logo-website
Selasa, 03 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Subsatgas TIK OMPC II-2024 Tingkatkan Kualitas Komunikasi Personel Pengamanan Pilkada Papua Tengah Papuanewsonline.com, Nabire – Subsatgas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Operasi Mantap Praja Cartenz II-2024 Wilayah Papua Tengah memberikan dukungan penting bagi kelancaran komunikasi selama tahapan Pilkada 2024. Pada Jumat (27/9), personel TIK memasang perangkat Radio RIG di Posko Satgas OMPC II-2024 sebagai upaya untuk memperluas jangkauan dan memperbaiki kualitas komunikasi antarpersonel pengamanan.Kasubsatgas TIK, Ipda Moh. Su’uddin, menyatakan bahwa pemasangan perangkat Radio RIG bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas komunikasi, terutama di lingkungan yang berbeda dan terkadang sulit diakses. "Perangkat ini memiliki daya pancar dan daya terima yang jauh lebih baik dibandingkan Handy Talkie (HT), karena power yang lebih besar sehingga memastikan komunikasi yang lebih jernih dan berkualitas tinggi," ujar Ipda Su’uddin.Menurutnya, perangkat ini menjadi solusi penting bagi efisiensi komunikasi antarpersonel yang terlibat dalam pengamanan Pilkada di berbagai lokasi di Papua Tengah. "Kami ingin memastikan bahwa seluruh personel dapat berkoordinasi dengan cepat dan tepat tanpa terputus, terutama saat menghadapi situasi darurat atau saat dibutuhkan respons yang cepat di lapangan," tambahnya.Peningkatan kualitas komunikasi ini dianggap krusial mengingat wilayah Papua Tengah yang terdiri dari berbagai medan dan tantangan geografis, mulai dari pegunungan hingga daerah pesisir. Dengan teknologi yang lebih kuat dan jangkauan yang lebih luas, diharapkan personel pengamanan dapat bekerja dengan lebih efisien dan terkoordinasi, menjaga keamanan dan kelancaran seluruh tahapan Pilkada."Dukungan teknologi ini adalah bagian dari kesiapan kami untuk memastikan Pilkada berjalan aman dan lancar. Kami terus berupaya agar personel pengamanan dapat berkomunikasi tanpa hambatan, yang tentu berdampak positif pada keseluruhan pengamanan," pungkas Ipda Moh. Su’uddin.Dengan adanya perangkat Radio RIG ini, diharapkan Operasi Mantap Praja Cartenz II-2024 di Papua Tengah dapat berlangsung dengan lebih baik, memastikan setiap langkah pengamanan terjalin melalui komunikasi yang cepat, jelas, dan efektif. PNO-12 29 Sep 2024, 14:23 WIT
Polres Keerom Laksanakan Upacara Pemakaman Jenazah Almarhum Brigpol Anumerta Kiki Supriyadi Papuanewsonline.com, Keerom – Personil Polres Keerom beserta Jajaran, telah melaksanakan pelaksanaan Upacara Pemakaman Jenazah Almarhum Brigpol Anumerta Kiki Supriyadi, Personel Polres Puncak Jaya, di TPU Kampung Yuwanain, Distrik Arso, Kab. Keerom, pada Jumat (27/09/2024).Upacara Pemakaman ini dipimpin langsung oleh Kapolres Keerom, AKBP Christian Aer. S.H., S.I.K., selaku Inspektur Upacara dan Ipda Saleh Ando, sebagai Komandan Upacara, pelaksanaan Upacara Pemakaman ini turut diikuti oleh 1 (Satu) Peleton Perwira Polres Keerom, 1 (satu) Peleton Bintara Polres Keerom, serta 1 (Satu) Peleton Dalmas Satuan Samapta Polres Keerom.Dalam amanatnya Inspektur Upacara, AKBP Christian Aer menyampaikan bahwa Upacara ini bertujuan untuk mengenang jasa-jasa almarhum dalam menjalankan tugas sebagai Personil Polres Puncak Jaya.“Saya menyampaikan pesan ini sebagai pengingat bagi seluruh anggota kepolisian untuk terus bersinergi dalam menjalankan tugas demi keamanan masyarakat,” ucapnya. Lebih lanjut Ia menambahkan bahwa Upacara ini juga menjadi momen refleksi mengenai nilai keberanian dan pengabdian Jenazah Almarhum Brigpol Anumerta Kiki Supriyadi dalam dunia kepolisian."Setiap kata dari amanat yang Saya sampaikan semoga menggugah semangat dan kesadaran penuh tanggung jawab, selain itu, kegiatan ini menciptakan rasa persaudaraan di antara sesama anggota," pungkas AKBP Christian Aer.Usai menyampaikan amanat, dilakukannya Penghormatan terakhir kepada Almarhum Brigpol Anumerta Kiki Supriyadi, yang dipimpin oleh Inspektur Upacara dan diikuti oleh seluruh peserta Upacara.Adapun Kronologi kejadian yang mengakibatkan gugurnya Jenazah Alm. Brigpol Kiki Supriyadi adalah penyerangan yang terjadi pada saat personil Polsek Ilu sebanyak 4 orang kembali dari Kota Mulia yang saat itu melintasi Kali Pagargom, Distrik Kalome, Kabupaten Puncak Jaya.Penghormatan terakhir merupakan tanda kasih dan rasa kehilangan yang mendalam dari seluruh peserta upacara. Diiringi dengan doa, semua pihak berdiri dengan hikmat untuk memberikan penghormatan kepada almarhum. PNO-12 29 Sep 2024, 14:11 WIT
Satgas TNI Wujudkan Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua Papuanewsonline.com, Jayawijaya – Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres RI) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua merupakan landasan hukum pelaksanaan tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Papua. Dalam Inpres tersebut, tiga tugas yang harus dilaksanakan TNI meliputi dukungan pengamanan, mendukung Pemerintah Daerah (Pemda) dalam penyediaan pelayanan dasar, serta Komunikasi Sosial yang inklusif.Sesuai landasan hukum tersebut, maka TNI menempatkan Satuan-Satuan Tugas (Satgas) di wilayah Papua guna mewujudkan percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua. Situasi keamanan yang stabil dan kondusif merupakan prioritas utama yang harus diwujudkan di Papua agar seluruh stakeholder dan warga masyarakat dapat menjalankan aktivitas serta perannya dengan baik dalam membangun Papua. Hal ini menjadi penting mengingat masih adanya gangguan keamanan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang masih sering terjadi di wilayah Papua. Gangguan keamanan OPM tentunya menghambat proses percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua.Banyak gangguan keamanan yang telah dilakukan oleh OPM, baik intimidasi dan kekerasan kepada warga sipil tidak bersenjata, pemerkosaan, bahkan pembunuhan juga kerap dilakukan, baik terhadap warga sipil tidak bersenjata maupun Aparat Keamanan TNI-Polri. Insiden pembunuhan OPM terhadap Glen Malcolm Conning, warga Selandia Baru yang juga merupakan Pilot Helikopter PT Intan Angkasa Air Service, pada hari Senin (5/8/2024) merupakan rangkaian kejahatan OPM yang telah mengganggu keamanan dan berdampak terhadap proses pembangunan Papua. “Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pada hari Selasa (6/8), TNI telah berhasil mengamankan Alama serta mengevakuasi jenasah Pilot Glen, Tenaga Kesehatan, Guru dan Balita, tanpa adanya permintaan lebih dahulu, baik dari pihak keluarga korban maupun Pemerintah Selandia Baru, namun murni wujud tindakan kemanusiaan”, ucap Dansatgas Media KOOPS HABEMA, Letkol Arh Yogi Nugroho, dalam pernyataan tertulisnya kepada media. Hal serupa juga telah dilakukan dalam keberhasilan pembebasan sandera Pilot Susi Air atas nama Kapten Pilot Phillip Mark Mehrtens pada hari Sabtu (21/9/2024). Pembebasan Kapten Pilot Phillip Mark Mehrtens merupakan implementasi tindakan kemanusiaan TNI bersama seluruh stakeholder untuk bersama-sama mewujudkan Papua yang aman dan damai.Letkol Arh Yogi Nugroho, juga menambahkan, Aparat Keamanan TNI dan Polri terus melaksanakan tugas pengamanan wilayah Papua, sehingga Papua tetap aman, kondusif dan terbebas dari gangguan keamanan oleh OPM. Tugas keamanan wilayah Papua tersebut merupakan implementasi dukungan TNI dan Polri terhadap program Pemerintah RI dalam percepatan pembangunan kesejahteraan Papua. PNO-12 28 Sep 2024, 17:39 WIT
Satgas Preemtif Polda Maluku Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku melalui satgas preemtif subsatgas binmas, subsubsatgas edukasi menyapa masyarakat yang beraktifitas di sejumlah wilayah di kota Ambon, Sabtu (28/9/2024).Para warga yang ditemui diantaranya di pangkalan ojek jalan Rijali Belakang Soya, depan terminal ruang tunggu penampung pelabuhan Yos Sudarso dan swalayan matahari Ambon Plaza. "Hari ini tim satgas preemtif kembali mengajak masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas sehingga tetap aman kondusif dalam setiap tahapan Kampanye," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Areis Aminnulla S.Ik.Masyarakat juga diminta agar tidak meneruskan informasi/berita yang bermuatan provokasi, hate speech atau ujaran kebencian, hoaks atau berita tidak benar baik secara langsung maupun melalui media cetak, elektronik dan media sosial."Tim satgas preemtif juga mengajak masyarakat untuk tidak mengkonsumsi miras yang dapat berakibat menimbulkan gangguan kamtibmas termasuk laka lantas," sebutnya.Kepada masyarakat yang ditemui, tim satgas preemtif juga mengingatkan agar tidak mengikuti ajakan orang untuk melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. "Walaupun berbeda pilihan tetapi kita harus tetap mengutamakan persaudaraan serta menjaga keamanan dan persatuan," ujarnya.Masyarakat juga diminta patuhi semua aturan hukum yang berlaku, sehingga tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. PNO-12 28 Sep 2024, 17:13 WIT
Polda Maluku dan Imigrasi Lakukan Pendataan dan Pengawasan Terhadap 19 Eks ABK WNA di Tual Papuanewsonline.com, Ambon - Setelah penandatanganan MoU terkait penanganan orang asing, Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM provinsi Maluku bersama Direktorat Intelkam Polda Maluku melakukan pendataan dan pengawasan warga negara asing (WNA) di kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.Dari hasil pengawasan sejak Selasa-Rabu (24-25/9/2024), terdata sebanyak 19 orang WNA yang berasal dari Negara Thailand dan Myanmar. Mereka merupakan mantan ABK Kapal Thailand.Tim gabungan yang melakukan pendataan dan pengawasan orang asing dipimpin oleh Kepala Bidang Intelijen, Divisi Intelijen Kanwil Kemenkumham, Suyitno."Dalam kegiatan tersebut berhasil didata sebanyak 19 orang WNA asal Thailand dan Myanmar eks crew kapal asing yang tinggal di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Areis Aminnulla, S.Ik, Jumat (27/9/2024).Selain melakukan pendataan, tim gabungan juga melakukan tatap muka dengan para WNA. Tim ingin mendengar aspirasi dari para WNA terkait status kewarganegara mereka yang telah tinggal dan menetap di Indonesia.Dalam pertemuan itu, para WNA ingin menetap di Indonesia. Mereka berharap dapat dijadikan sebagai warga negara Indonesia. Sebab, para WNA ini telah berkeluarga/menikah dengan warga lokal, sudah beranak cucu, dan telah tinggal di Indonesia kurang lebih antara 10 -26 tahun di Indonesia.Para WNA juga berharap pemerintah Indonesia bisa membantu mereka untuk mewujudkan status kewarganegaraan. Ini agar mereka tidak ketakutan atau cemas dengan masa depan keluarga mereka jika sampai dideportasi."Para WNA mengaku mereka yang berdomisili di kota Tual dan kabupaten Maluku Tenggara Kurang lebih 42 orang. Namun saat ini banyak yang sudah keluar dari Kota Tual untuk mencari pekerjaan, sehingga keberadaan mereka saat ini tidak diketahui dan sulit dihubungi," tambahnya.Atas harapan para WNA, Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Maluku menjelaskan, untuk menaturalisasi WNA menjadi WNI membutuhkan proses dan pentahapan yang tidak mudah. Pihak Keimigrasian dan Polda Maluku meminta WNA lebih kooperatif jika sewaktu waktu diperlukan untuk kepentingan proses lebih lanjut."Para WNA juga diingatkan untuk tidak mengikuti Pemilihan Umum karena mereka belum memiliki status kewarganegaraan Indonesia," katanya.Proses pendataan yang dilakukan adalah langkah awal untuk proses naturalisasi kewarganegaraan. Setelah pendataan Divisi Keimigrasian akan berkoordinasi dengan kedutaan negara asal WNA yakni Tahiland dan Myanmar.Setelah mendapatkan pengakuan dari negara asal para WNA maka akan diterbitkan Paspor. Dari Paspor kemudian akan diterbitkan ITAS (ijin tinggal terbatas). ITAS kemudian dikonversi menjadi ITAP (Ijin tjnggal Tetap). ITAP kemudian dikonversi menjadi SKIM (Surat Keterangan keimigrasian). Setelah memperoleh SKIM barulah diajukan ke Dirjen AHU (Administrasi dan Hukum) Kementrian Hukum dan Ham RI)."Selanjutnya baru dilakukan penetapan Status kewarganegaraan," ungkap Kombes Areis.Pentahapan proses WNA eks ABK ke WNI akan dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat yang berkompeten guna kejelasan penetapan status warga negara asing eks ABK menjadi WNI."WNA yang ditemukan ini dulunya adalah ABK namun karena ada sebagian yang mengalami kekerasan di atas kapal dan sebagian lagi pada saat terjadi moratorium memutuskan untuk menetap di darat dan tidak kembali lagi ke kapal, sehingga sudah sekian tahun lamanya ada yang sudah menikah dan beranak cucu," pungkasnya. PNO-12 27 Sep 2024, 19:59 WIT
Aksi Bripka Rico Bawa Anak Istri Tangkap Komplotan Pencuri Motor Meski Sempat Ditembaki Papuanewsonline.com, Lampung - Anggota polri yang berdinas di SPKT Polres Lampung Barat berhasil menangkap komplotan pencuri sepeda motor. Dalam proses penangkapan ini sempat diwarnai penembakan dari pelaku.Adapun identitas anggota yang berhasil menangkap para pelaku bernama Rico Hady Saputra berpangkat Brigadir Kepala Polisi (Bripka).Video pengejaran terhadap komplotan para pelaku ini viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat Rico tengah mengejar para pelaku dengan menggunakan mobil pribadinya yang dimana anak beserta istrinya pun turut ikut dalam proses penangkapan itu.Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Rico bercerita awalnya dirinya hendak pulang kerumah usai menjemput anaknya."Peristiwa itu kemarin (kamis), saya itu lagi lepas dinas, mau jemput anak pulang sekolah sama istri. Nah pas di jalan di Kampung Gotong Royong, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, saya lihat kondisi motor dijalan ini kok di palangin, saya buka kaca terus nanya ada apa kemudian korban minta tolong bahwa motor nya dicuri," katanya, Kamis (26/9/2024).Dengan cepat dirinya langsung memutar balikkan kendaraan untuk mengejar para pelakunya."Saya spontan aja itu kejar para pelaku, dalam mobil ya ada anak istri saya juga, korban ini juga ikut ngejar pakai motor. Alhamdulillah satu pelaku berhasil ditangkap di wilayah Jalan Baru Panggungan, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah,"tuturnya."Kemudian saya langsung hubungi teman-teman di Polsek Gunung Sugih untuk melakukan penghadangan dan penangkapan terhadap salah satu pelaku yang berhasil kabur dan Alhamdulillah berhasil dijegat disana dan satu pelaku lagi berhasil ditangkap beserta motor korbannya. Namun ada dua pelaku lagi yang berhasil kabur," lanjut dia.Rico menjelaskan dalam proses penangkapan itu, para pelaku sempat melakukan penembakan kearah korban namun beruntung senjata api yang digunakannya mengalami kerusakan."Sempat nembak itu pelakunya, nembak sekali terus senjata apinya ini rusak entah habis peluru kemudian dibuangnya ke semak-semak. Tapi sudah berhasil ditemukan senjata api nya tadi," jelas dia.Saat ini katanya para pelaku telah diserahkan ke Polsek Tegineneng Polres Pesawaran untuk dilakukan pemeriksaan. Terhadap dua pelaku lainnya masih dilakukan pengejaran. PNO-12 27 Sep 2024, 19:55 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT