Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Timika, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Truk Bermuatan Material
Papuanewsonline.com, Timika —
Suasana duka menyelimuti warga di sekitar Jalan Budi Utomo Ujung, Distrik
Wania, Timika, setelah terjadi kecelakaan maut pada Senin (27/10/2025) pagi.
Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di tempat usai
terlibat tabrakan dengan truk bermuatan material. Peristiwa tragis itu terjadi di
kawasan padat lalu lintas yang kerap dilalui kendaraan besar dan pelajar.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, kecelakaan
terjadi begitu cepat, hanya dalam hitungan detik. Seorang pengendara motor
jenis Honda Scoopy keluar dari arah lorong dekat SMA Taruna Timika, tepat
ketika sebuah truk besar yang dikemudikan US, tengah melintas di jalur utama. “Saya sedang bawa muatan di jalur
itu, tiba-tiba motor keluar dari lorong tanpa lihat kiri kanan. Saya sudah
berusaha rem, tapi jarak terlalu dekat,” ungkap US, sopir truk, dengan nada
penuh penyesalan saat ditemui petugas di lokasi. Benturan keras tak terhindarkan.
Motor korban menghantam sisi kiri truk, dan tubuh korban terpental ke aspal.
Naas, korban kemudian terlindas ban belakang truk hingga meninggal dunia di
tempat kejadian. Warga sekitar yang panik langsung berlarian untuk memberi
pertolongan, namun nyawa korban tak terselamatkan. Tak berselang lama, Unit Laka
Satlantas Polres Mimika tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian
perkara (TKP). Petugas langsung memasang garis polisi, mengatur arus lalu
lintas yang sempat tersendat, dan mengamankan sopir truk beserta kendaraan yang
terlibat. Petugas kepolisian juga menandai
titik-titik penting di lokasi kejadian menggunakan cat putih, termasuk posisi
awal tumbukan, arah kendaraan, dan lokasi korban terjatuh. Jenazah korban kemudian
dievakuasi ke RSUD Mimika untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan medis
lebih lanjut. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan
penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan dan memeriksa keterangan
para saksi. Peristiwa ini menambah daftar
panjang kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Budi Utomo, yang selama ini
dikenal sebagai jalur padat dan rawan. Beberapa warga sekitar mengaku sudah
sering menyaksikan kejadian serupa, terutama di area dekat lorong sekolah dan
perumahan warga. “Sudah sering sekali di sini
kecelakaan, apalagi kalau pagi banyak anak sekolah dan motor keluar masuk
lorong. Harusnya dipasang rambu atau kaca cermin tikungan supaya aman,” ujar
seorang warga yang enggan disebut namanya. Warga berharap, Pemerintah
Kabupaten Mimika bersama instansi terkait dapat meninjau kembali sistem
pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut, termasuk pemasangan rambu
peringatan, marka jalan, dan pengawasan rutin dari petugas kepolisian. Kecelakaan ini menjadi pengingat
keras bagi semua pengguna jalan, baik pengendara motor maupun kendaraan besar,
agar selalu mengutamakan kewaspadaan, disiplin, dan etika berkendara. Pihak kepolisian mengimbau agar
pengendara selalu mematuhi rambu lalu lintas, tidak terburu-buru, serta
memastikan kondisi jalan aman sebelum keluar dari gang atau persimpangan. “Keselamatan di jalan adalah
tanggung jawab kita semua. Satu detik lengah bisa berakibat fatal,” tegas salah
satu anggota Satlantas Polres Mimika di lokasi kejadian. Semoga tragedi ini menjadi
pelajaran bersama untuk lebih berhati-hati di jalan, demi mencegah kehilangan
nyawa akibat kelalaian yang seharusnya bisa dihindari. Penulis: Jid Editor: GF
27 Okt 2025, 20:31 WIT
Pemkab Mimika Mantapkan Langkah Menuju Pembangunan Berbasis Data Akurat
Papuanewsonline.com, Timika —
Pemerintah Kabupaten Mimika terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata
kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis data. Komitmen
tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Statistik Sektoral
Kabupaten Mimika Tahun 2025, yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga Timika,
Senin (27/10/2025). Kegiatan yang digelar oleh Dinas
Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mimika ini mengangkat tema “Membangun
Mimika Melalui Data: Dari Sektor ke Satu Data untuk Pembangunan yang Tepat
Sasaran.” Seminar ini menjadi ruang kolaboratif bagi para pemangku kepentingan
daerah dalam memperkuat integrasi, sinkronisasi, dan validasi data statistik
sektoral yang akurat di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Asisten Bidang Perekonomian dan
Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika, Frans Kambu, mewakili Bupati
Mimika, membuka acara sekaligus menyampaikan arah kebijakan pemerintah daerah
dalam pengelolaan data pembangunan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa data
statistik sektoral merupakan fondasi penting dalam penyusunan kebijakan publik
yang efektif dan berkelanjutan. “Statistik bukan sekadar deretan
angka di atas kertas. Di balik setiap angka, ada potret nyata kondisi
masyarakat. Data yang akurat akan membawa kebijakan yang lebih tajam, program
yang lebih tepat sasaran, dan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan
rakyat,” ujar Frans Kambu. Frans menjelaskan bahwa
pemerintah daerah tidak dapat lagi mengandalkan perkiraan dalam merumuskan arah
pembangunan. Dalam era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini,
setiap keputusan pemerintah harus berbasis pada data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia mencontohkan, data sektor pendidikan,
kesehatan, ketenagakerjaan, dan infrastruktur menjadi indikator penting untuk
mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat secara komprehensif. Dengan data
yang baik, pemerintah dapat mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi yang
efektif sesuai kebutuhan tiap wilayah di Mimika. “Kita tidak bisa membuat
kebijakan berdasarkan asumsi. Semua harus berdasarkan data yang terukur dan
diperbaharui secara berkala,” tambahnya. Momentum penting dalam seminar
ini adalah peluncuran Buku Statistik Sektoral Kabupaten Mimika Tahun 2025, yang
menjadi tonggak baru dalam sistem pengelolaan data daerah. Buku tersebut memuat
berbagai indikator penting dari setiap OPD, mencakup bidang ekonomi, sosial,
pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pembangunan infrastruktur. Kepala Dinas Komunikasi dan
Informatika Kabupaten Mimika, [nama pejabat, bila tersedia], menjelaskan bahwa
buku ini diharapkan menjadi sumber referensi utama bagi OPD, lembaga
pendidikan, peneliti, serta pihak swasta dalam mendukung pembangunan daerah
berbasis bukti (evidence-based policy). “Melalui buku statistik ini, kami
ingin memastikan bahwa semua pihak memiliki akses terhadap data yang sama,
sehingga perencanaan pembangunan di Mimika dapat berjalan lebih terarah dan
sinergis,” ujarnya. Seminar ini juga dihadiri oleh
perwakilan dari berbagai OPD, akademisi, serta mitra pembangunan. Para peserta
berdiskusi mengenai mekanisme pengumpulan, verifikasi, dan integrasi data
sektoral menuju penerapan Satu Data Indonesia di tingkat daerah. Diskusi panel yang interaktif
memunculkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya pentingnya peningkatan
kapasitas sumber daya manusia pengelola data di setiap OPD, pembentukan Data
Center terintegrasi di bawah Diskominfo, serta penguatan regulasi untuk menjaga
keamanan dan validitas data. “Dengan kerja sama lintas sektor,
Mimika bisa menjadi contoh kabupaten yang mampu memanfaatkan data sebagai
kekuatan dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” kata Frans menutup
sambutannya dengan optimisme. Penulis: Abim Editor: GF
27 Okt 2025, 20:29 WIT
Papua Tengah Gelar Rakorda Pendapatan Daerah: "Pendapatan Kuat, Papua Tengah Maju"
Papuanewsonline.com, Timika —
Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat pondasi ekonomi daerah
melalui upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Rapat
Koordinasi Pendapatan Daerah (Rakorda) Tahun 2025, yang digelar di Hotel Grand
Tembaga, Timika, selama tiga hari, mulai 27 Oktober 2025. Mengusung tema “Pendapatan Kuat,
Papua Tengah Maju!”, Rakorda ini menjadi wadah penting bagi pemerintah provinsi
dan delapan pemerintah kabupaten di wilayah Papua Tengah untuk memperkuat
kolaborasi, sinkronisasi kebijakan, dan merumuskan strategi peningkatan
pendapatan daerah yang mandiri dan berkeadilan. Kegiatan ini dibuka secara resmi
oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Herman
Kayame, yang mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa. Dalam
sambutannya, Herman menegaskan pentingnya sinergi antarwilayah untuk memperkuat
kemandirian fiskal, terutama di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional yang
menuntut daerah semakin kreatif dalam mengelola sumber-sumber pendapatannya. “Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022
tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah memberi ruang bagi
daerah untuk lebih inovatif. Papua Tengah harus mampu memanfaatkan peluang ini
untuk memperkuat struktur pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada dana
transfer pusat,” ujar Herman. Dalam paparannya, Herman
menyoroti pentingnya implementasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang mulai berlaku pada tahun 2025.
Kebijakan ini, menurutnya, tidak hanya memperluas kapasitas fiskal kabupaten,
tetapi juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah
melalui sistem perpajakan yang lebih transparan dan akuntabel. Data menunjukkan bahwa setoran
opsen pajak dari delapan kabupaten di Papua Tengah telah mencapai Rp59,05
miliar. Meski capaian ini tergolong baik, Herman optimistis angka tersebut
masih dapat ditingkatkan melalui kerja sama dan komitmen kuat antarwilayah. “Kita sudah punya pondasi yang
baik. Tinggal bagaimana koordinasi antarperangkat daerah bisa lebih solid,
sehingga potensi pajak daerah dapat dimaksimalkan tanpa membebani masyarakat,”
jelasnya. Dalam menghadapi tantangan
ekonomi ke depan, terutama potensi pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (DKD)
dalam APBN 2026, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan langkah
konkret dengan membentuk dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor pertambangan
dan ketahanan pangan. Langkah ini diharapkan mampu
memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi
masyarakat lokal. BUMD sektor pertambangan akan berperan dalam pengelolaan
potensi sumber daya mineral yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal,
sedangkan BUMD ketahanan pangan difokuskan untuk mendukung stabilitas harga
bahan pokok dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. “Pembentukan BUMD ini bukan hanya
soal ekonomi, tetapi tentang kedaulatan daerah dalam mengelola sumber dayanya
sendiri. Papua Tengah harus bisa berdiri di atas kaki sendiri, dengan PAD yang
kuat dan berkelanjutan,” tegas Herman. Rakorda Pendapatan Daerah Papua
Tengah 2025 juga menjadi ajang penting bagi para kepala Bapenda dan pejabat
terkait untuk berbagi strategi dan inovasi dalam pengelolaan pajak daerah.
Diskusi panel, lokakarya teknis, dan penyusunan rencana tindak lanjut dilakukan
secara intensif selama kegiatan berlangsung. Peserta Rakorda berasal dari
seluruh kabupaten di Papua Tengah, termasuk Nabire, Paniai, Mimika, Dogiyai,
Deiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya, yang bersama-sama menegaskan
komitmen untuk memperkuat sistem pendapatan dan memperbaiki tata kelola fiskal
di tingkat daerah. “Kita harus satu visi, satu
semangat, dan satu tujuan: membangun Papua Tengah yang mandiri secara fiskal
dan sejahtera bagi semua,” tutup Herman penuh optimisme. Penulis: Abim Editor: GF
27 Okt 2025, 20:25 WIT
Yance Boyau: "Mimika We" Tak Representasi Adat Kamoro, Pemda Diminta Lebih Hati-Hati
Papuanewsonline.com, Timika -
Tokoh masyarakat Kamoro, Yance Boyau, menilai pembentukan lembaga masyarakat
hukum adat "Mimika We" belum melalui verifikasi publik secara adat
yang memadai. Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Mimika, Provinsi Papua
Tengah, mengedepankan verifikasi adat dan merujuk pada cerita serta sejarah
yang memiliki kebenaran publik dalam proses penyatuan dan rekonsiliasi
masyarakat adat. Hal ini penting agar tidak menimbulkan multi tafsir bagi warga
adat Amungme dan Kamoro selaku dua suku besar di Bumi Amungsa Mimika. Yance menjelaskan, Kamoro identik
dengan manusia hidup, dengan cerita dasar pertemuan antara roh halus manusia
dasar laut dengan seorang manusia hidup orang Kamoro saat memeluk patung yang
diberi roh. Ia mempertanyakan asal nama
Mimika yang menurutnya hanyalah sebutan dengan ungkapan awal
"Mumuika" yang salah diterjemahkan. "Mimika merupakan nama
ikatan keluarga besar yang dipakai ketika orang Kamoro keluar daerah, jadi
Mimika We merupaka singkatan dan Mimika dikenal ketika agama masuk, dan Kamoro
sudah lebih dahulu ada," ujarnya. (23/10/25) Menurut Yance, sebutan
"Mimika" berasal dari penggalan kata yang disebut saat seseorang
bertanya dan adanya kata "Mumuika". Ia menegaskan bahwa "Mimika
We" secara historis belum dapat mengakomodir segenap warga Kamoro atau
Amungme jika dilihat dari segi adat dan budaya suku Kamoro dan/atau amungme. "Mimika We ini segelintir
orang yang dalam bahasa adat wakateme, sedangkan Kamoro sudah lebih dulu
ada," ujar Yance penuh keyakinan. Ia mengharapkan peran dan etiket
baik dari Pemda Mimika untuk dapat mengidentifikasi sumber sejarah dengan baik,
sehingga tidak meninggalkan sejarah baru yang keliru bagi warga Kamoro dan
Amungme beserta generasi penerusnya. "Sehingga mau rombak nama
maka kita kumpulkan tetua adat dan duduk bicara dulu, Kamoro tidak bisa dirubah
dengan Mimika We," tegas Yance. Ia juga mengingatkan bahwa
Presiden Prabowo juga merupakan pendiri LEMASA dan LEMASKO. "Pa Presiden sekarang ini Pa
Prabowo juga merupakan salah satu pendiri Lemasa dan Lemasko karena dia yang
turut mendanai, saya saksi hidup yang dibawa dan jadi Kopassus saat itu beliau
masi Danjen Kopassus," tutup Yance. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Okt 2025, 00:29 WIT
Pemprov Papua Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Literasi Keuangan: Sinergi OJK dan Pemerintah
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan
literasi keuangan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) di seluruh wilayah Papua. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Puncak
Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) Papua bekerja sama dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK)
Provinsi Papua, pada Sabtu (25/10/2025) di halaman Kantor Pusat Bank Papua,
Jayapura. Acara yang berlangsung meriah ini
dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan
Setda Provinsi Papua, mewakili Gubernur Papua, dengan pemukulan tifa sebagai
tanda dimulainya rangkaian kegiatan. Momen ini menjadi simbol harmoni antara
pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam mendorong inklusi keuangan
yang berkeadilan di Tanah Papua. “Tema BIK tahun ini, ‘Inklusi
Keuangan Untuk Semua, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju,’ sangat sejalan dengan
visi pembangunan Papua 2025–2030, yaitu ‘Transformasi Papua Baru yang Maju dan
Harmonis.’ Pemerintah terus berupaya agar masyarakat Papua tidak hanya menjadi
pengguna, tetapi juga pelaku aktif dalam sistem ekonomi modern,” ujar
perwakilan Gubernur dalam sambutannya. Dalam kesempatan tersebut,
Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi kepada OJK dan seluruh pelaku
industri jasa keuangan atas kontribusinya dalam mendorong literasi dan inklusi
keuangan di Papua.
Melalui kegiatan edukatif, pelatihan manajemen keuangan, dan pendampingan
usaha, diharapkan masyarakat – khususnya pelaku UMKM – mampu memahami dan
mengelola keuangan dengan lebih baik. “Kita ingin masyarakat Papua
semakin paham cara menabung, berinvestasi, dan mengakses pembiayaan secara
formal. Literasi keuangan ini penting agar pelaku UMKM bisa naik kelas dan
menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah,” tegasnya. Pemerintah juga mendorong agar
lembaga keuangan, baik perbankan maupun non-bank, memperluas jangkauan layanan
hingga ke daerah pedalaman dan pesisir. Upaya ini sejalan dengan visi
pemerataan pembangunan yang menjadi prioritas utama Pemprov Papua. Selain meningkatkan inklusi
keuangan, kegiatan BIK 2025 juga menitikberatkan pada pengembangan ekosistem
usaha produktif berbasis komoditas unggulan Papua, seperti kopi, kakao, pala,
perikanan laut, peternakan, serta produk ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Melalui kemitraan dengan Bank
Papua, OJK, dan lembaga pembiayaan lainnya, pemerintah berupaya memperluas
akses permodalan bagi UMKM agar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan
menjangkau pasar yang lebih luas. “Papua memiliki potensi ekonomi
luar biasa. Tugas kita bersama adalah memastikan potensi itu benar-benar
dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. UMKM adalah tulang
punggung ekonomi Papua,” ujar perwakilan Pemprov. Selain itu, kegiatan ini juga
menjadi ajang bagi pelaku UMKM untuk memamerkan produk lokal unggulan di stan
pameran yang disediakan panitia. Produk-produk seperti kopi Wamena, tenun
Sentani, hasil olahan perikanan Nabire, dan kuliner khas Papua mendapat perhatian
besar dari pengunjung. Menariknya, acara Puncak BIK 2025
ini juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun (1 Abad) Nubuatan Pdt. I.S.
Kijne (1925–2025), yang membawa makna spiritual mendalam bagi masyarakat Papua.
Seluruh peserta kegiatan turut mengucapkan selamat dan berdoa bersama sebagai
bentuk penghormatan terhadap sosok yang dikenal telah menanamkan nilai-nilai
pendidikan, kerja keras, dan iman dalam kehidupan orang Papua. “Momen ini bukan hanya soal
literasi keuangan, tetapi juga tentang membangun harapan baru — Papua yang maju
secara ekonomi, kuat secara sosial, dan harmonis secara budaya,” ujar panitia
penyelenggara dalam sambutannya. Pemerintah Provinsi Papua
menegaskan bahwa kegiatan seperti Bulan Inklusi Keuangan akan terus didorong
dan diperluas di tahun-tahun mendatang. Pemerintah menargetkan agar tingkat
literasi dan inklusi keuangan masyarakat Papua dapat meningkat signifikan hingga
80% pada tahun 2030. Sinergi antara pemerintah, dunia
usaha, dan lembaga keuangan diharapkan menjadi fondasi kuat bagi transformasi
ekonomi Papua menuju era baru yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan mandiri. “Dengan semangat kebersamaan,
kita wujudkan Papua yang maju dan harmonis, di mana setiap warga memiliki akses
yang sama terhadap kesempatan ekonomi,” tutup perwakilan Gubernur dengan penuh
optimisme. Penulis: Jid Editor: GF
27 Okt 2025, 00:23 WIT
GATF 2025: Cara Pemprov Papua Bantu Masyarakat Dapatkan Tiket Terjangkau dan Jaga Inflasi
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Garuda
Travel Fair (GATF) 2025 yang resmi dibuka di Jayapura, Jumat (24/10/2025).
Event nasional yang berlangsung selama tiga hari, hingga 26 Oktober ini,
menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat sektor pariwisata, memperluas
akses masyarakat terhadap tiket penerbangan terjangkau, dan menjaga stabilitas inflasi
di wilayah Papua menjelang akhir tahun. Kepala Biro Perekonomian Setda
Papua, Andri, mengatakan bahwa kegiatan seperti GATF memiliki nilai strategis
bagi pemerintah daerah, terutama karena dampaknya terasa langsung di
masyarakat. “Pemerintah mendukung penuh
pelaksanaan Garuda Travel Fair ini karena manfaatnya jelas dan nyata. Selain
membantu masyarakat mendapatkan tiket dengan harga terjangkau, kegiatan ini
juga berperan dalam menekan laju inflasi yang biasanya meningkat di penghujung
tahun,” ujar Andri saat menghadiri pembukaan GATF 2025 di Jayapura. Menurut Andri, antusiasme
masyarakat terhadap GATF 2025 sangat tinggi. Sejak hari pertama, stan Garuda
Indonesia di pusat acara tampak dipadati pengunjung yang ingin memanfaatkan
promo tiket untuk berbagai rute penerbangan, baik domestik maupun internasional. Ia mengungkapkan bahwa minat
masyarakat Papua terhadap kegiatan serupa meningkat setiap tahun. Berdasarkan
laporan dari pihak Garuda Indonesia, nilai transaksi pada GATF tahun sebelumnya
mencapai sekitar Rp8–9 miliar, dan diharapkan tahun ini akan melampaui capaian
tersebut. “Kegiatan seperti ini punya
multiplier effect yang luas. Selain mendorong transaksi ekonomi, juga membuka
peluang bagi masyarakat untuk bepergian dengan biaya lebih efisien, yang pada
akhirnya turut menggerakkan roda ekonomi di sektor lainnya seperti transportasi
darat, perhotelan, dan kuliner,” jelasnya. Pemerintah Provinsi Papua menilai
GATF bukan hanya sekadar ajang promosi tiket murah, tetapi juga sarana untuk
menghidupkan kembali semangat berwisata dan memperkuat konektivitas
antarwilayah di Tanah Papua. Sementara itu, General Manager
Garuda Indonesia Branch Office Jayapura, Innu Al Kautsar, menegaskan bahwa GATF
merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pihak maskapai dengan pemerintah
daerah. Menurutnya, Garuda Indonesia berkomitmen mendukung upaya pemerintah
dalam menjaga kestabilan ekonomi dan memperluas akses masyarakat terhadap
transportasi udara. “Travel fair ini bukan hanya
tentang promo tiket pesawat, tapi juga bagian dari strategi kami untuk membantu
masyarakat Papua mendapatkan harga yang lebih kompetitif. Melalui kegiatan ini,
kami berharap mobilitas masyarakat meningkat, sektor pariwisata berkembang, dan
ekonomi lokal pun semakin bergerak,” kata Innu. GATF 2025 di Jayapura juga
menghadirkan beragam penawaran menarik seperti diskon tiket hingga 80%, program
cicilan 0% dari berbagai bank mitra, serta paket perjalanan wisata domestik dan
internasional. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif
seperti games berhadiah, talkshow pariwisata, hingga sesi konsultasi perjalanan
dengan agen resmi Garuda Indonesia. Lebih dari sekadar ajang promosi,
GATF dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Dengan meningkatnya mobilitas
masyarakat, perputaran uang di daerah juga ikut meningkat. Sektor-sektor
pendukung seperti perhotelan, restoran, UMKM, dan transportasi lokal turut
merasakan manfaatnya. Andri menegaskan bahwa kegiatan
semacam ini sangat sejalan dengan kebijakan Pemprov Papua yang fokus pada
pengendalian inflasi dan percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi. “Pemerintah ingin agar kegiatan
ekonomi masyarakat terus berjalan stabil. GATF menjadi salah satu contoh
bagaimana kerja sama antara pemerintah dan swasta dapat menciptakan dampak
ekonomi positif sekaligus memberikan manfaat langsung bagi rakyat,” ucapnya. Selain itu, GATF juga menjadi
ajang penting dalam memperkenalkan potensi pariwisata Papua kepada masyarakat
luas. Dengan semakin mudahnya akses transportasi udara dan meningkatnya minat
berwisata, Papua diharapkan bisa menjadi destinasi unggulan di kawasan timur
Indonesia. Baik Pemerintah Provinsi Papua
maupun pihak Garuda Indonesia menyatakan komitmen untuk terus melanjutkan kerja
sama strategis ini di tahun-tahun berikutnya. Tujuannya bukan hanya memperluas
akses perjalanan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah. “Kami berharap kegiatan seperti
ini bisa menjadi agenda tahunan tetap di Jayapura. Dengan dukungan pemerintah
dan antusiasme masyarakat, Papua akan semakin maju dan terkoneksi dengan
wilayah lain di Indonesia,” pungkas Innu. Penulis: Jid Editor: GF
26 Okt 2025, 22:50 WIT
Pemprov Papua Ingatkan OPD: Manfaatkan Sisa Waktu dengan Cermat dan Akuntabel
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Pemerintah Provinsi Papua kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga
efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah menjelang akhir tahun
2025. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, secara resmi menyerahkan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran Perubahan (DPA-P) kepada seluruh Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) dalam sebuah acara di Jayapura, Rabu (22/10/2025). Penyerahan dokumen ini bukan
sekadar seremoni, tetapi menjadi tanda dimulainya pelaksanaan tahap akhir Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 di lingkungan Pemprov
Papua. Dalam arahannya, Wagub Aryoko menekankan pentingnya tindakan cepat dan
terukur agar program dan kegiatan dapat terselesaikan sesuai jadwal. “Setelah menerima dokumen
anggaran ini, saya minta seluruh OPD segera bergerak. Waktu kita sangat
terbatas, jadi setiap kegiatan harus langsung dieksekusi sesuai dengan rencana
kerja,” tegas Aryoko di hadapan para pimpinan OPD. Wagub Aryoko menjelaskan bahwa
DPA-P merupakan hasil penyempurnaan dari APBD yang telah melalui proses
pembahasan bersama DPR Papua. Sejumlah penyesuaian dilakukan agar pelaksanaan
program lebih efisien, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi
masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah
kini tengah berfokus pada kegiatan yang bersifat prioritas dan berorientasi
hasil (result-based program), terutama di bidang pelayanan publik, pembangunan
infrastruktur dasar, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin memastikan setiap
rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat Papua. Oleh
karena itu, OPD harus bijak dalam mengelola anggaran — jangan sampai ada
kegiatan yang tertunda hanya karena keterlambatan administrasi atau perencanaan
yang lemah,” ujarnya. Wakil Gubernur mengingatkan bahwa
sisa waktu efektif tahun anggaran 2025 tinggal sekitar dua setengah bulan.
Dalam periode singkat itu, Pemprov Papua menuntut agar setiap OPD mampu
menuntaskan program kerja dengan prinsip “cepat tapi tidak sembarangan” —
artinya percepatan harus tetap menjunjung tinggi akuntabilitas dan
transparansi. “Saya hanya ingin mengingatkan,
waktu kita tinggal dua setengah bulan. Itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin
agar penyerapan anggaran bisa maksimal dan sesuai aturan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah
provinsi akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala terhadap
kinerja setiap OPD untuk memastikan tidak ada kegiatan yang tertunda tanpa
alasan jelas. “Kita tidak ingin nanti ada
kegiatan yang tidak selesai dan akhirnya berdampak pada sisa lebih perhitungan
anggaran (SiLPA). Ini bukan sekadar soal serapan, tapi soal manfaat yang harus
segera dirasakan masyarakat,” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, Wagub
Aryoko juga mengajak seluruh pimpinan OPD untuk memperkuat koordinasi lintas
sektor. Ia menekankan bahwa keberhasilan program pembangunan tidak hanya
bergantung pada satu instansi, tetapi pada kerja sama dan sinergi antarperangkat
daerah. Selain itu, ia meminta agar
seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemprov Papua menjaga integritas dan
menghindari praktik penyimpangan dalam penggunaan anggaran. “Saya ingatkan kembali, semua
kegiatan harus dijalankan secara cermat dan akuntabel. Jangan ada yang
bermain-main dengan anggaran rakyat,” tandasnya. Aryoko juga menyampaikan
apresiasi kepada OPD yang selama ini telah menunjukkan kinerja baik dan
disiplin dalam melaksanakan program kerja. Ia berharap semangat tersebut terus
dipertahankan hingga akhir tahun agar capaian pembangunan Papua semakin meningkat. “Saya percaya, kalau kita bekerja
dengan hati dan penuh tanggung jawab, semua target bisa tercapai tepat waktu,”
ujarnya optimis. Selain fokus pada penyelesaian
tahun anggaran 2025, Pemprov Papua juga mulai menyiapkan langkah strategis
untuk menghadapi tahun anggaran 2026. Pemerintah berkomitmen memperkuat sistem
perencanaan berbasis data dan memperluas partisipasi masyarakat dalam proses
pembangunan. “Evaluasi pelaksanaan DPA-P tahun
ini akan menjadi bahan pembelajaran agar di tahun depan kita lebih siap, lebih
terarah, dan lebih berdampak,” tutur Wagub. Ia menutup arahannya dengan
mengingatkan seluruh jajaran agar tidak menunda pekerjaan yang bisa
diselesaikan hari ini. “Jangan tunggu minggu depan. Laksanakan sekarang, agar
hasilnya segera dirasakan rakyat Papua,” pungkasnya. Penulis: Jid Editor: GF
26 Okt 2025, 22:47 WIT
Ulang Tahun Penuh Makna: Horison Diana dan Diana Mall Timika Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan
Papuanewsonline.com, Timika —
Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Hotel Horison Diana
dan Diana Mall Timika memperingati hari jadinya dengan cara yang berbeda. Tidak
sekadar pesta atau perayaan meriah, dua unit usaha di bawah manajemen yang sama
ini memilih untuk berbagi kehidupan melalui kegiatan donor darah massal yang
digelar di Ballroom Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Kabupaten Mimika,
pada Sabtu (25/10/2025). Kegiatan sosial ini merupakan
bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-5 Hotel Horison Diana dan HUT ke-21 Diana
Mall, bekerja sama dengan tim medis dari RSUD Kabupaten Mimika. Ratusan peserta
dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, karyawan hotel dan mall,
hingga anggota TNI–Polri, tampak antusias mengikuti kegiatan yang sarat makna
kemanusiaan tersebut. Executive Assistant Manager Hotel
Horison Diana, Romi Susanto, mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini telah
menjadi tradisi tahunan perusahaan setiap kali memperingati hari besar. Bagi
pihak manajemen, berbagi darah berarti ikut menyelamatkan nyawa dan mempererat
rasa kemanusiaan antarwarga. “Ini sudah kali kelima kami
melaksanakan kegiatan donor darah, dan akan terus kami jadikan agenda tetap
setiap perayaan ulang tahun. Kami ingin setiap momen peringatan memiliki arti,
bukan hanya untuk internal kami, tapi juga untuk masyarakat,” ujar Romi dengan
penuh semangat. Selain donor darah, Romi
menjelaskan bahwa pihaknya juga rutin melaksanakan kegiatan Corporate Social
Responsibility (CSR) lainnya seperti kunjungan ke panti asuhan, yayasan sosial,
serta kerja bakti di lingkungan sekitar hotel dan mall. “Kami percaya bahwa perusahaan
yang besar bukan hanya yang sukses secara bisnis, tapi juga yang memberi
manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya. Sejak pagi, ratusan peserta sudah
berdatangan untuk ikut mendonorkan darah. Petugas dari RSUD Mimika dengan sigap
memeriksa tekanan darah, kadar hemoglobin, serta memastikan kondisi peserta
dalam keadaan prima sebelum proses donor dilakukan. Romi menjelaskan bahwa panitia
menargetkan lebih dari 100 kantong darah dapat terkumpul pada kegiatan kali
ini. “Tim dari RSUD Mimika telah
menyiapkan sekitar 100 kantong darah. Mudah-mudahan target tersebut bisa
tercapai hingga siang nanti,” ujarnya optimis. Seluruh hasil donor darah akan
langsung diserahkan kepada RSUD Mimika untuk kemudian disalurkan kepada
masyarakat yang membutuhkan, khususnya pasien di rumah sakit yang membutuhkan
transfusi. “Kami percayakan seluruh hasil
donor ini kepada pihak RSUD untuk pendistribusiannya. Semoga darah ini dapat
menolong banyak orang,” tambahnya. Yang menarik, kegiatan donor
darah ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan. Tidak hanya
karyawan Horison Diana dan tenant Diana Mall, tapi juga rekanan bisnis,
komunitas lokal, hingga unsur TNI dan Polri turut berpartisipasi. “Kami mengundang semua pihak, masyarakat umum, karyawan, supplier, hingga TNI–Polri untuk ikut serta.
Responsnya luar biasa positif,” kata Romi. Bagi sebagian peserta, kegiatan
ini bukan sekadar aksi sosial, tapi juga menjadi ajang kebersamaan dan
silaturahmi antara pihak hotel, tenant, dan masyarakat sekitar. Salah satu peserta, Maria Wonda,
mengaku senang bisa berkontribusi. “Saya senang sekali bisa ikut.
Setetes darah kita bisa jadi penyelamat bagi orang lain. Ini kegiatan yang
sangat bermanfaat, semoga bisa diadakan lebih sering,” tuturnya sambil
tersenyum setelah proses donor selesai. Pihak panitia juga berharap,
melalui kegiatan seperti ini, semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin
tumbuh di kalangan masyarakat Mimika. Aksi donor darah bukan hanya memberi
manfaat kesehatan bagi pendonor, tetapi juga menjadi sarana membangun solidaritas
kemanusiaan. Hotel Horison Diana dan Diana
Mall menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari kemajuan sosial
masyarakat Mimika melalui berbagai program CSR yang berkelanjutan. “Kami ingin setiap ulang tahun
bukan sekadar perayaan, tapi momentum untuk berbagi kebaikan. Semoga kegiatan
ini bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di Mimika untuk turut berbuat
hal serupa,” tutup Romi. Penulis: Bim Editor: GF
26 Okt 2025, 22:42 WIT
ESM dan Front One Hotel Kolaborasi Meriahkan Women Run Papua di Timika
Papuanewsonline.com, Timika —
Suasana Sabtu pagi (25/10/2025) di Kota Timika tampak berbeda dari biasanya.
Ratusan perempuan dari berbagai kalangan memenuhi halaman Front One Hotel
Timika dengan semangat dan tawa ceria. Mereka bukan sekadar berlari, melainkan
merayakan semangat hidup sehat, kebersamaan, dan kekuatan perempuan dalam ajang
“Women Run Papua 2025” yang digelar oleh East Sports Management (ESM) bekerja
sama dengan Front One Hotel. Dengan tema “Run for Life, Run
for Healthy, Run for Friendship”, kegiatan ini menjadi simbol dukungan terhadap
gaya hidup sehat dan pemberdayaan perempuan di Tanah Papua. Rute sejauh 5
kilometer melintasi jalanan utama Kota Timika ini menjadi saksi semangat dan
solidaritas peserta yang datang dari berbagai usia dan latar belakang. Sebelum lari dimulai, para
peserta diajak mengikuti senam bersama di halaman Front One Hotel. Iringan
musik energik dan gerakan instruktur membuat suasana semakin meriah. Banyak
peserta tampak antusias mengabadikan momen tersebut dengan berfoto dan
berswafoto bersama rekan-rekan mereka. “Senam ini bukan hanya pemanasan,
tapi simbol semangat kebersamaan. Kami ingin para peserta menikmati prosesnya,
bukan hanya finish-nya,” ujar Nurlela Ulidam, perwakilan dari East Sports
Management, sambil tersenyum. Nurlela menjelaskan, kegiatan ini
merupakan kali kedua diselenggarakan setelah sukses besar di Sorong, Papua
Barat. Kali ini, antusiasme masyarakat Mimika bahkan melebihi ekspektasi
panitia. “Antusias masyarakat Mimika hari
ini luar biasa. Ada 100 peserta perempuan ikut berlari, bahkan banyak suami
datang memberi dukungan. Ini bukti nyata bahwa semangat hidup sehat mulai
tumbuh di masyarakat,” ungkapnya. Sebagai sponsor utama, Front One
Hotel tak hanya menyediakan lokasi start dan finish, tetapi juga berperan aktif
dalam mendukung suksesnya acara. Menurut Sitti Fahira Iwan,
Marketing Communication Front One Hotel, kolaborasi ini adalah bentuk dukungan
nyata terhadap kegiatan positif masyarakat sekaligus bagian dari upaya
memperkenalkan hotel yang baru beroperasi di Timika. “Kami bangga bisa menjadi bagian
dari kegiatan ini. Women Run Papua bukan sekadar olahraga, tapi juga ruang bagi
perempuan untuk saling mendukung dan berbagi semangat. Antusiasme masyarakat
sangat luar biasa,” tutur Fahira. Ia juga menambahkan, Front One
Hotel berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan sosial dan olahraga
yang memberi dampak positif bagi masyarakat Mimika. Bagi para peserta, ajang ini
bukan hanya soal olahraga, tapi juga tentang menemukan semangat baru. Salah
satu peserta, Meity Kubuan, karyawan swasta sekaligus anggota komunitas Timika
Runner, mengaku bangga bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. “Saya sangat antusias karena ini
pertama kalinya ada Women Run di Timika. Rasanya luar biasa bisa berlari
bersama perempuan-perempuan hebat. Ini bukan tentang siapa yang tercepat, tapi
bagaimana kita bisa saling mendukung,” ujarnya penuh semangat. Ia berharap agar kegiatan seperti
ini bisa menjadi agenda tahunan di Timika dan menjangkau lebih banyak
masyarakat. “Kegiatan seperti ini bikin kita
sadar pentingnya hidup sehat. Semoga tahun depan pesertanya lebih banyak lagi,”
tambahnya. East Sports Management, selaku
penyelenggara, menyatakan akan terus berkomitmen menghadirkan kegiatan olahraga
yang inklusif dan berdampak sosial. ESM menilai olahraga bukan hanya soal
kompetisi, tetapi juga alat untuk mempererat hubungan sosial dan meningkatkan
kesadaran hidup sehat di berbagai kalangan. Nurlela berharap kegiatan Women
Run Papua dapat menjadi contoh bagaimana olahraga bisa menjadi sarana
pemberdayaan perempuan dan memperkuat solidaritas sosial. “Kami ingin perempuan Papua sadar
bahwa mereka bisa kuat, sehat, dan mandiri. Lari adalah simbol kebebasan dan
semangat hidup yang tidak mudah menyerah,” ucapnya dengan penuh keyakinan. Setelah seluruh peserta mencapai
garis finis, panitia menggelar hiburan ringan dan pembagian doorprize bagi
peserta yang beruntung. Suasana penuh keceriaan terasa ketika para peserta
bersorak dan berfoto bersama. Acara pun ditutup dengan sesi
foto bersama seluruh peserta, panitia, dan sponsor di depan Front One Hotel,
diiringi musik riang dan tepuk tangan meriah. Penulis: Jid Editor: GF
26 Okt 2025, 22:36 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru