Diresmikan, Gereja Bethel Siporannu Berdiri Sebagai Jemaat Mandiri GPI di Papua
Momentum penuh sukacita ini menjadi tonggak sejarah baru perjalanan rohani umat di Mimika, memperkuat peran gereja sebagai pusat pembinaan iman, pelayanan sosial, dan penguatan karakter masyarakat.
Papuanewsonline.com - 20 Okt 2025, 01:11 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Timika — Sukacita dan rasa syukur memenuhi hati umat di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, saat Gereja Protestan Indonesia (GPI) di Papua Jemaat Betel Siporannu resmi berdiri sebagai jemaat mandiri pada Minggu, 19 Oktober 2025.
Peresmian jemaat baru ini dilakukan secara khidmat oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau, S.E., M.H., yang hadir mewakili Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M. Acara berlangsung penuh hikmat dan sukacita di tengah kehadiran ratusan jemaat dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutan yang dibacakan
oleh Pj. Sekda Mimika, Bupati Johannes Rettob menyampaikan rasa syukur atas
penyertaan Tuhan dalam perjalanan panjang pelayanan GPI di Papua, khususnya
Jemaat Betel Siporannu yang kini telah berdiri sebagai jemaat mandiri.
“Hari ini bukan hanya menjadi
momentum sukacita rohani, tetapi juga wujud nyata perjalanan panjang umat Tuhan
yang terus bertumbuh di tengah masyarakat Mimika,” ujar Bupati dalam sambutan
tertulisnya.
Momentum ini disebut menjadi
bukti nyata bagaimana gereja di Mimika terus tumbuh dan berkontribusi positif
dalam membangun kehidupan beriman yang kuat, sekaligus memperkokoh rasa
kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, Abraham Kateyau
dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran Jemaat Betel Siporannu sebagai
jemaat mandiri bukan hanya menandai pertumbuhan organisasi gereja, melainkan
juga memiliki makna sosial yang mendalam.
“Gereja bukan hanya tempat
ibadah, tetapi juga tempat pembinaan generasi muda, pelayanan sosial,
pendidikan iman, dan persekutuan yang mempererat hubungan antarumat,” tuturnya.
Ia juga menekankan agar gereja
menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi masyarakat sekitar dalam menumbuhkan
nilai kasih, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Dengan semangat kebersamaan,
gereja diharapkan dapat terus menjadi garam dan terang dunia, membawa dampak
nyata bagi lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan tersebut,
Abraham Kateyau juga menyampaikan harapan agar Jemaat Betel Siporannu terus
berkembang dan memperluas pelayanan, bukan hanya dalam aspek rohani tetapi juga
pemberdayaan sosial dan kemanusiaan.
“Apa yang dicapai hari ini adalah
hasil dari ketekunan, doa bersama, dan kesatuan hati umat Tuhan. Kiranya Tuhan
Yesus Kristus memberkati setiap langkah pelayanan hari ini dan ke depan,”
tambahnya.
Ia juga berpesan agar seluruh
pelayan gereja dan jemaat tetap rendah hati, menjaga semangat melayani, serta
menjadikan gereja sebagai rumah yang terbuka bagi siapa pun yang membutuhkan
bimbingan dan kasih Tuhan.
Acara peresmian berlangsung dalam
suasana hangat dan penuh sukacita. Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah
syukur, dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda peresmian Jemaat Betel
Siporannu secara resmi sebagai jemaat mandiri GPI di Papua.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua
Majelis Pekerja Klasis GPI di Papua Mimika beserta jajarannya, para pendeta,
pelayan jemaat, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, serta seluruh
jemaat setempat.
Momentum bersejarah ini juga
menjadi pengingat akan pentingnya sinergi antara pemerintah, gereja, dan
masyarakat dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh kasih di
tanah Mimika.
Penulis: Jid
Editor: GF