logo-website
Selasa, 28 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
Kementan dan Polri Mantapkan Sinergi Menuju Swasembada Jagung 2025 Papuanewsonline.com, Jakarta - Kementerian Pertanian bersama Polri melalui Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan menggelar rapat analisis dan evaluasi (Anev) secara daring dalam rangka percepatan pencapaian target tambahan produksi jagung nasional sebanyak 4 juta ton tahun 2025. Rapat yang dimulai pukul 14.00 WIB ini diikuti oleh jajaran Kementan, Gugus Tugas Polri tingkat Mabes hingga Polda Papua, dengan agenda utama membahas evaluasi rutin pelaksanaan program penanaman jagung 1 juta hektar di seluruh Indonesia.Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Yudi Sastro, membuka Anev dengan menyampaikan Kementan sebagai leading sector mencapai ketahanan pangan telah memetakan potensi lahan serta menyiapkan bantuan benih, pupuk dan alat mesin pertanian. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan jangkauan kelembagaan hingga tingkat desa. Oleh karena itu, peran Polri menjadi krusial dalam sebagai jembatan penghubung dan menggerakkan kelompok tani untuk ikut menanam jagung."Kementan sebagai leading sector ketahanan pangan berterima kasih atas dukungan Polri dalam program penanaman jagung ini. Kementan menyediakan bantuan dari negara dalam bentuk bantuan bibit unggul, pupuk, alsintan serta pendampingan teknis dari Tim BSIP. Kementan juga tengah menyusun juknis teknis penanaman jagung serta bantuan pengadaan 10 unit traktor roda dua untuk mempercepat realisasi penanaman jagung di daerah." Terang Yudi.Dalam Anev ini juga dibahas permasalahan yang terjadi di Kampung Aib, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Papua. Lahan jagung yang ditanam tumbuh tidak normal karena terdapat kesalahan dalam penanganan awal dan karena curah hujan yang tinggi."Terdapat kendala yang tidak diharapkan pada lahan jagung seluas 12 hektar di Kampung Aib, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura. Di lokasi ini memang terdapat kendala sehingga kami evaluasi dengan menurunkan penyuluh pertanian dan tim BSIP (Badan Standardisasi Instrumen Pertanian) untuk penyaluran Alsintan yang mendukung penanaman jagung di lokasi". Ujar Yudi.Polri, melalui Gugus Tugas Mendukung Ketahanan Pangan, hanya berperan sebagai penggerak untuk menjembatani pelaksanaan program antara Kementan dengan Kelompok Tani hingga ke tingkat desa. Dengan dukungan kelembagaan hingga Polsek dan Bhabinkamtibmas, Polri memainkan peran strategis dalam memfasilitasi pembentukan kelompok tani, membantu komunikasi antara kelompok tani dan dinas pertanian serta melakukan pengawasan distribusi bantuan agar tepat sasaran.Fokus kerja Polri dalam program ini adalah Program Pemanfaatan Lahan Produktif yang mencakup dua metode penanaman pola monokultur oleh Poktan dan pola tumpang sari di lahan tanaman belum menghasilkan oleh perusahaan mitra. Pola tumpang sari difokuskan pada lahan tanaman belum menghasilkan (TBM) milik perusahaan swasta, PTPN, Perhutani, dan mitra lainnya. Wakil Ketua Gugus Tugas Polri, Brigjen Pol. Langgeng Purnomo, menjelaskan bahwa sistem pengawasan dilaksanakan melalui Aplikasi Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan. Aplikasi ini menjadi inovasi digital yang memungkinkan monitoring secara real-time terhadap distribusi bantuan, pendataan lahan hingga evaluasi program. Peran strategis ini dilaksanakan dengan tetap menjaga koordinasi bersama dinas pertanian setempat agar semua program berjalan secara terukur dan tepat sasaran.Target tambahan 1 juta hektar lahan yang menghasilkan 4 Juta Ton jagung akan direalisasikan dalam satu tahun di seluruh Indonesia, dengan hasil panen dijamin akan diserap oleh BULOG melalui MoU penyerapan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Polri membantu membentuk dan mengaktifkan kelompok tani, memfasilitasi penyusunan proposal bantuan ke Kementan, serta melakukan pendampingan komunikasi antara petani dan dinas pertanian setempat. Distribusi bantuan dipantau melalui Aplikasi Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan agar tepat sasaran dan transparan."Dalam Pelaksanaan Program ini, Polri bukan pelaksana, bukan pendamping teknis dan juga bukan pemodal, tapi Polri hadir sebagai penggerak, fasilitator dan Pengawal agar bantuan dari Negara melalui Kementan dapat tersalurkan tepat sasaran hingga sampai ke petani dan tidak disalahgunakan. Sinergi ini adalah bentuk nyata peran Polri dalam mendukung agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045," ujar Brigjen Langgeng.Melalui sinergi erat antara Kementan dan Polri, pemerintah berharap target tambahan produksi jagung nasional pada tahun 2025 dapat tercapai secara kuantitatif, mampu memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja dan dapat membangun kemandirian masyarakat yang dimulai dari desa. PNO-12 07 Apr 2025, 09:37 WIT
Meningkatnya Arus Balik Lebaran, Korlantas Akan Terapkan One Way Lokal & Nasional Papuanewsonline.com, Cikarang - Pengamanan H+3 Lebaran 2025 difokuskan pada jalur-jalur wisata serta persiapan penanganan arus balik. Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso selaku Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat 2025 tengah menggodok pelaksanaan tersebut."Pengamanan h+3 itu adalah ada dua yang pertama adalah pengamanan jalur-jalur wisata dan yang kedua adalah persiapan arus arus balik itu sudah disampaikan oleh Bapak Kapolri bahwa tanggal 3 ini arus balik antisipasi," terang Brigjen Pol Slamet di Command Center KM 29 pada Kamis (3/4/2025).Lebih lanjut, Brigjen Pol Slamet menjelaskan bahwa pihaknya akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way lokal dari KM 188 hingga KM 70, kemudian dilanjutkan dengan contraflow dari KM 70 hingga KM 47 di ruas tol Jakarta-Cikampek."Nanti akan mungkin 1-2 jam ke depan itu akan kita berlakukan one way lokal dari KM 188 ke KM 70 namun untuk menerima one lokal Itu tentunya di KM 70 sampai KM 47 sepanjang Cikampek itu harus kita persiapkan dulu tempatnya wadahnya sehingga tidak ada ketersendatan," jelasnya.Brigjen Pol Slamet juga mengungkapkan bahwa setelah pukul 12.00 WIB jumlah kendaraan dari Palikanci sudah mengalami peningkatan mencapai 3.500 kendaraan. Oleh karena itu, pihaknya telah mempersiapkan pengaturan lalu lintas. "Di atas jam 12.00 tadi di traffic counting yang ada di Palikanci itu sudah kurang imbang jadi yang masuk ke arah Jakarta itu sudah sekitar 3.500-an namun yang keluar itu sudah 1500-an sehingga kita sudah langsung persiapan untuk menerima arus lalu lintas yang dari arah timur ke Jakarta," kata Brigjen Pol Slamet.Selain rekayasa lalu lintas, pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap rest area melalui sistem monitoring Command Center. Apabila terjadi kepadatan di rest area petugas akan menutup dan mengalihkan ke rest area berikutnya."Di rest area kami juga sudah mempersiapkan diri kita hitung di command center ini dengan rest area monitoring system sehingga kalau memang ada kepadatan seluruh petugas baik itu dari petugas rest area kepolisian dan petugas dari Jasa Marga dan sebagainya untuk segera menutup rest area tersebut untuk kita alihkan ke jalur rest area yang lain," tutupnya. PNO-12 05 Apr 2025, 21:58 WIT
Korlantas Siapkan Flag off One Way Nasional Untuk Duta Pemudik Balik Papuanewsonline.com, Bali - Sesuai dengan arahan dan komando langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Korlantas Polri melakukan penebalan personel dan juga menyiapkan skenario dalam pelaksanaan dan mengawal duta-duta pemudik untuk kembali dari kampung halaman pada Operasi Ketupat arus balik 2025. Salah satunya adalah persiapan flag off one way nasional yang akan diberlakukan pada 6 April 2025.Hal ini sesuai dengan rapat koordinasi dengan sejumlah stakeholder dan juga komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, arus mudik telah berjalan lancar dan terkendali tanpa kejadian kecelakaan yang menonjol. Untuk itu pihaknya mempersiapkan betul strategi jurus jitu untuk mengawal duta-duta pemudikk saat arus balik."Maka dari itu kami diperintahkan oleh bapak Kapolri mempersiapkan betul strategi arus balik. Tentunya kami akan melakukan rapat koordinasi dengan stakeholder disamping merumuskan skenario cara bertindak. Bapak kapolri juga memerintahkan agar dilakukan penebalan personel baik itu di pinggir jalan tol dan jalan alternatif nasional dan tempat tempat wisata," kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, di Bali, Jumat (4/4/2025).  Lebih lanjut ia menegaskan, puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada tanggal 6 April 2025 akan dilakukan flag off one way nasional yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menteri, dan sejumlah pejabat lainnya."Rencananya flag off itu akan dilakukan tanggal 6 hari Minggu jam 09.00. Tentunya kami mohon doa restu semoga arus mudik dan arus balik Operasi Ketupat berjalan dengan baik karena tagline Bapak Kapolri pada operasi ketupat ini adalah mudik aman keluarga nyaman selamat sampai tujuan," pungkasnya.Tak hanya itu, Kakorlantas juga menyebut bahwa Korlantas Polri juga juga menggelar sarana prasarana khususnya kendaraan patroli untuk bisa dihadirkan di sepanjang jalan demi kenyamanan duta-duta pemudik. Oleh karena itu, kata Kakorlantas, cara bertindak dan skenario arus balik sudah dipersiapkan dengan langkah-langkah yang dilakukan bersama sejumlah stakeholder."Salah satunya adalah contraflow. Contraflow itu tentunya harus melihat parameter-parameter di KM 71 radar manakala sudah per jam berturut turut 5.500, kami akan melakukan contraflow lajur 1," ungkapnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, apabila terdapat bangkitan arus di mana radar di KM 71 per jam berturut-turut 6.400 maka akan dilakukan contraflow lajur 2 dan seterusnya hingga lajur 3. Hal itu bertujuan untuk menarik arus yang berasal dari arah timur.Oleh sebab itu manakala terjadi bangkitan arus nantinya, hal itu diprediksi terjadi di tanggal 3 April 2025 dan akan dilakukan one way lokal arus balik tahap pertama.  "Itu dari KM 188-70 termasuk juga nanti akan kita perpanjang dari Km 246-188 hingga 70. Sehingga arus yang dari timur dari Pejagan dari Brebes dari Tegal dari Kalikangkung, Semarang itu kita dorong lebih keras atau lancar ke arah barat arah Jakarta," jelasnya. PNO-12 05 Apr 2025, 21:07 WIT
Pantauan Udara Irwasum Polri Ungkap Titik Rawan Arus Mudik 2025 Papuanewsonline.com, Cirebon – Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran 2025, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., melakukan pemantauan udara menggunakan helikopter sepanjang koridor Jakarta hingga Cirebon, Jawa Barat. Dari ketinggian, Irwasum memantau langsung situasi lalu lintas dan mengidentifikasi sejumlah titik rawan kemacetan yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2025.Pemantauan udara yang dilakukan pada Jumat (27/3) ini bertujuan untuk mengawasi efektivitas pengamanan dan pelayanan di lapangan, terutama di sepanjang jalur tol Trans Jawa dan jalur arteri Pantura. Dari hasil pengamatan, Irwasum mencatat adanya kepadatan tinggi di ruas tol Cikampek-Kalikangkung dan Brebes-Palimanan. Sementara itu, di jalur Pantura Cirebon–Losari, kendaraan roda dua mendominasi hingga 70% dari total volume kendaraan yang melintas.“Kami menemukan sejumlah pengendara memaksakan diri melanjutkan perjalanan dalam kondisi lelah. Ini sangat berisiko dan bisa berakibat fatal,” tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo. “Saya imbau seluruh pemudik untuk memanfaatkan tempat istirahat yang telah disediakan. Jangan terburu-buru, utamakan keselamatan. Petugas di lapangan juga telah diperintahkan untuk lebih aktif mengingatkan para pemudik.”Pada kunjungan ke Pos Terpadu KM 188 Palimanan, Irwasum meninjau langsung kondisi lalu lintas serta pelayanan petugas. Hasil evaluasi menunjukkan lalu lintas padat merata, baik di jalur tol maupun arteri. Terpantau masih ada truk yang parkir di bahu jalan, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, serta pelanggaran overcapacity pada kendaraan roda dua.Atas temuan tersebut, Irwasum memberikan instruksi langsung kepada jajaran di lapangan untuk:Meningkatkan patroli di titik rawan kemacetan baik di jalan tol maupun jalur arteri;- Mengintensifkan sosialisasi safety riding dan pentingnya beristirahat di rest area;- Menegakkan aturan lalu lintas untuk mencegah fatalitas kecelakaan.Selanjutnya, Irwasum melakukan inspeksi di Pos Ramayana Weru, Cirebon. Dalam kunjungan ini, ia meninjau fasilitas pelayanan seperti ketersediaan layanan medis, tempat istirahat, serta logistik. Komjen Dedi juga menyempatkan diri berdialog dengan para pemudik dan menyerahkan bantuan sembako secara simbolis sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan arus mudik yang aman, nyaman, dan lancar, serta menekankan pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama selama perjalanan Lebaran 2025.(P/21) 28 Mar 2025, 23:44 WIT
Kapolda Jatim Pimpin Panen Raya Jagung Hibrida di Sidoarjo Papuanewsonline.com, Jakarta- Kepolisian Daerah Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto memimpin langsung panen raya jagung hibrida di Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Rabu (26/3/2025).Panen raya ini dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Polda Jatim, Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing, Bupati Sidoarjo Subandi, serta Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo.Karo SDM Polda Jatim, Kombes Ari Wibowo mengungkapkan, panen kali ini dilakukan di lahan seluas 9 hektare dengan estimasi hasil sekitar 72 ton jagung."Hasil panen ini akan dimutasi ke tingkat daerah dan sudah ada komunikasi dengan Satgas Pangan pusat untuk penyalurannya. PT Sier juga siap membeli hasil panen sesuai harga yang telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian, yakni Rp 5.500 per kilogram," kata Ari di lokasi panen, Rabu (26/3/2025).Lebih lanjut, Ari menjelaskan bahwa panen jagung ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga stabilitas pangan."Hasil panen ini akan dimutasi ke tingkat daerah dan sudah ada komunikasi dengan Satgas Pangan pusat untuk penyalurannya. PT Sier juga siap membeli hasil panen sesuai harga yang telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian, yakni Rp 5.500 per kilogram," kata Ari di lokasi panen, Rabu (26/3/2025).Lebih lanjut, Ari menjelaskan bahwa panen jagung ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga stabilitas pangan."Kami sudah melakukan panen sekitar 6.000 ton. Setelah panen ini selesai, lahan akan kembali disiapkan untuk penanaman berikutnya," imbuhnya.Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing menambahkan, panen ini merupakan hasil kerja sama antara Polresta Sidoarjo dan PT Surya Inti Aneka Pangan."Dari 9 hektare lahan ini, setiap hektarnya menghasilkan sekitar 8 ton jagung, sehingga total ada 72 ton. Hasil panen ini akan diserap oleh Bulog, namun harus melalui proses pengeringan terlebih dahulu hingga kadar air mencapai 14-15 persen," kata Christian.Ia juga menegaskan, pihaknya bersama pemerintah daerah, Kodim 0816, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya akan terus berupaya menjaga ketahanan pangan."Kami akan terus menanam dan memanen kembali, sehingga program ini bisa berjalan secara berkelanjutan. Harapannya, ini dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk ikut serta dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden," Pungkasnya.(P12) 28 Mar 2025, 19:01 WIT
Kapolda Papua Pimpin Apel Gabungan Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat "KETUPAT" Papuanewsonline.com, Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., telah usai memimpin Apel Gabungan Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat "KETUPAT" Dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1446H Tahun 2025, Selasa (20/03/25).Kegiatan tersebut bertempat di Lapangan Suharwanto Mako Sat Brimob Polda Papua, dan turut dihadiri oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., Para Pejabat Utama Polda Papua, serta Para Tamu yang diundang dan dihormati.Dalam amanahnya, Kapolda Papua menyampaikan bahwa Apel gelar pasukan merupakan bentuk komitmen untuk memastikan kesiapan Personil, dan sarpras, serta memperkuat sinergitas dengan stakeholder terkait sehingga operasi ketupat 2025 dalam rangka pengamanan mudik serta perayaan hari raya idul fitri 1446 H dapat berjalan aman, tertib dan lancar.“Peserta apel dan para hadirin yang saya hormati, berdasarkan survei kemenhub RI, potensi pergerakan masyarakat selama libur lebaran 2025 mencapai 52 % dari total jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 146,48 juta, dan jumlah ini di perkirakan akan dapat berubah sewaktu waktu, mengingat pengalaman kita sewaktu pengamanan lebaran tahun sebelumnya, jumlah realisasi pemudik lebih jauh besar di bandingkan angka survei,” ujarnya.Kapolda juga menambahkan bahwa, terdapat stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik, antara lain diskon tarif tiket dan tol, kebijakan work from anywhere, hingga perpanjangan masa libur sekolah. “Selanjutnya, Pemerintah juga memprediksi bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 28 s.d. 30 Maret 2025, dan puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada tanggal 5 s.d. 7 April 2025,” tambah Wakapolda.Ia juga menjelaskan, Polri bersama TNI dan stakeholder terkait menggelar Operasi Terpusat dengan sandi "Ketupat 2025", dan mengangkat tagline "Mudik Aman, Keluarga Nyaman", yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 Maret s.d. 8 April 2025 untuk 8 Polda Prioritas, serta tanggal 26 Maret s.d. 8 April 2025 untuk 28 Polda lainnya.“Demikian amanat saya, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan perlindungan, kekuatan, serta keselamatan kepada kita, dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas Kapolda. PNO-12 21 Mar 2025, 12:12 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT