logo-website
Selasa, 10 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Police Goes To School ke SMAN 9 Ambon, Polresta Ambon Sampaikan Pesan Kamtibmas Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Resort Kota Pulau Ambon dan Pp Lease melalui Satuan Binmas menggelar kegiatan Police Goes To School di SMA Negeri 9 Waiheru, kota Ambon, Rabu (29/10/2025).Kegiatan yang dipimpin oleh Kasat Binmas Polresta Ambon AKP. Djafar Lessy, S.E ini mengingatkan para pelajar tentang bahaya bullying atau perundungan, kekerasan seksual, dan aksi tawuran aksi tawuran.Kasat Binmas Polresta Ambon AKP. Djafar Lessy, mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan ini penting untuk meningkatkan kesadaran para pelajar akan bahaya dari dampak bullying, kekerasan seksual maupun aksi tawuran. "Kami juga menyampaikan pesan-pesan kepada para pelajar untuk dapat bersama-sama dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Djafar Lessy.Para pelajar diminta untuk tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba maupun minuman keras. Sebab hal itu akan dapat merusak masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa."Pada kesempatan itu kami juga memberikan sosialisasi terkait penerimaan anggota anggota Polri dan pembagian brosur penerimaan anggota Polri," ungkapnya.Kunjungan pihak Kepolisian dalam kegiatan Police Goes To School di SMA Negeri 9 Ambon disambut antusias oleh para pelajar maupun dewan guru. "Kegiatan ini akan terus kami lakukan di sekolah-sekolah untuk memberikan kesadaran bagi para pelajar terkait bahaya perundungan, kekerasan seksual, narkoba, miras dan mengajak untuk bersama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," pungkasnya. PNO-12 31 Okt 2025, 09:22 WIT
Kapolda Maluku Sidak Mako Polairud, Tekankan Kesiapsiagaan Personel dan Program Binmas Air Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Markas Komando Direktorat Polairud Polda Maluku di Lateri, Kota Ambon, Selasa (28/10/2025).Peninjauan mendadak yang dilakukan Orang nomor 1 Polda Maluku ini merupakan bentuk pengawasan langsung terhadap kesiapsiagaan dan kedisiplinan personel. Tak hanya ingin mengetahui secara langsung tingkat kesiapan personel dalam melaksanakan tugas operasional maupun fungsi pelayanan terbaik kepada masyarakat, Kapolda dalam kunjungannya secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan ini juga meninjau fasilitas pelayanan yang dimiliki Dit Polairud.Sejumlah fasilitas utama yang ditinjau antara lain dermaga kapal patroli, ruang kerja, asrama personel, tempat penyimpanan alat khusus (Altsus), dan gudang senjata. Peninjauan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi baik, aman, serta siap digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas.“Kesiapsiagaan personel merupakan kunci utama dalam menjamin pelayanan optimal kepada masyarakat. Dit Polairud memiliki peran vital dalam menjaga keamanan laut dan wilayah pesisir, sehingga kesiapan baik dari aspek personel maupun fasilitas harus selalu prima,” tegas Kapolda.Dalam arahannya kepada seluruh personel Dit Polairud, Kapolda Maluku menekankan pentingnya menjaga tata ruang kerja, kerapian, dan kebersihan lingkungan markas komando. Menurutnya, kondisi lingkungan kerja yang tertata dan bersih akan mencerminkan kedisiplinan serta profesionalitas satuan.“Lingkungan kerja yang bersih dan tertata akan memberikan semangat serta mencerminkan karakter personel Polri yang disiplin dan profesional. Kebersihan adalah bagian dari budaya kerja yang harus dijaga di setiap satuan,” pintanya.Selain itu, Kapolda juga mengingatkan agar seluruh anggota Polairud senantiasa menjaga semangat kerja, loyalitas, dan rasa tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas, baik di laut maupun di darat.Kapolda juga memberikan perhatian khusus terhadap program Pembinaan Masyarakat Perairan (Binmas Air) yang menjadi salah satu program strategis Dit Polairud. Ia menegaskan, program tersebut memiliki nilai penting dalam mempererat hubungan Polri dengan masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah kepulauan Maluku.“Program Binmas Air harus terus digencarkan. Polairud bukan hanya menjaga keamanan di laut, tetapi juga menjadi sahabat masyarakat pesisir. Edukasi keselamatan berlayar, perlindungan lingkungan laut, serta pembinaan nelayan merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” kata Kapolda.Ia mengungkapkan, kegiatan pembinaan dan sosialisasi di wilayah perairan dapat memperkuat kesadaran hukum masyarakat serta membantu mencegah terjadinya pelanggaran maupun tindak pidana di laut, seperti penangkapan ikan dengan bahan peledak, penyelundupan, atau aktivitas pelayaran ilegal.Peninjauan yang dilakukan, tegas Kapolda, bukan semata bentuk pengawasan, melainkan upaya pembinaan internal untuk memastikan Dit Polairud Polda Maluku selalu siap memberikan pelayanan cepat, responsif, dan humanis kepada masyarakat.“Kehadiran saya di sini adalah bentuk perhatian dan dukungan bagi seluruh personel Dit Polairud. Saya ingin memastikan bahwa seluruh jajaran bekerja dengan hati, memberikan yang terbaik bagi masyarakat, dan tetap menjaga kehormatan institusi Polri,” ujar Kapolda.Ia juga mengingatkan agar seluruh anggota menjaga soliditas dan kekompakan antar-satuan, serta menghindari segala bentuk pelanggaran disiplin dan kode etik Polri.“Kita semua adalah wajah Polri di mata masyarakat. Jaga sikap, perkuat integritas, dan tunjukkan bahwa Polairud Polda Maluku adalah pasukan yang tangguh, disiplin, dan berkarakter,” tutup Kapolda.Kunjungan mendadak mendapat sambutan positif dari seluruh personel Polairud, yang mengaku termotivasi oleh perhatian dan arahan langsung Kapolda Maluku untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat. PNO-12 31 Okt 2025, 09:11 WIT
Kapolri Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Tinggi Polri Papuanewsonline.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat tinggi (Pati) dan menengah (Pamen) Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025). Sertijab ini merupakan bagian dari proses regenerasi dan penyegaran organisasi guna memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas di berbagai satuan kerja maupun kewilayahan.Adapun pejabat yang melaksanakan sertijab hari ini antara lain:1. Irjen Pol. Helmi Santika, S.H., S.I.K., M.Si., menyerahkan jabatan Kapolda Lampung;2. Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H. (Dirtipideksus Bareskrim Polri) dilantik menjadi Kapolda Lampung;3. Irjen Pol. Drs. Rusdi Hartono, M.Si., menyerahkan jabatan Kapolda Sulawesi Selatan;4. Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo, S.H., M.H. (Dirtipidum Bareskrim Polri) dilantik menjadi Kapolda Sulsel;5. Irjen Pol. Drs. Hendro Pandowo, M.Si., menyerahkan jabatan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung;6. Irjen Pol. Dr. Viktor Theodorus Sihombing, S.I.K., M.Si., M.H., menyerahkan jabatan Kadivkum Polri dan dilantik menjadi Kapolda Kep. Babel;7. Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., menyerahkan jabatan Kapolda Sulawesi Tengah dan dilantik menjadi Kadivkum Polri;8. Irjen Pol. Endi Sutendi, S.I.K., S.H., M.H. (Waastamaops Kapolri) dilantik menjadi Kapolda Sulawesi Tengah;9. Brigjen Pol. Nanang Chadarusman, S.I.K., M.H., menyerahkan jabatan Kasetum Polri;10. Kombes Pol. Emi Sumijati, S.H. (Psikolog Kepolisian Madya Tk I SSDM Polri) dilantik menjadi Kasetum Polri.Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menjelaskan bahwa mutasi dan sertijab di tubuh Polri merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier yang terencana dan berkelanjutan.“Rotasi dan promosi jabatan ini adalah bentuk penyegaran organisasi sekaligus bagian dari komitmen Kapolri dalam memperkuat soliditas, profesionalisme, dan efektivitas kinerja Polri di seluruh lini,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.Ia menambahkan, dinamika jabatan ini juga menjadi upaya untuk memberikan ruang regenerasi kepemimpinan yang mampu menyesuaikan dengan tantangan tugas kepolisian di era modern.“Setiap pejabat yang dipercaya menduduki jabatan baru diharapkan dapat langsung beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sesuai dengan semangat Presisi yang menjadi pedoman utama Polri,” tegasnya.Upacara sertijab berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para pejabat utama Mabes Polri serta keluarga besar Polri. Momentum ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat. PNO-12 31 Okt 2025, 08:55 WIT
Personel Polairud dan Warga Waisarissa Evakuasi Korban Tenggelam Papuanewsonline.com, Ambon - Crew Kapal Polisi (KP) XVI -2001 bersama sejumlah warga di Waisarissa, kecamatan Kairatu Barat, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), melakukan evakuasi korban tenggelam atas nama Dominggus Simaela alias Ongen, di Puskesmas terdekat di Kamal. Sayangnya, nyawa korban tak bisa tertolong. Pria 30 tahun ini meninggal dunia, Senin (27/10/2025).Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, mengatakan, kasus ini diketahui setelah mendapatkan laporan orang tenggelam dari masyarakat yang datang di Pos Polair KP-2001 pada pukul 17.15 WIT.Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, crew KP-2001 langsung bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pencarian. Setibanya di TKP, personel Polairud melihat korban telah ditemukan oleh dua orang pelajar yakni AP, 15 Tahun (saksi 1) dan dua kawannya. Tim kemudian bergegas membantu kedua saksi untuk mengevakuasi korban di tepian pantai."Saat personel Polair tiba di TKP mereka melihat korban sudah ditemukan oleh saksi 1 dan 2 kawannya. Personel kemudian membantu membawa korban ke tepi pantai," ungkapnya.Di tepian pantai, personel kemudian melakukan pertolongan pertama terhadap korban yang tak sadarkan diri. Personel memberikan tekanan atau kompresi dada (compression), membuka jalur napas (airways), dan memberi bantuan napas atau napas buatan (breathing)."Setelah korban sempat bernapas, personel segera melakukan evakuasi korban ke Puskesmas Kamal guna mendapatkan bantuan medis," jelasnya.Setibanya di Puskesmas Kamal, personel Polair beserta warga meminta pertolongan kepada petugas medis. Namun, diduga dengan keterbatasan tenaga medis dan peralatan yang dibutuhkan, korban dinyatakan meninggal dunia.Sebelum ditemukan tenggalam, saksi 1 yang kala itu sedang duduk di pantai sempat melihat korban sedang berenang. Saksi kemudian menoleh ke belakang karena ada kawannya yang baru datang menggunakan sepeda motor. Saat kembali melihat ke arah pantai korban yang sebelumnya sedang berenang sudah tidak terlihat. Saksi kemudian sempat memanggil korban dengan meneriakkan namanya "Ongen"."Karena tidak melihat korban saksi 1 dan dua kawannya langsung berenang mencari korban. Saat personel Polair datang setelah menerima laporan orang tenggelam, korban sudah ditemukan. Personel kemudian membantu membawa korban ke tepian pantai," jelasnya.Kabid Humas Polda Maluku menghimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di pantai. Ia menyarankan untuk tidak melaut apabila situasi lautan kurang bersahabat."Kalau musim ombak, kami berharap agar jangan dulu melaut. Selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG. Utamakan keselamatan saat beraktivitas di pantai," ajaknya. PNO-12 31 Okt 2025, 08:47 WIT
Karo Ops Polda Maluku Tekankan Respons Cepat Penanganan Situasi Kontijensi Papuanewsonline.com, Ambon – Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Ronald Reflie Rumondor, S.I.K., M.Si menekankan kepada seluruh personel untuk dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam merespon cepat situasi kontijensi.Penekanan ini disampaikan Karo Ops dalam arahannya saat membuka kegiatan peningkatan kemampuan personel dalam penanganan kontijensi yang dihelat untuk mendukung program Quick Response Time.Kegiatan yang dilaksanakan di ruang video conference Markas Polda Maluku pada Rabu 29 Oktober 2025 ini dihadiri Kabag Ops dan Tim Quick Response Time Polres/TA jajaran melalui sarana zoom meeting.Karo Ops pada kegiatan itu menjelaskan mengenai alur respon cepat yang telah disepakati bersama. Ia menegaskan pentingnya kepekaan para operator Quick Response Time dalam memantau setiap perkembangan situasi di lapangan.“Sumber laporan bisa datang dari berbagai kanal, seperti Call Center 110, telepon, WhatsApp, media sosial, hingga email. Operator harus tanggap dan segera menindaklanjuti setiap informasi yang masuk,” tegas Kombes Rumondor.Ia juga mengingatkan agar setiap perkembangan situasi dilaporkan kembali kepada masyarakat pelapor, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kepercayaan mereka terhadap Polri.Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan teknis tahapan penanganan situasi kontijensi oleh Dit Samapta Polda Maluku dan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Maluku.Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan personel dalam merespons cepat setiap potensi gangguan kamtibmas semakin optimal, sehingga tercipta pelayanan kepolisian yang sigap, profesional, dan humanis. PNO-12 31 Okt 2025, 08:33 WIT
Polisi Inspiratif: IPTU Bastian Tuhuteru Menerima Hoegeng Corner Awards 2025 Papuanewsonline.com, Ambon – Sosok polisi inspiratif kembali hadir dari jajaran Kepolisian Daerah Maluku. IPTU Bastian Tuhuteru, S.Pd, Kapolsek Leklula Polres Buru Selatan, dinobatkan sebagai penerima Hoegeng Corner Awards 2025 untuk kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya yang luar biasa dalam melayani masyarakat di wilayah terpencil dan minim akses pendidikan maupun infrastruktur.Selama bertugas di kawasan pedalaman Kabupaten Buru Selatan, IPTU Bastian dikenal luas sebagai sosok polisi yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjadi penggerak sosial, pendidik, dan penolong bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau.“Bagi saya, menjadi polisi bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga soal kemanusiaan. Di mana ada kebutuhan masyarakat, di situ harus ada kehadiran Polri,” ujar IPTU Bastian dengan rendah hati.Selain menjalankan tugas sebagai Kapolsek, IPTU Bastian aktif menjadi polisi pengajar di sejumlah kampung yang tidak memiliki sekolah formal. Ia secara rutin mendatangi anak-anak di wilayah terpencil untuk memberikan pelajaran dasar, mengajarkan kedisiplinan, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan.Dedikasinya di bidang pendidikan ini bahkan mengantarkan dirinya meraih penghargaan Polisi Teladan Tingkat Nasional (2019) serta Polisi Pengajar Terbaik di lingkungan Polda Maluku.Tidak hanya di bidang pendidikan, IPTU Bastian juga dikenal karena respon cepatnya dalam menangani konflik sosial dan isu-isu SARA di wilayah hukumnya. Pendekatan humanis dan komunikasi yang intens dengan tokoh adat serta masyarakat membuat situasi keamanan di daerah rawan konflik tetap kondusif.Salah satu kiprah heroiknya adalah menyelamatkan korban laka laut di Desa Bala, Kecamatan Kepala Madan, dengan terjun langsung ke lokasi menggunakan perahu kecil bersama warga setempat. Tindakan ini mendapat apresiasi luas dari pimpinan dan masyarakat.Dalam kesehariannya, IPTU Bastian juga aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Ia kerap mengisi Mimbar Kamtibmas di gereja setiap Minggu serta menjalankan program Jumat Keliling untuk memberikan pesan-pesan kamtibmas di berbagai desa.Atas dedikasi dan pengabdian tanpa pamrihnya, IPTU Bastian telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya Satyalanacana Pengabdian 8 Tahun, Satyalanacana Dharma Nusa, serta penghargaan dari Kapolda Maluku dan Kapolres Buru Selatan atas kiprah nyata dalam pelayanan masyarakat.Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K, M.Si., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas penghargaan yang diterima oleh IPTU Bastian. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa pengabdian tulus anggota Polri di wilayah terpencil tetap menjadi perhatian dan inspirasi bagi seluruh jajaran.“Saya bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IPTU Bastian Tuhuteru. Ia adalah contoh nyata anggota Polri yang bekerja dengan hati, melayani tanpa pamrih, dan membawa nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tugasnya,” ujar Kapolda Maluku.“Penghargaan Hoegeng Corner Awards ini bukan hanya milik IPTU Bastian semata, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh jajaran Polda Maluku. Semoga semangat pengabdian dan ketulusan beliau dapat menjadi teladan bagi seluruh anggota Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, di manapun mereka bertugas,” tambahnya.Kisah pengabdian IPTU Bastian Tuhuteru menjadi cerminan semangat **Polri Presisi ; Profesional, Responsif, dan Humanis, yang hadir hingga pelosok negeri. Sosoknya membuktikan bahwa integritas dan kepedulian sosial adalah wajah sejati dari seorang polisi yang dicintai masyarakat.Melalui penghargaan Hoegeng Corner Awards 2025, dedikasi IPTU Bastian menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus bekerja dengan hati dan menjadikan pengabdian sebagai panggilan jiwa, bukan sekadar kewajiban. PNO-12 31 Okt 2025, 08:27 WIT
Korsabhara Baharkam Polri Supervisi Fungsi Samapta dan Pamobvit di Polda Maluku Papuanewsonline.com, Ambon – Tim Supervisi dari Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri melaksanakan kunjungan kerja dan supervisi di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Maluku, Rabu, 29 Oktober 2025. Kegiatan supervisi yang dihelat di Ruang Rapat PJU Lantai 2 Polda Maluku ini menyasar Satuan Kerja (Satker) fungsi Samapta dan Pengamanan Objek Vital (Pamobvit).Tim Supervisi dipimpin Ketua Tim Brigadir Jenderal Polisi Dr. Putu Putera Sadana SIK., M.Hum., M.M. Ia didampingi 4 personel pendamping dari Korsabhara Baharkam Polri.Kegiatan supervisi dihadiri Direktur Samapta, dan Direktur Pamobvit Polda Maluku. Turut hadir para Perwira dan Bintara dari kedua Satker yang menjadi objek supervisi.Ketua Tim Supervisi, Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, dalam sambutannya membacakan arahan Kepala Korsabhara Baharkam Polri. Ia menekankan terkait fungsi Korsabhara yang merupakan pilar utama dalam pemeliharaan keamanan."Tugas yang diemban oleh Korsabhara Baharkam Polri adalah menyelenggarakan fungsi Sabhara yang meliputi Samapta, Pam Obvit, dan Pol Satwa. Intinya adalah mengutamakan pemeliharaan keamanan, memberikan pelayanan, dan penegakan hukum terbatas, serta memberikan bimbingan teknis kepada seluruh jajaran di Indonesia," ungkapnya.Tujuan utama supervisi, lanjut Brigjen Sadana, dilakukan untuk mengukur sejauh mana kebijakan dan proses kinerja yang telah ditetapkan Mabes Polri diterapkan secara baik di tingkat Polda hingga Polres. Kebijakan yang diukur mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan dan evaluasi.Beberapa poin penekanan strategis yang disampaikan meliputi peningkatan kehadiran di lapangan; menanggapi adanya persepsi publik mengenai minimnya kehadiran Polri berseragam, personel diinstruksikan untuk mengimplementasikan Motto Kabaharkam: "Polisi Sang Penolong" dan Motto Korsabhara: "Polisi Siap, Terlihat, dan Bermanfaat" melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti patroli dan bantuan kemanusiaan.Ia juga meminta kepada anggota untuk mewaspadai berbagai potensi gangguan Kamtibmas, mulai dari tawuran, kejahatan jalanan (Curanmor, Penjamretan), hingga isu-isu politik, ekonomi, dan sosial yang berpotensi menimbulkan perpecahan.Terhadap jajaran Pamobvit, diperintahkan untuk melaksanakan pengamanan Objek Vital Nasional dan Objek Vital Tertentu secara profesional dan prosedural, serta bersinergi dengan Samapta untuk bantuan pengamanan.Setiap anggota Korsabhara diajak untuk mencintai tugas dan amanah dengan tulus dan ikhlas, serta menjaga kebanggaan institusi yang dimulai dari disiplin diri, kesiapan fisik, dan profesionalisme.Kegiatan supervisi dilanjutkan dengan pendalaman materi serta pengecekan fisik terhadap kesiapan personel, kendaraan taktis, dan Alat Material Khusus (Almatsus) Samapta dan Pamobvit Polda Maluku untuk memastikan semua sarana pendukung operasional dalam kondisi prima. PNO-12 31 Okt 2025, 08:20 WIT
Pemkab Dogiyai Salurkan Dana Otsus: Wujud Kepedulian Pemerintah Terhadap Masyarakat Papuanewsonline.com, Dogiyai – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran bantuan Dana Otonomi Khusus (Otsus). Bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung sektor pendidikan, kelembagaan sosial, dan pengembangan usaha masyarakat kecil, dengan harapan mendorong kemandirian ekonomi berbasis lokal.Penyerahan bantuan dilakukan pada Senin, 27 Oktober 2025, di Aula Koteka Moge, Moanemani, Kabupaten Dogiyai, dan dihadiri langsung oleh Bupati Dogiyai Yudas Tebai, jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, dan perwakilan lembaga penerima bantuan.Dalam sambutannya, Bupati Dogiyai Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Dogiyai.“Bantuan ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi untuk memperkuat fondasi masyarakat dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi,” ujar Yudas.Menurutnya, dana Otsus yang disalurkan mencakup bantuan bagi lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, kelompok usaha kecil, serta sekitar 400 warga penerima bantuan pendidikan langsung.Bupati Yudas juga mengingatkan agar seluruh penerima menggunakan bantuan tersebut secara tepat sasaran dan bertanggung jawab, guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.Bupati menegaskan bahwa Pemkab Dogiyai berkomitmen menjalankan pengelolaan dana Otsus secara transparan dan akuntabel, dengan melibatkan pengawasan publik serta lembaga terkait.“Penyaluran ini kami lakukan secara terbuka. Semua lembaga dan kelompok penerima sudah melalui proses verifikasi agar dana benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” tegas Yudas Tebai.Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana Otonomi Khusus, yang sering menjadi sorotan di berbagai daerah di Papua.Melalui penyaluran dana Otsus ini, Pemkab Dogiyai berharap dapat menghidupkan semangat pendidikan dan budaya kerja produktif di kalangan masyarakat. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi kreatif serta memperluas lapangan kerja lokal, terutama bagi generasi muda Dogiyai.Salah satu penerima bantuan, perwakilan dari Yayasan Kasih Bara Enakbaboo, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah daerah.“Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk mendukung pendidikan anak-anak di wilayah pedalaman. Kami akan manfaatkan dengan baik demi masa depan generasi Dogiyai,” ungkapnya.Dalam penutupannya, Bupati Yudas menegaskan bahwa tujuan akhir dari kebijakan ini adalah membangun Dogiyai dari akar masyarakat desa, memperkuat solidaritas sosial, dan mewujudkan kesejahteraan berkeadilan di seluruh distrik.“Dana Otsus bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi wujud kasih dan tanggung jawab pemerintah untuk memberdayakan rakyatnya,” tutur Yudas dengan tegas.Dengan semangat ini, Pemkab Dogiyai berkomitmen menjadikan dana Otsus sebagai alat perubahan positif, bukan sekadar bantuan finansial, tetapi investasi untuk masa depan generasi Dogiyai yang mandiri dan berdaya saing.Penulis: Hendrik Editor: GF  31 Okt 2025, 03:38 WIT
Wakil Rakyat Suarakan Aspirasi Masyarakat: DPRD Paniai Tolak Penempatan Marinir di Distrik Ekadide Papuanewsonline.com, Paniai — Gelombang penolakan terhadap kehadiran pasukan Marinir di wilayah pegunungan Paniai kian menguat. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paniai, Yudas Nawipa, secara tegas menyampaikan bahwa masyarakat Wilayah 3 Paniai, khususnya di Distrik Ekadide, menolak penempatan pasukan Marinir di daerah mereka. Menurut Yudas, kehadiran Marinir di wilayah pegunungan dinilai tidak relevan dengan kondisi geografis serta berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia menilai langkah penempatan pasukan tersebut seharusnya mempertimbangkan karakteristik wilayah, kebutuhan keamanan, dan aspek sosial budaya masyarakat setempat. “Saya meminta Panglima TNI untuk meninjau ulang penempatan pasukan Marinir di Paniai karena tidak sesuai dengan kondisi geografis daerah. Masyarakat Paniai hidup di wilayah pegunungan yang damai dan memiliki dinamika tersendiri. Tidak ada alasan mendesak yang mengharuskan kehadiran pasukan Marinir di sini,” ujar Yudas dalam pernyataannya, Rabu (30/10/2025). Penolakan masyarakat bukan semata karena kehadiran aparat militer, tetapi lebih pada ketidaksesuaian fungsi dan tujuan penempatan pasukan Marinir di daerah tersebut. Yudas menjelaskan, Marinir sejatinya memiliki kompetensi utama dalam operasi laut dan pantai, bukan di medan pegunungan seperti Paniai. “Kalau di wilayah pantai mungkin relevan, tetapi di Paniai yang merupakan wilayah pegunungan, tugas itu bisa dijalankan oleh aparat keamanan setempat yang sudah memahami karakter sosial dan medan,” tambahnya. Selain itu, menurut Yudas, masyarakat Paniai selama ini telah hidup dalam suasana aman dan damai tanpa kehadiran pasukan tambahan. Oleh karena itu, ia menilai langkah penempatan Marinir justru dapat memicu kesalahpahaman antara aparat dan warga jika tidak disosialisasikan dengan baik. Sikap Yudas Nawipa mendapat dukungan luas dari berbagai tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda di Wilayah 3 Paniai. Mereka menilai bahwa pembangunan dan keamanan daerah seharusnya diutamakan melalui pendekatan kesejahteraan, bukan militerisasi. Sejumlah tokoh menegaskan bahwa masyarakat Paniai lebih membutuhkan peningkatan layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar ketimbang penambahan pasukan bersenjata. “Kami ingin pemerintah pusat memahami bahwa keamanan sejati di Papua bukan hanya soal senjata, tetapi bagaimana masyarakat sejahtera dan merasa dilibatkan dalam pembangunan,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Ekadide. Yudas Nawipa juga menyerukan agar pemerintah daerah dan aparat keamanan duduk bersama untuk melakukan evaluasi dan dialog terbuka dengan masyarakat terkait kebijakan penempatan pasukan di Paniai. Ia berharap langkah ini dapat mencegah potensi kesalahpahaman serta menjaga stabilitas sosial dan keamanan di wilayah tersebut. “Kita tidak ingin ada ketegangan baru yang justru merugikan masyarakat. Saya percaya dengan komunikasi yang baik, pemerintah dan TNI bisa memahami aspirasi warga,” tegas Yudas. Dengan pernyataan ini, DPRD Paniai berharap agar Panglima TNI segera meninjau ulang kebijakan penempatan pasukan Marinir di Distrik Ekadide, dan menggantinya dengan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat yang lebih humanis dan sesuai konteks lokal. Penulis: Hendrik Editor: GF 31 Okt 2025, 03:25 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT