logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

Trans-Papua Dikebut! Gubernur Papua Tegaskan Konektivitas Jadi Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur Papua: Infrastruktur Jalan, Laut, dan Udara Akan Dorong Konektivitas Wilayah serta Buka Akses Ekonomi Baru dari Pegunungan hingga Pesisir

Papuanewsonline.com - 25 Okt 2025, 04:28 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Suasana pertemuan Gubernur Papua Matius Fakhiri bersama Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Jakarta

Papuanewsonline.com, Jakarta — Pembangunan infrastruktur di Tanah Papua kembali menjadi sorotan utama dalam pertemuan strategis antara Gubernur Papua Matius Fakhiri dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).


Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Kamis (23/10/2025), Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa konektivitas antarwilayah adalah fondasi utama bagi percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan di Papua.

Menurut Fakhiri, pemerintah daerah dan pusat harus bekerja sinergis untuk memastikan proyek-proyek strategis, seperti Jalan Trans-Papua dan pengembangan jaringan transportasi multimoda, dapat diselesaikan sesuai target.

“Pembangunan Papua tidak bisa dilepaskan dari upaya memperkuat konektivitas. Jalan Trans Jayapura–Wamena, misalnya, harus benar-benar tembus dan memiliki kualitas yang baik,” ujar Fakhiri usai pertemuan.

Fakhiri menegaskan bahwa pembangunan Trans-Papua bukan sekadar proyek jalan, melainkan simbol integrasi dan pemerataan ekonomi di Tanah Papua.
Dengan jalur darat yang tembus dari pesisir hingga pegunungan, Papua akan memiliki fondasi kuat untuk menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru yang selama ini sulit diakses karena keterbatasan transportasi.

“Ketika transportasi darat, laut, dan udara terhubung dengan baik, maka distribusi logistik akan lebih cepat, biaya turun, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan konektivitas akan memangkas biaya pengiriman barang, memperlancar akses pendidikan dan kesehatan, serta membuka peluang investasi di berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Menurutnya, hal ini akan menjadi langkah nyata dalam mengurangi kesenjangan antarwilayah di Papua.

Dalam arah kebijakannya, Gubernur Fakhiri menekankan pentingnya pemerataan pembangunan agar tidak hanya berfokus pada kota besar atau wilayah pesisir.

“Kita ingin Papua tumbuh merata. Jangan hanya pesisir dan kota yang maju, tapi daerah pegunungan juga harus bisa menikmati akses dan harga kebutuhan pokok yang terjangkau,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa banyak daerah pegunungan di Papua masih menghadapi kesulitan akses transportasi, yang berdampak pada tingginya harga kebutuhan pokok. Dengan rampungnya proyek-proyek konektivitas seperti Trans Jayapura–Wamena dan jalur lintas selatan Papua, pemerintah berharap harga barang di wilayah pegunungan dapat menurun secara signifikan dan roda ekonomi lokal bisa berputar lebih cepat.

Selain pembangunan jalan, Fakhiri juga menyampaikan bahwa Pemprov Papua bersama pemerintah pusat sedang menyiapkan langkah-langkah untuk memperkuat transportasi laut dan udara antarwilayah.
Khususnya, peningkatan armada laut di wilayah pesisir utara seperti Sarmi, Yapen, dan Waropen, yang berperan penting dalam menghubungkan distribusi barang ke daerah-daerah terpencil.

“Kami juga fokus pada penguatan logistik laut. Karena tidak semua wilayah bisa dijangkau jalan darat, maka kapal dan pelabuhan harus siap mendukung pergerakan ekonomi antarwilayah,” jelasnya.

Menurutnya, langkah ini akan memperkuat rantai pasok dan menumbuhkan potensi perdagangan lokal antarwilayah di Papua, yang selama ini masih bergantung pada distribusi dari luar daerah.

Fakhiri menyambut positif komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan Papua melalui program strategis nasional. Ia menegaskan bahwa pembangunan di Papua harus dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif dan berkeadilan, tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pemberdayaan sumber daya manusia.

“Papua punya potensi besar, baik sumber daya alam maupun manusia. Tugas kita adalah memastikan pembangunan berjalan adil dan menyentuh semua lapisan masyarakat,” katanya.
“Kalau masyarakat sejahtera, Papua akan damai,” sambungnya dengan optimis.

Gubernur Fakhiri menilai bahwa keberhasilan pembangunan di Papua akan sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, swasta, dan masyarakat lokal. Oleh karena itu, ia mendorong agar setiap proyek pembangunan disertai dengan pelibatan masyarakat, agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Dengan berjalannya proyek-proyek strategis seperti Trans-Papua, peningkatan bandara perintis, dan modernisasi pelabuhan, Fakhiri yakin Papua akan segera memasuki era baru konektivitas dan kemajuan ekonomi.
Ia menegaskan bahwa setiap kilometer jalan yang dibangun bukan hanya membuka akses fisik, tetapi juga membuka harapan baru bagi masyarakat di pelosok Papua.

“Kita ingin Papua yang maju, terkoneksi, dan sejahtera. Semua ini akan terwujud jika kita terus bekerja bersama dengan komitmen dan integritas,” tutupnya.



Penulis: Jidan

Editor: GF

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE