logo-website
Rabu, 29 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Hukum Homepage
Gunakan Adat Sauri Sirami 4 Orang Warga Gantikan TNI-Polri Menjaga Bendera Merah Putih Papuanewsonline.com, Waropen – Ada yang berbeda pada pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-78 tahun 2023 bertempat di Lapangan SMP Negeri Koweda, Distrik Masirei, Kabupaten Waropen Provinsi Papua, Kamis (17/8/2023).Pada umumnya Upacara berjalan seperti biasanya, meskipun di guyur hujan, namun ada yang berbeda yakni saat paskibra selesai mengibarkan Bendera Merah Putih dimana biasanya yang menjaga adalah anggota TNI-POLRI namun kali ini yang menjaga Bendera Merah Putih adalah Masyarakat Adat Sauri Sirami sebanyak 4 orang.Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., mengatakan bahwa hal ini memang dilakukan atas ide Kapolsek Masirei Ipda Jimmy Lufkey, S.I.P, M.H agar mengingatkan kepada masyarakat bahwa bukan Aparat Keamanan saja yang wajib menjaga NKRI namun masyarakat juga punya kewajiban yang sama.“Polsek Masirei memang membuat suatu yang berbeda dari biasanya agar mengajak masyarakat untuk cinta kepada NKRI lewat perayaan HUT RI ke 78 di Distrik Masirei,” ucap Kabid Humas, Minggu (20/8/2023).Sementara itu, Kepala Distrik Masireo Ellen K. Nussis, S.Sos mengatakan bahwa baru kali ini perayaan HUT RI ke 78 di buat berbeda dengan adanya paskbira dari anak asli dari Distrik Masirei untuk mengibarkan bendera Merah Putih.“Bahwa inilah momentum yang sebenarnya bahwa nilai dari perayaan HUT RI di Distrik Masirei adalah belajar untuk lebih mencintai NKRI, seperti yang kita lihat dari ke 4 masyarakat adat yang menjaga bendera merah putih, kami dan seluruh peserta upacara terharu dan senang dengan moment ini,” tuturnya. (PNO-12) 22 Agu 2023, 20:06 WIT
Polda Papua Lakukan Olah TKP Kasus Kebakaran Gedung Pemerintahan Jayapura Papuanewsonline.com, Jayapura – Suatu langkah serius dalam investigasi kebakaran yang menghanguskan gedung Kominfo yang disewa oleh MNC Grup di Jayapura telah diambil oleh Bidang Laboratorium Forensik (Bid Labfor) Polda Papua. Bersama dengan personel dari Polres Jayapura, tim ini telah melaksanakan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang melibatkan gedung Kominfo, kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Kantor KPU Kabupaten Jayapura pada Jumat (18/08).Kabid Labfor Polda Papua, AKBP Dr. I Gede Suhartawan, S.Si., M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan olah TKP ini dilaksanakan pada Jumat, 18 Agustus 2023, dimulai sekitar pukul 10.30 WIT dan berlanjut hingga selesai. Proses olah TKP ini melibatkan sejumlah langkah penting, seperti Pengamatan umum dan pemotretan dokumen untuk mendokumentasikan situasi TKP, Pemeriksaan tingkat kerusakan dan arah penjalaran api kebakaran serta penentuan Lokasi Api Pertama Kebakaran (LAPK), Pencarian dan pengumpulan sampel barang bukti yang berkaitan dengan kebakaran serta Pengumpulan data dari keterangan para saksi yang hadir pada saat kejadian.AKBP I Gede menegaskan bahwa hasil olah TKP ini memberikan beberapa temuan penting berupa dari pemeriksaan arah penjalaran api kebakaran dan tingkat kerusakan, ditemukan satu titik Lokasi Api Pertama Kebakaran (LAPK) di Kantor MNC.“Dari LAPK, diambil satu bungkus barang bukti berisi abu arang sisa kebakaran. Sampel ini nantinya akan diperiksa lebih detail dalam laboratorium kriminalistik di Bid Labfor Polda Papua,” ucapnya.Menurutnya, penyebab timbulnya sumber api pertama masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut atas abu arang ini menggunakan metode Gas Chromatography Mass Spectrometer (GCMS) untuk menentukan ada tidaknya bahan bakar di lokasi api pertama kebakaran (LAPK).“Langkah rencana tindak lanjut yang diambil adalah melanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti yang berhasil dikumpulkan dari TKP. Tindakan ini akan memberikan wawasan lebih jelas mengenai penyebab kebakaran serta membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin berkontribusi pada terjadinya insiden ini,” terang Kabid Labfor.Dengan ketekunan dan komitmen dari tim investigasi, diharapkan bahwa kebenaran seputar kebakaran gedung Kominfo dan dampaknya yang meluas akan terungkap sehingga memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa tindakan hukum yang tepat akan diambil. (PNO-12) 22 Agu 2023, 19:35 WIT
Konflik Internal KNPB, Saling Serang 2 Orang Alami Luka Tusuk Papuanewsonline.com, Jayapura - Pertikaian antara 2 simpatisan KNPB yang terjadi di BTN Purwodadi Sentani Kab. Jayapura. Jumat, 18/08 siang.Akibat dari pertikaian tersebut 2 orang simpatisan dari salah satu kubu berinisial OK (30) mengalami luka tusuk di bagian leher dan TS (27) mengalami luka tusuk dibagian bahu dan dada sebelah kanan.Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH saat dikonfirmasi membenarkan konflik yang berujung saling serang antar dua kubu simpatisan KNPB yang terjadi di BTN Purwodadi Sentani."Kasus ini berawal dari salah satu kubu yang sedang melaksanakan kegiatan syukuran dalam rangka pemindahan kantor sekretariat KNPB yang berada di BTN Purwodadi. Tiba-tiba datang salah satu kubu lagi yang mempertanyakan dan menuding bahwa kubu yang sedang melaksanakan syukuran mengambil uang sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) sehingga terjadi pertikaian dan saling serang antar kedua kubu tersebut," ungkapnya.Lebih lanjut Kapolres, mendapat laporan tersebut personilnya langsung turun ke TKP sehingga situasi dapat dikendalikan."Akibat dari pertikaian tersebut 2 orang mengalami luka tusuk, ada juga kerugian materil seperti 3 unit rumah yang mengalami kerusakan seperti kaca jendela pecah dan perabotan rumah yang hancur, tidak hanya itu ada 4 unit barang bukti sepeda motor yang dirusak salah satunya dibakar, korban sudah membuat laporan polisi sementara masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan kami, untuk diproses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku," Tutupnya. (PNO-12) 22 Agu 2023, 19:25 WIT
Dikejutkan Oleh Tembakan Dari KKB, Aparat Gabungan Lakukan Serangan Balasan Hingga Kuasai Markas Papuanewsonline.com, Puncak - Kelompok Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan penembakan terhadap Pos keamanan Raider 300/BJW di Distrik Gome, Kabupaten Puncak pada hari Selasa, 15 Agustus 2023, sekitar pukul 09.45 WIT.Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., Kabid Humas Polda Papua, Rabu (16/8/20230) memberikan keterangan perihal insiden tersebut.Dimana kejadian berawal pada pukul 09.00 WIT, saat Dansatgas Pamtas Yonif Raider 300/BJW bersama tim menuju Pos Gome untuk menghadiri acara bakar batu bersama masyarakat Distrik Gome. “Namun, suasana tenang mendadak terguncang oleh tembakan dari kelompok KKB yang diduga Numbuk Talenggen, mengarah ke arah Pos Gome dan Dansatgas Pamtas Mobile 300/BJW pada pukul 09.45 WIT,” jelas Kabid Huas.Respons segera dilakukan dengan tim Dansatgas Pamtas Mobile Yonif Raider 300/BJW melancarkan tembakan balasan dan memulai upaya pengejaran. Melalui drone, keberadaan dua orang dengan senjata panjang berhasil terdeteksi.Aparat gabungan TNI-Polri di Ilaga juga turut terlibat dalam pengejaran dan penanganan situasi. Kelompok KKB yang diduga melarikan diri kemudian dilacak ke berbagai titik. Aparat berhasil menguasai markas kelompok KKB Numbuk Talenggen, mengamankan sejumlah barang bukti. Dalam pengejaran tersebut, sejumlah barang bukti penting berhasil diamankan. Diantara 7 handphone genggam dari berbagai merk, kamera Canon EOS 1300D, pisau kecil, serta sebuah busur panah beserta 8 anak panah. Selain itu, juga ditemukan alat-alat seperti parang, gunting, teropong, charger, serta memori card yang berisi foto dan video KKB. Serangkaian upaya pengejaran terus berlanjut. Saat melakukan kontak tembak, tiga anggota KKB diduga terkena tembakan serta satu anggota Satgas Pamtas Mobile 300/BJW, Pratu Rizki juga terkena tembakan, namun kondisinya dalam keadaan sadar dan stabil.Sementara kerugian materi masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Pihak berwenang tetap komitmen dalam memulihkan situasi yang aman di wilayah tersebut. (PNO-12) 17 Agu 2023, 09:55 WIT
Polres Puncak Lakukan Penyelidikan Terkait Bunyi Tembakan Ditengah Lapangan Trikora Papuanewsonline.com, Puncak - Polres Puncak saat ini tengah mendalami kasus terdengarnya bunyi tembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Sabtu (12/8/2023) sekitar pukul 10.45 WIT di lapangan Trikora, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, pada Selasa (15/8/2023) memberikan penjelasan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan, suara tembakan mendadak terdengar dari arah selatan Lapangan Trikora, tepatnya di Rumah Warna Hijau yang berada di sebelah selatan lapangan. Sementara itu, para anggota Paskibraka berusaha mengamankan diri di Mapolres Puncak.“Saat itu, anggota Paskibraka sedang melakukan latihan pengibaran dan penurunan bendera di lapangan dalam rangka memperingati HUT ke 78 RI tahun 2023. Personil TNI-Polri yang berada di sekitar lokasi langsung melakukan tembakan balasan ke arah sumber tersebut,” ujar Kabid Humas.Setelah situasi aman, personil Polres Puncak kembali ke lapangan Trikora untuk melakukan identifikasi dan pengecekan terhadap bekas tembakan. Ditemukan lubang pada dinding panggung lapangan Trikora akibat tembakan tersebut.“Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, baik personil TNI-Polri maupun anggota Paskibra. Kerugian hanya bersifat materiil, yaitu kerusakan pada dinding panggung lapangan Trikora,” tambah Kombes Benny.Pihak keamanan TNI-Polri di Kabupaten Puncak saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan ini.“Personel di laporan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan identitas pelaku. Kita berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi,” ujarnya. Kabid Humas juga mengimbau kepada masyarakat setempat untuk tetap tenang dan memberikan dukungan kepada aparat TNI-Polri dalam upaya menjaga situasi Kamtibmas di Kabupaten Puncak.PNO-11 16 Agu 2023, 23:38 WIT
Rumah Warga dan Tower Telkomsel Dibakar KKB di Kabupaten Puncak, Papua Tengah Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepolisian Resor Puncak saat ini tengah mendalami kasus pembakaran  rumah warga dan sebuah tower Telkomsel di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Selasa (15/8/20230). Insiden tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).Menurut keterangan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., peristiwa tersebut berawal pada pukul 16.20 WIT, saat tim gabungan Ops Damai Cartenz yang dipimin Kanit Lidik Iptu Lukman mendapat laporan bahwa ada sejumlah masyarakat yang terpantau di sekitar Tower Telkomsel membawa jerigen berisi minyak. “Pukul 16.35 Wit, tim yang dipimpin Kapolres Puncak, Kompol I Nyoman Punia, S. Sos tiba di lokasi Tugu Pancasila, yang merupakan tempat laporan pertama kali diterima. Tim langsung melakukan tanggapan terhadap situasi yang berkembang,” tutunya.Sekitar pukul 16.37 WIT, asap tebal mulai menyelimuti area karena adanya bangunan yang terbakar. Api kemudian merambat dan merusak Tower Telkomsel itu sendiri. Selama insiden ini, satu tembakan diduga dari Kelompok KKB juga terdengar, menambah ketegangan di lokasi kejadian.Ketegangan semakin meningkat ketika pukul 16.50 WIT, dua tembakan lagi terdengar dari arah Kelompok KKB, yang diduga berasal dari Pos Pantau mereka. Tembakan ini ditujukan ke arah Tim gabungan yang sedang berada di sekitar Tower Telkomsel.Namun, upaya penanganan terus berlanjut. Pukul 17.05 WIT, tim gabungan melakukan tembakan balasan sebanyak dua kali untuk membuka jalan menuju Kampung Nipuralome, tempat diduga Kelompok KKB berkumpul.Situasi semakin menegangkan saat beberapa kali tembakan gangguan terdengar dari pihak Kelompok KKB di sekitar Kampung Eromaga. “Akibat dari insiden tragis ini, dua unit rumah warga mengalami kerusakan berat. Satu di antaranya diduga menjadi milik Riyanto Fredikso. Sementara itu, tower Telkomsel yang terbakar milik Pemerintah Daerah Puncak juga mengalami kerusakan serius pada kabel dan baterai,” jelas Benny.Dirinya mengatakan, saat ini aparat gabungan terus melakukan langkah-langkah tegas guna meredam situasi dan menjaga stabilitas di daerah tersebut.(PNO/06) 16 Agu 2023, 15:47 WIT
Tim Iabfor Polda Papua Bergerak Cepat Olah TKP Kebakaran Kantor KPU Yahukimo Papuanewsonline.com, Jayapura - Tim identifikasi dari Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Papua dan Unit Identifikasi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua bekerja sama dengan Unit Identifikasi Satuan Reserse Kriminal Polres Yahukimo melaksanakan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait insiden kebakaran yang terjadi di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yahukimo pada hari Minggu, 6 Agustus 2023. Olah TKP ini juga turut melibatkan pengamanan dari tim Tindak Satgas Damai Cartenz (Brimob Sulawesi Selatan).Berdasarkan keterangan dari Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, Selasa (15/8/2023) kegiatan tersebut memiliki tujuan penting dalam mengumpulkan bukti-bukti substantif yang diperlukan untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut terhadap kebakaran yang melanda Kantor KPU Kabupaten Yahukimo. “Tim olah TKP terdiri dari berbagai pihak yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing, termasuk dari Bid Labfor Polda Papua, Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Papua, serta personel Satuan Reserse Kriminal Polres Yahukimo yang telah dilibatkan dalam proses ini,” tuturnya.Pada pukul 12.50 WIT, personel gabungan yang terdiri dari Bid Labfor, Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Papua, dan Sat Reskrim Polres Yahukimo, berangkat menuju lokasi TKP yang berada di Polres Yahukimo. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Yahukimo AKBP Arief Kristanto, SH, SIK. M.Si.“Sesampainya di TKP pada pukul 12.55 WIT, tim langsung memulai investigasi dengan dibimbing oleh Kapolres Yahukimo. Tim memeriksa lokasi kebakaran dan melakukan pengumpulan barang bukti yang berhubungan dengan insiden tersebut,” tambah Benny.Dari hasil dari investigasi tersebut, tercatat adanya beberapa barang bukti yang berhasil dikumpulkan dari TKP, termasuk seng bekas terbakar, kayu bekas terbakar, serpihan kaca, pintu besi bekas terbakar, dan grendel bekas terbakar.“Dengan alat bukti yang dikumpulkan serta melakukan penyelidikan lebih dalam lagi sehingga akan diketahui penyebab terjadinya kebakaran. Semoga kasus ini dapat diungkap secara terang benderang sehingga kita dapat mengetahui sebab-sebab terjadinya kebakaran di Kantor KPU Kabupaten Yahukimo,” tutup Kabid Humas.(PNO/07) 16 Agu 2023, 15:41 WIT
Polda Papua Kejar Resedivis Pemain BBM Ilegal Di Intan Jaya Papuanewsonline.com, Jayapura – Polres Intan Jaya, Polda Papua saat ini Tengah melakukan penyelidikan terkait dengan pemasukan dan penjualan  Baban Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi Pemerintah di wilayah Provinsi Papua Tengah.Penyelidikan ini dilakukan untuk mengungkap residivis pemain BBM ilegal di Intan Jaya.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, saat dikonfirmasi, Selasa (15/8/20230) mengungkapkan bahwa kejadian tersebut bermula pada hari Jumat tanggal 4 Agustus 2023, sekitar pukul 10.00 wit, Anggota Reskrim Polres Intan Jaya  melakukan penyelidikan yang berkaitan dengan dugaan pemasukan dan penjualan BBM bersubsidi di wilayah hukum Polres Intan Jaya.“Pukul 11.30 wit, anggota Reskrim berhasil menemukan dan mengamankan jenis BBM berupa minyak tanah dari seorang pedagang yang dikenal dengan inisial R. Dalam proses pengamanan barang, anggota Reskrim memberikan Surat Tanda Terima Barang (STP) kepada pedagang tersebut, yang kemudian dilengkapi dengan salinan STP sebagai bukti,” jelasnya.Disinggung terkait dugaan pungli dalam giat itu, Kabid Humas mengatakan, sudah langsung dikonfirmasi ke Kapolres dan Kasat Reskrim secara langsung, sehingga dari hasil konfirmasi Kapolres dan Kasat Reskrim memberikan klarifikasi bahwa tidak ada indikasi adanya pungutan liar yang terjadi dalam penyelidikan itu.Lanjut Kabid Humas, dari penyelidikan yang dilakukan Sat reskrim Polres Intan Jaya memgamankan barang bukti meliputi 300 (tigaratus) liter bahan bakar minyak (BBM) jenis Minyak Tanah yang diangkut dalam 5 (lima) drum, 20 (dua puluh) liter BBM Minyak Tanah dalam 1 (satu) jerigen, 1 (satu) wadah penampung Minyak berisi 30 (tigapuluh) liter, 2 (dua) wadah takaran Minyak Tanah, 2 (dua) buah corong corong Minyak Tanah, dan 1 (satu) drum berisi 60 (enam puluh liter) pertalite.Kata dia, Bahkan, barang bukti berupa minyak tanah yang telah diamankan sebelumnya, dikabarkan telah dihilangkan oleh pihak yang terkait dalam kegiatan ilegal tersebut.Benny menambahkan, saat ini Polres Intan Jaya juga tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi aktor intelektual di balik kegiatan ilegal ini, termasuk provokasi yang dilakukan kepada kelompok masyarakat. “Provokasi ini diyakini menjadi pemicu terjadinya unjuk rasa (Unras) yang dilakukan oleh kelompok masyarakat, termasuk kelompok mama-mama, terhadap Bupati,” ujarnya.Dalam hal ini, pasal yang diduga dilanggar adalah Pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana diubah oleh UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja dan lebih lanjut diubah dengan Peraturan Pengganti Undang-undang Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja.(PNO/06) 16 Agu 2023, 15:36 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT