logo-website
Jumat, 14 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
TNI Wujudkan Pelayanan Pendidikan Bagi Anak-Anak Agisiga Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) Raider 509/Balawara Yudha Kostrad, bagian dari Komando Operasi TNI (KOOPS TNI) di Papua, selama kegiatan patroli wilayah dimanfaatkan dengan memberikan bantuan kebutuhan dasar pendidikan anak-anak di Kampung Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Senin (15/7/2024). Komandan Satgas Yonif 509 Kostrad, Letkol Inf Dian Dessiawan Setyadi, telah menitipkan pesan kepada para Prajurit yang akan melaksanakan tugas patroli. Pesannya, bahwa setiap Prajurit TNI agar memanfaatkan waktu penugasan untuk hal-hal positif, bukan sekedar melaksanakan tugas pengamanan wilayah saja. Pesan Letkol Inf Dian tersebut rupanya langsung dijawab dengan inisiatif dan kreativitas para Prajurit Pos Kodim Persiapan, pimpinan Letda Inf Alvinta dengan cara berkomunikasi dan memberikan bantuan kebutuhan dasar pendidikan anak-anak Agisiga selama kegiatan patroli.Dengan tetap mengedepankan aspek pengamanan, para Prajurit TNI mengajak komunikasi dan direspon dengan antusias oleh anak-anak Agisiga. Dalam Komunikasi Sosial tersebut, para Prajurit TNI juga berkesempatan membagikan alat-alat tulis dan beberapa buku yang diperlukan sebagai kebutuhan dasar pendidikan anak-anak. Pasca menerima bantuan alat tulis dan buku, seorang anak-anak, bernama Simon Ulau menyampaikan terima kasihnya dengan sangat gembira dan berkata, “Terima kasih, Om Tentara. Hidup TNI”.Sementara itu, di tempat terpisah Panglima KOOPS TNI, Brigjen TNI Lucky Avianto menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Satgas Yonif 509 Kostrad yang membagikan alat-alat tulis dan buku-buku di Kampung Agisiga."Hal ini merupakan upaya TNI memberikan pelayanan kebutuhan dasar khususnya pendidikan anak-anak, guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua,"ungkapnya. (PNO-12) 16 Jul 2024, 08:28 WIT
Latih Baris Berbaris, Satgas Yonif 762/VYS Tanamkan Disiplin Anak Pedalaman Papua Barat Daya Papuanewsonline.com, Maybrat - Pembentukan karakter dan penanaman disiplin sejak dini kepada generasi muda di daerah penugasan khususnya di daerah Papua Barat Daya dilakukan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Papua Barat Daya Yonif 762/VYS dengan melatih Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa-siswi SD YPPK St. Michael Suswa, di Distrik Mare, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 762/VYS Letkol Inf Dwi Haryanto, S.Hub.Int.,M.H.I dalam rilis tertulisnya di Distrik Mare, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Senin (15/07/2024).Diungkapkan Dansatgas, pelatihan PBB bagi siswa SD YPPK St. Michael tersebut diberikan dan dilatihkan oleh Pos Suswa bersama 8 orang personel Satgas. "Kegiatan ini selain melatihkan anak-anak materi PBB, juga mendidik mereka untuk belajar disiplin serta kekompakan dalam kelompok, karena dalam materi PBB ini mengandung nilai seni dalam menyamakan irama setiap gerakan," ungkap Dansatgas.Letkol Inf Dwi Haryanto, S.Hub., Int., M.H.I selaku Dansatgas Yonif 762/VYS melalui Danpos Suswa Letda Inf Rizki Wahyu S. Tr.(Han) menuturkan keterlibatan Satgas Yonif 762/VYS melatih materi PBB bertujuan untuk memberikan motivasi sekaligus keterampilan kepada anak-anak. Melalui latihan PBB secara tidak langsung juga mengajarkan jiwa patriotisme dan nasionalisme kepada anak sejak dini. "Kegiatan ini pula bertujuan untuk melatih mental dan fisik anak-anak, sehingga kelak jika dewasa memiliki kepribadian dan sikap patriotisme serta cinta terhadap bangsanya," tutup Danpos.Salah seorang guru Bapak Alex Bame (42) sangat berterima kasih kepada Satgas Yonif 762/VYS Khususnya Pos Suswa yang sudah ikut serta mengajar PBB dan menanamkan disiplin siswa SD YPPK St. Michael."Terima kasih kepada bapak TNI khususnya anggota Satgas Yonif 762/VYS yang sudah menggambil bagian dalam mengajar PBB dan menanamkan disiplin bagi anak-anak di sekolah ini," ucapnya. (PNO-12) 15 Jul 2024, 16:21 WIT
Cegah Peretasan, Polri Gandeng BSSN di Tes Akademik Seleksi Akpol Papuanewsonline.com, Semarang - Polri menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam menggelar Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi tingkat pusat Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Kedua tes tersebut berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini. Pengawas dari BSSN, Saleh, mengatakan Computer Assisted Testing (CAT) Akademik dipastikan aman, dan tak ada kendala dalam penggunaan perangkat untuk mengunggah soal. Kehadiran pihaknya, jelas Saleh, menerangkan pihaknya memastikan nihil upaya kecurangan dan peretasan jelang tes berlangsung. "Untuk yang dipastikan itu jaringan yang digunakan, kemudian (ancaman-red) Malware atau file yang mungkin berbahaya di dalam komputernya. Kemudian aplikasi yang mungkin akan digunakan untuk remot seperti itu. Kami pastikan hal-hal tersebut dipastikan tidak ada di komputer yang akan digunakan," kata Saleh di lokasi tes, Gedung D Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pada Minggu (14/7/2024). Sebelum tes dimulai, para pengawas memastikan kotak tempat penyimpanan hardware soal masih tersegel. Kemudian pengawas juga memastikan komputer server aman dari peretasan dan juga Malware. "Kami sudah melakukan pengecekan perangkat yang akan digunakan untuk peng-upload-an soal untuk CAT Akademik dan dari hasil pengecekan diketahui perangkat bisa digunakan untuk proses peng-upload-an soal," imbuhnya. Pengawas eksternal dari LSM Kelompok Pelayanan Sosial, Bastian Bagus Laksono, mengatakan indikasi kecurangan tidak bisa dilakukan karena tiga kunci dari kotak berisi soal itu sudah aman. "Sejauh ini pengamanan sudah berjalan baik dimana dalam kotak itu ada tiga kunci dari kita eksternal bawa satu, terus dari pihak internal bawa satu, sekretariat bawa satu, jadi untuk indikasi kecurangan tidak bisa," tegas Bastian.Tahapan seleksi calon Taruna dan Taruni Akpol tahun anggaran 2024 tingkat panitia pusat hari ini sudah sampai pada Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi. Sebanyak 492 calon Taruna dan Taruni Akpol melaksanakan tes di ruangan mereka, sedangkan para orangtua yang ingin melihat anaknya mengerjakan tes disiapkan tempat di lantai 3, Gedung TVKU dan bisa menyaksikan CCTV di ruang tes. (PNO-12) 15 Jul 2024, 12:12 WIT
Satgas Mobile Buaya Putih Kostrad Ajari Baca Tulis di Sekolah Darurat Papuanewsonline.com, Puncak - Bentuk kepedulian Satgas Mobile Yonif 323 Buaya Putih dalam membangun generasi muda Papua, terutama anak-anak agar berguna untuk bangsa dan negara, salah satunya dengan menggelar kegiatan belajar sambil bermain di Sekolah Darurat Pos Beoga, yang berlokasi di Kampung Milawak, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Sabtu (13/07/2024)Dikatakan Danpos Beoga Lettu Inf Ari Surahman, kegiatan yang dilakukan anggota Pos Beoga tersebut merupakan wujud kepedulian, cinta dan kasih satgas kepada anak-anak di Kampung Milawak ditengah keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah tersebut, "Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan adik-adik disini, dengan cara menghibur, bermain sambil belajar", ungkap Danpos.Anak-anak disekitar posnya diajarkan mengenal huruf, membaca sampai berhitung, sekaligus kita motivasi dan semangat rajin belajar untuk meraih cita-cita dan masa depanya, Ini merupakan bentuk kepedulian kepada anak-anak kampung Milawak, dimana kondisinya saat ini masih banyak yang belum mendapatkan pendidikan, karena Tidak adanya sarana pendidikan dan tenaga pendidik. Untuk menumbuhkan antusias anak-anak, personel Pos Beoga juga menyelipkan permainan di sela sela waktu belajar agar anak-anak lebih tertarik untuk mengikuti apa yang kami ajari, “Kami buat suasana menyatu dengan alam dan kentraman dengan harapan mereka bahagia dan ceria dengan kehadiran kami, karena keceriaan mereka adalah kebahagian kami,” terang Danpos. (PNO-12) 15 Jul 2024, 09:14 WIT
Lepas Rindu, Ini Momen Ortu Catar Akpol ke Udinus Semarang Papuanewsonline.com, Semarang - Sejumlah orang tua para calon taruna Akademi Kepolisian (catar Akpol) mendatangi gedung D Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Jawa Tengah (Jateng), tempat gladi bersih tes akademik dan asesmen mental ideologi seleksi taruna Akpol. Mereka hanya ingin melepas rindu dengan melihat para catar, meski tahu tak diperbolehkan bertegur sapa satu sama lain.Salah satunya Arika (52) dari Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Dia hendak melihat anak ketiganya yang bernama Parlindungan."Kangen, sudah seminggu tidak ketemu. Tidak ketemu mulai antar dari bandara," kata Arika, Sabtu (13/7/2024). Arika mengatakan terakhir kali bertemu Parlindungan saat mengantar keberangkatan dari Bandar Udara Minangkabau, Padang pada Sabtu (6/7).Untuk diketahui, para catar dikarantina selama mengikuti proses seleksi tingkat pusat Akpol. "Ya nggak bisa (bertegur sapa), setidaknya lihat bisa lihat saja sudah senang," ujarnya. Untuk diketahui, proses seleksi tingkat Panpus Penerimaan Taruna/Taruni Akpol Tahun Anggaran 2024 hari ini masuk tahap gladi Uji Akademik dan Asesmen Mental Ideologi. Untuk Uji Akademik dan Asesmen Mental Ideologi digelar hari Minggu (14/7) besok. Asesmen ini untuk mendeteksi dini calon anggota Polri untuk memastikan tak terpapar radikalisme atau paham menyimpang lainnya, sebelum mereka dinyatakan lulus terpilih dan mengikuti pendidikan pembentukan kepolisian.Saat ini sebanyak 492 calon Taruna dan Taruni Akpol menjalani seleksi tingkat panitia pusat sejak hari Minggu (7/7) lalu. Akan ada sejumlah tahap lagi yang harus dilalui hingga sidang kelulusan pada 29 Juli 2024 mendatang. (PNO-12) 14 Jul 2024, 10:34 WIT
Kreatifitas Kapolsek Manipa, Ajari Anak Dan Remaja Ubah Sampah Plastik Jadi Ecopillow Papuanewsonline.com, Manipa - Untuk mendukung dan menyukseskan program Indonesia, termasuk Kecamatan Kepulauan Manipa, Seram Bagian Barat (SBB), bebas sampah plastik, membuat Kapolsek Manipa, IPDA Edwin Richardo Mangare menggelar kegiatan pelatihan pengolahan sampah menjadi barang bernilai ekonomis."Kreatifitas Kapolsek Manipa, Ajari Anak Dan Remaja Ubah Sampah Plastik Jadi Ecopillow berupaya untuk mengajarkan dan membantu masyarakat untuk mengelola sampah plastik menjadi Ecopilow,"kata dia, kepada wartawan Sabtu (13/7/2024).Menurut Kapolsek, kegiatan tersebut juga dalam rangka meningkatkan kreatifitas masyarakat, khususnya generasi muda Manipa."Untuk saat ini fokus kita ke anak-anak dan remaja, yang mana menggunakan anak- anak dan remaja sebagai sarana dalam mewujudkan pantai Manipa Indah Manipa Bersih dari sampah plastik,"jelas Kapolsek.Mangare menjelaskan, secara detail cara pengelohan sampah menjadi barang atau benda bernilai ekonomis tersebut."Ecopillow atau bantal ramah lingkungan. Ecopillow adalah salah satu cara kita untuk dapat mengurangi sampah plastik sachet, multilayer yang banyak sekali bersejarah di sekitar kita,"ujarnya.Dikatakan, sampah plastik jenis sachet butuh waktu 80 hingga 100 tahun untuk dapat terurai bahkan bisa sampai 200 tahun. "Untuk itu kita bisa memberikan kontribusi kita untuk ikut mengurangi sampah plastik jenis ini. Kita bisa membuat Ecopillow dirumah kita sendiri dengan cara cuci bersih dan keringkan semua jenis sampah plastik sachet,"jelas Kapolsek.Setelah sampah dikeringkan, lanjut Mangare, maka sampah plastik akan digunting kecil-kecil."Siapkan plastik bening sebagai pembungkus dari semua plastik yang telah digunting. Jahit plastik bening dengan menggunakan ukuran bantal sofa. Dan sisakan satu sisi kosong untuk mengisi semua plastik yg telah digunting. Satu sisi kosong bisa di tambahkan resleting agar mudah dibuka dan ditutup,"papar Mangare.Perwira pertama Polisi dengan satu balik itu memastikan, dalam satu bantal ecopillow di isi agak padat, sehingga nyaman dan empuk kita digunakan."Hal ini merupakan satu contoh dari sekian banyak cara untuk menekan atau mengolah sampah dengan baik, sehingga kelestarian lingkungan terutama di daerah pesisir bisa ditekan sehingga lingkungan terjaga dalam jangka panjang apalagi kita yang hidup di pesisir pantai wilayah hukum Polsek Manipa,"imbuh Kapolsek.Untuk itu, dirinya mengajak, seluruh stokholder, Pemerintah dan masyarakat, agar bersama-sama dengan Polri dalam Hal ini Polsek Manipa, untuk mewujudkan Manipa indah Manipa Bersih."Apalagi yang kita lakukan ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 97 tahun 2017 tentang kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumahtangga, danPeraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga,makanya kalau bukan kita masyarakat Manipa lalu siapa lagi, yang bisa buat Manipa indah dan Manipa bersih,"tutup Kapolsek.(PNO-12) 13 Jul 2024, 19:58 WIT
Kunjungi SMA Siwalima Polwan Polda Maluku Berikan Edukasi Cegah Kasus Bullying Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Wanita Polda Maluku terus memberikan edukasi kepada para pelajar di Kota Ambon untuk bersama-sama mencegah terjadinya kasus bullying atau perundungan di sekolah.Hari ini, Jumat (12/7/2024), SMA Siwalima Ambon dikunjungi tim Polwan Polda Maluku untuk memberikan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya kasus bullying / perundungan di lingkungan sekolah atau kepada anak di bawah umur.Kegiatan dengan nama program "Mangente Anak Sekolah" ini diikuti oleh sebanyak 147 orang siswa kelas lX. Mereka dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok satu 30 siswa, kelompok dua 30, ⁠kelompok tiga 30, kelompok empat 28, dan kelompok lima sebanyak 29 orang siswa.Turut hadir mendampingi para siswa yaitu kepala sekolah, La Sini La Haya, S.Pd bersama 5 orang guru pendamping lainnya yakni J. Risambessy, S.Pd , M.Pd; R. Talahaturuson, S.Pd; ⁠Riska Siahainenia, S.Pd; Priscilla Trusdy Pattiata, S.Psi, M.Psi; dan E. Tahalea, S.Pd.Sosialisasi tersebut dipimpin ketua tim yaitu Ipda Siti Nur Asmain Mail. Ia didampingi oleh 9 personel Polwan Polda Maluku.Ipda Siti Nur Asmain Mail, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini menindaklanjuti permintaan dari Kepala SMA Siwalima Ambon."Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk menyikapi maraknya kasus bullying/perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah terhadap anak di bawah umur, sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi untuk pencegahan," kata Asmain.Selain itu, Asmain mengaku kegiatan yang dilaksanakan tersebut, juga merupakan penjabaran dari program Kapolda Maluku yaitu "Basudara Manise".Berbagai materi sosialisasi dan edukasi diberikan kepada anak-anak. Seperti apa itu bullying/perundungan, jenis-jenis bullying, dampak bullying bagi korban, cara pencegahan, dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi bullying."Kami juga memberikan edukasi kepada para siswa tentang upaya pencegahan terjadinya kasus bullying," jelasnya.Tak hanya itu, Polwan Polda Maluku juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga diri dari orang asing yang berusaha untuk melakukan kejahatan. "Kami juga memberikan pembelajaran bagi anak untuk menghindari ajakan dari orang yang tidak dikenal," ungkapnya. (PNO-12) 13 Jul 2024, 19:46 WIT
Sosialisasi Bahaya Narkoba, Miras, dan Kekerasan di SMA Gabungan Jayapura Papuanewsonline.com, Jayapura - Kasat Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota, AKP Irene Aronggear, S.H., menggelar kegiatan sosialisasi tentang bahaya narkoba, miras, dan kekerasan di Aula SMA Gabungan Jayapura.Kegiatan ini berlangsung pada pukul 08.00 WIT hingga selesai, dengan diikuti oleh 84 peserta didik baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (12/7).Dalam sosialisasi tersebut, AKP Irene menyampaikan materi tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)."Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik baru mengenai bahaya narkoba, minuman keras, dan kekerasan yang dapat merusak masa depan mereka," ujar AKP Iren saat di wawancarai usai kegiatan.Materi pertama yang disampaikan oleh AKP Irene adalah jenis dan penggolongan narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya termasuk minuman beralkohol. Peserta diajak untuk mengenali berbagai jenis narkotika serta bahayanya bagi kesehatan fisik dan mental. "Pengetahuan ini penting agar siswa bisa mengenali dan menghindari bahaya tersebut," tambahnya.Selain itu, AKP Irene juga membahas dampak penyalahgunaan narkoba bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa, dan negara. Ia menjelaskan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga berdampak negatif pada aspek sosial dan ekonomi."Penyalahgunaan narkoba bisa menghancurkan kehidupan pribadi dan membawa kerugian besar bagi masyarakat luas," tegasnya.Pada sesi berikutnya, AKP Irene memaparkan strategi pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam memerangi narkoba."Kerjasama antara pihak kepolisian, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memberantas peredaran narkotika," jelasnya.Untuk memberikan gambaran nyata, AKP Irene menampilkan beberapa gambar dan dokumentasi mengenai narkotika. Peserta didik baru tampak antusias dan banyak yang terkejut melihat dampak destruktif yang ditimbulkan oleh narkoba."Visualisasi ini diharapkan bisa memperkuat pesan yang kami sampaikan, serta kami berharap para generasi muda ini dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam upaya pemberantasan narkotika," pungkasnya. (PNO-12) 13 Jul 2024, 11:11 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT