsung di Auditorium Abdurrahman Tukuboya pada Jumat, 5 September 2025.Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai instansi. Dalam suasana yang penuh kehangatan, peringatan milad tersebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang Uniqbu dalam mencerdaskan generasi bangsa di wilayah Maluku, khususnya Kabupaten Buru.Kompol Akmil Djapa Haridi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi Uniqbu dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan berharap kerja sama antara kepolisian dan kampus semakin erat ke depannya. PNO-12
05 Sep 2025, 18:15 WIT
Kapolda NTT Tebar Semangat Pendidikan di Sekolah Rakyat 19 Naibonat
Papuanewsonline.com, Kupang –
Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si.,
bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, melakukan kunjungan
kerja yang sarat makna ke Sekolah Rakyat Menengah 19 Naibonat, Kabupaten
Kupang, Kamis (4/9/2025). Kehadiran rombongan disambut penuh hangat oleh para
guru, pengurus sekolah, serta siswa-siswi yang antusias menanti kedatangan
Kapolda dan jajaran. Dalam kunjungan tersebut, Kapolda
NTT didampingi Wakapolda Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H., bersama
Wakil Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vina Baskoro. Kehadiran pejabat utama
Polda NTT, jajaran Bhayangkari, serta Kapolres Kupang semakin menambah suasana
kebersamaan dan rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah. Kunjungan Kapolda NTT tidak hanya
sebatas seremoni, melainkan bentuk nyata dukungan Polri terhadap dunia
pendidikan, khususnya di daerah pinggiran. Irjen Pol Rudi Darmoko menegaskan
komitmennya dalam mendukung visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan pendidikan
merata dan berkualitas di seluruh Indonesia. Beliau menyerahkan bantuan sosial
dan tali asih kepada pihak sekolah sebagai wujud perhatian terhadap para guru
dan siswa. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan semangat
sekaligus motivasi bagi komunitas sekolah untuk terus berprestasi. “Tujuan utama kedatangan kami
adalah bersilaturahmi, melihat langsung proses belajar mengajar, sekaligus
menyampaikan tali asih sebagai bentuk kepedulian kami. Semoga bantuan ini
memberi manfaat dan memotivasi seluruh warga sekolah untuk terus berjuang demi
masa depan yang lebih baik,” ungkap Kapolda NTT dalam sambutannya. Tak hanya menebar inspirasi,
kunjungan ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara Polri, Bhayangkari, dan
masyarakat dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan
berakhlak mulia. Kapolda NTT berharap inisiatif
ini dapat menjadi contoh nyata bagi jajaran kepolisian lainnya untuk aktif
hadir di tengah masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan. Ia juga
menekankan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi
juga penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan yang merata. Acara ditutup dengan sesi foto
bersama antara Kapolda, Bhayangkari, guru, dan siswa. Momen ini menjadi simbol
kebersamaan dan komitmen bersama untuk menghadirkan perubahan positif di dunia
pendidikan NTT. Langkah yang dilakukan Kapolda
NTT ini mencerminkan wajah Polri yang semakin humanis, dekat dengan masyarakat,
serta mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam mencetak generasi emas menuju Indonesia
Maju 2045. (GF)
05 Sep 2025, 04:25 WIT
Akademisi UMSU: Tindakan Tegas Polri Menghadapi Massa Anarkis Sesuai Prinsip Negara Hukum
Papuanewsonline.com, Medan – Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr. Alpi Sahari, SH., M.Hum., menegaskan bahwa langkah Polri dalam membubarkan massa anarkis bukan merupakan bentuk brutalitas, melainkan upaya menjaga keamanan dan melindungi kepentingan masyarakat secara luas.Menurutnya, perlu ada pemisahan yang jelas antara aksi unjuk rasa yang sah dan tindakan anarkis. Dalam konteks penyampaian aspirasi, Polri berkewajiban memberikan pelayanan dan pengawalan agar peserta aksi merasa aman. Namun, ketika unjuk rasa berubah menjadi tindakan perusakan dan mengganggu ketertiban umum, Polri memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan tegas dan terukur."Dalam negara hukum, Polri bertugas memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan aman. Tetapi ketika situasi berubah menjadi anarkis, Polri wajib bertindak untuk melindungi keselamatan publik dan mencegah kerusakan fasilitas umum," ujar Alpi di Medan, Senin (1/9).Terkait insiden tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban saat terjadi kericuhan, Alpi menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan duka bersama yang tidak diinginkan siapa pun. Menurutnya, insiden itu tidak serta-merta bisa dimaknai sebagai kesengajaan dari aparat kepolisian."Affan adalah seorang pekerja yang meninggal dalam situasi yang tidak kita harapkan. Namun, menilai peristiwa ini harus berdasarkan analisis hukum pidana yang objektif, bukan asumsi atau emosi," tegas Alpi, yang juga pernah menjadi saksi ahli dalam kasus tragedi Kanjuruhan Malang.Dalam perspektif hukum pidana, Alpi menjelaskan pentingnya memahami teori kausalitas untuk menilai akibat dari suatu peristiwa. Ada beberapa pendekatan yang relevan, seperti meist wirksame bedingung (mencari penyebab utama), ubergewichtstheorie (faktor dominan yang paling berpengaruh), dan art der werdens theorie (sebab yang secara kodrati memunculkan akibat).Ia menegaskan, insiden tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran bagi amarah massa untuk menyerang aparat atau merusak fasilitas kepolisian."Polisi lahir dari masyarakat, bekerja untuk masyarakat, dan bertugas menjaga ketertiban yang menjadi kebutuhan bersama. Karena itu, penyerangan terhadap institusi Polri tidak bisa dibenarkan," ujarnya.Lebih jauh, Alpi menilai tindakan tegas Polri sejalan dengan konsep hukum pidana tentang keadaan darurat, di mana tindakan tertentu yang pada awalnya tidak diperbolehkan, menjadi sah ketika diperlukan demi kepentingan umum.Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh politik, agama, adat, akademisi, hingga orang tua, untuk berperan aktif memberikan pemahaman kepada publik agar tidak mudah terprovokasi."Stabilitas keamanan adalah syarat utama menuju tercapainya kesejahteraan bangsa. Karena itu, mari saling mengingatkan untuk menjaga ketertiban dan persatuan, sebagaimana ajaran watawa saubil haq watawa saubil sabr," pungkasnya. PNO-12
04 Sep 2025, 14:05 WIT
Ketua YPMAK: Pendidikan Jadi Jalan Utama Bangun SDM Mimika yang Tangguh
Papuanewsonline.com, Mimika – Direktur Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan
Kamoro (YPMAK), Dr. Leonardus Tumuka, menyerukan pentingnya membangun sumber
daya manusia (SDM) Mimika secara berkesinambungan. Pesan tersebut ia sampaikan
saat membawakan kuliah umum di Universitas Timika bertajuk “Membangun SDM Mimika yang Berkelanjutan
dan Bersinergi” di Timika, Senin (1/9/2025). Dalam paparannya, Dr. Tumuka
menekankan bahwa kualitas SDM merupakan persoalan mendasar di Papua. Lemahnya
kapasitas dan ketidakberlanjutan program pembangunan kerap menjadi penghambat
kemajuan. Ia menilai bahwa sering kali setiap pergantian kepemimpinan justru
diiringi dengan perubahan kebijakan, sehingga kesinambungan pembangunan
terputus dan masyarakat menjadi korban dari kebijakan yang tidak sinkron. “Pembangunan harus dipahami
sebagai kesepakatan bersama. Siapa pun pemimpinnya, wajib melanjutkan apa yang
sudah ada, bukan memulai lagi dengan cara baru,” tegas Dr. Tumuka disambut
tepuk tangan peserta. Ia menambahkan, keberlanjutan
pembangunan hanya akan tercapai apabila ada sinergi yang kuat antara pemerintah
daerah, partai politik, pelaku usaha, lembaga pendidikan, hingga masyarakat
sipil. Tanpa koordinasi yang terarah, kata dia, kebijakan hanya akan berhenti
pada retorika tanpa realisasi nyata. Lebih jauh, Dr. Tumuka menekankan
bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Menurutnya,
kualitas SDM menentukan daya tahan sebuah bangsa. “Kalau SDM tidak kuat, bangsa
mudah dihancurkan. Pendidikan adalah fondasi utama, bahkan lebih penting
daripada ekonomi,” ujarnya menekankan. Ia juga mengingatkan bahwa arah
pembangunan harus jelas sejak awal agar bisa dijalankan lintas generasi. Dengan
begitu, siapa pun pemimpin yang menjabat tetap dapat melanjutkan visi bersama
tanpa harus memulai dari nol. “Kalau semua paham arah yang dituju, maka
pembangunan akan berkesinambungan dan memberi manfaat jangka panjang bagi
masyarakat,” ucapnya. Kuliah umum tersebut ditutup
dengan ajakan Dr. Tumuka kepada seluruh civitas akademika Universitas Timika untuk bersatu
membangun SDM yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, kebersamaan dan
komitmen akan menjadi kunci dalam mewujudkan mimpi besar Indonesia Emas 2045. Penulis: Bim Editor: GF
01 Sep 2025, 21:44 WIT
Pelajar Mimika Dibekali 4 Konsensus Kebangsaan, Perkuat Jiwa Nasionalisme di Era Digital
Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana serius namun penuh semangat tampak di
salah satu aula kegiatan di Mimika pada Kamis (28/8/2025). Ratusan pelajar
tingkat SMA dan SMK sederajat duduk rapi, menyimak paparan demi paparan yang
disampaikan dalam acara sosialisasi nilai-nilai dasar 4 konsensus kebangsaan. Kegiatan yang digelar oleh Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika ini menghadirkan
sekitar 250 pelajar. Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari Gerakan
Nasional Revolusi Mental Tahun Anggaran 2025, sebuah program yang dirancang
untuk memperkuat karakter bangsa, khususnya di kalangan generasi muda. Materi yang disampaikan tidak
hanya berfokus pada pemahaman Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI), serta Bhineka Tunggal Ika, tetapi juga mencakup wawasan
kebangsaan, bela negara, pembauran kebangsaan, hingga sejarah perjuangan
bangsa. Asisten II Bidang Perekonomian
dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, yang turut hadir dalam kegiatan itu
menegaskan bahwa Mimika dengan keberagaman suku dan budaya merupakan cerminan
nyata miniatur Indonesia. “Kita di Mimika hidup dalam
keberagaman. Perbedaan budaya, adat istiadat, agama, bahkan tingkat ekonomi
bisa saja memicu gesekan, termasuk di kalangan pelajar. Karena itu, penting
sekali bagi anak-anak kita untuk dibekali dengan pemahaman kebangsaan yang
kuat,” ujarnya. Lebih lanjut, Frans juga
menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini, yakni derasnya
arus informasi di era digital. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana
komunikasi dan edukasi sering kali disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks dan
ujaran kebencian. “Nilai-nilai Pancasila bisa
terkikis jika pelajar tidak bijak menggunakan teknologi. Kami ingin mereka
memahami bahwa menjaga persatuan bangsa juga berarti menjaga etika dan sikap
saat bermedia sosial,” tambahnya. Para pelajar yang hadir menyambut
baik kegiatan ini. Banyak di antara mereka merasa bahwa sosialisasi seperti ini
membuka wawasan baru tentang arti penting persatuan, toleransi, dan cinta tanah
air. Dengan materi yang disampaikan secara interaktif, suasana kegiatan tidak
hanya formal, tetapi juga mampu mengajak peserta untuk berpikir kritis tentang
peran mereka sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan ini diharapkan tidak
hanya berhenti pada pemahaman, tetapi juga mampu mendorong lahirnya aksi nyata
dari para pelajar. Dengan bekal nilai-nilai kebangsaan, mereka diharapkan bisa
menjadi agen perubahan positif di sekolah, lingkungan masyarakat, hingga dunia
maya. Penulis: Jidan Editor: GF
29 Agu 2025, 00:56 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru