logo-website
Kamis, 13 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Kisah Catar Akpol Jovanka Alfaudi Santri Yang Mahir Berbahasa Arab Dan Spanyol Papuanewsonline.com, Jawa Barat  Salah satu Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2024, Jovanka Alfaudi alias Jovan (19) berangkat dari kalangan santri. Jovan mahir berbahasa Arab hingga Spanyol hasil dari bahasa sehari-hari yang dipakai saat 4 tahun mondok di Pondok Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami, Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat.Jovan yang berasal dari pengiriman Polda Metro Jaya, bukan dari keluarga kaya. Ayahnya, Wahludi asli Pemalang, Jateng adalah pensiunan PT. Kereta Api Indonesia (KAI), sementara ibunya Dina Sumartini asli Magelang, Jateng, adalah ibu rumah tangga. Jovan asli Jakarta Utara, lahir 16 Oktober 2004. Semangatnya menjadi taruna, selain dorongan dari orangtua hingga para kyai dan ustaz di pesantrennya, juga berangkat dari kakak pertamanya yakni Dimas ALS, jebolan Akademi Militer (Akmil) tahun 2016 yang kini berdinas di Sat-81/Gultor (Penanggulangan Teror) Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Cijantung, Jakarta Timur. “Motivasi saya jadi seorang polisi, pertama abang saya dan keluarga. Kami dari keluarga biasa, abang saya mendaftar jadi Taruna Akmil pada tahun 2012, tidak ada keluarga tentara atau polisi, cuma miliki keyakinan dan semangat yang luar biasa. Abang saya selalu mengajarkan saya, bahwa keluarga kecil juga bisa meraih mimpi yaitu jadi seorang taruna,” cerita Jovan. Jovan tahu betul proses kakaknya yang transparan saat seleksi. Itu pula yang juga jadi semangatnya mendaftar di Polri. Dia juga yakin transparansi seleksi di Akpol itu. Ketika itu, dia seleksi dari administrasi, kesehatan, psikologi hingga jasmani. “Ketika jasmani walaupun di asrama TNI, abang saya tidak bisa melihat karena ketatnya penjagaan dari polisi. Itu sebagai bentuk transparansi tes polisi,” kisahnya. Jovan bercerita, pada tahun 2023 usai lulus mondok dari Ummul Quro Bogor, dia sempat mendaftar Bintara Polri. Namun gagal. Termasuk mendaftar Bintara TNI, juga gagal. Dia bercerita, gagalnya di persoalan kesehatan. Menjalani serangkaian operasi dan menjaga betul kesehatannya, termasuk mengikuti bimbingan belajar, Jovan tak patah arang hingga berhasil lolos Catar Akpol tingkat Polda Metro Jaya. Dia juga ditempa begitu keras oleh kakaknya yang Kopassus itu. “Mungkin bukan rezeki saya di Bintara Polri ataupun TNI. Abang saya melatih keras-keras untuk saya, karena kakak sayang pada adiknya, bukan karena adik kandung sendiri jadi santai-santai, malah keras luar biasa abang saya (melatih saya),” sambung alumni SD Cokroaminoto dan SMP Barunawati 2 Tanjung Priok itu.  Dia bercerita, ketika hidup mondok di Ummul Quro Bogor, sempat tak betah di tahun pertama karena tak pernah mondok saat sekolah sebelumnya. Namun, rasa tak betah itu dia lawan, beradaptasi dengan lingkungan. Tahun ketiga dia jadi pengurus pondok, dan bertugas jadi bagian keamanan di sana.Saat di pondok Ummul Quro itu, cerita Jovan, Bahasa Arab dan Bahasa Spanyol jadi bahasa sehari-hari yang digunakan. Di sana juga tentunya diajarkan adab, ilmu dan hafalan.  “Ustaz dan kyai saya berpesan, adab di atas ilmu, kami diajarkan sopan santun kepada guru, orang lain tentu orangtua. Sehingga kami tahu harus menghormati yang tua dan menyayangi yang muda. Alhamdulillah berkat doa restu orangtua, ustaz, kyai, guru-guru saya di SD, SMP, orang-orang yang saya temui, saya bisa berdiri di sini di seleksi tingkat pusat Akpol. Saya berdiri di sini karena doa-doa mereka. Semoga rezeki saya di Taruna Akpol 2024,” tandasnya. PNO-11 23 Jul 2024, 10:16 WIT
Barbalin Naomi Kubewa,Menjadi Satu-satunya Calon Taruni Akpol Yang Mewakili Polda Papua Barat Papuanewsonline.com, Papua Barat - Putri dari suku Oburauw, Barbalin Naomi Kubewa menjadi satu-satunya calon Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) yang mewakili dari Polda Papua Barat di proses seleksi tingkat panitia pusat. Mantan pasukan pengibar bendera ini ingin membuktikan perempuan dari Papua mampu mengabdi kepada negeri lewat Polri. Barbalin atau yang akrab disapa Lin merupakan gadis kelahiran Jayapura 22 Mei 2005. Dia merupakan keturunan dari campuran dua suku di Indonesia. Ayahnya asli suku Oburauw dan ibunya suku Sunda. "Saya merupakan gadis dari dua suku berbeda. Bapak saya suku di Papua, Oburauw. Ibu saya suku dari Jawa tepatnya Sunda," kata Lin. Dia besar di Papua Barat, sejak kecil dia cukup rajin hingga ketika bersekolah di SMA N 2 Kaimana, dia ditunjuk menjadi pemegang baki Bendera Merah Putih di tingkat Provinsi Papua Barat pada HUT RI ke-77 tahun 2022. Dia sangat bangga karena menjadi orang pertama yang mewakili sekolahnya menjadi Paskibra tingkat provinsi. Setahun sebelumnya dia juga menjadi Paskibra di tingkat daerah, Kaimana. "Motivasi saya ikuti tes Akademi Kepolisian, saya punya tekad besar mengabdi kepada nusa dan bangsa dan saya pilih Polri," tegasnya. Anak pertama dari lima bersaudara pasangan Royce Elizon Kubewa dan Ernawati Atmaja memang sudah bercita-cita menjadi polisi sejak kecil. Kemampuan akademis Dan fisik terus dia latih. Lin punya kemampuan bahasa Inggris yang sangat fasih. Bahkan dia juga punya prestasi bernyanyi dan menangkan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di daerahnya. Dia sudah berupaya keras untuk bisa melalui segala proses seleksi Catar Akpol tahun 2024."Saya ingin membuktikan bahwa calon Taruni Papua juga bisa, calon Taruni Papua juga mampu, khususnya dari Kabupaten saya, Kaimana," tegasnya. Lin merupakan salah satu dari 7 catar yang dikirim dari Polda Papua Barat dan satu-satunya Calon Taruni dari sana. Dia dan 491 Catat lainnya kini menjalani delesi tingkat panitia pusat dan terjadwal dengan agenda wawancara PSI dan PMK hingga hari Sabtu (20/7) besok. Sidang kelulusan tingkat panitia pusat akan digelar hari Senin 29 Juli 2024 mendatang. PNO-11 21 Jul 2024, 22:01 WIT
Turut Cerdaskan Generasi Penerus Bangsa, Satgas Yonif 762/VYS Jadi Gadik Papuanewsonline.com, Maybrat - Personel Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Papua Barat Daya Yonif 762/VYS Pos Aisyo menjadi Tenaga Pendidik (Gadik) di SD Inpres 13 Kampung Kumurkek, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat. Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 762/VYS, Letkol Inf Dwi Haryanto,S.Hub.Int.,M.H.I dalam rilis tertulisnya di Distrik Aifat, Papua Barat Daya, Sabtu (19/07/2024).Dansatgas mengatakan bahwa sebelum berangkat penugasan personel Satgas Yonif 762/VYS sudah dibekali Sargal (Sarana Penggalangan) berupa buku bacaan dan tulis sehingga siap dalam memberikan materi keilmuan dan kemampuan dalam mengajar, dengan harapan semoga dapat meningkatkan motivasi anak-anak penerus bangsa yang berada di Papua Barat Daya dalam meraih cita-cita."Selain melaksanakan tugas pokok di daerah penugasan kami juga terjun ke lapangan dalam dunia pendidikan menjadi Gadik bagi sejumlah siswa-siswi yang duduk di Sekolah Dasar di wilayah kami, adapun materi-materi yang diajarkan tentang pengetahuan umum seputar keragaman budaya di Indonesia, nama-nama pulau dan Bhinneka Tunggal Ika, Cara Membaca serta Pelatihan dasar PBB (Peraturan Baris Berbaris)" ujarnya.Letkol Inf Dwi Haryanto,S.Hub.Int.,M.H.I selaku Dansatgas Yonif 762/VYS melalui Danpos Aisyo Lettu Inf Aby Juniavian Kusuma,S.Tr.(Han) menyampaikan "Tujuan kami untuk meningkatkan semangat belajar dan evaluasi terhadap materi yang telah diberikan, personel Pos Aisyo memberikan quiz diakhir pelajaran kepada para siswa dan bagi siswa yang dapat menjawab pertanyaan, mendapatkan hadiah yang sebelumnya telah disiapkan oleh personel Pos Aisyo," ungkap Danpos.Sementara itu Willem Saa,S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Inpres 13 Kumurkek mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan oleh personel Satgas Yonif 762/VYS Pos Aisyo yang telah memberikan materi kepada murid-murid dan menjadi tenaga pendidik. "Semoga murid-murid disini semakin senang dan bersemangat dalam belajar, dan terima kasih sudah memberikan motivasi dan wawasan kebangsaan", ungkapnya. (PNO-12) 20 Jul 2024, 10:13 WIT
Atlet Kakak Beradik Ini Ikuti Seleksi Catar Akpol 2024 Papuanewsonline.com, Makassar - Proses seleksi Calon Taruna (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) tingkat pusat tahun 2024 masih berjalan dan dijadwalkan selesai pada akhir Juli ini. Di antara ratusan orang yang mengikuti seleksi, terdapat kakak beradik di antara mereka adalah Yumaldi Limtizadi dan adiknya Salwa Luthfiyyah Limtizadi. Usianya terpaut 1 tahun. Keduanya perwakilan pengiriman dari Polda Sulawesi Selatan. Keduanya adalah atlet menembak yang sama-sama menyabet medali emas pada ajang kejuaraan menembak di Sulsel.  “Saya mengikuti seleksi Catar Akpol ini bersama adik saya. Saya sendiri punya kompetensi bahasa Inggris aktif, menembak dan menyelam, untuk menembak dan menyelam saya punya lisensi dua hal tersebut,” kata Yumaldi, Kamis (18/7/2024). Yumaldi punya berbagai prestasi di bidang menembak. Di antaranya Juara 1 Kapolda Sulsel Cup tahun 2021, Juara 1 Tembak Reaksi Porprov Tim dan Individu tahun 2022, Juara 1 Tembak Reaksi HUT Kostrad tahun 2023, Juara 1 Tactical Challenge tahun 2023 dan Juara 2 Shooting Challenge HUT ke-76 Bhayangkara di Sulsel.  Sementara, Salwa adik Yumaldi, juga memiliki sertifikasi di bidang menyelam dan menembak. “Untuk menembak, saya mengikuti beberapa perlombaaan dan pertandingan, mendapatkan penghargaan,” tambah Salwa. Di antara prestasi di olahraga menembak, kata Salwa, adalah pada tahun 2022 menyabet medali emas kategori ladies di Porprov Sulsel tahun 2022. “Saya juga meraih medali emas Kapolda Cup (Kapolda Sulsel Cup),” ungkap Salwa. Berbekal prestasi-prestasi itu, tambah Yumaldi, dia dan adiknya berharap bisa jadi modal kuat untuk mengikuti seleksi Catar Akpol tingkat pusat. “Dengan kompetensi yang kami miliki, kami berharap bisa mendedikasikannya dengan cara bergabung menjadi bagian dari anggota Polri,” ungkap Yumaldi. Yumaldi usianya 20 tahun, sementara adiknya Salwa 19 tahun. Yumaldi lulusan SMA Islam Athirah Bukit Baruga, sementara Salwa di SMAN 5 Makassar jurusan MIPA. Ayah mereka seorang anggota Polri yang sudah perwira, sementara ibunya berprofesi sebagai dosen. Mereka berdua telah mengenal olahraga menembak dari kelas 3 SD dan terinspirasi dari ayahnya untuk menjadi anggota Polri. (PNO-12) 19 Jul 2024, 20:31 WIT
Kapolda Papua Beri Arahan Kepada 2.000 Casis Bintara dan 83 Casis Tamtama Polri Polda Papua T.A 2024 Papuanewsonline.com, Jayapura – Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K., M.H., memberikan pengarahan kepada 2.000 Casis Bintara Polri dan 83 Casis Tamtama Polri Polda Papua Tahun Anggaran 2024 di Lapangan Mako Sat Brimob Polda Papua, Selasa (16/7). Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol. Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si dan Karosdm Polda Papua, Kombes Pol Sugandi, S.I.K., M.Hum.Apel pengarahan ini bertujuan memberikan bekal dan wejangan kesiapan sebelum para calon siswa memasuki Pusdik masing-masing. Dalam sambutannya, Irjen Pol Mathius menegaskan pentingnya integritas dan tanggung jawab bagi para calon siswa. “Kalian harus berhati-hati dalam setiap perbuatan dan tindakan. Jika kedapatan bermasalah, saya tidak segan-segan akan memecat kalian,” tegasnya.Kapolda Papua menekankan bahwa para calon siswa tidak hanya bertugas untuk gagah-gagahan, melainkan untuk melayani masyarakat Papua dan menjadi contoh yang baik. “Kalian adalah Bhayangkara Sejati di Tanah Papua, sebanyak 2.000 orang hingga tahun 2028. Ini bukan untuk gagah-gagahan, melainkan untuk melayani saudara-saudaramu dan menjadi contoh bagi rekan sekolahmu, keluargamu, serta menjadi kebanggaan bagi orang tua dan masyarakat di Tanah Papua,” ucapnya.Kapolda juga menyampaikan pesan khusus bagi 1.300 calon siswa yang akan diberangkatkan ke Pulau Jawa untuk menjalani pendidikan. “Saya titip pesan, jangan lakukan hal-hal yang tidak terpuji dan bisa merusak nama baik Polda Papua serta mencederai harga diri orang Papua. Kalian adalah patriot kebanggaan orang Papua, kalian harus menjadi contoh yang baik,” ungkapnya.Irjen Pol Mathius mengingatkan para calon siswa untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan selama menjalani pendidikan. “Setelah 5 bulan pendidikan, kalian akan mendapat pelatihan. Manfaatkan itu baik-baik. Magang di daerah Jawa lakukan dengan baik supaya ilmu yang didapatkan bisa diimplementasikan di Papua. Jaga kekompakan dan kebersamaan sebagai calon Bintara Polda Papua,” tambahnya.Ia juga menegaskan pentingnya menjaga nama baik Polda Papua dan tidak mencederai kepercayaan yang telah diberikan. “Saya minta para calon siswa untuk jaga dan mawas diri. Saya titip nama baik orang Papua dan Polda Papua, jangan sedikitpun kalian cederai. Saya yakin dan percaya bahwa yang di hadapan saya siap menjadi anggota Polri karena sudah bersusah payah dari tahap Rikmin hingga Pantukhir,” kata Irjen Pol Mathius.Kapolda Papua mengakhiri sambutannya dengan harapan besar agar para calon siswa dapat menjadi anggota Polri yang baik, melayani masyarakat dengan sepenuh hati, dan tetap menjaga identitas serta kebanggaan sebagai putra-putri Papua. “Saya bangga dengan 2.083 personel Bintara dan Tamtama yang ada di sini. Jaga kepercayaan kami semua selama kalian menjalani pendidikan. Semoga 5 bulan pendidikan dan 1 tahun magang bisa kalian lalui dengan baik, dan kalian akan kembali ke wilayah masing-masing untuk melayani masyarakat kalian sendiri,” tutupnya.Dengan penuh harapan dan optimisme, Kapolda Papua melepas para calon siswa untuk menjalani pendidikan dan menjadi anggota Polri yang membanggakan Tanah Papua. "Logat dan cara kalian berkomunikasi jangan hilang, karena itulah ciri khas kalian dari Papua. Sehingga nanti logat itulah yang kalian gunakan untuk memberikan pesan damai dan mengkomunikasikan kepada masyarakat kalian sendiri," pesan penutup Irjen Pol Mathius. (PNO-12) 17 Jul 2024, 21:13 WIT
Kapolres Tolikara Beri Semangat kepada Peserta Paskibraka Jelang Upacara Kemerdekaan Papuanewsonline.com, Tolikara – Bertempat di lapangan Merah Putih Kota Karubaga, Kapolres Tolikara Kompol Irianto John, S.Sos., M.H., memberikan motivasi dan semangat kepada peserta Paskibraka yang sedang menjalani pelatihan untuk persiapan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-79 tahun 2024, Selasa (16/07/2024).Dalam pelatihan Paskibraka tersebut, Kapolres Tolikara menyampaikan harapannya agar para peserta dapat mengikuti setiap materi dan arahan yang diberikan oleh para pelatih. “Latihan yang sudah berjalan saat ini diharapkan agar para peserta yang mengikuti pelatihan Paskibraka dapat mengikuti setiap materi dan arahan yang diberikan oleh pelatih,” ucapnya.Kapolres Tolikara juga menambahkan bahwa pelatihan Paskibraka yang digelar oleh Polres Tolikara ini akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, dimulai pada hari ini tanggal 16 Juli hingga 15 Agustus 2024. “Oleh karena itu, para peserta diharapkan untuk menjaga kesehatan, kekompakan, dan selalu semangat menjalani proses pelatihan,” tambah Kapolres.Pelatihan Paskibraka yang digelar oleh Polres Tolikara jelang Proklamasi Kemerdekaan RI ke-79 diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari siswa-siswi SMAN Karubaga dan SMA YPPGI Karubaga.Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para siswa-siswi terbaik dalam mengibarkan Bendera Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79. Selama masa pelatihan, peserta akan diberikan berbagai materi dan latihan fisik yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta disiplin mereka.Selain memberikan semangat kepada para peserta, Kapolres juga menekankan pentingnya peran Paskibraka dalam upacara bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan. “Kalian adalah wakil dari generasi muda yang akan meneruskan perjuangan bangsa. Tugas kalian bukan hanya mengibarkan bendera, tetapi juga menunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah bangsa yang besar dan bersatu,” tegasnya.Salah satu peserta, Yohana, siswi SMAN Karubaga, menyampaikan rasa bangganya dapat mengikuti pelatihan ini. “Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari Paskibraka. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga, dan saya akan berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya dengan semangat.Kegiatan pelatihan Paskibraka ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah setempat, yang berharap agar upacara peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini dapat berjalan dengan khidmat dan sukses.Pelatihan yang ketat dan disiplin diharapkan dapat menghasilkan tim Paskibraka yang solid dan siap menjalankan tugas pada hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Dengan semangat kemerdekaan yang berkobar, para peserta diharapkan dapat memberikan yang terbaik dan membawa kebanggaan bagi Kabupaten Tolikara. (PNO-12) 17 Jul 2024, 20:46 WIT
Kasad: Jaga Kehormatan TNI AD, Darmabaktikan Kemampuanmu Untuk Bangsa dan Negara Papuanewsonline.com, Jakarta – Dihadapkan pada tugas-tugas TNI AD yang sangat kompleks dan dinamis, maka tugas Perwira Remaja (Paja) ke depan tidaklah ringan. Kalian harus menjaga kehormatan TNI AD dengan cara mendarmabaktikan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk bangsa dan negara.Penegasan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak M.Sc., saat memimpin acara Tradisi Penerimaan Paja Abituren Akademi Militer (Akmil) Tahun 2024, di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Selasa (16/7/2024).  Sebelum menjalani tradisi penerimaan di Mabesad, ke-417 Paja TNI AD tersebut terlebih dahulu menjalani pelantikan dan Prasetya Perwira oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo di Istana Negara, bersama dengan Paja lulusan AAL, AAU dan Akpol.Usai mengucapkan selamat atas pelantikan para Paja sebagai perwira, dalam amanatnya, Kasad menyampaikan bahwa pelantikan perwira merupakan langkah awal dari perjalanan panjang para Paja dalam penugasan, meniti karir, serta mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI AD.Kasad juga mengungkapkan bahwa Tradisi Penerimaan Paja Abituren Akmil 2024 ini merupakan bagian dari pembinaan satuan, yang bertujuan memupuk solidaritas, menumbuhkan rasa bangga, menjaga kehormatan, meningkatkan semangat juang, serta membentuk karakter prajurit sebagai tentara pejuang.“Saya berharap para Perwira Remaja dapat menghayati, dan tertanam (dalam hatinya) rasa memiliki, mencintai serta tanggung jawab terhadap nama baik TNI AD. Untuk itu, perluas wawasan dan pengetahuan kalian, serta kobarkan terus semangat dalam berkarya dan mengabdi di manapun kalian ditempatkan, di seluruh satuan jajaran TNI AD,“ ujar Kasad.Lebih lanjut Kasad meminta agar para Paja dapat menjalankan kepemimpinan dengan memegang tiga kata kunci. Pertama, dengan menguasai tugas pokok dan sasaran yang harus dicapai. Kedua, memahami segala kemampuan dan batas kemampuan yang ada di dalam satuan maupun diri sendiri. Ketiga, memahami dan menguasai unsur-unsur dalam diri manusia.Mengakhiri amanatnya, Kasad berpesan agar para Paja dapat berperan sebagai pemimpin, pelatih, pembimbing (guru), dan pengayom bagi anak buahnya. Karena sejatinya, keberhasilan anak buah merupakan keberhasilan peran pemimpinnya. Demikian pula sebaliknya, kesalahan anak buah merupakan bagian dari kesalahan seorang pemimpin. Rangkaian acara tradisi penerimaan ditutup dengan pemberian cendera mata dari Kasad kepada seluruh Perwira Remaja, yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan Paja Abituren Akmil 2024. (PNO-12) 17 Jul 2024, 09:23 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT