logo-website
Jumat, 24 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Mimika Berbenah Sambut Wapres, Pembersihan Kota dan Pemasangan Bendera Digenjot Papuanewsonline.com, Timika – Menyambut kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pemerintah Kabupaten Mimika langsung bergerak cepat memoles penampilan daerah. Fokus utama persiapan saat ini difokuskan pada dua hal krusial, yaitu penataan kebersihan lingkungan dan pemasangan bendera Merah Putih di sepanjang rute yang akan dilalui, khususnya di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem).Johannes Rettob menegaskan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib memastikan area perkantoran dan jalanan tampak bersih serta rapi. "Pembersihan sampah harus menjadi perhatian bersama. Bendera Merah Putih wajib dipasang di sepanjang jalan dan depan kantor, terutama yang berada di jalur perjalanan Wapres," ujarnya usai apel pagi di Kantor Puspem(20/4/26).Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, memberikan instruksi tegas agar pembersihan dilakukan secara menyeluruh hingga ke kawasan Sentral Pendidikan. Ia menyoroti masih adanya tumpukan sampah di beberapa titik yang harus segera dituntaskan dalam waktu singkat."OPD yang bertanggung jawab harus segera bergerak. Mulai hari ini, pembersihan dilakukan hingga ke Sentral Pendidikan," tegasnya.Emanuel juga meminta dinas terkait dan petugas keamanan turun tangan langsung demi hasil yang maksimal."Pastikan jalur kunjungan Wapres bersih dan seluruh bendera sudah terpasang dengan baik," pungkasnya. Semua elemen diminta bekerja keras agar Mimika tampil bersih, indah, dan tertib menyambut tamu negara.  Penulis: Jid Editor: GF 20 Apr 2026, 19:51 WIT
Tragedi Bandara Langgur, Ketua DPD Golkar, Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Amankan 2 Pelaku Papuanewsonline.com, Maluku Tenggara – Dunia politik dan masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara berduka mendalam menyusul tewasnya Ketua DPD II Partai Golkar setempat, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Tokoh ini menjadi korban penikaman mengerikan tepat di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, pada Minggu (19/4/26) sekitar pukul 11.25 WIT. Insiden naas itu terjadi tak lama setelah korban mendarat dari perjalanan dinasnya menuju Jakarta.Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, korban diserang secara mendadak menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka parah. Meski sempat segera dilarikan ke rumah sakit, nyawa tokoh partai berlambang beringin tersebut tak dapat tertolong. Pihak kepolisian bertindak cepat dan berhasil mengamankan dua orang pelaku berinisial HR (28) dan FU (36) hanya dalam waktu kurang dari dua jam setelah kejadian. Saat ini kedua tersangka sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif kejahatan tersebut.“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kami meminta seluruh masyarakat, khususnya keluarga dan simpatisan, untuk dapat menahan diri, tetap tenang, dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang justru akan memperkeruh suasana,” ujar Rositah menegaskan. Polda Maluku juga memastikan kasus ini akan diusut secara tuntas, transparan, dan profesional demi keadilan.Sementara itu, DPD I Partai Golkar Maluku yang dipimpin Umar Lessy menyikapi peristiwa ini dengan sangat prihatin. Pihaknya mengutuk keras tindakan kekerasan yang dinilai melawan hukum dan berpotensi mengganggu stabilitas daerah.Dalam sikap resminya, Golkar meminta kader tetap solid dan dewasa, serta mendorong semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan persaudaraan di Bumi Raja-Raja.  Penulis: Jid Editor: GF 20 Apr 2026, 19:41 WIT
Bupati Boven Digoel: Lahan Bandara Tanah Merah Bersertifikat Negara, Pemalangan Rugikan Masyarakat Papuanewsonline,com. Boven Digoel – Bupati Boven Digoel, Roni Omba menyatakan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel tidak memiliki dasar hukum untuk membayar lahan Bandara Tanah Merah yang kembali dipalang oleh sejumlah pihak yang mengatasnamakan pemilik hak ulayat.Pernyataan itu disampaikan Bupati dalam jumpa pers usai membuka Musrenbang RKPD Kabupaten Boven Digoel Tahun 2027 di Aula Kantor Bupati Boven Digoel, Minggu 19 April 2026.Menurut Bupati, persoalan pemalangan bandara sudah beberapa kali dimediasi oleh pemerintah daerah, baik pada masa pemerintahan sebelumnya maupun selama kepemimpinannya saat ini. Ia menjelaskan pada November 2025 Pemkab Boven Digoel memfasilitasi pertemuan mediasi di ruang Bappeda bersama pihak-pihak terkait untuk menelusuri dokumen dan status hukum lahan bandara. Hasil penelusuran menunjukkan lahan bandara telah memiliki sertifikat resmi atas nama Pemerintah Republik Indonesia cq Kementerian Perhubungan.“Atas dasar itu, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan ataupun dasar hukum untuk melakukan pembayaran atas lahan tersebut,” kata Roni Omba.Sebagai langkah penyelesaian, Pemkab Boven Digoel sempat menawarkan solusi dengan membawa 5 perwakilan pemilik hak ulayat ke Jakarta untuk berkonsultasi langsung dengan Kementerian Perhubungan. Rencana itu dijadwalkan Januari 2026, namun pihak pemilik lahan tidak hadir hingga waktu keberangkatan.Mediasi lanjutan kembali dilakukan pada Februari 2026 di Ruang Bupati. Saat itu disepakati akan digelar pertemuan virtual via Zoom yang difasilitasi pihak bandara bersama Kementerian Perhubungan. Namun hingga 19 April 2026 pertemuan tersebut belum terlaksana.Bupati menegaskan pemerintah daerah tidak dapat melakukan pembayaran dalam bentuk apapun karena status lahan sudah sah menjadi milik negara. “Kalau merasa memiliki hak, silakan menempuh jalur hukum dengan menggugat sertifikat tersebut. Jika ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, baru bisa menjadi dasar penyelesaian,” ujarnya.Roni juga mengungkapkan sejak 2012 hingga 2024 pemerintah daerah telah memberikan bantuan atau tali asih kepada masyarakat pemilik hak ulayat dengan total nilai sekitar Rp3 miliar. Namun ia menyebut pemberian tersebut tidak bisa dilakukan terus-menerus tanpa dasar hukum yang jelas.Menanggapi pemalangan terbaru yang terjadi saat dirinya berada di Jayapura, Bupati mengaku langsung berkoordinasi dengan Gubernur Papua Selatan dan memerintahkan dinas terkait untuk menyampaikan laporan resmi kepada Kementerian Perhubungan. Ia juga telah berkomunikasi dengan instansi perhubungan guna mendorong pembahasan bersama Kementerian Perhubungan sebagai pemilik sah aset bandara.Bupati menyayangkan tindakan pemalangan yang berdampak luas terhadap masyarakat dan aktivitas daerah. “Jangan sampai semua masyarakat dikorbankan. Bandara adalah akses utama masyarakat dan urat nadi pelayanan di Boven Digoel,” katanya.Ia meminta Kepala Bandara Tanah Merah segera menyelesaikan masalah ini karena secara hukum aset tersebut berada di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan. Bupati berharap semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog serta proses hukum demi menjaga stabilitas daerah dan kelancaran transportasi udara di Kabupaten Boven Digoel.Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari perwakilan pemilik hak ulayat terkait pernyataan Bupati. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak tersebut untuk mendapat hak jawab. Penulis: Hendrik Editor: GF 20 Apr 2026, 19:27 WIT
Wabup Mimika Instruksikan Pembersihan Maksimal Jelang Kunjungan Wapres RI Papuanewsonline.com, Mimika — Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, memberikan arahan tegas terkait kesiapan daerah menjelang kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dalam apel pagi yang digelar pada Senin (20/4/2026).Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai prioritas utama yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh dinas terkait.Ia mengungkapkan, berdasarkan pantauannya di lapangan, kondisi kebersihan di sejumlah titik masih belum optimal. Pembersihan rumput di sepanjang jalan, khususnya di kawasan arah sentral, dinilai masih minim dan belum merata.“Saya tadi melihat langsung, masih belum bersih. Yang dikerjakan baru beberapa titik saja, mungkin dua atau tiga. Ini harus segera diselesaikan,” tegasnya.Wakil Bupati juga meminta agar pembersihan dilakukan secara menyeluruh dan dituntaskan dalam waktu singkat. Bahkan, ia menargetkan pekerjaan tersebut dapat rampung pada hari yang sama, dengan fokus hingga ke kawasan sentral pendidikan.Selain itu, ia juga menyoroti masih adanya tumpukan sampah di beberapa lokasi. Ia meminta dinas terkait yang menangani pengelolaan sampah, bersama mitra kerja, segera melakukan penanganan tanpa menyisakan masalah di lapangan.“Tidak boleh ada sampah yang tersisa. Semua harus dibersihkan dan diawasi secara rutin, terutama di lokasi yang akan menjadi pusat kunjungan,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa kebersihan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama dalam menyambut kunjungan orang nomor dua di Indonesia tersebut.Dengan instruksi ini, diharapkan seluruh perangkat daerah dapat bergerak cepat dan berkoordinasi secara maksimal guna memastikan kondisi Mimika tetap bersih, rapi, dan siap menerima kunjungan kenegaraan. Penulis: Bim Editor: GF 20 Apr 2026, 12:44 WIT
Pemuda Adat Kamoro Apresiasi Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka Papuanewsonline.com, Mimika - Pemuda Adat Kamoro yang diwakili oleh Yanex Boyau menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Gibran Rakabuming Raka, ke wilayah Mimika, Papua Tengah. Kunjungan ini dinilai sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap masyarakat adat, khususnya generasi muda Kamoro.Dalam momentum tersebut, Pemuda Adat Kamoro mendorong sejumlah agenda strategis yang diharapkan dapat menjadi perhatian dan tindak lanjut pemerintah pusat, guna mempercepat pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis kearifan lokal.Adapun poin-poin utama yang disampaikan meliputi:1. Pemberdayaan Ekonomi Pemuda AdatPenguatan UMKM berbasis budaya lokal, akses permodalan, serta pelatihan kewirausahaan bagi pemuda Kamoro agar mampu mandiri secara ekonomi.2. Peningkatan Akses Pendidikan dan Kualitas SDMDukungan beasiswa afirmasi, pengembangan pendidikan vokasi sesuai potensi daerah, serta peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah Kamoro.3. Pelestarian dan Promosi Budaya KamoroDukungan terhadap festival budaya, digitalisasi warisan adat, serta perlindungan hak kekayaan intelektual komunal masyarakat Kamoro.4. Pembangunan Infrastruktur DasarPercepatan pembangunan akses jalan, listrik, air bersih, serta jaringan telekomunikasi guna membuka keterisolasian wilayah.5. Peningkatan Layanan KesehatanPenyediaan fasilitas kesehatan yang memadai, tenaga medis tetap, serta program penanganan stunting dan gizi masyarakat.6. Pelibatan Pemuda dalam Pembangunan DaerahPembukaan ruang dialog dan partisipasi aktif pemuda adat dalam perencanaan serta pelaksanaan program pembangunan.7. Pengelolaan Sumber Daya Alam yang BerkeadilanMenjamin keterlibatan dan manfaat langsung bagi masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam, serta menjaga kelestarian lingkungan.8. Optimalisasi Dana Otonomi Khusus PapuaMendorong transparansi dan efektivitas penggunaan dana Otsus agar tepat sasaran bagi masyarakat adat.9. Pengembangan Pariwisata Berbasis AdatPenguatan potensi wisata budaya dan alam Kamoro dengan melibatkan pemuda sebagai pelaku utama.Pemuda Adat Kamoro berharap kunjungan Wakil Presiden ini tidak hanya menjadi simbol perhatian, tetapi juga menjadi awal dari langkah konkret dan berkelanjutan dalam membangun Papua yang maju dengan tetap menghormati identitas dan hak masyarakat adat.“Kami siap menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah kami sendiri. Harapan kami, suara pemuda adat Kamoro dapat menjadi bagian dari kebijakan nasional ke depan,” ujar Yanex Boyau.Pemuda Adat Kamoro merupakan bagian dari generasi penerus masyarakat adat Kamoro yang berkomitmen untuk menjaga budaya, memperjuangkan hak-hak adat, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.  Penulis: Jid Editor: GF 20 Apr 2026, 12:39 WIT
2 Terduga Pelaku Penikaman Ketua DPC Golkar Berhasil Diamankan Polres Malra Papuanewsonline.com, Malra - Kepolisian Daerah Maluku bergerak cepat menangani kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Hanya dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian, dua terduga pelaku berhasil diamankan aparat Polres Maluku Tenggara.Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Korban yang baru saja tiba dari Jakarta dengan pesawat, diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, penyerangan terjadi secara tiba-tiba saat korban berjalan menuju pintu keluar bandara.“Pelaku mendekati korban dan langsung melakukan penikaman menggunakan sebilah pisau. Setelah itu pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian,” ujar Rositah.Korban yang mengalami luka serius sempat dilarikan oleh pihak keluarga ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat kepolisian langsung dipimpin Kapolres Malra AKBP Rian Suhendi. melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan keterangan saksi, serta pengejaran terhadap terduga pelaku. Hasilnya, dalam waktu kurang lebih dua jam, dua terduga pelaku berhasil diamankan.Keduanya diketahui berinisial HR (28) dan FU (36), Saat ini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Sat Reskrim Polres Maluku Tenggara guna mengungkap peran masing-masing serta motif di balik aksi tersebut.“Penanganan kasus ini dilakukan secara cepat dan terukur. Kami masih mendalami motif, tambah Rositah.Kapolda Maluku telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan tuntas. Selain itu, langkah-langkah preventif juga dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Tenggara.Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga dan simpatisan korban, agar tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan balasan. Serahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada Polri,” tegasnya. PNO-12 20 Apr 2026, 07:45 WIT
HARGA BBM NON-SUBSIDI NAIK DRASTIS, PERTAMAX TURBO TEMBUS RP 19.850 Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah resmi memberlakukan penyesuaian harga baru untuk jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai tanggal 18 April 2026. Kebijakan ini berlaku seragam di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di enam provinsi di tanah Papua. Kenaikan signifikan ini hanya menyasar jenis bahan bakar tertentu, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara harga jenis lainnya seperti Pertalite, Bio Solar, dan Pertamax tetap tidak berubah.Berdasarkan pengumuman resmi, harga Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp19.850 per liter dari sebelumnya Rp13.350. Sementara itu, Dexlite kini dijual seharga Rp24.150 dan Pertamina Dex Rp24.450 per liter. Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan bahwa perbedaan tarif di setiap daerah disesuaikan dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB yang berlaku.“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menghadapi perubahan harga ini. Meskipun terjadi penyesuaian, kami pastikan stok bahan bakar di seluruh wilayah Papua dalam kondisi aman dan tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Ispiani.Pihak Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi ke berbagai daerah agar tidak terjadi kelangkaan. Di tengah kondisi ini, masyarakat diharapkan dapat beradaptasi dan lebih efisien dalam penggunaan energi, serta membeli bahan bakar sesuai dengan kebutuhan kendaraan masing-masing demi kenyamanan bersama. Penulis: JidEditor: GF 19 Apr 2026, 23:40 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT