logo-website
Senin, 27 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Kapolri Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Mitigasi untuk Cegah Dampak Bencana Papuanewsonline.com, Depok – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya kesiapan dan kolaborasi seluruh pihak dalam menghadapi potensi bencana alam di musim hujan. Hal itu disampaikan Sigit saat memimpin apel kesiapan tanggap darurat bencana di Mako Brimob Polri, Depok, Rabu (5/11/2025).Sigit mengungkapkan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hampir setengah wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. “Saat ini 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, di mana puncaknya diperkirakan akan terjadi secara bertahap dari bulan November 2025 hingga Januari 2026,” ujar Sigit.Ia menjelaskan, peningkatan curah hujan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi. Selain itu, BMKG juga memprediksi akan terjadi fenomena La Nina yang dapat meningkatkan intensitas hujan di atas normal.“Selain itu, BMKG juga mendeteksi bahwa bulan November 2025 akan mulai terjadi fenomena La Nina yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026,” kata Sigit.Untuk itu, Sigit menekankan perlunya langkah antisipatif dan kesiapan optimal dari seluruh unsur, baik pemerintah pusat maupun daerah, TNI-Polri, serta lembaga terkait lainnya.“Diperlukan kesiapan yang optimal dari seluruh elemen bangsa, baik dari TNI Polri, pemerintah pusat hingga daerah, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, kementerian lembaga, dan stakeholder terkait, beserta seluruh masyarakat, guna menjamin terlaksananya quick response terhadap setiap situasi bencana,” jelasnya.Kapolri menambahkan, sinergi dan mitigasi yang terintegrasi dapat meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum.“Melalui sinergitas dan kolaborasi yang terintegrasi, tentunya kita akan mampu memaksimalkan upaya mitigasi terhadap dampak bencana, sehingga dapat meningkatkan tingkat kerentanan masyarakat terhadap berbagai risiko, baik berupa korban jiwa, harta benda, serta kerusakan fasilitas umum yang dapat menghambat stabilitas perekonomian serta pembangunan nasional,” tuturnya.Apel kesiapan tanggap darurat bencana ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia dan diikuti oleh personel gabungan dari berbagai instansi. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi nasional dalam menghadapi potensi bencana di musim hujan. PNO-12 05 Nov 2025, 18:52 WIT
Kapolri Tinjau Sarana-Prasarana Pada Apel Kesiapan Tanggap Bencana di Mako Brimob Papuanewsonline.com, Depok – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau sejumlah sarana dan prasarana tanggap bencana di lapangan apel Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada Rabu (5/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Jenderal Sigit memeriksa berbagai peralatan dan kendaraan operasional yang disiapkan untuk menghadapi situasi darurat bencana.Pantauan di lokasi, Kapolri meninjau satu per satu fasilitas tanggap bencana yang telah dipersiapkan. Setiap satuan yang bertanggung jawab atas alat dan perlengkapan tersebut turut memberikan penjelasan secara langsung kepada Jenderal Sigit.Salah satu alat yang menarik perhatian Kapolri adalah flat bag, yang digunakan untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan. Dalam kesempatan itu, Jenderal Sigit sempat bertanya langsung kepada personel Polairud mengenai fungsi alat tersebut.“Ini bisa evakuasi korban dari reruntuhan?” tanya Jenderal Sigit kepada salah satu personel Polairud.“Siap, ini bisa evakuasi korban dari reruntuhan, Jenderal,” jawab personel Polairud.Selain flat bag, Kapolri juga meninjau drone hingga helikopter evakuasi yang disiapkan untuk operasi tanggap bencana. Ia turut mengunjungi dapur umum lapangan yang mampu menyediakan hingga 80 porsi makanan bagi para pengungsi.Setelah melakukan pengecekan peralatan, Jenderal Sigit meninjau kesiapan personel gabungan yang terlibat dalam penanganan bencana. Dalam momen tersebut, Kapolri tampak sesekali memberikan arahan langsung kepada personel di lapangan.Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya Polri memastikan kesiapan seluruh unsur, baik personel maupun perlengkapan, dalam menghadapi potensi bencana di berbagai wilayah Indonesia. PNO-12 05 Nov 2025, 18:44 WIT
Kapolda Maluku Pimpin Apel Simulasi Siaga Tanggap Darurat Bencana Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin Apel Simulasi Siaga Tanggap darurat Bencana di Lapangan Tahapary Tantui, Ambon, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan manajemen dan kompetensi personel dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang berpeluang meningkat menjelang akhir tahun.Apel tersebut diikuti oleh Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku, serta seluruh personel Polda Maluku dari berbagai satuan.Dalam arahannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa apel ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri terhadap ancaman bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga merupakan pengujian nyata terhadap kemampuan teknis dan manajerial personel di lapangan.“Hari ini kita akan uji dua hal. Pertama, manajemen bencana, dan kedua, kompetensi operator dalam memberikan bantuan, mulai dari pertolongan pertama hingga pelaksanaan Search and Rescue (SAR),” tegas Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto.Kapolda menambahkan, apel siaga ini merupakan atensi langsung dari pimpinan Polri untuk memastikan setiap jajaran siap menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana di wilayah Maluku.Dalam arahannya, Kapolda Maluku juga menyoroti pentingnya pemetaan potensi bencana di seluruh wilayah Maluku yang memiliki karakteristik geografis unik dan kompleks.“Maluku sebagian besar terdiri dari wilayah laut, maka potensi terjadinya bencana lebih besar di wilayah perairan,” jelas Kapolda.“Selain itu, wilayah perbukitan dan pegunungan juga memiliki risiko tanah longsor. Adapun di beberapa daerah perkotaan, potensi banjir umumnya berupa genangan,” lanjutnya.Ia mengingatkan seluruh personel untuk siap siaga secara teknis dan strategis, baik dalam menghadapi bencana laut seperti gelombang tinggi dan kecelakaan pelayaran, maupun bencana darat seperti longsor dan banjir lokal.Irjen Pol Dadang Hartanto menekankan bahwa kesiapan aparat kepolisian tidak hanya diukur dari jumlah personel atau peralatan, tetapi dari kemampuan merespons cepat, terkoordinasi, dan efektif dalam melindungi masyarakat.“Kita harus hadir dengan kesiapan penuh. Bukan hanya cepat tanggap, tetapi juga terukur dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Kapolda.Apel simulasi Siaga Tanggap Bencana ini menjadi bagian dari komitmen Polda Maluku untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi ancaman bencana alam. Melalui latihan, evaluasi, dan kesiapsiagaan terpadu, Polda Maluku memastikan seluruh personelnya mampu bertindak tepat dan efisien dalam situasi darurat.Apel Siaga Tanggap Bencana yang dipimpin Kapolda Maluku menegaskan arah kebijakan Polri di daerah dalam memperkuat sistem mitigasi dan penanganan darurat bencana. Pendekatan berbasis kompetensi dan pemetaan risiko menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan geografis Maluku yang kompleks. Dengan kesiapan personel dan sistem yang terintegrasi, Polri menunjukkan bahwa perlindungan masyarakat bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara di tengah situasi krisis. PNO-12 05 Nov 2025, 18:31 WIT
Polres Tanimbar Bekuk Kakek Cabul, Anak 6 Tahun Jadi Korban Papuanewsonline.com, Tanimbar - Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim kembali menegaskan komitmennya dalam melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari tindakan asusila. Seorang pria paruh baya berinisial EL (55) berhasil diamankan aparat setelah diduga mencabuli seorang anak perempuan berusia 6 tahun di Desa Watmasa, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Penangkapan terhadap pelaku merupakan hasil koordinasi cepat antara Unit PPA Polres Kepulauan Tanimbar dan Polsek Wuarlabobar setelah menerima laporan dari keluarga korban. Pelaku yang sehari-hari dikenal sebagai kepala rumah tangga itu, diketahui memiliki permasalahan keluarga dan kerap menumpang makan di rumah kakek korban selama dua bulan terakhir.Namun, niat baik keluarga korban dibalas dengan tindakan tercela. Pada Sabtu, 25 Oktober 2025 sekitar pukul 18.30 WIT, pelaku mendatangi rumah kakek korban seperti biasa. Seusai makan, pelaku memanfaatkan kesempatan untuk membawa korban ke toilet dan melakukan perbuatan cabul dengan iming-iming uang sebesar Rp5.000.Kecurigaan muncul ketika pelaku sempat mengaku kepada ibu korban telah memberikan uang kepada anaknya. Setelah ditanyai, korban akhirnya mengungkapkan kejadian sebenarnya. Pihak keluarga pun segera melapor ke aparat desa dan kemudian ke pihak kepolisian.Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit PPA Polres Kepulauan Tanimbar segera melakukan pemeriksaan dan penyidikan intensif. Setelah bukti dinyatakan cukup, pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP AYANI, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP RIFFAAT HASAN, S.Tr.K., S.I.K., menegaskan bahwa pelaku dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar.“Karena kasus ini termasuk pemberatan, maka ancaman pidananya dapat ditambah sepertiga dari hukuman pokok, sehingga pelaku dapat dipidana hingga 20 tahun penjara. Saat ini tersangka telah ditahan di Rutan Polres Kepulauan Tanimbar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tegas AKP Riffaat Hasan, Selasa (4/11/2025).Kasat Reskrim juga menambahkan, pada waktu yang hampir bersamaan, Unit PPA telah menyerahkan tiga tersangka kasus serupa ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hal itu menunjukkan keseriusan Polres Tanimbar dalam menangani tindak pidana asusila, terutama yang melibatkan anak-anak.“Langkah cepat dan tegas ini adalah bentuk komitmen Polri untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan perlindungan maksimal kepada anak-anak. Kami tidak akan mentoleransi kejahatan terhadap anak,” pungkasnya.Kasus ini kembali menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, termasuk orang yang dikenal sekalipun. Tindakan cepat aparat Polres Kepulauan Tanimbar patut diapresiasi sebagai bentuk nyata kehadiran Polri dalam melindungi generasi penerus bangsa dari kejahatan seksual. Penegakan hukum yang tegas harus berjalan beriringan dengan edukasi dan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan anak-anak. PNO-12 05 Nov 2025, 18:24 WIT
Gubernur Fakhiri Dorong Pemanfaatan Potensi Lokal Sebagai Motor Pembangunan Papua Papuanewsonline.com, Jayapura — Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menegaskan bahwa percepatan pembangunan di wilayah Papua tidak hanya bergantung pada besaran anggaran, tetapi lebih pada kemampuan menggali dan mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Gubernur dalam arahannya di Jayapura, Rabu (5/11/2025), sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi daerah di tengah keterbatasan fiskal pemerintah provinsi. Dalam pidatonya, Gubernur Fakhiri menekankan bahwa setiap daerah di Papua memiliki potensi khas yang bisa menjadi motor penggerak pembangunan jika dikelola dengan baik — mulai dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan tangan, hingga industri kecil dan menengah (IKM). “Kita tidak bisa terus bergantung pada transfer dana pusat. Papua punya kekayaan alam dan budaya luar biasa. Sebelum produk dikirim keluar provinsi, nilai tambahnya harus dirasakan terlebih dahulu oleh masyarakat lokal,” ujar Fakhiri dengan tegas. Fakhiri juga menekankan pentingnya disiplin anggaran dan efisiensi birokrasi sebagai pondasi percepatan pembangunan. Ia mengingatkan seluruh kepala dinas dan pejabat pemerintahan untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan rakyat. “Kami ingin pembangunan di Papua berjalan cepat, tapi tetap tepat sasaran. Jangan ada program yang hanya seremonial tanpa dampak nyata bagi masyarakat,” tutur Gubernur Fakhiri. Untuk memastikan hal itu, Pemerintah Provinsi Papua kini tengah melakukan audit menyeluruh terhadap tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah, guna mengidentifikasi titik lemah dan memperkuat sektor yang masih kurang efektif. Audit ini juga menjadi dasar dalam menempatkan pejabat yang dinilai memiliki kinerja, integritas, dan kemampuan manajerial tinggi di posisi strategis agar pembangunan dapat berjalan lebih dinamis. Selain memperkuat potensi daerah, Gubernur Fakhiri juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dan sinergi dengan kementerian serta lembaga pemerintah pusat. Menurutnya, percepatan pembangunan di Papua tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus terintegrasi antara provinsi, kabupaten/kota, dan pemerintah pusat. “Kita harus bersinergi agar pembangunan tidak terhambat oleh keterbatasan APBD. Banyak program kementerian yang bisa disinergikan dengan rencana daerah. Jangan sampai tumpang tindih, justru harus saling melengkapi,” tegasnya. Pemerintah Provinsi Papua juga terus berupaya memperluas kerja sama dengan pihak swasta dan lembaga non-pemerintah untuk mempercepat pembangunan di sektor strategis, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam arah kebijakan pembangunan daerah yang disampaikan, Gubernur Fakhiri menyoroti pentingnya ekonomi berbasis potensi lokal (local-based economy) sebagai langkah konkret menuju kemandirian dan kesejahteraan berkelanjutan. Ia mencontohkan, beberapa wilayah di pesisir selatan memiliki potensi hasil laut yang melimpah, sedangkan daerah pegunungan unggul dalam hasil pertanian dan kerajinan berbasis kearifan lokal. Jika potensi ini dikelola dengan dukungan infrastruktur yang baik dan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, maka Papua bisa mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan pusat. “Saya ingin melihat masyarakat Papua menjadi pelaku utama dalam pembangunan. Mereka tidak hanya jadi penonton, tapi penggerak utama ekonomi di wilayahnya sendiri,” kata Fakhiri penuh semangat. Langkah reformasi yang diinisiasi Gubernur Fakhiri menunjukkan arah baru pembangunan Papua yang menitikberatkan pada transformasi sosial, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan. Dengan pendekatan ini, setiap daerah diharapkan mampu mengoptimalkan potensi masing-masing untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menciptakan lapangan kerja baru. Gubernur juga menekankan pentingnya peran pendidikan dan pelatihan vokasi dalam menciptakan SDM lokal yang produktif dan siap bersaing. “Kalau SDM kita kuat, potensi apapun bisa kita kelola sendiri. Itulah arah pembangunan Papua ke depan: mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya menutup sambutannya. Pidato Gubernur Fakhiri ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan tokoh masyarakat, yang menilai langkah tersebut sejalan dengan semangat Papua Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera. Kebijakan berbasis potensi lokal dinilai menjadi solusi nyata dalam menghadapi keterbatasan fiskal, sekaligus memperkuat identitas ekonomi masyarakat Papua yang berakar pada kekayaan alam dan budaya sendiri. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen untuk terus mengawal arah pembangunan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Papua.     Penulis: Jid Editor: GF 05 Nov 2025, 15:23 WIT
Smart Air Juarai Danlanud Cup 2025, Komandan Lanud YKU Apresiasi Semangat Sportivitas Papuanewsonline.com, Timika — Turnamen futsal Danlanud Cup 2025 resmi berakhir dengan kemenangan dramatis tim Smart Air, yang berhasil menundukkan Denkav Mimika melalui adu penalti dalam laga final yang berlangsung di GOR SP5, Kabupaten Mimika, pada Senin malam (4/11/2025). Pertandingan puncak ini menjadi tontonan yang menegangkan dan penuh semangat sportivitas. Kedua tim tampil ngotot sejak menit awal, saling menekan dan menunjukkan kualitas permainan terbaik mereka. Skor imbang 3-3 di waktu normal membuat pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti, yang akhirnya dimenangkan oleh Smart Air dengan skor 4-2. Sementara itu, dalam laga perebutan juara tiga, tim AFT Mozes Kilangin berhasil menundukkan Brimob Mimika dengan skor meyakinkan 7-4. Komandan Lanud Yohanis Kapiyau (YKU) Timika, Kolonel Pnb Asri Efendi Rangkuti, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi. Menurutnya, turnamen ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan dan semangat sportivitas antarinstansi di wilayah Mimika. “Turnamen ini tidak semata-mata mencari pemenang, tetapi bagaimana kita semua bisa belajar dari semangat tim, disiplin, dan kebersamaan. Sportivitas yang ditunjukkan semua peserta patut diapresiasi,” ujar Kolonel Asri Efendi Rangkuti dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus digalakkan oleh Lanud YKU sebagai bentuk komitmen TNI AU untuk mendukung pengembangan olahraga di daerah, sekaligus mempererat sinergi dengan masyarakat sipil dan instansi lain. Danlanud Cup 2025 merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Turnamen ini diikuti oleh berbagai instansi, baik dari unsur militer, kepolisian, pemerintahan daerah, maupun masyarakat umum. Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol kolaborasi dan keharmonisan antara TNI dan masyarakat dalam membangun semangat positif di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika. “Kami ingin HUT TNI tahun ini tidak hanya diperingati dengan upacara dan seremoni, tetapi juga melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, seperti olahraga yang mempersatukan,” tambah Kolonel Asri. Sepanjang jalannya turnamen, antusiasme masyarakat Mimika terlihat begitu tinggi. Ratusan penonton memadati GOR SP5 setiap harinya untuk menyaksikan laga-laga seru antarinstansi. Sorakan dan dukungan penonton membuat suasana semakin meriah, menambah semangat para pemain di lapangan. Para pemain dari Smart Air menunjukkan kekompakan luar biasa, terutama di babak final. Kiper mereka tampil gemilang saat adu penalti dengan menggagalkan dua tendangan lawan, memastikan timnya meraih gelar juara pertama. “Kami bermain dengan hati dan kebersamaan. Semua pemain memberikan yang terbaik. Kemenangan ini untuk semua rekan tim dan masyarakat Mimika,” ungkap salah satu pemain Smart Air usai pertandingan dengan penuh haru. Selain menjadi ajang silaturahmi, turnamen ini juga diharapkan menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit atlet futsal potensial yang dapat membawa nama baik Mimika di tingkat regional maupun nasional. Kolonel Asri menegaskan bahwa Lanud YKU akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini ke depannya, bahkan membuka peluang untuk mengadakan kompetisi serupa di tingkat provinsi. “Kita berharap dari ajang ini lahir pemain-pemain berbakat yang bisa membawa nama Papua ke ajang lebih tinggi. Lanud YKU siap menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkembang lewat olahraga,” ujarnya menutup kegiatan. Keberhasilan Smart Air menjuarai Danlanud Cup 2025 menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Mimika. Lebih dari sekadar prestasi, kemenangan ini mencerminkan semangat persaudaraan dan kebersamaan yang menjadi nilai utama dalam peringatan HUT ke-80 TNI. Turnamen berakhir dengan penyerahan piala, medali, dan piagam penghargaan kepada para pemenang, serta sesi foto bersama yang penuh kehangatan dan rasa persaudaraan. Dengan suksesnya penyelenggaraan Danlanud Cup 2025, Mimika kembali membuktikan diri sebagai daerah yang kaya akan potensi olahraga, solidaritas, dan semangat kebersamaan di Tanah Papua. Penulis: Abim Editor: GF 05 Nov 2025, 15:20 WIT
FH Uncen Resmikan Kelas Magister Ilmu Hukum di Mimika Papuanewsonline.com, Timika — Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen) resmi membuka Program Magister Ilmu Hukum di Kabupaten Mimika, menandai babak baru dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di wilayah yang menjadi jantung ekonomi Papua. Peresmian program ini disertai kegiatan matrikulasi perdana yang berlangsung di Timika, Selasa (4/11/2025), dan dihadiri oleh jajaran akademisi, pejabat pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan hukum lanjutan di Mimika, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berbasis pada supremasi hukum dan keadilan sosial. Dekan Fakultas Hukum Uncen, Dr. Yustus Pondayar, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya pembukaan kelas magister ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Uncen dalam memperluas jangkauan pendidikan tinggi berkualitas ke daerah-daerah strategis di Papua. “Kehadiran kelas magister ini adalah bukti komitmen kami untuk mendekatkan pendidikan hukum berkualitas kepada masyarakat. Kami ingin memberi ruang bagi aparatur pemerintahan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan semua pihak yang berperan dalam pembangunan daerah,” ujar Pondayar. Program ini tidak hanya sekadar memperluas kesempatan belajar, tetapi juga menjadi upaya konkret dalam membangun generasi pemimpin masa depan Papua yang memiliki landasan hukum yang kuat, berpikir kritis, dan berintegritas tinggi. Kurikulum Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Uncen dirancang dengan tiga pilar utama, yaitu, mengembangkan kemampuan berpikir analitis dan kritis terhadap sistem hukum nasional dan global, menanamkan kepekaan etika dalam penegakan hukum dan penyusunan kebijakan publik dan memberikan ruang akademik untuk mengkaji hukum adat dan kearifan lokal Papua. Yustus Pondayar menjelaskan bahwa Mimika, sebagai pusat ekonomi yang dinamis dengan kehadiran perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia, membutuhkan pemimpin dan profesional hukum yang tidak hanya memahami peraturan, tetapi juga mampu mengelola konflik, menegakkan keadilan, dan menjaga harmoni sosial di tengah kompleksitas ekonomi daerah. “Dinamika sosial dan ekonomi di Mimika menuntut hadirnya pemimpin lokal yang berkarakter dan berwawasan hukum kuat. Kami ingin menyiapkan mereka agar mampu menjadi pengambil kebijakan yang bijak, profesional, dan berintegritas,” tegasnya. Pondayar juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pembukaan program ini. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat terus ditingkatkan dalam upaya memperkuat kapasitas SDM Papua di berbagai sektor. “Tanpa dukungan Pemkab Mimika dan berbagai pihak, program ini tidak mungkin terwujud. Ini adalah bukti bahwa dunia akademik dan pemerintah daerah bisa berkolaborasi membangun SDM Papua dari akar rumput,” ujarnya. Selain itu, pihak Uncen juga berencana menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga hukum, pengadilan, dan kejaksaan di Mimika agar mahasiswa magister dapat mendapat pengalaman langsung dalam praktik hukum dan penyusunan kebijakan publik. Kepada mahasiswa angkatan pertama Program Magister Ilmu Hukum Mimika, Dekan Yustus Pondayar memberikan pesan penuh makna agar menjadikan kesempatan belajar ini sebagai momentum perubahan diri dan kontribusi nyata bagi daerah. “Hadirlah sebagai pribadi pembelajar yang rendah hati namun berprinsip. Kalian adalah calon pemimpin hukum Papua masa depan. Gunakan ilmu ini untuk membangun daerah, bukan hanya untuk status,” pesannya disambut tepuk tangan hadirin. Dengan dibukanya Program Magister Ilmu Hukum Uncen di Timika, Kabupaten Mimika semakin mengokohkan diri sebagai salah satu pusat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Papua Tengah. Program ini diharapkan menjadi wadah lahirnya sarjana hukum berkualitas, berjiwa nasionalis, dan memiliki kepedulian terhadap keadilan sosial di Tanah Papua. Langkah Fakultas Hukum Uncen ini juga sejalan dengan visi besar pemerintah untuk mendistribusikan akses pendidikan tinggi ke wilayah-wilayah potensial di luar Jayapura, sehingga tidak semua mahasiswa harus ke ibu kota provinsi untuk melanjutkan studi lanjutan. Pembukaan kelas magister ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi simbol dari semangat perubahan dalam mencetak SDM Papua yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional. Fakultas Hukum Uncen menegaskan akan terus mendukung program-program pendidikan berbasis daerah yang berpihak pada masyarakat lokal dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan di Papua. Penulis: Abim Editor: GF 05 Nov 2025, 15:17 WIT
Warga Jila Mengungsi Akibat Trauma Pasca Penindakan OPM: Masyarakat Minta TNI Ditarik Papuanewsonline.com, Timika — Suasana duka dan ketakutan masih menyelimuti Distrik Jila, Kabupaten Mimika, setelah operasi penindakan terhadap kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berlangsung Sabtu (31/10/2025). Hingga kini, lebih dari 1.500 warga dari tujuh kampung di Distrik Jila masih mengungsi ke wilayah yang dianggap lebih aman. Mereka mengaku trauma mendalam akibat suara tembakan dan kehadiran aparat bersenjata di sekitar permukiman. Dalam suasana mencekam itu, warga menuntut agar pasukan TNI tambahan ditarik dari wilayah Jila, dan agar pemerintah turun tangan memberikan jaminan rasa aman serta pemulihan bagi masyarakat sipil. Ribuan warga melalui perwakilan mereka menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, aparat TNI-Polri, dan perwakilan pemerintah daerah di Timika, Selasa (4/11/2025). Dalam pertemuan itu, perwakilan warga menyerahkan dokumen berisi sejumlah tuntutan resmi, termasuk desakan agar operasi militer di Jila dihentikan sementara demi menenangkan situasi. “Masyarakat kami dari tujuh kampung masih mengungsi karena trauma. Tidak ada korban dari warga, tapi ketakutan itu nyata. Mereka tidak berani kembali ke rumah,” ujar Oto Tsunme, perwakilan masyarakat Jila, dengan suara bergetar. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pengungsi kini menumpang di rumah kerabat di distrik tetangga, sementara sebagian lainnya bertahan di hutan karena takut akan kehadiran aparat. Dalam dokumen resmi yang diserahkan ke DPRK Mimika, terdapat beberapa poin utama yang menjadi sorotan, di antaranya: Meminta DPRK dan Pemkab Mimika meninjau langsung kondisi keamanan masyarakat sipil di Distrik Jila. Menuntut Dandim 1710/Mimika untuk menarik pasukan tambahan TNI dari wilayah tersebut demi menghindari trauma berkelanjutan. Meminta pemerintah menyediakan bantuan kemanusiaan bagi warga yang masih mengungsi. Mendorong adanya dialog damai antara aparat dan masyarakat agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan normal. Menjamin keamanan warga sipil, khususnya perempuan dan anak-anak, selama masa pemulihan pasca-konflik. “Kami tidak ingin konflik ini terus berlanjut. Kami ingin hidup tenang, bisa berkebun dan bersekolah lagi seperti dulu,” tambah Ely Dolame, tokoh masyarakat Jila lainnya. Ia juga menegaskan bahwa warga akan kembali melakukan aksi jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti. Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menyampaikan apresiasi atas sikap masyarakat yang memilih jalur dialog dalam menyampaikan pendapat. Ia menegaskan DPRK akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi keamanan untuk menindaklanjuti tuntutan warga. “Kami mendengar langsung keluhan masyarakat Jila dan akan segera menindaklanjutinya. DPRK akan mendorong agar ada langkah cepat, termasuk penanganan pengungsi dan evaluasi operasi keamanan,” ujar Primus. Sementara itu, Kapten Kav Dolvie, yang mewakili Dandim 1710/Mimika, menyampaikan bahwa pihak TNI memahami kekhawatiran warga dan akan meneruskan aspirasi mereka ke komando atas. “Kami akan tampung dan sampaikan aspirasi masyarakat ini. TNI hadir untuk menjaga, bukan menakuti. Semua langkah akan disesuaikan dengan kebijakan pusat,” tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menegaskan bahwa TNI-Polri tetap berkomitmen menjaga keamanan masyarakat, namun dengan mengedepankan pendekatan humanis dan dialogis. “Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman. Tidak boleh ada lagi kekerasan, baik dari pihak mana pun,” ucap Kapolres Billyandha. Hingga kini, sebagian besar pengungsi masih berada di lokasi penampungan sementara yang difasilitasi oleh gereja dan organisasi kemanusiaan lokal. Kondisi mereka cukup memprihatinkan, dengan keterbatasan logistik, air bersih, dan layanan kesehatan. Sejumlah lembaga kemanusiaan juga mulai menyalurkan bantuan darurat, sementara pemerintah daerah tengah menyiapkan tim khusus untuk pemulihan pascakonflik dan pendataan pengungsi. Meski diliputi trauma, warga Jila berharap agar pemerintah dan aparat benar-benar menepati janji mereka untuk memulihkan keamanan dan membuka jalan bagi kepulangan warga ke kampung halaman. “Kami hanya ingin kedamaian. Jangan ada lagi suara tembakan di kampung kami,” kata seorang ibu pengungsi sambil menenangkan anaknya yang ketakutan. Rapat tersebut ditutup dengan komitmen bersama dari DPRK, TNI-Polri, dan Pemkab Mimika untuk membentuk tim investigasi lapangan dan mengatur penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak. Situasi di Distrik Jila kini masih dipantau dengan ketat. Pemerintah daerah berupaya memastikan agar stabilitas keamanan dapat segera pulih, sementara warga menunggu realisasi janji untuk bisa kembali hidup dalam kedamaian di tanah sendiri. Penulis: Abim Editor: GF 05 Nov 2025, 15:13 WIT
Polri Gelar FGD Sinergi Antar Lembaga Lindungi Hak Anak yang Berhadapan dengan Hukum Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Antar Lembaga untuk Terlindunginya Hak-Hak Anak yang Berhadapan dengan Hukum”, bertempat di Grand Ballroom Hotel Ambara, Jakarta, Selasa (4/11/2025).Kegiatan ini menghadirkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si. sebagai narasumber utama.FGD ini merupakan bentuk kolaborasi lintas lembaga yang diinisiasi oleh Polri untuk mencari solusi terbaik dalam perlindungan hak anak, khususnya bagi anak-anak yang sempat terlibat dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.Dalam penyampaiannya, Menteri PPPA menekankan pentingnya pendekatan yang berperspektif perlindungan anak dalam setiap proses hukum yang melibatkan anak. Ia mencontohkan beberapa kasus di Jawa Barat dan Jawa Timur, di mana sejumlah anak ikut dalam aksi demonstrasi tanpa memahami risiko yang ditimbulkan.“Kami menemukan banyak anak yang tidak tahu bahwa demonstrasi yang mereka ikuti bisa berujung anarki. Mereka ikut karena rasa ingin tahu, ajakan teman, atau informasi di media sosial,” ujar Arifatul Choiri.Ia menjelaskan, sebagian anak bahkan diajak dengan dalih kegiatan lain seperti konser musik atau pertandingan sepak bola, namun akhirnya justru diturunkan di lokasi aksi.Hal ini membuat banyak orang tua terkejut dan khawatir karena anak mereka harus berhadapan dengan proses hukum.Meski demikian, Arifatul menegaskan bahwa pemerintah bersama Polri dan lembaga terkait berkomitmen memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi.“Berkat sinergi yang kami lakukan, anak-anak yang sedang menjalani proses hukum tetap bisa mendapatkan hak pendidikannya. Mereka tetap bersekolah secara daring,” ungkapnya.Ia menambahkan, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan perlindungan anak sesuai dengan arahan Presiden RI.“Tidak ada satu pun kementerian atau lembaga yang bisa berjalan sendiri. Semua harus berkolaborasi dan bersinergi. Hari ini kita melaksanakan semangat itu bersama,” tegas Arifatul Choiri.FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam mencegah keterlibatan anak dalam situasi yang berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum serta memastikan pemenuhan hak-hak anak tetap terlindungi. PNO-12 05 Nov 2025, 14:45 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT