logo-website
Minggu, 15 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
Anev Program Kerja Bersama, Wakapolda Maluku: Wujudkan Polri Presisi di Daerah Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku terus memperkuat langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola kepolisian yang efektif dan berdampak bagi masyarakat. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Program Kerja Bersama yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H., bertempat di Ruang Vicon Lantai 2 Mapolda Maluku, Rabu (22/10/2025) pukul 13.30 WIT.Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku, antara lain Karoops, Karorena, Kabid TIK, serta para operator dan tim kerja Program Kerja Bersama. Sementara para Kapolres dan Kapolresta jajaran mengikuti kegiatan ini secara virtual dari masing-masing wilayah melalui fasilitas video conference.Dalam arahannya, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni menegaskan bahwa kegiatan Anev ini merupakan instrumen penting untuk memastikan seluruh program kerja yang telah ditetapkan oleh Kapolda Maluku berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran.“Program prioritas ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan panduan strategis bagi seluruh satuan kerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung program pembangunan pemerintah daerah,” tegas Brigjen Thobroni.Lebih lanjut, Wakapolda menjelaskan bahwa empat fokus utama Program Prioritas Polda Maluku menjadi bahasan utama dalam kegiatan Anev kali ini, yakni:Bersama menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat, dengan memperkuat sinergitas antara fungsi operasional dan pembinaan masyarakat.Pelayanan kepolisian dan penegakan hukum yang prima, berbasis profesionalitas dan keadilan.Peran aktif mendukung program pemerintah, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan dan ketahanan sosial masyarakat Maluku.Pembinaan sumber daya kepolisian guna membentuk personel yang bermoral, profesional, modern, dan humanis.Wakapolda juga menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan dan evaluasi kinerja di setiap satuan fungsi agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar setiap pimpinan satuan lebih proaktif dalam menemukan solusi atas hambatan di lapangan dan memperkuat koordinasi lintas fungsi untuk mencapai target kinerja optimal.“Seluruh capaian yang sudah diperoleh agar terus ditingkatkan, dan terhadap kendala yang muncul di lapangan segera dilakukan langkah-langkah korektif. Anev ini menjadi ruang refleksi dan penegasan kembali arah kebijakan Polda Maluku menuju Polri yang Presisi,” ujar Brigjen Pol Imam Thobroni.Melalui kegiatan Anev ini, Polda Maluku meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional dan adaptif terhadap dinamika sosial masyarakat, sejalan dengan semangat Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang menjadi arah kebijakan Polri di seluruh Indonesia. PNO-12 24 Okt 2025, 07:08 WIT
Pemprov Papua Gandeng OJK dan Perbankan Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kolaborasi KUR Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Melalui kerja sama strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga perbankan nasional, Pemprov Papua kini gencar mendorong realisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi rakyat di Bumi Cenderawasih. Momentum penting itu ditandai dengan Acara Akad Massal KUR Nasional Tahun 2025, yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, pada Selasa (21/10/2025). Acara tersebut melibatkan lebih dari 800.000 debitur secara nasional, dengan 145 pelaku UMKM Papua ikut berpartisipasi mewakili berbagai sektor produktif seperti pertanian, perikanan, perdagangan tradisional, serta industri rumahan. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menegaskan bahwa program KUR bukan sekadar penyaluran modal usaha, tetapi juga merupakan upaya komprehensif untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat Papua. “Pemerintah tidak hanya mendorong masyarakat untuk mengakses kredit, tetapi juga memastikan adanya pendampingan, pelatihan, serta fasilitasi pemasaran, agar pelaku UMKM di Papua semakin kuat dan mandiri,” ujar Aryoko Rumaropen di hadapan peserta akad massal. Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan OJK menjadi kunci dalam memastikan penyaluran KUR tepat sasaran, sekaligus membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Dengan demikian, setiap pelaku usaha kecil tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Menurut Aryoko, potensi ekonomi Papua sangat besar, terutama di sektor-sektor berbasis sumber daya alam seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan kerajinan lokal. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih menghadapi kendala modal dan minimnya literasi keuangan. Program KUR diharapkan menjadi jembatan antara perbankan dan masyarakat akar rumput, sehingga pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada sumber pembiayaan informal yang sering kali memberatkan. “Kami ingin agar setiap pelaku usaha di kampung-kampung, di pasar-pasar, dan di daerah pesisir dapat merasakan manfaat langsung dari program KUR ini. Dengan modal usaha yang terarah dan pendampingan yang kuat, Papua bisa tumbuh menjadi daerah dengan basis ekonomi rakyat yang kokoh,” jelas Aryoko. Selain pembiayaan produktif, Pemprov Papua juga mendorong agar perbankan memperluas akses layanan digital dan program literasi keuangan di wilayah pedalaman dan pesisir, agar masyarakat lebih memahami cara mengelola kredit dan mengembangkan usaha kecil dengan bijak. Untuk memastikan efektivitas program, Pemprov Papua akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawasi penyaluran serta pemanfaatan dana KUR di lapangan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan digunakan secara produktif dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga berencana meluncurkan program pembinaan UMKM berbasis wilayah adat, yang melibatkan dinas teknis, perguruan tinggi, serta lembaga pendamping ekonomi lokal. “Kami ingin agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi Papua. Kemandirian ekonomi lokal harus menjadi visi bersama kita,” tegas Wagub Aryoko. Dengan diselenggarakannya Akad Massal KUR Tahun 2025 ini, pemerintah berharap semangat kewirausahaan masyarakat Papua semakin tumbuh. Program KUR diharapkan menjadi cetak biru kebangkitan ekonomi Papua, yang tidak hanya bergantung pada sektor tambang, tetapi juga mengandalkan kekuatan ekonomi rakyat yang produktif dan mandiri. Acara ini juga menjadi momentum penting bagi pelaku usaha mikro untuk naik kelas, dengan memanfaatkan dukungan pembiayaan dan pendampingan yang berkelanjutan dari pemerintah dan perbankan. “Kita ingin Papua tidak hanya dikenal karena kekayaan alamnya, tetapi juga karena masyarakatnya yang kreatif, mandiri, dan sejahtera,” tutup Aryoko.   Penulis: Jid Editor: GF 24 Okt 2025, 00:17 WIT
Tujuh Kepala Suku dan Lembaga P2MA PTP Nyatakan Dukungan kepada Frans Pigome untuk Pimpin PTFI Papuanewsonline.com, Timika — Dinamika kepemimpinan di tubuh PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menjadi sorotan setelah Lembaga Pemberdayaan dan Perlindungan Masyarakat Adat Papua Tambang (P2MA PTP) bersama tujuh kepala suku besar di wilayah Mimika menyampaikan dukungan resmi kepada Frans Pigome untuk menjabat sebagai Presiden Direktur PTFI. Pernyataan dukungan ini disampaikan secara terbuka melalui pertemuan adat di Timika, yang dihadiri oleh tokoh adat, masyarakat, dan perwakilan pemuda dari wilayah yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan Freeport. Dukungan tersebut dianggap sebagai aspirasi moral dan politik masyarakat adat Papua, yang menuntut agar posisi pimpinan tertinggi perusahaan tambang terbesar di Indonesia itu diisi oleh putra asli Papua. Ketua P2MA PTP Ruben Kobogau bersama Sekretaris Jenderal Yonas Magai dalam pernyataannya menegaskan bahwa dukungan ini tidak sekadar merupakan dorongan personal terhadap Frans Pigome, melainkan bentuk komitmen masyarakat adat untuk memperjuangkan representasi orang asli Papua (OAP) di posisi strategis perusahaan yang selama puluhan tahun beroperasi di tanah mereka. “Kami, tujuh kepala suku yang wilayah adatnya bersinggungan langsung dengan aktivitas tambang Freeport, menilai bahwa sudah saatnya putra asli Papua memimpin perusahaan ini. Kami percaya Frans Pigome memiliki kapasitas, pengalaman, dan integritas untuk membawa Freeport menjadi perusahaan yang berkeadilan bagi rakyat Papua,” ujar Ruben Kobogau, didampingi Yonas Magai. Pernyataan tersebut disambut hangat oleh para kepala suku yang hadir. Mereka menegaskan bahwa dukungan ini mencerminkan semangat Otonomi Khusus Papua, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang perubahan atas UU Nomor 21 Tahun 2001. Dalam pandangan masyarakat adat, Frans Pigome dipandang sebagai figur yang memahami dinamika sosial, ekonomi, dan budaya Papua secara menyeluruh. Ia dinilai mampu menjadi jembatan antara perusahaan dan masyarakat lokal, sekaligus membawa visi pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada kesejahteraan orang asli Papua. “Kami melihat sosok Frans Pigome sebagai pemimpin yang mampu mempersatukan semua pihak. Ia bukan hanya representasi OAP, tetapi juga simbol harapan agar Freeport lebih manusiawi dan berpihak pada masyarakat sekitar tambang,” ungkap salah satu kepala suku yang turut menandatangani pernyataan dukungan. Selain soal kepemimpinan, para tokoh adat juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan hasil tambang agar manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh segelintir pihak, melainkan juga oleh masyarakat adat di wilayah operasi. Melalui momentum ini, P2MA PTP menekankan perlunya penguatan kebijakan afirmatif di bidang ketenagakerjaan, pendidikan, dan pengelolaan lingkungan di area operasi Freeport. Mereka mendorong agar perusahaan memberi ruang lebih luas bagi tenaga kerja OAP, meningkatkan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri tambang, serta menjalankan program pelestarian lingkungan yang transparan dan berkelanjutan. “Freeport beroperasi di tanah Papua selama puluhan tahun. Sudah saatnya manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak asli negeri ini — bukan hanya dalam bentuk bantuan sosial, tapi juga pemberdayaan yang nyata,” kata Yonas Magai. Menurutnya, keberadaan Frans Pigome di posisi puncak akan menjadi tonggak sejarah baru dalam perjuangan masyarakat adat Papua untuk mendapatkan keadilan ekonomi dan pengakuan politik di sektor strategis nasional. Dalam pernyataan penutup, para tokoh adat dan pimpinan P2MA PTP menyerukan agar Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Papua, dan manajemen PTFI mendengarkan aspirasi ini dengan penuh tanggung jawab. Mereka menilai, dukungan terhadap Frans Pigome bukan semata dorongan politik, melainkan seruan moral bangsa agar pembangunan di Papua dilakukan dengan mengutamakan partisipasi dan kepemimpinan lokal. “Kami tidak ingin hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Kami ingin ikut menentukan arah masa depan Papua, termasuk dalam perusahaan besar seperti Freeport. Dukungan kami kepada Frans Pigome adalah simbol dari harapan itu,” ujar Ruben Kobogau tegas. Pertemuan adat tersebut diakhiri dengan doa bersama dan penandatanganan dokumen pernyataan dukungan dari tujuh kepala suku besar, yang menjadi bagian dari wilayah terdampak langsung aktivitas PTFI. (GF) 23 Okt 2025, 14:20 WIT
Gebyar Sadar Pajak Daerah 2025: Pemerintah Kabupaten Mimika Teguhkan Komitmen Pembangunan Papuanewsonline.com, Timika — Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pajak sebagai sumber utama pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar Gebyar Sadar Pajak Daerah Kabupaten Mimika Tahun 2025. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah apresiasi bagi para wajib pajak teladan yang dinilai berperan aktif dan taat dalam memenuhi kewajiban pajaknya. Selain itu, acara ini juga dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dalam cuplikan video, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa pajak memiliki peran vital dalam menopang pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat dan pelaku usaha yang telah menunjukkan kepatuhan dan kontribusi nyata melalui pembayaran pajak tepat waktu. “Pajak kuat, Mimika hebat — itulah semangat yang ingin kita bangun bersama. Karena dengan kesadaran membayar pajak, pembangunan di Mimika dapat terus berjalan dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat,” ujar Bupati Johannes Rettob. Menurutnya, kegiatan seperti Gebyar Sadar Pajak bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga sarana edukasi publik untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap proses pembangunan daerah. “Setiap rupiah pajak yang dibayarkan adalah investasi bagi masa depan Mimika,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong menyoroti pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap aspek pembangunan daerah, termasuk dalam hal kepatuhan pajak. Ia menjelaskan bahwa pada acara puncak Gebyar Sadar Pajak 2025, Bapenda akan melaksanakan pengundian hadiah menarik bagi wajib pajak dari berbagai sektor seperti hotel, restoran, hiburan, serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penghargaan khusus bagi Wajib Pajak Teladan, yang dinilai memiliki tingkat kepatuhan dan kontribusi tinggi dalam mendukung pendapatan asli daerah (PAD). “Kami berharap apresiasi ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dan pelaku usaha lainnya untuk terus patuh membayar pajak, karena pajak yang dibayarkan hari ini akan kembali dalam bentuk pembangunan yang kita nikmati bersama,” ungkap Wakil Bupati. Rangkaian kegiatan Gebyar Sadar Pajak 2025 dibuka dengan Bapenda Fun Run 7K, sebuah ajang olahraga yang menggabungkan semangat kebugaran dengan edukasi pajak. Ratusan peserta dari berbagai kalangan — mulai dari ASN, pelaku usaha, pelajar, hingga masyarakat umum — turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai lomba lari, tetapi juga sebagai kampanye sadar pajak yang lebih dekat dan menyenangkan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk berolahraga sambil menumbuhkan semangat sadar pajak. Karena pajak bukan hanya kewajiban, tetapi juga kontribusi nyata bagi kemajuan Mimika,” kata Dwi Cholifa. Selain Fun Run, Bapenda juga menyiapkan pameran layanan pajak, stand informasi digital, serta sosialisasi mengenai inovasi pembayaran pajak online, yang memudahkan masyarakat dalam melaksanakan kewajiban pajak tanpa harus datang langsung ke kantor. Gebyar Sadar Pajak Daerah 2025 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat transparansi dan kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan daerah. Melalui inovasi digitalisasi dan pelayanan yang lebih cepat, pemerintah berupaya menciptakan pengalaman positif bagi para wajib pajak. Bupati Johannes Rettob menegaskan, keberhasilan pembangunan Mimika tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh tingkat partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak. “Kami ingin menjadikan Mimika sebagai contoh daerah yang mampu membangun dengan kekuatan sendiri, dari dan untuk masyarakatnya,” ujar Bupati. Dengan meningkatnya kepatuhan pajak, Pemerintah Kabupaten Mimika optimis target pendapatan daerah tahun 2025 dapat tercapai bahkan melampaui ekspektasi. Melalui Gebyar Sadar Pajak Daerah 2025, Pemerintah Kabupaten Mimika menunjukkan komitmen bahwa setiap program dan kebijakan yang dihasilkan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Pajak bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, tetapi fondasi yang menopang kemajuan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal. Semangat ini sejalan dengan visi “Mimika Hebat dan Sejahtera” yang hanya dapat diwujudkan dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. “Kami percaya, ketika masyarakat sadar akan pentingnya pajak, maka keadilan dan kesejahteraan dapat terwujud bagi seluruh rakyat Mimika,” pungkas Dwi Cholifa.     Penulis: Bim Editor: GF 23 Okt 2025, 01:04 WIT
Festival Pesona Meti Kei 2025 Resmi Dibuka: Perpaduan Budaya, Alam, dan Kebersamaan yang Menyatu Papuanewsonline.com, Maluku Tenggara — Langit biru dan semilir angin laut menjadi saksi kemeriahan pembukaan Festival Pesona Meti Kei 2025 yang digelar di Kabupaten Maluku Tenggara. Festival yang berlangsung dari 21 hingga 27 Oktober 2025 ini menjadi momen istimewa bagi masyarakat Kepulauan Kei untuk merayakan keindahan alam sekaligus kekayaan budaya lokal. Pembukaan festival ditandai dengan pelepasan balon berwarna-warni ke udara oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, bersama unsur Forkopimda, TNI, dan Polri di kawasan Monumen Evav Langgur. Momen simbolis ini menandai dimulainya rangkaian acara yang menggabungkan seni, budaya, dan tradisi bahari masyarakat Kei. Festival ini berakar dari fenomena alam khas Kepulauan Kei yang disebut “Meti Kei”, yaitu peristiwa pasang surut laut ekstrem di mana air laut surut hingga sejauh ratusan meter, memperlihatkan dasar laut yang luas seperti hamparan daratan baru. Fenomena ini tidak hanya menakjubkan, tetapi juga menjadi simbol hubungan harmonis antara masyarakat Kei dengan alam lautnya. Salah satu kegiatan paling dinantikan adalah tradisi “Wer Warat”, yakni penangkapan ikan secara tradisional menggunakan daun kelapa yang dibentangkan di laut dan ditarik bersama-sama oleh masyarakat. Tradisi ini bukan sekadar kegiatan menangkap ikan, tetapi juga lambang kebersamaan dan kerja sama masyarakat pesisir. “Festival ini tidak hanya untuk hiburan, tapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya, tradisi, dan semangat gotong royong masyarakat Kei kepada dunia,” ujar Bupati Muhamad Thaher Hanubun dalam sambutannya. Selain Wer Warat, Festival Pesona Meti Kei 2025 juga menghadirkan berbagai acara menarik seperti Lomba Goyang Kreasi Meti Kei, pameran kuliner lokal, ekspedisi wisata alam, pagelaran musik tradisional, hingga lomba perahu hias. Acara ini menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati perpaduan keindahan alam pantai pasir putih, laut jernih, dan budaya yang masih terjaga autentisitasnya. Ketua Panitia Festival, Budhi Toffy, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Festival Pesona Meti Kei bukan hanya ajang seremonial, tetapi strategi promosi wisata yang berorientasi pada pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal,” jelas Budhi. Festival tahunan ini telah menjadi bagian penting dari kalender pariwisata Maluku Tenggara dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah serta berbagai pihak, termasuk pelaku UMKM, komunitas budaya, hingga organisasi pemuda. Kehadiran berbagai instansi dan perwakilan masyarakat dalam acara pembukaan menunjukkan tingginya semangat kebersamaan untuk menjadikan Maluku Tenggara sebagai destinasi unggulan di Indonesia timur. Bupati Thaher Hanubun berharap melalui festival ini, Maluku Tenggara dapat semakin dikenal sebagai daerah yang kaya akan budaya, ramah wisatawan, dan memiliki potensi alam luar biasa. “Kami ingin dunia melihat bahwa Kepulauan Kei bukan hanya indah secara alam, tetapi juga kaya nilai-nilai budaya dan solidaritas masyarakatnya,” tegasnya. Dengan semangat pelestarian dan promosi budaya, Festival Pesona Meti Kei kini tidak hanya menjadi agenda lokal, tetapi juga menarik perhatian nasional. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI turut memberi apresiasi terhadap konsistensi pelaksanaan festival yang menjadi ikon wisata bahari Maluku Tenggara. Festival ini juga menjadi ajang bagi para seniman, pelaku ekonomi kreatif, serta generasi muda Kei untuk menunjukkan karya dan inovasinya. Dari seni tari, musik tradisional, hingga pameran kerajinan tangan, seluruhnya mencerminkan kekayaan warisan budaya yang terus hidup dan berkembang di tanah Evav. Rangkaian Festival Pesona Meti Kei 2025 akan berlangsung hingga 27 Oktober dengan puncak acara “Wer Warat” di pesisir Ohoi Ngilngof, salah satu lokasi paling indah di Maluku Tenggara. Ribuan warga dan wisatawan diperkirakan akan hadir menyaksikan langsung atraksi budaya dan fenomena alam yang menakjubkan ini. “Kami ingin setiap orang yang datang ke Kei pulang dengan kenangan, bukan hanya tentang pantai dan laut, tapi juga tentang keramahan, kebersamaan, dan cinta terhadap alam,” ujar Budhi menutup pernyataannya. Festival ini membuktikan bahwa pariwisata bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang pelestarian identitas dan kebanggaan lokal yang mendunia.     Penulis: Hendrik Editor: GF 22 Okt 2025, 20:41 WIT
Gelar Seminar Internasional, Pusdik Binmas Polri: Ciptakan Lingkungan Aman dan Produktif Papuanewsonline.com, Semarang – Pusat Pendidikan (Pusdik) Binmas Lemdiklat Polri menggelar Seminar Internasional bertema “Optimalisasi Peran Polisi dan Masyarakat dalam Pencegahan Kejahatan Guna Terciptanya Keamanan Lingkungan dan Peningkatan Produktivitas Masyarakat Menuju Ketahanan Pangan Nasional”, pada Rabu (22/10/2025).Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., di Aula Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, Semarang.Seminar ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Asops Kapolri Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., JICA Expert Komjen Pol. Jepang Nakanishi Akira, Karojemengar Stamarena Polri / Ketua Ikatan Sakura Indonesia Brigjen Pol. Sambodo Purnomo Yogo, S.I.K., M.T.C.P., serta sejumlah akademisi dari UKSW, UNDIP, UNS, UNNES, dan UNW.Turut hadir Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., para Dirbinmas Polda di seluruh Indonesia secara virtual, serta Kapolres, Kasat Binmas, Bhabinkamtibmas, tenaga pendidik, dan siswa Dikbangspes Gelombang 3 Pusdik Binmas.Bangun Keamanan dan Produktivitas MasyarakatDalam sambutannya, Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Prof. Chryshnanda Dwilaksana menegaskan pentingnya peran polisi dan masyarakat dalam mencegah tindak kejahatan serta menciptakan lingkungan yang aman dan produktif.“Lingkungan yang aman tidak hanya menekan angka kriminalitas, tetapi juga membangun kepercayaan dan semangat warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi dan sosial,” ujar Komjen Chryshnanda.Ia menambahkan, konsep community policing atau pemolisian berbasis masyarakat menjadi strategi utama dalam mewujudkan keamanan yang berkelanjutan. Kolaborasi antara polisi dan masyarakat, katanya, bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan produktivitas masyarakat.Ubah Mindset, Jadikan Polisi Humanis dan ModernLebih lanjut, Kalemdiklat Polri menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) anggota Polri agar mampu menjadi polisi yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern.“Polisi tidak hanya hadir saat terjadi konflik, tetapi harus mampu mencegah, menjembatani komunikasi sosial, dan memanusiakan manusia,” ungkapnya.Menurutnya, pemolisian sejatinya merupakan refleksi dari kemanusiaan, keteraturan sosial, dan peradaban. Karena itu, setiap anggota Polri harus memiliki moralitas, literasi, dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel. PNO-12 22 Okt 2025, 16:44 WIT
Kapolda Maluku Buka Taklimat Awal Audit Kinerja Itwasda: Dorong Profesionalisme dan Akuntabilitas Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Taklimat Awal Audit Kinerja Tahap II Tahun Anggaran 2025 Bidang Aspek Pelaksanaan dan Pengendalian pada Polda Maluku dan Polres jajaran, Selasa (21/10/2025). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Utama lantai V Mapolda Maluku, dan dihadiri oleh Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Tobroni, S.I.K., Irwasda Polda Maluku Kombes Pol Marthin Luther Hutagaol, S.I.K., seluruh pejabat utama Polda Maluku, serta tim audit kinerja Itwasda.Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menekankan bahwa audit kinerja bukan semata-mata kegiatan pemeriksaan, melainkan bagian penting dari sistem pengawasan internal Polri untuk memastikan seluruh kegiatan operasional, pengelolaan anggaran, dan pelaksanaan tugas berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan.“Saya sangat berharap audit kinerja ini menjadi momentum untuk membuat kita semakin baik ke depan. Setiap tahun kita diaudit, baik oleh Itwasum Polri maupun Itwasda Polda Maluku, yang artinya kita harus terus meningkat dari waktu ke waktu,” ujar Irjen Pol Dadang.Irjen Pol Dadang juga mendorong seluruh Satker untuk meningkatkan budaya tertib administrasi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam setiap kegiatan organisasi. Menurutnya, hasil audit bukan sekadar penilaian kinerja, melainkan sarana pembelajaran agar institusi semakin profesional dan dipercaya masyarakat.Kegiatan audit kinerja tahap II ini akan dilaksanakan oleh tim Itwasda Polda Maluku terhadap seluruh satuan kerja dan Polres jajaran sebagai bagian dari upaya penguatan sistem pengendalian internal dan peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di tubuh Polri, khususnya di wilayah Maluku. PNO-12 21 Okt 2025, 17:57 WIT
Bapenda Mimika Gelar Gebyar Sadar Pajak dan Fun Run 2025, Wajib Pajak Teladan Dianugerahi Papuanewsonline.com, Mimika — Semangat membangun Mimika melalui kepatuhan pajak kini dikemas dengan cara yang lebih kreatif dan menyenangkan. Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan daerah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika akan menggelar “Gebyar Sadar Pajak dan Bapenda Fun Run 2025” pada Sabtu, 9 November 2025. Kegiatan spektakuler ini akan dimulai dengan lari sejauh tujuh kilometer yang mengambil titik start di depan Kantor Pusat Pemerintahan dan berakhir di halaman Kantor Bapenda Mimika, di mana berbagai agenda hiburan, doorprize, dan penghargaan sudah disiapkan untuk peserta. Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa, menjelaskan bahwa acara ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga wadah untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pajak bagi keberlanjutan pembangunan daerah. “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa membayar pajak bukan beban, tapi bentuk partisipasi aktif dalam membangun Mimika. Lewat kegiatan yang fun seperti ini, kami berharap pesan itu bisa sampai dengan cara yang positif dan menggembirakan,” ujar Dwi dengan antusias, Senin (20/10/2025). Salah satu momen penting dalam Gebyar Sadar Pajak tahun ini adalah pemberian penghargaan kepada para Wajib Pajak Teladan, yang dinilai berperan aktif dan taat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Penghargaan akan dibagi dalam empat kategori, yaitu hotel, restoran, hiburan, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menurut Dwi, pemilihan penerima penghargaan didasarkan pada tingkat kepatuhan, ketepatan waktu pembayaran, serta catatan tidak memiliki tunggakan selama dua hingga tiga tahun terakhir. “Penghargaan ini bentuk apresiasi kami kepada wajib pajak yang sudah taat dan konsisten. Mereka adalah contoh nyata warga yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah,” jelasnya. Selain penghargaan, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik melalui undian bagi masyarakat yang telah berpartisipasi dengan mengunggah struk transaksi dari hotel, restoran, dan tempat hiburan yang terdaftar dalam sistem pajak elektronik Bapenda. Langkah ini bertujuan mendorong masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya pajak transaksi yang mereka bayarkan setiap kali berbelanja atau menikmati layanan publik. Dalam kesempatan yang sama, Dwi Cholifa juga menyinggung adanya kebijakan baru terkait penyesuaian tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Mimika. Kebijakan ini dilakukan menyusul terbitnya undang-undang baru yang memperbolehkan tarif maksimal PBB hingga 0,5 persen, namun Bapenda Mimika menegaskan tidak akan menaikkan tarif secara ekstrem. “Kita tidak menaikkan tarif setinggi itu. Kita bagi wilayah menjadi lima klaster, sehingga hanya area dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tinggi yang akan disesuaikan. Prinsipnya, kebijakan ini adil dan proporsional,” terang Dwi. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan semata-mata untuk meningkatkan pendapatan daerah, melainkan juga untuk menyesuaikan nilai tanah agar lebih realistis dan transparan, terutama ketika terjadi transaksi jual beli atau pengalihan hak. Dengan demikian, masyarakat justru akan lebih diuntungkan karena nilai tanah yang tercatat menjadi lebih mendekati nilai pasar sebenarnya. Melalui kegiatan Gebyar Sadar Pajak ini, Bapenda Mimika berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat bahwa pajak adalah tulang punggung pembangunan daerah. Pendapatan dari pajak digunakan untuk mendukung berbagai program publik seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan layanan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kami ingin membangun budaya sadar pajak sejak dini. Pajak yang dibayar warga kembali ke masyarakat dalam bentuk jalan, sekolah, rumah sakit, dan berbagai fasilitas umum lainnya,” tegas Dwi. Acara ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus memperlihatkan wajah Bapenda Mimika yang lebih terbuka, aktif, dan inovatif dalam mengedukasi warga. Dengan rangkaian kegiatan yang dikemas santai dan penuh semangat, Gebyar Sadar Pajak dan Bapenda Fun Run 2025 diharapkan menjadi salah satu kegiatan tahunan yang paling ditunggu oleh masyarakat Mimika. Penulis: Bim Editor: GF   21 Okt 2025, 15:57 WIT
Realisasi APBD Mimika Capai 78 Persen, Tapi DBH Minerba Tahun Depan Diprediksi Turun Drastis Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika terus menunjukkan kinerja positif dalam pengelolaan keuangan daerah tahun 2025. Hingga triwulan keempat tahun berjalan, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah mencapai 78 persen, atau sekitar Rp4,8 triliun dari total target Rp6,1 triliun. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika, Dwi Cholifa, menyampaikan bahwa angka ini menunjukkan progres yang cukup baik dibanding tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjaga ritme penyerapan anggaran dan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD). “Realisasi PAD kita sudah mencapai 74,78 persen, sementara Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat juga sudah masuk sebagian besar. Ini menunjukkan pengelolaan fiskal daerah berjalan baik dan sesuai target,” ujar Dwi Cholifa di Kantor Bapenda Mimika, Senin (20/10/2025). Meski capaian tahun ini menggembirakan, Dwi Cholifa mengingatkan bahwa tantangan fiskal besar menanti pada tahun anggaran 2026. Berdasarkan laporan proyeksi keuangan dan data laba bersih PT Freeport Indonesia, Dana Bagi Hasil (DBH) Minerba untuk Mimika diperkirakan menurun drastis, yakni sekitar Rp1,2 hingga Rp1,3 triliun. “DBH Minerba tahun depan kemungkinan akan turun cukup signifikan. Hal ini terjadi karena penurunan keuntungan bersih PT Freeport Indonesia, yang menjadi basis perhitungan bagi hasil pendapatan daerah,” jelasnya. Penurunan ini tidak hanya berdampak pada Mimika, tetapi juga pada sejumlah daerah penghasil minerba di Indonesia. Dwi menjelaskan, sebanyak 19 gubernur telah bertemu langsung dengan Menteri Keuangan RI untuk membahas skema baru distribusi DBH agar tidak terlalu membebani fiskal daerah. “Jadi bukan hanya Mimika yang terdampak. Hampir semua daerah penghasil ikut merasakan penurunan ini. Kita berharap ada kebijakan kompensasi atau penyesuaian dari pusat,” tambah Dwi. Menghadapi kemungkinan penurunan pendapatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika menyiapkan strategi antisipatif melalui dua pendekatan utama: diversifikasi sumber pendapatan dan efisiensi pengelolaan belanja daerah. Bapenda Mimika kini tengah mengkaji potensi pajak dan retribusi daerah yang bisa ditingkatkan, termasuk sektor perizinan, pariwisata, dan jasa transportasi lokal. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen memperketat penggunaan anggaran agar lebih efektif dan tepat sasaran. “Kami akan mendorong penguatan PAD dari sektor non-tambang agar tidak terlalu bergantung pada DBH Minerba. Di sisi lain, efisiensi belanja harus terus dijaga supaya program prioritas tetap berjalan tanpa terganggu,” tegas Dwi. Ia menambahkan, Pemkab Mimika juga terus berkoordinasi dengan Bappeda dan Badan Keuangan Daerah untuk memastikan seluruh kegiatan pembangunan tetap berjalan sesuai rencana meski terdapat tekanan dari sisi pendapatan. Kepala Bapenda Mimika ini menyampaikan optimismenya bahwa hingga akhir tahun 2025, realisasi APBD dapat mencapai lebih dari 95 persen. “Kami optimis target APBD tahun ini akan tercapai. Semua OPD sudah bekerja keras mempercepat proses pelaksanaan kegiatan dan serapan anggaran, terutama untuk sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” ucapnya. Dwi juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan administrasi dan transparansi keuangan agar tidak ada hambatan dalam pelaporan maupun audit ke depan. Dengan berbagai langkah strategis yang disiapkan, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap dapat menjaga stabilitas fiskal daerah dan tetap memberikan pelayanan publik yang optimal meski menghadapi tantangan penurunan DBH Minerba di tahun mendatang. Penulis: Jid Editor: GF   21 Okt 2025, 15:53 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT