logo-website
Minggu, 11 Jan 2026,  WIT

Penasihat Khusus Presiden Dudung Abdurachman Apresiasi Nasionalisme Alumni Lemhannas Aceh

Dialog geopolitik, pertahanan nasional, hingga kepedulian sosial mewarnai pertemuan Penasihat Khusus Presiden bersama Alumni Lemhannas Aceh di Banda Aceh

Papuanewsonline.com - 10 Jan 2026, 12:58 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Suasana ngopi kebangsaan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., bersama Alumni Lemhannas Aceh di Banda Aceh, Jumat (9/1/2026)

Papuanewsonline.com, Banda Aceh — Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., menggelar kegiatan Ngopi Kebangsaan bersama Alumni Lemhannas Aceh, Jumat pagi (9/1), di Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi ruang dialog kebangsaan yang hangat antara tokoh nasional dan para alumni Lemhannas di wilayah Aceh.


Di hadapan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Aceh dan sejumlah undangan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman berbincang panjang mengenai dinamika geopolitik global serta tantangan pertahanan nasional yang dihadapi Indonesia. Diskusi berlangsung dalam suasana santai namun sarat gagasan strategis mengenai arah bangsa ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Dudung memberikan apresiasi kepada DPD IKAL Aceh atas kiprah dan konsistensinya dalam menghadirkan berbagai kegiatan kebangsaan. Menurutnya, aktivitas kajian, diskusi publik, penelitian, hingga ngopi kebangsaan yang rutin dilaksanakan telah menjadi ikon DPD IKAL Aceh di tingkat nasional dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia dan Aceh secara berkeadilan.

Menyikapi kondisi bangsa dan percaturan dunia yang terus berubah, Jenderal Dudung menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menilai bahwa masyarakat Indonesia tidak boleh berdiam diri, melainkan harus terus menjaga keutuhan dan eksistensi bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Ia juga menyoroti fenomena sosial di ruang publik yang kerap diwarnai sikap saling menghujat dan menjelekkan pimpinan maupun pemerintah. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat dan melemahkan semangat kebangsaan sebagai bangsa besar.

Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif terhadap sejarah, tujuan, dan cita-cita luhur bangsa. Pancasila, wawasan kebangsaan, serta konsensus nasional disebut sebagai landasan penting yang harus terus dipegang untuk melangkah menuju Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan. Dalam konteks tersebut, Jenderal Dudung menyampaikan apresiasinya terhadap nasionalisme masyarakat Aceh.


Kunjungan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman ke Aceh juga dirangkai dengan kegiatan sosial sebagai bentuk empati dan simpati terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Selain menyalurkan bantuan kebutuhan warga, ia turut menyumbangkan 100 unit Starling yang secara simbolis diserahkan di Pidie Jaya dan Langkahan, Aceh Utara, Kamis (8/1).

Selain agenda kebangsaan dan sosial, Jenderal Dudung juga melaksanakan ibadah salat serta mengisi ceramah Subuh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (9/1). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungannya selama berada di Aceh.

Ketua DPD IKAL Lemhannas RI Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman beserta rombongan. Ia menegaskan bahwa ngopi kebangsaan telah menjadi agenda rutin IKAL Aceh sebagai wujud kontribusi alumni Lemhannas dalam menyikapi isu kebangsaan dan kemasyarakatan, sekaligus diharapkan melahirkan gagasan yang dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan di tingkat pusat maupun daerah.

Kegiatan ngopi kebangsaan ini turut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, perwakilan Forkopimda Aceh, pengurus dan alumni IKAL Aceh, unsur pemerintah, tokoh agama, swasta, LSM, serta insan media massa.(GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE