logo-website
Selasa, 28 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Kapolda Maluku Kunjungi Kampus Unpatti Perkuat Kerjasama Riset dan Pendidikan Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si mengunjungi Kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk memperkuat kerjasama di bidang riset dan pendidikan, Jumat (5/12/25/2025).Kedatangan Kapolda yang didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku ini disambut hangat oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd bersama para Wakil Rektor dan Dekan Fakultas.Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Rektor Unpatti, Kapolda menyampaikan terima kasih kepada rektor bersama jajarannya yang telah menyambut kedatangan pihaknya.Prof. Dadang berharap pertemuan dengan jajaran akademisi kampus terbesar di Maluku ini dapat menjadi awal yang baik dalam mengembangkan kerjasama di bidang pendidikan ke depan."Kami berharap kerjasama yang sudah terjalin dengan baik selama ini khususnya di bidang pendidikan dapat ditingkatkan lagi khususnya dalam kegiatan kajian terkait masalah keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku," harapnya.Menurut Kapolda, dunia kampus bukan hal yang asing baginya. Ia berharap dapat terus meningkatkan kerjasama strategis, khususnya dalam pengembangan sumberdaya manusia (SDM) anak-anak Maluku, terlebih lagi personel Polri."Kerjasama yang sudah terjalin baik selama ini diharapkan dapat terus dipertahankan apalagi di era kemajuan teknologi digital saat ini, maka peningkatan sumber daya manusia Polri sangat dibutuhkan dalam medukung tugas kepolisian di lapangan," jelasnya.Kemajuan provinsi Maluku dalam berbagai bidang, lanjut Kapolda, merupakan impian semua pihak termasuk Polda Maluku. Seluruh elemen masyarakat menginginkan Maluku yang maju aman, damai dan sejahtera."Kita yang hadir saat ini saya yakin semua akan sepakat Maluku yang aman dan maju. Kami sangat berharap dengan adanya para akademisi yang merupakan orang asli Maluku bisa berkolaborasi dengan kami menciptakan situasi yang aman dan kondusif," harapnya.Keamanan dan kedamaian di Maluku merupakan harapan semua orang. Maluku yang aman akan berdampak pada meningkatnya aktivitas masyarakat dalam berusaha. Meningkatnya sebuah usaha akan berdampak pada tumbuhnya roda ekonomi di daerah para Raja-raja."Kalau masyarakat kita bisa beraktifitas dengan nyaman maka Maluku bisa terus maju, sebab dengan situasi yang kondusif maka semua orang akan datang ke Maluku, apalagi daerah kita ini memiliki potensi sumberdaya alam yang cukup besar," ungkapnya.Sumberdaya alam Maluku cukup besar. Hal ini kalau dapat diolah dengan benar yang didukung dengan keamanan maka akan memberikan dampak kemajuan yang cukup besar kepada masyarakat."Situasi yang aman adalah tanggung jawab kita bersama, dan akhir-akhir ini terjadi beberapa kasus kriminal yang kalau dilihat bisa berdampak pada eskalasi yang lebih besar. Makanya dibutuhkan peran serta kita semua untuk bisa menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Keamanan itu di atas segalanya dan menjadi tanggung jawab kita bersama," jelasnya.Pada kesempatan itu, Kapolda juga berharap, para guru besar di "Kampus Orang Basudara" ini dapat melakukan riset terkait efektivitas Program Polda Maluku dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. "Kami juga sangat berharap nantinya dari para guru besar bisa melakukan langkah-langkah riset terkait bagaimana solusi agar masyarakat umum bisa semakin percaya kepada Polri," harapnya.Irjen Dadang juga menyoroti persoalan minuman keras (miras) tradisional jenis sopi. Berdasarkan informasi yang diterima minuman ini bisa dijadikan sebagai antiseptik dan produk turunan lainnya."Kami berfikir agar terkait sopi yang dapat dijadikan sebagai antiseptik dan produk turunan lainnya, kalau bisa program ini terus dikembangkan dan hasilnya dipasarkan. Harus ada rancangan khusus sehingga kedepannya kita bukan saja sekadar menyampaikan wacana namun bisa direalisasikan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," pintanya.Kedatangan Kapolda bersama rombongan PJU Polda Maluku mendapat apresiasi dari Rektor Unpatti Prof. Fredy Leiwakabessy. Ia menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Kapolda Maluku bersama rombongan."Kami berharap kunjungan ini akan semakin memperkuat kerjasama Polda dan Unpatti dalam kegiatan kajian akademik terkait masalah keamanan di ruang publik sehingga masyarakat dapat lebih nyaman dalam beraktifitas," harapnya.Terkait harapan Kapolda mengenai riset mengenai efektivitas program Polda Maluku, Prof. Fredy mengaku akan menindaklanjuti secara bersama."Kami berharap apa yang disampaikan Pak Kapolda bisa sama-sama kita tindak lanjuti dengan baik khususnya dalam membuat kajian khusus untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri," katanya.Ketua LPPM Unpatti juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Maluku. Apresiasi yang tinggi disampaikan atas program Polda Maluku terkait pemeliharaan Kamtibmas yang kondusif.Ia berharap pertemuan silaturahmi ini juga dapat menjadi momen penyamaan persepsi terkait penanganan miras tradisional jenis sopi. Ia mengaku banyak kejadian kriminal atau tindakan kekerasan yang terjadi akibat pelaku mengonsumsi Sopi. "Saat ini LPPM Unpatti Ambon sedangan mengkaji untuk bagaimana minuman Sopi bisa diolah menjadi prodak turunan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat Maluku sehingga Sopi yang awalnya hanya minumam beralkohol biasa dan murah yang sering menjadi penyebab permasalahan dapat kita olah menjadi suatu produk yang punya nilai jual tinggi dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat Maluku," harapnya. PNO-12 06 Des 2025, 07:31 WIT
Polri Distribusikan 348 Kg Logistik Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Papuanewsonline.com, Aceh - Upaya bantuan kemanusiaan terus dilakukan Polri untuk mendukung penanganan korban bencana di wilayah Aceh Tamiang. Pada Jumat, 5 Desember 2025, satu unit helikopter AW169 (P-3303) diterbangkan dalam misi Dukungan Kemanusiaan, membawa total 348 kilogram logistik penting untuk masyarakat terdampak.Penerbangan yang dilaksanakan melalui rute Polda Aceh – SIM – Aceh Tamiang – KNO – SIM itu merupakan bagian dari tugas BKO Polda Kalteng / Backup Polda Aceh. Lokasi dropping logistic dilakukan di Islamic Center, Kabupaten Aceh Tamiang.Adapun jenis logistik yang dibawa meliputi:- Alkom 5 koli (135 kg)- Air mineral 3 galon (60 kg)- Mesin air 2 koli (12 kg)- Inventaris Dansat 1 koli (17 kg)- Obat-obatan 4 koli (51 kg)- Rak galon 1 koli (4 kg)- Komputer & berkas SDM 1 koli (15 kg)- Biskuit 9 koli (54 kg)Penerbangan dipimpin oleh AKP Sya'ban, dibantu Iptu Rexy Subroto, Aipda Rudi Nurmaludin, dan Aipda Rian Prabowo sebagai kru. Turut serta pula tiga personel sebagai PAX, yaitu anggota Divhumas, anggota Bagkes Brimob, dan anggota TIK Polda.Helikopter mulai Start Engine pukul 08.20 WIB dan Take Off pukul 08.30 WIB dari Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Kabupaten Aceh Tamiang untuk proses pengiriman logistik.Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa Polri akan terus memastikan penyaluran bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.“Pengiriman logistik melalui jalur udara ini menjadi langkah cepat Polri untuk memastikan kebutuhan warga terdampak bencana segera terpenuhi. Kami hadir untuk membantu masyarakat dengan segala kemampuan yang kami miliki,” ujarnya.Brigjen Trunoyudo juga menegaskan bahwa Polri akan terus memonitor perkembangan situasi di Aceh Tamiang dan menambah dukungan bila dibutuhkan.“Kami akan terus melakukan pemantauan di lapangan. Bila diperlukan tambahan bantuan, baik personel maupun logistik, Polri siap mengirimkan,” tambahnya.Misi kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan masyarakat Aceh Tamiang serta memastikan distribusi bantuan berlangsung aman dan lancar. PNO-12 06 Des 2025, 07:23 WIT
Pemkab Boven Digoel Gelar Temu Budaya 2025, Perkuat Identitas Lokal dan Dorong Ekonomi Kreatif Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Pemerintah Kabupaten Boven Digoel secara resmi membuka kegiatan Temu Budaya dengan Pelaku Budaya 2025 yang digelar selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Desember 2025. Agenda kebudayaan ini berlangsung di halaman dan Aula Kantor Bupati Boven Digoel, menghadirkan sebanyak 50 pelaku budaya dari berbagai distrik di wilayah tersebut. Kegiatan ini mengangkat tema “Suara Budaya Membangun Negeri” sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan menghidupkan kembali budaya lokal yang menjadi identitas khas masyarakat Boven Digoel. Tema tersebut juga dipilih untuk mendorong generasi muda agar lebih memahami dan mencintai warisan budaya leluhur. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Marlinus menegaskan bahwa budaya memiliki peran vital dalam membentuk karakter masyarakat. Menurutnya, budaya tidak sekadar peninggalan masa lalu, melainkan fondasi moral yang memperkuat persatuan dalam keberagaman. Melalui kegiatan ini, ia berharap masyarakat semakin menyadari nilai penting kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Kabupaten Boven Digoel juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan budaya melalui penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Upaya tersebut sejalan dengan pendataan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang menjadi fokus pengembangan dalam kebijakan kebudayaan daerah. Selain membahas pelestarian tradisi, kegiatan ini juga menjadi ruang penting bagi para pelaku budaya untuk memperkenalkan karya dan kreativitas mereka. Pemerintah daerah menilai bahwa budaya memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Temu Budaya 2025 diharapkan mampu memperkuat jejaring antar-pelaku budaya, memperluas ruang ekspresi seni, dan menghadirkan pemahaman yang lebih luas mengenai potensi budaya yang dimiliki setiap distrik. Dengan terbangunnya kolaborasi tersebut, pengembangan kebudayaan dinilai akan berjalan lebih adaptif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini pula, pemerintah ingin memastikan bahwa keberagaman budaya di Boven Digoel tetap terjaga. Kehadiran pelaku budaya dari berbagai wilayah memberikan warna tersendiri dan memperkaya proses pertukaran budaya antarkomunitas. Pemerintah daerah berharap Temu Budaya 2025 dapat menjadi momentum penting dalam memperindah keberagaman sekaligus menjadikan adat dan tradisi sebagai energi pembangunan. Dengan pelestarian yang kuat dan pemanfaatan budaya secara kreatif, Boven Digoel diharapkan menuju masa depan yang lebih maju, bermartabat, dan berkarakter.   Penulis: Hendrik Editor: GF 05 Des 2025, 19:52 WIT
Wakil Bupati Boven Digoel Dorong Penguatan Ekosistem Informasi Publik Melalui Temu KIM 2025 Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Wakil Bupati Boven Digoel, Dr. Marlinus, kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap keterbukaan informasi publik pada acara penutupan Temu Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang digelar di Aula Cendrawasih Gereja Bunda Hati Kudus, Tanah Merah, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boven Digoel sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas informasi hingga ke tingkat kampung.Dalam arahannya, Wakil Bupati Marlinus menekankan bahwa kegiatan KIM bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari gerakan kolektif pemerintah daerah untuk memastikan arus informasi yang transparan, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat. Menurutnya, keberadaan KIM yang tersebar di berbagai wilayah memiliki peran vital sebagai penjaga mutu informasi publik.Ia menegaskan bahwa KIM merupakan mitra strategis pemerintah daerah. Dengan posisi tersebut, KIM bukan hanya pelengkap dalam penyebaran informasi, melainkan partner sejajar yang berfungsi menghubungkan pemerintah dengan masyarakat secara langsung. Melalui peran itu, KIM diharapkan dapat menyalurkan aspirasi publik sekaligus menyebarkan informasi resmi secara tepat dan bertanggung jawab.Wakil Bupati Marlinus juga mendorong peserta agar mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan berlangsung. Ia menilai bahwa pembekalan yang mereka terima akan menjadi modal penting dalam membangun jaringan informasi yang lebih kuat dan inklusif di tingkat lokal.Dalam penyampaiannya, ia menyoroti pentingnya peningkatan berbagai bentuk publikasi kampung. Mulai dari dokumentasi kegiatan masyarakat, informasi pelayanan publik, hingga pembuatan video kreatif mengenai potensi daerah, semuanya dinilai harus dilakukan secara berkualitas dan sesuai dengan keterampilan yang telah dibimbing oleh para narasumber.Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kapasitas KIM dalam bidang jurnalistik kampung, videografi konten kreatif, hingga literasi digital dapat semakin berkembang. Selain itu, jejaring komunikasi antar-KIM diharapkan menjadi lebih solid untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas jangkauan informasi publik.Wakil Bupati Marlinus juga mengajak masyarakat turut berperan sebagai penyaring informasi. Ia mengimbau warga untuk tidak mudah terpengaruh hoaks dan menyebarkan informasi yang benar agar dapat mencerdaskan masyarakat serta menciptakan lingkungan informasi yang sehat di Boven Digoel.Kegiatan penutupan Temu KIM 2025 ini diharapkan memberi dampak positif bagi upaya percepatan pemerataan informasi serta peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menilai bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, KIM, dan masyarakat, cita-cita menciptakan ekosistem informasi publik yang modern dan terpercaya dapat terwujud. Penulis: Hendrik Editor: GF 05 Des 2025, 19:50 WIT
Bentuk Satgas Gabungan, Kapolri dan Menhut Telusuri Temuan Kayu di Bencana Aceh dan Sumatera Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menggelar doorstop usai audiensi di Gedung Utama Mabes Polri, Kamis malam (4/12/2025). Pertemuan tersebut membahas penanganan temuan kayu yang diduga menjadi salah satu faktor terjadinya kerusakan infrastruktur dan korban jiwa akibat bencana di Aceh, Sumatera, dan Sumatera Barat.Dalam pernyataannya, Kapolri menyampaikan rasa duka cita atas bencana yang menimpa masyarakat di berbagai wilayah tersebut.“Kita menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana, baik di Aceh, di Sumatera maupun Sumatera Barat,” ujar Kapolri.Ia menjelaskan bahwa temuan kayu yang diduga ilegal menjadi atensi Presiden sehingga Polri bersama Kementerian Kehutanan sepakat membentuk Satgas Gabungan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.“Kami menyambut baik dan akan melakukan kerja sama dengan Menteri Kehutanan dan tim untuk membentuk Satgas Gabungan guna melakukan penyelidikan terkait temuan-temuan kayu yang diduga berdampak terhadap kerusakan, jembatan rusak, rumah terdampak, hingga adanya korban jiwa,” jelasnya.Kapolri menegaskan bahwa personel Polri telah diturunkan ke lapangan dan akan segera bergabung dengan tim dari Kementerian Kehutanan maupun unsur lain yang diperlukan.“Dalam waktu dekat saya meminta agar tim segera bergerak dari hulu sampai hilir, khususnya di lokasi-lokasi yang memiliki potensi perlu ditindaklanjuti karena memang ada dugaan-dugaan pelanggaran,” sambungnya.Ia menekankan bahwa pendalaman akan dilakukan secara komprehensif dan hasilnya akan segera diinformasikan kepada publik setelah tim gabungan bekerja maksimal.“Yang jelas sementara itu yang bisa kami sampaikan. Kita akan pastikan kerja tim berjalan cepat,” tutup Kapolri. PNO-12 05 Des 2025, 19:14 WIT
Dialog Literasi Kebangsaan STIK: Polri Libatkan Generasi Muda Perkuat Kepercayaan Publik Papuanewsonline.com, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat kepercayaan publik dengan melibatkan peran aktif generasi muda. Hal ini disampaikan oleh Dosen Utama Kepolisian Tk. I STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol Gupuh Setiyono, S.I.K., M.H., dalam sebuah diskusi bersama mahasiswa STIK-PTIK dan mahasiswa lainnya pada hari, Kamis (04/12/2025).Dalam sesi dialog tersebut, Irjen Gupuh menekankan bahwa transparansi dan partisipasi publik sangat penting bagi wajah Polri ke depan. “Agar informasi yang diterima oleh masyarakat tentang kinerja Polri ini ke depan bisa dipertanggungjawabkan dengan kinerja yang lebih baik,” ujarnya.Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran generasi muda dalam proses perubahan institusi. “Pastinya kami mengharapkan peran aktif dari seluruh generasi muda, khususnya Gen Z ini, bahwa institusi Polri itu adalah milik kita bersama,” tegasnya.Menurutnya, keterlibatan anak muda bukan sekadar simbolik, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pembentukan masa depan Polri. “Nantinya mereka juga, di Polri sendiri, ada Gen Z. Tadi yang diskusi adalah generasi-generasi mereka juga. Sehingga ke depan yang akan mengawal Polri adalah mereka-mereka juga,” kata Irjen Gupuh.Ia menambahkan bahwa Polri perlu menyesuaikan diri dengan pola pikir dan kebutuhan generasi muda agar tidak terjadi jarak komunikasi. “Nantinya kita menyesuaikan apa yang diinginkan oleh Gen Z, sehingga hubungan antara Polri dan masyarakat ini tidak ada ‘lag’-nya, tidak ada yang hilang, sehingga nyambung terus,” jelasnya.Irjen Gupuh menyebutkan bahwa kegiatan dialog ini merupakan bagian dari strategi Polri untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang apa yang sedang dan akan dilakukan institusi kepolisian. “Ini juga bagian dari strategi Polri untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa apa yang dilakukan Polri, kami memahami apa yang diinginkan. Antara lain kecepatan, ketepatan, dan akurasinya,” ungkapnya.Ia berharap diskusi terbuka seperti ini bisa memperkuat pemahaman publik mengenai arah perubahan Polri sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk memberikan masukan konstruktif. “Lebih baik kita tanyakan langsung kepada Gen Z yang ada di sini,” tambahnya.Melalui pendekatan yang lebih inklusif ini, Polri menargetkan terciptanya hubungan yang lebih solid, modern, dan adaptif antara kepolisian dan masyarakat. PNO-12 05 Des 2025, 18:51 WIT
Karo Ops Pimpin FGD Penguatan Kesiapan Teknis Pengamanan Jajaran Polres Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku melalui Kepala Biro Operasi (Karo Ops), Kombes Pol Ronald Reflie Rumondor, SIK., M.Si., menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah strategis dalam mematangkan skema pengamanan serta penanganan potensi unjuk rasa di wilayah hukum Polda Maluku. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Plaza Presisi, Markas Polda Maluku, Kamis (4/11/2025).Dalam arahannya, Kombes Pol Ronald menegaskan bahwa kesiapan pengamanan unjuk rasa harus mengedepankan koordinasi lintas fungsi, pendekatan humanis, dan penegakan prosedur yang presisi. Menurutnya, dinamika sosial yang berkembang membutuhkan langkah antisipatif dan respons cepat dari satuan kewilayahan.“FGD ini digunakan untuk menyelaraskan persepsi dan merumuskan langkah-langkah Presisi dalam menghadapi dinamika unjuk rasa. PPrioritas utama kita adalah pengamanan lokasi vital, pengaturan arus lalu lintas, serta memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum dapat berjalan damai tanpa mengganggu ketertiban,” tegas Kombes Pol Ronald.FGD dirancang untuk menyusun rencana pengamanan secara menyeluruh. Tiga fokus utama yang dibahas antara lain: Analisis potensi kerawanan dan titik kumpul massa, Perencanaan penempatan personel dan penggunaan sarana-prasarana pengamanan serta Peningkatan koordinasi fungsional antara Sat Samapta (Pengendali Massa), Sat Intelkam (Deteksi Dini), dan Sat Binmas (Pendekatan Persuasif).Melalui forum ini, Polda Maluku memastikan seluruh unsur operasional memahami pembagian tugas, mitigasi risiko, serta SOP dalam mengawal aksi penyampaian pendapat di ruang publik.Kegiatan diskusi dihadiri para pejabat utama dari Polres/ta jajaran Polda Maluku yang memegang peran sentral dalam operasi pengamanan, di antaranya:Kapolresta Pulau AmbonPara Kabag Ops Polres JajaranPara Kasat SamaptaPara Kasat BinmasPara Kasat IntelPara Ka SPKT PolresKombes Pol Ronald menekankan bahwa kemampuan membaca situasi, komunikasi lapangan yang baik, serta kesiapan prosedural menjadi kunci terciptanya pengamanan unjuk rasa yang profesional.Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas Kamtibmas melalui pola pengamanan yang Profesional, Responsif, dan Prosedural, sesuai prinsip Presisi. Upaya ini sejalan dengan kebutuhan menghadirkan Polri yang terukur dalam merespons dinamika sosial tanpa mengabaikan hak masyarakat dalam berdemokrasi.Kegiatan FGD Polda Maluku mencerminkan pendekatan pre-emtif dan preventif dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Langkah ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir ketika unjuk rasa berlangsung, tetapi melakukan antisipasi matang melalui analisa kerawanan, pemetaan titik kumpul massa, hingga koordinasi teknis lintas fungsi.Penekanan pendekatan humanis dan persuasif yang dikombinasikan dengan ketegasan berbasis SOP menjadi catatan penting. Dengan demikian, hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap dijamin, sementara ketertiban umum tetap terjaga.Dari sisi komunikasi publik, kegiatan ini menunjukkan komitmen Polda Maluku pada transparansi dan kesiapan menghadapi dinamika sosial politik di daerah. Model FGD seperti ini memperkuat kapasitas satuan kewilayahan, sekaligus menjadi indikator kedewasaan institusi dalam merespons situasi yang sensitif. PNO-12 05 Des 2025, 18:42 WIT
Gelar Apel Kasatwil: Kapolda Tekankan Respon Cepat Personel dalam Laporan Masyarakat Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku melaksanakan apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) Tahun 2025 yang digelar di gedung Plaza Presisi Manise Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Kamis (4/12/2025).Apel Kasatwil yang diikuti seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku, Kapolres/ta jajaran beserta PJU-nya ini dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, didampingi Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H.Dalam arahannya, Kapolda menekankan beberapa hal penting untuk dijalankan seluruh personel. Seperti 4 program kerja prioritas pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan 7 sasaran strategis. Dari sejumlah program kerja, Kapolda tekankan mengenai respon cepat personel dalam merespon laporan masyarakat."Bagaimana kita bersama menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat, bagaimana menjalankan pelayanan kepolisian dan penegakan hukum yang prima, berperan aktif mendukung program pemerintah, pembinaan sumber daya kepolisian yang bermoral profesional dan modern yang semuanya ini ada dalam 4 program kerja saya. Sasarannya itu ada pada 7 sasaran strategis," tegasnya.Kapolda meminta seluruh personel berperan aktif, fokus pada tugas dan tanggungjawab yang diemban. "Kira-kira Kabag Ops itu bagian mana yang penting, Kasat Intel itu bagian mana yang penting," kata Kapolda mengingatkan.Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga menegaskan terkait bagaimana pelayanan kepolisian kepada masyarakat dapat mencerminkan negara hadir. "Kalau ada konflik sosial polisinya cepat datang, kalau ada panggilan 110 polisinya cepat datang, kalau misalkan ada pelayanan SIM polisinya ramah-ramah, layanan SSB, SKCK, pelayanan penegakan hukum polisinya ada, perilaku anggota yang menyimpang polisinya ada. Jadi pelayanan kita merupakan representatif dari negara hadir," tegasnya.Secara terpisah kepada wartawan, Kapolda mengaku penyelenggaraan apel Kasatwil merupakan tindak lanjut dari apel Kasatwil yang dilaksanakan Mabes Polri. "Salah satu sasaran kita itu adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, negara harus hadir," tambahnya.Prof. Dadang mengaku dalam apel kasatwil ada beberapa sasaran strategi yang disampaikan yaitu membangun hubungan kedekatan dengan masyarakat, serta kerjasama dengan stakeholder yang produktif. "Kemudian juga eksistensi kita di media sosial dan media mainstream, serta mendengarkan dan merespon keluhan masyarakat sampai kemudian tampil secara profesional," jelasnya.Ia mengaku, Polda Maluku dan jajaran saat ini terus meningkatkan manajemen kinerja yang didasarkan dengan perencanaan intelegen dan fungsi kepolisian lainnya. "Kesemuanya itu kami wujudkan untuk mendukung ataupun memberikan pelayanan keamanan kepada masyarakat, itu targetnya. Karena Polisi ada hadir untuk kepentingan masyarakat," ucapnya.Menurutnya, terdapat beberapa urgensi yang harus segera dilaksanakan. Pertama, yakni ekosistem respon time atau waktu cepat polisi datang apabila ada kejadian atau panggilan masyarakat. "Jadi kalau misalkan ada masyarakat panggil di call center 110 polisi harus datang," tegasnya.Bahkan, Kapolda mengaku kini tengah menjalankan pilot project terkait pelayanan cepat personel di Polresta Pulau Ambon dan P.P Lease. Ia mengaku polisi harus datang ke lokasi kejadian saat merespon panggilan 110 di bawah 10 menit. "Saya hitung berapa kira-kira jumlah kendaraan yang ada, personelnya, dan pengaturannya bagaimana sehingga respon timenya itu harus di bawah 10 menit, kalau di atas 10 menit kita evaluasi," ujarnya.Evaluasi, kata Kapolda, terus dilakukan untuk mengetahui kekurangan yang ada dalam merespon cepat laporan masyarakat. "Kalau misalkan yang kurang kita tidak punya kendaraan roda empat, minimal polisi datang pakai roda dua. Targetnya adalah polisi cepat datang Jadi fokus yang di Maluku itu kita buatkan project di Polresta Ambon," ucapnya. Irjen Dadang berharap ada masukan yang membangun dari masyarakat. "Misalkan anggota masih lambat datang, kita perlu feedback itu. Misalkan panggilan 110 nggak ada yang ngangkat, kita perlu feedback itu dengan program namanya kita mendengar dan respon keluhan masyarakat baik dalam bidang penegakan hukum maupun pelayanan," jelasnya. Kapolda sendiri untuk mendengar keluhan dan masukan masyarakat telah membuka layanan chating di aplikasi whatsapp. "Saya sendiri juga sudah membuka WA, gunanya untuk menampung kira-kira apa feedback dari masyarakat keluhan masyarakat termasuk respon saya untuk apabila ada keluhan," ujarnya.Kendati begitu, Kapolda mengaku tidak semua aduan masyarakat dapat segera dituntaskan semudah membalikan telapak tangan. "Ada beberapa aduan yang bisa cepat kita tangani, ada yang memerlukan waktu yang sangat lama. Untuk yang sangat lama itu biasanya kasus-kasus seperti penemuan mayat, pertanahan, penipuan, penggelapan, dan termasuk kasus-kasus yang penipuan online," katanya.Menurut Kapolda, setiap persoalan dapat cepat ditangani apabila ditemukan alat bukti yang kuat, termasuk misalkan kalau ada anggota melakukan tindakan yang tidak profesional. "Saya sudah mengkategorikan kelompok pengaduan. Kita berharap sampai ke bawah dapat dilakukan dengan baik," jelasnya.Dikatakan, pengaduan yang masuk ke WA Kapolda didominasi oleh kasus-kasus penegakan hukum. "Yang masuk ke WA saya hampir 51% kasus penegakan hukum. Untuk call center 110 itu kebanyakan masyarakat meminta bantuan kepolisian untuk datang, misalkan ada orang minum-minum dan membunyikan musik sampai jam 2 malam, polisi datang, respon time kita di situ. Ada kerumunan massa yang berpotensi terjadi konflik, hingga penemuan mayat dan kasus gantung diri," jelasnya.JELANG NATAL DAN TAHUN BARULebih lanjut, Kapolda menyampaikan, Polda Maluku telah bersiap untuk menjalankan Operasi Lilin Salawaku 2025 untuk mengamankan perayanaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru)."Kita akan melaksanakan operasi Lilin Salawaku, sebelumnya kita akan pra kondisi, kita melakukan imbauan kepada masyarakat," ungkapnya.Polda Maluku beserta jajaran juga akan melaksanakan Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (KRYD), termasuk berkoordinasi, bekerja sama dengan stakeholder seperti TNI Polri dan pemerintah provinsi serta pihak-pihak terkait lainnya. "Kita akan berkoordinasi pengamanan kegiatan keagamaan dengan melibatkan lintas agama. Kita akan laksanakan apel nanti dengan pemuda-pemuda ormas lintas agama untuk sama-sama menjaga agar perayaan nataru berjalan dengan aman," pungkasnya. PNO-12 05 Des 2025, 17:45 WIT
Usai Audiensi dengan KIP, Kapolri Siap Lakukan Perubahan Guna Menjadi Institusi yang diandalkan Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima audiensi jajaran pimpinan dan komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025). "Sebagaimana amanah dari UU tentunya keterbukaan terkait informasi publik dimana Komisi Informasi Pusat menjadi komisi ditunjuk untuk menyelenggarakan dan melayani sengketa terkait dengan keterbukaan informasi publik," kata Sigit kepada awak media usai menerima audiensi. Dalam hal ini, Sigit menegaskan bahwa, Polri akan terus menjadi institusi yang terbuka dan melakukan perbaikan untuk terus memenuhi apa yang diharapkan oleh masyarakat. "Sehingga harapan masyarakat terhadap keterbukaan informasi publik betul-betul bisa kita sajikan, kita berikan, sesuai dengan standar yang diharapkan, sesuai dengan harapan masyarakat terkait aturan keterbukaan infornasi publik," ujar Sigit. Sigit menyebut, segala saran maupun masukan dari masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi guna mewujudkan institusi Korps Bhayangkara yang diinginkan oleh khalayak luas. "Yang jelas apapun hasilnya kami terus akan lakukan perbaikan dan evaluasi untuk menuju apa yang diwajibkan, apa yang diharuskan dan apa yang menjadi harapan bagi masyarakat," ucap Sigit. Di sisi lain, Sigit mengapresiasi jajaran KIP yang terus menjalin sinergisitas dengan Polri terkait keterbukaan informasi publik. Ia pun selalu terbuka akan saran dan masukan. "Terima kasih kepada pimpinan KIP dan seluruh komisioner yang telah berkenan hadir. Berkenan tinjau institusi Polri sebagai salah satu institusi yang memang selama ini cukup menarik dan menjadi sorotan publik. Kami terima kasih untuk masukan dan saran-sarannya," tutup Sigit. PNO-12 05 Des 2025, 17:29 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT