logo-website
Selasa, 31 Mar 2026,  WIT
BERITA Ekonomi Homepage
Percepat Penanganan Bencana: Polri Turunkan Pasukan ke Aceh, Sumut dan Sumbar Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri mengerahkan kekuatan pasukan dalam skala besar sebagai respons cepat terhadap penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini merupakan bagian dari percepatan dukungan strategis, perluasan area evakuasi, serta penambahan sumber daya identifikasi korban dan pemulihan psikologis masyarakat terdampak. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini menuntut disiplin, kesigapan, dan koordinasi lintas fungsi. “Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Ini operasi kemanusiaan, maka harus dilakukan secara cepat, sinergis, dan gotong royong di semua lini,” ujarnya. Wakapolri juga menyampaikan bahwa percepatan pengiriman pasukan serta logistik akan terus dilakukan secara adaptif sesuai perkembangan situasi lapangan.Total 497 personel diberangkatkan, terdiri dari 300 Brimob, 100 Sabhara, 26 operator K9 bersama 7 ekor anjing pelacak, 27 personel DVI, 20 tim trauma healing, 15 personel Inafis (masing-masing 5 disebar ke Sumut, Sumbar, dan Aceh pada gelombang berikutnya), serta 9 personel humas. Penugasan komando lapangan ditetapkan melalui penempatan Kombes Pol. Monang untuk sektor Sumatera Utara, AKBP Hendrick Situmorang untuk sektor Sumatera Barat, dan Kombes Pol. Aditya sebagai unsur cadangan strategi bila terjadi eskalasi. Sementara itu unsur pengendali Baharkam juga diperkuat dengan penempatan KBP Gattot Aris Purbaya di Sumut, KBP Gun Heriadi di Aceh, dan KBP Slamet Hernawan di Sumbar.Pemberangkatan pasukan dilakukan melalui Terminal APK Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.00 WIB. Rute penggelaran personel terbagi menjadi tiga sektor utama, yaitu Brimob 100 personel menuju Kuala Namu kemudian diarahkan ke Sibolga, Sabhara 100 personel juga melalui Kuala Namu dengan penugasan lanjutan menuju Silangit, dan Brimob 100 personel lainnya dialihkan menuju Sumatera Barat melalui Bandara Minangkabau dengan pengaturan teknis oleh Karoops. Sisa 100 Brimob ditempatkan sebagai pasukan rotasi dan cadangan untuk penguatan lanjutan tiga wilayah tersebut. Setelah tiba, pasukan di Silangit diproyeksikan bergerak meliputi Tapanuli Utara (dua unit) serta Tapanuli Selatan (tiga unit), sedangkan pasukan yang masuk melalui Sibolga akan mengarah ke Tapanuli Tengah sebagai sektor prioritas.Penguatan logistik dalam operasi ini berasal dari Polda Jawa Barat, Polda Banten, dan Polda Metro Jaya, dilengkapi tambahan terbaru berupa 600 dus makanan siap saji serta penguatan tenda lapangan, alat kesehatan, thermal gear, dan perlengkapan portable lainnya yang sedang dalam proses manifesting. Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa seluruh pendistribusian logistik dilakukan secara berlapis untuk memastikan efektivitas penyaluran. “Seluruh logistik diperiksa satu per satu sebelum diberangkatkan. Kami memastikan distribusi dilakukan berkelanjutan agar seluruh daerah terdampak menerima dukungan yang memadai,” tegasnya. Ia melanjutkan bahwa percepatan aliran logistik menjadi prioritas utama guna memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah yang sulit dilalui. “Tujuannya jelas mempercepat penanganan, menembus wilayah terisolir, dan memastikan bantuan benar-benar sampai ke masyarakat,” tambahnya.Dengan pengerahan ini, Polri menegaskan kesiapan penuh untuk memperluas operasi kemanusiaan, mempercepat proses evakuasi, serta meningkatkan dukungan logistik bagi wilayah terdampak. Polri juga menyampaikan bahwa perkembangan operasi akan dirilis secara rutin agar masyarakat menerima informasi secara cepat, akurat, dan dapat dipercaya. PNO-12 02 Des 2025, 12:27 WIT
Tiba di Langsa, Kapolda Aceh Salurkan Bantuan Sembako hingga Wifi Gratis Papuanewsonline.com, Langsa - Dengan menembus jalur darat yang penuh tantangan akibat banjir, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah akhirnya tiba di Kota Langsa, Senin, 1 Desember 2025. Ia ingin memastikan bahwa pelayanan, bantuan, dan pemulihan berjalan maksimal bagi masyarakat terdampak bencana.Setibanya di Langsa, Kapolda langsung menuju Mapolres Langsa untuk mengecek kondisi markas yang turut terdampak banjir serta menerima laporan perkembangan situasi terbaru dari jajaran.Kapolda juga membuka layanan WiFi gratis berbasis satelit Starlink yang dapat digunakan masyarakat untuk menghubungi keluarga mereka yang sempat terputus kontak selama bencana banjir.Selain itu, Irjen Marzuki menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako untuk warga, yang disalurkan melalui Wali Kota dan Ketua DPRK Langsa agar dapat tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.“Apa pun kondisinya, kami pastikan bisa hadir dan memastikan masyarakat mendapatkan bantuan, komunikasi, dan perhatian segera,” ujar Irjen Marzuki saat meninjau fasilitas WiFi gratis yang mulai dimanfaatkan warga.“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang dilanda bencana. Kita doakan juga proses pemulihan pascabencana berjalan cepat dan maksimal,” tambahnya.Irjen Marzuki menegaskan bahwa Polri akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi. PNO-12 02 Des 2025, 12:11 WIT
Ekspedisi Patriot ITB Telusuri Dampak Transmigrasi di Senggi: Menguatkan Infrastruktur di Perbatasan Papuanewsonline.com, Keerom - Distrik Senggi di Kabupaten Keerom, yang berada tepat di garis depan Indonesia dan berbatasan langsung dengan Papua Nugini, selama ini dikenal sebagai kawasan yang menghadapi banyak tantangan pembangunan. Sebagai wilayah terluar sekaligus titik strategis nasional, Senggi memegang peran penting untuk menjaga batas negara serta memperkuat kehidupan masyarakat perbatasan.Atas dasar kepedulian terhadap wilayah 3T itulah Tim Ekspedisi Patriot dari Institut Teknologi Bandung (ITB) hadir sejak awal September 2025 untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap program transmigrasi yang telah berlangsung hampir tiga puluh tahun. Program tersebut melahirkan Kampung Woslay sebagai pusat SP1 dan SP2, yang saat ini tengah dipersiapkan menjadi kampung definitif bernama Kampung Soom.Selama hampir tiga bulan, tim yang dipimpin oleh Abdul Rohman Supandi melakukan serangkaian FGD dan musyawarah kampung untuk mendengar langsung aspirasi warga. Kehadiran tim disambut hangat oleh berbagai unsur masyarakat—baik Kepala Distrik, kepala kampung, Ondoafi, guru, kader kesehatan, OAP, maupun transmigran—yang menunjukkan besarnya keinginan warga Senggi untuk terlibat dalam proses pembangunan.Kepala Distrik Senggi, Daud Yunam, menilai bahwa kajian yang dilakukan tim ITB memberikan gambaran lebih jelas mengenai perubahan yang dibawa transmigrasi. Ia melihat kunjungan para akademisi ini sebagai bentuk perhatian negara kepada masyarakat perbatasan yang selama ini menjaga wilayah NKRI. Sejumlah warga OAP menyampaikan bahwa program transmigrasi membawa dampak positif seperti bertambahnya fasilitas dasar, meningkatnya aktivitas pertanian, dan tumbuhnya ekonomi lokal. Bahkan, Yance Wambaliau, Ondoafi Kampung Warlef, mengungkapkan kebanggaannya bahwa pembangunan di Papua dinilai lebih maju dibanding wilayah tetangga di Papua Nugini.Di sisi lain, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan mendesak untuk masa depan. Para guru dan kepala kampung berharap perbaikan pendidikan dapat diprioritaskan, mulai dari bangunan sekolah, tenaga pengajar, hingga sarana belajar. Warga juga menyoroti perlunya tenaga medis, stok obat yang memadai, serta fasilitas kesehatan yang lebih baik. Kampung seperti Usku, Namla, dan Molof masih memerlukan jaringan listrik untuk mendukung aktivitas harian dan pengembangan ekonomi. Masyarakat OAP turut menegaskan bahwa pembangunan harus tetap menghormati adat, budaya, serta tanah leluhur.Potret kerukunan di Senggi menjadi salah satu temuan penting. Ayub Mangul, KUPT SP1 yang berasal dari komunitas OAP, menuturkan bahwa hubungan antara warga OAP dan transmigran berjalan harmonis dan saling menopang. Hal serupa dirasakan Hatta, transmigran di SP2 yang mengembangkan pertanian dan peternakan kecil, dan merasa diterima sepenuhnya oleh masyarakat adat. Meski demikian, beberapa warga OAP berharap agar keterampilan pertanian dapat dibagi lebih merata oleh para transmigran.Ketua Tim Ekspedisi Patriot, Abdul Rohman Supandi, menilai bahwa program transmigrasi telah berkontribusi dalam pemerataan penduduk dan mempercepat pembangunan wilayah 3T. Ia memastikan bahwa seluruh masukan masyarakat akan dirangkum sebagai rekomendasi untuk memperkuat kebijakan, dengan pendekatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan lokal. Baginya, pembangunan perbatasan tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga kerukunan, keberlanjutan budaya, dan masa depan yang inklusif.Serangkaian diskusi dan kunjungan lapangan ini menegaskan bahwa masyarakat OAP dan transmigran di Senggi memiliki tujuan bersama: membangun wilayah yang aman, rukun, dan sejahtera. Kolaborasi antarwarga menjadi modal penting dalam menjaga martabat Papua sebagai pintu depan NKRI dan memperkuat posisi strategis Distrik Senggi sebagai beranda timur bangsa.Penulis: Abdul Rohman Supandi, Ph.D. dan tim eskpedisi patriotEditor: GF 02 Des 2025, 04:16 WIT
Kapolri Dampingi Presiden Cek Lokasi Pengungsian Korban Banjir di Tapanuli Tengah Papuanewsonline.com, Sumut - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi pengungsian korban banjir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Dalam kesempatan itu, Presiden melakukan pengecekan langsung ke tempat pengungsian. Ia melihat tempat tidur sementara warga, mengecek posko kesehatan dan menyapa serta berdialog dengan masyarakat. Usai mendampingi, Sigit mengungkapkan sejumlah instruksi tegas dari Presiden Prabowo. Di antaranya untuk segera dilakukan perbaikan jalur terputus akibat bencana alam. "Ada beberapa hal menjadi perhatian kaitannya dengan beberapa jalur yang terputus tadi arahan beliau untuk segera dilakukan perbaikan," kata Sigit. Selain itu, Sigit menyebut, Presiden juga meminta agar memenuhi kebutuhan dasar warga. Serta, hal yang diperlukan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari seperti Bahan Bakar Bersubsidi (BBM)."Intinya beliau memerintahkan untuk seluruh kegiatan untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam betul-betul dimaksimalkan, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik," ujar Sigit. Sigit menyebut, instruksi Presiden juga telah disampaikan ke seluruh instansi terkait, kementerian, lembaga, TNI, Polri dan forkopimda. Dalam menangani bencana alam memang diperlukan sinergisitas seluruh pihak. "Saya kira seluruh kementerian lembaga, TNI, Polri, BNPB Kementerian PU, Kementerian PMK, gubernur, bupati, wali kota, semuanya sudah mendengar arahan tersebut tentunya akan segera ditindaklanjuti," ucap Sigit. Dalam kesempatan ini, Kapolri juga bakal menyerahkan secara simbolik bantuan 'Polri untuk Masyarakat' sebanyak tujuh truk yang berisikan bahan makanan, pakaian dan kebutuhan sehari-hari. PNO-12 01 Des 2025, 18:20 WIT
Kapolri Sinergi Gelar Rakor Bencana Bersama Forkopimda Sumut Papuanewsonline.com, Sumut - Kapolri memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda Provinsi Sumut pada tanggal 30 November 2025 di Pos Pendukung Nasional Prov. Sumatera Utara.Rapat yang turut dihadiri Kepala Basarnas Sumut dan Kepala BPBD Sumut serta jajaran Kapolda baik secara langsung maupun virtual ini digelar untuk memetakan penanganan darurat terhadap bencana alam yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa seluruh pihak harus turun tangan membantu penanganan bencana.“Dalam situasi seperti ini tidak ada yang boleh berjalan sendiri. Semua unsur harus bergerak cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” tegas Kapolri.Beberapa keputusan strategis pun diambil, di antaranya mobilisasi logistik via udara dan darat, penyiapan posko penyelamatan dan pelayanan darurat, serta pendirian dapur lapangan dan layanan medis. Selain itu, sistem rayonisasi kembali diaktifkan untuk memastikan kesiapan personel di seluruh wilayah.“Kita pastikan respons cepat. Warga tidak boleh menunggu terlalu lama untuk mendapatkan bantuan,” ujar Kapolri.Polda jajaran diperintahkan mendirikan posko gabungan di tiap kabupaten terdampak, memastikan jalur komunikasi aktif, dan mendata wilayah yang masih terisolir.Kapolda Sumut melaporkan terdapat 503 kejadian bencana yang tercatat sejak 24 November, dengan “titik terisolir” terbanyak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah.“Kami sudah mengerahkan helikopter dan truk logistik untuk menjangkau 70 titik terisolir,” kata Kapolda Sumut. Ia juga menambahkan bahwa “19 Polres telah mendirikan dapur lapangan, sementara 25 SPPG dialihkan untuk mendukung penyediaan kebutuhan dasar masyarakat.”Koordinasi antara Polri, TNI, BPBD, dan Pemerintah Daerah terus dijalin, termasuk pelaksanaan airdrop logistik ke wilayah sulit dijangkau serta pemulihan fasilitas komunikasi, listrik, dan kebutuhan dasar lainnya.“Prioritas kita adalah memastikan tidak ada warga yang luput dari jangkauan bantuan,” tegas Sigit.Dengan sinergisitas lintas sektor ini, diharapkan bantuan dapat lebih cepat sampai ke masyarakat terdampak, korban dapat tertangani secara baik, dan proses pemulihan dapat dimulai secepat mungkin. Masyarakat juga dihimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan mengikuti arahan resmi dari instansi berwenang. PNO-12 01 Des 2025, 14:49 WIT
6 Truk Bantuan Dikirimkan Polda Riau ke Aceh, Sumut dan Sumbar Papuanewsonline.com, Pekanbaru - Polda Riau secara resmi memberangkatkan bantuan kemanusiaan dalam skala besar untuk wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan pelepasan dipusatkan di Mapolda Riau, dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan dihadiri Wakapolda Brigjen Pol Jossy Kusumo, Irwasda, Pejabat Utama Polda Riau, Ketua & Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Riau, jajaran pengurus Bhayangkari serta personel Polda Riau.Polda Riau mengerahkan 9 kendaraan, terdiri dari 6 truk logistik (2 truk untuk Aceh, 2 untuk Sumatera Utara, dan 2 untuk Sumatera Barat) serta 3 mobil Patwal Ditlantas dengan pengamanan Brimob dan Propam. Armada ini membawa bantuan pengungsi dalam jumlah besar berupa beras 4 ton, mie instan 900 dus, Pop Mie 300 dus, sarden 120 dus, air mineral 420 dus, kue kaleng 420 dus, biskuit 300 dus, susu kental manis 120 dus, gula 120 dus, teh 60 pax, kopi 60 pax, selimut 1.450 pcs, susu bayi 120 dus, pampers 180 pcs, pembalut wanita 180 pcs, kontainer box 150 unit, serta pakaian layak pakai 68 koli. Bantuan ini merupakan hasil sinergi Polda Riau dan Bhayangkari sebagai wujud respon cepat atas kebutuhan warga.Selain pengiriman logistik, Polda Riau juga telah mengerahkan 290 personel BKO sejak 29 November 2025 untuk memperkuat penanganan darurat di Sumatera Barat. Personel terdiri dari Samapta, Brimob, Satpolairud, serta unit pendukung lainnya dan dilengkapi drone SAR untuk pemetaan longsor, tim K-9 pelacak untuk pencarian tertimbun serta dapur lapangan yang telah lebih dahulu beroperasi. Fokus utama diarahkan pada lokasi terdampak berat, termasuk Kabupaten Agam dengan estimasi ±200 warga tertimbun longsor berdasarkan laporan terbaru.Untuk pemulihan psikologis penyintas, Polda Riau juga menurunkan 36 psikolog, terdiri dari 6 psikolog Polri yang sudah bertugas dan ±30 psikolog dari berbagai perguruan tinggi di Riau yang akan memperluas cakupan trauma healing di tiga provinsi sasaran. Pendampingan difokuskan pada pemulihan trauma anak-anak dan perempuan penyintas, stabilitas mental petugas lapangan, hingga program penyembuhan sosial pascabencana.Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bentuk nyata solidaritas kebangsaan.“Kita merasakan duka saudara-saudara kita di Aceh, Sumut dan Sumbar. Kita adalah satu keluarga besar bangsa Indonesia dan kemanusiaan melampaui batas yurisdiksi,” tegasnya.Beliau juga memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai ke pengungsi dan bukan sekadar dilepas.“Tidak perlu membedakan mana Riau atau Sumbar. Dalam kemanusiaan, kita bergerak bersama,” lanjutnya.Kapolda turut menyampaikan duka atas gugurnya dua personel Polri di Sumbar dan memastikan seluruh armada dikawal hingga titik distribusi akhir.“Saudara-saudara kita tidak sendiri. Kita hadir untuk memperkuat, memulihkan, dan memastikan mereka bangkit kembali,” tutupnya.Dengan pengiriman 6 truk logistik dalam 9 kendaraan operasi, 290 personel BKO SAR, kekuatan K-9 & drone serta 36 psikolog, Polri melalui Polda Riau memastikan bahwa bantuan tidak hanya dikirim tetapi mengalir sampai korban pulih sepenuhnya, fisik maupun batin. PNO-12 30 Nov 2025, 18:08 WIT
Masuki Hari Kedua, Polri Siap Kirimkan Kebutuhan Logistik Sumut Papuanewsonline.com, Jakarta – Polri kembali mengirimkan bantuan logistik guna memperkuat operasi tanggap darurat bencana di wilayah Sumatera Utara pada hari Minggu, 30 November 2025. Total 4.459 kilogram perlengkapan diberangkatkan pada hari kedua pengiriman, sebagai lanjutan dari upaya percepatan penanganan di area terdampak.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa pengiriman hari kedua ini merupakan bentuk konsistensi Polri dalam mendukung penanganan bencana. “Hari ini adalah pengiriman hari kedua, dan Polri terus memastikan seluruh kebutuhan perlengkapan lapangan terpenuhi agar operasi tanggap darurat berjalan optimal,” ujar Erdi.Ia menjelaskan bahwa berbagai kebutuhan pokok dan peralatan operasional kembali dikirim. “Kami mengirimkan Gajahfood 684 kilogram (57 koli), perahu karet 280 kilogram (4 koli), tiang tenda 630 kilogram (14 koli), tenda 316 kilogram (4 koli), serta besi konektor tenda 200 kilogram (4 koli),” jelasnya.Selain itu, pengiriman juga mencakup perlengkapan hunian sementara. “Sebanyak 15 unit velbed dengan total bobot 450 kilogram turut diberangkatkan untuk mendukung kenyamanan personel di lapangan,” tambahnya.Erdi menerangkan bahwa perlengkapan teknis turut menjadi prioritas. “Kami menyalurkan MTP-FT 850 kilogram (50 koli), pemanas MTP-FT 75 kilogram (25 koli), genset portabel 129 kilogram (3 koli), serta panel surya 105 kilogram (7 koli),” ujarnya. Selain itu juga dikirim jas hujan 620 kilogram (17 koli), goni 90 kilogram (2 koli), dan lampu penerangan 30 kilogram (3 koli).Seluruh logistik tersebut telah dikemas dalam puluhan koli agar pendistribusian berjalan cepat dan tepat sasaran. “Kami berharap bantuan pada hari kedua ini dapat segera digunakan di area terdampak dan mempercepat penanganan di titik-titik kritis,” tutupnya. PNO-12 30 Nov 2025, 17:27 WIT
Bantuan Logistik Mabes Polri Tiba di Bandara SIM Papuanewsonline.com, Banda Aceh - Sebanyak 2,5 ton logistik dan Ransum Operasi Nusantara (RON) bantuan Mabes Polri tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 29 November 2025. Bantuan tersebut diterima Karolog Polda Aceh Brigjen Pol. Drs. Nazluddin Zulkifli, serta akan segera didistribusikan untuk masyarakat terdampak bencana.Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan bahwa pengiriman logistik dan RON tersebut dilakukan dengan menggunakan pesawat Polri CN 295/P-4501. Sebelum mendarat di Aceh, pesawat tersebut terlebih dahulu menyalurkan bantuan serupa di Sumatera Barat via Minangkabau."Pesawat logistik berangkat dari Jakarta terlebih dahulu menuju Minangkabau untuk drop logistik. Kemudian pada pukul 11.30 WIB melanjutkan penerbangan ke Aceh via Bandara SIM. Mereka membawa 2,5 ton logistik dan ransum darurat untuk mendukung operasi penanggulangan bencana atau RON," ujar Joko, dalam rilisnya, Sabtu, 29 November 2025.Selain logistik untuk korban banjir, Mabes Polri juga mengirimkan tambahan peralatan SAR untuk Polda Aceh, seperti perahu karet, dayung, helm, dan rompi, guna memperkuat proses evakuasi serta penanganan dampak bencana alam."Terima kasih atas dukungan dari Mabes Polri. Seluruh bantuan ini akan segera kami distribusikan ke wilayah-wilayah terdampak. Semoga proses penanggulangan dapat berjalan cepat, tepat, dan optimal," harap Joko. PNO-12 30 Nov 2025, 16:19 WIT
Bantuan Logistik Terus Mengalir, Polda Sumut Pastikan Distribusi Tepat Sasaran Papuanewsonline.com, Tapanuli Utara – Upaya penanganan darurat bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera Utara terus diperkuat dengan masuknya berbagai bantuan logistik dari sejumlah pihak. Bantuan tersebut telah terkumpul di Posko Terpadu Kontijensi Penanggulangan Bencana Alam dan saat ini disimpan sementara di Gudang Penyimpanan Logistik PT Sumatera Specialty Coffees, Jalan Balige – Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara.Bantuan sembako dan logistik ini berasal dari berbagai pihak, di antaranya Polda Sumut, Yayasan Kemala Bhayangkari Sumut, Biro Logistik Mabes Polri, Ditresnarkoba Polda Sumut, serta beberapa Polres jajaran yang turut mengirimkan pasokan untuk disalurkan ke wilayah terdampak. Penempatan logistik di gudang khusus dilakukan untuk memastikan penyimpanan tetap aman, terdata, dan siap didistribusikan ketika jalur menuju titik bencana sudah memungkinkan.Kapolda Sumut Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H.. melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa sebagian bantuan belum dapat dikirimkan ke lokasi terdampak karena kondisi cuaca dan akses yang masih sangat terbatas. Namun, seluruh bantuan yang masuk telah dicatat dan dipersiapkan untuk distribusi secara bertahap.“Seluruh bantuan yang masuk ke posko terpadu kita amankan dulu di gudang PT Sumatera Specialty Coffees. Ini penting untuk memastikan logistik tetap terjaga kualitasnya dan siap didistribusikan kapan pun jalurnya memungkinkan,” ujar Ferry mewakili Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan.Meski sebagian bantuan masih tertahan karena hambatan jalur darat, distribusi tetap dilakukan melalui jalur udara. Hari ini, bantuan logistik berhasil diterbangkan dan mendarat di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, menggunakan helikopter Polri dalam dua kali sortie pengiriman. Pengiriman ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peninjauan langsung Kapolda Sumut ke wilayah terdampak.Pada pengiriman pertama bersama Kapolda Sumut, helikopter membawa 12 kotak berisi roti dan mie instan (Mie Sedap) untuk kebutuhan mendesak masyarakat di titik yang paling membutuhkan.Sementara pada penerbangan kedua, helikopter menurunkan 66 dus logistik yang terdiri dari roti, mie instan, air mineral (Aqua), dan tisu, sebagai dukungan tambahan bagi korban bencana dan posko lokal yang tengah menangani para pengungsi.Ferry menegaskan bahwa pendistribusian melalui jalur udara akan terus dilakukan selama jalur darat belum bisa dilalui.“Bapak Kapolda telah memerintahkan agar distribusi tidak boleh terhenti. Selama jalur darat tertutup, kita maksimalkan helikopter untuk membawa logistik. Prioritas kita keselamatan warga dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” katanya.Ia juga mengapresiasi tingginya kepedulian berbagai pihak yang telah menyalurkan bantuan.“Solidaritas masyarakat dan berbagai instansi sangat luar biasa. Ini menunjukkan semangat bersama dalam membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” tambahnya.Dengan dukungan logistik yang terus mengalir dan koordinasi yang terpadu antara Polri, TNI, pemda, dan seluruh stakeholder, Polda Sumut memastikan bahwa penanganan bencana di Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah berlangsung secara cepat, terukur, dan berkelanjutan.Polda Sumut juga memastikan setiap bantuan akan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan. PNO-12 29 Nov 2025, 21:58 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT