Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Dua Prajurit TNI Gugur di Tanah Papua, Akibat Kontak Senjata di Pegunungan Bintang dan Teluk Bintuni
Papuanewsonline.com, Papua — Suasana
duka menyelimuti jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah dua prajurit
terbaik gugur dalam kontak senjata terpisah di wilayah Papua dan Papua Barat
Daya. Kedua prajurit tersebut adalah Letnan Dua (Inf) Fauzy Ahmad Sulkarnain
dari Satgas Pamtas Statis RI–PNG Yonif 753/AVT yang gugur di Distrik Kiwirok,
Kabupaten Pegunungan Bintang, serta Prajurit Kepala (Praka) Amin Nurohman dari Yonif
410/Alugoro yang gugur dalam tugas di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk
Bintuni. Keduanya menjadi korban dalam
baku tembak antara aparat TNI dan kelompok bersenjata yang kembali melakukan
aksi brutal di dua titik berbeda wilayah Papua pada Sabtu (11/10/2025). Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel
Inf Candra Wijaya membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa
di Kiwirok terjadi saat Satgas Pamtas Statis RI–PNG tengah melaksanakan patroli
rutin pengamanan perbatasan negara. Tiba-tiba, pasukan diserang oleh kelompok
bersenjata yang menembak dari arah ketinggian. “Benar, dua prajurit gugur dalam
tugas negara. Letda Inf Fauzy Ahmad Sulkarnain gugur di Kiwirok, dan Praka Amin
Nurohman gugur di Moskona Utara. Keduanya adalah prajurit terbaik yang berjuang
hingga titik darah penghabisan,” ujar Kolonel Candra. Sementara itu, insiden di Teluk
Bintuni terjadi saat pasukan Yonif 410/Alugoro melaksanakan patroli pengamanan
objek vital. Kontak tembak pecah mendadak di wilayah hutan lebat Moskona Utara.
Dalam peristiwa tersebut, Praka Amin tertembak saat berupaya melindungi
rekan-rekannya dari serangan mendadak kelompok bersenjata. Proses evakuasi korban, menurut
Candra, berlangsung dengan penuh perjuangan karena medan yang sulit, cuaca
ekstrem, serta ancaman lanjutan dari kelompok bersenjata. Evakuasi dilakukan
melalui jalur udara menggunakan helikopter TNI menuju pos terdekat sebelum
jenazah diterbangkan ke Jayapura. “Saat ini proses evakuasi telah
dilakukan dengan pengawalan ketat. Seluruh personel di lapangan tetap siaga
menghadapi kemungkinan serangan lanjutan,” jelasnya. Kolonel Candra menambahkan,
jenazah kedua prajurit rencananya akan dimakamkan di kampung halaman
masing-masing dengan upacara militer sebagai penghormatan terakhir atas jasa
dan pengabdian mereka kepada bangsa dan negara. Pangdam XVII/Cenderawasih,
melalui pernyataan resmi, menegaskan bahwa TNI tidak akan mundur selangkah pun
dalam menjaga keamanan dan kedaulatan di Tanah Papua. Operasi pengamanan akan
terus diperkuat, terutama di wilayah rawan yang menjadi titik aktivitas
kelompok bersenjata. “Kami akan terus melakukan
langkah-langkah tegas dan terukur untuk melindungi masyarakat sipil dan menjaga
keutuhan wilayah NKRI,” tegas Kolonel Candra. Ia juga menekankan pentingnya
koordinasi lintas instansi, termasuk dengan aparat kepolisian dan pemerintah
daerah, dalam menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat di Papua dan Papua
Barat Daya. Kabar gugurnya dua prajurit muda
ini menambah daftar panjang pengorbanan aparat keamanan di Papua. Sejumlah
rekan sejawat dan masyarakat turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas
wafatnya dua pahlawan penjaga perbatasan tersebut. “Bangsa ini berduka, namun kami
juga bangga memiliki prajurit seperti mereka yang rela berkorban demi merah
putih,” tulis salah satu rekan korban melalui unggahan media sosial resmi TNI
AD. Meski kehilangan dua putra
terbaik bangsa, semangat pengabdian TNI tidak surut. Pasukan di lapangan tetap
menjalankan tugas dengan penuh kewaspadaan, sementara aparat intelijen
memperkuat deteksi dini untuk mencegah insiden serupa. Penulis: Hendrik Editor: GF
12 Okt 2025, 13:26 WIT
“Merekam Jejak Mimika”: PFI Timika Hadirkan Pameran Foto Bernilai Sejarah
Papuanewsonline.com, Timika -
Suasana hangat dan penuh nostalgia terasa di lantai 2 Diana Mall, Timika,
ketika ratusan pengunjung memadati area pameran foto bertajuk “Mimika Photo
Exhibition 2025” yang diinisiasi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Timika.
Pameran bertema “Merekam Jejak Mimika” ini resmi dibuka pada Jumat
(10/10/2025), menampilkan ratusan foto yang menuturkan perjalanan panjang
Kabupaten Mimika — dari masa lalu hingga wajah modern hari ini. Ratusan foto hitam putih dan
berwarna menghiasi dinding pameran. Setiap karya bercerita — mulai dari foto
para kepala daerah pertama Mimika, momen penting pembangunan infrastruktur,
hingga ekspresi kehidupan masyarakat di pelosok pedalaman.
Ada pula dokumentasi perayaan hari besar, potret pelayanan kesehatan, hingga
kegiatan ekonomi rakyat yang merefleksikan denyut kehidupan di kabupaten kaya
sumber daya alam ini. Ketua Panitia Mimika Photo
Exhibition 2025, Joe Situmorang, menjelaskan bahwa pameran ini bukan sekadar
ajang unjuk karya, tetapi ruang untuk mengajak publik memahami perjalanan
sejarah Mimika dalam bingkai visual yang kuat. “Melalui pameran ini, kami ingin
mengajak masyarakat menengok kembali pertumbuhan Mimika — mengenang,
merenungkan, dan merayakan setiap fase pembangunan yang telah dilalui,” ujar
Joe.
“Fotografi adalah medium yang paling jujur. Ia merekam perubahan tanpa bisa
berbohong,” tambahnya dengan penuh semangat. Selain sebagai perayaan HUT ke-29
Kabupaten Mimika, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi PFI untuk
memperkuat komunitas fotografer lokal. Joe menuturkan, pameran ini bertujuan mengapresiasi
karya pewarta foto, sekaligus mendorong generasi muda Mimika untuk terjun ke
dunia fotografi dan jurnalisme visual. “Foto bukan hanya karya seni,
tetapi juga alat pendidikan dan pembentuk kesadaran sosial. Kami ingin generasi
muda melihat Mimika bukan hanya dari kata, tapi dari gambar yang berbicara,”
jelasnya. Bupati Mimika Johannes Rettob
yang hadir membuka secara resmi pameran tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi
kepada PFI Timika. Ia menilai kegiatan ini memiliki makna mendalam karena
berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-29 Kabupaten Mimika. “Foto lebih dari sekadar gambar;
ia adalah saksi sejarah dan alat edukasi yang menyampaikan pesan perjuangan,
kemajuan, dan semangat kebersamaan,” ujar Bupati Rettob dalam sambutannya. Dalam kesempatan itu, Rettob juga
menceritakan secara singkat sejarah Mimika, mulai dari masa kolonial Belanda,
masuknya gereja Katolik, pendudukan Jepang, hingga akhirnya menjadi bagian dari
Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Mimika telah melalui banyak fase
sejarah. Dari masa penuh tantangan hingga menjadi daerah maju seperti sekarang.
Sudah sepantasnya kita memiliki ruang permanen untuk mengenang semua itu,”
tuturnya. Dalam pidatonya, Bupati Rettob
mengungkapkan rencana untuk membangun sebuah museum daerah yang akan menampung
dokumentasi foto-foto bersejarah serta artefak peninggalan masa lalu Mimika.
Rencana ini, katanya, menjadi bentuk penghargaan terhadap para tokoh dan
masyarakat yang telah berkontribusi dalam membangun Mimika dari waktu ke waktu. “Foto-foto yang ditampilkan PFI
hari ini adalah aset sejarah. Kami ingin agar jejak seperti ini tidak hilang
dimakan waktu,” tegasnya. Pameran foto ini mendapat
dukungan dari berbagai pihak, di antaranya PT Freeport Indonesia, YPMAK, dan Diana
Mall Timika sebagai tuan rumah kegiatan. Dukungan ini memperlihatkan sinergi
positif antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas kreatif dalam
membangun ekosistem seni dan budaya di Mimika. Selama tiga hari penyelenggaraan
(10–12 Oktober 2025), pengunjung tampak antusias menikmati pameran, berfoto,
dan berdiskusi tentang karya yang ditampilkan. Beberapa sekolah dan komunitas
fotografi lokal juga menjadikan pameran ini sebagai kegiatan edukatif bagi
siswa dan anggota baru. Melalui “Mimika Photo Exhibition
2025”, PFI Timika tidak hanya menghadirkan karya visual, tetapi juga menyulam
kembali kenangan dan semangat kolektif masyarakat Mimika. Dari lensa para
pewarta foto, tergambar jelas bahwa setiap potret adalah potongan waktu — saksi
bisu dari perjuangan, perubahan, dan harapan yang terus tumbuh di Tanah Amungsa
ini. Penulis: Jid Editor: GF
12 Okt 2025, 13:20 WIT
Guru Melani Wamea Tewas Diserang KKB di Yahukimo: Dikenal sebagai Sosok Pengabdi di Pegunungan
Papuanewsonline.com, Yahukimo —
Duka mendalam menyelimuti dunia pendidikan di Papua Pegunungan. Seorang guru
perempuan bernama Melani Wamea, yang selama ini dikenal sebagai sosok
berdedikasi tinggi di daerah pedalaman, tewas setelah menjadi korban serangan
brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Holuwon, Kabupaten
Yahukimo. Peristiwa tragis itu terjadi pada
Jumat (10/10/2025) sore, ketika korban sedang berada di lingkungan tempat
tinggalnya usai mengajar. Tanpa diduga, sekelompok orang bersenjata menyerang
secara membabi buta. Kapolres Yahukimo AKBP Zeth
Zalino membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa korban ditemukan
dalam kondisi mengenaskan oleh warga setempat. “Korban ditemukan dalam keadaan
bersimbah darah dan masih mengeluarkan rintihan suara oleh seorang saksi yang
kemudian meminta bantuan untuk mengevakuasi korban,” ujar Kapolres Zeth Zalino
dalam keterangannya, Sabtu (11/10/2025). Mendapat laporan, tim gabungan
aparat keamanan bersama masyarakat segera mengevakuasi korban ke lapangan udara
terdekat menggunakan kendaraan darurat seadanya. Kondisi geografis Holuwon yang
sulit dijangkau memperlambat proses penyelamatan. Korban akhirnya berhasil
dievakuasi menggunakan dua pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) menuju Wamena
untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, di tengah perjalanan udara, Melani
Wamea dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya. “Kami sudah berupaya semaksimal
mungkin mengevakuasi korban, namun nyawanya tidak tertolong. Luka yang dialami
sangat serius akibat penganiayaan,” tambah Kapolres Zeth. Setibanya di Wamena, jenazah
disambut penuh haru oleh rekan guru dan petugas gereja. Doa bersama dipanjatkan
sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhumah yang selama ini dikenal
sebagai guru yang tekun, sabar, dan penuh kasih kepada murid-muridnya. Hingga kini, aparat keamanan
TNI-Polri masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi pelaku
dan motif di balik serangan keji tersebut. Dugaan sementara, aksi tersebut
dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata yang selama ini beroperasi di
wilayah pegunungan Yahukimo. “Kami sedang melakukan
penyelidikan dan pengejaran. Pelaku akan kami kejar dan proses sesuai hukum
yang berlaku,” tegas Kapolres Yahukimo. Pihak kepolisian juga
meningkatkan patroli dan pengamanan di sejumlah distrik sekitar Holuwon guna
mencegah serangan susulan terhadap warga sipil maupun fasilitas publik. Melani Wamea bukanlah sosok biasa
di kalangan masyarakat Yahukimo. Ia dikenal luas sebagai guru yang tak pernah
mengeluh, meski harus mengajar di wilayah terpencil dengan keterbatasan
fasilitas. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi para siswa dan rekan
kerja. “Mama Melani selalu datang tepat
waktu dan mengajarkan kami bukan hanya membaca, tapi juga bagaimana hidup rukun
dan semangat,” kata salah satu muridnya dengan mata berkaca-kaca. Jenazah almarhumah telah
diterbangkan ke Koya Barat, Kota Jayapura, pada Sabtu (11/10/2025) siang untuk
disemayamkan di rumah duka keluarga. Ratusan warga dan rekan seprofesi turut
hadir memberi penghormatan terakhir. Peristiwa ini kembali menjadi
pengingat bahwa tugas para guru di tanah Papua sering kali dijalani dengan
risiko tinggi. Namun semangat pengabdian mereka tak pernah padam, bahkan di
tengah ancaman keamanan yang masih membayangi sejumlah wilayah. Penulis: Hendrik Editor: GF
11 Okt 2025, 21:29 WIT
Pesawat Smart Air Tergelincir di Lanny Jaya: Cuaca dan Kondisi Landasan Diduga Jadi Pemicu
Papuanewsonline.com, Timika —
Misi kemanusiaan yang seharusnya membawa bantuan bahan makanan ke daerah
pegunungan berujung insiden. Sebuah pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNA
dilaporkan tergelincir di Lapangan Terbang Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua
Pegunungan, pada Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 09.45 WIT. Pesawat jenis Cessna Caravan C208
itu diketahui berangkat dari Bandara Mozes Kilangin, Mimika, dengan membawa
logistik bahan makanan untuk masyarakat di wilayah terpencil Lanny Jaya —
daerah yang sebagian besar hanya bisa dijangkau melalui jalur udara. Menurut keterangan Kepala Bidang
Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, pesawat yang dipiloti Captain
Irwan dengan Copilot Palma tersebut mengalami kendala saat melakukan pendaratan
di Bandara Tiom. “Benar, pesawat Smart Air PK-SNA
mengalami insiden tergelincir di Lapangan Terbang Tiom. Tidak ada korban jiwa
dalam kejadian ini. Seluruh kru dalam keadaan selamat,” ungkap Kombes Cahyo
saat dikonfirmasi, Sabtu sore. Dari informasi di lapangan,
insiden terjadi sesaat setelah roda pesawat menyentuh landasan. Diduga, kondisi
landasan yang licin akibat hujan deras dan kontur medan yang tidak rata menjadi
faktor utama penyebab tergelincirnya pesawat hingga keluar dari jalur pacu. Petugas lapangan langsung
bergerak cepat mengevakuasi pesawat dari lokasi kejadian. Namun, proses
evakuasi disebut tidak mudah. Badan pesawat tersangkut di area berumput dengan
kemiringan tanah yang cukup curam, sehingga alat berat yang dikerahkan sempat
kesulitan menarik badan pesawat. “Evakuasi agak terhambat karena
di ujung landasan terdapat trap atau perbedaan tinggi tanah yang cukup
signifikan. Jadi saat pesawat ditarik, roda depannya tidak bisa naik,” jelas
salah satu petugas di lokasi. Hingga berita ini diturunkan, pesawat
masih berada di ujung landasan pacu, dan proses evakuasi lanjutan masih
dilakukan dengan dukungan teknisi dari Smart Air serta aparat setempat. Akibat tergelincirnya pesawat
tersebut, aktivitas penerbangan di Lapangan Terbang Tiom sempat ditutup
sementara untuk alasan keselamatan. Pihak otoritas penerbangan setempat kini
tengah memastikan kondisi landasan aman sebelum bandara kembali dibuka. “Kami masih fokus pada upaya
evakuasi pesawat agar operasional bandara dapat segera kembali normal,” ujar
seorang petugas ATC di Tiom. Hingga kini, pihak Smart Air
belum mengeluarkan keterangan resmi terkait penyebab pasti insiden tersebut.
Namun, berdasarkan data awal, pesawat diketahui dalam kondisi laik udara dan
baru menjalani perawatan rutin dua minggu lalu. Meski begitu, insiden ini
menyoroti kembali tantangan berat penerbangan di wilayah pegunungan Papua, di
mana kondisi cuaca ekstrem dan kontur alam yang sulit kerap menjadi hambatan
utama bagi penerbangan perintis. “Wilayah seperti Lanny Jaya,
Yahukimo, dan Nduga memang sangat bergantung pada transportasi udara. Karena
itu, setiap gangguan kecil pun bisa berdampak besar terhadap distribusi
logistik dan kebutuhan masyarakat,” jelas salah satu pejabat Dinas Perhubungan
Papua Pegunungan. Pihak berwenang memastikan akan
melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti
tergelincirnya pesawat dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Penulis: Jid Editor: GF
11 Okt 2025, 21:26 WIT
Perkuat Kemitraan Strategis: Menko Polkam dan Dubes Yordania Bahas Penguatan Hubungan Bilateral
Papuanewsonline.com, Jakarta —
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI
(Purn.) Djamari Chaniago menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan
Yordania untuk Republik Indonesia, H.E. Sudqi Al Omoush, di kantor Kemenko
Polkam, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Pertemuan yang berlangsung penuh
keakraban itu menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral dan
diplomatik antara Indonesia dan Yordania, khususnya di bidang pertahanan,
keamanan, serta kerja sama kemanusiaan. Dalam pertemuan tersebut, kedua
pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis, termasuk di bidang
pertahanan, hukum, serta isu-isu global yang menjadi kepentingan bersama
seperti konflik kemanusiaan di Palestina. “Kedua negara memiliki potensi
besar untuk terus melangkah bersama sebagai mitra strategis yang saling
menguatkan dan saling menguntungkan dalam menghadapi dinamika keamanan global
dan kawasan yang terus berkembang,” ujar Menko Djamari. Menko Polkam juga menyampaikan
apresiasi mendalam atas dukungan Angkatan Udara Yordania dalam operasi
kemanusiaan Indonesia ke Gaza. Ia menyebut, lebih dari 80 ton bantuan
kemanusiaan dari Indonesia telah berhasil dikirimkan melalui dukungan logistik
dan udara dari Pemerintah Yordania. Selain membahas kerja sama
kemanusiaan, Djamari mengungkapkan bahwa Indonesia tengah memperkuat strategi
ketahanan nasional, termasuk dalam bidang pangan, energi, dan air — isu yang
menjadi tantangan global masa depan. “Kami tengah mempersiapkan
strategi jangka panjang untuk mengantisipasi krisis global, khususnya dalam hal
pangan dan energi. Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pusat pangan di
kawasan ini, dan kami membuka peluang untuk kolaborasi dengan Yordania dalam
sektor tersebut,” jelasnya. Menanggapi hal itu, Dubes
Yordania H.E. Sudqi Al Omoush menyambut positif berbagai peluang kerja sama
yang ditawarkan. Ia menekankan bahwa pihaknya siap memperluas kemitraan dengan
Indonesia, terutama dalam pengembangan teknologi modern dan industri strategis. “Kami telah membahas potensi
kerja sama dalam teknologi drone. Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk
pertahanan, tetapi juga sektor sipil seperti pertanian dan keamanan publik.
Kami berharap bisa membangun kerja sama joint venture untuk mengembangkan
industri tersebut,” ujar Dubes Sudqi. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Deputi
Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Duta Besar Mohammad K.
Koba, serta Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Asia, Nur Rokhmah Hidayah.
Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk memperkuat
hubungan lintas sektor, termasuk perdagangan, teknologi, dan pembangunan
berkelanjutan. Di akhir pertemuan, kedua pihak
saling bertukar cendera mata sebagai simbol persahabatan dan kesepakatan untuk
menindaklanjuti hasil pembahasan melalui kerja sama teknis lintas kementerian
dan lembaga terkait. “Pertemuan ini menegaskan tekad
kedua negara untuk terus memperkuat hubungan bilateral dalam semangat saling
menghormati dan kerja sama yang produktif,” tutup Menko Djamari.(GF)
11 Okt 2025, 21:22 WIT
Diduga Kematian Pemuda di Ngadi Tidak Wajar, Polres Tual Gelar Penyelidikan Ulang
Papuanewsonline.com, Tual - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tual secara cepat berhasil mengungkap kasus kematian NB, yang ditemukan di Persimpangan Jalan Desa Ngadi, tepatnya di dekat toko Fikal, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Rabu (8/10/2025).Korban NB tewas karena diduga mengalami tindak pidana kekerasan bersama. Para pelaku kemudian melakukan rekayasa seakan-akan korban meregang nyawa akibat mengalami kecelakaan lalu lintas."Para tersangka membuat sebuah skenario kematian korban adalah akibat kecelakaan lalu-lintas," ungkap Kapolres Tual AKBP. Adrian S.Y. Tuuk, S.I.K., M.H, melalui keterangannya, Sabtu (11/10/2025).Berkat keahlian tim penyidik yang merasa ada kejanggalan atas kematian korban akibat kecelakaan lalu lintas, kasus ini pun diselidiki secara intens. Tim penyidik bekerja maraton mengumpulkan sejumlah alat bukti, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap enam terduga pelaku sebagai saksi.Berdasarkan bukti yang cukup dan hasil gelar perkara oleh penyidik yang di pimpin Kasat Reskrim Polres Tual IPTU Aji Prakoso Trisaputra, S.Tr. K., M.Si, maka kasus ini kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan. Keenam terduga pelaku penganiayaan yang sebelumnya berstatus sebagai saksi, kemudian ditingkatkan menjadi tersangka."Para tersangka membuat sebuah skenario kematian Korban adalah akibat kecelakaan lalu-lintas, dengan merekayasa Tempat Kejadian Perkara (TKP)," katanya.Para Tersangka melakukan rekayasa kematian Korban, dengan menjatuhkan sepeda motor dan menendang tempat penjualan minyak di TKP. "Pelaku yang lain membawa Korban dan meletakannya di Gazebo yang ada di dekat TKP," jelasnya.Tim penyidik menetapkan keenam Tersangka berdasarkan Laporan Polisi Nomor; LP-B/91/2025/SPKT/POLRES TUAL/POLDA MALUKU. Kemudian dikeluarkan Surat Perintah Penahan terhadap mereka."Para tersangka dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 Jo pasal 56 ke-1 Jo pasal 221 KUHPidana. Tindak pidana Penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang dan turut serta melakukan kejahatan dan tindakan menghalang-halangi proses hukum," ungkapnya.Kapolres Tual mengungkapkan, keenam di rumah tahanan Polres Tual. "Kami memberikan apresiasi atas kerja cepat dan responsif dari Sat Reskrim Polres Tual. Apresiasi juga kami sampaikan kepada Pemerintah Desa Ngadi dan Polsek Dullah Utara atas kerja sama secara profesional serta transparan dalam setiap proses penyidikan," ucapnya.Pada kesempatan tersebut, Kapolres Tual juga menghimbau kepada keluarga korban dan masyarakat untuk tetap menjaga situasi Kamtibmas yang sudah aman dan kondusif di Kota Tual. PNO-12
11 Okt 2025, 21:00 WIT
Personel Ops Damai Cartenz Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga dan Anak-Anak di Enarotali
Papuanewsonline.com, Paniai - Dalam upaya mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat, personel Satgas Operasi Damai Cartenz Sektor Paniai menggelar kegiatan humanis berbagi kebahagiaan dan keceriaan bersama warga serta anak-anak di Jalan Modern, Enarotali, Kabupaten Paniai, pada Kamis (9/10/2025) sore.Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIT hingga selesai ini merupakan bagian dari program sosial Satgas Ops Damai Cartenz untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan memperkuat kedekatan antara Polri dengan masyarakat di wilayah Papua Tengah. Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas Operasi Damai Catenz membagikan paket sembako dan makanan ringan kepada warga dan anak-anak di sepanjang Jalan Modern hingga area Posko Tindak Paniai.Suasana penuh kehangatan tampak jelas, diwarnai tawa anak-anak dan sapaan hangat warga yang antusias menyambut kehadiran aparat. Kehadiran para personel disambut positif oleh masyarakat yang merasa diperhatikan dan dihargai oleh aparat keamanan.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen. Pol Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilakukan jajarannya di Paniai.“Kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata pendekatan humanis Polri kepada masyarakat Papua. Kami ingin menegaskan bahwa Operasi Damai Cartenz hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ungkapnya.Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan di Paniai menjadi contoh sinergi positif antara aparat dan warga setempat.“Kami berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan kemanusiaan di berbagai wilayah Papua. Melalui pendekatan yang humanis, kami berharap kehadiran Polri dapat memberikan rasa aman sekaligus membawa kebahagiaan bagi masyarakat,” ujarnya.Pelaksanaan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban, mencerminkan semangat humanis aparat keamanan dalam menciptakan kedamaian serta mempererat hubungan sosial di Kabupaten Paniai. PNO-12
11 Okt 2025, 20:00 WIT
APBD Fantastis, Serapan Minim: Johanis Kemong Tuding Tata Kelola Keuangan Mimika Amburadul
Papuanewsonline.com, Timika –
Kegeraman mewarnai ruang sidang DPRD Papua Tengah ketika Anggota DPRD Provinsi
Papua Tengah, Johanis Kemong, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah
Kabupaten Mimika. Ia menilai, tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) Mimika berada pada titik nadir, dengan serapan anggaran yang jauh
dari kata maksimal. Dalam pernyataannya pada Jumat
(10/10/2025), Kemong menegaskan bahwa hingga kini, Pemkab Mimika gagal
menunjukkan kinerja nyata dalam mengelola APBD tahun anggaran 2024–2025. “Saya sampaikan kepada Bupati
Mimika bahwa penyerapan APBD 2024–2025 belum berjalan dengan baik dan
maksimal,” ujar Kemong dengan nada tinggi. Ironisnya, meski APBD Kabupaten
Mimika mencapai Rp6,7 triliun, dana tersebut belum memberikan dampak signifikan
bagi kesejahteraan masyarakat. Bahkan, tambahan bantuan dari Pemerintah
Provinsi Papua Tengah sebesar Rp80 miliar pun tak kunjung terlihat hasil
penggunaannya. Kemong mempertanyakan
transparansi Pemkab Mimika dalam mengelola dana sebesar itu. Ia menyoroti
anomali di mana untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kabupaten Mimika,
pemerintah daerah justru harus meminta dukungan anggaran tambahan dari
provinsi. “APBD kita mencapai angka
fantastis, ditambah Rp80 miliar bantuan provinsi. Tapi untuk acara ulang tahun
kabupaten saja, masih mengajukan bantuan. Kemana sebenarnya larinya uang
sebesar itu?” tegas Kemong, penuh heran. Melihat carut-marut tersebut,
Johanis Kemong berkomitmen untuk menelusuri keberadaan anggaran yang
disebut-sebut “mengendap” di berbagai Dinas dan Organisasi Perangkat Daerah
(OPD). Ia menegaskan akan melakukan pengawasan ketat dan melaporkan temuannya
langsung ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Anggaran ini menumpuknya di
Dinas mana? Penyerapannya di Dinas mana? Berapa yang digunakan dan berapa
sisanya? Semua akan kami telusuri, awasi, dan laporkan,” kata Kemong dengan
nada geram. Tidak berhenti sampai di situ,
Kemong juga menyoroti sikap Gubernur Papua Tengah yang tetap memberikan bantuan
besar kepada Mimika. Menurutnya, bantuan semestinya lebih diprioritaskan ke
kabupaten lain di Papua Tengah yang lebih membutuhkan. “Saya menghimbau agar Gubernur
selektif dalam memberikan bantuan. Daerah-daerah yang benar-benar kesulitan di
Papua Tengah seharusnya lebih diutamakan dibanding Kabupaten Mimika,”
tandasnya. Pernyataan keras dari Johanis
Kemong ini menjadi alarm serius bagi tata kelola keuangan daerah Mimika. Dengan
anggaran fantastis yang tidak terserap secara optimal, publik kian
mempertanyakan transparansi, efektivitas, dan komitmen Pemkab dalam menjalankan
program pembangunan. Penulis: Jid Editor: GF
11 Okt 2025, 00:32 WIT
Tempatkan Oknum Anggota Brimob di Ruangan Khusus, Kabid Humas Tegaskan Hukum Tetap Berjalan
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku menegaskan komitmen untuk menegakkan hukum dan menjaga integritas institusi Polri dengan menindaklanjuti laporan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan oknum anggota Brimob berinisial Bripka R.N.Sebagai bagian dari tindak lanjut penanganan kasus yang tengah diproses oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Maluku, terhadap oknum anggota tersebut telah dijatuhkan hukuman tindakan penempatan di tempat khusus (Patsus) selama 20 (dua puluh) hari, terhitung sejak 9 Oktober hingga 28 Oktober 2025.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, dalam keterangan resminya, Kamis (9/10/2025), menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen Polda Maluku dalam menjamin proses pemeriksaan berjalan secara objektif dan transparan.“Penempatan di tempat khusus dilakukan sebagai bagian dari proses pemeriksaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri terhadap oknum anggota Brimob berinisial Bripka R.N. Hal ini merupakan prosedur yang lazim dan tegas untuk memastikan proses etik berjalan tanpa intervensi,” ujar Kabid Humas.Dijelaskan, penempatan di tempat khusus tersebut dilakukan setelah Bidpropam Polda Maluku melakukan serangkaian klarifikasi terhadap korban, saksi-saksi, serta terlapor. Saat ini, penyidik Propam terus melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap berbagai pihak terkait untuk mendalami bukti-bukti yang ada.“Langkah ini menunjukkan keseriusan Polda Maluku dalam menegakkan hukum secara profesional dan tidak pandang bulu, termasuk terhadap anggota Polri yang diduga melanggar hukum maupun kode etik,” tambah Roem.Selain proses etik, Polda Maluku juga memastikan bahwa penanganan aspek pidana dari perkara ini tetap berjalan paralel oleh penyidik yang berwenang, sesuai mekanisme hukum yang berlaku.“Kami pastikan bahwa setiap proses penegakan hukum berjalan sesuai dengan prinsip due process of law. Jika terbukti bersalah, maka akan diberikan sanksi tegas, baik secara pidana maupun etik,” tegasnya.Polda Maluku juga berkoordinasi dengan instansi dan lembaga perlindungan anak untuk memastikan korban mendapat pendampingan psikologis dan hukum yang memadai selama proses pemeriksaan berlangsung.Kabid Humas menambahkan, institusi Polri tidak akan mentolerir bentuk pelanggaran yang merusak kepercayaan publik.“Kami ingin menegaskan bahwa Polda Maluku berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat dengan menegakkan hukum secara terbuka, transparan, dan berkeadilan,” pungkasnya. PNO-12
10 Okt 2025, 21:01 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru