logo-website
Sabtu, 14 Feb 2026,  WIT
BERITA Ekonomi Homepage
Pulihkan Kembali Akses Jalan, Tim SAR Korpolairud BKO Polda Jabar Bangun Jembatan Sementara Papuanewsonline.com, Padang Pariaman - Polri terus memperkuat upaya penanganan bencana alam di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pada Rabu (7/1/2026), Tim SAR Korpolairud BKO Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan penanganan bencana di wilayah hukum Polres Padang Pariaman, tepatnya di Jembatan Sungai Durian, Kecamatan Patamuan.Kegiatan kemanusiaan tersebut melibatkan sebanyak 28 personel gabungan yang terdiri dari 10 personel Selam Olah Gerak dan Penyelamatan (Silongmat) Direktorat Polair, 15 personel Silongmat Direktorat Poludara, serta 4 personel tenaga kesehatan Korpolairud. Seluruh personel didukung peralatan SAR dari Ditpolair, Ditpoludara, serta inventaris Polres setempat.Fokus utama kegiatan adalah pembangunan jembatan sementara guna memulihkan kembali akses mobilitas masyarakat yang terdampak bencana, khususnya bagi warga di Kecamatan Patamuan yang sebelumnya terputus akibat kerusakan jembatan.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menyampaikan bahwa kehadiran Tim SAR Korpolairud merupakan bentuk kesiapsiagaan dan sinergi Polri lintas wilayah dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana.“Polri bergerak cepat dengan mengerahkan personel dan peralatan SAR untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Pembangunan jembatan sementara ini diharapkan dapat segera memulihkan akses warga, memperlancar distribusi bantuan, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terkoordinasi dengan Polres Padang Pariaman dan instansi terkait di lapangan, sehingga proses pembangunan jembatan sementara dapat berjalan aman dan lancar.Melalui upaya ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam penanganan dan pemulihan bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. PNO-12 08 Jan 2026, 14:31 WIT
Hadirkan Air Bersih untuk Warga Hutanabolon, Polda Sumut Pasang Filter Air Nanotec pada Sumur Bor Papuanewsonline.com, Tapanuli Tengah - Kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat kembali diwujudkan oleh Polda Sumatera Utara. Melalui personel SAR Batalyon A, Polda Sumut melaksanakan pemasangan filter air Nanotec pada fasilitas sumur bor di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh 1 SSR Personel SAR Batalyon A di bawah pimpinan Dpp AKP Ridwan. Pemasangan filter air Nanotec ini bertujuan untuk mengolah sekaligus menjernihkan air sumur bor agar layak dan aman digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.Filter air Nanotec yang dipasang berfungsi sebagai wadah penampung media filtrasi yang mampu mengatasi berbagai permasalahan kualitas air, mulai dari kekeruhan hingga kandungan partikel yang tidak sehat. Dengan teknologi tersebut, air yang dihasilkan menjadi lebih bersih, jernih, dan aman untuk dikonsumsi maupun kebutuhan rumah tangga warga.Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, dalam keterangannya pada Selasa (6/1/2026), menegaskan bahwa bantuan sumur bor yang dilengkapi dengan sistem filter air ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar warga.“Polda Sumatera Utara tidak hanya hadir dalam tugas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga berkomitmen membantu masyarakat melalui program-program kemanusiaan. Pemasangan filter air Nanotec pada sumur bor ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Hutanabolon,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.Ia menambahkan, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan vital, terutama bagi masyarakat di wilayah yang terdampak keterbatasan sarana air layak. Oleh karena itu, Polda Sumut terus mendorong jajarannya untuk adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.Dengan adanya bantuan ini, masyarakat Desa Hutanabolon kini dapat memanfaatkan air sumur bor yang telah diolah secara optimal, sehingga menunjang kesehatan, kebersihan, dan kualitas hidup warga. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Sumut sebagai institusi yang humanis dan selalu hadir memberikan solusi bagi masyarakat. PNO-12 07 Jan 2026, 11:44 WIT
DPRK Mimika Desak Pemkab Percepat Penyerahan DPA APBD 2026 demi Hindari Serapan Rendah Papuanewsonline.com, Mimika — Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika memberikan tekanan serius kepada Pemerintah Kabupaten Mimika agar segera menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD Tahun Anggaran 2026 kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan pelaksanaan pembangunan dapat dimulai sejak awal tahun anggaran. Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menegaskan bahwa kecepatan dalam pembagian DPA akan sangat menentukan efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah sepanjang 2026. Ia menekankan pentingnya memastikan agar anggaran yang telah ditetapkan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa anggaran yang telah disusun dengan cermat bisa benar-benar memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat di Mimika,” ujarnya kepada wartawan di Kantor DPRK Mimika, Selasa (6/1/2026). Menurut Primus, percepatan pelaksanaan APBD 2026 menjadi kebutuhan mendesak agar kesalahan pengelolaan anggaran pada tahun sebelumnya tidak kembali terulang. Keterlambatan dalam proses administrasi dinilai sebagai salah satu penyebab utama rendahnya serapan anggaran. Ia mengungkapkan bahwa DPRK Mimika telah secara langsung mempertanyakan kesiapan pelaksanaan anggaran kepada Bupati Mimika. Dari hasil komunikasi tersebut, diperoleh kepastian bahwa realisasi APBD 2026 direncanakan mulai berjalan pada Januari ini. “DPA harus dipercepat supaya pembangunan bisa langsung dilaksanakan. Tujuannya agar APBD terserap maksimal dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” jelasnya dengan tegas. DPRK Mimika, lanjut Primus, tidak ingin kembali menghadapi situasi seperti tahun 2025, di mana serapan APBD hanya mencapai 75,73 persen. Angka tersebut dinilai jauh dari optimal dan mencerminkan lemahnya manajemen pelaksanaan anggaran. “Kita tidak ingin mengulang kondisi tahun 2025, di mana serapan APBD tidak maksimal hanya 75,73 persen. Ini harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” tegasnya. Ia menilai bahwa keterlambatan pelaksanaan anggaran bukan hanya berdampak pada rendahnya serapan, tetapi juga memengaruhi kualitas pembangunan. Proyek-proyek fisik yang dikerjakan terburu-buru di akhir tahun kerap menimbulkan persoalan mutu dan keberlanjutan. Primus menambahkan bahwa penyerahan DPA yang terlambat berisiko membuat OPD mengejar waktu pelaksanaan pekerjaan. Kondisi tersebut berpotensi menghasilkan proyek yang tidak maksimal secara teknis maupun manfaat. “Kalau DPA terlambat, pekerjaan dikejar waktu dan hasilnya sering tidak maksimal. Evaluasi APBD sudah final, sehingga kami berharap DPA sudah bisa dibagikan paling lambat akhir bulan ini,” pungkasnya. Selain itu, DPRK Mimika juga mengimbau seluruh OPD untuk segera mempersiapkan rencana kerja secara matang agar pelaksanaan program dan kegiatan tahun anggaran 2026 dapat berjalan efektif sejak awal.   Penulis: Jid Editor: GF 06 Jan 2026, 21:02 WIT
Brimob Polda Sumut Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Perumahan Pandan Asri Pascabencana Papuanewsonline.com, Tapanuli Tengah - Personel SAR Batalyon A Brimob Polda Sumatra Utara turun langsung membantu warga membersihkan selokan dan material lumpur pascabencana alam di Perumahan Pandan Asri, Desa Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (5/1/2026).Personel dikerahkan untuk membersihkan lumpur, sampah, dan sisa material banjir yang menyumbat saluran air di sepanjang jalan kawasan permukiman tersebut. Kegiatan ini dilakukan guna memperlancar aliran air sekaligus mencegah potensi banjir susulan.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa kehadiran personel Brimob di lokasi terdampak bencana merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan Polri kepada masyarakat.“Polri melalui jajaran Brimob hadir untuk membantu masyarakat pascabencana, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga pemulihan lingkungan. Pembersihan selokan ini penting untuk mencegah genangan dan banjir lanjutan yang bisa membahayakan warga,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya preventif agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dengan lingkungan yang bersih dan sehat.Dalam pelaksanaannya, personel SAR Brimob melakukan pembersihan secara manual menggunakan peralatan kebersihan dan alat pendukung lainnya. Lumpur dan sampah yang menumpuk di selokan diangkat dan dikumpulkan di titik tertentu untuk kemudian dibuang ke lokasi pembuangan.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat respons positif dari warga setempat. Diharapkan, setelah pembersihan ini, aliran air di kawasan Perumahan Pandan Asri kembali lancar dan risiko banjir susulan dapat diminimalisir. PNO-12 06 Jan 2026, 14:31 WIT
Brimob 1 BKO Polres Tapteng Laksanakan Aksi Kemanusiaan Pascabencana Papuanewsonline.com, Tapanuli Tengah - Personel Pasukan Brimob 1 BKO Polres Tapanuli Tengah, Polda Sumatra Utara, melaksanakan serangkaian kegiatan kemanusiaan pascabencana alam di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (5/1/2026).Sebanyak 100 personel Pasbrimob 1 BKO Polres Tapanuli Tengah diterjunkan untuk melakukan pembersihan material lumpur di ruang kelas SD Negeri 158502 Sibuluan, Kecamatan Pandan, serta pendistribusian air bersih kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Pandan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang berdampak pada fasilitas pendidikan dan pemukiman warga.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan, langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dan fasilitas umum dapat segera kembali difungsikan.“Polri bergerak cepat membantu masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam pemulihan fasilitas pendidikan dan pemenuhan kebutuhan air bersih. Ini merupakan wujud kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.Dalam pelaksanaannya, sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, personel Pasbrimob 1 BKO Polres Tapanuli Tengah membersihkan material lumpur yang mengendap di ruang-ruang kelas SD Negeri 158502 Sibuluan. Secara bersamaan, personel lainnya mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Pandan yang terdampak keterbatasan pasokan air.Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Melalui aksi kemanusiaan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat pascabencana alam. PNO-12 06 Jan 2026, 14:24 WIT
Pembangunan Huntara Sat Brimob Polda Sumbar Capai 47 Unit Papuanewsonline.com, Padang – Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Barat terus menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung pemulihan pascabencana. Pada Senin (5/1/2026), personel Sat Brimob Polda Sumbar yang dipimpin oleh IPTU Ridesmon melaksanakan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Kecamatan Pauh, Kota Padang.Pembangunan Huntara tersebut ditargetkan sebanyak 100 unit yang tersebar di dua lokasi pembangunan. Huntara ini dipersiapkan sebagai tempat tinggal sementara bagi masyarakat yang terdampak bencana, sembari menunggu proses pemulihan dan pembangunan hunian permanenBerdasarkan perkembangan di lapangan, hingga saat ini pembangunan telah mencapai 47 unit. Progres pekerjaan meliputi pemasangan lantai papan dan pengerjaan struktur bangunan, yang terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan bahwa keterlibatan Brimob dalam pembangunan Huntara merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Polri untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.“Pembangunan hunian sementara ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan warga terdampak memiliki tempat tinggal yang layak dan aman selama masa pemulihan pascabencana,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.Ia menambahkan, Polri akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar pembangunan Huntara dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.“Diharapkan seluruh target pembangunan dapat rampung sesuai rencana, sehingga dapat mempercepat proses pemulihan dan memberikan rasa aman bagi warga di Kecamatan Pauh,” pungkasnya.Pembangunan Huntara oleh Sat Brimob Polda Sumbar ini menjadi salah satu upaya nyata Polri dalam mendukung penanganan bencana dan pemulihan kehidupan sosial masyarakat terdampak di Kota Padang. PNO-12 06 Jan 2026, 13:58 WIT
Polres Aceh Tengah Salurkan Bantuan Logistik ke Desa Terisolir di Kecamatan Linge Papuanewsonline.com, Aceh Tengah - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tengah bersama personel BKO Satbrimob Polda Aceh menyalurkan bantuan logistik ke desa terisolir di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (4/1/2026). Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.Bantuan disalurkan ke Desa Owaq, Kecamatan Linge, tepatnya di kawasan pinggiran Sungai Kala Ili. Sebelumnya, akses menuju desa tersebut terputus akibat bencana, sehingga menyulitkan mobilitas serta aktivitas warga sehari-hari.Kapolres Aceh Tengah bersama personel Polres Aceh Tengah dan personel BKO Satbrimob Polda Aceh turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan dapat diterima secara tepat sasaran oleh masyarakat yang membutuhkan.Bantuan logistik tersebut diterima langsung oleh Ilyas selaku Mukim Kemukiman Jamat, Sejahtera selaku Reje Payung, serta Hamdan selaku Reje Kute Reje. Para perangkat desa menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat di wilayah terpencil yang terdampak bencana.Adapun bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok warga, perlengkapan alat tulis bagi anak-anak, serta sling kawat baja sepanjang 1.000 meter yang akan dimanfaatkan sebagai sarana penyeberangan sementara bagi masyarakat.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ke wilayah terisolir merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memastikan pelayanan kemanusiaan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.“Polri hadir untuk memastikan masyarakat di daerah terpencil dan terdampak bencana tetap mendapatkan bantuan dan pelayanan dasar. Penyaluran logistik ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus membantu percepatan pemulihan akses dan aktivitas masyarakat,” ujar Kombes Pol Erdi.Melalui kegiatan ini, Polres Aceh Tengah berharap dapat membantu meringankan beban warga serta mempercepat pemulihan akses dan aktivitas masyarakat di Desa Owaq pascabencana. Kehadiran Polri di tengah masyarakat juga menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana alam. PNO-12 06 Jan 2026, 13:42 WIT
Bangkit dari Duka Bencana, Polisi dan Warga Sinergi Bersihkan Masjid Syuhada Papuanewsonline.com, Bener Meriah - Sisa lumpur masih menempel di halaman Masjid Syuhada, menjadi saksi bisu dahsyatnya banjir dan longsor yang melanda kawasan Waq Pondok Sayur, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Namun di tengah jejak bencana tersebut, harapan perlahan tumbuh seiring bangkitnya semangat kebersamaan antara Polri dan masyarakat.Selama dua hari berturut-turut, 4 hingga 5 Januari 2026, personel Polres Bener Meriah bersama Satbrimob Polda Aceh bersinergi dengan warga setempat membersihkan Masjid Syuhada yang terdampak bencana. Kegiatan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pusat aktivitas keagamaan masyarakat.Tanpa mengenal lelah, personel Polri, Brimob, dan warga bergotong royong menyapu lumpur, mengangkat sisa material banjir dan longsor, serta menata kembali halaman dan area masjid. Kebersamaan tersebut menjadi potret nyata solidaritas dan kepedulian di tengah duka pascabencana.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan wujud kehadiran Polri dalam mendampingi masyarakat, tidak hanya pada saat tanggap darurat, tetapi juga dalam masa pemulihan.“Polri hadir bersama masyarakat untuk memulihkan kembali sarana ibadah yang menjadi pusat kegiatan sosial dan spiritual warga. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan serta menguatkan semangat kebersamaan pascabencana,” ujar Kombes Pol Erdi.Ia menambahkan, Polri akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat terdampak bencana melalui pendekatan humanis dan kolaboratif, termasuk dalam pemulihan fasilitas umum dan tempat ibadah.Melalui kegiatan tersebut, Masjid Syuhada perlahan kembali bersih dan layak digunakan. Lebih dari sekadar kerja bakti, kebersamaan Polri dan warga di Bener Meriah menjadi simbol kebangkitan, harapan, dan keteguhan menghadapi cobaan alam. PNO-12 06 Jan 2026, 13:35 WIT
Serapan APBD Mimika 2025 Belum Maksimal, Realisasi Keuangan Bertahan di Bawah 80 Persen Papuanewsonline.com, Mimika – Realisasi belanja anggaran Kabupaten Mimika tahun 2025 belum mencapai target maksimal, baik dari sisi keuangan maupun fisik. Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob saat memberikan keterangan di Kantor Bupati Mimika, Senin (5/1/2026).“Kita menyadari bahwa capaian tahun ini belum maksimal, namun berbagai tantangan yang dihadapi menjadi faktor penentu kondisi tersebut,” ujarnya.Berdasarkan data hingga 31 Desember 2025, realisasi keuangan tercatat berada pada angka 75,73 persen. Capaian ini dinilai masih rendah karena belum menyentuh ambang 80 persen sebagaimana yang diharapkan dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).“Banyak pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak dapat dilelang maupun dikerjakan akibat situasi yang tidak mendukung,” jelasnya.Selain sektor infrastruktur, rendahnya serapan anggaran juga terjadi di Dinas Pendidikan yang realisasinya tergolong sangat kecil. Sementara itu, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya hanya mampu menyelesaikan pekerjaan di kisaran 70 hingga 80 persen.Bupati Mimika juga menyampaikan bahwa realisasi fisik secara keseluruhan diperkirakan berada di angka sekitar 80 persen. Laporan resmi dari masing-masing OPD terkait capaian fisik tersebut masih menunggu penyampaian secara lengkap.“Realisasi fisik tahun ini belum 100 persen sekitar 80 persen, saya akan dapat laporan resmi dari OPD terkait,” katanya.Ia menjelaskan bahwa sistem pembayaran yang berbasis progres pekerjaan turut memengaruhi rendahnya serapan keuangan. Sejumlah proyek fisik yang belum rampung sepenuhnya belum dapat dibayarkan sesuai dengan pagu anggaran yang tersedia.Selain faktor internal daerah, kebijakan dari pemerintah pusat juga berdampak signifikan terhadap pelaksanaan kegiatan.“Ada perintah Presiden yang memerintahkan agar pelaksanaan kontrak pekerjaan fisik harus menunggu pelantikan kepala daerah definitif,” ungkap Bupati.Pelantikan kepala daerah definitif yang baru berlangsung pada Maret 2025 membuat pekerjaan fisik baru dapat dimulai pada April. Akibatnya, waktu efektif pelaksanaan kegiatan hanya tersisa sekitar tujuh bulan dari total satu tahun anggaran. “Kita akan evaluasi secara menyeluruh untuk memperbaiki proses perencanaan dan pelaksanaan agar tahun depan capaiannya lebih optimal,” pungkasnya.  Penulis: JidEditor: GF 05 Jan 2026, 19:43 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT