Papuanewsonline.com
BERITA TAG Ekonomi
Homepage
Evaluasi Program Polri Triwulan III, Polda Maluku Komitmen Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengikuti kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) Bulanan Program Polri untuk Masyarakat Triwulan III Tahun 2025 yang digelar secara virtual dan dipimpin langsung oleh Wakaposko Presisi Mabes Polri dari Jakarta.Pelaksanaan Anev di lingkungan Polda Maluku berlangsung di Ruang Video Conference lantai 2 Mapolda Maluku pada pukul, senin (8/9/2025) dan dipimpin oleh Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H. Turut hadir dalam kegiatan ini Irwasda Polda Maluku, para Pejabat Utama (PJU), Kaposko Presisi, koordinator kegiatan, sekretaris, dan operator tingkat Polda.Sementara itu, jajaran Polres/ta se-Maluku juga mengikuti kegiatan ini secara daring dari wilayah masing-masing bersama para pejabat utama, sekretaris, dan operator Polres.Anev bulanan ini merupakan forum penting dalam rangka monitoring, evaluasi, dan konsolidasi pelaksanaan program-program unggulan Polri untuk masyarakat, guna memastikan ketercapaian target kinerja di seluruh satuan wilayah.“Kegiatan ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi antar lini, dan memastikan bahwa setiap program Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Brigjen Pol Imam Thobroni dalam arahannya.Melalui forum Anev ini, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara merata di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Maluku.PNO-12#MalukuTarusBikingBae#BasudaraTarusBikingBae
08 Sep 2025, 18:45 WIT
Timika, “Singapura-nya Papua”, Mahasiswa Timika Didorong Manfaatkan Peluang Bisnis
Papuanewsonline.com, Mimika –
Suasana penuh semangat dan antusiasme mahasiswa terasa saat Ikatan Mahasiswa
Ekonomi Kreatif (IMEK) STIE Jambatan Bulan Timika menggelar diskusi
kewirausahaan dalam rangka memperingati HUT IMEK ke-6 di kampus STIE Jambatan,
Sabtu (6/9/2025). Acara ini tidak sekadar menjadi
perayaan ulang tahun, melainkan momentum penting untuk membangkitkan semangat
berwirausaha di kalangan mahasiswa. Diskusi menghadirkan empat narasumber
berpengaruh di Mimika, yakni Ardi, S.T. anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Alfian
Akbar Balyanan Ketua Komisi I DPRK Mimika, Asri Akkas Wakil Ketua DPRK Mimika,
serta Raimon Batto Bendahara Umum HIPMI Kabupaten Mimika. Dipandu langsung oleh Ketua IMEK,
Alya Wulandari Hasan, forum diskusi berjalan interaktif, memantik banyak
pertanyaan dari mahasiswa tentang bagaimana membangun usaha sejak dini, cara
mengelola bisnis dengan profesional, hingga pentingnya mental pantang menyerah
dalam dunia usaha. Dalam pemaparannya, Ardi, S.T.
menekankan pentingnya mahasiswa memiliki rencana bisnis yang matang, bukan
sekadar berdagang tanpa strategi. “Mahasiswa harus menyingkirkan
gengsi dan memulai usaha sejak muda. Dengan usaha yang terencana, kita tidak
hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menyiapkan diri menyongsong Indonesia
Emas 2045,” tegasnya. Ia juga mencontohkan pentingnya rencana
bisnis berbasis riset pasar, penggunaan analisis SWOT, serta pemanfaatan
platform digital seperti TikTok dan Facebook untuk memperluas pasar. Sementara itu, Alfian Akbar
Balyanan menyoroti pentingnya legalitas usaha. Dengan badan hukum yang jelas,
mahasiswa bisa mengakses bantuan, program pemerintah, bahkan dana hibah. “Kalau sudah ada legalitas, kita
bisa masuk ke ranah kebijakan dan mengakses dana besar, termasuk APBD Mimika.
Tapi ingat, tetap diperlukan business plan agar dana itu bisa dikelola dengan
baik,” jelas Alfian. Ia mendorong mahasiswa agar mulai
membentuk koperasi atau UMKM sebagai langkah awal menata usaha bersama. Narasumber lainnya, Asri Akkas,
menegaskan posisi strategis Timika yang ibarat “Singapura-nya Papua”, karena
menjadi pusat transit dan distribusi ke berbagai wilayah. “Mahasiswa jangan menunggu sampai
lulus baru mau usaha. Timika punya potensi besar. Dari sekarang sudah harus
mulai. Bahkan bisa menjadi vendor bagi perusahaan besar seperti Freeport,”
pesannya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa
harus melihat peluang dari posisi strategis Timika, yang bisa dimanfaatkan
untuk mengembangkan berbagai sektor usaha, mulai dari logistik, kuliner, hingga
jasa kreatif. Sementara itu, Raimon Batto dari
HIPMI menekankan bahwa dunia usaha tidak selalu mulus. Menurutnya, mentalitas
pantang menyerah harus ditanamkan sejak awal. “Kalau satu usaha gagal, jangan
berhenti. Bangkit, evaluasi, lalu coba lagi dengan usaha lain. Itulah kunci
agar tidak mudah menyerah,” ujarnya memberi motivasi. HUT IMEK ke-6 ini menjadi ruang
berharga bagi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan, inspirasi, sekaligus
dorongan moral dari para pemimpin daerah dan pelaku bisnis. Para narasumber sepakat bahwa
mahasiswa ekonomi, khususnya di Timika, harus membangun mentalitas wirausaha
yang kuat, menyusun perencanaan bisnis jelas, serta berani mengambil peluang
agar dapat mandiri secara ekonomi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi
pembangunan Papua dan Indonesia. Penulis: Bim Editor: GF
07 Sep 2025, 20:38 WIT
DPR dan Akademisi Hadiri HUT ke-6 IMEK STIE Jambatan Bulan
Papuanewsonline.com, Mimika –
Suasana auditorium STIE Jambatan Bulan, Timika, pada Sabtu (6/9/2025) dipenuhi
semangat kebersamaan ketika Ikatan Mahasiswa Ekonomi Kreatif (IMEK) merayakan Hari
Ulang Tahun (HUT) ke-6. Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi
perjalanan organisasi mahasiswa, tetapi juga ruang penting untuk memperkuat
komitmen dalam mendorong lahirnya wirausaha muda di Kabupaten Mimika. Acara berlangsung meriah dan
dihadiri tokoh-tokoh berpengaruh, di antaranya Wakil Ketua DPRK Mimika Asri
Akkas, Ketua Komisi I DPRK Mimika Alfian Akbar Balyana, Bendahara HIPMI
Kabupaten Mimika Raimon Batto, Anggota DPR Provinsi Papua Tengah Ardi S.T,
serta Dr. Habel Taime selaku perwakilan STIE Jambatan Bulan dan Kepala BPKA. Rangkaian acara diawali dengan
menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars STIE Jambatan Bulan,
diikuti dengan sambutan dari para tokoh yang hadir. Momen puncak perayaan
ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua IMEK, Alya Wulandari Hasan,
sebagai simbol rasa syukur dan harapan baru bagi organisasi. Dalam suasana penuh khidmat, para
mahasiswa bersama tamu undangan juga berdiskusi mengenai kewirausahaan dengan
mengusung tema “Wirausaha Muda untuk Indonesia Emas”, sebuah tema yang selaras
dengan agenda nasional dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan
global. Anggota DPR Provinsi Papua
Tengah, Ardi S.T, memberikan apresiasi tinggi kepada IMEK. Ia menegaskan bahwa
kegiatan semacam ini sangat penting untuk membangun kesadaran mahasiswa tentang
kewirausahaan. “Kegiatan seperti ini harus
sering dilakukan supaya menjadi edukasi bagi kalangan pemuda dalam
mengembangkan potensinya di dunia usaha. Apalagi, kampus ini adalah kampus
ekonomi yang semestinya menjadi motor lahirnya wirausaha muda di Kabupaten
Mimika,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Habel Taime menyampaikan
rasa bangganya atas kiprah IMEK yang dalam usianya yang masih relatif muda
sudah mampu menghadirkan sinergi antara mahasiswa, akademisi, hingga para wakil
rakyat. “Ini merupakan capaian luar
biasa. Kehadiran para anggota DPR dalam acara ini menunjukkan bahwa mahasiswa
bisa menjadi jembatan antara dunia akademik dengan para pengambil kebijakan.
IMEK telah membuktikan diri sebagai wadah strategis bagi mahasiswa STIE
Jambatan Bulan,” kata Dr. Habel. Dalam kesempatan yang sama, Ketua
IMEK, Alya Wulandari Hasan, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang
turut menyukseskan perayaan HUT ke-6 ini. “Saya menyampaikan rasa terima
kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, rekan-rekan mahasiswa, serta
para anggota DPR yang telah meluangkan waktunya hadir bersama kami. Dukungan
ini akan menjadi motivasi besar bagi IMEK untuk terus melahirkan program kerja
yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan kewirausahaan,”
ungkapnya. Dengan semangat kebersamaan dan
dukungan dari berbagai pihak, IMEK STIE Jambatan Bulan meneguhkan tekadnya
untuk terus mencetak generasi wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing,
demi terwujudnya Mimika yang lebih sejahtera. Penulis: Bim Editor: GF
07 Sep 2025, 15:48 WIT
Bripda Hans Simauw Berbagi Kasih di Panti Asuhan Maria Mediatrix Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon –
Senyum bahagia terpancar dari wajah anak-anak Panti Asuhan Maria Mediatrix,
Ambon, saat menerima kunjungan penuh kasih dari Bripda Hans Simauw, personel
Direktorat Samapta Polda Maluku. Pada Jumat (5/9/2025), ia melaksanakan
kegiatan sosial bertajuk “Berbagi Sembako Menunjukkan Rasa Kasih Sesama
Manusia untuk Basudara di Maluku”. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah
paket sembako berupa beras, mie instan, minuman kemasan, dan kebutuhan pokok
lainnya diserahkan langsung kepada anak-anak panti. Kehadiran Polri melalui
aksi nyata ini menjadi bukti bahwa institusi keamanan tidak hanya berperan
menjaga ketertiban, tetapi juga hadir sebagai sahabat dan keluarga bagi
masyarakat. Kegiatan sosial ini berlangsung
di Jl. Dr. Kayadoe RT 006/RW 05, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota
Ambon. Bripda Hans mengungkapkan bahwa momen tersebut merupakan bentuk nyata
kepedulian Polri terhadap sesama, sekaligus memperkuat jalinan persaudaraan di
Maluku. “Ini bentuk kepedulian kami
terhadap basudara di Maluku. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak
hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam cinta kasih dan kebersamaan,”
tutur Bripda Hans Simauw. Kapolda Maluku melalui jajarannya
terus mendorong setiap personel untuk aktif menjalankan kegiatan sosial yang
menyentuh langsung masyarakat. Dengan mengusung semangat #MalukuTarusBikingBae
dan #BasudaraTarusBikingBae, aksi berbagi ini diharapkan dapat mempererat
hubungan harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat. Polda Maluku percaya, dengan
kebersamaan, kepedulian, dan kasih sayang antar sesama, kedamaian dan
ketertiban di Maluku akan terus terjaga. (GF)
05 Sep 2025, 23:52 WIT
Kapolda Maluku Tinjau Kebun Ketahanan Pangan Polres Tual
Papuanewsonline.com, Tual – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si memberikan apresiasi terhadap upaya mandiri personel Polres Tual dalam menyediakan lahan ketahanan pangan.Apresiasi diberikan Kapolda Maluku saat meninjau kebun ketahanan pangan yang berada di kawasan Markas Polres Tual, Kamis (4/9/2025).Saat melakukan peninjauan, Kapolda didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, Kapolres Tual, Kapolres Maluku Tenggara, Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Maluku, serta jajaran pejabat utama Polres Tual."Kami menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Tual yang telah mengelola kebun ketahanan pangan," kata Kapolda. Kapolda menilai program ketahanan pangan merupakan langkah positif dan strategis, tidak hanya dalam mendukung ketersediaan pangan mandiri bagi anggota Polri dan keluarganya, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.Kapolda menekankan, pengembangan lahan ketahanan pangan dapat menjadi contoh nyata semangat kemandirian, kebersamaan, serta pemanfaatan lahan secara produktif. Ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar setiap institusi turut berperan dalam menjaga stabilitas pangan di tengah dinamika sosial-ekonomi masyarakat.“Saya sangat mengapresiasi langkah Polres Tual dalam mengelola kebun ketahanan pangan ini. Semoga dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi jajaran lainnya. Program seperti ini bukan hanya bermanfaat untuk internal kepolisian, tetapi juga bisa membantu masyarakat sekitar,” ungkapnya.Kepada personel Polres Tual, Kapolda mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan setiap program yang dijalankan, termasuk kebun ketahanan pangan agar manfaatnya semakin luas dirasakan. PNO-12
05 Sep 2025, 18:07 WIT
Buruh KSPSI Gandeng Polri Gelar Bakti Sosial
Papuanewsonline.com, Jakarta –
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) bersama Kepolisian
Republik Indonesia menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan ratusan
paket sembako kepada masyarakat kecil yang membutuhkan. Aksi kepedulian sosial
ini berlangsung pada Kamis sore di perempatan depan Mabes Polri, Jalan
Trunojoyo, Jakarta, dan mendapatkan sambutan antusias dari warga sekitar. Sejak siang hari, ratusan
penerima bantuan tampak berkumpul di lokasi. Mereka yang sehari-hari bekerja
sebagai driver ojek online, pedagang kaki lima, kuli bangunan, hingga pekerja
serabutan tampak sumringah ketika menerima paket sembako berisi kebutuhan pokok
seperti beras, minyak, gula, dan bahan pangan lainnya. Raut bahagia terpancar jelas di
wajah mereka. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Semoga kebaikan ini
dibalas dengan keberkahan, dan semoga negeri kita tetap damai,” tutur salah
seorang pengemudi ojol yang ikut menerima bantuan. Kegiatan bakti sosial ini tidak
sekadar aksi berbagi, melainkan juga bentuk nyata kepedulian buruh terhadap
masyarakat luas, sekaligus memperkuat hubungan harmonis dengan aparat
kepolisian. Wakil Presiden KSPSI, Ahmad
Supriadi, menegaskan bahwa buruh tidak hanya memperjuangkan kepentingan pekerja
di ruang industri, tetapi juga hadir memberi manfaat bagi masyarakat. “Kami dari KSPSI bersama Polri
hadir di tengah masyarakat dengan tujuan sederhana namun bermakna: meringankan
beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami berharap kegiatan ini menjadi
jembatan sinergitas antara buruh dan aparat kepolisian. Dengan saling
mendukung, kita bisa menjaga persatuan dan membangun kedamaian Indonesia,” ujar
Ahmad. Polri sendiri menyambut baik
langkah KSPSI. Kegiatan sosial semacam ini, menurut aparat kepolisian,
merupakan contoh positif yang bisa mempererat hubungan antara pekerja,
masyarakat, dan penegak hukum. Selain memberikan manfaat
langsung berupa sembako, kegiatan ini juga menjadi simbol kebersamaan dua
elemen bangsa yang memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas sosial dan
keamanan nasional. Buruh sebagai kekuatan produktif bangsa, dan Polri sebagai
pengayom masyarakat, bersatu dalam kepedulian terhadap sesama. Momentum bakti sosial ini
diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. KSPSI dan Polri
berharap aksi ini bisa menjadi inspirasi bagi elemen masyarakat lain untuk
turut menebar kepedulian. “Solidaritas sosial adalah
pondasi penting dalam membangun bangsa yang damai dan sejahtera. Kebaikan kecil
yang dilakukan bersama-sama akan membawa dampak besar bagi kehidupan kita
semua,” ujar Ahmad Supriadi menutup keterangannya. (GF)
05 Sep 2025, 04:22 WIT
Bayar Pajak untuk Kemajuan Mimika Timur, Bapenda Sosialisasi PBB dan BPHTB
Papuanewsonline.com, Mimika –
Membayar pajak bukan sekadar kewajiban, melainkan investasi nyata masyarakat
dalam membangun masa depan daerahnya. Berangkat dari filosofi tersebut, Badan
Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika secara proaktif turun ke wilayah
untuk menyosialisasikan pentingnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea
Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Kali ini, Kantor Distrik Mimika
Timur menjadi tuan rumah bagi kegiatan yang digelar pada Rabu (3/9/25)
tersebut, yang dihadiri oleh perangkat kampung, tokoh masyarakat, dan tokoh
agama. Kepala Bapenda Mimika, Dwi
Cholifah, dalam pemaparannya menekankan bahwa sosialisasi ini memiliki dua
tujuan strategis. Pertama, sebagai upaya edukasi untuk meningkatkan kepatuhan
pajak. Kedua, dan yang paling utama, untuk mendukung akurasi data dalam menyusun
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Data pajak yang terupdate dan
akurat setiap tahunnya adalah fondasi utama dalam menyusun proyeksi penerimaan
daerah. Dengan fondasi yang kuat, maka pembangunan dapat direncanakan dan
dijalankan dengan lebih terukur dan tepat sasaran,” jelas Dwi Cholifah. Ia mengungkapkan bahwa fokus
pemetaan PBB dan penentuan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) saat ini sangat
mengerucut pada kawasan Mimika Timur. Hal ini tidak terlepas dari rencana
strategis pemkab untuk mengembangkan kawasan tersebut, termasuk di dalamnya pembangunan
pelabuhan yang diprediksi akan menjadi penggerak ekonomi baru. “Pemetaan yang
detail dan nilai NJOP yang tepat akan memastikan bahwa kontribusi pajak dari
kawasan strategis ini optimal dan kembali diinvestasikan untuk pembangunan di
Mimika Timur sendiri,” tambahnya. Menyadari bahwa efektivitas
sosialisasi terletak pada ujung tombak di tingkat kampung, Bapenda sengaja
menyasar para aparat dan tokoh masyarakat. Mereka diharapkan menjadi agen
perubahan yang akan menyebarluaskan pemahaman mengenai pentingnya pajak hingga
ke tingkat grassroots. “Merekalah yang paling memahami dinamika masyarakat di
kampung masing-masing. Duta-duta inilah yang akan menyampaikan pesan ini dengan
bahasa dan pendekatan yang paling mudah diterima,” ujar Dwi. Sebagai bentuk komitmen dan
kemudahan layanan, Bapenda tidak hanya datang dengan materi sosialisasi. Mereka
juga menghadirkan mobil pelayanan pajak keliling yang siap melayani masyarakat
pada saat itu juga. Lebih dari itu, sebagai insentif untuk meningkatkan
kepatuhan, Bapenda memberikan keringanan berupa penghapusan denda pajak bagi
yang menyelesaikan kewajibannya sebelum tanggal 30 November 2025. Kepala Distrik Mimika Timur,
Bakri Athoriq, menyambut hangat inisiatif Bapenda ini. Ia berharap kegiatan ini
dapat menjadi pemantik kesadaran kolektif masyarakat. “Membangun Mimika Timur
tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Partisipasi aktif masyarakat melalui pajak
adalah energi yang akan mempercepat pembangunan di distrik kita ini. Saya
berharap para tokoh yang hadir dapat menyampaikan ini kepada warganya,” pungkas
Bakri. Kegiatan yang berlangsung
interaktif ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama, mencerminkan
komitmen dan optimisme bersama dalam mendukung pembangunan daerah melalui
kontribusi pajak. Penulis: Jid Editor: GF
03 Sep 2025, 17:54 WIT
Polda Maluku Pacu Sinergi Lintas Sektoral Wujudkan Lumbung Jagung Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon –
Komitmen jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk turut serta
mensukseskan program strategis nasional diwujudkan Polda Maluku melalui
penyelenggaraan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral. Fokusnya adalah
mengakselerasi program ketahanan pangan, khususnya dalam mendukung suksesnya
swasembada jagung di Bumi Seribu Pulau. Rakor yang digelar di Ruang Kerja
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Maluku, Rabu (3/9/2025),
tersebut dipimpin langsung oleh Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M.
Pertemuan ini menghadirkan perwakilan dari instansi kunci, menandai dimulainya
sebuah kolaborasi terpadu. Dalam pengarahannya, Kombes Jemi
Junaidi menekankan bahwa sinergi yang solid bukan hanya sebuah pilihan,
melainkan sebuah keharusan. “Program ketahanan pangan adalah program prioritas
nasional. Keberhasilannya sangat bergantung pada seberapa baik kita bersinergi.
Polda Maluku hadir tidak hanya sebagai pengawal, tetapi juga sebagai bagian
aktif yang mendorong, memfasilitasi, dan memastikan tidak ada hambatan yang
tidak terantisipasi di lapangan,” tegasnya. Lebih lanjut, Junaidi menjelaskan
bahwa ketahanan pangan memiliki korelasi langsung dengan keamanan dan
ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Ketika pangan tersedia dan masyarakat
sejahtera, stabilitas kamtibmas akan lebih mudah tercipta. Ini adalah investasi
kita untuk menciptakan Maluku yang damai dan maju,” paparnya. Polda Maluku pun memaparkan
sejumlah langkah strategis dan harapan yang perlu dijalankan bersama. Beberapa
poin krusial yang mengemuka adalah perlunya percepatan realisasi bantuan benih
unggul dan perbaikan infrastruktur irigasi oleh Dinas Pertanian, yang menjadi
fondasi awal bagi petani. Menanggapi hal tersebut, Kepala
Dinas Pertanian Provinsi Maluku menyatakan bahwa proposal kebutuhan telah
diajukan ke pemerintah pusat. “Dukungan dan sinergi dari Polri sangat kami
butuhkan untuk memastikan distribusi dan pendampingan hingga ke tingkat kelompok
tani berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujarnya. Dari sisi data, Kepala Badan
Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menyambut baik kolaborasi ini. Ia
menyatakan kesiapannya untuk tidak hanya menyediakan data akurat menggunakan
metode Kerangka Sampel Area (KSA), tetapi juga untuk memberikan pelatihan teknis
kepada personel Polri yang akan turun ke lapangan. “Pelatihan ini penting untuk
memastikan satu bahasa dalam pencatatan data, sehingga validitas dan
konsistensi data terjamin,” jelasnya. Sementara dari sisi hilirisasi,
Kepala Perum Bulog Divisi Regional Maluku menegaskan komitmennya dalam menyerap
hasil panen jagung petani. “Prinsip kami siap serap selama kualitasnya memenuhi
standar. Kami juga akan berkoordinasi intensif untuk mengatasi kendala teknis
yang mungkin muncul, seperti kapasitas gudang dan ketersediaan alat pengering
pasca panen,” tandasnya. Rakor ini menghasilkan sebuah konsensus
untuk membentuk sebuah tim percepatan yang akan memantau progres program secara
berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi katalisator yang
mempercepat terwujudnya Maluku sebagai lumbung jagung nasional, mendukung
ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. (GF)
03 Sep 2025, 17:28 WIT
Rp30 Miliar DAK Menguap, Dua OPD Mimika Disorot
Papuanewsonline.com, Mimika – Isu
pengelolaan anggaran kembali menjadi sorotan di Kabupaten Mimika. Kepala Badan
Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Malissa,
mengungkapkan fakta mengejutkan: dana sebesar Rp30,7 miliar dari Dana Alokasi
Khusus (DAK) dipastikan hangus setelah gagal berkontrak di dua Organisasi
Perangkat Daerah (OPD). Menurut Marthen, kegagalan
tersebut terjadi di Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, dua sektor vital yang
seharusnya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Di Dinas Pendidikan ada tiga
kegiatan yang tidak berkontrak dengan total anggaran Rp4,25 miliar. Sedangkan
di Dinas Kesehatan terdapat empat kegiatan dengan nilai Rp26,5 miliar yang juga
tidak berkontrak,” jelas Marthen saat diwawancarai awak media, Senin
(1/9/2025). Marthen menegaskan, dana yang
tidak terserap otomatis tidak akan ditransfer oleh pemerintah pusat. Artinya,
program-program yang sudah direncanakan dalam pos DAK tersebut tidak bisa
berjalan. “Total dana dari dua OPD itu
mencapai Rp30,75 miliar. Karena tidak berkontrak, maka dana itu tidak
diturunkan dari pusat. Konsekuensinya, masyarakat yang sebenarnya berhak
menerima manfaat justru tidak mendapatkannya,” ujarnya. Kepala BPKAD itu juga
mengingatkan bahwa kegagalan kontrak ini bukan sekadar kehilangan dana tahun
berjalan. Dampaknya bisa lebih besar: mengurangi kepercayaan pusat terhadap
kemampuan daerah dalam mengelola anggaran. “Kementerian Keuangan sudah
menekankan soal efisiensi anggaran. Jika daerah dianggap tidak mampu menyerap
dana yang dialokasikan, tentu saja alokasi DAK di tahun berikutnya bisa
berkurang,” tegas Marthen. Hal ini tentu menjadi pukulan
bagi Mimika, mengingat DAK merupakan salah satu sumber penting pembiayaan
pembangunan, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Kondisi ini, lanjut Marthen,
menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah. Ia berharap OPD terkait
dapat memperbaiki tata kelola perencanaan hingga eksekusi program agar
peristiwa serupa tidak terulang. “Jangan sampai setiap tahun ada
dana besar yang terbuang sia-sia. Kita perlu benahi mekanisme dari perencanaan,
lelang, hingga pelaksanaan agar lebih tepat waktu dan efektif,” kata Marthen. Masyarakat tentu berharap agar
pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan. Sektor pendidikan dan
kesehatan adalah dua kebutuhan dasar yang menyentuh langsung kesejahteraan
warga. Gagalnya puluhan miliar anggaran tentu meninggalkan kekecewaan yang
tidak bisa dianggap enteng. “Ini menjadi pembelajaran bagi
kita semua. Ke depan, jangan ada lagi kegiatan vital yang terhambat hanya
karena persoalan administrasi atau teknis yang seharusnya bisa diantisipasi,”
pungkas Marthen. Penulis: Jid Editor: GF
01 Sep 2025, 16:35 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru