logo-website
Selasa, 10 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Timika, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Truk Bermuatan Material Papuanewsonline.com, Timika — Suasana duka menyelimuti warga di sekitar Jalan Budi Utomo Ujung, Distrik Wania, Timika, setelah terjadi kecelakaan maut pada Senin (27/10/2025) pagi. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di tempat usai terlibat tabrakan dengan truk bermuatan material. Peristiwa tragis itu terjadi di kawasan padat lalu lintas yang kerap dilalui kendaraan besar dan pelajar. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi begitu cepat, hanya dalam hitungan detik. Seorang pengendara motor jenis Honda Scoopy keluar dari arah lorong dekat SMA Taruna Timika, tepat ketika sebuah truk besar yang dikemudikan US, tengah melintas di jalur utama. “Saya sedang bawa muatan di jalur itu, tiba-tiba motor keluar dari lorong tanpa lihat kiri kanan. Saya sudah berusaha rem, tapi jarak terlalu dekat,” ungkap US, sopir truk, dengan nada penuh penyesalan saat ditemui petugas di lokasi. Benturan keras tak terhindarkan. Motor korban menghantam sisi kiri truk, dan tubuh korban terpental ke aspal. Naas, korban kemudian terlindas ban belakang truk hingga meninggal dunia di tempat kejadian. Warga sekitar yang panik langsung berlarian untuk memberi pertolongan, namun nyawa korban tak terselamatkan. Tak berselang lama, Unit Laka Satlantas Polres Mimika tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas langsung memasang garis polisi, mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat, dan mengamankan sopir truk beserta kendaraan yang terlibat. Petugas kepolisian juga menandai titik-titik penting di lokasi kejadian menggunakan cat putih, termasuk posisi awal tumbukan, arah kendaraan, dan lokasi korban terjatuh. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Mimika untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan medis lebih lanjut. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan dan memeriksa keterangan para saksi. Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Budi Utomo, yang selama ini dikenal sebagai jalur padat dan rawan. Beberapa warga sekitar mengaku sudah sering menyaksikan kejadian serupa, terutama di area dekat lorong sekolah dan perumahan warga. “Sudah sering sekali di sini kecelakaan, apalagi kalau pagi banyak anak sekolah dan motor keluar masuk lorong. Harusnya dipasang rambu atau kaca cermin tikungan supaya aman,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya. Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Mimika bersama instansi terkait dapat meninjau kembali sistem pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut, termasuk pemasangan rambu peringatan, marka jalan, dan pengawasan rutin dari petugas kepolisian. Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bagi semua pengguna jalan, baik pengendara motor maupun kendaraan besar, agar selalu mengutamakan kewaspadaan, disiplin, dan etika berkendara. Pihak kepolisian mengimbau agar pengendara selalu mematuhi rambu lalu lintas, tidak terburu-buru, serta memastikan kondisi jalan aman sebelum keluar dari gang atau persimpangan. “Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita semua. Satu detik lengah bisa berakibat fatal,” tegas salah satu anggota Satlantas Polres Mimika di lokasi kejadian. Semoga tragedi ini menjadi pelajaran bersama untuk lebih berhati-hati di jalan, demi mencegah kehilangan nyawa akibat kelalaian yang seharusnya bisa dihindari. Penulis: Jid Editor: GF 27 Okt 2025, 20:31 WIT
Pemkab Mimika Mantapkan Langkah Menuju Pembangunan Berbasis Data Akurat Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah Kabupaten Mimika terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis data. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Statistik Sektoral Kabupaten Mimika Tahun 2025, yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga Timika, Senin (27/10/2025). Kegiatan yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mimika ini mengangkat tema “Membangun Mimika Melalui Data: Dari Sektor ke Satu Data untuk Pembangunan yang Tepat Sasaran.” Seminar ini menjadi ruang kolaboratif bagi para pemangku kepentingan daerah dalam memperkuat integrasi, sinkronisasi, dan validasi data statistik sektoral yang akurat di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika, Frans Kambu, mewakili Bupati Mimika, membuka acara sekaligus menyampaikan arah kebijakan pemerintah daerah dalam pengelolaan data pembangunan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa data statistik sektoral merupakan fondasi penting dalam penyusunan kebijakan publik yang efektif dan berkelanjutan. “Statistik bukan sekadar deretan angka di atas kertas. Di balik setiap angka, ada potret nyata kondisi masyarakat. Data yang akurat akan membawa kebijakan yang lebih tajam, program yang lebih tepat sasaran, dan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” ujar Frans Kambu. Frans menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat lagi mengandalkan perkiraan dalam merumuskan arah pembangunan. Dalam era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini, setiap keputusan pemerintah harus berbasis pada data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia mencontohkan, data sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan infrastruktur menjadi indikator penting untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat secara komprehensif. Dengan data yang baik, pemerintah dapat mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi yang efektif sesuai kebutuhan tiap wilayah di Mimika. “Kita tidak bisa membuat kebijakan berdasarkan asumsi. Semua harus berdasarkan data yang terukur dan diperbaharui secara berkala,” tambahnya. Momentum penting dalam seminar ini adalah peluncuran Buku Statistik Sektoral Kabupaten Mimika Tahun 2025, yang menjadi tonggak baru dalam sistem pengelolaan data daerah. Buku tersebut memuat berbagai indikator penting dari setiap OPD, mencakup bidang ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pembangunan infrastruktur. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mimika, [nama pejabat, bila tersedia], menjelaskan bahwa buku ini diharapkan menjadi sumber referensi utama bagi OPD, lembaga pendidikan, peneliti, serta pihak swasta dalam mendukung pembangunan daerah berbasis bukti (evidence-based policy). “Melalui buku statistik ini, kami ingin memastikan bahwa semua pihak memiliki akses terhadap data yang sama, sehingga perencanaan pembangunan di Mimika dapat berjalan lebih terarah dan sinergis,” ujarnya. Seminar ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai OPD, akademisi, serta mitra pembangunan. Para peserta berdiskusi mengenai mekanisme pengumpulan, verifikasi, dan integrasi data sektoral menuju penerapan Satu Data Indonesia di tingkat daerah. Diskusi panel yang interaktif memunculkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola data di setiap OPD, pembentukan Data Center terintegrasi di bawah Diskominfo, serta penguatan regulasi untuk menjaga keamanan dan validitas data. “Dengan kerja sama lintas sektor, Mimika bisa menjadi contoh kabupaten yang mampu memanfaatkan data sebagai kekuatan dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” kata Frans menutup sambutannya dengan optimisme. Penulis: Abim Editor: GF 27 Okt 2025, 20:29 WIT
Papua Tengah Gelar Rakorda Pendapatan Daerah: "Pendapatan Kuat, Papua Tengah Maju" Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat pondasi ekonomi daerah melalui upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkelanjutan. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Rapat Koordinasi Pendapatan Daerah (Rakorda) Tahun 2025, yang digelar di Hotel Grand Tembaga, Timika, selama tiga hari, mulai 27 Oktober 2025. Mengusung tema “Pendapatan Kuat, Papua Tengah Maju!”, Rakorda ini menjadi wadah penting bagi pemerintah provinsi dan delapan pemerintah kabupaten di wilayah Papua Tengah untuk memperkuat kolaborasi, sinkronisasi kebijakan, dan merumuskan strategi peningkatan pendapatan daerah yang mandiri dan berkeadilan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Herman Kayame, yang mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa. Dalam sambutannya, Herman menegaskan pentingnya sinergi antarwilayah untuk memperkuat kemandirian fiskal, terutama di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional yang menuntut daerah semakin kreatif dalam mengelola sumber-sumber pendapatannya. “Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah memberi ruang bagi daerah untuk lebih inovatif. Papua Tengah harus mampu memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat struktur pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat,” ujar Herman. Dalam paparannya, Herman menyoroti pentingnya implementasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang mulai berlaku pada tahun 2025. Kebijakan ini, menurutnya, tidak hanya memperluas kapasitas fiskal kabupaten, tetapi juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah melalui sistem perpajakan yang lebih transparan dan akuntabel. Data menunjukkan bahwa setoran opsen pajak dari delapan kabupaten di Papua Tengah telah mencapai Rp59,05 miliar. Meski capaian ini tergolong baik, Herman optimistis angka tersebut masih dapat ditingkatkan melalui kerja sama dan komitmen kuat antarwilayah. “Kita sudah punya pondasi yang baik. Tinggal bagaimana koordinasi antarperangkat daerah bisa lebih solid, sehingga potensi pajak daerah dapat dimaksimalkan tanpa membebani masyarakat,” jelasnya. Dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan, terutama potensi pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (DKD) dalam APBN 2026, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan langkah konkret dengan membentuk dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor pertambangan dan ketahanan pangan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. BUMD sektor pertambangan akan berperan dalam pengelolaan potensi sumber daya mineral yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal, sedangkan BUMD ketahanan pangan difokuskan untuk mendukung stabilitas harga bahan pokok dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. “Pembentukan BUMD ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi tentang kedaulatan daerah dalam mengelola sumber dayanya sendiri. Papua Tengah harus bisa berdiri di atas kaki sendiri, dengan PAD yang kuat dan berkelanjutan,” tegas Herman. Rakorda Pendapatan Daerah Papua Tengah 2025 juga menjadi ajang penting bagi para kepala Bapenda dan pejabat terkait untuk berbagi strategi dan inovasi dalam pengelolaan pajak daerah. Diskusi panel, lokakarya teknis, dan penyusunan rencana tindak lanjut dilakukan secara intensif selama kegiatan berlangsung. Peserta Rakorda berasal dari seluruh kabupaten di Papua Tengah, termasuk Nabire, Paniai, Mimika, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya, yang bersama-sama menegaskan komitmen untuk memperkuat sistem pendapatan dan memperbaiki tata kelola fiskal di tingkat daerah. “Kita harus satu visi, satu semangat, dan satu tujuan: membangun Papua Tengah yang mandiri secara fiskal dan sejahtera bagi semua,” tutup Herman penuh optimisme. Penulis: Abim Editor: GF 27 Okt 2025, 20:25 WIT
Yance Boyau: "Mimika We" Tak Representasi Adat Kamoro, Pemda Diminta Lebih Hati-Hati Papuanewsonline.com, Timika - Tokoh masyarakat Kamoro, Yance Boyau, menilai pembentukan lembaga masyarakat hukum adat "Mimika We" belum melalui verifikasi publik secara adat yang memadai. Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Mimika, Provinsi Papua Tengah, mengedepankan verifikasi adat dan merujuk pada cerita serta sejarah yang memiliki kebenaran publik dalam proses penyatuan dan rekonsiliasi masyarakat adat. Hal ini penting agar tidak menimbulkan multi tafsir bagi warga adat Amungme dan Kamoro selaku dua suku besar di Bumi Amungsa Mimika. Yance menjelaskan, Kamoro identik dengan manusia hidup, dengan cerita dasar pertemuan antara roh halus manusia dasar laut dengan seorang manusia hidup orang Kamoro saat memeluk patung yang diberi roh. Ia mempertanyakan asal nama Mimika yang menurutnya hanyalah sebutan dengan ungkapan awal "Mumuika" yang salah diterjemahkan. "Mimika merupakan nama ikatan keluarga besar yang dipakai ketika orang Kamoro keluar daerah, jadi Mimika We merupaka singkatan dan Mimika dikenal ketika agama masuk, dan Kamoro sudah lebih dahulu ada," ujarnya. (23/10/25) Menurut Yance, sebutan "Mimika" berasal dari penggalan kata yang disebut saat seseorang bertanya dan adanya kata "Mumuika". Ia menegaskan bahwa "Mimika We" secara historis belum dapat mengakomodir segenap warga Kamoro atau Amungme jika dilihat dari segi adat dan budaya suku Kamoro dan/atau amungme. "Mimika We ini segelintir orang yang dalam bahasa adat wakateme, sedangkan Kamoro sudah lebih dulu ada," ujar Yance penuh keyakinan. Ia mengharapkan peran dan etiket baik dari Pemda Mimika untuk dapat mengidentifikasi sumber sejarah dengan baik, sehingga tidak meninggalkan sejarah baru yang keliru bagi warga Kamoro dan Amungme beserta generasi penerusnya. "Sehingga mau rombak nama maka kita kumpulkan tetua adat dan duduk bicara dulu, Kamoro tidak bisa dirubah dengan Mimika We," tegas Yance. Ia juga mengingatkan bahwa Presiden Prabowo juga merupakan pendiri LEMASA dan LEMASKO. "Pa Presiden sekarang ini Pa Prabowo juga merupakan salah satu pendiri Lemasa dan Lemasko karena dia yang turut mendanai, saya saksi hidup yang dibawa dan jadi Kopassus saat itu beliau masi Danjen Kopassus," tutup Yance.   Penulis: Jid Editor: GF 27 Okt 2025, 00:29 WIT
Pemprov Papua Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Literasi Keuangan: Sinergi OJK dan Pemerintah Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan literasi keuangan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh wilayah Papua. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua bekerja sama dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Papua, pada Sabtu (25/10/2025) di halaman Kantor Pusat Bank Papua, Jayapura. Acara yang berlangsung meriah ini dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, mewakili Gubernur Papua, dengan pemukulan tifa sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan. Momen ini menjadi simbol harmoni antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam mendorong inklusi keuangan yang berkeadilan di Tanah Papua. “Tema BIK tahun ini, ‘Inklusi Keuangan Untuk Semua, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju,’ sangat sejalan dengan visi pembangunan Papua 2025–2030, yaitu ‘Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis.’ Pemerintah terus berupaya agar masyarakat Papua tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku aktif dalam sistem ekonomi modern,” ujar perwakilan Gubernur dalam sambutannya. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi kepada OJK dan seluruh pelaku industri jasa keuangan atas kontribusinya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan di Papua. Melalui kegiatan edukatif, pelatihan manajemen keuangan, dan pendampingan usaha, diharapkan masyarakat – khususnya pelaku UMKM – mampu memahami dan mengelola keuangan dengan lebih baik. “Kita ingin masyarakat Papua semakin paham cara menabung, berinvestasi, dan mengakses pembiayaan secara formal. Literasi keuangan ini penting agar pelaku UMKM bisa naik kelas dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah,” tegasnya. Pemerintah juga mendorong agar lembaga keuangan, baik perbankan maupun non-bank, memperluas jangkauan layanan hingga ke daerah pedalaman dan pesisir. Upaya ini sejalan dengan visi pemerataan pembangunan yang menjadi prioritas utama Pemprov Papua. Selain meningkatkan inklusi keuangan, kegiatan BIK 2025 juga menitikberatkan pada pengembangan ekosistem usaha produktif berbasis komoditas unggulan Papua, seperti kopi, kakao, pala, perikanan laut, peternakan, serta produk ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Melalui kemitraan dengan Bank Papua, OJK, dan lembaga pembiayaan lainnya, pemerintah berupaya memperluas akses permodalan bagi UMKM agar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menjangkau pasar yang lebih luas. “Papua memiliki potensi ekonomi luar biasa. Tugas kita bersama adalah memastikan potensi itu benar-benar dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. UMKM adalah tulang punggung ekonomi Papua,” ujar perwakilan Pemprov. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi pelaku UMKM untuk memamerkan produk lokal unggulan di stan pameran yang disediakan panitia. Produk-produk seperti kopi Wamena, tenun Sentani, hasil olahan perikanan Nabire, dan kuliner khas Papua mendapat perhatian besar dari pengunjung. Menariknya, acara Puncak BIK 2025 ini juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun (1 Abad) Nubuatan Pdt. I.S. Kijne (1925–2025), yang membawa makna spiritual mendalam bagi masyarakat Papua. Seluruh peserta kegiatan turut mengucapkan selamat dan berdoa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang dikenal telah menanamkan nilai-nilai pendidikan, kerja keras, dan iman dalam kehidupan orang Papua. “Momen ini bukan hanya soal literasi keuangan, tetapi juga tentang membangun harapan baru — Papua yang maju secara ekonomi, kuat secara sosial, dan harmonis secara budaya,” ujar panitia penyelenggara dalam sambutannya. Pemerintah Provinsi Papua menegaskan bahwa kegiatan seperti Bulan Inklusi Keuangan akan terus didorong dan diperluas di tahun-tahun mendatang. Pemerintah menargetkan agar tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Papua dapat meningkat signifikan hingga 80% pada tahun 2030. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan diharapkan menjadi fondasi kuat bagi transformasi ekonomi Papua menuju era baru yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan mandiri. “Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan Papua yang maju dan harmonis, di mana setiap warga memiliki akses yang sama terhadap kesempatan ekonomi,” tutup perwakilan Gubernur dengan penuh optimisme. Penulis: Jid Editor: GF   27 Okt 2025, 00:23 WIT
GATF 2025: Cara Pemprov Papua Bantu Masyarakat Dapatkan Tiket Terjangkau dan Jaga Inflasi Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Garuda Travel Fair (GATF) 2025 yang resmi dibuka di Jayapura, Jumat (24/10/2025). Event nasional yang berlangsung selama tiga hari, hingga 26 Oktober ini, menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat sektor pariwisata, memperluas akses masyarakat terhadap tiket penerbangan terjangkau, dan menjaga stabilitas inflasi di wilayah Papua menjelang akhir tahun. Kepala Biro Perekonomian Setda Papua, Andri, mengatakan bahwa kegiatan seperti GATF memiliki nilai strategis bagi pemerintah daerah, terutama karena dampaknya terasa langsung di masyarakat. “Pemerintah mendukung penuh pelaksanaan Garuda Travel Fair ini karena manfaatnya jelas dan nyata. Selain membantu masyarakat mendapatkan tiket dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga berperan dalam menekan laju inflasi yang biasanya meningkat di penghujung tahun,” ujar Andri saat menghadiri pembukaan GATF 2025 di Jayapura. Menurut Andri, antusiasme masyarakat terhadap GATF 2025 sangat tinggi. Sejak hari pertama, stan Garuda Indonesia di pusat acara tampak dipadati pengunjung yang ingin memanfaatkan promo tiket untuk berbagai rute penerbangan, baik domestik maupun internasional. Ia mengungkapkan bahwa minat masyarakat Papua terhadap kegiatan serupa meningkat setiap tahun. Berdasarkan laporan dari pihak Garuda Indonesia, nilai transaksi pada GATF tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp8–9 miliar, dan diharapkan tahun ini akan melampaui capaian tersebut. “Kegiatan seperti ini punya multiplier effect yang luas. Selain mendorong transaksi ekonomi, juga membuka peluang bagi masyarakat untuk bepergian dengan biaya lebih efisien, yang pada akhirnya turut menggerakkan roda ekonomi di sektor lainnya seperti transportasi darat, perhotelan, dan kuliner,” jelasnya. Pemerintah Provinsi Papua menilai GATF bukan hanya sekadar ajang promosi tiket murah, tetapi juga sarana untuk menghidupkan kembali semangat berwisata dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Tanah Papua. Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia Branch Office Jayapura, Innu Al Kautsar, menegaskan bahwa GATF merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pihak maskapai dengan pemerintah daerah. Menurutnya, Garuda Indonesia berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi dan memperluas akses masyarakat terhadap transportasi udara. “Travel fair ini bukan hanya tentang promo tiket pesawat, tapi juga bagian dari strategi kami untuk membantu masyarakat Papua mendapatkan harga yang lebih kompetitif. Melalui kegiatan ini, kami berharap mobilitas masyarakat meningkat, sektor pariwisata berkembang, dan ekonomi lokal pun semakin bergerak,” kata Innu. GATF 2025 di Jayapura juga menghadirkan beragam penawaran menarik seperti diskon tiket hingga 80%, program cicilan 0% dari berbagai bank mitra, serta paket perjalanan wisata domestik dan internasional. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti games berhadiah, talkshow pariwisata, hingga sesi konsultasi perjalanan dengan agen resmi Garuda Indonesia. Lebih dari sekadar ajang promosi, GATF dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, perputaran uang di daerah juga ikut meningkat. Sektor-sektor pendukung seperti perhotelan, restoran, UMKM, dan transportasi lokal turut merasakan manfaatnya. Andri menegaskan bahwa kegiatan semacam ini sangat sejalan dengan kebijakan Pemprov Papua yang fokus pada pengendalian inflasi dan percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi. “Pemerintah ingin agar kegiatan ekonomi masyarakat terus berjalan stabil. GATF menjadi salah satu contoh bagaimana kerja sama antara pemerintah dan swasta dapat menciptakan dampak ekonomi positif sekaligus memberikan manfaat langsung bagi rakyat,” ucapnya. Selain itu, GATF juga menjadi ajang penting dalam memperkenalkan potensi pariwisata Papua kepada masyarakat luas. Dengan semakin mudahnya akses transportasi udara dan meningkatnya minat berwisata, Papua diharapkan bisa menjadi destinasi unggulan di kawasan timur Indonesia. Baik Pemerintah Provinsi Papua maupun pihak Garuda Indonesia menyatakan komitmen untuk terus melanjutkan kerja sama strategis ini di tahun-tahun berikutnya. Tujuannya bukan hanya memperluas akses perjalanan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan tetap di Jayapura. Dengan dukungan pemerintah dan antusiasme masyarakat, Papua akan semakin maju dan terkoneksi dengan wilayah lain di Indonesia,” pungkas Innu. Penulis: Jid Editor: GF 26 Okt 2025, 22:50 WIT
Pemprov Papua Ingatkan OPD: Manfaatkan Sisa Waktu dengan Cermat dan Akuntabel Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah menjelang akhir tahun 2025. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, secara resmi menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Perubahan (DPA-P) kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam sebuah acara di Jayapura, Rabu (22/10/2025). Penyerahan dokumen ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi tanda dimulainya pelaksanaan tahap akhir Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 di lingkungan Pemprov Papua. Dalam arahannya, Wagub Aryoko menekankan pentingnya tindakan cepat dan terukur agar program dan kegiatan dapat terselesaikan sesuai jadwal. “Setelah menerima dokumen anggaran ini, saya minta seluruh OPD segera bergerak. Waktu kita sangat terbatas, jadi setiap kegiatan harus langsung dieksekusi sesuai dengan rencana kerja,” tegas Aryoko di hadapan para pimpinan OPD. Wagub Aryoko menjelaskan bahwa DPA-P merupakan hasil penyempurnaan dari APBD yang telah melalui proses pembahasan bersama DPR Papua. Sejumlah penyesuaian dilakukan agar pelaksanaan program lebih efisien, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah kini tengah berfokus pada kegiatan yang bersifat prioritas dan berorientasi hasil (result-based program), terutama di bidang pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat Papua. Oleh karena itu, OPD harus bijak dalam mengelola anggaran — jangan sampai ada kegiatan yang tertunda hanya karena keterlambatan administrasi atau perencanaan yang lemah,” ujarnya. Wakil Gubernur mengingatkan bahwa sisa waktu efektif tahun anggaran 2025 tinggal sekitar dua setengah bulan. Dalam periode singkat itu, Pemprov Papua menuntut agar setiap OPD mampu menuntaskan program kerja dengan prinsip “cepat tapi tidak sembarangan” — artinya percepatan harus tetap menjunjung tinggi akuntabilitas dan transparansi. “Saya hanya ingin mengingatkan, waktu kita tinggal dua setengah bulan. Itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar penyerapan anggaran bisa maksimal dan sesuai aturan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala terhadap kinerja setiap OPD untuk memastikan tidak ada kegiatan yang tertunda tanpa alasan jelas. “Kita tidak ingin nanti ada kegiatan yang tidak selesai dan akhirnya berdampak pada sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA). Ini bukan sekadar soal serapan, tapi soal manfaat yang harus segera dirasakan masyarakat,” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, Wagub Aryoko juga mengajak seluruh pimpinan OPD untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Ia menekankan bahwa keberhasilan program pembangunan tidak hanya bergantung pada satu instansi, tetapi pada kerja sama dan sinergi antarperangkat daerah. Selain itu, ia meminta agar seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemprov Papua menjaga integritas dan menghindari praktik penyimpangan dalam penggunaan anggaran. “Saya ingatkan kembali, semua kegiatan harus dijalankan secara cermat dan akuntabel. Jangan ada yang bermain-main dengan anggaran rakyat,” tandasnya. Aryoko juga menyampaikan apresiasi kepada OPD yang selama ini telah menunjukkan kinerja baik dan disiplin dalam melaksanakan program kerja. Ia berharap semangat tersebut terus dipertahankan hingga akhir tahun agar capaian pembangunan Papua semakin meningkat. “Saya percaya, kalau kita bekerja dengan hati dan penuh tanggung jawab, semua target bisa tercapai tepat waktu,” ujarnya optimis. Selain fokus pada penyelesaian tahun anggaran 2025, Pemprov Papua juga mulai menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi tahun anggaran 2026. Pemerintah berkomitmen memperkuat sistem perencanaan berbasis data dan memperluas partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. “Evaluasi pelaksanaan DPA-P tahun ini akan menjadi bahan pembelajaran agar di tahun depan kita lebih siap, lebih terarah, dan lebih berdampak,” tutur Wagub. Ia menutup arahannya dengan mengingatkan seluruh jajaran agar tidak menunda pekerjaan yang bisa diselesaikan hari ini. “Jangan tunggu minggu depan. Laksanakan sekarang, agar hasilnya segera dirasakan rakyat Papua,” pungkasnya. Penulis: Jid Editor: GF   26 Okt 2025, 22:47 WIT
Ulang Tahun Penuh Makna: Horison Diana dan Diana Mall Timika Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan Papuanewsonline.com, Timika — Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Hotel Horison Diana dan Diana Mall Timika memperingati hari jadinya dengan cara yang berbeda. Tidak sekadar pesta atau perayaan meriah, dua unit usaha di bawah manajemen yang sama ini memilih untuk berbagi kehidupan melalui kegiatan donor darah massal yang digelar di Ballroom Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Kabupaten Mimika, pada Sabtu (25/10/2025). Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-5 Hotel Horison Diana dan HUT ke-21 Diana Mall, bekerja sama dengan tim medis dari RSUD Kabupaten Mimika. Ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, karyawan hotel dan mall, hingga anggota TNI–Polri, tampak antusias mengikuti kegiatan yang sarat makna kemanusiaan tersebut. Executive Assistant Manager Hotel Horison Diana, Romi Susanto, mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini telah menjadi tradisi tahunan perusahaan setiap kali memperingati hari besar. Bagi pihak manajemen, berbagi darah berarti ikut menyelamatkan nyawa dan mempererat rasa kemanusiaan antarwarga. “Ini sudah kali kelima kami melaksanakan kegiatan donor darah, dan akan terus kami jadikan agenda tetap setiap perayaan ulang tahun. Kami ingin setiap momen peringatan memiliki arti, bukan hanya untuk internal kami, tapi juga untuk masyarakat,” ujar Romi dengan penuh semangat. Selain donor darah, Romi menjelaskan bahwa pihaknya juga rutin melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) lainnya seperti kunjungan ke panti asuhan, yayasan sosial, serta kerja bakti di lingkungan sekitar hotel dan mall. “Kami percaya bahwa perusahaan yang besar bukan hanya yang sukses secara bisnis, tapi juga yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya. Sejak pagi, ratusan peserta sudah berdatangan untuk ikut mendonorkan darah. Petugas dari RSUD Mimika dengan sigap memeriksa tekanan darah, kadar hemoglobin, serta memastikan kondisi peserta dalam keadaan prima sebelum proses donor dilakukan. Romi menjelaskan bahwa panitia menargetkan lebih dari 100 kantong darah dapat terkumpul pada kegiatan kali ini. “Tim dari RSUD Mimika telah menyiapkan sekitar 100 kantong darah. Mudah-mudahan target tersebut bisa tercapai hingga siang nanti,” ujarnya optimis. Seluruh hasil donor darah akan langsung diserahkan kepada RSUD Mimika untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya pasien di rumah sakit yang membutuhkan transfusi. “Kami percayakan seluruh hasil donor ini kepada pihak RSUD untuk pendistribusiannya. Semoga darah ini dapat menolong banyak orang,” tambahnya. Yang menarik, kegiatan donor darah ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan. Tidak hanya karyawan Horison Diana dan tenant Diana Mall, tapi juga rekanan bisnis, komunitas lokal, hingga unsur TNI dan Polri turut berpartisipasi. “Kami mengundang semua pihak, masyarakat umum, karyawan, supplier, hingga TNI–Polri untuk ikut serta. Responsnya luar biasa positif,” kata Romi. Bagi sebagian peserta, kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial, tapi juga menjadi ajang kebersamaan dan silaturahmi antara pihak hotel, tenant, dan masyarakat sekitar. Salah satu peserta, Maria Wonda, mengaku senang bisa berkontribusi. “Saya senang sekali bisa ikut. Setetes darah kita bisa jadi penyelamat bagi orang lain. Ini kegiatan yang sangat bermanfaat, semoga bisa diadakan lebih sering,” tuturnya sambil tersenyum setelah proses donor selesai. Pihak panitia juga berharap, melalui kegiatan seperti ini, semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin tumbuh di kalangan masyarakat Mimika. Aksi donor darah bukan hanya memberi manfaat kesehatan bagi pendonor, tetapi juga menjadi sarana membangun solidaritas kemanusiaan. Hotel Horison Diana dan Diana Mall menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari kemajuan sosial masyarakat Mimika melalui berbagai program CSR yang berkelanjutan. “Kami ingin setiap ulang tahun bukan sekadar perayaan, tapi momentum untuk berbagi kebaikan. Semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di Mimika untuk turut berbuat hal serupa,” tutup Romi. Penulis: Bim Editor: GF   26 Okt 2025, 22:42 WIT
ESM dan Front One Hotel Kolaborasi Meriahkan Women Run Papua di Timika Papuanewsonline.com, Timika — Suasana Sabtu pagi (25/10/2025) di Kota Timika tampak berbeda dari biasanya. Ratusan perempuan dari berbagai kalangan memenuhi halaman Front One Hotel Timika dengan semangat dan tawa ceria. Mereka bukan sekadar berlari, melainkan merayakan semangat hidup sehat, kebersamaan, dan kekuatan perempuan dalam ajang “Women Run Papua 2025” yang digelar oleh East Sports Management (ESM) bekerja sama dengan Front One Hotel. Dengan tema “Run for Life, Run for Healthy, Run for Friendship”, kegiatan ini menjadi simbol dukungan terhadap gaya hidup sehat dan pemberdayaan perempuan di Tanah Papua. Rute sejauh 5 kilometer melintasi jalanan utama Kota Timika ini menjadi saksi semangat dan solidaritas peserta yang datang dari berbagai usia dan latar belakang. Sebelum lari dimulai, para peserta diajak mengikuti senam bersama di halaman Front One Hotel. Iringan musik energik dan gerakan instruktur membuat suasana semakin meriah. Banyak peserta tampak antusias mengabadikan momen tersebut dengan berfoto dan berswafoto bersama rekan-rekan mereka. “Senam ini bukan hanya pemanasan, tapi simbol semangat kebersamaan. Kami ingin para peserta menikmati prosesnya, bukan hanya finish-nya,” ujar Nurlela Ulidam, perwakilan dari East Sports Management, sambil tersenyum. Nurlela menjelaskan, kegiatan ini merupakan kali kedua diselenggarakan setelah sukses besar di Sorong, Papua Barat. Kali ini, antusiasme masyarakat Mimika bahkan melebihi ekspektasi panitia. “Antusias masyarakat Mimika hari ini luar biasa. Ada 100 peserta perempuan ikut berlari, bahkan banyak suami datang memberi dukungan. Ini bukti nyata bahwa semangat hidup sehat mulai tumbuh di masyarakat,” ungkapnya. Sebagai sponsor utama, Front One Hotel tak hanya menyediakan lokasi start dan finish, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung suksesnya acara. Menurut Sitti Fahira Iwan, Marketing Communication Front One Hotel, kolaborasi ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan positif masyarakat sekaligus bagian dari upaya memperkenalkan hotel yang baru beroperasi di Timika. “Kami bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Women Run Papua bukan sekadar olahraga, tapi juga ruang bagi perempuan untuk saling mendukung dan berbagi semangat. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” tutur Fahira. Ia juga menambahkan, Front One Hotel berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan sosial dan olahraga yang memberi dampak positif bagi masyarakat Mimika. Bagi para peserta, ajang ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga tentang menemukan semangat baru. Salah satu peserta, Meity Kubuan, karyawan swasta sekaligus anggota komunitas Timika Runner, mengaku bangga bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. “Saya sangat antusias karena ini pertama kalinya ada Women Run di Timika. Rasanya luar biasa bisa berlari bersama perempuan-perempuan hebat. Ini bukan tentang siapa yang tercepat, tapi bagaimana kita bisa saling mendukung,” ujarnya penuh semangat. Ia berharap agar kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan di Timika dan menjangkau lebih banyak masyarakat. “Kegiatan seperti ini bikin kita sadar pentingnya hidup sehat. Semoga tahun depan pesertanya lebih banyak lagi,” tambahnya. East Sports Management, selaku penyelenggara, menyatakan akan terus berkomitmen menghadirkan kegiatan olahraga yang inklusif dan berdampak sosial. ESM menilai olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga alat untuk mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kesadaran hidup sehat di berbagai kalangan. Nurlela berharap kegiatan Women Run Papua dapat menjadi contoh bagaimana olahraga bisa menjadi sarana pemberdayaan perempuan dan memperkuat solidaritas sosial. “Kami ingin perempuan Papua sadar bahwa mereka bisa kuat, sehat, dan mandiri. Lari adalah simbol kebebasan dan semangat hidup yang tidak mudah menyerah,” ucapnya dengan penuh keyakinan. Setelah seluruh peserta mencapai garis finis, panitia menggelar hiburan ringan dan pembagian doorprize bagi peserta yang beruntung. Suasana penuh keceriaan terasa ketika para peserta bersorak dan berfoto bersama. Acara pun ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan sponsor di depan Front One Hotel, diiringi musik riang dan tepuk tangan meriah. Penulis: Jid Editor: GF   26 Okt 2025, 22:36 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT