Papuanewsonline.com
Karantina Papua Tengah Perketat Pemeriksaan Ribuan Kepiting Hidup Senilai Rp74 Juta
Papuanewsonline.com, Mimika – Balai
Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah (Karantina Papua Tengah)
kembali menunjukkan peran pentingnya dalam mendukung ekspor komoditas perikanan
dari Papua. Sebanyak 2.580 ekor kepiting hidup dengan nilai ekonomi mencapai Rp74
juta menjalani pemeriksaan ketat sebelum diterbangkan ke Singapura melalui Pos
Pelayanan Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, Jumat (26/09/2025). Pemeriksaan ribuan kepiting ini
dilakukan secara detail, mencakup kondisi fisik, kesehatan, serta kemungkinan
adanya luka, parasit, maupun penyakit yang bisa mengancam kualitas produk. Tak
hanya itu, petugas juga memeriksa standar kebersihan dan kelayakan wadah
pengangkut, termasuk suhu dan kadar oksigen, agar kepiting dapat bertahan hidup
selama perjalanan ekspor yang memakan waktu berjam-jam. “Proses ini penting untuk
memastikan setiap kepiting dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan layak
konsumsi. Hal ini menjadi jaminan kualitas bagi mitra dagang kita di luar
negeri,” jelas Anton Panji Mahendra, Kepala Karantina Papua Tengah. Anton menegaskan bahwa
pemeriksaan karantina bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian
dari upaya menjaga kepercayaan negara tujuan terhadap produk Indonesia.
Menurutnya, kualitas ekspor yang baik akan berdampak langsung pada
keberlanjutan perdagangan serta peningkatan ekonomi daerah. “Setiap komoditas yang diekspor
harus dipastikan sehat, bebas hama penyakit, serta sesuai standar negara
tujuan. Kita tidak hanya melindungi sumber daya hayati dalam negeri, tapi juga
menjaga nama baik dan reputasi Indonesia di mata dunia,” tegasnya. Selain itu, Karantina Papua
Tengah terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai
dari nelayan, eksportir, hingga pemerintah daerah dan pusat, demi meningkatkan
volume dan kualitas ekspor dari Papua Tengah. Komoditas seperti kepiting hidup,
udang, ikan, maupun hasil tumbuhan menjadi andalan daerah dalam mendukung perekonomian
lokal sekaligus devisa negara. “Papua Tengah punya potensi besar
di sektor perikanan dan kelautan. Jika dijaga dengan baik, ekspor kita bisa
terus meningkat, memberi manfaat bagi masyarakat lokal dan mengangkat nama
Papua di pasar global,” tambah Anton. Program pemeriksaan dan
pengawasan ketat ini juga membawa harapan besar bagi para nelayan Mimika.
Dengan kualitas produk yang terjamin, akses ke pasar internasional semakin
terbuka luas, sehingga hasil tangkapan mereka dapat bernilai lebih tinggi. Pemerintah pun berharap agar
peningkatan ekspor ini berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat pesisir
dan pelaku usaha lokal yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan. Penulis: Jid Editor: GF
29 Sep 2025, 23:34 WIT
YPMAK Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Wania Lewat Pengembangan Kebun Pisang
Papuanewsonline.com, Mimika – Upaya
pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Mimika kembali mendapat perhatian melalui
program yang digagas Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).
Melalui Divisi Perencanaan Program Ekonomi, YPMAK secara resmi membentuk Kelompok
Kerja (Pokja) Ekonomi di Kelurahan Wania, Distrik Mimika Timur. Program ini bertujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga asli suku Amungme dan Kamoro,
dengan mengembangkan sektor perkebunan berbasis potensi lokal. YPMAK mengalokasikan dana sebesar
Rp250 juta untuk program ini, dengan perincian Rp200 juta ditujukan bagi
kegiatan masyarakat dan Rp50 juta untuk biaya operasional tim Pokja. Pokja yang dibentuk beranggotakan
lima perwakilan masyarakat dari berbagai unsur, mulai dari tokoh adat, agama,
perempuan, pemuda, hingga perwakilan tokoh masyarakat. Kelima pengurus terpilih
adalah Fidelis F. Ukupako, Hendrikus Mauri, Ludiwina Weayo, Emanuel Ukapoka,
dan Stevy Imbiri. Menurut Yulius Cenawatme, Staf
Divisi Sosial Ekonomi YPMAK, Pokja akan bekerja selama delapan bulan dengan
pendampingan penuh dari YPMAK. Ia menegaskan, program awal yang disepakati
masyarakat adalah pengembangan kebun pisang sebagai komoditas utama. “Lahan sudah tersedia dan bahkan
beberapa tanaman sudah ada. Tinggal menunggu pencairan dana, masyarakat bisa
langsung melanjutkan pekerjaan berkebun,” jelas Yulius. Ketua Pokja terpilih, Fidelis F.
Ukupako, mengapresiasi kunjungan YPMAK dan menegaskan bahwa program ekonomi ini
menjadi tonggak penting bagi Kelurahan Wania. “Kami sudah menyiapkan lahan
sekitar satu hektar. Ada tanaman pisang yang sudah tumbuh, tinggal kami perluas
lagi dan tambah jumlahnya. Harapannya hasil kebun ini bisa menopang ekonomi
keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat,” ujarnya dengan penuh
optimisme. Program kebun pisang ini
diharapkan dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Selain
sebagai sumber pangan, hasil panen juga dapat dipasarkan untuk meningkatkan
pendapatan keluarga. YPMAK menegaskan bahwa
pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan dana semata,
tetapi juga melalui pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar program
benar-benar berjalan sesuai tujuan. Dengan semangat gotong royong
yang ditunjukkan masyarakat Wania, program ini menjadi contoh nyata bagaimana
kolaborasi antara lembaga dan masyarakat lokal dapat menghadirkan kemandirian
ekonomi berbasis potensi wilayah. Penulis: Abim Editor: GF
29 Sep 2025, 23:26 WIT
Gempa Guncang Tanggamus, 9 Rumah Warga Rusak
Papuanewsonline.com, Lampung – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, pada Jumat malam (26/9/2025) sekitar pukul 21.55 WIB. Akibat gempa dangkal tersebut, sedikitnya sembilan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, menyampaikan bahwa pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan proses pendataan dan rehabilitasi terhadap rumah-rumah warga yang terdampak."Tadi malam sekitar pukul 21.55 WIB terjadi gempa di wilayah Kabupaten Tanggamus. Ada beberapa wilayah yang terdampak dan di antaranya beberapa rumah warga juga ada yang mengalami kerusakan," katanya, Sabtu (27/9/2025)."Untuk total rumah yang mengalami kerusakan hingga kini terdata sebanyak 9 unit. Namun informasi masih terus dikumpulkan oleh Polres Tanggamus dan jajaran," lanjutnya.Kombes Yuni menambahkan, saat ini sejumlah posko darurat telah didirikan oleh Polres Tanggamus bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk memberikan bantuan langsung kepada warga terdampak."Hari ini tim berfokus pada proses evakuasi, rehabilitasi terhadap rumah-rumah warga yang terdampak. Untuk korban jiwa alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan," imbuhnya.Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. PNO-12
27 Sep 2025, 18:28 WIT
Bapenda Mimika Hadirkan Layanan Pajak Keliling di Kamoro Jaya, Masyarakat Antusias Bayar PBB
Papuanewsonline.com, Mimika —
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika terus menggencarkan inovasi
pelayanan publik di bidang perpajakan. Kamis (25/09/2025), Bapenda melalui
bidang PBB-P2 & BPHTB menghadirkan mobil pelayanan pajak keliling di
Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania. Kehadiran layanan jemput bola ini
langsung disambut antusias oleh masyarakat setempat, khususnya warga SP 1. Dalam program ini, warga dapat
melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2),
pendaftaran data PBB-P2, hingga konsultasi terkait berbagai kewajiban pajak
daerah. Langkah ini dinilai efektif karena menghadirkan pelayanan langsung ke
tengah masyarakat tanpa harus jauh-jauh datang ke kantor Bapenda. “Kegiatan ini sangat mempermudah
bagi kami warga. Tidak perlu lagi ke kantor Bapenda, cukup di kelurahan kami
bisa langsung bayar pajak,” ungkap Rahman, warga Kamoro Jaya yang memanfaatkan
layanan tersebut. Bapenda Mimika mengapresiasi
tingkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi dalam membayar pajak.
Pembayaran PBB-P2 tepat waktu bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga bentuk
nyata dukungan masyarakat terhadap pembangunan di Kabupaten Mimika. “Pajak yang dibayarkan warga akan
kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan
peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami berterima kasih kepada
seluruh wajib pajak yang telah taat,” kata salah satu pejabat Bapenda yang
mendampingi kegiatan tersebut. Selain mempermudah layanan,
program pajak keliling ini juga sekaligus menjadi ajang sosialisasi mengenai penghapusan
denda PBB-P2 berdasarkan Peraturan Bupati Mimika Nomor 49 Tahun 2025. Program
keringanan ini berlaku mulai 27 Agustus hingga 30 November 2025, dan menjadi
kesempatan bagi masyarakat untuk melunasi kewajiban pajak tanpa terbebani biaya
tambahan. “Dengan adanya kebijakan ini,
kami mendorong warga agar memanfaatkan waktu yang ada untuk segera melunasi
kewajibannya. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat,”
tambahnya. Antusiasme masyarakat Kamoro Jaya
yang berbondong-bondong datang ke kantor kelurahan menunjukkan bahwa pendekatan
layanan jemput bola ini berhasil membangun motivasi. Tidak hanya mempermudah,
program ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa “pajak dibayar, pembangunan
lancar” bukan sekadar slogan, melainkan kunci keberlanjutan pembangunan daerah. Dengan keberhasilan pelaksanaan
program di Kamoro Jaya, Bapenda Mimika berkomitmen untuk memperluas layanan
pajak keliling ke wilayah-wilayah lain di Kabupaten Mimika. Penulis: Jid Editor: GF
26 Sep 2025, 05:06 WIT
Masyarakat Antusias Sambut Pasar Murah Yang Diselenggarakan Polda Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) dan Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) bekerjasama dengan Bulog Maluku serta Dinas Perindag Maluku menggelar kegiatan Pasar Murah.Pasar murah yang dilaksanakan untuk membantu masyarakat ini berlangsung di kawasan Mangga Dua belakang Kampus PGSD, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Kamis (25/9/2025).Dalam kegiatan itu, Direktur Binmas Polda Maluku, Kombes Pol. Hujra Soumena S.I.K., M.H turut hadir melakukan pemantauan. Turut hadir personel Polsek Nusaniwe, sejumlah ketua RT dan tokoh masyarakat setempat.Kegiatan pasar murah menyediakan kebutuhan pokok masyarakat. Seperti beras SPHP sebanyak 10 ton, telur ayam 50 ikat (300 rak), minyak goreng minyak kita 16 karton (240 liter), gula pasir legine 3 karung (72 kg), bawang putih 50 kg, bawang merah 50 kg dan air mineral cleo botol kecil 10 karton.Pasar murah mendapat antusiasme masyarakat. Warga di kawasan tersebut berbondong-bondong datang membeli kebutuhan pokok rumah tangga.Ketua Rt. 003/01 Kelurahan Mangga Dua, Erwin H. Telussa Sp, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polda Maluku dan instansi terkait yang telah menyelenggarakan kegiatan pasar murah."Kami memberikan apresiasi atas kegiatan Pasar murah yang dilakukan Polda Maluku di kawasan kami," kata Erwin.Ia menilai kegiatan pasar murah yang dilaksanakan sangat membantu masyarakat. "Ini sangat bermanfaat sekali bagi warga, apalagi nanti dilaksanakan menjelang Natal," harapnya.Kegiatan ini, lanjut Erwin diharapkan bisa rutin diselenggarakan, sehingga dapat membantu masyarakat, khususnya di kawasan Mangga Dua. "Kami harapkan kedepannya bisa kembali digelar Pasar murah seperti ini di sini," pintanya.Senada, Ketua Rt. 001/02 Air Mata Cina, Asri Rahim, yang ikut hadir dan berbelanja kebutuhan pokok, juga memberikan terima kasih dan apresiasi atas pelaksanaan program pasar murah."Kami juga berharap pasar murah bisa terus dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang ada di kawasan sini dan semoga dengan kegiatan ini Polda Maluku semakin jaya," ucapnya. PNO-12
25 Sep 2025, 19:28 WIT
PIA Ardhya Garini Lanud YKU Timika Panen Tomat dan Cabai Bersama Warga
Papuanewsonline.com, Mimika —
Senyum dan semangat warga Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Mimika Baru,
terpancar pada Rabu (24/09/25) saat PIA Ardhya Garini Cabang 4/D.III Lanud
Yohanis Kapiyau (YKU) Timika bersama masyarakat setempat melakukan panen tomat
dan cabai. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen PIA AG Lanud YKU dalam
mendukung pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian. Panen perdana ini berlangsung di
lahan milik Kelompok Tani Angkasa Mandiri Sejahtera, kelompok binaan yang
selama ini mendapat pendampingan dari PIA AG dan jajaran Lanud YKU. Ketua PIA AG Cab. 4/D.III Lanud
YKU, Ny. Rika A.E. Rangkuti, yang turun langsung ke kebun bersama pengurus,
mengungkapkan kebanggaannya atas hasil kerja keras para petani binaan. “Kami berharap panen ini bisa
menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan pertanian sebagai
penopang kemandirian dan kesejahteraan bersama,” ungkap Ny. Rika. Ia menambahkan, pertanian lokal
harus terus didorong agar tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tetapi
juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga Mimika. Rangkuti menyampaikan apresiasi
kepada para petani yang dengan tekun merawat lahan dan memanfaatkan potensi
alam setempat. Menurutnya, keberhasilan panen tomat dan cabai ini merupakan
bukti bahwa masyarakat mampu mandiri jika diberi kesempatan, bimbingan, dan
dukungan berkelanjutan. Turut hadir dalam kegiatan panen,
Letda Tek Nasrul Al Huda (Ps. Kasikomsosdirga Lanud YKU), Serka Kasimirus Anitu
(Babinpotdirga Lanud YKU), serta Staf PPL Dinas Pertanian Lapangan Mimika,
Bapak Yutius. Kehadiran mereka menegaskan bahwa sinergi antara TNI AU,
pemerintah daerah, dan masyarakat dapat berjalan efektif untuk membangun
kampung yang produktif. “Panen ini adalah hasil nyata
dari kerja bersama. Kami ingin membuktikan bahwa TNI AU melalui PIA AG bukan
hanya hadir di udara, tetapi juga menyatu dengan masyarakat di darat,” ujar
Letda Tek Nasrul. Bagi masyarakat Wonosari Jaya,
hasil panen ini tidak hanya sebatas tomat dan cabai yang bisa dibawa pulang,
melainkan juga simbol keberhasilan pembinaan yang dijalankan dengan
konsistensi. Lebih dari itu, kegiatan ini mempererat hubungan kebersamaan antara
PIA AG, Lanud YKU Timika, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sektor pertanian pun diharapkan
terus menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan kemandirian pangan lokal,
sekaligus jalan menuju kesejahteraan masyarakat Mimika. Penulis: Jidan Editor: GF
25 Sep 2025, 17:15 WIT
YPMAK Gandeng Warga Pesisir Mimika Bentuk Pokja Ekonomi Baru
Papuanewsonline.com, Mimika —
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) kembali menunjukkan
komitmennya dalam mendorong kesejahteraan masyarakat lokal. Sebagai pengelola
dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), YPMAK resmi membentuk Kelompok
Kerja (Pokja) Ekonomi di wilayah pesisir Jalan SP 1, Distrik Wania, Kabupaten
Mimika, pada Rabu (24/9/25). Pembentukan Pokja ini merupakan
bagian dari program kampung YPMAK Divisi Ekonomi yang difokuskan untuk
mendukung masyarakat pesisir dalam meningkatkan kualitas hidup melalui berbagai
kegiatan berbasis komunitas. Bertempat di Sekretariat Lembaga
Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko), masyarakat secara demokratis memilih
struktur pengurus Pokja, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, hingga
anggota. “Hari ini kami pemilihan pengurus
Pokja baru dan bentuk tim. Salah satu rencana program mereka adalah pembersihan
lingkungan di wilayah SP 1,” ujar Kepala Divisi Ekonomi YPMAK, Oktovianus
Jangkup dalam keterangannya. Oktovianus menjelaskan, pada
tahun 2025 Pokja ekonomi kampung mendapat alokasi anggaran sebesar Rp250 juta,
dengan rincian Rp200 juta untuk pelaksanaan program dan Rp50 juta untuk
operasional pengurus. “YPMAK tetap melakukan pengawasan
dan pemantauan agar program yang dijalankan sesuai sasaran, transparan, dan
berdampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Turut hadir dalam kegiatan
tersebut, Kepala Lurah Kamoro Jaya, Musdalifah, yang menyampaikan apresiasinya
atas inisiatif YPMAK membentuk Pokja di wilayah pesisir. “Kami ucapkan terima kasih kepada
YPMAK yang sudah memfasilitasi pembentukan Pokja ini. Program pembersihan
lingkungan yang menjadi prioritas tentu akan sangat membantu kami di
pemerintahan. Harapannya semua pihak bisa terlibat dan berkolaborasi,” ungkap
Musdalifah. Pembentukan Pokja ini diharapkan
menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, bukan hanya di bidang kebersihan
lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru, meningkatkan kesadaran
kolektif, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan YPMAK. Kegiatan ini pun menjadi momentum
bagi masyarakat pesisir Mimika untuk lebih aktif mengambil peran dalam
pembangunan daerah, sekaligus menjaga lingkungan sebagai aset penting bagi
generasi mendatang. Penulis: Abim Editor: GF
25 Sep 2025, 16:04 WIT
Komisi II DPRK Mimika Tinjau Langsung Sejumlah Lokasi, Dorong Optimalisasi UPT Pembibitan Babi
Papuanewsonline.com, Mimika —
Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika kembali menunjukkan
keseriusannya dalam mendorong sektor ekonomi kerakyatan. Pada Rabu (24/9/25),
Komisi II melaksanakan kunjungan lapangan (Turlap) ke empat titik berbeda,
sebagai tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau Hearing Tahap II
yang sebelumnya digelar di Kantor DPRK Mimika. Lokasi yang menjadi fokus
peninjauan meliputi Kampung Mwari (Distrik Mimika Timur), Pasar Tradisional
Kampung Muare, Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Poumako, serta Unit Pelaksana
Teknis (UPT) Pembibitan Ternak Babi di Kampung Naena Muktipura (SP6), Distrik
Iwaka. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua
Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal, didampingi Sekretaris Komisi Adrian
Andhika Thie, serta sejumlah anggota komisi lainnya. Kunjungan dimulai dari Kampung
Muare, di mana Komisi II ikut serta dalam kegiatan panen bersama. Para petani
memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan aspirasi seputar pengadaan
pupuk, bibit, serta kesulitan teknis lain yang kerap mereka hadapi. “Petani adalah ujung tombak
ketahanan pangan. Karena itu, Komisi II akan terus mendorong agar kebutuhan
dasar seperti pupuk dan bibit tersedia dengan baik,” ujar Dolfin Beanal di sela
diskusi. Di lokasi Pasar Tradisional
Kampung Muare, rombongan mendapati bangunan pasar yang baru selesai dibangun
ternyata belum bisa difungsikan akibat status tanah yang masih bermasalah. “Persoalan status tanah ini
jangan dibiarkan berlarut. Kalau memang perlu ada ganti rugi, maka segera
diusulkan. Komisi II akan mendorong pemerintah untuk mengambil langkah
konkrit,” tegas Dolfin. Perjalanan dilanjutkan ke
Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Poumako. Di lokasi ini, Komisi II meninjau
langsung aktivitas nelayan serta fasilitas Cold Storage yang menjadi pusat
penyimpanan hasil tangkapan ikan. Dolfin menilai, fasilitas cold
storage harus dimanfaatkan maksimal untuk mendukung produktivitas nelayan
lokal. “Potensi perikanan kita sangat besar. Jangan sampai fasilitas yang sudah
ada terbengkalai, padahal bisa menopang perekonomian daerah,” tambahnya. Kunjungan terakhir dilakukan di UPT
Pembibitan Ternak Babi Kampung Naena Muktipura (SP6). Di lokasi ini, Dolfin
menaruh perhatian khusus. Menurutnya, UPT tersebut memiliki peluang besar
menjadi sektor andalan baru dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). “UPT ini jangan hanya sekadar
berdiri, tetapi harus dikembangkan dengan program yang berkelanjutan. Dinas
Peternakan perlu mengusulkan program-program strategis agar hasil bibit babi
benar-benar memberi manfaat nyata, baik bagi peternak lokal maupun daerah,”
jelas Dolfin. Melalui rangkaian kunjungan ini,
Komisi II DPRK Mimika ingin memastikan bahwa seluruh sektor pembangunan—mulai
dari pertanian, pasar, perikanan, hingga peternakan—dapat berjalan optimal. Hal
ini juga menjadi bagian dari komitmen DPRK Mimika untuk memperkuat ekonomi
lokal berbasis masyarakat. “Semua temuan di lapangan ini
akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut di tingkat pemerintah daerah.
Komisi II berkomitmen memperjuangkan agar masyarakat Mimika mendapatkan manfaat
langsung dari program pembangunan,” tutup Dolfin. Penulis: Jidan Editor: GF
25 Sep 2025, 14:10 WIT
Polres Mimika Tegaskan Pengamanan Maksimal untuk Program Senator Peduli Ketahanan Pangan
Papuanewsonline.com, Mimika —
Persiapan matang terus dilakukan menjelang pelaksanaan Program Senator Peduli
Ketahanan Pangan, sebuah agenda nasional yang akan digelar di Kampung Naina
Mukti Pura, Distrik Iwaka, Mimika pada Sabtu, 27 September 2025. Untuk
memastikan kegiatan berjalan lancar, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik
Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Mimika dan unsur Forum Komunikasi
Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi di Aula Hotel
Cendrawasih 66, SP2 Timika, Rabu (24/9/25). Rapat yang dihadiri langsung
unsur pimpinan daerah tersebut membahas detail teknis mulai dari logistik,
keamanan, hingga kesiapan infrastruktur pendukung. Kapolres Mimika, AKBP Billyandha
Hildiario Budiman, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polres Mimika akan menurunkan
50 personel untuk memastikan keamanan acara. Personel akan disebar di berbagai
titik vital, termasuk jalur kedatangan di bandara, penginapan tamu, hingga
lokasi utama kegiatan. “Kami sudah menyiapkan pola
pengamanan berlapis, mulai dari pengawalan tamu VVIP sejak tiba di Timika
hingga acara selesai. Untuk menghindari kemacetan, kami sarankan keberangkatan
tamu dilakukan bersama-sama dengan pengawalan ketat,” jelas Kapolres. Selain Polri, unsur TNI melalui
Kodim 1710/Mimika juga menyatakan kesiapan penuh mendukung pengamanan. Bahkan,
kendaraan taktis akan disiagakan di sekitar lokasi acara guna mengantisipasi
potensi kerawanan. Sementara itu, aspek teknis juga
menjadi perhatian serius. Bulog memastikan komitmennya dalam menyerap hasil
panen jagung petani sebagai bentuk nyata keberlanjutan program ketahanan
pangan. PLN menjamin pasokan listrik tanpa gangguan, sementara Telkom
menegaskan kesiapan dukungan jaringan komunikasi agar seluruh kegiatan berjalan
lancar. “Program ini bukan hanya simbol,
tetapi wujud nyata kerja sama antar lembaga untuk mendukung kemandirian pangan
nasional,” ungkap salah satu pejabat DPD RI dalam rapat. Kabupaten Mimika dipilih sebagai
tuan rumah untuk Sub Wilayah Timur 2 yang mencakup 10 provinsi di kawasan timur
Indonesia. Acara tersebut dijadwalkan dihadiri 40 anggota DPD RI, pejabat Pemerintah
Provinsi Papua Tengah, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Mimika. Selain menjadi ajang peresmian
program ketahanan pangan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi
pusat dan daerah dalam mendukung amanat Presiden RI untuk menjadikan ketahanan
pangan sebagai prioritas pembangunan nasional. Rapat koordinasi ini menegaskan
pentingnya kebersamaan semua unsur—pemerintah, aparat keamanan, lembaga pangan,
hingga masyarakat petani. Dengan sinergi tersebut, Mimika diharapkan mampu
menjadi contoh sukses pelaksanaan Program Senator Peduli Ketahanan Pangan di
kawasan timur Indonesia. Penulis: Jidan Editor: GF
25 Sep 2025, 13:32 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru