Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
SMA Transformasi Nusantara Timika Tembus Target Siswa dalam 100 Hari
Papuanewsonline.com, Mimika –
Sebuah gebrakan di dunia pendidikan menengah atas hadir di Kabupaten Mimika,
Papua Tengah. SMA Transformasi Nusantara, yang beroperasi di Gedung Multi
Purpose Community Center (MPCC) YPMAK, Jalan Hadelisari, Kelurahan Kwamki,
berhasil mencapai target kuota 70 siswa hanya dalam 100 hari sejak resmi
dibuka. Capaian ini menjadi bukti bahwa konsep pendidikan inovatif yang
ditawarkan sekolah ini disambut positif oleh masyarakat. Sekolah yang dikelola dengan
sistem all day school 12 jam penuh dan memberikan makan gratis kepada
seluruh siswa ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah
Kabupaten Mimika, PT Freeport Indonesia, dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat
Amungme dan Kamoro (YPMAK). Penanggung Jawab STN Mimika, Yoan
Tanamal mewakili kepala sekolah dalam wawancara eksklusif di Gedung MPCC YPMAK,
mengungkapkan bahwa perjalanan menuju keberhasilan ini tidak mulus. “Tantangan terbesar kami adalah
waktu pembukaan yang terlambat dibanding sekolah-sekolah lain di Timika.
Siswa-siswi rata-rata sudah mendaftar di sekolah lain,” jelasnya. Namun, tim sekolah tidak
menyerah. Mereka menerapkan strategi jemput bola, mendatangi langsung calon
siswa dan orang tua untuk menjelaskan konsep pendidikan yang berbeda dari
sekolah konvensional. Hasilnya, kabar tentang SMA Transformasi Nusantara menyebar
cepat, didukung pemberitaan media dan respons positif masyarakat. SMA Transformasi Nusantara
menghadirkan enam jurusan yang dirancang menjawab kebutuhan masa depan yaitu, Leadership
Transformation, Business Development, Computer Science & Technology, Hotel
& Tourism Management, Art & Media Design, Sport Ability. Berbeda dari kebanyakan sekolah,
SMA Transformasi Nusantara memadukan kurikulum modern dengan nilai-nilai lokal
Papua. “Kita sama sekali tidak mau
mengesampingkan budaya Papua. Nilai-nilai itu kita hidupi secara intelektual
dalam dunia pendidikan,” ujar Yoan. Kebijakan rekrutmen guru pun
mencerminkan komitmen ini, dengan melibatkan tenaga pengajar asli Papua dan
profesional dari Jakarta. Meski fokus pada pemberdayaan
anak-anak Papua, sekolah ini terbuka untuk semua kalangan. Komposisi siswa saat
ini mencerminkan keberagaman latar belakang, dari OAP (Orang Asli Papua) hingga
anak-anak karyawan perusahaan. “Sekolah ini untuk semua.
Fasilitasnya berkualitas, jadi siapa pun bisa memilih,” tambah Yoan. SMA Transformasi Nusantara
memiliki visi untuk menjadi sekolah berasrama pada 2026. Menurut Yoan, hidup
bersama dalam lingkungan pendidikan akan memperkuat pembentukan karakter siswa.
Saat ini, manajemen tengah mematangkan rencana lokasi dan infrastruktur untuk
mendukung program tersebut. Yoan menegaskan bahwa
keberhasilan sekolah ini merupakan hasil kerja sama erat tiga institusi besar:
Pemkab Mimika, PT Freeport Indonesia, dan YPMAK, dengan dukungan Yayasan World
Harvest Ministry. “Kami bersyukur atas perhatian
pemerintah dan semua pihak yang punya hati memajukan pendidikan anak-anak
Papua,” ujarnya. Di akhir wawancara, Yoan
berpesan: “Sekolah berkualitas bukan lagi
mimpi. Itu sudah ada di Timika. Mari anak-anak Papua dan seluruh Nusantara,
manfaatkan kesempatan ini.” Penulis : Fadli Editor : GF
11 Agu 2025, 18:21 WIT
SMA Negeri 6 Mimika: Dari Menumpang hingga Menjadi Ikon Pendidikan Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika – Tahun
2012 menjadi titik awal perjalanan panjang SMA Negeri 6 Mimika. Saat itu,
sekolah ini belum memiliki gedung sendiri, guru pun minim, dan para siswanya
harus belajar sore menumpang di SMA Negeri 1 Mimika. Namun, lebih dari satu
dekade kemudian, kondisi itu tinggal kenangan. Kini berdiri megah sebuah
bangunan tiga lantai di tengah Kota Mimika Baru, menjadi rumah bagi 1.112 siswa
yang menimba ilmu di bawah kepemimpinan kepala sekolah pribumi asli Papua. Kelahiran SMA Negeri 6 Mimika
dilatarbelakangi oleh membludaknya penerimaan siswa di SMA Negeri 1 pada tahun
ajaran 2012-2013. Daya tampung tak memadai membuat sebagian calon siswa
terpaksa ditolak. Protes orang tua pun mengalir. Saat itu, Dinas Pendidikan di
bawah kepemimpinan Ausilius You mengambil langkah cepat: membuka sekolah baru
untuk menampung kelebihan siswa. Namun, solusi ini datang dengan
tantangan besar. Kepala sekolah pertama yang ditunjuk hingga saat ini, yaitu Drs. Willem Nauw
saat ditemui di ruang kerjanya di SMA Negeri 6, mengisahkan awal perjuangan
mereka: “Siswa ada, bangunan belum ada,
guru juga belum ada. Angkatan pertama hanya dua kelas, 67 siswa, dua jurusan,
tapi belum ada pengajar tetap.” Tegasnya. Selama hampir dua tahun, siswa
SMA Negeri 6 belajar sore hari menumpang di SMA Negeri 1. Setelahnya, mereka
sempat berpindah ke SD Inpres Nawaripi selama enam bulan sebelum akhirnya
menempati gedung sendiri pada 2015. Perubahan mulai terasa ketika
gedung permanen dibangun. Kini, SMA Negeri 6 Mimika berdiri kokoh dengan
bangunan tiga lantai, ruang kelas yang memadai, dan fasilitas yang terus
berkembang. “Dari hanya puluhan siswa,
sekarang jumlahnya 1.112. Dulu dari bangunan kayu sederhana, sekarang kita
punya gedung bertingkat yang jadi kebanggaan Mimika,” ujar sang kepala sekolah
dengan senyum bangga. Posisi strategis di pusat kota
membuat sekolah ini menjadi salah satu pilar penting pendidikan menengah di
Mimika. Yang membuat SMA Negeri 6 Mimika
berbeda adalah kepemimpinannya. Dipimpin oleh seorang kepala sekolah asli Papua
yang menjadi perintis pertama, sekolah ini dijalankan dengan prinsip
keterbukaan dan rasa memiliki yang tinggi. “Saya merasa seperti orang tua
kandung bagi sekolah ini. Nanti kalau saya pensiun Agustus tahun depan, rasanya
seperti menitipkan anak kepada orang tua baru,” ujarnya menyentuh hati. Transparansi menjadi prinsip
utama. Setiap awal tahun, pihak sekolah menyusun ARKAS (anggaran belanja
sekolah) bersama guru, staf tata usaha, dan seluruh pihak terkait. Semuanya
dibahas terbuka tanpa ada yang ditutupi. Kini, SMA Negeri 6 bukan hanya
sekolah besar dari segi jumlah siswa, tetapi juga menjadi simbol kemajuan
pendidikan di Mimika. Pemeriksaan rutin dari BPK setiap enam bulan memastikan
pengelolaan keuangan sekolah tetap rapi dan akuntabel. Dengan jumlah siswa kelas X yang
terus meningkat, prospek sekolah ini sangat cerah. Harapan besar disematkan
agar SMA Negeri 6 terus menjadi tempat lahirnya generasi cerdas dan
berintegritas, yang kelak berkontribusi untuk Papua dan Indonesia. Penulis : Fadli Editor : GF
11 Agu 2025, 17:47 WIT
Mahasiswa KKN STIE Jambatan Bulan Sulap Sekolah Jadi Laboratorium Cinta Lingkungan
Papuanewsonline.com, Timika – Suasana di SD Negeri
Mandiri Jaya, Timika, berubah menjadi lebih berwarna. Bukan hanya karena
dekorasi karya siswa, tetapi juga semangat baru yang dibawa oleh mahasiswa
Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIE Jambatan Bulan. Mereka datang dengan sebuah misi:
menanamkan rasa cinta lingkungan kepada generasi penerus melalui program
inovatif bertajuk “Sekolah Cinta Lingkungan”. Program ini bukan sekadar
sosialisasi, melainkan langkah nyata penerapan konsep Adiwiyata — sebuah
program nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mendorong
sekolah untuk berwawasan dan berbudaya lingkungan. Bedanya, mahasiswa KKN ini
mengemasnya dengan metode pembelajaran yang segar, kreatif, dan mengundang
partisipasi aktif siswa. Materi pembelajaran disusun
secara holistik. Siswa diajak mengenali jenis-jenis sampah, memahami proses
pemilahan, hingga mengubahnya menjadi barang bermanfaat. Pendekatan ini
memastikan anak-anak tidak hanya menghafal teori, tetapi juga mengasah
keterampilan praktis. Dalam sesi hands-on, ruang
kelas disulap menjadi bengkel kreatif. Botol plastik bekas berubah menjadi
tempat pensil warna-warni, sendok plastik disulap menjadi bunga hias, dan
kardus bekas dilahirkan kembali menjadi celengan berbentuk hewan yang lucu.
Semua hasil karya itu dibuat langsung oleh tangan para siswa, dipandu mahasiswa
KKN. “Alhamdulillah, seluruh rangkaian
kegiatan berjalan lancar. Dukungan kepala sekolah dan guru membuat program ini
lebih mudah dijalankan,” ujar salah satu koordinator KKN penuh antusias. Tak hanya mengandalkan praktek,
mahasiswa KKN memanfaatkan media presentasi PowerPoint interaktif yang dikemas
khusus untuk anak-anak sekolah dasar. Visual penuh warna, animasi sederhana,
dan contoh nyata membuat pesan lebih mudah dipahami. Siswa diperlihatkan fakta
mengejutkan tentang dampak sampah plastik terhadap lingkungan, lalu
diperkenalkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai solusi. Cara
penyampaian yang ringan tapi sarat makna membuat anak-anak antusias mengangkat
tangan, bertanya, bahkan memberi ide baru untuk mengolah sampah. Keberhasilan program ini tak
lepas dari koordinasi matang. Sejak tahap perizinan di kampus, sosialisasi ke
pihak sekolah, hingga eksekusi di lapangan, semua berjalan dalam suasana
kolaboratif. Kepala sekolah, guru, dan siswa bahu-membahu menyukseskan kegiatan
ini. Antusiasme siswa terlihat jelas.
Hampir semua siswa terlibat aktif, bahkan ada yang membawa sampah dari rumah
untuk diolah bersama di sekolah. “Ini pertama kali saya tahu botol plastik bisa
jadi tempat pensil. Seru sekali,” ujar salah satu siswa sambil tersenyum lebar. Program “Sekolah Cinta
Lingkungan” bukan hanya proyek jangka pendek. Mahasiswa KKN menargetkan agar SD
Negeri Mandiri Jaya dapat menjadi sekolah model Adiwiyata di wilayah Timika.
Budaya peduli lingkungan diharapkan menjadi bagian dari identitas sekolah,
sehingga siswa tumbuh menjadi generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap
keberlanjutan (sustainability). Bila berhasil, konsep ini akan
direkomendasikan untuk direplikasi di sekolah-sekolah lain di Mimika. Dengan
begitu, pendidikan lingkungan hidup tidak hanya menjadi wacana, tetapi
benar-benar membentuk pola pikir dan perilaku generasi muda. Penulis : Giant Editor : GF
11 Agu 2025, 17:33 WIT
Satgas Operasi Damai Cartenz Sambangi Anak-Anak SD Negeri Mulia
Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Dalam suasana penuh kehangatan, personel Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan sambang ke anak-anak di SD Negeri Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pada Sabtu (9/8/2025). Kehadiran para personel disambut gembira oleh siswa-siswi, yang tampak antusias mengikuti berbagai interaksi dan kegiatan.Kegiatan sambang tersebut dilaksanakan oleh personel Satgas Ops Damai Cartenz Briptu Eroza Feryan Perdana, S.H., Bripda Rafli Abdullah, S.H., serta didukung oleh Bripda Febrian dan Bripda Heryanto, kegiatan sambang tersebut membawa keceriaan bagi anak-anak.Personel Satgas menyapa satu per satu anak dengan senyum tulus, berjabat tangan, serta berbagi cerita dan motivasi agar mereka terus bersemangat menuntut ilmu. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Operasi Damai Cartenz dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya generasi muda, demi terciptanya Papua yang damai, aman, dan sejahtera.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang didampingi Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes. Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari strategi operasi untuk mengedepankan pendekatan humanis. “Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menjadi sahabat bagi masyarakat, terutama anak-anak. Pendidikan dan masa depan mereka adalah kunci perdamaian yang berkelanjutan di Papua,” ujarnya.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes. Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menambahkan bahwa momen kebersamaan ini memiliki dampak positif yang besar. “Anak-anak adalah aset bangsa. Dengan perhatian dan kasih sayang yang tulus, kita membentuk generasi yang percaya diri, berkarakter, dan siap membangun Papua yang lebih baik,” tuturnya.Semangat yang terpancar dari senyum anak-anak menjadi pengingat bahwa kedamaian dimulai dari hati yang tulus dan kepedulian bersama. PNO-12
11 Agu 2025, 14:03 WIT
Cegah Kanker Serviks, Dinkes Mimika Vaksinasi Ratusan Siswa SD
Papuanewsonline.com, Timika –
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika melaksanakan Bulan Imunisasi Anak
Sekolah (BIAS) dengan memberikan vaksin Tetanus Difteri (TD) dan Human
Papillomavirus (HPV) kepada sekitar 600 siswa sekolah dasar (SD). Sasaran imunisasi meliputi siswa kelas 2, 5,
dan 6 di 22 SD di wilayah Kabupaten Mimika.
Vaksin HPV diberikan untuk mencegah kanker serviks, sementara vaksin TD
untuk mencegah penyakit tetanus dan difteri.Salah satu perawat pada puskesmas Wania Elis Mety, yang
memimpin kegiatan imunisasi di SD Nabawi, menjelaskan bahwa pelaksanaan program BIAS ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan bagi anak-anak di Kabupaten Mimika. "Hari ini kami melaksanakan
BIAS di SD Nabawi. Siswa kelas 2 menerima imunisasi TD, sedangkan kelas 5
mendapat vaksin TD dan HPV. Untuk kelas
6, kami prioritaskan yang belum menerima vaksin HPV," jelas Elis. Ia menambahkan bahwa pemberian
vaksin HPV saat ini hanya satu dosis, berbeda dengan tahun lalu yang dua dosis. Elis Mety juga menyampaikan bahwa
seluruh imunisasi dilakukan dengan aman dan telah mendapat persetujuan dari
orang tua murid. "Program ini rutin
dilaksanakan setiap tahun, dan masyarakat sudah mengetahui serta mempercayai
keamanannya," ujarnya. Dia menambahkan bahwa program BIAS
akan berlanjut hingga November 2025, dengan target pemberian 600 dosis vaksin
HPV dan 100 dosis vaksin campak serta TD.
"Untuk vaksin campak masih
dalam tahap persiapan," kata Elis. Diketahui Melalui program BIAS ini, Dinkes
Mimika menunjukkan komitmennya dalam melindungi generasi muda dari penyakit
menular.
Pemberian vaksin HPV secara
khusus bertujuan untuk mencegah kanker serviks pada perempuan di masa
mendatang. ( Jidan )
08 Agu 2025, 18:16 WIT
Thifal Tazkya Wishal Juarai Storytelling Competition 2025 di Diana Mall Timika
Papuanewsonline.com, Timika –
Siswa SMAN 7 Timika, Thifal Tazkya Wishal, berhasil meraih juara pertama dalam English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika.
Kompetisi yang mengangkat tema pelestarian cerita rakyat Papua ini diikuti oleh
18 peserta dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika. Kegiatan yang merupakan
kolaborasi antara Brother Leon English Club (BLEC) dan Program Studi Pendidikan
Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika ini berlangsung meriah dengan antusiasme
tinggi dari para peserta dan pengunjung mall. "Kami melihat bahwa potensi
anak-anak muda untuk bahasa Inggris itu besar di Timika. Hanya saja wadahnya
yang masih kurang dalam bentuk kegiatan kompetisi lomba," ungkap Deasy
Natalia Lessu, S.Pd., M.Hum, selaku Ketua Panitia penyelenggara. DAFTAR PEMENANG Juara 1: Thifal Tazkya Wishal
(SMAN 7 Timika) Juara 2: Zivanna Hawa Omega Romer
(SMAN 1 Timika) Juara 3: Sherina Anggie Esterlyta
(SMA Kristen Kalam Kudus) Juara 4: Shelomita Apriliani (SMA
Kristen Kalam Kudus) Kompetisi tahun ini mengangkat
cerita rakyat dari tiga suku di Papua, yaitu Kamoro, Amungme, dan Asmat.
Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan, mengingat pembelajaran bercerita di
sekolah-sekolah sering kali menggunakan cerita dari luar Papua bahkan luar negeri. "Sementara cerita di sini
siapa lagi yang mau melestarikan? Kami mengusung cerita-cerita tersebut
sehingga lebih dikenal lagi untuk kalangan luas. Tidak hanya lingkup nasional,
karena ini bahasa Inggris otomatis global," tambah Deasy. SEKOLAH PESERTA * SMAN 1 Timika * SMA Al-Falah * SMA Kristen Kalam Kudus * SMK Negeri 6 * SMAN 7 Timika * SMA Tiga Raja * SMK Yapis Tim juri yang terdiri dari
Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal, S.Pd.M.TESOL.Ed, dan
Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd memberikan penilaian berdasarkan kemampuan
berbahasa Inggris, teknik bercerita, dan pemahaman terhadap cerita rakyat yang
dibawakan. Kegiatan ini merupakan kompetisi
kedua setelah sukses diselenggarakan tahun lalu di gedung MPCC YPMAK. Pemilihan Diana
Mall sebagai venue tahun ini dimaksudkan agar kegiatan menjadi lebih terbuka
untuk publik dan tidak eksklusif. "Setiap pengunjung bisa
datang untuk melihat, jadi bagian dari strategi promosi secara tidak langsung.
Diana Mall juga merupakan salah satu sponsor kami yang mendukung dari awal
kegiatan pertama," jelas Deasy di Timika, Jumat (8/7/2025). Para peserta menunjukkan
antusiasme tinggi dalam menyampaikan cerita-cerita tradisional Papua dengan
bahasa Inggris yang fasih. Tidak hanya kemampuan berbahasa yang dinilai, tetapi
juga kemampuan interpretasi dan penghayatan terhadap nilai-nilai budaya yang
terkandung dalam setiap cerita. Dengan berhasilnya kompetisi
tahun ini, panitia optimis kegiatan serupa dapat terus berlanjut setiap tahun
sebagai wadah pengembangan talenta muda Papua dalam berbahasa Inggris sekaligus
melestarikan kekayaan budaya lokal. (Giant)
08 Agu 2025, 13:33 WIT
Presiden Prabowo Hadiri Pameran Teknologi KSTI 2025
Papuanewsonline.com, Bandung – Presiden
Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memulai kunjungan kerjanya di Kota
Bandung dengan menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia
(KSTI) 2025, yang diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut
Teknologi Bandung (ITB), Kamis (07/08/2025). Dalam suasana penuh semangat dan
optimisme, Presiden meninjau langsung berbagai hasil karya anak bangsa di
bidang inovasi teknologi unggulan nasional. Didampingi sejumlah menteri dan
akademisi, Presiden Prabowo secara khusus meninjau pameran teknologi yang
menampilkan lebih dari 100 inovasi strategis dari delapan sektor prioritas: energi,
pertahanan, digitalisasi (AI dan semikonduktor), hilirisasi industri,
kesehatan, pangan, kemaritiman, serta material dan manufaktur maju. “Saya sangat bangga dengan apa
yang saya lihat hari ini. Ini adalah bukti bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri
di atas kaki sendiri secara teknologi,” ucap Presiden Prabowo kepada awak media
usai kunjungan. Konvensi ini menjadi sorotan
nasional karena bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Kebangkitan
Teknologi Nasional (Hakteknas) yang jatuh pada 10 Agustus. Acara ini merupakan
hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
(Kemdiktisaintek) dan ITB, dengan dukungan penuh dari pelaku industri serta
lembaga riset nasional. Menteri Kemdiktisaintek, Brian
Yuliarto, dalam laporannya kepada Presiden menyatakan bahwa KSTI 2025 dirancang
sebagai forum strategis yang menghubungkan dunia riset, inovasi, dan industri,
agar lebih sinergis dalam mendukung arah pembangunan nasional. “Ini bukan sekadar pameran, tapi
deklarasi tekad kolektif bahwa sains dan teknologi adalah senjata utama kita
dalam perjuangan mewujudkan kemandirian bangsa,” tegas Brian. Berbagai hasil riset unggulan
ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari prototipe drone tempur buatan
anak bangsa, alat kesehatan berbasis teknologi nano, hingga chip semikonduktor
lokal yang siap diproduksi massal. Ada pula presentasi sistem pemantauan energi
terbarukan, robot pintar, dan algoritma kecerdasan buatan (AI) yang digunakan
dalam bidang pertahanan dan pendidikan. Presiden Prabowo tampak antusias
berdialog dengan para inovator muda dan peneliti senior yang mempresentasikan
karyanya secara langsung. Ia juga sempat menjajal simulasi kendaraan listrik
dan melihat langsung desain pesawat tanpa awak generasi terbaru. “Inilah Indonesia masa depan:
berdaulat secara teknologi, kuat di bidang riset, dan mandiri dalam industri
strategis,” ungkap Prabowo. (GF) Dalam kesempatan tersebut,
Presiden juga menyampaikan bahwa pengembangan teknologi bukan sekadar kebutuhan
ekonomi, melainkan instrumen pertahanan dan kedaulatan nasional. Ia menegaskan
bahwa Indonesia tidak boleh selamanya menjadi konsumen teknologi asing. “Kita harus menjadi bangsa
produsen. Kita harus berani menciptakan teknologi kita sendiri. Negara harus
hadir untuk mendukung itu sepenuhnya,” ujar Presiden dengan tegas. Presiden juga menginstruksikan
agar hasil-hasil riset dari kampus dan lembaga litbang segera ditindaklanjuti
dalam bentuk industrialisasi dan hilirisasi produk. KSTI 2025 disambut meriah oleh
ribuan mahasiswa, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat umum yang memadati
area Sabuga ITB. Banyak dari mereka tampak kagum dengan kecanggihan inovasi
karya anak bangsa, yang selama ini jarang terekspos secara luas. Ajang ini bukan hanya menjadi
tempat pameran, tetapi juga menjadi wadah pertemuan lintas sektor dan lintas
generasi, untuk membangun sinergi jangka panjang antara kampus, dunia industri,
dan pemerintah. (GF)
07 Agu 2025, 21:34 WIT
Gencarkan Operasi Anti Narkotika, Polda Maluku Sambangi SMK Negeri 4 Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku gencar melaksanakan Operasi Anti Narkotika (Antik) Salawaku Tahun 2025.Selain penindakan, Polda Maluku juga melakukan pencegahan sejak dini kepada para pelajar. Melalui sosialisasi tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), kegiatan ini dihelat di SMK Negeri 4 Ambon, Kamis (7/8/2025).Kegiatan pembinaan dan penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada para pelajar penting dilaksanakan untuk menyelematkan generasi bangsa."Kami menyampaikan terima kasih kepada personel Satgas Operasi Antik Salawaku 2025 yang mana telah datang mengunjungi sekolah kami untuk memberikan sosialisasi tentang P4GN kepada para pelajar," kata Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Ambon Abraham Wendy Polnaya, S.Pd dalam sambutannya.Menurutnya, pembinaan dan penyuluhan terkait bahaya narkoba sangat penting dilakukan untuk menyelamatkan generasi bangsa. "Kami sangat memberikan apresiasi atas kegiatan ini yang bertujuan mencegah siswa-siswi SMK Negeri 4 Ambon dari penggunaan narkoba," ujarnya.Abraham berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di waktu-waktu ke depan. "Kami juga sampaikan buat bapak-bapak dari Polda untuk kegiatan ini jangan cuma hari ini saja, namun dapat berjalan seterusnya," pintanya.Kasatgas Preemtif Ops Antik Salawaku Polda Maluku, Ipda Richard Lesiputty, mengungkapkan, sosialisasi P4GN penting disampaikan agar para pelajar SMK Negeri 4 Ambon dapat mengetahui bahaya atau dampak penggunaan zat terlarang itu."Terima kasih untuk bapak untuk waktu yang diberikan kepada kami untuk dapat memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada siswa - siswi SMK Negeri 4 Ambon.Kami berharap mereka dapat mengerti bahaya menggunakan narkoba untuk massa depan," jelasnya.Bertindak sebagai narasumber sosialisasi P4GN yaitu Kepala Anev Opsda, Direktorat Narkoba Polda Maluku, AKP. Usman Beli. Ia menyampaikan terkait dampak penyalagunaan narkoba dan minuman keras yang menjadi persoalan nasional.Narkotika, kata Usman, adalah zat sintetis atau semi sintentis yang dihasilkan dari tanaman atau lainnya. Ada narkotika golongan 1 yaitu ganja, shabu, putaw, dan extacy. Sementara narkotika golongan 2 yaitu apetamin, dan golongan 3 yakni narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, tetapi bermanfaat bagi pengobatan.Penggunaan narkoba berdampak buruk bagi kesehatan. Juga berdampak bagi fisik, emosi, dan perilaku. "Penggunaan narkoba bertentangan dengan ketentuan hukum yaitu Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika," jelasnya. PNO-12
07 Agu 2025, 19:33 WIT
Yonika Tonapa Kembali Nahkodai SD Inpres Nawaripi
Papuanewsonline.com, Timika —
Polemik pergantian kepala sekolah yang sempat memicu kegaduhan di lingkungan SD
Inpres Nawaripi akhirnya menemui titik terang. Wakil Bupati Mimika, Emanuel
Kemong, memastikan bahwa Yonika Tonapa kembali menjabat sebagai Kepala Sekolah
di SD Inpres Nawaripi, mengakhiri ketidakpastian yang sebelumnya mengganggu
proses pendidikan. Kepastian ini diumumkan langsung
oleh Wakil Bupati Mimika pada Selasa, 6 Agustus 2025, usai melakukan rapat
koordinasi dengan pihak sekolah. Dalam keterangannya, Emanuel menyebut bahwa
nota dinas penunjukan kepala sekolah pengganti yang sebelumnya beredar, telah
dinyatakan tidak sah. "Saya sudah sampaikan, nota
dinas atas nama Ibu Youm itu dikembalikan. Ibu Yonika Tonapa kembali menjabat
sebagai kepala sekolah sementara sambil menunggu SK dari Bupati,"ujar Kemong.
"Semua sudah kembali normal, dan saya pastikan Bupati akan menetapkan
kepala sekolah definitif dengan SK resmi," tambahnya. Sebelumnya, SD Inpres Nawaripi
sempat mengalami gangguan dalam aktivitas belajar akibat aksi penggembokan
kantor sekolah. Situasi ini menimbulkan keresahan di kalangan guru, siswa,
serta orang tua murid. Emanuel Kemong turut mengapresiasi peran masyarakat,
khususnya Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, yang bersikap bijak dan
turut mendukung penyelesaian persoalan secara damai. "Terima kasih atas kesabaran
dan kerjasama yang telah diberikan. Kami sangat menghargainya," ucapnya. Wabup Kemong juga menegaskan
bahwa penunjukan kepala sekolah definitif nanti akan dilaksanakan sesuai
regulasi, termasuk aspek kepangkatan dan sertifikasi. Prosesnya akan transparan
dan akuntabel demi menjaga mutu pendidikan di Mimika. "Keputusan ini diambil untuk
kepentingan terbaik bagi anak-anak didik kita," tegasnya. Dengan kembalinya Yonika Tonapa
ke jabatan semula, diharapkan suasana di SD Inpres Nawaripi kembali kondusif
dan fokus utama pendidikan anak-anak bisa berjalan maksimal tanpa intervensi
kepentingan. (jidan)
06 Agu 2025, 23:57 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru