Operasi Lilin Salawaku 2025, Kapolda Maluku Turunkan Personel Gabungan Amankan Nataru
Kapolda komitmen jaga situasi kamtibmas tetap kondusif hingga berakhirnya nataru.
Papuanewsonline.com - 20 Des 2025, 07:58 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku resmi melaksanakan operasi kepolisian terpusat Lilin 2025. Operasi pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru ini menggunakan sandi Lilin Salawaku 2025.
Operasi Lilin Salawaku 2025 resmi berjalan melalui apel gelar pasukan yang dipimpin Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, didampingi Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M, dan Dankodaeral IX/Ambon Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H yang dihelat di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Jumat (19/12/2025).
Kepada wartawan gubernur Hendrik menyampaikan apel gelar pasukan merupakan kegiatan untuk memastikan tim gabungan dari TNI Polri dan berbagai pihak.
"Ini adalah agenda tahunan. Kita tahu bahwa ada peningkatan mobilitas manusia dalam liburan Nataru tahun 2025," ungkapnya.
Peningkatan yang terjadi, kata Hendrik secara Nasional mencapai 8,7 juta orang. Dengan peningkatan mobilutas ini tentu berimplikasi. Karena itu tim gabungan untuk operasi Lilin 2025 diperlukan untuk mengantisipasi. "Bukan cuma gangguan Kamtibmas tapi juga mengantisipasi potensi bencana hidroklimatologi seperti banjir, tinggi gelombang, angin dan sebagainya.
"Karena itu dari berbagai pihak dinas perhubungan dan pihak yang terkait dengan angkutan darat laut maupun udara," katanya.
Gubernur berharap semoga liburan Nataru 2025 berjalan lancar, aman dan tertib. "Kita semua berdoa semoga dijauhkan dari musibah dan sebagainya, segala yang tidak kita kehendaki," harapnya.
Di tempat yang sama, Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto menegaskan komitmen bersama dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif menjelang hingga berakhir perayaan Nataru 2025-2026.
"Kita akan menurunkan kekuatan gabungan TNI Polri, Pemerintah Daerah dan bahkan didukung oleh organisasi masyarakat," ungkapnya.
Untuk menjaga situasi keamanan, Polda Maluku mengerahkan kekuatan gabungan sebanyak 3.421.
"Jumlah total kita 3521 itu bisa bertambah dengan stand by yang beroperasi di lapangan, kekuatan yang stand by juga kita siagakan," ujarnya.
Target pengamanan, lanjut Kapolda yaitu semua pelaksanaan kegiatan masyarakat, baik ibadah, berlibur maupun aktivitas pergerakan itu berjalan dengan lancar, aman dan sukses. "Oleh karena itu akan dibentuk beberapa pos sebagaimana disampaikan Pak Gubernur dalam sambutan dari Pak Kapolri," jelasnya.
Sejumlah Pos yang disiapkan, kata Kapolda meliputi Pos Terpadu yang terdiri dari beberapa instansi. Ada juga Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan. "Di tempat kita sendiri, Gereja-gereja, kemudian transportasi di pusat-pusat aktivitas bisnis, pasar dan sebagainya dan juga konsentrasi masyarakat merayakan tahun baru nanti juga akan menjadi perhatian kita semua," ungkapnya.
Orang nomor 1 Polda Maluku ini menginginkan dukungan semua pihak agar pengamanan perayaan Nataru dapat berjalan dengan baik.
Kepada seluruh masyarakat, Kapolda juga menghimbau agar tidak melakukan pelanggaran hukum sekecil apapun. "Jadi jangan menjadi pelaku maupun jangan menjadi korban. Oleh karena itu silahkan Setiap kegiatan bisa dikomunikasikan mulai dari tingkat RT RW ada Bhabinkamtibmas, Babinsa, Lurah dan secara berjenjang," pintanya.
Kapolda juga kembali mengingatkan masyarakat yang hendak meninggalkan rumah untuk mudik agar dapat dilaporkan sehingga pihak kepolisian atau tim gabungan dapat melakukan patroli rutin.
"Apabila ada yang akan meninggalkan kediaman supaya melapor, nanti rumah-rumah yang ditinggalkan warga bisa kita lakukan penjagaan," pungkasnya.
Pelaksanaan Operasi Lilin Salawaku 2025 menjadi penanda kuat keseriusan negara dalam menjamin rasa aman dan kenyamanan masyarakat Maluku selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sinergi yang ditunjukkan antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, serta unsur pendukung lainnya merefleksikan pendekatan pengamanan yang komprehensif, terukur, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Peningkatan mobilitas masyarakat pada momentum Nataru tidak hanya menghadirkan potensi gangguan kamtibmas, tetapi juga risiko keselamatan akibat faktor cuaca dan dinamika transportasi antarwilayah kepulauan. Dalam konteks ini, kehadiran kekuatan gabungan sebanyak 3.421 personel yang disiagakan Polda Maluku menjadi langkah strategis yang relevan dan responsif terhadap karakteristik geografis Maluku sebagai wilayah maritim.
Komitmen Kapolda Maluku yang menekankan pengamanan humanis, pencegahan dini, serta keterlibatan aktif masyarakat mencerminkan paradigma Polri yang semakin mengedepankan pendekatan kolaboratif. Imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran hukum, melapor saat meninggalkan rumah, serta memanfaatkan jalur komunikasi berjenjang, menunjukkan bahwa keamanan bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama.
Lebih dari sekadar agenda rutin tahunan, Operasi Lilin Salawaku 2025 diharapkan menjadi momentum penguatan kepercayaan publik terhadap institusi keamanan. Dengan perencanaan matang, kesiapsiagaan personel, dan dukungan seluruh elemen masyarakat, perayaan Nataru di Maluku diharapkan berlangsung aman, tertib, dan penuh sukacita, sejalan dengan semangat persaudaraan dan kedamaian yang menjadi nilai utama perayaan tersebut. PNO-12