logo-website
Kamis, 02 Apr 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
Pemprov Papua Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Literasi Keuangan: Sinergi OJK dan Pemerintah Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan literasi keuangan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh wilayah Papua. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua bekerja sama dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Papua, pada Sabtu (25/10/2025) di halaman Kantor Pusat Bank Papua, Jayapura. Acara yang berlangsung meriah ini dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, mewakili Gubernur Papua, dengan pemukulan tifa sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan. Momen ini menjadi simbol harmoni antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam mendorong inklusi keuangan yang berkeadilan di Tanah Papua. “Tema BIK tahun ini, ‘Inklusi Keuangan Untuk Semua, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju,’ sangat sejalan dengan visi pembangunan Papua 2025–2030, yaitu ‘Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis.’ Pemerintah terus berupaya agar masyarakat Papua tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku aktif dalam sistem ekonomi modern,” ujar perwakilan Gubernur dalam sambutannya. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi kepada OJK dan seluruh pelaku industri jasa keuangan atas kontribusinya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan di Papua. Melalui kegiatan edukatif, pelatihan manajemen keuangan, dan pendampingan usaha, diharapkan masyarakat – khususnya pelaku UMKM – mampu memahami dan mengelola keuangan dengan lebih baik. “Kita ingin masyarakat Papua semakin paham cara menabung, berinvestasi, dan mengakses pembiayaan secara formal. Literasi keuangan ini penting agar pelaku UMKM bisa naik kelas dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah,” tegasnya. Pemerintah juga mendorong agar lembaga keuangan, baik perbankan maupun non-bank, memperluas jangkauan layanan hingga ke daerah pedalaman dan pesisir. Upaya ini sejalan dengan visi pemerataan pembangunan yang menjadi prioritas utama Pemprov Papua. Selain meningkatkan inklusi keuangan, kegiatan BIK 2025 juga menitikberatkan pada pengembangan ekosistem usaha produktif berbasis komoditas unggulan Papua, seperti kopi, kakao, pala, perikanan laut, peternakan, serta produk ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Melalui kemitraan dengan Bank Papua, OJK, dan lembaga pembiayaan lainnya, pemerintah berupaya memperluas akses permodalan bagi UMKM agar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menjangkau pasar yang lebih luas. “Papua memiliki potensi ekonomi luar biasa. Tugas kita bersama adalah memastikan potensi itu benar-benar dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. UMKM adalah tulang punggung ekonomi Papua,” ujar perwakilan Pemprov. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi pelaku UMKM untuk memamerkan produk lokal unggulan di stan pameran yang disediakan panitia. Produk-produk seperti kopi Wamena, tenun Sentani, hasil olahan perikanan Nabire, dan kuliner khas Papua mendapat perhatian besar dari pengunjung. Menariknya, acara Puncak BIK 2025 ini juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun (1 Abad) Nubuatan Pdt. I.S. Kijne (1925–2025), yang membawa makna spiritual mendalam bagi masyarakat Papua. Seluruh peserta kegiatan turut mengucapkan selamat dan berdoa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang dikenal telah menanamkan nilai-nilai pendidikan, kerja keras, dan iman dalam kehidupan orang Papua. “Momen ini bukan hanya soal literasi keuangan, tetapi juga tentang membangun harapan baru — Papua yang maju secara ekonomi, kuat secara sosial, dan harmonis secara budaya,” ujar panitia penyelenggara dalam sambutannya. Pemerintah Provinsi Papua menegaskan bahwa kegiatan seperti Bulan Inklusi Keuangan akan terus didorong dan diperluas di tahun-tahun mendatang. Pemerintah menargetkan agar tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Papua dapat meningkat signifikan hingga 80% pada tahun 2030. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan diharapkan menjadi fondasi kuat bagi transformasi ekonomi Papua menuju era baru yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan mandiri. “Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan Papua yang maju dan harmonis, di mana setiap warga memiliki akses yang sama terhadap kesempatan ekonomi,” tutup perwakilan Gubernur dengan penuh optimisme. Penulis: Jid Editor: GF   27 Okt 2025, 00:23 WIT
GATF 2025: Cara Pemprov Papua Bantu Masyarakat Dapatkan Tiket Terjangkau dan Jaga Inflasi Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Garuda Travel Fair (GATF) 2025 yang resmi dibuka di Jayapura, Jumat (24/10/2025). Event nasional yang berlangsung selama tiga hari, hingga 26 Oktober ini, menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat sektor pariwisata, memperluas akses masyarakat terhadap tiket penerbangan terjangkau, dan menjaga stabilitas inflasi di wilayah Papua menjelang akhir tahun. Kepala Biro Perekonomian Setda Papua, Andri, mengatakan bahwa kegiatan seperti GATF memiliki nilai strategis bagi pemerintah daerah, terutama karena dampaknya terasa langsung di masyarakat. “Pemerintah mendukung penuh pelaksanaan Garuda Travel Fair ini karena manfaatnya jelas dan nyata. Selain membantu masyarakat mendapatkan tiket dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga berperan dalam menekan laju inflasi yang biasanya meningkat di penghujung tahun,” ujar Andri saat menghadiri pembukaan GATF 2025 di Jayapura. Menurut Andri, antusiasme masyarakat terhadap GATF 2025 sangat tinggi. Sejak hari pertama, stan Garuda Indonesia di pusat acara tampak dipadati pengunjung yang ingin memanfaatkan promo tiket untuk berbagai rute penerbangan, baik domestik maupun internasional. Ia mengungkapkan bahwa minat masyarakat Papua terhadap kegiatan serupa meningkat setiap tahun. Berdasarkan laporan dari pihak Garuda Indonesia, nilai transaksi pada GATF tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp8–9 miliar, dan diharapkan tahun ini akan melampaui capaian tersebut. “Kegiatan seperti ini punya multiplier effect yang luas. Selain mendorong transaksi ekonomi, juga membuka peluang bagi masyarakat untuk bepergian dengan biaya lebih efisien, yang pada akhirnya turut menggerakkan roda ekonomi di sektor lainnya seperti transportasi darat, perhotelan, dan kuliner,” jelasnya. Pemerintah Provinsi Papua menilai GATF bukan hanya sekadar ajang promosi tiket murah, tetapi juga sarana untuk menghidupkan kembali semangat berwisata dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Tanah Papua. Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia Branch Office Jayapura, Innu Al Kautsar, menegaskan bahwa GATF merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pihak maskapai dengan pemerintah daerah. Menurutnya, Garuda Indonesia berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi dan memperluas akses masyarakat terhadap transportasi udara. “Travel fair ini bukan hanya tentang promo tiket pesawat, tapi juga bagian dari strategi kami untuk membantu masyarakat Papua mendapatkan harga yang lebih kompetitif. Melalui kegiatan ini, kami berharap mobilitas masyarakat meningkat, sektor pariwisata berkembang, dan ekonomi lokal pun semakin bergerak,” kata Innu. GATF 2025 di Jayapura juga menghadirkan beragam penawaran menarik seperti diskon tiket hingga 80%, program cicilan 0% dari berbagai bank mitra, serta paket perjalanan wisata domestik dan internasional. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti games berhadiah, talkshow pariwisata, hingga sesi konsultasi perjalanan dengan agen resmi Garuda Indonesia. Lebih dari sekadar ajang promosi, GATF dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, perputaran uang di daerah juga ikut meningkat. Sektor-sektor pendukung seperti perhotelan, restoran, UMKM, dan transportasi lokal turut merasakan manfaatnya. Andri menegaskan bahwa kegiatan semacam ini sangat sejalan dengan kebijakan Pemprov Papua yang fokus pada pengendalian inflasi dan percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi. “Pemerintah ingin agar kegiatan ekonomi masyarakat terus berjalan stabil. GATF menjadi salah satu contoh bagaimana kerja sama antara pemerintah dan swasta dapat menciptakan dampak ekonomi positif sekaligus memberikan manfaat langsung bagi rakyat,” ucapnya. Selain itu, GATF juga menjadi ajang penting dalam memperkenalkan potensi pariwisata Papua kepada masyarakat luas. Dengan semakin mudahnya akses transportasi udara dan meningkatnya minat berwisata, Papua diharapkan bisa menjadi destinasi unggulan di kawasan timur Indonesia. Baik Pemerintah Provinsi Papua maupun pihak Garuda Indonesia menyatakan komitmen untuk terus melanjutkan kerja sama strategis ini di tahun-tahun berikutnya. Tujuannya bukan hanya memperluas akses perjalanan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan tetap di Jayapura. Dengan dukungan pemerintah dan antusiasme masyarakat, Papua akan semakin maju dan terkoneksi dengan wilayah lain di Indonesia,” pungkas Innu. Penulis: Jid Editor: GF 26 Okt 2025, 22:50 WIT
Orang Tua Senang Anaknya Dapat MBG dari SPPG Polda Metro: Sajian Menu Variatif Papuanewsonline.com, Jakarta – Maryanti, salah satu orang tua penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengaku senang anaknya mendapat jatah makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cengkareng. Ia menilai menu yang disajikan beragam dan menyehatkan bagi anak-anak."Menu yang disediakan cukup variatif," kata Maryanti, Sabtu (25/10/2025).Ia menyebut variasi menu yang diberikan meliputi sumber protein hewani hingga sayuran dan buah-buahan. "Terdiri dari ikan, ayam, daging, susu, sayur, dan buah-buahan," sambungnya.Menurut Maryanti, hidangan yang dibagikan tidak hanya bergizi, tetapi juga disajikan dengan standar kebersihan tinggi. "Semuanya disajikan dengan bersih dan higienis," ujarnya.Selain membuat anaknya senang, program MBG juga dinilai membantu meringankan beban orang tua. Mereka tak lagi harus repot menyiapkan bekal harian untuk anak.Sebelumnya, SPPG Cengkareng yang berada di bawah pengawasan Polda Metro Jaya tercatat mampu memproduksi 3.800 porsi makanan bergizi setiap hari. Seluruh proses produksi dipastikan berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari pemeriksaan bahan hingga pengecekan keamanan pangan oleh tenaga medis."Kami memastikan makanan yang diproduksi aman, bergizi, dan siap dikemas serta didistribusikan ke sekolah-sekolah sekitar," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri saat meninjau dapur SPPG Cengkareng, Jumat (24/10).Irjen Asep menegaskan, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak menjadi generasi yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera,” katanya.Sebagai ciri khas, dapur SPPG dilengkapi dengan standar tinggi sanitasi dan peralatan modern, seperti filter air RFP dan RO, water heater, pengering food tray, filltank stainless, hingga bio tank untuk pengelolaan limbah ramah lingkungan. Tak hanya itu, setiap hidangan juga melalui uji food safety testing sebelum didistribusikan.Diketahui, program MBG merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, dan produktif sejak dini. Selain menekan angka malnutrisi dan stunting, program ini juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, koperasi, dan BUMDes. PNO-12 26 Okt 2025, 08:59 WIT
Kapolda Maluku Hadiri Syukuran HKGB ke-73 Tahun Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si menegaskan, dukungan Bhayangkari kepada Polri sangat penting untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.Penegasan ini disampaikan Kapolda selaku Pembina Bhayangkari Daerah Maluku saat menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73 Tahun yang dihelat di gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Kamis (23/10/2025).Acara peringatan HKGB yang mengusung tema "Bhayangkari Berkarya Mendukung Polri untuk Masyarakat” ini dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni S.I.K., M.H, Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Irwasda dan Pejabat Utama Polda Maluku, Kapolresta P. Ambon dan P. P. Lease, Pakor Polwan Polda Maluku, Para Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, Warakawuri dan undangan lainnya.Setelah acara pembukaan, dilanjutkan dengan Pemberian Tanda Penghargaan Lencana Bakti Sewindu, Dwiwindu, dan Triwindu kepada Bhayangkari yang dinilai telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas dalam mendukung pengabdian suami kepada institusi Polri.Sebagai Pembina Bhayangkari Daerah Maluku, Kapolda Irjen Dadang Hartanto menyampaikan tema peringatan HKGB tahun ini sangat relevan dengan semangat pengabdian Polri dalam melayani masyarakat.“Tema peringatan yang diambil tahun ini merupakan tema yang sejalan dan selaras dengan tugas Polri, yakni Polri untuk masyarakat, sedangkan Bhayangkari berkarya untuk mendukung Polri dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat. Tema ini sangat bagus dan bermakna,” ungkap Kapolda.Lebih lanjut Kapolda kembali menegaskan keberadaan Polri untuk masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Berbagai bentuk kejahatan terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kejahatan siber yang kini semakin canggih dan sulit dideteksi.Masyarakat, kata Kapolda, membutuhkan pelayanan Polri yang profesional. Namun untuk menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di tengah tantangan zaman seperti sekarang bukanlah hal yang mudah. Perkembangan teknologi dan digitalisasi, khususnya media sosial, ungkap Kapolda, menjadi tantangan tersendiri karena dapat memunculkan bentuk kejahatan baru, meskipun secara prinsip merupakan kejahatan konvensional.Kapolda juga menyoroti pentingnya dukungan dari seluruh pihak, terutama dari Bhayangkari yang memiliki peran sangat signifikan sebagai pendamping anggota Polri.Menurutnya, tugas Polri yang berat dan penuh risiko akan terasa lebih ringan ketika diimbangi dengan keharmonisan dalam keluarga.Polri, lanjut Kapolda, memiliki keterbatasan sumber daya dan menghadapi banyak dinamika di lapangan. Dukungan penuh dari Bhayangkari sangat penting. Bhayangkari adalah pendamping sejati yang bisa memberikan ketenangan dan semangat bagi suami ketika kembali dari tugas. "Rumah menjadi satu-satunya tempat istirahat bagi Bhayangkara sejati. Karena itu, Bhayangkari harus menjadi cooling system, penyejuk bagi keluarga,” pinta Kapolda.Selain berperan di lingkup keluarga, Bhayangkari juga memiliki peran sosial yang luas di masyarakat. Melalui berbagai kegiatan seperti bakti sosial, bakti kesehatan, bantuan sosial, dan kegiatan kemanusiaan lainnya, Bhayangkari ikut serta dalam membangun citra positif Polri dan mempererat hubungan dengan masyarakat.“Gerakan Bhayangkari mencerminkan wujud nyata keluarga besar Polri. Ketika masyarakat melihat Bhayangkari, maka mereka juga melihat Polri. Karena itu, jaga sikap dan perilaku, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Hindari perilaku hedonisme, jaga kesederhanaan, dan bijak dalam menggunakan media sosial,” tegas Kapolda.Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga memberikan pesan khusus kepada seluruh pengurus Bhayangkari agar terus menjaga komunikasi dan solidaritas di setiap tingkatan.Ia mengungkapkan, Bhayangkari adalah wadah silaturahmi yang harus mampu mempersatukan, bukan memecah belah. “Lakukan pendekatan kepada anggota Bhayangkari di tingkat paling bawah, dengarkan keluh kesah mereka, datangi mereka. Ada Bhayangkari yang jauh dari suaminya, bantu agar mereka tetap bisa menjaga keharmonisan rumah tangga. Jaga perilaku di tempat publik dan media sosial karena semuanya menjadi sorotan publik,” pesan Kapolda.Bhayangkari, tambah Kapolda, memiliki makna “tidak ada bahaya”, yang merepresentasikan kekuatan, kesetiaan, dan ketulusan dalam mendukung tugas suami di institusi Polri. “Bhayangkari memiliki peran ganda, selain sebagai ibu rumah tangga juga sebagai wanita pekerja profesional. Keduanya harus diatur dengan baik agar berjalan selaras. Jadikan organisasi Bhayangkari ini wadah kebersamaan dan persaudaraan yang kokoh, bukan tempat perpecahan. Jaga solidaritas dan semangat kebersamaan,” tutup Kapolda.Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian tumpeng mini kepada Bhayangkari berprestasi, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kiprah mereka dalam mendukung berbagai kegiatan sosial maupun organisasi.Selanjutnya diberikan pula penghargaan kepada Bhayangkari berprestas, diiringi suasana haru dan penuh semangat kebersamaan. PNO-12 25 Okt 2025, 08:09 WIT
Audiensi Dengan Menhut, Kapolri Siap Bersinergi Hadapi Karhutla Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar audiensi dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/10/2025). Sejumlah pembahasan dan isu dibahas keduanya dalam kesempatan tersebut. Dalam pertemuan tersebut, Sigit menekankan soal optimalisasi kepolisian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia."Saya baru saja menerima audiensi dari Menteri Kehutanan untuk memperkuat koordinasi dan mengoptimalkan pelaksanaan tugas dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," kata Sigit. Menurut Sigit, saat ini, Indonesia mulai memasuki musim hujan yang diprediksi terjadi pada periode September hingga November 2025. Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada November 2025 hingga Februari 2026, yang dimulai dari wilayah Indonesia bagian barat dan secara bertahap bergerak ke bagian timur. Namun, karhutla masih harus diwaspadai di sejumlah titik. "Meski demikian, BMKG juga menjelaskan saat ini masih terjadi kondisi panas ekstrem di beberapa wilayah Indonesia di antaranya yang terjadi di Majalengka, Surabaya, Gorontalo, Kupang, hingga Sentani," ujar Sigit.Sigit memaparkan, berdasarkan hasil monitoring titik hotspot pada periode Januari sampai 22 Oktober 2025, terdapat 2.517 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (confidence level high). Menurutnya, angka ini menurun sebanyak 833 titik atau 24,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Adapun wilayah dengan titik hotspot tertinggi terjadi di wilayah Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. "Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya curah hujan, kondisi cuaca kering, angin kencang yang menyebabkan penyebaran titik api dengan cepat serta karakteristik wilayah yang sebagian besar merupakan lahan gambut," ucap Sigit.Sigit memastikan, dalam penanggulangan Karhutla, Polri bersama stakeholders terkait, termasuk Kementerian Kehutanan, telah melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mengoptimalkan penanggulangan Karhutla.Pada tahun 2025, Polri telah melaksanakan 27.621 kegiatan sosialisasi dan 11.949 kegiatan patroli. Selain itu, hingga saat ini Polri bersama stakeholders terkait telah membangun 4.032 embung atau kanal serta 1.457 menara pantau di beberapa wilayah rawan kebakaran hutan."Dalam menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi mengganggu stabilitas lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat, Polri bersama Kementerian dan Lembaga terkait berkomitmen melakukan langkah-langkah cepat, terpadu, dan berkesinambungan," papar Sigit. Upaya tersebut diawali dengan peningkatan kesiapsiagaan personel dan Sarpras, serta pendirian Posko Tanggap Darurat terpadu di wilayah rawan Karhutla."Kami juga menerapkan early warning system dalam rangka monitoring dan deteksi dini terhadap potensi Karhutla melalui pemanfaatan aplikasi Geospatial Analytic Center (GAC), yang terpadu dan berkesinambungan denganaplikasi instansi lainnya seperti SiPongi (Kemenhut), Fire Danger Rating System, Himawari (BMKG), dan TMAT (KLHK)," papar Sigit. Kemudan, melakukan patroli darat maupun udara terpadu yang melibatkan TNI, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat peduli api untuk mendeteksi dan memverifikasi titik hotspot secara real time. Ketika, ditemukan adanya titik Karhutla, maka dilakukan upaya pemadaman dengan melibatkan melalui personel dan Sarpras pada jalur darat ataupun operasi modifikasi cuaca.Selanjutnya, Sigit menuturkan, terkait penegakan hukum, pihaknya mengedepankan tindakan tegas dan profesional. Pada periode Januari sampai 23 Oktober 2025, Polri telah menangani 86 kasus tindak pidana Karhutla dengan menetapkan 83 tersangka perorangan."Adapun modus operandi dari para pelaku yaitu melakukan pembakaran lahan untuk kegiatan usaha, khususnya perkebunan. Terakhir, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena selain dapat merusak lingkungan, tindakan tersebut juga membahayakan kesehatan dan keselamatan banyak orang," tutup Sigit. PNO-12 25 Okt 2025, 07:51 WIT
Rp4,8 Triliun Masuk Kas Daerah, Bapenda Mimika Optimis Lampaui Target Pendapatan Papuanewsonline.com, Mimika — Kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Mimika menunjukkan tren yang sangat positif menjelang akhir tahun 2025. Berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika, hingga pertengahan Oktober 2025, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp4,8 triliun, atau sekitar 78 persen dari target tahunan sebesar Rp6,1 triliun. Capaian ini menandakan bahwa mesin ekonomi daerah bergerak dengan baik dan potensi pendapatan asli daerah (PAD) maupun dana transfer dari pusat masih menunjukkan tren yang stabil. Dengan sisa waktu dua bulan menuju penutupan tahun anggaran, Bapenda optimis dapat melampaui target yang telah ditetapkan. Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah, menyampaikan bahwa performa Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu penopang utama realisasi pendapatan tahun ini. Menurutnya, PAD telah melampaui ekspektasi awal, menjadi indikator keberhasilan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah yang dilakukan selama 2025. “PAD tercatat sebesar Rp369 miliar lebih, melampaui target awal yang sebesar Rp349 miliar lebih. Ini bukti bahwa kesadaran wajib pajak di Mimika meningkat, didukung dengan sistem pelayanan pajak yang semakin mudah dan transparan,” jelas Dwi Cholifah saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/10/2025). Dwi menjelaskan, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari upaya digitalisasi pelayanan pajak dan retribusi yang telah diterapkan Bapenda. Dengan sistem berbasis elektronik, masyarakat kini bisa melakukan pembayaran secara online, sehingga mempercepat arus penerimaan daerah dan mengurangi potensi kebocoran pendapatan. Selain dari PAD, Dana Bagi Hasil (DBH) juga menjadi salah satu sumber pendapatan utama Mimika. Hingga Oktober, DBH yang telah diterima mencapai Rp1,6 triliun dari target Rp2,3 triliun, masih menyisakan kekurangan sekitar Rp785 miliar yang diharapkan akan masuk pada triwulan keempat. “Biasanya, DBH untuk triwulan IV akan kami terima pada bulan November atau awal Desember. Komponen DBH ini meliputi royalti, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor pertambangan, serta Pajak Penghasilan (PPh),” ungkap Dwi. Ia menambahkan bahwa sektor pertambangan, khususnya dari perusahaan tambang besar di wilayah Mimika, menjadi penyumbang terbesar dalam penerimaan DBH. Namun, Bapenda juga terus berupaya menjaga keseimbangan dengan memperkuat sektor ekonomi lokal seperti perdagangan, pariwisata, dan jasa agar tidak bergantung sepenuhnya pada pendapatan berbasis sumber daya alam. Meski masih terdapat selisih sekitar Rp1,3 triliun untuk mencapai target akhir tahun, Dwi Cholifah menyatakan optimisme penuh bahwa angka tersebut dapat tercapai bahkan berpotensi melampaui target pendapatan 2025. “Kami optimis realisasi pendapatan akan menembus target yang telah ditetapkan. Dengan dukungan seluruh OPD dan masyarakat, kami yakin Mimika bisa terus tumbuh secara fiskal dan berkelanjutan,” tegasnya. Optimisme tersebut juga didukung dengan kebijakan Pemkab Mimika yang terus memperkuat tata kelola keuangan daerah, memperluas basis pajak, dan memperbaiki sistem pengawasan agar pendapatan daerah benar-benar digunakan secara efektif untuk pembangunan masyarakat. Dengan realisasi pendapatan yang terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap dapat mempertahankan momentum pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Peningkatan pendapatan daerah bukan hanya soal angka, tetapi tentang bagaimana setiap rupiah digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Mimika,” ujar Dwi. Ia menambahkan bahwa sinergi antar instansi dan kedisiplinan fiskal menjadi kunci utama agar pembangunan Mimika dapat berjalan berkesinambungan. Penulis: Jid Editor: GF   25 Okt 2025, 04:21 WIT
Stok Menipis, Harga Jeruk Limau di Pasar Sentral Timika Melonjak Tajam hingga Rp100 Ribu/Kg Papuanewsonline.com, Timika — Suasana Pasar Sentral Timika, Kabupaten Mimika, akhir pekan ini tampak sedikit berbeda. Para pedagang bumbu dapur sibuk melayani pembeli sambil mengeluh soal kenaikan harga yang mendadak. Harga jeruk limau atau yang biasa disebut jeruk ikan, melonjak tajam hingga mencapai Rp100 ribu per kilogram pada Jumat (24/10/2025). Padahal, harga jeruk limau sebelumnya hanya berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Tak hanya jeruk limau, jeruk nipis pun turut merangkak naik menjadi Rp60 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini bukan tanpa sebab. Ida Suryani, salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Sentral Timika, menjelaskan bahwa stok jeruk limau yang biasanya dikirim dari Jayapura kini sangat terbatas. Menurutnya, pasokan yang menurun drastis membuat para pedagang kesulitan memenuhi permintaan pelanggan. “Harga jeruk ikan ini naik sampai Rp90 ribu bahkan Rp100 ribu per kilo. Kalau jeruk nipis, sekarang Rp60 ribu per kilo. Stok jeruk cina dari Jayapura terbatas sekali, jadi barangnya susah didapat,” tutur Ida kepada Papuanewsonline.com. Ia menambahkan, akibat harga yang melonjak, pembeli kini tak lagi membeli dalam jumlah banyak. “Dulu dengan Rp5 ribu bisa dapat beberapa ons, sekarang paling cuma dapat empat atau lima biji saja,” ujarnya sambil menunjukkan jeruk limau yang mulai menguning di lapaknya. Keterbatasan stok dari luar daerah makin diperparah dengan minimnya pasokan jeruk dari petani lokal di Timika. Menurut Ida, hampir tidak ada petani yang menanam jeruk limau secara massal di wilayah Mimika, sehingga ketergantungan pada pasokan antarprovinsi masih sangat tinggi. “Kalau di sini jarang yang tanam jeruk limau, paling ada di kebun rumah, tapi itu untuk kebutuhan sendiri, bukan dijual ke pasar,” jelasnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem distribusi bahan dapur di wilayah Papua Tengah masih sangat bergantung pada jalur pengiriman laut dan udara dari kota-kota besar seperti Jayapura, Nabire, atau Makassar. Begitu terjadi gangguan distribusi, harga bahan pokok bisa melonjak dalam waktu singkat. Meski jeruk limau mengalami kenaikan ekstrem, harga sejumlah bumbu dapur lainnya masih relatif stabil. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit tetap bertahan di kisaran Rp90 ribu per kilogram, tomat Rp30–35 ribu, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp60 ribu per kilogram. Namun, para pedagang tetap waswas. Mereka khawatir kenaikan harga jeruk limau bisa menjadi awal dari lonjakan harga bahan pokok lainnya, terutama jika pasokan antarwilayah terus terganggu. “Kalau kiriman dari luar makin seret, bukan cuma jeruk yang naik. Cabai dan bawang juga bisa ikut-ikutan mahal nanti,” ujar salah satu pedagang lain yang enggan disebut namanya. Kenaikan harga ini tentu menjadi perhatian banyak pihak, terutama para pembeli yang harus menyesuaikan pengeluaran rumah tangga. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dapat segera mencari solusi untuk menstabilkan harga, baik dengan memperlancar distribusi barang dari Jayapura maupun memberdayakan petani lokal. “Kalau bisa pemerintah bantu carikan jalan supaya harga normal lagi. Kasihan ibu-ibu di rumah, masak jadi susah kalau bahan-bahan mahal begini,” keluh seorang pembeli di area pasar. Pemerintah diharapkan dapat menginisiasi kerja sama dengan daerah penghasil jeruk limau, serta memberikan dukungan bagi petani lokal untuk mulai membudidayakan tanaman jeruk di wilayah Mimika, agar tidak terus bergantung pada pasokan luar daerah. Penulis: Bim Editor: GF   25 Okt 2025, 04:07 WIT
Anev Program Kerja Bersama, Wakapolda Maluku: Wujudkan Polri Presisi di Daerah Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku terus memperkuat langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola kepolisian yang efektif dan berdampak bagi masyarakat. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Program Kerja Bersama yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H., bertempat di Ruang Vicon Lantai 2 Mapolda Maluku, Rabu (22/10/2025) pukul 13.30 WIT.Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku, antara lain Karoops, Karorena, Kabid TIK, serta para operator dan tim kerja Program Kerja Bersama. Sementara para Kapolres dan Kapolresta jajaran mengikuti kegiatan ini secara virtual dari masing-masing wilayah melalui fasilitas video conference.Dalam arahannya, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni menegaskan bahwa kegiatan Anev ini merupakan instrumen penting untuk memastikan seluruh program kerja yang telah ditetapkan oleh Kapolda Maluku berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran.“Program prioritas ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan panduan strategis bagi seluruh satuan kerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung program pembangunan pemerintah daerah,” tegas Brigjen Thobroni.Lebih lanjut, Wakapolda menjelaskan bahwa empat fokus utama Program Prioritas Polda Maluku menjadi bahasan utama dalam kegiatan Anev kali ini, yakni:Bersama menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat, dengan memperkuat sinergitas antara fungsi operasional dan pembinaan masyarakat.Pelayanan kepolisian dan penegakan hukum yang prima, berbasis profesionalitas dan keadilan.Peran aktif mendukung program pemerintah, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan dan ketahanan sosial masyarakat Maluku.Pembinaan sumber daya kepolisian guna membentuk personel yang bermoral, profesional, modern, dan humanis.Wakapolda juga menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan dan evaluasi kinerja di setiap satuan fungsi agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar setiap pimpinan satuan lebih proaktif dalam menemukan solusi atas hambatan di lapangan dan memperkuat koordinasi lintas fungsi untuk mencapai target kinerja optimal.“Seluruh capaian yang sudah diperoleh agar terus ditingkatkan, dan terhadap kendala yang muncul di lapangan segera dilakukan langkah-langkah korektif. Anev ini menjadi ruang refleksi dan penegasan kembali arah kebijakan Polda Maluku menuju Polri yang Presisi,” ujar Brigjen Pol Imam Thobroni.Melalui kegiatan Anev ini, Polda Maluku meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional dan adaptif terhadap dinamika sosial masyarakat, sejalan dengan semangat Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang menjadi arah kebijakan Polri di seluruh Indonesia. PNO-12 24 Okt 2025, 07:08 WIT
Pemprov Papua Gandeng OJK dan Perbankan Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kolaborasi KUR Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Melalui kerja sama strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga perbankan nasional, Pemprov Papua kini gencar mendorong realisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi rakyat di Bumi Cenderawasih. Momentum penting itu ditandai dengan Acara Akad Massal KUR Nasional Tahun 2025, yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, pada Selasa (21/10/2025). Acara tersebut melibatkan lebih dari 800.000 debitur secara nasional, dengan 145 pelaku UMKM Papua ikut berpartisipasi mewakili berbagai sektor produktif seperti pertanian, perikanan, perdagangan tradisional, serta industri rumahan. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menegaskan bahwa program KUR bukan sekadar penyaluran modal usaha, tetapi juga merupakan upaya komprehensif untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat Papua. “Pemerintah tidak hanya mendorong masyarakat untuk mengakses kredit, tetapi juga memastikan adanya pendampingan, pelatihan, serta fasilitasi pemasaran, agar pelaku UMKM di Papua semakin kuat dan mandiri,” ujar Aryoko Rumaropen di hadapan peserta akad massal. Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan OJK menjadi kunci dalam memastikan penyaluran KUR tepat sasaran, sekaligus membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Dengan demikian, setiap pelaku usaha kecil tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Menurut Aryoko, potensi ekonomi Papua sangat besar, terutama di sektor-sektor berbasis sumber daya alam seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan kerajinan lokal. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih menghadapi kendala modal dan minimnya literasi keuangan. Program KUR diharapkan menjadi jembatan antara perbankan dan masyarakat akar rumput, sehingga pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada sumber pembiayaan informal yang sering kali memberatkan. “Kami ingin agar setiap pelaku usaha di kampung-kampung, di pasar-pasar, dan di daerah pesisir dapat merasakan manfaat langsung dari program KUR ini. Dengan modal usaha yang terarah dan pendampingan yang kuat, Papua bisa tumbuh menjadi daerah dengan basis ekonomi rakyat yang kokoh,” jelas Aryoko. Selain pembiayaan produktif, Pemprov Papua juga mendorong agar perbankan memperluas akses layanan digital dan program literasi keuangan di wilayah pedalaman dan pesisir, agar masyarakat lebih memahami cara mengelola kredit dan mengembangkan usaha kecil dengan bijak. Untuk memastikan efektivitas program, Pemprov Papua akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawasi penyaluran serta pemanfaatan dana KUR di lapangan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan digunakan secara produktif dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga berencana meluncurkan program pembinaan UMKM berbasis wilayah adat, yang melibatkan dinas teknis, perguruan tinggi, serta lembaga pendamping ekonomi lokal. “Kami ingin agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi Papua. Kemandirian ekonomi lokal harus menjadi visi bersama kita,” tegas Wagub Aryoko. Dengan diselenggarakannya Akad Massal KUR Tahun 2025 ini, pemerintah berharap semangat kewirausahaan masyarakat Papua semakin tumbuh. Program KUR diharapkan menjadi cetak biru kebangkitan ekonomi Papua, yang tidak hanya bergantung pada sektor tambang, tetapi juga mengandalkan kekuatan ekonomi rakyat yang produktif dan mandiri. Acara ini juga menjadi momentum penting bagi pelaku usaha mikro untuk naik kelas, dengan memanfaatkan dukungan pembiayaan dan pendampingan yang berkelanjutan dari pemerintah dan perbankan. “Kita ingin Papua tidak hanya dikenal karena kekayaan alamnya, tetapi juga karena masyarakatnya yang kreatif, mandiri, dan sejahtera,” tutup Aryoko.   Penulis: Jid Editor: GF 24 Okt 2025, 00:17 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT