logo-website
Sabtu, 14 Feb 2026,  WIT
BERITA Ekonomi Homepage
Gangguan Internet TelkomGroup di Nabire, Botawa, dan Enarotali Lumpuhkan Akses Digital Warga Papuanewsonline, Nabire – Layanan internet TelkomGroup di tiga wilayah utama Papua, yakni Nabire, Botawa, dan Enarotali, mendadak lumpuh sejak pukul 07:55 WIT, Rabu (24/9/2025). Gangguan besar ini disebabkan oleh terputusnya Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO) pada ruas Tigi–Timika. Dampak gangguan langsung terasa, mulai dari akses komunikasi masyarakat, layanan perbankan, hingga aktivitas pemerintahan yang bergantung pada jaringan internet. Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mengakses media sosial, aplikasi perpesanan, bahkan layanan administrasi berbasis online. Dalam keterangan resmi, TelkomGroup menjelaskan bahwa aliran trafik internet telah dialihkan menggunakan sistem backup berbasis satelit. Namun, kapasitas satelit dinilai masih sangat terbatas sehingga kecepatan layanan menurun drastis. “Pemulihan sementara memang kami lakukan dengan backup satelit. Tetapi kapasitas ini tidak bisa sepenuhnya menggantikan jaringan serat optik,” ungkap perwakilan TelkomGroup. Saat ini, tim teknis Telkom bersama mitra PTT sedang bergerak ke lokasi titik gangguan di kilometer 83,84 dari arah Timika. Proses penyambungan serat optik tengah dipersiapkan, dengan harapan jaringan internet bisa kembali normal dalam waktu dekat. TelkomGroup menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul. Mereka juga meminta doa dan dukungan agar proses perbaikan berjalan lancar tanpa kendala cuaca maupun faktor teknis di lapangan. “Kami berkomitmen memulihkan layanan secepat mungkin, karena kami tahu betapa vitalnya akses internet bagi aktivitas warga, pemerintah, maupun dunia usaha,” tambah pihak TelkomGroup. Menariknya, gangguan internet di wilayah Nabire bukanlah kejadian baru. Pada 19 September 2025, kota ini juga mengalami lumpuhnya jaringan internet pascagempa berkekuatan magnitudo 6,6. Kondisi tersebut sempat mengganggu komunikasi warga dan distribusi informasi kebencanaan. Masyarakat kini berharap TelkomGroup dapat menyelesaikan perbaikan lebih cepat, sekaligus memperkuat infrastruktur jaringan agar tidak mudah terganggu, mengingat Papua merupakan salah satu wilayah dengan tantangan geografis dan bencana alam yang tinggi. Penulis: Hendrik Editor: GF   25 Sep 2025, 12:49 WIT
Festival UMKM Meriahkan HUT Mimika ke-29: Hadirkan Ratusan Pelaku Usaha Papuanewsonline.com, Mimika – Kabupaten Mimika bersiap merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 dengan cara berbeda dan penuh makna. Tahun ini, Festival UMKM dan Pameran Produk Lokal akan menjadi daya tarik utama perayaan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Oktober 2025, dengan menghadirkan ratusan pelaku usaha dari berbagai sektor. Acara yang digagas oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika bekerja sama dengan TIFA Creative ini tidak hanya sekadar pesta perayaan, melainkan juga menjadi wadah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, mengembangkan potensi lokal, serta memperkokoh semangat kebersamaan di bawah tagline “Mimika Rumah Kita” dan semboyan “Eme Neme Yauware”. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong dalam memperkuat peran UMKM. “Kegiatan ini bukan sekadar pameran, melainkan ruang promosi, pengembangan, sekaligus wadah pertemuan antara pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas. Kami ingin UMKM Mimika naik kelas,” ujar Samuel saat konferensi pers di Pasar Sentral Mimika, Selasa (23/9/2025). Festival ini akan melibatkan sekitar 400 pelaku UMKM dari berbagai bidang, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, fashion, hingga industri kreatif. Tak ketinggalan, pengusaha lokal Amungme dan Kamoro serta perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UMKM turut berpartisipasi, menandai skala besar dan luasnya jangkauan acara ini. Salah satu momen istimewa yang akan mewarnai festival adalah penyerahan 500 sertifikat UNESCO kepada mama-mama Papua pengrajin noken. Noken, yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia, menjadi simbol ketahanan dan kreativitas perempuan Papua dalam menopang ekonomi keluarga. “Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghargaan internasional yang dihadirkan langsung untuk masyarakat Mimika, khususnya mama-mama Papua yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga,” tambah Samuel. Founder TIFA Creative, Alfo Smith, menyebut festival ini sebagai pesta rakyat yang benar-benar inklusif. Tidak hanya menampilkan produk UMKM, tetapi juga menghadirkan hiburan yang kaya akan nuansa seni dan budaya lokal. “Seniman Mimika akan menjadi pengisi utama, dari musik tradisional hingga seni kontemporer. Kami ingin memastikan festival ini tidak hanya memberi ruang usaha, tetapi juga ruang ekspresi budaya,” jelasnya. Pemerintah daerah berharap festival ini dapat menjadi titik balik bagi UMKM Mimika agar mampu berkembang lebih jauh, menembus pasar nasional hingga internasional, sembari tetap mengakar pada identitas budaya lokal.   Penulis: Jid Editor: GF  24 Sep 2025, 04:19 WIT
Pemkab Mimika Bentuk Bank Sampah di Kelurahan: Warga Bisa Jual Langsung dan Dapat Uang Tunai Papuanewsonline.com, Mimika – Sampah kini bukan lagi sekadar masalah lingkungan, melainkan bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi warga Mimika. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika di bawah kepemimpinan Bupati Johannes Rettob resmi meluncurkan program Bank Sampah, yang dalam tahap awal akan dibentuk di 11 kelurahan di Distrik Mimika Baru. Program ini menghadirkan paradigma baru: masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi bisa menjualnya dan memperoleh uang tunai. “Pemkab mulai melakukan perubahan pemikiran terhadap sampah. Kita harus buat sampah jadi uang,” tegas Bupati Johannes Rettob saat memberikan keterangan di Mimika, Selasa (23/9/2025). Untuk merealisasikan program ini, Pemkab Mimika telah menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI) dan para lurah di Distrik Mimika Baru. Pertemuan resmi dilakukan untuk menyepakati mekanisme pembelian sampah dari masyarakat. “Kita sudah rapatkan bersama, dan diputuskan berapa harga beli sampah dari masyarakat. Semua sudah disepakati, sehingga ke depan warga tidak bingung lagi bagaimana sistemnya,” jelas Bupati. Bank sampah di 11 kelurahan nantinya akan dibantu oleh agen-agen bank sampah di tingkat lingkungan yang lebih kecil. Para agen ini berperan aktif menjemput sampah langsung dari rumah-rumah warga, sehingga masyarakat tidak kesulitan menyalurkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Selain itu, program bank sampah ini juga akan disosialisasikan secara luas, termasuk ke sekolah-sekolah. Dengan begitu, generasi muda Mimika dapat memahami sejak dini pentingnya mengelola sampah secara bijak sekaligus mendapatkan manfaat ekonominya. “Melalui bank sampah, kami ingin masyarakat sadar bahwa sampah memiliki nilai. Ini juga salah satu cara kita mendidik warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan,” tambah Bupati Rettob. Program bank sampah diproyeksikan memberi manfaat ganda. Dari sisi lingkungan, tumpukan sampah di jalan-jalan dan pemukiman bisa berkurang drastis. Dari sisi ekonomi, warga dapat memperoleh penghasilan tambahan dari hasil penjualan sampah anorganik seperti plastik, botol, atau kardus. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih, sekaligus mendukung gerakan nasional pengurangan sampah. Penulis: Abim Editor: GF 24 Sep 2025, 04:04 WIT
Kopi Papua Semakin Mendunia: Pj Gubernur Dorong Optimalisasi Potensi Ekonomi Papuanewsonline.com, Jayapura – Aroma kopi khas Papua menyeruak memenuhi udara Jayapura saat Festival Kopi (Feskop) Papua ke-8 resmi dibuka, Sabtu (20/9/2025). Acara yang digelar oleh Bank Indonesia ini bukan sekadar perayaan cita rasa, melainkan momentum penting untuk menjadikan kopi Papua sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus duta budaya di kancah global. Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, hadir langsung dalam festival yang berlangsung hingga 22 September tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa kopi Papua memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas, produksi, maupun pemasaran internasional. “Kopi Papua semakin diminati, bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Ciri khasnya yang ditanam di dataran tinggi tanpa bahan kimia menjadikan cita rasanya unik dan digemari banyak kalangan. Ini potensi ekonomi yang tidak boleh kita sia-siakan,” ujar Agus Fatoni sambil menikmati secangkir kopi hasil olahan petani lokal. Feskop Papua tahun ini membidik penjualan hingga Rp1,2 miliar dengan target 33.000 pengunjung. Transaksi digital menggunakan QRIS diproyeksikan mencapai Rp800 juta, sebuah capaian yang mencerminkan modernisasi sistem pembayaran di sektor UMKM kopi. Lebih jauh, acara ini juga membuka peluang kerjasama bisnis internasional dengan tiga negara besar: Tiongkok, Amerika Serikat, dan Arab Saudi. Jika berhasil, langkah ini akan memperluas pasar kopi Papua, sekaligus meningkatkan devisa dan kesejahteraan petani lokal. Meski permintaan terus meningkat, Pj Gubernur Agus Fatoni mengingatkan bahwa ada tantangan besar yang harus segera dijawab, terutama terkait ketersediaan produksi yang masih terbatas. “Permintaan kopi Papua tinggi, bahkan rata-rata konsumsi di Papua sendiri mencapai 18.000 gelas per hari. Ini tantangan besar bagi kita: bagaimana meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kualitas dan keaslian cita rasa kopi Papua,” tambahnya. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman, turut menekankan pentingnya strategi pengembangan kopi secara menyeluruh. Menurutnya, perlu ada sinergi dalam aspek peningkatan produktivitas, kualitas, penguatan SDM petani, hingga dukungan pembiayaan yang berkelanjutan. “Kami mendorong agar kopi Papua tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga benar-benar menjadi penggerak ekonomi yang berkesinambungan bagi masyarakat, khususnya para petani kopi di dataran tinggi,” jelas Faturachman. Festival kopi yang sarat edukasi, hiburan, dan transaksi ini diharapkan mampu menciptakan multiplier effect, dari peningkatan daya saing produk hingga pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Kopi Papua bukan sekadar komoditas, melainkan identitas dan kebanggaan yang harus dijaga bersama.   Penulis: Jid Editor: GF  24 Sep 2025, 04:01 WIT
Denkav 3/SC Gelar Pasar Pangan Murah Bersama Bulog Papuanewsonline.com, Mimika – Di tengah tingginya harga bahan pokok yang belakangan ini dirasakan masyarakat, Detasemen Kavaleri (Denkav) 3/Serigala Ceta (SC) bekerja sama dengan Bulog Timika menggelar Pasar Pangan Murah di sekitar Jalan Yos Sudarso, Sabtu (20/9/2025). Program ini dihadirkan sebagai solusi nyata untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Mimika. Sejak pagi buta, lokasi kegiatan sudah dipadati warga yang antusias ingin mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Ratusan karung beras telah disiapkan oleh personel Denkav 3/SC, dan langsung diserbu pembeli begitu kegiatan resmi dibuka. Dadenkav 3/SC Kapten Kav Wahyu Yossa Aditya menegaskan bahwa program ini bukan hanya tentang distribusi pangan, tetapi juga bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat. “Kami hadir bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga ingin meringankan beban warga. Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), kami berharap kebutuhan sehari-hari masyarakat bisa lebih terjangkau,” jelasnya. Kapten Wahyu juga menambahkan, harga beras dan bahan pokok lain yang dijual dalam kegiatan ini jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pasar, sehingga masyarakat benar-benar terbantu. Antusiasme warga terlihat jelas. Banyak masyarakat yang datang membawa keluarga, bahkan rela antre panjang demi memperoleh beras murah. Bagi mereka, kegiatan ini sangat membantu, terutama di tengah kondisi harga bahan pokok yang melonjak. “Beras yang biasanya sulit dijangkau karena mahal, hari ini bisa kami beli dengan harga lebih murah. Terima kasih kepada Denkav 3/SC dan Bulog,” ungkap salah seorang warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara personel Denkav 3/SC dengan masyarakat. Prajurit terlihat sigap membantu warga membawa karung beras, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah keramaian. Kapten Kav Wahyu berharap program pangan murah seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan. Selain meringankan beban masyarakat, langkah ini juga mampu menjaga stabilitas ekonomi di tingkat lokal. “Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi kondisi sulit. TNI selalu hadir bersama rakyat,” tegasnya.   Penulis: Jid Editor: GF  21 Sep 2025, 14:09 WIT
Raperda Karya Lokal OAP Siap Ditetapkan Jadi Perda Untuk Dongkrak UMKM di Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Upaya mendorong kemandirian ekonomi Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mimika semakin nyata. Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang hasil karya lokal OAP kini memasuki tahap akhir sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Raperda ini diinisiasi oleh Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika sebagai bentuk keberpihakan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis lokal. Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal, menjelaskan bahwa Raperda tersebut akan segera dibahas bersama instansi terkait sebelum resmi ditetapkan. Menurutnya, Perda ini nantinya akan menjadi payung hukum yang mengatur penataan, pembinaan, pendampingan, hingga pengawasan terhadap UMKM agar bisa tumbuh lebih tertata dan berdaya saing. “Jadi UMKM ini kita dorong agar tertata dengan baik, dilakukan pelatihan, misalnya seperti pemeliharaan ikan dan pembibitan ikan. Ini harus dibina, sehingga UMKM lebih tertib dan diawasi dengan maksimal,” ungkap Dolfin, Jumat (19/9/2025). Dolfin menegaskan bahwa setelah Raperda ini rampung, Pemerintah Daerah Mimika perlu segera melakukan launching serta menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Hal ini penting agar setiap OPD memahami arah kebijakan Perda yang secara khusus berpihak pada OAP. “Raperda ini sudah ada, tinggal bagaimana realisasinya. Kami berharap bisa segera dilaunching oleh Pemda, dan OPD-OPD terkait harus dikumpulkan dalam RDP, supaya jelas bahwa Perda ini memang berpihak kepada OAP,” ujarnya. Selain mendorong percepatan penetapan Perda, Dolfin juga menekankan perlunya keberadaan Gedung UMKM Center di Mimika. Gedung ini diharapkan menjadi wadah bagi UMKM lokal untuk mendapatkan pembinaan, promosi, hingga pemasaran produk karya OAP secara terintegrasi. Menurutnya, keberadaan pusat UMKM tersebut akan memperkuat peran UMKM dalam peningkatan ekonomi daerah, sekaligus memastikan hasil karya lokal mendapat tempat yang layak di pasar. Raperda karya lokal OAP ini diyakini dapat menjadi pilar penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat Papua, khususnya di Mimika. Dengan regulasi yang jelas dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, UMKM OAP akan lebih terlindungi sekaligus memiliki peluang berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Langkah DPRK Mimika ini sejalan dengan komitmen memperkuat ekonomi berbasis masyarakat, di mana OAP menjadi subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek.   Penulis: Jid Editor: GF  20 Sep 2025, 05:07 WIT
Wapres Gibran Tinjau PPI Hamadi Didampingi Pj Gubernur Papua Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi, Jayapura, Kamis (18/9/25). Dalam agenda tersebut, Wapres didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Papua Agus Fatoni, yang menegaskan bahwa Papua memiliki potensi perikanan yang sangat besar dan strategis untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. PPI Hamadi selama ini dikenal sebagai salah satu sentra perikanan terbesar di Jayapura, dengan aktivitas nelayan dan pedagang ikan yang cukup tinggi setiap harinya. Kunjungan Wapres Gibran menjadi perhatian masyarakat sekitar yang antusias menyambut orang nomor dua di Indonesia itu. Dalam keterangannya, Pj Gubernur Agus Fatoni menyampaikan bahwa potensi laut Papua sangat melimpah, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan infrastruktur di PPI Hamadi. “Potensi perikanan di Papua cukup besar, tapi harus kita dukung dengan pembenahan sarana dan prasarana, termasuk penataan kawasan agar lebih tertib dan produktif,” ujar Fatoni. Menurutnya, penataan kawasan sangat penting agar pedagang ikan memiliki tempat yang layak tanpa mengganggu fungsi utama pelabuhan. Dengan pengelolaan yang baik, PPI Hamadi diyakini mampu menjadi pusat ekonomi baru di Jayapura. Fatoni juga menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Wapres Gibran yang melihat langsung kondisi di lapangan. Ia menilai kehadiran Wapres akan memperkuat perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor perikanan di Papua. “Kami berterima kasih kepada Bapak Wapres. Dengan kunjungan ini, pemerintah pusat bisa langsung melihat realita di lapangan, sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran untuk masyarakat Papua,” tutupnya. Selain meninjau aktivitas nelayan, Wapres Gibran juga berdialog singkat dengan pedagang ikan yang berharap adanya perbaikan fasilitas seperti tempat pelelangan, area penyimpanan, dan sarana kebersihan.     Penulis: Jid Editor: GF  19 Sep 2025, 02:27 WIT
Wali Kota Jayapura Serahkan Proposal Pembangunan Pasar Modern ke Wapres Gibran Papuanewsonline.com, Jayapura – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menyerahkan proposal pembangunan Pasar Modern Youtefa kepada Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dalam rangkaian kunjungan kerja Wapres di Jayapura, Kamis (18/9/25). Momen penyerahan dilakukan langsung saat Gibran meninjau kondisi Pasar Youtefa, salah satu pusat perekonomian utama di Abepura, Kota Jayapura. Kunjungan Wapres Gibran mendapat sambutan hangat dari pedagang maupun masyarakat sekitar. Kehadirannya tidak hanya sekadar agenda pemerintahan, tetapi juga menjadi energi positif bagi pelaku usaha kecil yang sehari-hari menggantungkan hidup di pasar tersebut. Wapres bahkan menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah pedagang, mendengarkan langsung keluhan serta harapan mereka. Dalam keterangannya, Wali Kota Abisai Rollo menegaskan bahwa usulan pembangunan pasar modern merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan perdagangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Jayapura. “Kami ingin Pasar Youtefa tidak hanya menjadi pusat transaksi, tapi juga ikon perdagangan modern di Papua. Dengan infrastruktur yang lebih baik, pedagang akan lebih nyaman, pembeli pun merasa aman, dan produk lokal bisa lebih bersaing,” jelas Abisai. Proposal tersebut memuat rencana peningkatan fasilitas pasar, mulai dari renovasi fisik bangunan, penataan kios, sistem kebersihan dan sanitasi, hingga pengelolaan berbasis digital. Pembangunan pasar modern diyakini akan memberikan dampak luas, tidak hanya pada peningkatan omzet pedagang, tetapi juga membuka peluang bagi produk-produk lokal untuk menembus pasar yang lebih besar, termasuk sektor pariwisata. Selain itu, dengan fasilitas yang lebih representatif, Pasar Youtefa diharapkan mampu menjadi wajah baru Jayapura sebagai kota modern yang tetap berakar pada budaya lokal. Wapres Gibran, yang menerima proposal tersebut, menyatakan akan segera menindaklanjuti usulan tersebut melalui koordinasi lintas kementerian. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan di Papua.     Penulis: Jid Editor: GF  19 Sep 2025, 02:24 WIT
DPR Papua Tengah Suarakan Revisi Pajak Warung Makan, Bapenda Mimika Janji Evaluasi Kebijakan Papuanewsonline.com, Mimika – Anggota DPR Papua Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) Mimika, Ardi, S.T., melakukan kunjungan kerja ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika, Rabu (17/9/2025). Kunjungan ini menjadi tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses, khususnya terkait kebijakan pajak warung makan yang dinilai masih membebani pelaku usaha kecil. Aspirasi tersebut muncul dari Perkumpulan Warga Lamongan (PWL) Timika, yang banyak anggotanya bergerak di sektor usaha mikro dan warung makan. “Kami hadir di Bapenda untuk menyuarakan aspirasi warga yang disampaikan saat reses. Banyak pedagang kecil merasa kebijakan pajak makanan masih belum berkeadilan,” kata Ardi. Ardi menegaskan pentingnya revisi Peraturan Daerah (Perda) terkait tarif pajak daerah. Menurutnya, kebijakan saat ini belum membedakan antara restoran besar dengan warung makan sederhana, sehingga berpotensi menekan daya saing usaha kecil. “Kita berharap ada revisi atau perubahan perda terkait tarif pajak. Harus jelas dibedakan antara restoran dengan warung makan. Jangan sampai warung kecil disamakan dengan restoran besar, karena beban dan kemampuan usaha mereka berbeda,” tegasnya. Pihak Bapenda Mimika menyambut baik kunjungan kerja DPR Papua Tengah ini. Mereka berkomitmen membuka ruang dialog bersama DPR dan masyarakat untuk menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi. Menurut pejabat Bapenda, aspirasi yang disampaikan melalui wakil rakyat menjadi masukan penting untuk menyempurnakan tata kelola pajak daerah agar lebih adil dan berpihak pada pelaku usaha kecil. Ardi berharap ke depan terjalin sinergi antara Pemerintah Daerah, DPR, dan masyarakat dalam penyusunan regulasi maupun kebijakan pajak. Dengan demikian, peraturan yang dibuat tidak hanya menambah pendapatan daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan tanpa membebani UMKM. “Intinya kita ingin aturan yang berpihak. Pajak tetap berjalan, tapi jangan sampai membunuh usaha kecil yang justru menopang perekonomian masyarakat bawah,” pungkas Ardi.   Penulis: Jid Editor: GF 18 Sep 2025, 19:53 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT