logo-website
Minggu, 11 Jan 2026,  WIT

Diresmikan, Gereja Bethel Siporannu Berdiri Sebagai Jemaat Mandiri GPI di Papua

Momentum penuh sukacita ini menjadi tonggak sejarah baru perjalanan rohani umat di Mimika, memperkuat peran gereja sebagai pusat pembinaan iman, pelayanan sosial, dan penguatan karakter masyarakat.

Papuanewsonline.com - 20 Okt 2025, 01:11 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Suasana khidmat peresmian Gereja Betel Siporannu GPI di Papua sebagai jemaat mandiri di Kabupaten Mimika. Acara berlangsung penuh sukacita dan dihadiri oleh Pj. Sekda Mimika Abraham Kateyau bersama tokoh gereja dan masyarakat setempat.

Papuanewsonline.com, Timika — Sukacita dan rasa syukur memenuhi hati umat di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, saat Gereja Protestan Indonesia (GPI) di Papua Jemaat Betel Siporannu resmi berdiri sebagai jemaat mandiri pada Minggu, 19 Oktober 2025.


Peresmian jemaat baru ini dilakukan secara khidmat oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau, S.E., M.H., yang hadir mewakili Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M. Acara berlangsung penuh hikmat dan sukacita di tengah kehadiran ratusan jemaat dan tokoh masyarakat setempat.


Dalam sambutan yang dibacakan oleh Pj. Sekda Mimika, Bupati Johannes Rettob menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan panjang pelayanan GPI di Papua, khususnya Jemaat Betel Siporannu yang kini telah berdiri sebagai jemaat mandiri.

“Hari ini bukan hanya menjadi momentum sukacita rohani, tetapi juga wujud nyata perjalanan panjang umat Tuhan yang terus bertumbuh di tengah masyarakat Mimika,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya.

Momentum ini disebut menjadi bukti nyata bagaimana gereja di Mimika terus tumbuh dan berkontribusi positif dalam membangun kehidupan beriman yang kuat, sekaligus memperkokoh rasa kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Sementara itu, Abraham Kateyau dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran Jemaat Betel Siporannu sebagai jemaat mandiri bukan hanya menandai pertumbuhan organisasi gereja, melainkan juga memiliki makna sosial yang mendalam.

“Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat pembinaan generasi muda, pelayanan sosial, pendidikan iman, dan persekutuan yang mempererat hubungan antarumat,” tuturnya.

Ia juga menekankan agar gereja menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi masyarakat sekitar dalam menumbuhkan nilai kasih, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Dengan semangat kebersamaan, gereja diharapkan dapat terus menjadi garam dan terang dunia, membawa dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Abraham Kateyau juga menyampaikan harapan agar Jemaat Betel Siporannu terus berkembang dan memperluas pelayanan, bukan hanya dalam aspek rohani tetapi juga pemberdayaan sosial dan kemanusiaan.

“Apa yang dicapai hari ini adalah hasil dari ketekunan, doa bersama, dan kesatuan hati umat Tuhan. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberkati setiap langkah pelayanan hari ini dan ke depan,” tambahnya.

Ia juga berpesan agar seluruh pelayan gereja dan jemaat tetap rendah hati, menjaga semangat melayani, serta menjadikan gereja sebagai rumah yang terbuka bagi siapa pun yang membutuhkan bimbingan dan kasih Tuhan.

Acara peresmian berlangsung dalam suasana hangat dan penuh sukacita. Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah syukur, dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda peresmian Jemaat Betel Siporannu secara resmi sebagai jemaat mandiri GPI di Papua.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Majelis Pekerja Klasis GPI di Papua Mimika beserta jajarannya, para pendeta, pelayan jemaat, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, serta seluruh jemaat setempat.

Momentum bersejarah ini juga menjadi pengingat akan pentingnya sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh kasih di tanah Mimika.



Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE