logo-website
Rabu, 01 Apr 2026,  WIT
BERITA Ekonomi Homepage
Pemprov Papua Optimis Realisasi Anggaran Capai 78%, Program Pembangunan Ditarget Rampung Tepat Waktu Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua mencatat realisasi anggaran daerah mencapai 78 persen hingga awal November 2025. Capaian tersebut menunjukkan kinerja positif pemerintah daerah, sekaligus menjadi indikator optimisme bahwa seluruh program pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu menjelang akhir tahun anggaran. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menyampaikan bahwa selain serapan anggaran yang tinggi, progres fisik pembangunan juga telah melampaui 85 persen. “Antara progres keuangan dan pembangunan berjalan seimbang. Harapan kita, dalam waktu satu setengah bulan ke depan, target bisa mendekati 100 persen,” ujar Aryoko di Jayapura, Jumat (7/11/2025). Menurut Aryoko, pemerintah kini fokus memastikan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengoptimalkan sisa waktu pelaksanaan kegiatan. Pengendalian anggaran dilakukan secara langsung di internal masing-masing satuan kerja agar pelaksanaan program lebih terukur dan sesuai rencana. “Kita sudah masuk bulan ke-11 tahun anggaran 2025. Karena itu, waktu yang tersisa harus dimanfaatkan maksimal agar hasilnya benar-benar terlihat di lapangan,” katanya. Wakil Gubernur menegaskan bahwa keseimbangan antara progres keuangan dan pembangunan akan terus dijaga sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas layanan publik di daerah. Penulis: Jidan Editor: GF  11 Nov 2025, 20:45 WIT
Lanud YKU Timika Dukung Kemandirian Pangan: Babinsa Dampingi Petani Tanam Jagung di Nawaripi Papuanewsonline.com, Timika – Babinsa Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) dari Lanud Yohanes Kapiyau (YKU) Timika menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan aktif mendukung program ketahanan pangan. Serka Kasimirus Anitu, Babinpotdirga Lanud YKU, terjun langsung mendampingi kelompok tani binaannya, Taparo Izakod Bekai, di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, pada Selasa (11/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Serka Kasimirus membantu proses penanaman bibit jagung hibrida yang diperkirakan dapat dipanen dalam waktu 115 hari. Kehadiran Babinsa di lapangan memberikan motivasi dan meringankan beban para petani dalam mengolah lahan pertanian mereka. Selain menanam jagung, para petani juga mengembangkan berbagai tanaman hortikultura seperti kangkung, tomat, labu, dan cabai sebagai bentuk diversifikasi pangan lokal. “Hasil panen nantinya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan warga setempat, tetapi juga akan dipasarkan ke beberapa pasar tradisional di Kota Timika,” ujar Serka Kasimirus, menegaskan bahwa pendampingan kepada para petani merupakan bagian dari tugas pokok TNI dalam membantu pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sementara itu, Lewi, salah satu petani yang mendapat pendampingan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan Babinpotdirga Lanud YKU. Menurutnya, keterlibatan TNI di lapangan menjadi sumber semangat baru bagi petani untuk terus mengembangkan usaha pertanian mereka. “Kami berterima kasih karena Babinsa selalu hadir membantu kami. Kehadiran mereka membuat kami semakin semangat bekerja,” ungkap Lewi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam memperkuat kemandirian pangan daerah serta mendukung program pemerintah menuju ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Penulis: Jidan Editor: GF 11 Nov 2025, 17:03 WIT
Pembangunan Jembatan Apung di Desa Ipayea, Kampung Ipiri Mulai Dikerjakan Papuanewsonline.com, Desa Ipayea, Kampung Ipiri — Pembangunan jembatan apung di Desa Ipayea, Kampung Ipiri, resmi dimulai pada 28 Oktober 2025. Proyek ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur desa, terutama untuk mendukung akses transportasi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada jalur air. Pantauan di lapangan pada Selasa (11/11/2025) menunjukkan, pekerjaan konstruksi telah dimulai dengan tahap pemasangan pondasi dan pelampung utama jembatan. Warga sekitar tampak antusias menyambut pembangunan tersebut, karena diyakini akan memberikan dampak besar bagi aktivitas harian mereka. “Jembatan ini akan sangat membantu kami untuk menyeberang dengan lebih mudah, terutama saat air pasang. Selama ini kami hanya menggunakan perahu kecil,” ujar salah satu warga, Mama Maria, sambil tersenyum. Sementara itu, Om Yul, salah satu pekerja yang turut mengerjakan proyek tersebut, menjelaskan bahwa pihak pelaksana melakukan sejumlah penyesuaian teknis di lapangan. Hal itu dilakukan agar jembatan apung dapat berfungsi dengan baik sesuai kondisi geografis dan karakteristik arus air di wilayah tersebut. “Desain awal dari konsultan tidak sepenuhnya cocok dengan situasi di lapangan. Jadi kami melakukan beberapa perubahan teknis supaya jembatan ini benar-benar aman dan bisa bertahan lama,” ungkapnya. Penyesuaian tersebut meliputi tata letak pelampung, jarak antar-modul, serta material pengikat agar mampu menahan perubahan pasang surut air laut yang cukup tinggi di wilayah pesisir Ipiri. Proyek jembatan apung ini dikerjakan oleh tim Kcewe, dengan melibatkan sejumlah tenaga kerja lokal dari Desa Ipayea. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mempercepat proses pengerjaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat. Menurut informasi yang diperoleh, pengerjaan jembatan dijadwalkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, dengan target rampung sesuai waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. “Kami bekerja siang dan malam agar proyek ini selesai tepat waktu. Masyarakat juga banyak membantu, misalnya dalam pengangkutan bahan dan penyediaan kebutuhan lapangan,” tambah Om Yul. Jembatan apung ini nantinya akan menjadi penghubung utama antara Desa Ipayea dengan wilayah sekitar Kampung Ipiri. Keberadaannya diproyeksikan mampu memperlancar distribusi hasil tangkapan nelayan, mempermudah anak-anak bersekolah, serta meningkatkan konektivitas antar-kampung di daerah pesisir. “Kalau jembatan ini sudah jadi, hasil tangkapan nelayan bisa lebih cepat dibawa ke pasar. Kami berharap pembangunan seperti ini terus dilakukan di wilayah pesisir lain,” kata Elyas, tokoh masyarakat setempat. Pemerintah daerah melalui dinas terkait menyampaikan apresiasi terhadap dukungan warga dan berharap proyek tersebut menjadi contoh kolaborasi pembangunan antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat.   Penulis: Hendrik Editor: GF 11 Nov 2025, 16:07 WIT
Gebyar Pajak Mimika 2025: Bupati Mimika Ajak Masyarakat Membayar Pajak Sebagai Fondasi Ekonomi Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana penuh semangat mewarnai pelaksanaan Gebyar Sadar Pajak Daerah 2025 yang digelar di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Sabtu (8/11/2025). Acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran masyarakat akan arti penting pajak sebagai sumber utama pembangunan daerah.Kegiatan yang dimulai dengan fun run dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan itu berlangsung meriah. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan olahraga pagi tersebut, yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian medali dan sesi penghargaan kepada Wajib Pajak Teladan Tahun 2025.Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob mengapresiasi semangat seluruh peserta dan menegaskan bahwa pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan bentuk nyata gotong royong masyarakat dalam membangun Mimika.“Tadi saya lihat semua peserta sudah berlari dan memakai medali — termasuk teman-teman saya, walaupun sebagian hanya berlari di tempat. Tapi ini menunjukkan semangat luar biasa dari kita semua di Kabupaten Mimika,” ujar Bupati Johannes disambut tawa dan tepuk tangan peserta.Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa setiap rupiah pajak daerah yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk manfaat pembangunan — mulai dari infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, hingga fasilitas publik lainnya. “Membayar pajak itu gotong royong. Kita semua ikut berkontribusi membangun Mimika yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.Bupati juga mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar menjalankan pelayanan dengan penuh tanggung jawab dan keramahan. “Layani masyarakat dengan senyum, bantu mereka memahami kewajiban pajak. Kita hadir bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mendidik dan memotivasi,” pesannya.Dalam kesempatan tersebut, Bupati Johannes Rettob juga menyinggung tantangan fiskal yang dihadapi Kabupaten Mimika di tahun mendatang. Ia menyebutkan bahwa alokasi dana transfer dari pemerintah pusat diperkirakan akan menurun signifikan.“APBD Mimika tahun ini sebesar Rp6,4 triliun, tapi tahun depan diperkirakan hanya sekitar Rp5 triliun. Karena itu, kita harus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya.Menurutnya, kemandirian fiskal daerah hanya bisa dicapai jika masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah berjalan bersama dalam semangat kolaborasi.“Kita tidak bisa hanya bergantung pada dana pusat. Pajak daerah adalah fondasi ekonomi Mimika yang harus kita rawat bersama,” katanya.Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi warga, dalam kegiatan tersebut Bupati menyerahkan penghargaan kepada Wajib Pajak Teladan Tahun 2025 dan Mitra Penggerak BPHTB, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Mimika Nomor 359 Tahun 2025.Penyerahan penghargaan ini menjadi simbol bahwa kepatuhan pajak bukan hanya soal kewajiban hukum, tetapi juga tindakan mulia yang layak diapresiasi karena berdampak langsung pada kemajuan daerah.“Mari kita jadikan kepatuhan pajak sebagai bagian dari semangat gotong royong. Membayar pajak tepat waktu adalah tindakan mulia untuk pembangunan Kabupaten Mimika,” tutup Bupati Johannes Rettob dengan nada optimistis.Penulis: BimEditor: GF  08 Nov 2025, 15:27 WIT
Edoardus Rahawadan Apresiasi Kontribusi Freeport terhadap Kemajuan Pendidikan dan Ekonomi Mimika Papuanewsonline.com, Timika — Ketua Pemuda Kei Kabupaten Mimika, Edoardus Rahawadan, menilai kemajuan yang dicapai Kabupaten Mimika dalam dua dekade terakhir tidak dapat dilepaskan dari kontribusi besar PT Freeport Indonesia (PTFI). Menurutnya, perusahaan tambang raksasa tersebut telah memainkan peran penting dalam pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat adat Amungme dan Kamoro. Dalam wawancaranya di Timika, Edoardus mengatakan bahwa para pemuda dan masyarakat Mimika telah melihat langsung dampak positif kehadiran Freeport di Tanah Amungsa dan Kamoro. “Banyak dari kami, anak-anak muda Mimika, tahu benar bagaimana perubahan besar terjadi dalam 20 tahun terakhir. Pemerintahan, ekonomi, hingga infrastruktur berkembang pesat — dan itu tidak terlepas dari kontribusi PT Freeport Indonesia,” ujarnya. Edoardus menyoroti peran Freeport yang selama ini aktif bermitra dengan lembaga lokal seperti LPMAK (Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro) dan kini YPMAK, dalam menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan. Melalui lembaga tersebut, Freeport telah mengembangkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan beasiswa, layanan kesehatan, dan program ekonomi berbasis komunitas. “Kami mengapresiasi kontribusi besar Freeport, bukan hanya untuk orang Amungme dan Kamoro sebagai pemilik hak ulayat, tetapi juga untuk pemuda Kei di Mimika yang turut merasakan manfaat, terutama di area pendulangan,” kata Edoardus. Ia menambahkan bahwa banyak pemuda Kei yang tidak memiliki pekerjaan tetap bisa bertahan hidup dari hasil pendulangan di wilayah operasi Freeport, dan hal itu menurutnya merupakan bentuk kemurahan hati perusahaan terhadap masyarakat lokal. “Saya secara pribadi dan mewakili Pemuda Kei Mimika sangat berterima kasih atas kemurahan hati Freeport. Bantuan itu nyata, dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,” imbuhnya. Lebih lanjut, Edoardus juga menyinggung isu yang tengah hangat di publik mengenai sosok calon Presiden Direktur PT Freeport Indonesia yang ramai diberitakan di media nasional. Menurutnya, meski setiap orang berhak mempublikasikan diri untuk menduduki jabatan tertentu, namun secara moral dan adat, posisi puncak di Freeport sepatutnya dipercayakan kepada anak asli Amungme atau Kamoro, dua suku pemilik hak ulayat di wilayah tambang tersebut. “Kami tahu siapa itu orang Amungme, siapa itu orang Kamoro. Mereka adalah pemilik tanah tempat Freeport berdiri. Banyak generasi muda Amungme dan Kamoro yang cerdas, berpendidikan, dan bahkan dibina langsung oleh Freeport. Mereka layak memimpin perusahaan ini,” tegasnya. Edoardus menilai bahwa penempatan anak daerah sebagai Presiden Direktur bukan hanya simbol representasi, tetapi juga bentuk penghargaan dan penguatan hubungan antara perusahaan dengan masyarakat adat. “Kalau ada nama-nama dari luar yang disebut di media, itu hak mereka. Tapi kami, Pemuda Kei di Mimika, hanya mengenal bahwa tanah ini adalah milik Amungme dan Kamoro. Prinsip kami jelas: bumi kami pijak, langit kami junjung,” ujarnya dengan tegas. Menutup pernyataannya, Edoardus juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para penambang rakyat dan pemuda Kei yang menggantungkan hidup di area pendulangan Freeport, agar dapat mengelola hasil pendulangan dengan bijak. “Saya mengimbau saudara-saudaraku, terutama dari Kei dan NTT yang bekerja di area pendulangan, agar memanfaatkan hasil pendulangan untuk kebutuhan ekonomi secara bijak. Saat ini Freeport tengah menghadapi kendala operasional, jadi mari kita tetap jaga keamanan dan ketertiban di area kerja,” pesan Edoardus. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kepentingan pribadi terhadap Freeport, namun berkomitmen menjaga stabilitas daerah dan memastikan keadilan bagi masyarakat adat serta kesejahteraan bersama di Mimika. “Kami pemuda Kei tidak punya kepentingan dengan Freeport. Kepentingan kami hanya satu: Mimika harus aman, masyarakat adat pemilik hak ulayat harus mendapat keadilan, dan daerah ini harus terus maju,” tutupnya.(GF) 04 Nov 2025, 19:27 WIT
Harga Emas dan Bawang Merah Picu Inflasi Timika: BPS Catat Laju 1,55 Persen di Oktober 2025 Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika kembali merilis laporan resmi mengenai perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Oktober 2025. Berdasarkan hasil survei harga di berbagai titik pantau, Timika mencatat inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 1,55 persen, dengan nilai IHK mencapai 111,74 poin. Kepala BPS Kabupaten Mimika, dalam keterangan persnya, menjelaskan bahwa meski inflasi Timika masih dalam kategori terkendali dan stabil, terdapat beberapa komoditas yang memberikan tekanan cukup kuat terhadap kenaikan harga di tingkat konsumen. “Kenaikan harga emas perhiasan dan bawang merah menjadi dua faktor dominan penyumbang inflasi bulan ini. Namun secara umum, kondisi harga di pasar Timika masih stabil,” ujar perwakilan BPS Mimika saat ditemui di kantor BPS, Selasa (4/11/2025). Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi y-on-y tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan kenaikan mencapai 17,56 persen. Lonjakan signifikan ini terutama disebabkan oleh naiknya harga emas perhiasan, yang terus meningkat seiring kondisi pasar global. Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mencatat inflasi sebesar 0,29 persen, diikuti oleh perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,14 persen. Dua kelompok ini terdampak oleh kenaikan harga bawang merah, minyak goreng, dan beberapa bahan pangan lain yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Menariknya, tidak semua kelompok pengeluaran menunjukkan kenaikan harga. Beberapa sektor justru mengalami deflasi, seperti pakaian dan alas kaki (-1,35 persen) serta transportasi (-0,20 persen). Deflasi pada sektor transportasi terjadi karena penurunan harga tiket pesawat (angkutan udara), sementara pada kelompok pangan terdapat penurunan harga pada komoditas kangkung, bayam, cabai rawit, dan daging ayam ras. “Fluktuasi harga pangan segar seperti sayuran dan cabai masih menjadi faktor dinamis dalam struktur inflasi Timika. Ketika pasokan lancar dan cuaca mendukung, harga akan turun dan menekan inflasi secara keseluruhan,” tambah pejabat BPS tersebut. Secara umum, tingkat inflasi Timika sebesar 1,55 persen dinilai masih dalam batas wajar dan terkendali, di bawah ambang batas nasional. Meski demikian, BPS mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap gejolak harga komoditas strategis, terutama menjelang akhir tahun ketika permintaan masyarakat cenderung meningkat. BPS Mimika menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan harga di pasar tradisional dan modern, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. “Data inflasi ini menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan ekonomi yang tepat, baik untuk stabilisasi harga maupun untuk menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah perubahan ekonomi nasional,” jelasnya. Menutup laporannya, BPS Mimika juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam berbelanja dan mengelola keuangan rumah tangga, terutama dalam menghadapi potensi kenaikan harga menjelang periode akhir tahun. “Masyarakat perlu menyesuaikan pola konsumsi dengan kondisi pasar, agar tetap stabil secara ekonomi meskipun terjadi fluktuasi harga komoditas tertentu,” tutupnya. Dengan inflasi yang masih terkendali, BPS berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menjaga kestabilan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan warga Mimika ke depan.     Penulis: Jid Editor: GF   04 Nov 2025, 16:12 WIT
Wagub Papua Tegaskan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Rakyat untuk Mewujudkan Papua Produktif Papuanewsonline.com, Jayapura — Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput. Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendampingan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jayapura, Senin (03/11/2025). Dalam sambutannya, Wagub Aryoko menuturkan bahwa koperasi merupakan salah satu instrumen penting untuk mewujudkan misi Papua Produktif, yakni mendorong produktivitas masyarakat melalui inovasi kewirausahaan serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. “Koperasi adalah wujud nyata dari semangat kebersamaan ekonomi rakyat. Melalui koperasi, masyarakat di desa dan kelurahan dapat berdaya, mengelola potensi lokal, serta mengembangkan usaha yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan,” ujar Wagub Aryoko Rumaropen. Wagub menjelaskan bahwa semangat berkoperasi selaras dengan upaya pemerintah dalam menciptakan ekonomi masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. Melalui sistem koperasi yang sehat dan terkelola dengan baik, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku utama dalam kegiatan ekonomi lokal. Ia juga menilai bahwa Koperasi Merah Putih telah menjadi model nyata pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat yang patut ditiru oleh daerah lain. Dengan pendekatan yang menekankan gotong royong, transparansi, dan inovasi, koperasi mampu menjadi wadah produktif yang memperkuat fondasi ekonomi rakyat. “Inilah bentuk nyata dari upaya menjadikan masyarakat Papua lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing. Koperasi harus menjadi bagian dari solusi ekonomi, bukan hanya simbol kebersamaan,” ungkapnya dengan penuh semangat. Selain meningkatkan kesejahteraan, Aryoko juga menyoroti bahwa kegiatan pelatihan ini turut mendukung misi Papua Cerdas, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, peningkatan kompetensi pendamping koperasi merupakan langkah penting dalam memastikan para pengelola koperasi memiliki kemampuan manajerial, keuangan, dan digitalisasi yang baik. Dengan demikian, koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu menghadapi tantangan ekonomi modern. “Pendamping koperasi harus menjadi agen perubahan yang membawa semangat baru bagi masyarakat. Mereka bukan hanya pembimbing teknis, tetapi juga inspirator dan motivator bagi para pelaku usaha lokal,” tambah Wagub Aryoko. Dalam kesempatan yang sama, Wagub juga mendorong agar koperasi-koperasi di Papua mulai bertransformasi ke arah digitalisasi layanan guna mempermudah akses permodalan dan pemasaran produk anggota. Ia menilai, di era perkembangan teknologi saat ini, koperasi perlu mengadopsi sistem yang lebih transparan, efisien, dan berbasis data agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Pemerintah Provinsi Papua, kata Aryoko, akan terus memberikan dukungan melalui pelatihan, pendampingan, dan kemitraan dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem koperasi di seluruh wilayah Papua. Menutup sambutannya, Wagub Aryoko mengajak seluruh peserta dan pemangku kepentingan untuk menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat yang tangguh, modern, dan berdaya saing. “Mari kita jadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, kita bisa mewujudkan Papua yang maju, mandiri, dan harmonis,” tegasnya. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh para pendamping koperasi dari berbagai kabupaten dan kota di Papua. Selain sesi pelatihan teknis, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan berbagi pengalaman tentang praktik terbaik pengelolaan koperasi di tingkat lokal. Penulis: Jid Editor: GF 03 Nov 2025, 22:39 WIT
Gubernur Papua Tekankan Bank Papua Perkuat Peran Strategis dalam Mendorong UMKM dan Perekonomian Papuanewsonline.com, Jayapura — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan silaturahmi jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Bank Papua ke Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, di Kantor Gubernur Papua, Senin (03/11/2025). Pertemuan tersebut digelar sebagai bagian dari agenda rutin pelaporan kinerja dan kondisi terkini Bank Papua kepada Gubernur selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) dan Pemegang Saham Mayoritas, sekaligus sebagai upaya mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan milik daerah itu. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mathius Fakhiri memberikan sejumlah arahan strategis, khususnya terkait peran penting Bank Papua dalam memperkuat perekonomian masyarakat Papua melalui dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Tadi arahan beliau lebih kepada keberpihakan kita sebagai Bank Daerah terhadap para pelaku UMKM. Bank Papua diharapkan hadir lebih kuat di tengah masyarakat, menjadi mitra pembangunan ekonomi rakyat, dan tidak hanya fokus pada sektor korporasi,” ujar Direktur Operasional Bank Papua, Isak S. Wopari, usai pertemuan. Dalam laporannya, pihak manajemen Bank Papua menyampaikan kesiapannya untuk terus memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan, pemberian akses permodalan, serta pendampingan manajerial kepada pelaku usaha kecil di berbagai wilayah Papua. Wopari menjelaskan, hingga saat ini Bank Papua telah membina lebih dari seribu pelaku UMKM yang tersebar di Kota Jayapura, Abepura, Sentani, hingga daerah-daerah lain tempat cabang Bank Papua beroperasi. “UMKM binaan Bank Papua ini tidak hanya menjadi nasabah, tetapi juga kami dampingi dalam hal manajemen usaha, akses pembiayaan, dan promosi produk. Hasilnya bisa dilihat di sentra usaha seperti kawasan depan GOR Waringin, Imbi, dan Mama-Mama Papua,” jelasnya. Selain itu, Bank Papua juga aktif mendukung berbagai kegiatan pameran dan pelatihan kewirausahaan lokal guna memperluas jangkauan pasar produk-produk UMKM Papua ke tingkat nasional. Menyikapi perubahan wilayah administrasi yang kini terbagi menjadi enam provinsi di Tanah Papua, Wopari menegaskan bahwa Bank Papua tetap beroperasi di bawah kendali Gubernur Papua selaku pemegang saham utama. “Meski kini terdapat enam provinsi baru, secara struktur dan keputusan strategis, Bank Papua masih berada di bawah kendali Pemerintah Provinsi Papua. Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh daerah agar pelayanan dan dukungan pembiayaan tetap berjalan optimal,” tegasnya. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan peran Bank Papua sebagai lembaga keuangan daerah yang tidak hanya berfungsi komersial, tetapi juga sosial — yakni mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Tanah Papua. Gubernur Mathius Fakhiri dalam arahannya menekankan pentingnya soliditas antara pemerintah daerah dan Bank Papua dalam menjawab tantangan ekonomi daerah. Menurutnya, dengan potensi sumber daya alam dan manusia yang besar, Papua memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi daerah dengan struktur ekonomi yang mandiri dan inklusif. “Bank Papua memiliki tanggung jawab moral dan ekonomi untuk menjadi motor penggerak kemajuan daerah. Dukungan terhadap UMKM bukan hanya soal kredit, tapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan lokal,” ujarnya. Pertemuan ini ditutup dengan penegasan komitmen kedua belah pihak untuk terus memperkuat sinergi, khususnya dalam memperluas akses pembiayaan, digitalisasi layanan perbankan, serta memperkuat inklusi keuangan di wilayah-wilayah terpencil. Penulis: Jid Editor: GF 03 Nov 2025, 22:36 WIT
BI Papua dan Pemprov Papua Bersinergi Gelar GNPIP: Upaya Konkret Kendalikan Inflasi Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua akan melaksanakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) pada 13 November 2025 di Kantor Gubernur Papua, Jayapura. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi global dan nasional. Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Faturachman, menyampaikan bahwa pelaksanaan GNPIP merupakan bagian dari komitmen bersama seluruh pemangku kebijakan di Papua dalam menekan laju inflasi pangan yang kerap dipengaruhi faktor cuaca, transportasi, serta keterbatasan distribusi antar wilayah. “GNPIP akan menjadi kegiatan terpadu dengan berbagai program yang menyentuh langsung sektor riil, terutama pertanian dan akses pangan masyarakat. Dengan tema ‘Jaga Pangan, Jaga Papua’, kami ingin mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat,” ujar Faturachman, Senin (3/11/2025). Dalam pelaksanaannya, GNPIP Papua akan menghadirkan berbagai kegiatan utama, di antaranya Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Kerja Sama Antar Daerah (KAD) sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas pasokan pangan antara Papua dan Papua Pegunungan, Penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian (Sarpras) bagi kelompok tani lokal, Business Matching pembiayaan sektor pertanian, yang mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga keuangan untuk membuka akses modal dan Talkshow dan pameran UMKM pangan, sebagai sarana edukasi dan promosi produk unggulan lokal. Faturachman menegaskan bahwa salah satu agenda penting GNPIP adalah penandatanganan kerja sama business-to-business (B2B) antara pelaku usaha dari Papua dan Papua Pegunungan. “Kerja sama ini diharapkan dapat menjamin kelancaran pasokan bahan pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi antarwilayah,” tambahnya. Sementara itu, Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BI Papua yang terus mendorong sinergi kebijakan pengendalian inflasi di tingkat daerah. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, tingkat inflasi Papua masih berada dalam batas aman dan sesuai dengan sasaran nasional. “Melalui pelaksanaan GNPIP dan kegiatan seperti Gerakan Pangan Murah, pemerintah berupaya meringankan beban masyarakat, menjaga daya beli, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM,” kata Gubernur Fakhiri. Ia juga menambahkan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah. “Kita ingin generasi muda Papua melihat sektor pertanian bukan hanya sebagai kegiatan tradisional, tetapi juga peluang ekonomi yang menjanjikan di masa depan,” tegasnya. Melalui GNPIP, BI Papua dan Pemprov Papua berharap dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh dan adaptif, dengan memperkuat rantai pasok pangan lokal. Kolaborasi lintas sektor ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang akhir tahun. Kegiatan ini diprediksi akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, pelaku UMKM, lembaga keuangan, serta masyarakat umum. Penulis: Jid Editor: GF   03 Nov 2025, 22:32 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT