logo-website
Jumat, 14 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Siswa Sekolah Rimba Mumugu Sambut Gembira Hari Pertama Pasca TNI Rehab Sekolah Papuanewsonline.com, Nduga - Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) Para Raider 503/Mayangkara Kostrad, sebagai salah satu Satuan Jajaran Komando Operasi TNI (KOOPS TNI) di Papua, tengah melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan (Opspamtas) Mobil RI-PNG, khususnya di wilayah Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Pada hari Senin, 22 Juli 2024, para siswa yang terdaftar di Sekolah Rimba Mumugu menyambut gembira hari pertama mereka bersekolah.Kegembiraan tersebut bukan tanpa alasan mengingat sekian lamanya sarana prasarana sekolah dalam kondisi rusak dan menghentikan proses belajar mengajar para Guru dan Siswa Sekolah Rimba. Satgas Yonif 503 Kostrad turun tangan dan mengajak warga Kampung Mumugu bergotong royong memperbaiki sarana prasarana Sekolah yang rusak dan akhirnya pada hari Selasa (16/7) yang lalu perbaikan selesai. Sesudahnya, penyiapan proses belajar mengajar dilakukan oleh para Guru Sekolah Rimba. Dan akhirnya, hari Senin (22/7) Sekolah Rimba menggelar kembali proses belajar mengajar dan para Siswa sangat antusias menyambutnya.Komandan Satgas Yonif 503 Kostrad, Letkol Inf Gurbasa Samosir, telah menekankan kepada para Prajurit TNI bahwa kegiatan membantu kesulitan masyarakat di daerah tugas merupakan hal yang perlu dilakukan saat melaksanakan tugas pokok pengamanan wilayah. Oleh karenanya, Pos Batas Batu pimpinan Lettu Inf Galih Widiharyo, terus mengawal proses dimulainya belajar mengajar di Sekolah Rimba tersebut. Saat jam istirahat sekolah dilaksanakan, seorang siswa bernama Alex Menjeh menyampaikan, "Terima kasih Komandan 503. Puji Tuhan, kami dapat sekolah kembali. Tuhan memberkati Om-Om Tentara.”Usai menerima laporan kegiatan, Panglima KOOPS TNI, Brigjen TNI Lucky Avianto, menyampaikan, “Inisiatif Satgas Yonif 503 Kostrad mengawal dimulainya proses belajar mengajar di Sekolah Rimba Mumugu, merupakan realisasi TNI dalam memberikan dukungan pengamanan serta melakukan Komunikasi Sosial yang inklusif dengan seluruh stakeholder, dalam rangka mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua.” PNO-11 24 Jul 2024, 21:44 WIT
Ini Pesan Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024 untuk Hari Anak Nasional Papuanewsonline.com, Timika - Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno., S.H., S.I.K., M.M., M.H., menyampaikan pesan kepada anak-anak di seluruh Indonesia bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli. Dalam pernyataannya pada selasa 23 Juli 2024 di Timika Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno., menyatakan bahwa Hari Anak Nasional adalah momentum penting untuk merenung tentang kondisi anak-anak di Tanah Air dan untuk menyiapkan generasi masa depan menuju Indonesia Emas di tahun 2045."Hari Anak Nasional di mata saya merupakan momentum yang baik untuk merenung tentang kondisi anak-anak bangsa saat ini. Selanjutnya, segera berbuat yang terbaik untuk menyiapkan generasi masa depan bangsa menuju Indonesia Emas di tahun 2045," Tutur Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno.Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno., berharap seluruh anak-anak di Indonesia dapat membanggakan negaranya dengan hal-hal yang positif. Ia berpesan agar generasi muda saat ini tidak mudah dipecah belah oleh propaganda bangsa lain.Bayu juga meminta anak-anak muda agar berani, tidak takut gagal, dan berani mengambil risiko, karena negeri ini membutuhkan anak-anak yang selalu mencoba hingga berhasil."Harapan saya untuk seluruh anak-anak bangsa di penjuru nusantara, mari isi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif, jangan nakal, jauhi narkoba, jangan mudah dipecah belah oleh bangsa lain dan ukirlah prestasi sesuai bidangnya masing-masing untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia," terang Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno.Sebagai informasi, Hari Anak Nasional diperingati oleh masyarakat Indonesia sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi dalam memenuhi hak-hak anak. Penetapan tanggal peringatan Hari Anak Nasional Indonesia didasarkan pada pengesahan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979.Hari Anak Nasional di Indonesia ditetapkan sejak periode kepemimpinan Presiden ke-2, Soeharto, pada 23 Juli 1979 dengan pandangan bahwa anak-anak adalah aset kemajuan bangsa sehingga perlu diperingati keberadaannya. Peringatan Hari Anak Nasional ditetapkan sesuai dengan Keputusan Presiden RI No. 44 Tahun 1984. Berdasarkan keputusan tersebut, Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli dan sejak saat itu, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional setiap tahunnya pada tanggal 23 Juli. Tema Hari Anak Nasional ke-40 tahun 2024 adalah "Anak Terlindungi, Indonesia Maju". Tema ini mengajak orang dewasa untuk melindungi generasi penerus bangsa dengan tujuan menciptakan masa depan yang cerah bagi negara. (PNO-12) 24 Jul 2024, 19:48 WIT
Catar Akpol Daffa, Hafidz Al Qur'an yang Ingin Jadi Polisi Bertanggungjawab Papuanewsonline.com, Semarang - Berupaya menggapai cita-cita dan tetap berpedoman pada agama diterapkan oleh para Calon Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol). Salah satunya yaitu M Daffa Athahillah yang merupakan Hafidz Al Qur'an. Daffa merupakan lulusan sekolah Thursina IIBS di Malang, Jawa Timur. Pada akhir 2023 lalu, dia mendapatkan sertifikat sebagai Hafidz yang hafal 30 juz dalam Al Qur'an. "Saya lulusan SMA, mondok di Thursina IIBS di Malang," kata Daffa. Di sekolahnya itu sebenarnya hanya diwajibkan hafal 5 Juz. Namun guru dan keluarganya menganggap Daffa punya kemampuan lebih hingga akhirnya terbukti dia hafal seluruh Juz. "Guru saya berikan motivasi kalau saya sebenarnya bisa menghafal lebih dari teman-teman. Saya minta nasihat ke ibu. Berkat semangat dan doa, sehingga saya mampu selesaikan hafalan Al Qur'an. Saya dapat sertifikat dari sekolah," ujar Daffa. "Saya sebagai penghafal Al Qur'an akan tetap berusaha jaga dan akan membaca sehingga hafalan tidak hilang dari pikiran saya," imbuhnya. Daffa ingin mengabdi kepada negara dengan menjadi polisi yang bertanggungjawab kepada tugas dan keluarga dengan berpegang pada ilmu agama. Ayahnya menjadi sosok yang menjadi panutan. "Ayah saya bertanggungjawab dengan tugas dan keluarganya. Saya ingin seperti ayah," katanya. Lolos dari seleksi panitia daerah di Polda Jawa Timur, Daffa kini berada di Akpol, Semarang untuk seleksi tingkat panitia pusat. Dia antusias karena bertemu dengan rekan dari berbagai daerah. Yang paling Daffa takjub adalah pelajaran disiplin dan peduli dengan rekan-rekan meski sedang dalam persaingan. Hukuman-hukuman yang diberikan ketika tidak disiplin pun menurut Daffa sangat adil. "Jadi seperti saat bangun pagi, bukan hanya kita, tapi satu pleton, kalau teman terlambat semua ikut dihukum. Jadi diajarkan hidup tidak apatis tapi juga pikirkan teman, walau sedang bersaing. Semua kegiatan harus bersama, kalau ada yang terlambat, semua kena hukuman dari panitia. Kita dibiasakan untuk bersama agar tidak apatis dan agar lebih disiplin," tegasnya. Untuk diketahui, 492 Calon Taruna dan Taruni Akpol sedang bersaing dalam seleksi tingkat panitia pusat tahun anggaran 2024. Mereka akan berusaha lulus dan mengikuti sidang kelulusan pada 29 Juli 2024. (PNO-12) 24 Jul 2024, 14:22 WIT
Ciptakan Lingkungan Sekolah Bersih, Satgas Yonif 762/VYS Laksanakan Karya Bhakti Papuanewsonline.com, Tambraw - Pentingnya kebersihan lingkungan sekolah, satgas pamtas RI-PNG kewilayahan Papua Barat Daya Yonif 762/VYS Pos Yembun melaksanakan karya bhakti dengan bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah SMP N 01 Yembun di Kampung Metnayam, Distrik Yembun, Kabupaten Tambraw, Papua Barat Daya, hal tersebut disampaikan Danpos Yembun Letda Inf Lukas dalam keterangannya Rabu (24/07/2024).Letkol Inf Dwi Haryanto,S.Hub.Int.,M.H.I selaku Dansatgas Yonif 762/VYS melalui Danpos Yembun Letda Inf Johannes Lukas mengatakan, kegiatan karya bhakti tersebut dilakukan oleh 7 orang personel Pos Yembun dipimpin oleh Sertu Wisnu selaku Wadanpos Yembun dengan sasaran pembersihan area halaman luar sekolah di SMPN 01 Yembun."Karya bhakti ini merupakan salah satu wujud dari Bhakti TNI, sehingga pembersihan lingkungan sekolah ini dilakukan agar Sekolah terlihat rapi dan bersih dalam proses belajar mengajar tatap muka dapat dilaksanakan dengan nyaman dan siswa-siswi serta para guru ataupun orang yang berada di sekolah dapat terhindar dari segala penyakit akibat lingkungan yang tidak bersih", ucap Danpos. "Tujuan lain dari karya bhakti ini adalah juga untuk mempererat silahturahmi antara personel pos Yembun bersama anak-anak sekolah dan guru-guru SMP N 01 Yembun," imbuhnya. Sertu Wisnu yang memimpin kegiatan tersebut, mengatakan telah mengajak anak-anak SMP N 01 Yembun untuk melaksanakan pembersihan agar peduli akan kebersihan lingkungan dengan harapan sekolah menjadi bersih dan tertata rapi."Anak-anak sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan ini, adik-adik kita ini tidak lagi malu sama tentara terlihat dari kedekatan dalam melaksanakan karya bakti bersama," tutur Sertu Wisnu. Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 01 Yembun Bapak mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi personel pos Yembun yang peduli akan kebersihan sekolah sehingga sekolah sekarang terlihat lebih rapi dan bersih.“Terimakasih anggota pos Yembun yang sudah peduli dengan kebersihan lingkungan sekolah yang ada di kampung kami, semoga anak-anak bisa lebih semangat dan nyaman lagi dalam belajar, Semoga melalui kegiatan ini semakin mempererat tali silaturahmi antara TNI dan masyarakat,” ucapnya. (PNO-12) 24 Jul 2024, 13:07 WIT
Polda Maluku Gelar Upacara Pembukaan Pendidikan dan Pembentukan Bintara Polri Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku menggelar upacara pembukaan Pendidikan dan Pembentukan Bintara (Diktuba) Polri gelombang kedua tahun 2024. Sebanyak 148 siswa mulai menjalani Diktuba Polri di SPN Polda Maluku, Senin (22/7/2024).Bertindak sebagai inspektur upacara yaitu Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Maluku, Kombes Pol. Marthen Luther Hutagaol, SIK., MM. Turut hadir Kepala SPN Polda Maluku, Wakapolresta Ambon & Pp Lease, dan Kepala Secaba Rindam XV Pattimura.Irwasda Maluku dalam sambutannya membacakan amanat Kalemdiklat Polri. Ia pertama-tama menyampaikan selamat datang kepada para siswa di lembaga pendidikan dan pelatihan Polri, tempat para peserta didik akan menimba ilmu, dididik, ditempa dan dilatih selama 5 bulan ke depan untuk menjadi insan Bhayangkara yang profesional, bermoral serta memiliki mental dan integritas yang baik."Keberhasilan yang telah saudara raih saat ini, merupakan berkah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, serta hasil dari perjuangan panjang melalui ketekunan, keuletan, dan kesungguhan, yang juga tentunya tidak lepas dari doa serta dukungan orang tua dan keluarga," katanya.Para peserta didik diminta dapat manfaatkan kesempatan yang berharga dengan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu pengetahuan, keterampilan serta menambah wawasan tentang kepolisian secara sungguh- sungguh dan bertanggung jawab.Sebagai calon anggota Polri, selama menjalani pendidikan tentunya akan dihadapkan dengan berbagai hal baru, yang tersusun dalam rangkaian kegiatan pendidikan dan latihan yang membutuhkan ketahanan fisik dan mental. "Saya meyakini, dengan tekad yang kuat kalian dapat mengikuti dan menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan pendidikan ini dengan baik," ujarnya.Selama menjalani proses pendidikan, peserta didik akan dibentuk mental dan kepribadian yang berkarakter kebhayangkaraan, memahami doktrin Tribrata dan Catur Prasetya. Tentunya hal ini akan merubah sikap dan perilaku dari masyarakat umum menjadi personel polri yang berkarakter bhayangkara yang selalu menjunjung tinggi pancasila dan uud 1945.Para peserta didik juga akan diberikan berbagai pengetahuan, keterampilan, penguasaan teknis dan taktis profesi kepolisian dasar, serta pelatihan jasmani agar nantinya memiliki kualitas fisik yang prima. Oleh karenanya ikuti seluruh aturan dan petunjuk serta arahan para gadik, instruktur dan pengasuh yang akan mendampingi kalian selama pendidikan."Kita pahami bersama, bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa," jelasnya. Transformasi negara-negara berkembang menjadi negara maju, tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karenanya pendekatan pendidikan di lingkungan kepolisian memiliki peran yang sangat penting, dalam mempersiapkan para calon anggota Polri untuk menghadapi tugas dan tanggung jawab yang kompleks. "Di sini, kita tidak hanya membentuk sikap profesionalisme, tetapi juga mengasah sikap kepemimpinan, etika, dan keterampilan interpersonal yang diperlukan untuk melayani masyarakat dengan baik," sebutnya.Tidak dapat dipungkiri dan merupakan keniscayaan, bahwa kemajuan teknologi saat ini telah merubah lanskap kehidupan masyarakat menjadi lebih terbuka, tanpa batas dan serba cepat. "Pelayanan yang kita berikan harus didukung kemampuan dan pemanfaatan penggunaan teknologi. oleh karena itu kita dituntut harus dapat beradaptasi dan berkembang mengikuti perkembangan teknologi dan informasi," ujarnya.Pendidikan pembentukan menjadi aspek penting guna mewujudkan institusi Polri yang prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan (presisi). Untuk mencapai hal tersebut, maka seluruh komponen pendidikan, mulai dari siswa, tenaga pendidik maupun komponen pendidikan lainnya, harus dapat bekerjasama dan membangun sinergitas secara menyeluruh, utuh serta berkesinambungan dalam rangkaian proses belajar mengajar. Agar dapat berjalan efektif dan efisien sesuai yang diharapkan.Pendidikan ini bukanlah sekedar proses belajar mengajar, tetapi sebuah perjalanan yang akan membentuk karakter sebagai seorang polisi yang memiliki jiwa pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Proses pendidikan yang relatif singkat harus dirancang secara baik dan benar, dengan prinsip mengutamakan kualitas dan memberikan porsi yang lebih besar kepada kegiatan praktek kerja lapangan, agar hasil didiknya sesuai dengan yang diharapkan. Hanya melalui disiplin, dedikasi, semangat, dan komitmen yang kuat, anda dapat menjalani pendidikan ini dengan sukses."Keberhasilan dan integritas saudara sebagai seorang anggota polri sangat terkait dengan individu saudara yang memiliki integritas, nilai-nilai moral yang kuat, dan ketaatan terhadap hukum. Sehingga akan turut menentukan wajah dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada polri," pintanya.Pada kesempatan tersebut, Kalemdiklat menyampaikan beberapa penekanan kepada para siswa untuk dipedomani dan dilaksanakan:1. Senantiasa tingkatkan terus keimanan dan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa, sebagai landasan bertindak dalam pelaksanaan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari2. Persiapkan fisik dan mental saudara selama mengikuti pendidikan, patuhi seluruh peraturan yang berlaku, serta hindari pelanggaran dan perilaku yang dapat merugikan kehormatan pribadi, keluarga dan institusi.3. Tunjukan sikap disiplin, penuh semangat dan tekad yang kuat serta motivasi yang tinggi bahwa tujuan kalian selama berada di lembaga pendidikan adalah untuk belajar, berlatih dan menempa diri;4. Bangun komunikasi yang interaktif dan konstruktif antar sesama peserta didik, dengan pendidik, pelatih, pengasuh dan seluruh unsur pelaksana pendidikan, sehingga akan terjalin hubungan yang solid dan harmonis;5. Tanamkan sikap responsif dan ikhlas dalam setiap proses belajar mengajar, sehingga ilmu yang diberikan oleh gadik maupun instruktur benar- benar dapat diserap oleh para siswa sekalian. (PNO-12) 23 Jul 2024, 20:47 WIT
Tingkatkan Pelayanan Publik, DivPropam Polri Gelar Sertifikasi Kompetensi Bintara Akreditor Papuanewsonline.com, Jakarta - Sebanyak 50 anggota Propam dari Polda jajaran mengikuti Sertifikasi Kompetensi Bintara Akreditor Propam Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2024 pada Senin 22 Juli hingga Kamis 25 Juli 2024 di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kemampuan personil anggota Propam Polri dalam rangka audit investigasi, gelar perkara, pemeriksaan, persangkaan, penuntutan dan sidang komisi kode etik.Kepala Biro Pertanggungjawaban Profesi (Karowabprof) DivPropam Polri Brigjen Pol Agus Wijayanto mengatakan, sertifikasi kompetensi ini sejalan dengan salah satu program Presisi Kapolri untuk membentuk SDM Polri yang unggul. Untuk itu, Divisi Propam Polri menindaklanjuti program tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM akreditor sesuai dengan sesuai amanat Perpol Nomor 7 Tahun 0222 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Pasal 23 ayat (4) yang menyebutkan bahwa akreditor yang ditunjuk harus memiliki sertifikasi kompetensi, yaitu dapat menunjukkan kemampuan dalam rangka audit investigasi, gelar perkara, pemeriksaan, persangkaan, penuntutan dan sidang komisi kode etik."Sertifikasi tidak hanya menjadi komitmen Polri dalam menjaga kualitas akreditor, tetapi juga menjadi tonggak awal bagi peningkatan kualitas layanan publik yang Polri berikan kepada masyarakat. Untuk mendapatkan sertifikasi, akreditor harus mengikuti uji kompetensi terhadap kemampuan untuk melakukan penanganan perkara, apakah sudah memenuhi syarat sebagai akreditor atau belum," kata Brigjen Agus dalam sambutannya.Selain itu, Karowabprof juga menegaskan bahwa sertifikasi ini tidak hanya menjadi komitmen Polri dalam menjaga kualitas akreditor, tetapi juga menjadi tonggak awal bagi peningkatan kualitas layanan publik yang Polri berikan kepada masyarakat. Untuk mendapatkan sertifikasi, akreditor harus mengikuti uji kompetensi terhadap kemampuan untuk melakukan penanganan perkara, apakah sudah memenuhi syarat sebagai akreditor atau belum.Sementara, Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polri, Kombes Pol. Dhani Kristianto dalam sambutannya mengungkapkan, sertifikasi kompetensi merupakan proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada SKKNI, Standar Internasional (SI), dan/atau SK3. Sertifikasi kompetensi memiliki tujuan sebagai berikut;1. Mengukur kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan harus didokumentasikan dalam bentuk sertifikat kompetensi.2. Memberikan jaminan kepada personil dalam melaksanakan tugasnya sehingga layak memiliki dokumen yang menunjukkan kemampuan bekerja secara profesional dalam menjalankan tugas sesuai kompetensinya pada fungsi akreditor Propam Polri dalam rangka menghadapi tantangan tugas yang terus berkembang dan universal."Sertifikasi Polri ini mendukung penuh pelaksanaan Program Prioritas Presisi yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yaitu peningkatan kinerja penegakan hukum, pada kegiatan proses penegakan hukum yang memenuhi rasa keadilan masyarakat, dengan aksi meningkatkan kualifikasi dan kompetensi akreditor Propam Polri melalui sertifikasi kompetensi," ucapnya.Perlu diketahui, hasil dari giat sertifikasi kompetensi ini adalah membentuk kapasitas dan karakter SDM Akreditor Propam Polri yang kompeten, profesional, proporsional, transparan dan akuntabel dalam melaksanakan penilaian standar profesi Polri, dan proses penegakan kode etik profesi Polri serta mendukung dalam pelaksanaan sidang KKEP. Dengan demikian, akreditor yang kompeten dan professional tersebut akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri khususnya dalam mengawal penegakan Kode Etik Profesi Polri. (PNO-12) 23 Jul 2024, 18:08 WIT
Bripka Safrijal Ajak SD Al Hilaal Namae dan SD Negeri Pasir Putih Mengolah Sampah Plastik Papuanewsonline.com, Manipa - Guna mengurangi sampah plastik di lingkungan masyarakat, Bhabinkamtibmas desa Luhutuban, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Bripka Safrijal kembali mengajak, para pelajar di SD Al Hilal, Dusun Namae, dan SD Negeri Dusun Pasir Putih, Desa Luhutuban, Kecamatan Manipa, untuk bagaimana cara mengolah sampah plastik menjadi bantal ramah lingkungan (ecopilow).Anggota Polsek Manipa itu mengedukasi anak-anak agar mewujudkan lingkungan yang bersih dan pantai bebas dari sampah plastik. Bripka Safrijal mengatakan, bantal ramah lingkungan, atau ecopillow adalah salah satu cara untuk dapat mengurangi sampah plastik sachet, multilayer yang semakin banyak berserakah di sekitar kita. Itu dikarenakan sampah plastik jenis sachet butuh waktu 80 sampai 100 tahun untuk dapat terurai bahkan bisa sampai 200 tahun. "Untuk itu kita bisa memberikan kontribusi kita untuk ikut mengurangi sampah plastik jenis ini. Kita bisa membuat ecopilow dirumah kita sendiri,"jelas Safrijal Senin (22/7/2024)."Cuci bersih dan keringkan semua jenis sampah plastik sachet. Setelah sampah dikeringkan, maka sampah plastik akan digunting kecil-kecil. Siapkan plastik bening sebagai pembungkus dari semua plastik yang telah digunting. Jahit plastik bening dengan menggunakan ukuran bantal sofa. Dan sisakan satu sisi kosong untuk mengisi semua plastik yg telah digunting. Satu sisi kosong bisa di tambahkan resleting agar mudah dibuka dan ditutup. Dipastikan dalam satu bantal ecopillow di isi agak padat, biar nyaman dan empuk kita digunakan,"beber Rijal sapaan akrabnya.Menurut Bhabin, cara ini merupakan satu contoh dari sekian banyak cara untuk menekan atau mengolah sampah dengan baik sehingga kelestarian lingkungan terutama di daerah pesisir bisa ditekan sehingga lingkungan terjaga dalam jangka panjang Apalagi kita yang hidup di pesisir pantai wilayah hukum Polsek Manipa."Kalau bukan Kita masyarakat Manipa lalu siapa lagi yang bisa buat Manipa indah Manipa bersih. Untuk itu harus tetap patuh terhadap guru di Sekolah dan org tua di rumah.Tidak menyebarkan berita atau mengakses video yang negatif,rajin belajar dan tidak membolos,"pesan Polisi itu kepada pelajar dan anak-anak. (PNO-12) 23 Jul 2024, 17:46 WIT
Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tugas Umum Gelombang II T.A. 2024 Polda Papua Papuanewsonline.com, Jayapura – Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K., M.H, memimpin upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tugas Umum Gelombang II Tahun Anggaran 2024 di Lapangan Rastra Samara SPN Polda Papua pada Senin (22/07).Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wakapolda Papua Brigjen Pol. Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Eva Mathius D. Fakhiri, dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Nova Patrige Renwarin, serta beberapa pejabat utama Polda Papua dan pengurus Bhayangkari Daerah Papua.Dalam upacara tersebut, sebanyak 650 orang siswa asal pengiriman Polda Papua akan menjalani pendidikan di SPN Jayapura selama lima bulan. Amanat dari Kalemdiklat Polri, Komjen. Pol. Drs. Purwadi Arianto, M.Si., yang dibacakan oleh Kapolda Papua, mengucapkan selamat kepada para peserta didik atas keberhasilan mereka lolos seleksi dan terpilih menjadi peserta dalam program pendidikan ini."Selamat datang di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. Para peserta didik akan menimba ilmu, dididik, ditempa, dan dilatih selama lima bulan ke depan untuk menjadi insan bhayangkara yang profesional, bermoral, serta memiliki mental dan integritas yang baik," ujar Irjen Pol Mathius D. Fakhiri.Selama proses pendidikan, para peserta didik akan dibentuk menjadi individu yang memahami doktrin Tribrata dan Catur Prasetya, serta memiliki karakter bhayangkara yang selalu menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945. Mereka juga akan diberikan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan pelatihan jasmani untuk memastikan kualitas fisik yang prima."Pendidikan ini bukanlah sekedar proses belajar mengajar, tetapi sebuah perjalanan yang akan membentuk karakter sebagai seorang polisi yang memiliki jiwa pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," tambah Irjen Pol Mathius D. Fakhiri.Kapolda Papua juga menekankan pentingnya sikap disiplin, semangat, dan motivasi tinggi selama menjalani pendidikan. Para peserta didik diharapkan dapat mengikuti seluruh aturan dan petunjuk serta arahan dari para gadik, instruktur, dan pengasuh dengan baik."Bangun komunikasi yang interaktif dan konstruktif antar sesama peserta didik, dengan pendidik, pelatih, pengasuh, dan seluruh unsur pelaksana pendidikan. Tanamkan sikap responsif dan ikhlas dalam setiap proses belajar mengajar," kata Kapolda Papua.Di akhir amanatnya, Kapolda Papua mengucapkan selamat menempuh pendidikan kepada seluruh peserta didik dan berharap mereka dapat menyelesaikan pendidikan ini dengan selamat, baik, dan lancar. Upacara pembukaan ini menjadi langkah awal bagi para calon anggota Polri untuk menjalani proses pendidikan yang akan membentuk mereka menjadi insan bhayangkara yang siap melayani dan melindungi masyarakat. (PNO-12) 23 Jul 2024, 10:26 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT