TPP ASN Papua Tetap Aman! Pemprov Pastikan Pegawai Tak Terdampak Pemangkasan Transfer Pusat
Plt Kepala Bapperida Papua Jimmy Alberto Thesia Tegaskan: DAU Justru Naik Rp99 Miliar, Pemerintah Fokus Efisiensi Tanpa Kurangi Hak ASN
Papuanewsonline.com - 25 Okt 2025, 04:25 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memastikan bahwa pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat tidak akan mempengaruhi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kepastian ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua, Jimmy Alberto Thesia, dalam keterangannya di Jayapura, Jumat (24/10/2025).
Langkah ini menjadi sinyal
positif bagi ribuan ASN di lingkungan Pemprov Papua yang sempat khawatir dengan
adanya kebijakan efisiensi anggaran nasional. Pemerintah Provinsi menegaskan
bahwa kesejahteraan ASN tetap menjadi prioritas utama, meskipun sejumlah sumber
dana mengalami penyesuaian.
Dalam penjelasannya, Jimmy
Alberto Thesia mengungkapkan bahwa Dana Alokasi Umum (DAU) untuk Papua justru
mengalami kenaikan signifikan di tengah isu pengurangan transfer ke daerah.
“DAU kita justru mengalami
kenaikan sebesar Rp99 miliar. Jadi, sebenarnya tidak semua dana transfer
berkurang,” terang Jimmy.
Ia menjelaskan, peningkatan DAU
tersebut mencerminkan kepercayaan pemerintah pusat terhadap kemampuan Pemprov
Papua dalam mengelola keuangan daerah dengan baik dan transparan. Namun, di
sisi lain, beberapa sumber pendapatan lain seperti Dana Alokasi Khusus (DAK)
dan Dana Otsus tambahan memang mengalami penurunan yang cukup terasa.
Saat ini, Pemprov Papua memiliki
sekitar 8.000 ASN aktif yang tersebar di berbagai instansi. Meski jumlah
pegawai tetap besar, Jimmy memastikan bahwa pemberian TPP tidak akan terganggu,
karena sudah diantisipasi dalam perencanaan fiskal daerah.
“Beban pegawai kita memang tetap
sama, namun Pemprov Papua tetap berkomitmen menjaga TPP sebagai bentuk
kesejahteraan dan motivasi kerja bagi ASN,” ujar Jimmy dengan tegas.
Ia menambahkan bahwa pemerintah
terus berupaya melakukan efisiensi dalam pos belanja non-prioritas agar
anggaran belanja pegawai tetap aman. Menurutnya, strategi ini dilakukan tanpa
mengorbankan kualitas layanan publik dan tetap mengedepankan kepentingan
masyarakat.
Jimmy mengakui bahwa penurunan
sebagian dana transfer berdampak pada penyelenggaraan program pembangunan dan
pelayanan pemerintahan, terutama pada kegiatan yang bersifat non-urgent. Namun,
kondisi ini dijadikan momentum bagi Pemprov Papua untuk lebih fokus pada program
strategis dan visi-misi gubernur menjelang tahun 2026.
“Dampak pengurangan dana transfer
lebih terasa pada penyelenggaraan pemerintahan, bukan pada kesejahteraan ASN.
Karena itu, kami akan menyesuaikan program sesuai prioritas gubernur dan
kebutuhan paling mendesak di lapangan,” jelasnya.
Jimmy juga memastikan bahwa
pihaknya telah menyiapkan skema penyesuaian anggaran yang realistis, agar
seluruh program prioritas tetap berjalan, termasuk peningkatan layanan publik
di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di tengah dinamika fiskal yang
dihadapi seluruh daerah di Indonesia, Jimmy menegaskan bahwa Pemprov Papua tidak
akan panik menghadapi perubahan kebijakan transfer ke daerah.
Sebaliknya, ia menilai bahwa situasi ini menjadi ujian bagi daerah untuk
menunjukkan kemampuan adaptasi dan inovasi dalam pengelolaan anggaran.
“Saya yakin dengan kepemimpinan
gubernur yang sekarang, ada skema yang sudah disiapkan. Dampak terhadap
kekurangan dana transfer bisa kita tutupi dengan efisiensi dan pengelolaan
anggaran yang lebih tepat sasaran,” tutur Jimmy optimis.
Ia juga mengajak seluruh ASN
untuk tetap fokus bekerja, meningkatkan produktivitas, dan menjaga semangat
pengabdian di tengah tantangan fiskal yang ada. “Tugas kita adalah melayani
masyarakat sebaik mungkin, bukan mengeluh karena situasi anggaran,” tambahnya.
Pemprov Papua menegaskan bahwa
TPP tidak hanya sekadar tunjangan tambahan, melainkan bentuk apresiasi
pemerintah terhadap dedikasi ASN dalam melayani masyarakat dan menjalankan roda
pemerintahan.
Dengan pengelolaan fiskal yang disiplin dan terarah, pemerintah optimis mampu
menjaga keseimbangan antara belanja pegawai dan belanja publik.
“TPP adalah komitmen kami
terhadap kesejahteraan ASN. Selama manajemen fiskal kita kuat dan tertib, hak
pegawai akan tetap terjamin,” tutup Jimmy.
Penulis: Jid
Editor: GF