logo-website
Selasa, 10 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Provinsi Papua Raih Penghargaan Atas Kenaikan Signifikan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Papuanewsonline.com, Jakarta — Provinsi Papua kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, pemerintah provinsi tersebut menerima Penghargaan Pelayanan Kepemudaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) berkat keberhasilan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) secara signifikan dalam dua tahun terakhir. Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Kemenpora RI dalam malam apresiasi kepemudaan di Jakarta, Selasa (28 Oktober 2025), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, hadir secara langsung mewakili Pemerintah Provinsi Papua untuk menerima penghargaan tersebut. Dalam sambutannya, Aryoko menegaskan bahwa penghargaan ini bukan semata keberhasilan pemerintah daerah, tetapi hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat — terutama generasi muda yang telah menunjukkan semangat perubahan dan kemandirian. “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa anak muda Papua mampu bersaing, berprestasi, dan memberi warna positif bagi Indonesia. Kami akan terus membuka ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, berinovasi, dan memimpin di berbagai sektor pembangunan,” ujar Aryoko penuh semangat. Peningkatan IPP Papua dalam dua tahun terakhir dinilai sangat signifikan. Berdasarkan data Kemenpora RI, IPP Papua tahun 2024 mencapai angka 56,33, naik tajam dari capaian tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan di berbagai aspek, seperti: Pendidikan dan keterampilan: 70% Kesehatan dan kesejahteraan: 65% Gender dan inklusi sosial: 53,33% Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua, Sonya Monim, keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi lintas sektor antara pemerintah, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, serta komunitas lokal melalui Rencana Aksi Daerah (RAD) Pembangunan Pemuda yang disusun secara berkelanjutan. “Kami tidak hanya fokus pada angka statistik, tetapi juga pada dampak nyata bagi pemuda di akar rumput — terutama di bidang pendidikan, kewirausahaan, dan kepemimpinan sosial,” jelas Sonya. Pemerintah Provinsi Papua menilai peningkatan IPP ini membawa manfaat strategis bagi daerah, antara lain meningkatkan kepercayaan publik dan investor, terutama dalam sektor pendidikan dan pengembangan SDM, mendorong partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan daerah melalui inovasi dan kolaborasi lintas komunitas dan membuka peluang dukungan afirmatif dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan berbasis pemuda. Aryoko menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen untuk menjadikan pembangunan pemuda sebagai prioritas strategis dalam memperkuat fondasi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Papua di masa depan. “Generasi muda Papua bukan hanya penerus, tetapi pelaku utama transformasi. Kami akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada kreativitas, inovasi, dan kesejahteraan mereka,” tutupnya. Penulis: Jid Editor: GF   31 Okt 2025, 03:17 WIT
Skandal Korupsi Aerosport Mengguncang Mimika: Empat ASN Resmi Ditahan Kejati Papua Papuanewsonline.com, Jayapura — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua resmi menahan empat Aparatur Sipil Negara (ASN) dari lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terkait dugaan korupsi proyek pembangunan sarana dan prasarana aerosport pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika tahun anggaran 2021. Keempat tersangka, masing-masing berinisial DM, HW, RJW, dan M, merupakan anggota Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan yang bertanggung jawab atas proses tender pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Mimika. Penahanan dilakukan usai keempatnya menjalani pemeriksaan intensif selama lima jam di Kantor Kejati Papua, Jayapura, pada Rabu malam, 29 Oktober 2025. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, mereka langsung digiring ke Rutan Abepura untuk menjalani penahanan selama 20 hari ke depan. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Papua, Nixon Mahuse, mengungkapkan bahwa hasil penyidikan menunjukkan adanya pelanggaran serius dalam proses lelang proyek. Menurutnya, keempat ASN tersebut secara sengaja memenangkan PT Karya Mandiri Permai sebagai pelaksana proyek, meskipun perusahaan itu tidak memenuhi persyaratan administratif maupun teknis sesuai ketentuan pengadaan. “Perusahaan tersebut secara hukum tidak layak memenangkan tender, namun Pokja tetap memaksakan penetapan pemenang. Ada indikasi kuat bahwa keputusan itu disengaja dan melibatkan kepentingan tertentu,” tegas Nixon dalam konferensi persnya. Proyek pembangunan fasilitas aerosport ini sendiri memiliki nilai kontrak sekitar Rp79 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika tahun 2021. Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan Kejati Papua, Valeri Deddy Sawaki, menjelaskan bahwa proyek aerosport tersebut meliputi pekerjaan timbunan tanah seluas 222.477 meter kubik. Namun, hasil pemeriksaan teknis menunjukkan realisasi pekerjaan hanya mencapai 104.470 meter kubik, jauh dari volume yang ditetapkan dalam kontrak. “Selisih pekerjaan tersebut menimbulkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp31,3 miliar,” ungkap Valeri. Penyidik juga menduga terdapat penggelembungan volume pekerjaan dan manipulasi laporan kemajuan proyek. Saat ini, tim penyidik masih melakukan pendalaman terhadap peran pihak-pihak lain yang diduga ikut menikmati hasil korupsi tersebut. Valeri menegaskan, penyidikan tidak akan berhenti pada empat ASN ini saja. Sejumlah pihak lain yang terlibat dalam proyek — mulai dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, hingga konsultan perencana — juga tengah diperiksa secara intensif. “Kami akan dalami seluruh mata rantai proyek ini. Siapa pun yang terbukti ikut serta dalam praktik korupsi, akan diproses hukum tanpa pandang bulu,” ujarnya. Kasus ini, menurut Valeri, menjadi peringatan keras bagi seluruh aparatur pemerintah daerah agar tidak menyalahgunakan jabatan dan wewenang demi keuntungan pribadi. Keempat tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, yang mengatur ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal dua puluh tahun penjara, serta denda hingga Rp1 miliar. Kejati Papua juga memastikan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional, demi menegakkan keadilan dan memulihkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Penulis: Jid Editor: GF 31 Okt 2025, 03:11 WIT
Sambut Hari Kesehatan Nasional, Dinkes Mimika Targetkan 10 Ribu Warga Jalani MCU Gratis! Papuanewsonline.com, Timika — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika meluncurkan program besar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat: Medical Check Up (MCU) gratis untuk 10 ribu warga. Program ini akan dilaksanakan di tujuh Puskesmas dalam wilayah Kota Timika, sebagai bagian dari implementasi program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Langkah ambisius ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya deteksi dini penyakit. Kepala Seksi Pembiayaan Dinas Kesehatan Mimika, Farida, menjelaskan bahwa program ini menargetkan 10.000 warga Mimika untuk mendapatkan pemeriksaan gratis. “Syaratnya cukup sederhana, hanya menunjukkan KTP Mimika. Kami ingin seluruh masyarakat, dari usia muda hingga lanjut usia, memiliki kesadaran untuk rutin memeriksa kesehatan,” ujarnya, Kamis (30/10/2025). Farida menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial memperingati Hari Kesehatan Nasional, tetapi juga gerakan nyata menuju masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. “Di tahun 2024 usia harapan hidup masyarakat Mimika baru sekitar 70 tahun. Harapan kami, dengan program MCU ini, usia harapan hidup bisa meningkat hingga 75 tahun ke depan,” ungkapnya optimis. Program MCU gratis ini dirancang untuk mendeteksi dini berbagai faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, hingga gangguan fungsi hati dan ginjal. Dengan pemeriksaan rutin, masyarakat diharapkan bisa mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat sebelum penyakit berkembang lebih jauh. “Banyak orang baru tahu dirinya sakit setelah kondisinya parah. Padahal, kalau dicek sejak awal, banyak penyakit bisa dicegah atau dikontrol dengan baik,” jelas Farida. Selain itu, Dinas Kesehatan Mimika juga akan memberikan edukasi kesehatan dan konseling gizi di setiap lokasi pelaksanaan MCU untuk membantu masyarakat memahami gaya hidup sehat yang berkelanjutan. Tujuh Puskesmas yang ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan program ini meliputi Puskesmas Timika Jaya, Pasar Sentral, Wania, Kwamki Lama, Mapurujaya, Karang Senang, dan Puskesmas SP2-SP5. Seluruh fasilitas tersebut telah disiapkan dengan tenaga medis, alat pemeriksaan standar, serta ruang layanan yang nyaman agar kegiatan berjalan lancar. Dinkes Mimika juga memastikan bahwa hasil pemeriksaan setiap peserta akan dicatat dan ditindaklanjuti dengan monitoring kesehatan lanjutan di Puskesmas masing-masing. “Kami tidak hanya ingin masyarakat datang cek kesehatan, tapi juga terus melakukan pemantauan secara berkala agar kesehatannya benar-benar terjaga,” tambah Farida. Untuk memastikan seluruh warga mengetahui dan berpartisipasi dalam program ini, Dinas Kesehatan Mimika telah melakukan kampanye informasi publik melalui media sosial, selebaran, dan kerja sama lintas instansi. “Kami sudah minta semua Puskesmas untuk menyebarkan flyer dan informasi di setiap wilayah. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat tahu manfaat dari MCU dan tertarik ikut,” pungkas Farida. Penulis: Jid Editor: GF 31 Okt 2025, 03:07 WIT
Mimika Terus Bergerak, Dua Distrik Baru Diresmikan untuk Dekatkan Pelayanan hingga Perbatasan Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah Kabupaten Mimika kembali mencatat langkah penting dalam sejarah pembangunan daerah dengan membentuk dua distrik baru: Distrik Mimika Gunung dan Distrik Mimika Utara. Langkah strategis ini merupakan bagian dari kebijakan pemerataan pembangunan dan perluasan jangkauan pelayanan publik hingga ke wilayah-wilayah perbatasan dan pegunungan yang selama ini sulit dijangkau. Pengumuman pembentukan dua distrik baru tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, di hadapan ratusan warga dari empat suku besar — Moni, Mee, Amungme, dan Kamoro — dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Jalan Trans Timika–Wagete, Kamis (30/10/2025). Dalam kesempatan itu, Bupati Rettob secara resmi menunjuk Primus Wamoni sebagai Pelaksana Kepala Distrik Mimika Gunung, serta Jery Diwitou sebagai Pelaksana Kepala Distrik Mimika Utara. Keduanya akan segera menjalankan tugas perdana dalam rangka memperkuat tata kelola pemerintahan di wilayah hasil pemekaran dari Distrik Iwaka dan Kuala Kencana. “Hari ini saya datang lihat kamu. Saya mau bicara wilayah pemerintahan. Ini Kabupaten Mimika sampai di gunung. Bapa ibu semua orang Mimika,” ujar Bupati Rettob disambut tepuk tangan warga. Bupati menegaskan bahwa pembentukan dua distrik baru ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk mendekatkan layanan pemerintahan dan mempercepat pembangunan di daerah terpencil. Dalam dialog terbuka bersama masyarakat, Bupati Rettob juga menyampaikan sejumlah rencana konkret pemerintah untuk memperkuat pelayanan dasar, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pembuatan KTP di lapangan, serta pembentukan kampung-kampung persiapan sesuai usulan warga. “Sebulan sekali pegawai kita akan datang lakukan pemeriksaan kesehatan gratis di sini, juga buka pendaftaran KTP di tempat ini. Kita akan bentuk kampung-kampung persiapan sesuai masukan 22 kampung. Sementara akan dibangun satu pustu di wilayah ini,” jelas Rettob. Ia juga memastikan bahwa Distrik Mimika Utara akan mencakup wilayah hingga Kapiraya, dengan fokus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan serta meningkatkan konektivitas antarwilayah pesisir dan pegunungan. Langkah Pemkab Mimika ini disambut positif oleh para tokoh adat dan masyarakat yang hadir. Perwakilan dari keempat suku menyampaikan apresiasi serta aspirasi terkait pemekaran kampung, peningkatan layanan publik, dan pengelolaan lahan adat. Mereka berharap, kehadiran distrik baru ini tidak hanya memperpendek jarak layanan pemerintahan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. “Kami senang akhirnya pemerintah hadir langsung di sini. Dengan distrik baru, kami berharap pembangunan bisa lebih cepat dan anak-anak kami bisa sekolah tanpa harus jauh-jauh,” ujar salah satu tokoh masyarakat Moni. Pemekaran wilayah menjadi dua distrik baru ini merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kabupaten Mimika untuk mewujudkan pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan struktur pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat, Pemkab Mimika menargetkan peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. “Pemerintah hadir bukan hanya di kota, tetapi juga di gunung dan pesisir. Semua warga berhak mendapatkan pelayanan yang sama,” tegas Bupati Rettob. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan masyarakat, Mimika kini melangkah menuju tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan berkeadilan, menjangkau hingga pelosok dan perbatasan daerah. Penulis: Jid Editor: GF 31 Okt 2025, 02:48 WIT
Danlanud Cup 2025: Aksi Gemilang Komandan Lanud YKU Bawa Dirgantara B Menang 2-0 Papuanewsonline.com, Timika — Sorak sorai penonton menggema di GOR SP5 Mimika, Kamis (30/10/2025), ketika Komandan Lanud Yohanis Kapiyau (YKU) Timika, Kolonel Pnb Asri Efendi Rangkuti, tampil luar biasa di lapangan futsal. Dalam laga panas Danlanud Cup 2025, ia tidak hanya memimpin secara taktis dari pinggir lapangan, tetapi juga turun langsung dan memberikan dua assist brilian yang mengantarkan timnya, Dirgantara B, meraih kemenangan gemilang 2–0 atas Eagle FC. Kemenangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat kepemimpinan dan kekompakan bisa bersatu dalam satu lapangan — menginspirasi sekaligus menghibur seluruh penonton yang hadir. Sejak peluit awal dibunyikan, laga berlangsung cepat dan intens. Dirgantara B tampil agresif dengan permainan bola pendek yang rapi dan koordinasi antar pemain yang solid. Kolonel Pnb Asri Efendi Rangkuti, yang dikenal sebagai sosok berkarisma dan disiplin, menunjukkan ketenangan dan ketajaman visi bermain. Pada menit pertengahan babak pertama, ia melepaskan umpan terukur dari tengah lapangan yang berhasil dimaksimalkan oleh Prada Hamid menjadi gol pembuka. Sorakan penonton menggema, mengiringi perayaan gol yang penuh semangat. Tidak berhenti di situ, menjelang akhir babak pertama, sang komandan kembali menunjukkan magisnya. Lewat pergerakan cepat di sisi kanan, ia kembali mengirimkan assist manis kepada Sertu Nuryadi, yang dengan dingin menggandakan keunggulan menjadi 2–0. Babak kedua berlangsung ketat, dengan Eagle FC mencoba mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan Dirgantara B tampil disiplin dan kokoh hingga peluit panjang dibunyikan. Usai pertandingan, Kolonel Pnb Asri Efendi Rangkuti menegaskan bahwa kemenangan ini bukan hanya soal skor, melainkan hasil dari semangat kebersamaan dan sportivitas yang menjadi jiwa dalam setiap kegiatan olahraga TNI AU. “Suatu kebanggaan bisa berkontribusi untuk tim Dirgantara B. Kemenangan ini bukan karena individu, tapi karena kekompakan dan kerja sama tim. Inilah semangat Dirgantara sejati — solid, sportif, dan pantang menyerah,” ujarnya penuh semangat. Ia juga mengapresiasi panitia penyelenggara dan seluruh peserta Danlanud Cup 2025 yang telah menjaga sportivitas dan kekeluargaan selama turnamen berlangsung. Dengan kemenangan kedua ini, Dirgantara B kini memimpin puncak klasemen grup C dan semakin percaya diri menghadapi laga selanjutnya. Tim ini menjadi salah satu kandidat kuat juara di ajang bergengsi tahunan yang mempertemukan berbagai satuan di lingkungan Lanud YKU Timika. Danlanud Cup 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antar personel TNI AU dan masyarakat sekitar, memperkuat solidaritas serta semangat kebersamaan di Kabupaten Mimika. Penulis: Jid Editor: GF   31 Okt 2025, 01:02 WIT
Mimika Siapkan Generasi Emas 2045: Pemkab dan UNCEN Luncurkan Grand Design Pendidikan Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika resmi meluncurkan Grand Design Pembangunan Pendidikan (GDPP) Kabupaten Mimika Tahun 2025–2045, sebagai tonggak penting dalam menyiapkan generasi emas yang siap bersaing di era global. Program ambisius ini dibuka dalam sebuah Workshop bertajuk “Urgensi Pengembangan Grand Design Pembangunan Pendidikan Mimika 2025–2045”, yang digelar di Hotel Horison Ultima Timika, pada Kamis (30/10/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Pusat Studi Kependudukan Universitas Cenderawasih (Uncen) ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, akademisi, serta perwakilan masyarakat. Workshop dibuka secara simbolis dengan pemukulan tifa bersama-sama, sebagai tanda komitmen seluruh peserta untuk bergerak dalam harmoni menuju transformasi pendidikan yang berkelanjutan dan berkeadilan di Bumi Amungsa. Mewakili Bupati Mimika, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, menyampaikan bahwa penyusunan Grand Design ini merupakan langkah strategis dan visioner untuk menata arah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terencana dan berkesinambungan hingga dua dekade mendatang. “Grand Design Pembangunan Pendidikan ini bukan hanya dokumen perencanaan, tetapi juga peta jalan yang akan menuntun Mimika menuju masyarakat yang cerdas, berdaya saing, dan berkarakter,” ujar Frans Kambu dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang berbasis data, bukti, dan konteks lokal, sehingga kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Mimika secara menyeluruh. Menurutnya, arah kebijakan pendidikan yang kuat akan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan visi besar Gerbang Emas (Gerakan Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Adil dan Sejahtera), yang menjadi prioritas pembangunan daerah. Dalam kesempatan tersebut, Frans juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, lembaga riset, serta masyarakat. Ia berharap GDPP dapat menjadi pedoman bersama dalam memperkuat sistem pendidikan yang inklusif, adaptif terhadap teknologi, serta berorientasi pada pemerataan kesempatan belajar. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan pendidikan di Mimika memerlukan sinergi seluruh komponen masyarakat — dari dunia usaha, akademisi, tokoh agama, hingga pemuda dan perempuan. Semua punya peran penting,” tegasnya. Penyusunan GDPP 2025–2045 ini juga diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan daerah, mulai dari kesenjangan akses pendidikan antara wilayah pesisir dan pegunungan, hingga peningkatan mutu tenaga pendidik dan fasilitas belajar yang layak. Melalui workshop ini, Bappeda Mimika dan Universitas Cenderawasih sepakat untuk membangun sistem pendidikan yang tidak hanya menekankan pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan abad ke-21, serta kesiapan menghadapi perubahan sosial dan ekonomi global. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, para peserta menyepakati pentingnya menjadikan GDPP sebagai acuan lintas sektor dalam setiap program pembangunan, agar investasi di bidang pendidikan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat Mimika. “Jika kita ingin Mimika menjadi daerah maju dan sejahtera di tahun 2045, maka kuncinya adalah pendidikan. Inilah warisan terbaik untuk generasi penerus kita,” tutup Frans Kambu penuh optimisme. Penulis: Jid Editor: GF   31 Okt 2025, 00:21 WIT
Pemkab Mimika melalui Dinas Satpol PP Perkuat Sinergi penegakan Perda melalui Penyegaran PPNS Papuanewsonline.com, Timika — Dalam upaya memperkuat penegakan hukum dan ketertiban di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar kegiatan Penyegaran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2025, bertempat di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, dengan tema “Sinergitas dan Kolaborasi Pemerintah Daerah Bersama Stakeholder dalam Penegakan Peraturan Daerah Guna Mewujudkan Mimika Rumah Kita yang Aman, Nyaman, dan Tertib.” Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, yang hadir mewakili Bupati Mimika. Dalam sambutannya, Frans menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas dan profesionalisme aparatur, khususnya para PPNS sebagai garda terdepan penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada). “PPNS adalah ujung tombak dalam menciptakan ketertiban umum, ketenteraman masyarakat, serta perlindungan terhadap hak-hak warga yang dijamin dalam peraturan daerah,” tegas Frans Kambu di hadapan para peserta. Menurut Frans, penyegaran ini tidak hanya sekadar pelatihan teknis, tetapi juga sarana untuk memperkuat nilai integritas dan moralitas dalam menjalankan tugas. Ia menekankan pentingnya PPNS untuk mampu bekerja profesional, berwibawa, serta menjunjung tinggi etika pelayanan publik. “Peran PPNS bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga memastikan kebijakan daerah berjalan secara adil dan manusiawi. Integritas dan rasa tanggung jawab harus menjadi dasar dalam setiap tindakan,” tambahnya. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan PPNS dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Mereka mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber nasional yang berpengalaman di bidang penegakan hukum daerah dan tata kelola pemerintahan. Dua narasumber utama yang hadir dalam kegiatan ini adalah Kombes Pol. Endang Rasidin, S.I.K., Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Reskrim Polri Megamendung, serta Dr. Benhard Rondonuwu, S.H., M.Si., Direktur Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Kementerian Dalam Negeri. Keduanya menyoroti pentingnya sinergi antara PPNS, Satpol PP, aparat kepolisian, dan lembaga hukum lainnya dalam memastikan efektivitas penegakan peraturan daerah. Mereka juga menekankan perlunya pembaruan pemahaman hukum dan kemampuan investigatif bagi para penyidik agar dapat menghadapi dinamika penegakan hukum modern. “Koordinasi yang solid antarinstansi akan memperkuat kepercayaan publik terhadap aparat daerah. PPNS yang profesional dan berintegritas akan menciptakan iklim pemerintahan yang tertib dan berkeadilan,” ujar Kombes Pol. Endang Rasidin. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap koordinasi lintas sektor dapat semakin kuat, terutama dalam mendorong penegakan hukum daerah yang berpihak kepada masyarakat. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi bagi Mimika dalam mewujudkan visi daerah yang aman, tertib, dan nyaman untuk semua. “Mimika adalah rumah kita bersama. Untuk menjaganya tetap aman dan nyaman, PPNS harus menjadi pelindung masyarakat sekaligus penegak aturan yang humanis,” tutup Frans Kambu. Penulis: Jid Editor: GF 31 Okt 2025, 00:08 WIT
TIFA Creative Timika Bawa Pesona Papua ke Maluku Tenggara di Festival Meti Kei 2025 Papuanewsonline.com, Maluku Tenggara — Langit sore Pantai Ngur Sarnadan, Ohoililir, menjadi saksi bagaimana semangat budaya dan persaudaraan antar daerah hidup dalam gerak dan irama. Di bawah gemuruh tepuk tangan penonton, TIFA Creative Timika tampil memukau di panggung Festival Meti Kei 2025, Kamis (30/10/2025). Sepuluh penari muda dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sukses menghadirkan penampilan memikat yang menggabungkan keindahan tarian adat Papua dan nuansa khas budaya Kei. Gerakan penuh semangat, diiringi tabuhan tifa dan nyanyian etnik, menggambarkan kekuatan persatuan dan cinta terhadap tanah air. Bukan sekadar pertunjukan seni, penampilan mereka menjadi simbol kolaborasi budaya antara dua wilayah timur Indonesia yang kaya nilai dan tradisi. “Kami sangat bangga bisa membawa nama Timika ke Festival Meti Kei 2025. Ini bukan hanya tentang menari, tapi tentang memperkenalkan jati diri dan semangat kebudayaan Papua kepada saudara-saudara kami di Maluku Tenggara,” ujar Yosef, Ketua TIFA Creative Timika, dengan wajah penuh haru dan bangga. Dalam penampilannya, TIFA Creative Timika membawakan repertoar bertajuk “Irama Tifa di Bawah Matahari Timur”, sebuah karya tari yang memadukan unsur gerak tradisional Papua dengan gaya tarian Kei yang lembut namun energik. Tema tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan laut, serta semangat gotong royong yang menjadi fondasi budaya di timur Nusantara. Penampilan ini tak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga nilai-nilai adat dan harmoni alam. Setiap hentakan kaki dan ayunan tangan para penari membawa penonton larut dalam suasana sakral yang merefleksikan kekuatan spiritual masyarakat Papua. “Kami ingin menunjukkan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tapi juga jembatan masa depan. Melalui tarian ini, kami ingin menyatukan perbedaan lewat seni,” tambah Yosef. Festival Meti Kei merupakan acara budaya tahunan yang merayakan fenomena alam “meti”—saat air laut surut dan memperlihatkan hamparan pasir putih yang menghubungkan pulau-pulau di Kepulauan Kei. Fenomena alam unik ini selalu menjadi momentum perayaan besar yang diwarnai dengan pameran budaya, parade seni, dan pertunjukan musik tradisional. Tahun 2025, festival ini menjadi lebih istimewa karena menghadirkan kolaborasi budaya lintas provinsi, termasuk dari Papua Tengah. Pemerintah Daerah Maluku Tenggara juga mengapresiasi partisipasi TIFA Creative Timika sebagai bentuk nyata dari semangat Bhinneka Tunggal Ika. “Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat jalinan antar daerah di Indonesia Timur. Kehadiran Timika memberikan warna baru dan semangat kebersamaan yang luar biasa,” ujar salah satu panitia Festival Meti Kei 2025. Kehadiran TIFA Creative Timika di ajang ini menjadi bukti bahwa generasi muda Papua memiliki semangat besar untuk mengangkat dan melestarikan kebudayaan lokal. Melalui seni tari, mereka bukan hanya memperkenalkan budaya Papua ke daerah lain, tetapi juga memperkuat jalinan emosional antara masyarakat Papua dan Maluku Tenggara yang selama ini memiliki akar sejarah dan budaya yang saling bersinggungan. “Kami ingin agar anak-anak muda di seluruh Indonesia bisa saling mengenal budaya masing-masing. Dari sinilah kita belajar menghargai perbedaan dan memperkuat persatuan,” pungkas Yosef. Penulis: Hendrik Editor: GF 30 Okt 2025, 22:32 WIT
MRP Papua Selatan Desak Revisi PP 54/2004 untuk Perluas Kewenangan Demi Kadaulatan OAP Papuanewsonline.com, Jayapura — Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2004 tentang Majelis Rakyat Papua. Regulasi tersebut dinilai sudah tidak relevan dengan dinamika sosial dan politik terkini, terutama setelah diberlakukannya Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua perubahan kedua. Dalam Pertemuan Asosiasi MRP se-Tanah Papua yang digelar di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (28/10/2025), Ketua MRP Papua Selatan, Damianus Katayu, menyampaikan bahwa revisi PP 54/2004 sangat mendesak dilakukan agar peran MRP sebagai lembaga representatif kultural Orang Asli Papua (OAP) semakin kuat, tidak hanya bersifat simbolik. “MRP perlu diberikan kewenangan yang lebih luas. Tidak cukup hanya memberi pertimbangan dan rekomendasi terhadap calon gubernur dan wakil gubernur OAP, tapi juga terhadap calon bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota di seluruh Tanah Papua,” tegas Katayu. Pertemuan lintas-MRP tersebut menjadi ajang penting untuk menyatukan pandangan antarprovinsi, khususnya dalam memperjuangkan afirmasi politik bagi OAP di tingkat nasional. Damianus Katayu juga menyoroti perlunya keterwakilan OAP yang lebih besar di Dewan Perwakilan Daerah (DPD), agar suara masyarakat adat Papua benar-benar terwakili di parlemen pusat. “Kami menilai, selama ini ruang politik bagi OAP masih sangat terbatas. Padahal, semangat Otsus adalah memberikan ruang keadilan, perlindungan, dan pemberdayaan bagi orang Papua dalam menentukan masa depan mereka sendiri,” ujarnya di hadapan para peserta forum. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh tenaga ahli dari Universitas Cenderawasih (Uncen) dan Universitas Papua (Unipa) yang turut memaparkan hasil kajian akademik terkait urgensi perubahan PP 54/2004. Kajian tersebut menyoroti adanya ketimpangan kewenangan antara MRP dan lembaga legislatif maupun eksekutif daerah, sehingga peran MRP dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya belum sepenuhnya efektif. Para akademisi menilai, dalam konteks otonomi khusus, MRP seharusnya tidak hanya menjadi lembaga yang memberikan rekomendasi formal, tetapi juga memiliki fungsi pengawasan dan perlindungan substantif terhadap hak-hak politik, sosial, dan budaya OAP. “MRP harus dilibatkan secara langsung dalam proses pengambilan keputusan strategis, termasuk dalam penentuan kebijakan publik yang berdampak pada masyarakat adat Papua,” papar salah satu tenaga ahli dari Uncen. Pertemuan Asosiasi MRP se-Tanah Papua ini menghasilkan kesepakatan bersama untuk membentuk tim kerja advokasi revisi PP 54/2004 yang akan menyusun draf usulan resmi kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi MRP dalam sistem pemerintahan daerah, sekaligus memastikan semangat Otsus tetap berpihak pada rakyat Papua. “Kami ingin agar Otsus tidak sekadar menjadi program administratif, tetapi benar-benar menjadi jalan bagi masyarakat Papua untuk berdiri tegak dalam martabatnya sendiri,” kata Katayu menutup pertemuan dengan penuh semangat. Penulis: Hendrik Editor: GF   30 Okt 2025, 01:25 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT