Papuanewsonline.com
Wakapolri Salurkan Bantuan Kemanusiaan dari Akpol 90
Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Wakapolri Komjen Pol Dr. Dedi Prasetyo kembali menegaskan komitmen Polri untuk hadir di garda terdepan penanganan bencana saat meninjau langsung wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang, Rabu (3/12/2025). Tiba menggunakan helikopter AW Korps Polairud dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Komjen Dedi langsung disambut Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan bergegas menuju posko bantuan Kemensos untuk melihat kondisi warga sekaligus memetakan kebutuhan paling mendesak.Di posko tersebut, Wakapolri mengidentifikasi kebutuhan kritis seperti air bersih, air minum, pakaian, hingga penambahan truk pengangkut logistik yang sangat dibutuhkan mengingat akses ke sejumlah wilayah masih terputus. Ia juga berdialog dengan jajaran Polres dan Polsek setempat yang turut terdampak bencana. Mengetahui kebutuhan pakaian dinas lapangan bagi personel, Komjen Dedi memastikan Polri akan mengirimkan 600 stel PDL untuk mendukung kinerja anggota di lapangan. Selain itu, ia memberikan arahan teknis terkait optimalisasi kendaraan taktis Brimob, termasuk unit Water Treatment, guna menyuplai air bersih bagi masyarakat.Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan kompleks Pendopo Bupati Aceh Tamiang yang sebelumnya terendam lebih dari dua meter saat puncak banjir. Di sana, beberapa warga mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus harapan agar distribusi bantuan terus ditingkatkan. Suasana sempat haru ketika istri Bupati, yang tengah membersihkan area pendopo, menghampiri Wakapolri dengan linangan air mata. Komjen Dedi menenangkannya dan memastikan bahwa Polri akan bekerja maksimal membantu pemulihan Aceh Tamiang.Wakapolri kemudian menyalurkan sejumlah bantuan logistik di area pendopo untuk diserahkan kepada warga melalui perangkat desa. Saat meninjau gudang logistik, ia didatangi seorang Bhayangkari yang menangis karena Asrama Polisi tempat tinggalnya rusak parah, sementara ia tidak memiliki sanak saudara di Aceh Tamiang. Komjen Dedi memastikan perlindungan dan bantuan penuh bagi keluarga besar Polri yang menjadi korban bencana.Di sela kunjungannya, Komjen Dedi juga memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dari Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 telah tiba sehari sebelumnya melalui Kapal KN Berhala milik Navigasi Ditjen Perhubungan Laut. Bantuan dalam jumlah besar tersebut mencakup sekitar 32 ton beras, lebih dari 1.300 kardus mie instan, 310 dus minyak makan, serta 300 dus air mineral. Tidak hanya itu, bantuan tambahan dari masyarakat Aceh Tamiang di Medan berupa popok, makanan siap konsumsi, biskuit, dan minyak makan juga ikut disalurkan bersama logistik dari berbagai instansi di Medan. Seluruh rangkaian bantuan ini mendapat apresiasi dari Menteri Perhubungan karena merupakan salah satu kontribusi terbesar yang dihimpun oleh alumni Akpol ’90 di bawah koordinasi Wakapolri.Batalyon Dhira Brata menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata bagi warga yang tengah berjuang memulihkan diri. Dengan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, proses pemulihan Aceh Tamiang diharapkan berlangsung lebih cepat, merata, dan menyeluruh. Usai menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan di Aceh Tamiang, Wakapolri bertolak kembali menuju Kualanamu untuk melanjutkan peninjauan ke wilayah terdampak bencana lainnya di Sumatera Barat. PNO-12
04 Des 2025, 09:07 WIT
Tinjau Lokasi Banjir Aceh Tamiang, Wakapolri Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Optimal
Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Aceh Tamiang, Rabu (3/12/2025), untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal sekaligus mendata kebutuhan mendesak masyarakat. Komjen Dedi bertolak dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, menggunakan helikopter AW milik Korps Polairud Baharkam Polri menuju Aceh Tamiang.Setibanya di Aceh Tamiang, Komjen Dedi disambut Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan langsung menuju posko bantuan Kementerian Sosial. Di lokasi tersebut, ia mendata sejumlah kebutuhan prioritas bagi warga, mulai dari air bersih, air minum, pakaian, hingga truk pengangkut logistik dari pelabuhan menuju titik-titik pengungsian.Komjen Dedi kemudian berdialog dengan Kapolres dan Kapolsek setempat untuk memastikan kondisi jajaran Polri di wilayah terdampak. Mengetahui personel membutuhkan pakaian dinas lapangan (PDL), ia berjanji segera mengirimkan 600 stel untuk mencukupi kebutuhan anggota Polres Aceh Tamiang.Selain itu, Wakapolri memberikan arahan terkait pengoperasian kendaraan taktis Brimob, termasuk unit water treatment dan water jet, yang akan membantu memenuhi kebutuhan air layak pakai bagi warga.Setelah mengecek posko bantuan, Komjen Dedi bersama Bupati Aceh Tamiang meninjau kompleks Pendopo Bupati yang sebelumnya terendam lebih dari dua meter. Di lokasi tersebut, istri Bupati Aceh Tamiang yang sedang membersihkan bangunan mendatangi Komjen Dedi sambil menahan haru. Kepadanya, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk membantu pemulihan daerah semaksimal mungkin.Di area pendopo, Komjen Dedi menurunkan sejumlah bantuan logistik untuk didistribusikan kepada warga melalui perangkat desa. Beberapa warga yang hadir menyampaikan terima kasih sambil berharap lebih banyak bantuan dapat segera dikirim.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke gudang logistik. Di sana, seorang Bhayangkari mendatangi Komjen Dedi sambil menangis karena asrama polisi tempatnya tinggal rusak parah, sementara ia tidak memiliki keluarga di Aceh Tamiang. Komjen Dedi menenangkannya dan memastikan bantuan untuk anggota Polri serta keluarganya akan segera datang.Usai rangkaian pengecekan, Wakapolri kembali menuju titik heli Polri dan bertolak ke Kualanamu untuk melanjutkan peninjauan ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat.Dalam kesempatan itu, Komjen Dedi menyampaikan sejumlah langkah konkret yang akan segera dilakukan Polri untuk membantu pemulihan Aceh Tamiang.“Kalau untuk logistik, setiap hari tetap akan dikirim. Besok kami akan mengirim 16 ton logistik untuk kebutuhan masyarakat di Aceh Tangguh,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa koordinasi distribusi bantuan akan melibatkan pemerintah daerah.“Pak Bupati nanti sebagai leading sector terdepan dalam penyaluran distribusi. Pak Bupati juga tadi meminta tambahan alat transportasi berupa truk. Insya Allah, akan saya komunikasikan dengan Kapolda Sumut. Kapolda Sumut memiliki beberapa truk yang bisa kita dorong ke Aceh Tangguh,” kata Komjen Dedi.Bantuan nanti akan difokuskan kepada wilayah-wilayah yang masih terisolasi.“Nantinya, dari gudang logistik milik Pak Bupati, bantuan tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Tugiran yang saat ini masih sangat sulit dan terisolir,” tambahnya.Terkait peralatan khusus yang akan dikirim, Komjen Dedi menyampaikan dua alat utama yang sangat dibutuhkan.“Alat khusus yang akan dikirim ada dua. Pertama water treatment. Kedua adalah water jet. Untuk water treatment, kita akan mengelola sumber-sumber air yang ada, kemudian diolah sehingga bisa langsung disalurkan kepada masyarakat. Sedangkan water jet, itu menggunakan metode dari udara untuk menghasilkan air yang siap digunakan,” jelasnya. PNO-12
04 Des 2025, 08:34 WIT
Jelang Nataru, Polda Maluku Gandeng Dinas Terkait Jaga Stabilitas Ketersediaan Stok Bapokting
Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku memastikan kesiapsiagaan penuh dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kepastian ini disampaikan dalam program Aspirasi Maluku yang digelar bekerja sama dengan RRI Pro 1 FM Ambon di Aula RRI Maluku, Rabu (3/12/2025).Dialog publik bertajuk “Peran Strategis Satgas Pangan Polda Maluku Sambut Natal dan Tahun Baru, Siap Antisipasi Lonjakan Harga dan Kelangkaan Bahan Pokok” tersebut menghadirkan empat narasumber utama:* AKP Pieter F. Matahelamual, S.H., M.H. - Kanit 1 Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Maluku / Katim Tindak Satgas Pangan Daerah* Dr.SC.agr.drh. Faradila Attamimi, MTAPSc. - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku* Chandra A.G. - Manajer Bisnis Perum Bulog Kanwil Maluku–Maluku Utara* Dr. Izaach T. Matitaputty, S.E., M.Si. - akademisi sekaligus pengamat pangan MalukuDalam pemaparannya, Manajer Bisnis Perum Bulog Kanwil Maluku–Maluku Utara, Chandra A.G. memastikan stok pangan di Maluku berada dalam kondisi aman dan terkendali.“Stok pangan di gudang Bulog sangat mencukupi untuk kebutuhan hingga enam bulan ke depan. Masyarakat tidak perlu panik atau khawatir,” jelasnya.Bulog juga terus menggelontorkan beras SPHP dan mempercepat distribusi guna menjaga stabilitas harga di pasar.Pada kesempatan yang sama, AKP Pieter F. Matahelamual Kanit 1 Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Maluku yang juga menjabat sebagai Katim Tindak Satgas Pangan Daerah yang mewakili Dirreskrimsus Polda Maluku, memaparkan bahwa Satgas Pangan Polda Maluku bekerja intensif berkolaborasi bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Perum Bulog Kanwil Maluuku-Malut dan Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan pemantauan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan/ Bapokting di Maluku.“Satgas Pangan turun setiap hari untuk memonitor harga, kualitas, dan ketersediaan stok. Fokus kami adalah stabilitas, bukan penindakan. Langkah represif hanya dilakukan jika diperlukan setelah koordinasi lintas instansi,” ujarnya.Satgas juga membuka layanan pengaduan masyarakat terkait dugaan penimbunan, permainan harga, atau kecurangan pelaku usaha melalui no 0813-3773-0838."Bagi masyarakat yang mengetahui atau menemukan adanya pelaku usaha yang menjual Bapokting tidak sesuai harga yang ditentukan/lebih tinggi atau kecurangan- kecurangan lain agar segera melapor ke Tim Tindak Satgas Pangan Polda Maluku dengan nomor: 081337730838," ungkap AKP Pieter.Akademisi Dr. Izaach T. Matitaputty menyoroti tantangan fundamental pangan di Maluku diantaranya yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan baik di Kota Ambon sendiri maupun di Kabupaten/kota yang lain yaitu kondisi Geografis Maluku sebagai negara kepulauan yang sering dilanda fenomena cuaca ekstrem yang sangat berpengaruh pada proses distribusi serta belum adanya gudang penyangga di Bulog di kabupaten/kota yang lain.Selain itu ditambahkan pula, bahwa “Sebagian besar kebutuhan pangan Maluku masih bergantung pada distribusi dari Jawa dan Sulawesi. Ini harus menjadi momentum untuk membuka lapangan kerja baru melalui pengembangan pertanian lokal,” ungkapnya.Ia juga meyakini bahwa sinergi pemerintah dan Satgas Pangan dapat mencegah gejolak harga selama periode libur panjang.Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Dr. Faradila Attamimi, menjelaskan pihaknya rutin melakukan evaluasi lapangan bersama-sama instansi terkait serta perhitungan kebutuhan pangan strategis untuk memastikan ketersediaan stok pangan.“Kami memastikan stok tersedia dengan aman. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM),dan Operasi Pangan Murah (OPM), kami meminimalisir risiko kelangkaan di kabupaten/kota,” jelasnya.Diakhiri dialog tersebut Akademisi Unpatti memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah berupa Pembangunan gudang penyangga di tiap kabupaten/kota untuk mencegah penumpukan stok hanya di Ambon.Serta Penguatan SDM, distribusi, dan logistik mengingat kondisi geografis Maluku sebagai provinsi kepulauan guna mengantisipasi kelangkaan pangan pada saat terjadi perubahan iklim ekstrem.Gelaran Aspirasi Maluku bersama RRI Pro 1 ini menunjukkan keseriusan Polda Maluku dalam meningkatkan transparansi publik, terutama dalam isu strategis seperti stabilitas pangan. Pada momen menjelang Nataru, periode yang biasanya memicu lonjakan permintaan, kehadiran Satgas Pangan menjadi penting untuk meminimalkan spekulasi harga.Pernyataan Bulog yang menegaskan stok aman untuk enam bulan ke depan menjadi faktor kunci yang menenangkan masyarakat. Namun, tantangan struktural pangan Maluku yang masih bergantung pada pasokan luar daerah tetap membutuhkan perhatian jangka panjang, khususnya pengembangan pertanian lokal dan pembangunan infrastruktur penyimpanan di kabupaten/kota.Upaya Satgas yang memilih pendekatan humanis dan kolaboratif, dengan mengedepankan koordinasi ketimbang tindakan represif, menjadi poin positif dalam menjaga keseimbangan antara pengawasan dan iklim usaha.Dengan sinergi lintas instansi, langkah antisipatif ini dinilai memadai untuk menjaga stabilitas pangan hingga perayaan Natal dan Tahun Baru berakhir. PNO-12
03 Des 2025, 19:40 WIT
Melalui Trauma Healing, Polres Humbahas Berbagi Kepedulian untuk Anak-anak Korban Bencana
Papuanewsonline.com, Panggugunan - Polres Humbang Hasundutan melalui Tim Konselor melakukan kegiatan Psikososial Trauma Healing bagi masyarakat, khususnya anak-anak korban bencana longsor, di Posko Banjir dan Longsor Desa Panggugunan kecamatan Pakkat serta Desa Batu Nagodang Siatas, Kecamatan Onan Ganjang, pada Senin (1/12/2025).Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Polres Humbahas untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana. Dalam pelaksanaannya, tim konselor Polres Humbahas mengawali sesi dengan memperkenalkan diri kepada anak-anak dan menjelaskan tujuan kegiatan Trauma Healing, yakni untuk memberikan kenyamanan, rasa aman, serta membantu mengurangi tekanan psikologis pascalongsor.Selanjutnya, tim menyapa seluruh anak-anak dan orang tua yang berada di posko, menanyakan kabar, serta mendengarkan keluhan maupun pengalaman mereka selama bencana terjadi. Untuk mencairkan suasana, anak-anak diajak bermain berbagai permainan, mengikuti games interaktif, bernyanyi bersama, hingga mereka tampak kembali bergembira dan berteriak penuh semangat.Dalam kesempatan tersebut, personil Polres Humbahas juga membagikan bingkisan makanan kepada seluruh anak-anak, memberikan dukungan moral, serta menyampaikan motivasi agar mereka tetap kuat dan berani menghadapi situasi sulit. Suasana hangat dan penuh keceriaan tampak tercipta, sebagai upaya mengurangi stres dan menciptakan kenyamanan bagi para anak-anak selama berada di pengungsian.Kapolres Humbahas, AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan Trauma Healing ini merupakan langkah penting untuk membantu memulihkan mental dan emosional anak-anak yang baru saja mengalami peristiwa traumatis akibat bencana longsor.“Kegiatan ini kami lakukan untuk membantu menghilangkan rasa takut, stres, dan trauma pada anak-anak. Kami ingin menumbuhkan harapan baru bagi mereka, memberikan semangat, dan menghadirkan kembali senyum serta keceriaan di tengah situasi bencana,” ujar Kapolres.Ia menambahkan bahwa melalui aktivitas bermain, bercanda, dan tertawa bersama, anak-anak diharapkan dapat merasakan kehadiran dukungan dari polisi dan seluruh petugas yang bekerja di lapangan.“Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendirian. Dengan kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat kembali percaya diri, tenang, dan memiliki kekuatan baru untuk menjalani hari-hari berikutnya,” tambah AKBP Arthur.Kapolres Humbahas juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk pendampingan psikologis bagi masyarakat terdampak.“Harapan kami, kegiatan Trauma Healing ini bisa menjadi ruang pemulihan bagi anak-anak dan keluarga, membantu mereka bangkit, kembali ceria, dan menatap masa depan dengan optimis,” tutup Kapolres. PNO-12
03 Des 2025, 09:24 WIT
Bangun Jembatan Darurat di Tapteng, Polda Sumut Pulihkan Akses Warga dan Jalinsum
Papuanewsonline.com, Tapanuli Tengah -Polda Sumatera Utara bergerak cepat memulihkan akses transportasi vital yang terputus akibat bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sejak pagi, sejumlah satuan dari Polda Sumut yakni Karo Log, Direktorat Polairud, Direktorat Siber, serta personel Brimob dan Polairud bersama jajaran Polres Tapteng bergotong royong membangun jembatan darurat penyambung dengan peralatan seadanya.Jembatan yang dikerjakan secara kolaboratif ini merupakan akses penting yang menghubungkan Pandan dengan Kalangan, sekaligus menjadi ruas vital pada Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Tapteng–Sidempuan. Kerusakan akses tersebut sempat menghambat mobilitas warga, distribusi bantuan, hingga arus logistik.Meski bekerja dengan kondisi terbatas dan medan yang cukup berat, tim gabungan terus melakukan upaya percepatan agar jalur darurat dapat segera digunakan masyarakat dan kendaraan darurat yang membawa bantuan.Kabid Humas Polda Sumut menegaskan bahwa langkah cepat semua unsur yang diterjunkan merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam membantu percepatan penanganan bencana.“Polda Sumut tidak membiarkan masyarakat terisolasi. Hari ini, berbagai satuan kami turun langsung membangun jembatan darurat agar Pandan dan Kalangan kembali terhubung. Ini juga demi memulihkan mobilitas di Jalinsum yang merupakan jalur strategis pergerakan logistik,” ujar Kabid Humas Polda Sumut.Beliau menambahkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan percepatan pemulihan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada masyarakat.“Dengan peralatan seadanya, personel bekerja keras demi kepentingan warga. Ini adalah bentuk nyata aksi kemanusiaan Polri. Polda Sumut akan terus berada di lapangan sampai akses benar-benar pulih dan masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan aman,” lanjutnya.Polda Sumut memastikan bahwa setelah jembatan darurat ini selesai, distribusi bantuan dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal secara bertahap. PNO-12
02 Des 2025, 19:31 WIT
Kapolri Bagikan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Papuanewsonline.com, Lhokseumawe – Kapolri kembali menunjukkan komitmennya dalam percepatan penanganan bencana dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Bantuan tersebut diterbangkan menggunakan Pesawat Poludara CN 295/P-4501 dan langsung diarahkan untuk mendukung kebutuhan warga serta petugas yang bekerja di lapangan.Dalam penyalurannya, Astamaops Kapolri, Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, hadir mewakili Kapolri untuk menyerahkan langsung bantuan tersebut di lokasi terdampak. Selain menyerahkan bantuan, Astamaops Kapolri juga melaksanakan giat memberikan support moril kepada seluruh anggota Polri dan petugas gabungan yang terus berjibaku menanggulangi bencana alam di wilayah tersebut.Adapun bantuan dari Kapolri yang disampaikan melalui Astamaops Kapolri meliputi:1. Perahu karet 1 unit2. Mesin Yamaha 1 unit3. Alas perahu 1 unit4. Power station 2 unit5. Solar panel 4 unit6. MPT-FT 20 dus7. Pemanas MTP 10 dus8. Makanan siap saji 27 dus9. Tenda 1 unitDalam kesempatan tersebut, Astamaops Kapolri Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk perhatian langsung dari Kapolri terhadap kondisi masyarakat di Aceh.“Bapak Kapolri memerintahkan kami untuk memastikan bantuan ini tiba tepat waktu dan langsung diterima masyarakat yang membutuhkan. Polri hadir untuk memberikan dukungan nyata bagi warga yang terdampak bencana, sekaligus memastikan seluruh personel yang bertugas tetap bersemangat menjalankan misi kemanusiaan,” ujarnya, Selasa (2/12).Ia juga menegaskan bahwa Kapolri memberikan instruksi agar proses penanganan bencana dilakukan dengan cepat, humanis, dan terkoordinasi.“Pesan Bapak Kapolri sangat jelas: pastikan masyarakat mendapatkan bantuan, pastikan petugas tetap kuat, dan pastikan Polri selalu berada di garis terdepan untuk membantu negara dalam situasi darurat,” tambahnya.Dengan dukungan logistik dan penguatan personel dari Kapolri ini, diharapkan penanganan bencana di Lhokseumawe dapat berjalan lebih optimal serta mempercepat pemulihan bagi masyarakat yang terdampak. PNO-12
02 Des 2025, 18:50 WIT
Respon Cepat Tangani Bencana Alam, Kapolda Aceh Terobos Banjir dan Lumpur demi Tiba di Tamiang
Papuanewsonline.com, Kuala Simpang - Ketika banjir bandang dan luapan sungai menenggelamkan hampir seluruh wilayah Aceh Tamiang, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menunjukkan kepemimpinan yang tidak hanya strategis, tetapi juga sangat humanis. Didampingi Pejabat Utama Polda Aceh, beliau menempuh perjalanan darat selama lima hari penuh, melewati jalur yang terputus, terendam air, tertutup lumpur pekat, serta di sejumlah titik harus menyeberang dengan perahu karena jalan raya berubah total menjadi sungai berarus deras.Sebuah perjalanan ekstrem yang secara teknis hampir mustahil ditempuh, tetapi dilaksanakan demi satu tujuan utama: menjamin penanganan bencana berjalan cepat, menyeluruh, dan menyentuh seluruh warga terdampak, sekaligus memastikan kondisi personel, markas komando, serta layanan Kepolisian di tengah bencana.Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan misi kemanusiaan berisiko tinggi. Di sejumlah lokasi, rombongan harus memasuki jalur yang telah berubah menjadi sungai lumpur dengan ancaman longsor dan arus deras yang setiap saat dapat mengancam nyawa.“Saya harus tiba di Tamiang. Saya ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi musibah ini. Dan mengecek langsung kondisi Mako serta memastikan Kesiapan Personil dalam penanganan dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegas Irjen Marzuki penuh ketegasan dan empati.Setibanya di lokasi, Kapolda langsung mengeluarkan instruksi darurat kepada seluruh jajaran. Ia memerintahkan percepatan evakuasi warga, terutama lansia, anak-anak, perempuan, dan kelompok rentan lainnya. Pendataan korban, tingkat kerusakan, serta kebutuhan logistik mendesak juga diperintahkan untuk dipercepat agar bantuan dapat disalurkan tanpa hambatan birokratis maupun kendala lapangan.“Banjir ini bukan hanya menguji ketahanan infrastruktur, tetapi juga mengguncang solidaritas kemanusiaan kita. Setiap warga harus mendapatkan perlindungan. Setiap keluarga harus tersentuh bantuan. Tidak boleh ada satu pun yang terabaikan,” ujarnya, didampingi Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi dan Kapolres AKBP Muliadi.Dari hasil peninjauan langsung, Kapolda menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Sebanyak 90 persen wilayah Aceh Tamiang terendam, aktivitas sosial serta ekonomi lumpuh total, dan bahkan kantor pemerintahan, Kodim, serta Polres ikut terdampak.Melihat skala bencana yang bersifat ekstrem dan meluas, Kapolda Aceh segera mengajukan bantuan tambahan kepada Mabes Polri, termasuk pengerahan pasukan recovery serta permintaan helikopter angkut untuk mempercepat distribusi logistik terutama makanan dan obat-obatann ke kawasan-kawasan yang terisolir dan tidak dapat ditembus jalur darat.“Seluruh aktivitas ekonomi berhenti. Tidak ada pedagang, tidak ada pelayanan kebutuhan dasar, dan banyak wilayah benar-benar terputus. Kita membutuhkan dukungan pusat agar penanganan bencana ini dapat dilakukan secepat mungkin. Fokus kita satu: menyelamatkan masyarakat,” tegasnya.Kapolda Aceh menegaskan bahwa Polri akan berdiri di garda terdepan, bersinergi penuh dengan pemerintah daerah dan TNI, untuk memastikan Aceh Tamiang segera bangkit dari bencana besar ini. PNO-12
02 Des 2025, 18:34 WIT
Operasi Distribusi Logistik Terus Dilakukan Polri Melalui Jalur Udara dan Laut
Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri mengerahkan kekuatan besar dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui operasi udara dan laut secara terintegrasi. Armada yang diterjunkan terdiri dari 3 pesawat angkut logistik, 5 helikopter, dan 9 kapal patroli Polair, seluruhnya telah memasuki rute operasi bantuan kemanusiaan untuk memastikan suplai logistik tiba lebih cepat terutama di daerah terisolir pascabencana. Langkah ini menjadi bukti percepatan pemulihan dan jaminan bahwa kebutuhan mendesak masyarakat tidak tertunda.Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa percepatan pendistribusian bantuan dilakukan dengan mengutamakan jalur udara.“Saat ini Polri mengerahkan pesawat dan helikopter untuk memastikan bantuan segera tiba di lokasi terdampak. Akses darat di banyak titik masih terputus, sehingga percepatan melalui udara menjadi kunci agar masyarakat dapat segera menerima logistik,” ujarnya.Lebih lanjut disampaikan bahwa operasional penerbangan telah menjangkau wilayah terdampak sejak beberapa hari lalu secara bertahap.“Sejak tiga hari terakhir helikopter telah melakukan airdrop bahan pokok di beberapa titik Tapanuli dan wilayah terisolir lainnya. Fokus kami adalah memastikan suplai tidak berhenti dan kebutuhan dasar masyarakat terjamin,” jelas Trunoyudo.Operasi Helikopter – Fokus Wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar (5 Unit) 1. AW169/P-3303 – PIC AKBP Dian Didik, 4 crew – rute distribusi logistik Aceh 2. Dauphin AS365 N3/P-3103 – PIC AKP Asep Saepudin, 4 crew – rute bantuan ke wilayah Sumbar 3. NBO-105/P-1112 – PIC AKP Doni, 4 crew – mobilisasi bantuan udara Sumut 4. Bell 429/P-3203 – PIC Kompol Ali Hasbi, 4 crew – pengiriman bantuan cepat dan evakuasi 5. Bell 412EP/P-3002 – PIC Kompol Asran Koto, 5 crew – operasi inspeksi dan distribusi terpadu9 Kapal Polair – Sumber Suplai Logistik dari Jalur Laut • KP Wisanggeni–8005 (A2) – 75 m, 29 ABK, 2 RIB → rute Aceh (labuh: CT-1 BPKS Sabang) • KP Antareja–7007 (A3) – 48,69 m, 23 ABK, 1 perahu karet → rute Sumut–Sumbar (Pelabuhan Perikanan Sibolga) • KP Anis Kembang–4001 (B3) – 28,5 m, 17 ABK, 1 perahu karet → rute Sumut (Pelindo Belawan) • KP Lory–3018 (C1) – 22,72 m, 11 ABK + perahu karet → rute Sumut (Dermaga Panton Bagan Asahan) • Dukungan tambahan oleh kapal Polda Kepri dan Polda Riau memperkuat jalur suplai dari sisi pantai.3 Pesawat Udara untuk Akselerasi Bantuan • CN295/P-4501 – PIC Kompol Rahman A (7 crew) → logistik Aceh–Sumbar • Fokker 27 MK50/P-4401 – PIC AKBP Stefanus (7 crew) → logistik Jambi–Sumut • Boeing 737-800NG/P-7301 – PIC AKBP Troy Adam (19 crew) → dukungan giat koordinasi penanganan di SumutMobilisasi besar dengan total 3 pesawat, 5 helikopter, dan 9 kapal ini memastikan jalur suplai logistik tidak berhenti, wilayah terisolir dapat kembali terbuka, dan operasi tanggap darurat berlangsung lebih cepat serta tepat sasaran. Polri memastikan pengiriman bantuan akan terus berlangsung sampai kebutuhan kritis masyarakat terpenuhi. PNO-12
02 Des 2025, 12:36 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru